Bangun Sinergi Pusat-Daerah, Maulana Usulkan Penguatan Fasilitas Kesehatan Kota Jambi ke Kementerian Kesehatan

JAKARTA,  SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota Jambi terus menegaskan komitmennya dalam membangun sistem layanan kesehatan yang tangguh, merata, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Komitmen ini kembali ditunjukkan melalui kehadiran langsung Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dalam audiensi bersama Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, di Gedung Adhyatama, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis (5/6/2025).

Pertemuan strategis tersebut juga diikuti oleh Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., bersama para kepala daerah se-Provinsi Jambi, sebagai bentuk sinergi kolektif dalam mendorong percepatan pembangunan kesehatan di daerah.

Audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan usulan strategis daerah, terutama dalam upaya mempercepat pembangunan dan pemerataan layanan kesehatan yang berkualitas di Provinsi Jambi.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Jambi dokter Maulana memaparkan berbagai program prioritas dan kebutuhan mendesak di bidang kesehatan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Jambi, termasuk usulan peningkatan sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia di sektor kesehatan.

“Saya menyampaikan banyak sekali usulan yang berkaitan dengan peningkatan pelayanan kesehatan di Kota Jambi, khususnya untuk Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manap dan Rumah Sakit Haji Abdurahman Sayoeti. Kami juga mengusulkan penambahan jumlah Puskesmas untuk mewujudkan pemerataan layanan kesehatan,” jelas Maulana.

Tak hanya itu, Wali Kota Maulana turut memperkenalkan inovasi pelayanan kesehatan berbasis sistem terpadu melalui program unggulan Call Center Bahagia, layanan kegawatdaruratan 24 jam yang merupakan bagian dari Public Service Center Kota Jambi.

“Call Center Bahagia ini menjadi kebutuhan dasar kota padat penduduk seperti Kota Jambi. Kita sudah melantik kepala layanannya dari unsur dokter, dan segera akan menata sistem kegawatdaruratannya agar berjalan optimal,” tambahnya.

Maulana juga menyinggung keberhasilan program Kartu Bahagia, yang mengintegrasikan satu data penduduk dengan berbagai layanan sosial, termasuk jaminan kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial lainnya.

Program ini merupakan bagian dari visi Kota Jambi Bahagia, yang berorientasi pada kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Maulana berharap, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat mendorong percepatan pemenuhan fasilitas dan tenaga medis di Kota Jambi.

Sementara itu, Gubernur Jambi, Al Haris, dalam pertemuan tersebut menyoroti berbagai isu strategis dan kebutuhan pembangunan kesehatan di wilayah provinsi, khususnya di daerah-daerah yang masih kekurangan tenaga medis dan infrastruktur kesehatan.

“Hari ini kami bersama para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jambi menyampaikan langsung berbagai tantangan di daerah, seperti keterbatasan rumah sakit, puskesmas, tenaga dokter, dan sarana kesehatan lainnya. Harapan kami, pemerintah pusat dapat segera hadir dengan solusi konkret,” ujar Gubernur.

Menurut Al Haris, setiap daerah memiliki karakteristik dan kebutuhan kesehatan yang berbeda-beda, sehingga intervensi dari pemerintah pusat menjadi sangat penting dalam menjamin terpenuhinya hak dasar masyarakat di bidang kesehatan.

Audiensi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan nasional yang inklusif, merata, dan berkeadilan, sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945.(*)




KUA-PPAS Perubahan Disampaikan, Pemkot Jambi Proyeksikan PAD Naik 7,81 Persen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljozha, S.E., M.A., menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi dalam agenda Penyampaian Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2025, Kamis (5/6/2025).

Rapat yang digelar di Ruang A DPRD Kota Jambi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kemas Faried Alfarelly, didampingi unsur pimpinan dewan lainnya: M. Yasir, Jefrizen, dan Naim. Turut hadir pula Sekda Kota Jambi A. Ridwan dan jajaran TAPD Kota Jambi.

Dikesempatan itu, sejumlah agenda lain juga dilakukan dalam rapat tersebut, seperti Penandatanganan Nota Kesepakatan Rancangan Awal RPJMD Kota Jambi Tahun 2025-2029 antara Pemerintah Kota Jambi dengan DPRD Kota Jambi, serta mendengarkan penyampaian Laporan Hasil Reses I DPRD kota Jambi Tahun Anggaran 2025.

Dalam penyampaiannya, Wakil Wali Kota Diza menyampaikan Rencana Perubahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan Daerah Tahun Anggaran 2025. Dimana, Pendapatan Daerah secara total diproyeksikan mencapai 1 Triliun 931 Milyar 624 Juta 300 Ribu 48 Rupiah atau mengalami kenaikan sebesar 39 Milyar 574 Juta 101 Ribu 48 Rupiah, jika dibandingkan dengan pendapatan daerah pada APBD Tahun Anggaran 2025 yang sebesar 1 Triliun 892 Miliar 50 Juta 199 Ribu Rupiah.

“Sementara itu, untuk Rencana Belanja pada Perubahan Tahun 2025 ini adalah sebesar 1 Triliun 944 Milyar 207 Juta 74 Ribu 265 Rupiah mengalami peningkatan sebesar 2 Milyar 156 Juta 875 Ribu 265 Rupiah atau naik sebesar 0,11% dibandingkan dengan Belanja Daerah pada tahun 2025 yang sebesar 1 Triliun 942 Milyar 50 Juta 199 Ribu Rupiah,” ujar Diza.

Pada Rancangan Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2025, Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar 602 Milyar 432 Juta 428 Ribu 48 Rupiah, naik sebesar 43 Milyar 652 Juta 682 Ribu 48 Rupiah atau sebesar 7,81% dibanding dengan target PAD pada APBD Tahun 2025 yang sebesar 558 Milyar 779 Juta 746 Ribu.

Sementara itu, Pendapatan Transfer diproyeksikan sebesar 1 Trilyun 329 Milyar 191 Juta 872 Ribu Rupiah menurun sebesar 4 Milyar 78 Juta 581 Ribu Rupiah.

Diza juga menyebut, dalam Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2025 Pembiayaan Daerah terdiri dari Penerimaan Pembiayaan sebesar 12 Milyar 582 Juta 774 Ribu 217 Rupiah yang bersumber dari sisa lebih Perhitungan Anggaran Tahun sebelumnya (SILPA) mengalami penurunan sebesar 37 Milyar 417 Juta 225 Ribu 783 Rupiah dibandingkan dengan SILPA yang diproyeksikan pada APBD Tahun 2025 yang sebesar 50 Miliar.

Sedangkan terkait dengan Rancangan Awal RPJMD Kota Jambi Tahun 2025-2029, Wawako Diza menjelaskan merupakan dokumen perencanaan strategis pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan, yang disusun berdasarkan Visi dan Misi dengan tetap mengacu pada dokumen perencanaan jangka panjang, serta memperhatikan arah kebijakan Nasional dan Provinsi.

Wawako juga mengapresiasi kerja sama, dukungan, serta masukan yang konstruktif selama proses penyusunan dan pembahasan Rancangan Awal RPJMD itu.

“Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan yang disusun secara partisipatif, responsif terhadap isu strategis daerah, serta tetap menjaga kesinambungan pembangunan, dengan mengedepankan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik,” pungkas Wawako Diza.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Jambi akan segera melakukan konsultasi dengan Gubernur Jambi serta menggelar Musrenbang RPJMD, guna menyempurnakan dokumen lengkap RPJMD yang akan menjadi pedoman pembangunan Kota Jambi selama lima tahun ke depan.(*)




Maulana Apresiasi Kepemimpinan Baru HIPMI, Harapkan Akselerasi UMKM dan Investasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Suasana penuh semangat kewirausahaan mewarnai pelantikan Ketua dan Pengurus Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Jambi masa bakti 2025-2028 yang digelar di Swiss-Belhotel Jambi, Rabu malam (4/6/2025).

Acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., serta sejumlah tokoh penting di Provinsi Jambi.

Fadhillah Hasrul resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum BPD HIPMI Jambi setelah terpilih melalui Musyawarah Daerah (Musda) ke-XII yang digelar pagi harinya.

Musda tersebut dibuka oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz, mewakili Gubernur Jambi, Al Haris.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Akbar Himawan Bukhari.

Dalam prosesi tersebut, seluruh pengurus yang baru dilantik mengikuti pengucapan sumpah jabatan dan penyerahan bendera pataka sebagai simbol resmi dimulainya kepengurusan baru.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljozha yang juga merupakan Ketua Umum BPD HIPMI Jambi periode 2021–2024 sekaligus kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina BPD HIPMI Jambi.

Dalam sambutannya, Diza menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan baru serta menaruh harapan besar terhadap peran HIPMI ke depan.

“HIPMI adalah mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kepemimpinan baru harus lebih aktif menjemput peluang dan membangun jejaring untuk mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda terbaik Jambi,” ujar Diza.

Wali Kota Jambi Maulana dalam keterangannya usai pelantikan turut menyampaikan apresiasi terhadap semangat regenerasi HIPMI Jambi. L

Ia optimistis, di bawah kepemimpinan baru, HIPMI akan menjadi mitra penting dalam mewujudkan visi pembangunan Kota Jambi sebagai kota jasa dan perdagangan yang inklusif.

“Saya ucapkan selamat kepada Ketua terpilih Fadhillah Hasrul. Kami berharap HIPMI terus menjadi motor penggerak ekonomi, menghadirkan lapangan kerja baru, serta membuka akses dunia usaha bagi generasi milenial dan emak-emak pelaku UMKM,” tutur Maulana.

Maulana juga menekankan pentingnya sinergi antara HIPMI dan pemerintah daerah, mengingat banyaknya program-program pembangunan Kota Jambi yang berpihak pada pemberdayaan generasi muda dan wirausaha kreatif.

Sementara itu, Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Bukhari, mengapresiasi pelaksanaan Musda dan pelantikan yang berjalan sesuai AD/ART organisasi.

Ia berharap HIPMI Jambi terus konsisten mendorong inovasi dan digitalisasi dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

“Ini adalah momentum memperkuat kontribusi nyata HIPMI terhadap perekonomian daerah. Kolaborasi, inovasi, dan adaptasi digital adalah kunci,” ujarnya.

Ketua Umum BPD HIPMI Jambi terpilih, Fadhillah Hasrul, dalam sambutannya menyampaikan komitmennya untuk membawa HIPMI Jambi menjadi lebih progresif dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami ingin HIPMI Jambi menjadi penghubung strategis berbagai peluang usaha dan investasi. Kolaborasi dengan pemerintah daerah akan menjadi fokus kami untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Fadhillah.

Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, seperti Asisten II Setda Provinsi Jambi Johansyah, Deputi Bank Indonesia Jambi Robi Fathir, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, jajaran Forkopimda lainnya, Ketua Kadin Jambi Usman Sulaiman, serta para pengurus HIPMI dari berbagai kabupaten/kota di Jambi dan regional Sumatera.

Dengan kepemimpinan baru ini, harapan besar disematkan kepada HIPMI Jambi untuk terus menjadi katalisator kemajuan ekonomi daerah dan ruang lahirnya pengusaha-pengusaha muda andal di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.(*)




Antisipasi Hewan Kurban Kabur Saat Iduladha 2025, Damkar Kota Jambi Siaga 24 Jam

JAMBI,SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1446 H / 2025, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Jambi menyiagakan tim khusus untuk mengantisipasi kemungkinan hewan kurban kabur atau mengamuk saat prosesi penyembelihan berlangsung.

Sedikitnya 10 personel Damkar dilengkapi dengan peralatan evakuasi seperti tripod rescue, jaring, dan tali tambang disiapkan untuk merespons cepat situasi darurat.

“Kami siaga 24 jam. Jika ada hewan kurban yang kabur, masyarakat bisa langsung menghubungi kami melalui WhatsApp Damkar atau nomor darurat 112,” ujar Kepala Damkar Kota Jambi, Mustari Affandi, Rabu (5/6/2025).

Mustari mengingatkan warga dan panitia kurban agar lebih cermat dan aman dalam mengikat hewan kurban.

Ia menekankan pentingnya menggunakan tali pengikat yang kuat dan tidak diikatkan pada pohon atau benda yang mudah patah, terutama untuk hewan besar seperti sapi atau kerbau.

“Proses evakuasi harus dilakukan dengan hati-hati. Hewan kurban tidak boleh mengalami luka karena bagian dari ibadah. Kami pastikan penanganannya dilakukan secara profesional,” tegas Mustari.

Kegiatan kurban tahun ini tidak hanya menjadi ibadah keagamaan, tetapi juga bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam membangun nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk pengamanan ekstra, Damkar juga rutin melakukan simulasi penanganan hewan kurban kabur dan mengimbau panitia di tiap kelurahan untuk bekerja sama jika terjadi kondisi darurat.(*)




Besok Pemkot Jambi Sembelih 180 Hewan Kurban, Rayakan Idul Adha 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut Hari Raya Iduladha 1446 H/2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menyiapkan sebanyak 180 ekor hewan kurban untuk disembelih dan dibagikan kepada masyarakat.

Wali Kota Jambi,  Maulana, menyebut pelaksanaan kurban ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga, khususnya mereka yang membutuhkan.

“Pemkot Jambi ikut berkurban. Ada 180 ekor hewan kurban yang akan disembelih, dan dagingnya akan kita salurkan kepada masyarakat yang berhak menerima,” ujar Maulana saat meninjau sapi kurban presiden di Kandang Moro Seneng, Senin (2/6/2025).

Untuk mendukung distribusi yang adil dan menghindari kerumunan, daging kurban akan dibagikan menggunakan sistem kupon.

Kupon tersebut disalurkan melalui RT dan perangkat kelurahan kepada penerima manfaat yang telah didata sebelumnya.

“Harapannya, pembagian berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran,” tambah Maulana.

Sebanyak 42 tim pemeriksa kesehatan hewan kurban yang terdiri dari dokter hewan dan petugas teknis diturunkan untuk memastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

“Pemeriksaan ketat dilakukan agar daging kurban aman dan berkualitas. Ini tanggung jawab kami kepada masyarakat,” jelasnya.(*)




Dugaan Malpraktik di RS Erni Medika, Komisi IV DPRD Kota Jambi Gelar Rapat Tertutup

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komisi IV DPRD Kota Jambi mengadakan rapat tertutup pada Kamis (5/6/2025) guna membahas dugaan malpraktik dan kelalaian medis yang diduga terjadi di Rumah Sakit (RS) Erni Medika.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Martua Muda Siregar.

Rapat ini merupakan respons atas surat permohonan dari keluarga almarhum M Bayu Prasetyo, yang menjadi korban dugaan malpraktik medis di RS Erni Medika.

Surat tersebut disampaikan melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APB KAI Jambi, yang saat ini menjadi pendamping hukum keluarga korban.

Dalam suratnya, keluarga korban meminta perhatian serius dari berbagai lembaga, termasuk Menteri Kesehatan RI, DPR RI, DPRD Provinsi Jambi, hingga Gubernur Jambi, untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Tujuannya adalah mencegah kasus serupa terulang di masa depan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, rapat berlangsung tertutup di ruang Komisi IV DPRD Kota Jambi.

Informasi yang diterima menyebutkan, rapat ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD dalam bidang kesejahteraan rakyat, khususnya terkait kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Jambi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak RS Erni Medika maupun keputusan akhir dari Komisi IV DPRD Kota Jambi.

Namun, kasus ini telah menyita perhatian publik dan diharapkan segera mendapat kejelasan serta penyelesaian yang adil.(*)




Dukung Start-up dan UMKM, Ketua DPRD Kota Jambi Terima Penghargaan dari HIPMI

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menerima HIPMI Award dalam acara Musyawarah Daerah (Musda) XII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Jambi yang digelar di Swiss-Belhotel Jambi, Rabu (4/6/2025).

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas peran aktifnya dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan wirausaha muda di Jambi.

Dalam sambutannya, Kemas Faried menyampaikan bahwa dukungan terhadap pelaku usaha muda harus menjadi prioritas, mengingat mereka merupakan pilar penting pertumbuhan ekonomi daerah.

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh anggota DPRD Kota Jambi. Kami berkomitmen mendorong pengembangan UMKM dan start-up, khususnya yang digerakkan anak-anak muda,” ungkapnya.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Jambi, M. Khadafi, dan disaksikan oleh berbagai tokoh penting dari legislatif, eksekutif, yudikatif, serta unsur TNI dan Polri.

Selain Kemas Faried, HIPMI Award 2025 juga diberikan kepada sejumlah tokoh lainnya, antara lain Ketua DPRD Provinsi Jambi, Kepala Kejaksaan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi, Kapolda, Danrem, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi.

Ketua Umum BPD HIPMI Jambi, Diza Hazra Aljosha, dalam pidatonya menekankan pentingnya regenerasi organisasi dan kolaborasi strategis antara pengusaha muda dan pemerintah.

“HIPMI harus menjadi jembatan antara semangat wirausaha generasi muda dan arah kebijakan pemerintah. Kita bukan hanya pelaku usaha, tapi juga mitra pembangunan daerah,” ujarnya.

Hal ini senada dengan pernyataan Ketua Umum BPP HIPMI, yang menilai Musda sebagai momentum untuk penguatan organisasi dan konsolidasi nasional HIPMI.

Wali Kota Jambi, Dr dr Maulana, juga turut hadir dan menyampaikan bahwa Kota Jambi akan terus mendukung dunia usaha, terutama sektor jasa dan perdagangan yang menjadi tulang punggung perekonomian kota.

“Kami memang tidak punya sumber daya alam, tapi kami punya sumber daya manusia, stabilitas, dan kemudahan perizinan. Itulah kekuatan utama Kota Jambi,” jelas Maulana. Ia bahkan menegaskan siap memberikan “karpet merah” bagi investor yang ingin masuk ke Jambi.

Musda HIPMI XII Provinsi Jambi 2025 diharapkan menjadi momentum baru untuk memperkuat peran pengusaha muda dalam pembangunan daerah.

Selain itu, Musda ini juga mempererat sinergi lintas sektor demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(*)




Sekda A Ridwan: Lagro Koja Bukan Sekadar Lahan, tapi Investasi Masa Depan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan dan pengendalian inflasi. Rabu (4/6/2025), Sekretaris Daerah Kota Jambi, A. Ridwan, secara resmi melaunching Lahan Abadi Agro Kota Jambi (Lagro Koja), mewakili Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M.

Peresmian ini berlangsung di kawasan UPTD Balai Benih Hortikultura, Jalan Lingkar Barat, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo. Lagro Koja berdiri di atas lahan seluas 10 hektare, dan akan dikelola oleh kelompok tani lokal yang telah diseleksi, di antaranya Poktan POJB (Pejuang Online Jambi Bersatu) dan Mayang Mandiri.

“Dengan lahan ini, kita harapkan dapat menjamin produksi pangan lokal, menjaga kestabilan harga komoditas, serta menekan angka inflasi. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen Pemerintah Kota Jambi menuju kemandirian dan kedaulatan pangan,” ujar Sekda A. Ridwan, yang juga menjabat Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Jambi.

Ia menyampaikan bahwa angka inflasi Kota Jambi saat ini tercatat di angka 1,42 persen. Meskipun tergolong moderat, Pemkot terus melakukan pemantauan dan intervensi untuk mencegah lonjakan harga, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M.

“Kita tidak bisa lengah. Jika angka inflasi masih dianggap tinggi oleh Pemerintah Pusat, maka itu artinya kita belum bekerja maksimal. Maka dari itu, upaya seperti Lagro Koja ini menjadi penting,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Sekda A. Ridwan menegaskan bahwa Lagro Koja bukan sekadar proyek pertanian, tetapi investasi strategis menuju kesejahteraan petani dan stabilitas daerah.

“Lagro Koja adalah bagian dari program prioritas Kota Tangguh. Ini bukan hanya tentang pangan yang cukup, tapi juga tentang akses yang adil, keberlanjutan, dan keadilan dalam rantai pasok. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, dari pemerintah, petani, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat sebagai konsumen,” pungkasnya.

Dalam peluncuran tersebut, dilakukan penanaman perdana bibit cabai di lahan seluas 3 hektare. Komoditas ini dipilih karena menjadi salah satu penyumbang utama inflasi di daerah. Secara bertahap, Lagro Koja telah mulai menghasilkan panen dari lahan lainnya, dengan produktivitas mencapai 5-8 ton per hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Evridal Asri, menuturkan bahwa pendirian Lagro Koja merupakan hasil kolaborasi multipihak. Selain Pemkot Jambi, dukungan datang dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi, Bank Indonesia Perwakilan Jambi, serta masyarakat yang turut menyediakan lahannya untuk dijadikan Lahan Hortikultura Abadi (LAHTIBA).

“Faktor pendukung seperti embung sebagai sumber air, Balai Penyuluh Pertanian untuk pendampingan, hingga sarana pembibitan sudah tersedia. Ini menjadi fondasi kuat bagi petani kita untuk berproduksi secara berkelanjutan,” jelas Evridal.

Selain peresmian, acara ini juga dirangkai dengan penyerahan bantuan berupa benih sayuran, traktor roda empat, dan power thresher kepada empat kelompok tani di Kecamatan Alam Barajo. Kegiatan ditutup dengan panen cabai bersama di kawasan Lagro Koja.

Kota Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa memang memiliki keterbatasan lahan pertanian. Oleh karena itu, pemanfaatan lahan sempit, termasuk pekarangan rumah, terus digalakkan sebagai penyangga pasokan pangan. Selain itu, Sekda memastikan bahwa stok daging menjelang hari raya sudah mencukupi, bahkan melebihi kebutuhan. Pemkot juga siap menggelar operasi pasar jika diperlukan.

Dalam kesempatan itu turut hadir Deputi Bank Indonesia Perwakilan Jambi Robby Fathir Nashary, Anggota DPRD Kota Jambi Djokas Siburian, Wadandenpom II/2 Jambi Mayor CPM Syahrial, unsur Forkopimda, Staf Ahli Wali Kota Jambi Obliyani, Camat beserta para lurah se-Kecamatan Alam Barajo, Forum RT, serta para kelompok tani.(*)




Walikota Maulana Cek Proyek Normalisasi Sungai Asam: Dikebut demi Kota Jambi Bebas Banjir

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komitmen kuat Pemerintah Kota Jambi dalam mengatasi persoalan banjir kian nyata melalui kolaborasi strategis bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI. Sebagai bentuk pengawalan langsung terhadap proyek prioritas tersebut, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., turun ke lapangan meninjau progres pengerjaan normalisasi Sungai Asam Segmen I di Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, pada Rabu (4/6/2025).

Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya menyeluruh Pemerintah Kota Jambi dalam menurunkan risiko banjir di kawasan-kawasan padat penduduk yang selama ini rawan terdampak genangan.

Proyek yang dikerjakan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Jambi dan Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi (BWSS VI) ini menjadi salah satu program prioritas dalam upaya penanggulangan banjir, khususnya di wilayah-wilayah rawan genangan di Kota Jambi.

“Pengerjaan ini mencakup pendalaman dan pelebaran sungai. Bila ini tuntas, insyaAllah bisa mengurangi banjir hingga 60 sampai 70 persen,” jelas Wali Kota Maulana saat berada di lokasi.

Tak hanya meninjau pengerjaan fisik, Wali Kota Maulana juga turun langsung menyelesaikan persoalan lahan milik warga yang terdampak pelebaran sungai. Pelebaran Sungai Asam segmen I direncanakan mencapai lebar 50 meter di sejumlah titik, dan dalam proses itu ada lahan milik warga yang harus dikosongkan.

“Saya temui langsung pemilik lahannya. Alhamdulillah, persoalannya selesai. Pemilik bersedia menghibahkan lahannya, dan pemerintah akan merelokasi bangunan rumahnya,” terang Maulana.

Ia juga mengimbau kepada warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Asam, agar turut mendukung program normalisasi ini, terutama jika lahan yang dimiliki belum berdiri bangunan.

“Jika bebas banjir, maka nilai tanah dan bangunan otomatis ikut naik. Jadi ini bukan hanya untuk kepentingan pemerintah, tapi juga untuk kepentingan warga itu sendiri,” ujarnya.

Normalisasi Sungai Asam ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Jambi dalam mengatasi banjir secara terintegrasi. Wali Kota Maulana menekankan, pelebaran sungai hingga ke pintu air Sungai Asam ditargetkan selebar 9 meter untuk mengoptimalkan aliran air menuju hilir.

“Program ini adalah langkah penting yang akan terus kami kawal. Pemerintah akan terus turun ke lapangan, memastikan pengerjaan berjalan dengan baik hingga selesai,” tegasnya.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi, David Partonggo Oloan Marpaung, yang turut mendampingi Wali Kota menyampaikan, bahwa pengerjaan Sungai Asam Segmen I akan berlangsung hingga Mei 2026, sesuai kontrak kerja. Ia menekankan pentingnya pengerjaan segmen ini sebagai bagian dari solusi jangka panjang mengatasi banjir di kawasan padat penduduk.

“Total panjang yang kami tangani mencapai 17 kilometer. Fokus kami saat ini adalah menyelesaikan pengerjaan sesuai target,” kata David.

Menurutnya, pelebaran kawasan anak sungai menuju pintu air akan memberi dampak besar dalam mengurangi debit air yang meluap ke permukiman warga.

Turut hadir mendampingi Wali Kota dalam peninjauan ini, Kepala Dinas PUPR Kota Jambi Momon Sukmana beserta jajaran, Camat Kotabaru Hendry Asmy Saputra, serta para lurah se-Kecamatan Kotabaru.

Langkah demi langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Jambi dalam menyelesaikan persoalan banjir merupakan bukti nyata komitmen bersama dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia, kota yang tangguh menghadapi tantangan, dan nyaman bagi seluruh warganya.(*)




Catat! 10 Juni PKL di Jalan Orang Kayo Pingai Kota Jambi Mulai Ditertibkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi secara resmi mengumumkan penertiban pedagang tanpa izin yang menempati bahu jalan di sepanjang Jalan Orang Kayo Pingai, Jalan Pakubuwono dan Jalan Sentot Alibasa, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur.

Langkah ini merupakan bagian dari program revitalisasi kawasan kota untuk menciptakan ruang publik yang lebih tertib, bersih, dan nyaman.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Jambi, Abu Bakar, menjelaskan bahwa kebijakan ini mengacu pada sejumlah regulasi daerah yang mengatur tentang penataan pedagang kaki lima, ketertiban umum, serta lalu lintas dan angkutan jalan.

“Kita harus tegas namun tetap manusiawi. Ini demi kepentingan bersama. Bukan untuk mematikan usaha masyarakat, tapi justru menciptakan ruang kota yang lebih layak, baik untuk pedagang maupun pengguna jalan,” ujar Abu Bakar, Rabu (4/6/2025) di Kantor Wali Kota Jambi.

Para pedagang yang tidak memiliki izin resmi diminta segera mengosongkan area secara mandiri paling lambat 8 Juni 2025. Jika masih ditemukan lapak atau barang dagangan di lokasi, maka penertiban paksa akan dilakukan oleh petugas gabungan mulai 10 Juni 2025.

“Kami sudah lakukan sosialisasi sejak awal. Harapannya, para pedagang bisa kooperatif dan melakukan pembongkaran secara mandiri. Ini bagian dari proses penataan kota yang sudah lama dirancang,” tambah Abu Bakar.

Revitalisasi ini merupakan bagian dari program strategis Pemkot Jambi dalam menata kawasan perkotaan agar Lebih ramah bagi pejalan kaki, Lancar untuk lalu lintas kendaraan, Menyediakan ruang terbuka publik yang representatif.

“Pemerintah tidak anti pada pedagang kaki lima. Tapi harus ada keteraturan. Ke depan, Pemkot Jambi juga akan menyiapkan skema penataan yang lebih baik bagi pedagang sektor informal,” ungkapnya.

Pemkot Jambi mengimbau masyarakat untuk mendukung penuh langkah penataan ini demi mewujudkan Kota Jambi yang lebih tertib, estetis, dan berdaya saing.

Informasi resmi mengenai pengosongan area telah diumumkan melalui berbagai kanal publik, seperti Media sosial resmi Pemkot Jambi, Kantor kelurahan, Surat edaran langsung ke lokasi.(*)