Wali Kota Maulana Dukung Transformasi Eks Pucuk Jadi Kawasan Positif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr.dr.H. Maulana, M.K.M., mendorong Eks. Lokalisasi Pucuk dijadikan sebagai centra olahraga, ekonomi, dan keagamaan.

Hal itu ia sampaikan usai membuka secara resmi Fun Double Boxing di Pelataran Aula RT 05 (Eks. Lokalisasi Pucuk) Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alambarajo, pada Minggu pagi (29/6/2025).

Fun Double Boxing RT 05 yang digagas langsung oleh Ketua RT Wiwin ini merupakan pertama kali diselenggarakan yang bertujuan sebagai wadah asah bakat bagi anak-anak muda agar terhindar dari narkoba ataupun kegiatan-kegiatan negatif lainnya.

Fun Double Boxing ini diikuti sebanyak 30 orang peserta dari anak-anak tingkat pelajar SMP dan SMA yang akan mengikuti 15 partai, tidak hanya dari dalam Kota Jambi, tetapi juga dari luar daerah, seperti Kabupaten Merangin dan Sarolangun yang diawali dengan kegiatan Jalan Santai dan Senam Bersama.

Dikesempatan itu, Wali Kota Maulana menyambut baik kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Eks Lokalisasi Pucuk, serta secara langsung memberikan dukungannya terhadap semua kegiatan yang diselenggarakan.

“Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, serta KONI kita akan dorong wilayah ini menjadi pusat centra olahraga yang sederhana dan digemari oleh masyarakat, seperti bulu tangkis dan Tenis meja. Dan yang harus kita sama-sama ketahui disini telah ada tempat Muay Thai, sebagai wadah berekspresi diri anak-anak mudanya, sehingga mempunyai motivasi dan kepercayaan diri melalui berolahraga yang akan memberikan prestasi,” ujar Maulana.

“Kami sangat apresiasi langkah-langkah dan usaha yang telah dilakukan dengan penuh semangat oleh Ibu Ketua RT 05 ini, beliau mau mengembangkan RT 05 ini menjadi pusat aktivitas anak-anak muda, disamping sehat secara fisik, juga dari sisi rohani, yang terpenting ada semangat untuk berprestasi,” lanjutnya.

Terkait dengan keagamaan, Maulana juga akan mendorong pihak-pihak terkait, seperti Baznas untuk dapat melengkapi sarana dan prasarana, agar kegiatan pengajian dan hafiz Quran dapat berjalan dengan lancar.

“Rumah Tahfiz Alquran alhamdulillah sudah berdiri bagus di wilayah ini, dan anak-anak nya juga cerdas-cerdas setelah saya tes satu-persatu dengan sambungan ayat-ayat pendek Alquran,” ucapnya.

Dengan dijadikan sebagai pusat centra olahraga, Eks Lokalisasi Pucuk, diharapkan turut mendorong perekonomian, terutama pada bidang kuliner bagi masyarakat daerah tersebut.

“Ini harus kita dorong, dan saya akan siapkan konsep pengembangan kuliner disini bersama Stakeholder, seperti Bank Indonesia, Baznas dan forum CSR untuk membantu ibu-ibu disini melalui program Bank Harkat, Karena jika sumber-sumber ekonomi positif telah ada maka kesan-kesan ekonomi dari sumber negatif kawasan ini bertahap akan hilang,” jelas Maulana.

Terkait dengan Fun Double Boxing ini, sebagai bentuk dukungan dari pemerintah, Maulana juga menyebut seluruh peserta yang akan bertanding telah difasilitasi BPJS Ketenagakerjaan, serta tenaga tenaga medis.

“Kalau ada luka dan terjadi apapun dalam kegiatan ini akan diobati hingga sembuh dan gratis,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RT 05 Wiwin juga secara langsung menyampaikan terimakasih nya atas kehadiran Wali Kota Maulana, karena tidak hanya sebatas hadir, namun juga memberikan motivasi, saran dan support untuk mengubah image Eks Lokalisasi Pucuk menjadi ke hal yang positif.

“Saya berterimakasih atas support Bapak Wali Kota langsung agar menjadikan kawasan ini sebagai pusat kuliner, keagamaan dan olahraga agar menjadikan wilayah ini bisa menjadi bercitra yang baik, tidak seperti apa yang dipikirkan banyak orang diluar sana,” singkat Ketua RT Wiwin.

Dikesempatan itu, selain mendorong warga masyarakat hidup sehat melalui berolahraga, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penyuluhan terkait bahaya Narkoba dari BNN Kota Jambi.

Pada kesempatan tersebut, Maulana juga berkesempatan untuk bertakziah kerumah salah satu warga RT 05 yang baru meninggal dunia. Serta berkeliling mengunjungi pusat-pusat ekonomi kuliner yang ada di kawasan Eks Lokalisasi Pucuk tersebut.

Turut hadir, dikesempatan tersebut, mewakili BNN Kota Jambi Nurhayati, Kepala Dispora Kota Jambi Erwandi, mewakili Kepala BPKAD Popy Nurul Isnaini, Camat Alam Barajo Iper Ryansuni, beserta Lurah se-Kecamatan Alam Barajo, Forum Ketua RT Kecamatan Alam Barajo dan Ketua RT di lingkungan Kelurahan Rawasari.(*)




LAM Kota Jambi Juara Umum Adat Melayu ke-747, Aswan Hidayat: Bukti Kebangkitan Budaya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Jambi berhasil meraih Juara Umum dalam puncak peringatan 747 Tahun Adat Melayu Jambi yang digelar meriah di Ev Garden, Paal Merah, Jumat (27/6/2025).

Kemenangan ini sekaligus menegaskan komitmen Kota Jambi dalam melestarikan budaya dan memperkuat peran lembaga adat di tengah masyarakat modern.

Kegiatan tahunan tersebut mengusung tema “Mengosongkan Tujuh Setengah Abad Melayu Jambi, Merajut Budaya agar Dak Lapuk Dek Hujan, Dak Lekang Dek Panas Menuju Jambi Mantap 2030 dan Indonesia Emas 2045.”

Sejumlah tokoh penting hadir, termasuk Gubernur Jambi Al Haris, Wali Kota Jambi Maulana, anggota DPR RI, hingga ketua-ketua adat dari berbagai kabupaten/kota di Jambi.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi, Aswan Hidayat, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bukti nyata keseriusan lembaga adat di Kota Jambi dalam membangun ruang budaya yang aktif dan produktif.

“Penghargaan ini bukan hanya soal lomba, tapi bentuk kebangkitan budaya kita. Kota Jambi membuktikan bahwa lembaga adat mampu menjadi pilar sosial yang hidup, aktif, dan inovatif,” ujar Aswan Hidayat.

Aswan juga mengajak semua pihak, mulai dari pengurus RT hingga kecamatan, agar terus terlibat dalam penguatan nilai-nilai adat di lingkungan masing-masing.

“LAM bukan simbol. Ia harus hadir di tengah masyarakat, menjadi tempat bermusyawarah, tempat menyambung akar budaya, dan menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., yang turut hadir sebagai pemangku adat, menyambut baik capaian ini.

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan LAM dalam membumikan adat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami bangga, karena ini bukti bahwa adat di Kota Jambi hidup dan terawat. Ini hasil kerja bersama, mulai dari warga, pengurus adat hingga pemerintah,” kata Maulana.

Ia menambahkan bahwa para pengurus LAM tingkat kota yang telah dikukuhkan harus terus meningkatkan dedikasi dan pelayanan kepada masyarakat.

“LAM harus aktif, adaptif, dan berdaya. Ini bagian dari misi kita menuju Jambi yang lebih bermartabat secara budaya,” tambahnya.

Gubernur Jambi Al Haris dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga adat dalam membangun masyarakat yang harmonis.

Ia bahkan mendorong agar penyelesaian masalah sosial bisa dimulai dari pendekatan adat.

“Mari kita kedepankan adat dalam penyelesaian persoalan. Buat kesepakatan bersama antara pemerintah daerah, kejaksaan, dan kepolisian agar adat tetap menjadi solusi utama,” ujar Haris.

Sebagai bagian dari peringatan ke-747 tahun Adat Melayu Jambi, digelar berbagai perlombaan keaktifan adat dan seni tradisional antar kabupaten/kota.

Kota Jambi dinilai paling aktif dan inovatif, menjadikannya sebagai juara umum tahun ini.

Capaian ini menegaskan bahwa LAM Kota Jambi tak hanya simbol adat, tetapi juga institusi yang aktif mendukung pembangunan budaya lokal secara berkelanjutan.(*)




LAM Kota Jambi Dinilai Inovatif, Wali Kota Maulana Ajak Pengurus Lebih Aktif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menghadiri Peringatan 747 Tahun Adat Melayu Jambi yang digelar di Ev Garden, Kelurahan Paal Merah, pada Jumat (27/06/2025).

Acara bertema “Mengosongkan Tujuh Setengah Abad Melayu Jambi, Merajut Budaya Agar Dak Lapuk Dek Hujan, Dak Lekang Dek Panas Menuju Jambi Mantap 2030 dan Indonesia Emas 2045” tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah maupun nasional.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi, Datuk Tumenggung Putro Jayodingrat (Hasan Basri Agus), dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tokoh adat, dan pemerintah daerah atas dukungannya dalam menyukseskan peringatan akbar ini.

“Mari kita jaga dan lestarikan lembaga adat ini bersama-sama. Lembaga ini adalah warisan budaya yang harus terus hidup dan relevan dengan zaman,” ujar Hasan.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, di antaranya Anggota DPR RI Rocky Candra dan Elpisina, Gubernur Jambi Al Haris, Ketua DPRD Provinsi Jambi Hafiz Fattah, serta Wali Kota Jambi Maulana.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jambi Al Haris juga menegaskan pentingnya peran aktif LAM dalam mendukung program pemerintah serta menjaga harmoni sosial melalui pendekatan budaya.

“Kita dorong LAM untuk terus berinovasi. Mari kita kedepankan pendekatan adat dalam menyelesaikan masalah, sebelum sampai ke ranah hukum pidana,” kata Al Haris.

Puncak kegiatan peringatan diisi dengan berbagai perlombaan adat dan seni tradisional antar kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Dalam penilaian yang dilakukan oleh LAM Provinsi Jambi, Kota Jambi dinobatkan sebagai Juara Umum, dinilai sebagai lembaga adat paling aktif dan inovatif dalam mengembangkan seni dan budaya Melayu.

Wali Kota Jambi Maulana yang juga merupakan Pemangku Adat Kota Jambi, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini.

“Saya sangat bersyukur Kota Jambi ditetapkan sebagai yang terbaik. Ini bukti bahwa lembaga adat kita aktif dan terus berinovasi,” ujar Maulana.

Ia juga berpesan agar seluruh pengurus LAM Kota Jambi yang telah dikukuhkan dapat lebih aktif dan efektif menjalankan peran sosial dan budaya di tengah masyarakat.

“Mulai dari tingkat RT hingga kelurahan, semua harus terlibat aktif. Dedikasi kepada warga adalah bentuk nyata menjaga marwah adat Melayu di Kota Jambi,” pungkasnya.(*)




Walikota Maulana: Turnamen Catur Jadi Wadah Anak Muda Tunjukkan Bakat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi membuka Turnamen Catur Piala Wali Kota Jambi Tahun 2025 di Puri Selincah, Jumat (27/6/2025).

Turnamen ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kategori, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga umum.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi sarana pembinaan atlet muda dan ruang aktualisasi diri bagi generasi penerus yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga catur.

“Turnamen ini adalah awal yang baik. Bagi yang sudah berprestasi, ini bisa menjadi tolak ukur kekuatan. Bagi yang baru mulai, teruslah berlatih. Insyaallah, ini menjadi salah satu cara kita mendukung anak-anak muda menyalurkan bakatnya secara positif,” ujar Maulana.

Maulana juga menekankan bahwa permainan catur bukan hanya soal strategi di papan, tetapi juga melatih konsentrasi, menghindarkan anak-anak dari kegiatan negatif, serta membangun relasi sosial melalui komunitas dan silaturahmi.

“Banyak manfaat dari catur. Bisa dapat prestasi, kawan baru, dan pengalaman berharga. Kepada para orang tua, saya harap terus dukung anak-anaknya untuk aktif dalam latihan dan turnamen seperti ini,” katanya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini akan lahir bibit-bibit unggul yang mampu membawa nama baik Kota Jambi di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.

Di kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kota Jambi, Zudi, menyampaikan bahwa turnamen ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur 2025.

“Turnamen ini adalah langkah awal. Semoga dari Kota Jambi bisa melaju ke tingkat provinsi, lalu nasional, bahkan internasional,” ujarnya.

Maulana juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara atas komitmennya dalam memajukan olahraga catur di Kota Jambi.(*)




Abu Bakar: Kebijakan Parkir Digital di Jambi Bukan Asal-asalan, Semua Ada Dasarnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Pemerintah Kota Jambi memberikan tanggapan resmi atas kritik terhadap kebijakan pembayaran retribusi parkir secara non tunai menggunakan QRIS. Melalui Juru Bicara Pemkot Jambi Abu Bakar, ditegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pelayanan publik yang modern, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dijelaskannya, kebijakan ini telah memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu merujuk pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Jambi Nomor 32 Tahun 2018, khususnya Pasal 2 ayat (1) Bab II tentang Pemungutan Retribusi, yang menyebutkan:

“Pemungutan, pembayaran dan penyetoran retribusi pada Dinas Perhubungan dapat dilaksanakan secara tunai maupun non tunai dalam bentuk SKRD, struk, atau dokumen lain yang dipersamakan.”

Bahkan pada ayat (3) ditegaskan pula bahwa pemungutan secara non tunai dilakukan menggunakan sarana digital, yang menjadi dasar legal penggunaan QRIS dalam transaksi parkir di Kota Jambi.

“Ini bukan kebijakan yang dibuat tanpa dasar. Semua jelas aturannya. QRIS adalah sistem pembayaran resmi yang diatur Bank Indonesia, dan saat ini sudah digunakan luas di berbagai daerah,” terang Abu Bakar.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak diterapkan secara serta-merta, melainkan dilaksanakan secara bertahap melalui masa transisi.

Pemerintah telah menyiapkan ekosistemnya melalui pelatihan juru parkir, penyediaan QR code, ID card, rompi resmi, hingga pembukaan rekening khusus untuk penerimaan retribusi.

“Kami memahami bahwa tidak semua masyarakat langsung siap masuk ke ekosistem digital ini. Tapi ini adalah sebuah keniscayaan. Kita tidak bisa menolak perubahan. Oleh karena itu, kami laksanakan secara bertahap, sambil terus melakukan edukasi dan evaluasi. Insya Allah, masyarakat akan menyesuaikan,” tambah Kadis Kominfo Kota Jambi itu.

Kata Abu Bakar, selain memberikan kemudahan tanpa harus menyiapkan uang kecil di kendaraan, kebijakan ini juga memberikan banyak manfaat, seperti mencegah pungli dan kebocoran, memastikan uang langsung masuk ke kas daerah secara real-time, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik serta mendukung program nasional Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Ia menekankan, Pemerintah Kota Jambi tetap terbuka terhadap evaluasi dan penyesuaian kebijakan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat maupun perkembangan regulasi.

“Kebijakan publik sejatinya tidak bersifat kaku atau mutlak, ia bersifat dinamis. Jika prosesnya berjalan baik, tentu kita lanjutkan. Namun bila memang perlu penyesuaian, maka akan kita evaluasi. Pemerintah hadir bukan untuk memaksakan, tapi untuk mengarahkan transisi menuju pelayanan publik yang lebih baik,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, Abu Bakar menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian dan masukan terhadap kebijakan ini.

“Kami ucapkan terima kasih atas kritik dan koreksi yang membangun. Pemerintah Kota Jambi terbuka terhadap segala masukan. Kami percaya, semua itu muncul dari semangat yang sama, membangun Kota Jambi agar lebih baik. Dalam semangat Kota Jambi Bahagia, kita bangun kota ini bersama, dengan keterlibatan dan kontrol publik yang sehat,” tutupnya.(*)




Call Center Bahagia 112, Layanan Gawat Darurat Gratis 24 Jam di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan yang cepat, responsif, dan gratis bagi masyarakat. Melalui PSC 119 dan Call Center Bahagia 112, masyarakat kini dapat mengakses layanan kegawatdaruratan medis maupun non-medis selama 24 jam penuh

Layanan ini dikelola oleh UPTD Command Center Bahagia 112 Dinas Kesehatan Kota Jambi, yang telah dilengkapi dengan SDM kompeten serta sarana dan prasarana (sarpras) memadai untuk menjangkau seluruh wilayah kota.

Call Center Bahagia 112 siap merespons kondisi darurat seperti kecelakaan, serangan jantung, kebakaran, hingga bencana alam, semua secara gratis tanpa dipungut biaya apapun.

Dengan hadirnya Call Center Bahagia 112, masyarakat Kota Jambi kini punya akses cepat dan mudah terhadap layanan kedaruratan.

Hanya dengan satu panggilan ke nomor 112, petugas akan segera dikerahkan sesuai kebutuhan kondisi di lapangan, baik dari tim medis, pemadam kebakaran, BPBD, maupun instansi lainnya.

“Layanan ini hadir untuk memastikan masyarakat bisa mendapatkan pertolongan darurat secara cepat dan gratis, tanpa harus kebingungan menghubungi banyak pihak,” jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi,  Fahmi.

Fahmi menegaskan bahwa kehadiran PSC 119 dan 112 merupakan langkah strategis dalam membangun sistem penanganan kegawatdaruratan terpadu.

Ia berharap layanan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di wilayah Sumatera.

“Kami berharap Kota Jambi bisa menjadi role model layanan kegawatdaruratan di Sumatera. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi kesiapsiagaan petugas dan koordinasi lintas sektor yang kuat,” tegasnya.

UPTD PSC 119 sendiri telah dibekali tenaga kesehatan terlatih, armada ambulans siaga, sistem komunikasi digital, dan integrasi lintas instansi seperti Kepolisian, Dinas Sosial, dan Pemadam Kebakaran.

Semuanya bertujuan memberikan layanan tanggap darurat terbaik untuk masyarakat.

* PSC 119: Public Safety Center yang menangani kegawatdaruratan medis.

* Call Center Bahagia 112: Nomor darurat Kota Jambi untuk layanan terpadu (medis dan non-medis).

* Layanan: Gratis, 24 jam, respons cepat, terintegrasi dengan berbagai instansi.(*)




Belum 3 Bulan Jadi Peserta, Keluarga Tukang Ojek di Kota Jambi Dapat Santunan dari BPJS Ketenagakerjaan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – BPJS Ketenagakerjaan kembali menunjukkan komitmennya dalam melindungi pekerja sektor informal melalui penyerahan santunan kematian kepada keluarga almarhum Agus Subakti, seorang tukang ojek asal RT 01, Kelurahan Teluk Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Penyerahan santunan sebesar Rp10 juta ini disalurkan langsung kepada istri almarhum,  Sumantri, pada Rabu pagi (26/6/2025), di kediaman mereka.

Hadir dalam kesempatan itu, Walikota Jambi, Maulana, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Jambi Hendra Elvian, serta perwakilan dari Dinas Sosial dan Camat setempat.

Sebelumnya, Agus Subakti yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek, dikabarkan meninggal mendadak akibat serangan jantung saat mengantarkan penumpang ke Kantor Dinas Dukcapil Kota Jambi.

Almarhum sempat mengalami nyeri di dada lalu jatuh dan tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.

Sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam kategori pekerja rentan, almarhum berhak menerima manfaat santunan kematian, meski belum lama terdaftar.

“Karena masa kepesertaan almarhum belum mencapai 3 bulan, maka santunan yang kami salurkan sesuai regulasi adalah sebesar Rp10 juta untuk biaya pemakaman,” jelas Hendra Elvian, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jambi.

Program perlindungan bagi pekerja sektor informal seperti tukang ojek, juru parkir, buruh harian, dan lainnya, merupakan bentuk kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kota Jambi.

“Kami mengapresiasi Pemkot Jambi yang terus mendukung program jaminan sosial bagi pekerja rentan. Ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir melindungi seluruh lapisan masyarakat,” tambah Hendra.

Walikota Jambi,  Maulana, yang turut menyerahkan santunan, menyampaikan bela sungkawa secara langsung dan mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya perlindungan ketenagakerjaan.

“Semoga santunan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga. Saya juga mengajak seluruh pekerja sektor informal agar mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan agar terlindungi,” ujar Walikota.

Istri almarhum,  Sumantri, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses santunan dan menunjukkan kepedulian.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Walikota, BPJS, dan seluruh yang hadir. Bantuan ini sangat membantu kami dalam menghadapi masa sulit,” tuturnya dengan haru.(*)




‘Terima Kasih Pak Wali’, Keluarga Tukang Ojek yang Meninggal di Kantor Dukcapil Terima Santunan Kematian

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Jambi, Maulana menyerahkan bantuan santunan kematian kepada keluarga Almarhum Agus Subakti, seorang warga RT 01, Kelurahan Teluk Kenali, Kecamatan Telanaipura, yang meninggal mendadak akibat serangan jantung saat sedang bekerja sebagai tukang ojek.

Penyerahan santunan berlangsung Rabu pagi (26/6/2025), di kediaman almarhum. Kedatangan Walikota Jambi disambut hangat oleh keluarga besar almarhum, termasuk istri beliau, Sumantri, dan para tetangga sekitar.

Diketahui, Agus Subakti mengalami serangan jantung saat mengantarkan penumpangnya menuju Kantor Dinas Dukcapil Kota Jambi

Dalam perjalanan, ia merasakan nyeri di dada dan tiba-tiba terjatuh serta tidak sadarkan diri. Sayangnya, nyawanya tidak dapat tertolong.

“Saya menyerahkan bantuan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp10 juta kepada istri almarhum, untuk digunakan sebaik mungkin dalam menghadapi masa sulit ini,” ujar Walikota Maulana, dalam sambutannya.

Santunan tersebut merupakan bagian dari program perlindungan pekerja rentan yang dijalankan oleh BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jambi. Program ini menyasar profesi informal seperti tukang ojek, juru parkir, hingga pekerja harian lainnya yang rentan dari sisi ekonomi dan perlindungan sosial.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jambi, Hendra Elvian, yang turut hadir menjelaskan bahwa jumlah santunan yang diberikan mengacu pada ketentuan masa keanggotaan.

“Karena almarhum belum mencapai masa kepesertaan 3 bulan, maka santunan kematian yang diberikan hanya sebesar Rp10 juta, yang difokuskan untuk biaya pemakaman,” jelas Hendra.

Penyerahan santunan ini menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mendukung perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal.

“Kami akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini, termasuk program perlindungan pekerja rentan di bawah kepemimpinan Walikota Jambi,” tambah Hendra.

Sementara itu, Sumantri, istri almarhum, menyampaikan rasa haru dan terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh pemerintah dan BPJS.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Walikota, BPJS Ketenagakerjaan, Dinas Sosial, Camat, dan semua pihak yang hadir. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Sumantri dengan mata berkaca-kaca.(*)




Muscab APRI Kota Jambi : Sinergi Pemerintah dan Penghulu untuk Pelayanan yang Lebih Baik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana,M.K.M., secara resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kota Jambi, yang berlangsung di Aula PKK Kota Jambi, pada Rabu pagi (25/6/2025).

Kegiatan ini merupakan tahapan dalam memilih pengurus baru sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berlaku serta meningkatkan kompetensi penghulu dalam melayani masyarakat.

Musyawarah ini turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jambi Abdul Rahman, Kabid Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi Fatahuddin, Ketua Umum APRI Wilayah Jambi Taufiq, Ketua APRI cabang Kota Jambi Hasbullah, serta para Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC. APRI) Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi Maulana selaku anggota kehormatan dan pembina APRI cabang Kota Jambi mengatakan akan terus mendorong berkembangnya Kantor Urusan Agama (KUA) di Kota Jambi. Diantaranya adalah mengusahakan pembangunan 3 KUA di Kecamatan yang belum memiliki.

“Di 3 Kecamatan masih belum ada dan saya akan berusaha, karena ini merupakan pelayanan terhadap masyarakat dan juga tugas pemerintah,” kata Maulana.

Maulana juga menekankan pentingnya peran strategis APRI di tengah masyarakat. Ia menyebut bahwa APRI tidak hanya memiliki peran keorganisasian, tetapi juga berkontribusi besar dalam pembentukan ketahanan keluarga yang merupakan unit terkecil sekaligus fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana juga menitipkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Jambi kepada para pengurus APRI, khususnya yang berkaitan langsung dengan peningkatan kesejahteraan sosial warga.

“Seperti yang tengah dijalankan Pemkot Jambi saat ini dalam program 100 Hari Kerja, salah satunya adalah menjamin kepesertaan Jaminan Kesehatan bagi seluruh masyarakat kurang mampu secara penuh, ditanggung 100 persen oleh pemerintah. Jika masih ada warga yang belum terdaftar atau belum aktif kepesertaannya, bisa segera disampaikan melalui Ketua RT, lalu diteruskan ke Dinas Kesehatan untuk segera diproses dan diaktifkan,” tegasnya.

Ia berharap APRI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyosialisasikan sekaligus mengawal keberhasilan program-program tersebut hingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Kepada para pengurus APRI, Maulana juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas perannya bagi masyarakat, terutama dalam pendidikan keluarga yang merupakan tugas bersama.

“Atas nama Pemerintah Kota saya mengucapkan terimakasih, karena pelayanan ini harus dijalankan dengan baik dan merupakan tugas mulia,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jambi Abdul Rahman, menyampaikan pentingnya muscab ini sebagai momen untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman regulasi bagi para penghulu dalam melayani masyarakat yang lebih baik.

“Selaku Kepala Kantor Kemenag, Saya memberikan apresiasi atas pelaksanaan musyawarah ini, semoga dapat memberikan kebaikan yang nyata bagi masyarakat,” ujar Rahman.

Dikesempatan itu, dirinya turut berharap agar Pemerintah Kota Jambi dapat memfasilitasi pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) melalui APBD.

“InsyaAllah jika hal ini dilakukan dapat menjadi percontohan di tingkat Nasional, dan Saya sendiri yang akan mendorong pemberian penghargaan bagi Bapak Wali Kota,” harapnya.

“Kepada rekan-rekan APRI agar terus belajar, memahami regulasi serta fiqih munakahat. Pelajari dan diskusikan ilmu-ilmu tersebut agar APRI dapat memperbaiki sistem yang ada di KUA,” singkatnya.(*)




Transformasi Layanan Publik, Pemkot Jambi Terapkan Pembayaran Parkir Pakai QRIS

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat transformasi pelayanan publik berbasis teknologi digital sebagai bagian dari visi menuju tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan efisien. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penerapan sistem pembayaran non tunai “Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)” untuk layanan parkir di seluruh wilayah Kota Jambi.

Sebagai bentuk keseriusan itu, Rabu pagi (25/6/2025), Pemkot Jambi menggelar Apel Akbar Gerakan Pembayaran Non Tunai yang diikuti 486 Juru Parkir (Jukir) resmi dari seluruh kecamatan se-Kota Jambi. Apel Akbar yang dipimpin oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M itu, menjadi momentum penting dalam edukasi dan konsolidasi penerapan sistem parkir digital.

Dalam apel tersebut, para Jukir diberikan pengarahan langsung mengenai penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran parkir yang sah, sekaligus menerima kode QR Code masing-masing yang telah disiapkan secara resmi. Dengan sistem ini, masyarakat dapat melakukan pembayaran parkir secara lebih praktis dan aman, tanpa uang tunai.

Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Jambi mengintegrasikan teknologi digital ke dalam berbagai aspek pelayanan publik yang sejalan dengan semangat menuju Smart City yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Apel Akbar yang berlangsung di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi itu, turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, unsur Forkopimda Kota Jambi, perwakilan Bank Jambi, Sekda A Ridwan dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi Hendra Permana.

Dalam arahannya, Wali Kota Maulana memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi para Juru Parkir yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mendukung kelancaran arus kendaraan dan kenyamanan publik, khususnya di pusat-pusat perdagangan dan jasa yang menjadi urat nadi perekonomian Kota Jambi.

Wali Kota menegaskan, bahwa sektor parkir memiliki peran strategis sebagai jasa pendukung utama dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan menarik bagi masyarakat maupun pelaku ekonomi.

“Parkir adalah bagian penting dari wajah kota. Sebagus apa pun layanan yang kita hadirkan, jika sistem parkirnya semrawut, maka akan meninggalkan kesan buruk bagi siapa pun yang datang ke pusat perbelanjaan maupun kawasan pelayanan publik kita,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa tertib parkir bukan hanya soal teknis lapangan, namun menyangkut citra kota secara keseluruhan. Oleh karena itu, peran Jukir sebagai ujung tombak layanan parkir sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Jukir ini adalah pahlawan yang kami pemerintah titipkan untuk memberikan pelayanan yang tertib dan memberikan kenyamanan terhadap masyarakat. Pastikan dilapangan terus mengenakan identitas, rompi dan QRIS parkir sebagai pembeda dengan Jukir-jukir liar,” lanjutnya.

Wali Kota Maulana juga menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penerapan sistem pembayaran parkir non tunai berbasis QRIS, yang saat ini telah mulai diterapkan oleh para Jukir resmi Kota Jambi.

“Sistem keuangan kita harus segera bertransformasi ke arah non tunai. Untuk itu, kita lakukan literasi dan pembiasaan sejak sekarang. Enam bulan ke depan masih kita beri masa transisi, namun targetnya, tahun depan seluruh transaksi parkir sudah menggunakan QRIS,” tegasnya.

Ia menyebutkan bahwa potensi pendapatan dari sektor parkir di Kota Jambi sangat besar, yakni bisa mencapai Rp20 miliar per tahun, namun hingga saat ini baru tergali sekitar Rp6 miliar, sesuai target awal yang ditetapkan.

“Langkah ini tidak hanya mendorong efisiensi dan transparansi pengelolaan parkir, tetapi juga memastikan setiap transaksi benar-benar tercatat dan masuk ke sistem PAD kita secara resmi,” tambahnya.

Penerapan sistem pembayaran non tunai melalui QRIS juga memberikan keuntungan langsung bagi para Jukir. Selain menciptakan mekanisme pembagian yang transparan, yakni 60 persen untuk Jukir dan 40 persen untuk Kas Daerah, sistem ini juga meningkatkan aspek keamanan dalam pengelolaan keuangan.

“Dengan transaksi non tunai, uang hasil parkir langsung masuk ke rekening masing-masing Jukir, sehingga meminimalkan risiko kehilangan, pencurian, atau penyalahgunaan di lapangan. Hal ini turut membangun kepercayaan serta profesionalisme para Jukir,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para Jukir, Wali Maulana secara pribadi berencana akan memberangkatkan ibadah Umroh bagi Jukir beragama Islam dan yang non Islam dalam bentuk lain, dengan ketentuan para Jukir tersebut berhasil mencatatkan jumlah transaksi terbanyak dalam periode satu tahun, terhitung sejak 25 Juni 2025.

“Masih banyak bentuk penghargaan lain yang akan kami berikan sebagai apresiasi kepada para Jukir. Termasuk pembekalan dan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan, semua itu kami lakukan sebagai upaya untuk menjamin kesejahteraan mereka,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dalam upaya memberantas praktik perparkiran ilegal, Pemerintah Kota Jambi juga telah menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait, seperti TNI, Polri, dan Kejaksaan, yang tergabung dalam Tim Terpadu Pengawasan Parkir Kota Jambi.

Tim ini akan secara aktif melakukan pengawasan dan penertiban terhadap praktik parkir liar yang merugikan masyarakat serta menghambat optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkot Jambi dalam menciptakan sistem parkir yang tertib, profesional, dan akuntabel.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana juga mendorong seluruh jajaran pemerintah dan swasta untuk mendukung penuh implementasi sistem pembayaran parkir non tunai berbasis QRIS di seluruh wilayah Kota Jambi.

Ia secara khusus menegaskan kepada para Jukir agar turut mengawasi pelaksanaannya di lapangan, termasuk memastikan tidak ada kendaraan dinas (plat merah) yang melakukan pembayaran parkir secara manual.

“Saya minta kepada para Jukir untuk ikut memantau. Jangan ada lagi kendaraan plat merah yang membayar parkir secara tunai. Hargai kerja keras kalian yang ikut meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Kalau ada yang melanggar, foto plat nomornya dan laporkan langsung ke Saya,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen kuat Pemkot Jambi dalam mendorong kedisiplinan dan keteladanan dalam penggunaan layanan publik yang berbasis digital.

Sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab profesi, dalam Apel Akbar tersebut dilakukan pembacaan Ikrar Juru Parkir oleh perwakilan Jukir resmi Kota Jambi. Dalam momen tersebut, juga dilakukan penyerahan simbolis atribut resmi Jukir, berupa tanda pengenal, buku tabungan, rompi, dan QRIS parkir kepada perwakilan Juru Parkir dari berbagai kecamatan.

Selain itu, sebagai wujud perhatian terhadap perlindungan kerja, pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JMK) sebesar Rp42 juta kepada ahli waris almarhum Edi Suandi dan Juniyus Fitra, dua Jukir resmi Kota Jambi yang berada di bawah binaan Dinas Perhubungan Kota Jambi.

Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah Kepala Perangkat Daerah dan Camat, perwakilan Bank Jambi Cabang Sutomo, Tim Terpadu Kota Jambi, serta ratusan Juru Parkir resmi yang menjadi bagian dari sistem perparkiran terintegrasi Kota Jambi.(*)