Parkir Digital di Jambi Diterapkan Bertahap, Tunai Dengan Karcis Tetap Diakomodir

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi kembali menegaskan, bahwa kebijakan pembayaran parkir secara non-tunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah memiliki regulasi yang lengkap, kajian mendalam, dan dasar pelaksanaan yang kuat secara hukum maupun teknis.

“Payung hukum kebijakan ini jelas. Rangka kebijakan tercantum dalam Peraturan Wali Kota, sementara aspek teknis operasionalnya diatur lebih khusus melalui Keputusan Wali Kota dan Keputusan Kepala Dinas Perhubungan. Selain itu juga ada SOP, PKS serta dokumen teknis lainnya. Jadi, tidak ada ruang untuk menyebut kebijakan ini belum jelas,” ujar Juru Bicara Pemkot Jambi Abu Bakar, diruang kerjanya, Selasa (1/7/2025).

Dia juga menduga munculnya pendapat yang dilontakan diruang publik itu karena selain minimnya data juga karena melihatnya dari perspektif yang berbeda.

“Kami menduga karena minimnya data, seperti misalnya aturan teknis yang belum diketahui hingga fase penerapannya yang dilakukan secara bertahap,” tambahnya.

Ia menegaskan, kebijakan publik sebesar ini tentu tidak mungkin dijalankan tanpa kajian matang, termasuk konsultasi dengan berbagai pihak, seperti perbankan, penyedia teknologi, dan petugas juru parkir di lapangan.

“Semua unsur sudah dipertimbangkan secara menyeluruh, demi memastikan implementasi yang tepat sasaran dan adil bagi masyarakat,” jelasnya.

Pemkot Jambi menekankan, bahwa penerapan transaksi digital melalui QRIS tidak serta-merta diberlakukan secara menyeluruh, namun dijalankan secara bertahap dan dievaluasi di setiap tahapannya.

Titik-titik parkir yang sudah siap, baik dari sisi infrastruktur maupun kesiapan SDM, menjadi lokasi penerapan awal.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot tetap membuka 2 jalur transaksi, QRIS untuk masyarakat yang sudah familiar dengan teknologi, dan pembayaran tunai dengan karcis resmi untuk warga yang belum terbiasa.

Ini juga sesuai dengan amanat Perwal nomor 32 tahun 2018 yang menganut 2 metode transaksi, yakni tunai dan non-tunai.

“Kami melihat ini secara objektif. Tidak semua warga sama tingkat adopsi teknologinya. Tapi bagi mereka yang sudah siap dan friendly (terbiasa), jangan sampai haknya untuk menikmati layanan digital malah kita tutup. Sebaliknya, bagi yang belum, tetap kami sediakan metode pembayaran tunai,” terangnya.

“Dengan demikian, kami tegaskan kembali bahwa penerapan kebijakan ini dilakukan secara bertahap dan proporsional, mengikuti kesiapan masyarakat, serta tetap mengacu pada regulasi yang berlaku,” lanjutnya.

Abu juga menepis anggapan bahwa penggunaan QRIS dalam pembayaran justru merepotkan masyarakat.

Menurutnya, justru sebaliknya, QRIS dipilih karena merupakan sistem pembayaran digital yang paling inklusif dan mudah digunakan.

“Pemkot Jambi memilih QRIS karena sistem ini sederhana, praktis, dan sudah sangat familiar di kalangan masyarakat. Bahkan di pasar-pasar tradisional pun, banyak pedagang yang telah menggunakan QR code sebagai metode pembayaran, jadi QRIS ini yang paling ‘merakyat’ dibandingkan instrumen digital lainnya,” jelasnya.

Dia juga menepis anggapan yang menyebut bahwa masyarakat Kota Jambi belum siap menerima sistem pembayaran digital.

Menurutnya, dari data survey di lapangan, bahwa tingkat kepemilikan perangkat telepon seluler termasuk pengguna internet di Kota Jambi sangat tinggi, bahkan ada warga yang memiliki lebih dari satu perangkat.

Hal ini mencerminkan kesiapan masyarakat untuk beradaptasi dengan transaksi digital sudah cukup kuat.

“Jangan sampai muncul justifikasi seolah-olah warga Kota Jambi tidak ‘melek’ teknologi. Faktanya, masyarakat kita sudah cukup akrab dengan ekosistem digital. Tinggal bagaimana kita mulai mengarahkan, membiasakan, dan menguatkannya melalui kebijakan yang bertahap, terukur, dan inklusif,” katanya.

Penggunaan QRIS juga dinilai sebagai langkah adaptif untuk mendukung percepatan digitalisasi layanan publik.

Selain itu, penggunaan QRIS dinilai mampu meningkatkan efisiensi, transparansi retribusi parkir, dan mengurangi potensi kebocoran pendapatan daerah.

Proses transaksi juga jauh lebih cepat dan aman dibandingkan metode konvensional.

Pemkot Jambi menyatakan siap membuka ruang diskusi terbuka dengan berbagai pihak terkait kebijakan pembayaran digital.

Sebab, media sosial maupun ruang publik digital yang terbatas tidak selalu ideal untuk menjelaskan secara utuh rincian regulasi dan aspek teknis yang berlaku.

“Kami tentu tidak bisa merinci semua aspek teknis dalam satu pemberitaan atau unggahan media sosial, mengingat keterbatasan ruang dan konteks. Karena itu, kami sangat terbuka untuk berdiskusi. Setiap masukan akan kami pertimbangkan secara proporsional dan pada forum yang tepat,” tegas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jambi itu.(*)




Refleksi Hari Bhayangkara: Kapolda Jambi Ajak Polri Kembali ke Hati Masyarakat

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar menyampaikan harapan dan pesan penting kepada seluruh jajaran kepolisian serta masyarakat.

Ia menegaskan komitmen Polda Jambi untuk terus membangun institusi Polri yang terbuka, humanis, dan profesional, selaras dengan semangat Polri Presisi.

“Kami membuka institusi ini dengan sepenuh hati. Kami tahu bahwa rekan-rekan Polri telah bekerja dengan sangat baik, menjalankan tugas sesuai otoritas yang diberikan oleh undang-undang dan kepercayaan masyarakat, baik sebagai penjaga kamtibmas, penegak hukum, maupun pelayan publik,” tegas Irjen Krisno.

Kapolda Jambi menekankan pentingnya seluruh personel Polri untuk terus mengedepankan prinsip Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan (Presisi) dalam setiap tugas.

“Kami ingin menjadi institusi yang dipercaya dan dicintai masyarakat. Menjadi Polisi Presisi adalah langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman dan menjamin masa depan yang lebih baik bagi bangsa ini,” tambahnya.

Irjen Krisno juga menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi para anggota Polri, khususnya di wilayah Jambi, yang telah menunjukkan integritas dan profesionalisme tinggi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi bersama Polri dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat nilai-nilai demokrasi.(*)




Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Kapolda Jambi: Jadi Momentum Berkomitmen!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Polda Jambi memperingati Hari Bhayangkara ke-79 dengan berbagai rangkaian kegiatan yang digelar secara khidmat di Mapolda Jambi, Selasa (1/7).

Pada momen penting ini, Kapolda Jambi,  Irjen Pol Krisno H Siregar, menyampaikan pesan kuat terkait penguatan pelayanan publik dan peningkatan keamanan di wilayah Jambi.

“Hari Bhayangkara ke-79 ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran kepolisian di Provinsi Jambi untuk terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah. Kami bertekad meningkatkan sinergi dengan semua elemen masyarakat dan stakeholder demi Jambi yang lebih aman dan damai,” kata Kapolda Jambi, dalam sambutannya.

Peringatan Hari Bhayangkara tahun ini mengangkat tema “Polri untuk Masyarakat”, yang menjadi landasan Polda Jambi dalam menjalankan tugas dan fungsi kepolisian.

“Kita tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tapi juga hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Melalui inovasi dan digitalisasi layanan kepolisian, kami ingin memudahkan akses masyarakat untuk mendapatkan perlindungan dan keadilan,” timpalnya.

Selain upacara resmi, Polda Jambi juga melaksanakan kegiatan bakti sosial dan penguatan kapasitas anggota polisi guna meningkatkan profesionalisme.

Semua kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri di Provinsi Jambi.

Peringatan Hari Bhayangkara 1 Juli 2025 oleh Polda Jambi ini menegaskan peran strategis kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan nasional.(*)




Bawa Pulang 21 Medali, IPSI Kota Jambi Dominasi Kapolres Cup Bungo

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Kontingen IPSI Kota Jambi dalam dunia pencak silat. Mereka sukses menyabet gelar juara umum di ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat Kapolres Cup Bungo 2025, yang berlangsung dari 29 Juni hingga 1 Juli 2025 di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Dalam kejuaraan tersebut, IPSI Kota Jambi menurunkan 26 atlet dan berhasil memborong 21 medali, terdiri dari:

* 9 medali emas

* 10 medali perak

* 2 medali perunggu

Capaian ini menegaskan dominasi IPSI Kota Jambi di cabang olahraga pencak silat serta menunjukkan kualitas pembinaan atlet yang konsisten dan berkelanjutan.

Ketua IPSI Kota Jambi, Alion Meisen, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan para atlet, pelatih, dan official yang telah bekerja keras membawa pulang prestasi.

“Kami, dari pengurus IPSI Kota Jambi, selalu memberikan dukungan maksimal untuk para atlet. Harapan kami, mereka dapat berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional, serta mengharumkan nama Jambi,” ujar Alion.

Kejuaraan Kapolres Cup Bungo juga menjadi ajang pemanasan yang strategis bagi IPSI Kota Jambi dalam rangka persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi 2026 yang akan digelar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Alion Meisen berharap pencapaian ini bisa menjadi motivasi kuat bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mental bertanding.

Dengan hasil membanggakan di Kapolres Cup Bungo 2025, IPSI Kota Jambi kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak atlet pencak silat berprestasi dan membawa nama Jambi ke kancah nasional dan internasional.

Diharapkan, keberhasilan ini mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menekuni pencak silat dan berprestasi di masa depan.(*)




Warning OPD dan Jajarannya, Bupati Sarolangun: Saya Tidak Ragu Nonjob kan Kalian!

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Sarolangun, H. Hurmin, menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan visi dan misi Sarolangun MAJU periode 2025-2029.

Dalam Musrenbang RPJMD yang digelar di Aula Bappeda Sarolangun, Senin (30/6), ia memberi peringatan tegas kepada seluruh kepala OPD agar bekerja maksimal atau siap menerima konsekuensi berat termasuk kemungkinan nonjob.

H. Hurmin menegaskan, evaluasi kinerja perangkat daerah akan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan semua program prioritas berjalan sesuai target.

“Saya tidak akan ragu menonjob kepala OPD yang tidak menjalankan tugas dan fungsinya. Kalau perlu, saya siap menghadapi proses hukum seperti PTUN,” ucapnya tegas.

Program Sarolangun MAJU menjadi pondasi pembangunan Kabupaten Sarolangun selama lima tahun ke depan.

Bupati menekankan pentingnya seluruh OPD menyelaraskan dokumen Rencana Strategis (Renstra) mereka agar sejalan dengan RPJMD 2025-2029, sehingga visi misi daerah dapat tercapai secara efektif.

“Kita harus berhati-hati dalam penyusunan anggaran dengan fokus utama pada dampak positif bagi masyarakat luas, bukan kepentingan pribadi,” tambahnya.

Dengan jumlah penduduk mencapai 313 ribu jiwa, pemerintah daerah dituntut bijak dalam mengelola anggaran yang terbatas.

“Dengan niat tulus dan pemikiran positif, Insya Allah Sarolangun akan semakin maju dan sejahtera,” ujar Hurmin optimis.

Salah satu program unggulan Sarolangun MAJU adalah pembangunan infrastruktur jalan.

Kondisi akses jalan di Desa Simpang Narso, Kecamatan Batang Asai, dan lima desa di wilayah timur Kecamatan Pauh saat hujan menjadi perhatian serius karena sulit dilalui kendaraan roda empat, sehingga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, Bupati juga menyoroti persoalan Tenaga Kerja Daerah (TKD) yang belum terangkat menjadi PPPK, meminta kajian mendalam untuk solusi terbaik.

“Kita harus satu suara dan berpikir positif demi kemajuan Sarolangun. Dengan sinergi semua pihak, visi Sarolangun MAJU bukan hanya mimpi,” pungkasnya.(*)




Kecelakaan Tunggal di Jalan Lintas Jambi-Muarasabak, Satu Remaja Meninggal Dunia

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID -Dua remaja putri asal Kota Jambi mengalami kecelakaan tunggal di jalan lintas Jambi-Muarasabak.

Tepatnya di kawasan hutan produksi PT WKS, Zone V, Desa Rantau Karya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Insiden tersebut terjadi pada Senin siang sekitar pukul 12.15 WIB.

Kasat Lantas Polres Tanjab Timur, Iptu Meiselin Lobat, menjelaskan kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi BH 4041 CC yang dikendarai oleh Putri Andini (17), wiraswasta, dengan penumpang Kaila Nurlia Habibah (17), pelajar, keduanya warga Kelurahan Danau Sipin, Kota Jambi.

Menurut keterangan Iptu Meiselin, kedua korban melaju dari arah Kota Jambi menuju Kelurahan Teluk Dawan, Kecamatan Muarasabak Barat.

Saat melintasi jembatan Zone V PT WKS, pengendara tidak menurunkan kecepatan sehingga kehilangan kontrol dan terpental dari motor.

Akibatnya, keduanya terbanting ke badan jalan aspal. Pengendara lain dan penjual es tebu di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan.

Korban langsung dilarikan ke RSUD Nurdin Hamzah Muara Sabak untuk penanganan medis.

Sayangnya, penumpang yang merupakan pelajar mengalami luka parah dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Sementara pengendara sepeda motor mengalami luka lecet di tangan kiri, kaki, dan dagu. Saat ini, Putri Andini masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD tersebut.

Kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan oleh Unit Laka Satlantas Polres Tanjab Timur.

Pihak kepolisian juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari saksi-saksi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.(*)




OJK Luncurkan Database Agen dan Polis Asuransi, Perkuat Transparansi Industri Asuransi Indonesia

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan dua inisiatif strategis untuk mendukung transformasi digital industri asuransi di Indonesia: Database Agen Asuransi Indonesia dan Database Polis Asuransi Indonesia.

Keduanya diresmikan pada Senin (30/6/2025) di Jakarta oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Ogi Prastomiyono.

Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat tata kelola industri perasuransian nasional yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada konsumen.

Ketua OJK Mahendra Siregar menegaskan bahwa inisiatif ini bukan hanya pembangunan infrastruktur teknologi, melainkan bentuk transformasi nilai menuju sistem keuangan terbuka dan kredibel.

“Ini bukan sekadar transformasi industri asuransi, tetapi juga OJK itu sendiri. Kami mempercepat digitalisasi mulai dari perizinan, pelaporan, hingga pengawasan terintegrasi,” ujar Mahendra.

Database Agen Asuransi Indonesia berfungsi sebagai sumber data utama (single source of truth) yang menampilkan informasi legalitas, identitas, serta status registrasi agen.

Sistem ini terintegrasi dengan platform digital SPRINT dan dilengkapi QR Code identitas digital, yang dapat diakses publik, perusahaan, dan asosiasi sebagai bentuk perlindungan konsumen.

Di sisi lain, Database Polis Asuransi Indonesia menyajikan data secara granular dari seluruh lini bisnis asuransi—baik asuransi jiwa maupun umum—yang dilaporkan secara rutin melalui aplikasi pelaporan OJK (APOLO).

“Ini adalah elemen vital untuk pengawasan berbasis risiko, mendukung program penjaminan polis, serta menciptakan tata kelola industri yang akurat dan terpercaya,” tambah Mahendra.

Database ini memuat informasi detail pemegang polis, manfaat, hingga skema pengelolaan risiko, yang akan menjadi dasar perumusan kebijakan berbasis data oleh OJK.

Kepala Eksekutif OJK, Ogi Prastomiyono menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari reformasi struktural industri asuransi nasional sebagaimana diamanatkan dalam UU P2SK.

“Agen adalah ujung tombak edukasi keuangan dan kepercayaan nasabah. Sedangkan data polis adalah fondasi pengawasan. Keduanya saling melengkapi,” kata Ogi.

Ia juga menegaskan, keberhasilan implementasi sistem ini sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh pelaku industri—termasuk perusahaan asuransi, asosiasi, hingga masyarakat luas.

“Efektivitas database ini bergantung pada kolaborasi lintas pihak secara konsisten,” pungkasnya.

Melalui peluncuran database ini, OJK berharap industri asuransi Indonesia akan menjadi lebih modern, terbuka, dan berkelanjutan, dengan pengawasan yang berbasis data dan partisipasi publik yang lebih besar.(*)




Mat Sanusi Jabat Ketua KONI Jambi, Targetkan Jambi Masuk 10 Besar Nasional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi resmi memiliki pemimpin baru.

Mat Sanusi terpilih sebagai Ketua Umum KONI Jambi periode 2025–2029 melalui Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) yang digelar pada Senin malam, 30 Juni 2025.

Sanusi berhasil meraih 37 suara, unggul tipis dari rivalnya yang mendapatkan 32 suara dalam proses pemilihan yang berlangsung demokratis.

Dalam pernyataannya usai terpilih, Sanusi menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan. Ia berkomitmen membawa olahraga Jambi bangkit kembali dan bersaing di tingkat nasional.

“Alhamdulillah, saya diamanahkan menjadi Ketua KONI Jambi 2025–2029. Tugas terdekat kita adalah menyukseskan Kejurprov yang sudah di depan mata,” ujarnya.

Langkah awal Sanusi adalah membentuk struktur organisasi KONI yang solid dan profesional. Selain itu, kesejahteraan atlet menjadi perhatian utama agar pembinaan dapat berjalan maksimal.

“Kita mulai dengan menyusun kepengurusan yang kuat dan berorientasi pada kesejahteraan atlet. Itu fondasi kemajuan prestasi,” jelasnya.

Saat ini, peringkat Jambi di kancah nasional berada di posisi ke-20. Sanusi menargetkan untuk mengembalikan kejayaan dengan menembus 10 besar nasional, seperti yang pernah dicapai sebelumnya.

“Dulu Jambi disegani secara nasional. Kami optimistis bisa kembali ke sana dengan kerja keras dan dukungan semua pihak,” tegasnya.

Guna memperkuat pembinaan dan pemberdayaan atlet, Mat Sanusi menegaskan pentingnya menggandeng pihak swasta dalam mendukung program-program KONI.

“Potensi Jambi luar biasa. Kita tidak bisa bergantung hanya pada anggaran pemerintah. Kolaborasi dengan dunia usaha sangat penting untuk pembinaan jangka panjang,” ujarnya.(*)




Wali Kota Maulana: Kunjungan Menteri Agama Jadi Momentum Majukan Pendidikan Islam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, menyambut langsung kedatangan Menteri Agama RI, Dr. H. Nasaruddin Umar, di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, pada Minggu pagi, 29 Juni 2025.

Kehadiran Menteri Agama ke Jambi kali ini dalam rangka menghadiri acara Wisuda Periode I Tahun Akademik 2024/2025 Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Wali Kota Maulana menyambut Menteri Agama bersama jajaran Pemerintah Kota Jambi dalam suasana penuh kehangatan.

Menurutnya, kedatangan Menag menjadi bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam bidang keagamaan dan pendidikan tinggi Islam.

“Kehadiran Bapak Menteri Agama adalah kehormatan besar bagi Kota Jambi. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendukung kolaborasi dengan institusi pendidikan Islam,” ujar Maulana.

Usai penyambutan, Menteri Nasaruddin melanjutkan agenda utama ke kampus UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, untuk memberikan orasi ilmiah di hadapan ratusan wisudawan dan civitas akademika.

Wali Kota Maulana juga menyampaikan apresiasinya atas perhatian Menteri Agama terhadap perkembangan UIN Jambi dan kontribusinya dalam memperkuat nilai-nilai Islam moderat serta pengembangan pendidikan integratif.

Turut hadir dalam penyambutan, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu, serta Rektor UIN Jambi Prof. Dr. Kasful Anwar.

Kunjungan ini disebut sebagai momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan antara Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah, sekaligus memperkuat peran UIN Jambi sebagai pusat pengembangan ilmu keislaman di Sumatera.(*)




Kabur ke Malaysia! Tersangka Pembunuhan di Kerinci Akhirnya Ditangkap

KERINCI,  SEPUCUKJAMBI.ID – Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci berhasil menangkap dan menjemput tersangka kasus pembunuhan, Agus Kurnia Saputra, dari Malaysia.

Penjemputan dilakukan di Bandara Internasional Kuala Lumpur, dan tersangka kini telah tiba di Indonesia.

Kasatreskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasatiawan, menyampaikan informasi ini melalui video yang dibagikan di media sosial Facebook oleh Melati Sukma Dewi.

Dalam video tersebut, AKP Very tampak berada di bandara Kuala Lumpur, menyatakan bahwa mereka tengah menjemput tersangka utama dalam kasus pembunuhan yang menghebohkan warga Kerinci beberapa bulan lalu.

“Kami berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada pukul 14.59 waktu setempat untuk menjemput tersangka pembunuhan, Agus Kurnia Saputra,” ujar AKP Very.

Agus Kurnia Saputra merupakan tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap seorang wanita berinisial E, warga Pelayang Raya, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

Peristiwa tragis itu terjadi di sebuah kios pupuk di Desa Lolo Gedang, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci, pada Jumat, 6 Desember 2024, sekitar pukul 15.00 WIB.

Setelah kejadian, Agus melarikan diri ke Malaysia melalui Dumai.

Ia sempat bekerja di sebuah rumah makan sebelum akhirnya ditangkap oleh aparat berwenang dan diserahkan kepada tim Polres Kerinci.

“Sebelum berangkat, saya sempat memberitahu anaknya (korban). Setelah sampai di Dumai, saya langsung menuju Malaysia,” ungkap Agus kepada tim Macan Kincai Polres Kerinci.

“Di Malaysia saya sempat bekerja di rumah makan selama satu minggu, lalu ditangkap,” tambahnya.

Setelah dijemput di Malaysia pada Selasa, 1 Juli 2025, tim Macan Kincai Polres Kerinci bersama tersangka Agus Kurnia Saputra tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Rabu dini hari, pukul 02.59 WIB.

AKP Very Prasatiawan menjelaskan bahwa, tim saat ini masih berada di Jakarta dan dijadwalkan akan berangkat ke Padang, Sumatera Barat, pada pukul 09.30 WIB untuk proses selanjutnya.

“Kami telah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, dan akan segera berangkat ke Padang untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik, mengingat korban dan tersangka saling mengenal, serta pelaku sempat buron selama beberapa bulan sebelum akhirnya berhasil ditangkap.(*)