Debit Sungai Batanghari Turun, Tirta Mayang Lakukan Mitigasi di Tiga Intake

JAMBI, sepucukjambi.id – Menghadapi tantangan serius akibat penurunan debit Sungai Batanghari selama musim kemarau 2025, Perumda Tirta Mayang Kota Jambi mengambil langkah cepat dan strategis untuk memastikan distribusi air bersih tetap berjalan bagi pelanggan.

Sejak awal Juni, debit air Sungai Batanghari yang menjadi sumber air baku utama menurun drastis.

Dampaknya dirasakan di tiga intake utama Tirta Mayang: Tanjung Johor, Sejinjang, dan Broni 2.

Namun, bukannya menunggu krisis meluas, perusahaan milik daerah ini langsung mengerahkan tim teknis dan peralatan untuk melakukan mitigasi langsung di lapangan.

Intake Tanjung Johor, yang mengalami penurunan debit hingga 100% dan sempat berhenti beroperasi selama delapan jam per hari, langsung menjadi fokus utama.

Tim Tirta Mayang segera memindahkan titik sadap pompa ke lokasi dengan kedalaman air lebih optimal.

Di Intake Sejinjang, yang mengalami penurunan debit sekitar 50%, dilakukan pengerukan lumpur menggunakan alat berat.

Sementara di Intake Broni 2, yang terdampak penurunan sebesar 15%, dipasang pompa tambahan di titik terdalam untuk menjaga aliran tetap stabil.

“Kami tidak menunggu keluhan pelanggan membesar. Begitu data teknis menunjukkan gangguan, tim langsung turun melakukan penanganan,” ujar Direktur Utama Tirta Mayang, usai meninjau lokasi intake pada Selasa (8/7/2025).

Guna memastikan semua berjalan sesuai rencana, Dirut Tirta Mayang, Dwike Riantara turun langsung ke Intake Tanjung Johor dan Sejinjang.

Ia memberikan arahan teknis dan memastikan seluruh tim bekerja dengan cepat, aman, dan tepat sasaran.

“Langkah teknis ini penting, tetapi komunikasi ke masyarakat juga kami jaga agar mereka tahu bahwa masalah sedang kami tangani secara serius,” tambahnya.

Menurut BMKG Provinsi Jambi, puncak musim kemarau 2025 diperkirakan terjadi pada Juli hingga akhir Agustus.

Tirta Mayang menyatakan akan terus melakukan evaluasi harian dan siap menyesuaikan strategi apabila kondisi debit air terus menurun.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pelanggan, layanan air bersih melalui mobil tangki gratis juga disiapkan untuk wilayah yang terdampak paling parah.

Masyarakat dapat mengajukan permintaan melalui layanan WhatsApp ke nomor 0821-2121-9692.

Tirta Mayang juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air selama musim kemarau.

Edukasi tentang efisiensi penggunaan air telah disebarkan melalui media sosial dan kanal layanan pelanggan.

“Kami butuh dukungan warga agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Ini tanggung jawab bersama,” tegas manajemen.(*)




Tiga Intake Tirta Mayang Terganggu, Ribuan Pelanggan PDAM Kota Jambi Terdampak, Ini Penyebabnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Memasuki musim kemarau sejak Juni 2025, Perumda Tirta Mayang Kota Jambi menghadapi tantangan serius dalam mendistribusikan air bersih ke pelanggan.

Penurunan debit Sungai Batanghari, yang menjadi sumber air baku utama, menyebabkan gangguan operasional di tiga intake utama perusahaan air minum daerah tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan teknis Tirta Mayang sejak 29 Juni hingga 8 Juli 2025, debit air Sungai Batanghari turun signifikan, mempengaruhi kinerja Intake Tanjung Johor, Intake Sejinjang, dan Intake Broni 2.

* Intake Tanjung Johor mengalami penurunan debit hingga 100%, memaksa penghentian operasional selama 8 jam per hari.

Akibatnya, sekitar 1.200 sambungan rumah (SR) tidak menerima distribusi air bersih.

* Intake Sejinjang terdampak penurunan debit sebesar 50%, yang memengaruhi pasokan ke 6.500 sambungan pelanggan.

Sementara itu, Intake Broni 2 mencatat penurunan debit sekitar 15%, berdampak pada sekitar 5.100 pelanggan.

Situasi ini berdampak pada layanan air bersih di berbagai wilayah di Kota Jambi, terutama di area yang bergantung pada ketiga intake tersebut.

Untuk menanggulangi gangguan ini, Tirta Mayang melakukan berbagai upaya penanganan darurat, termasuk:

* Pemindahan titik sadap pompa ke area dengan kedalaman air lebih baik di Intake Tanjung Johor.

* Pengerukan endapan lumpur di Intake Sejinjang menggunakan alat berat.

* Pemasangan pompa tambahan di titik terdalam Intake Broni 2 untuk menjaga kontinuitas suplai air.

Langkah-langkah ini mulai menunjukkan hasil positif, terutama di intake yang sudah ditangani langsung di lapangan.

Direktur Utama Tirta Mayang turut meninjau kondisi lapangan di Intake Tanjung Johor dan Intake Sejinjang pada Selasa (8/7/2025).

Dalam kunjungannya, ia memberikan arahan teknis dan memastikan seluruh proses mitigasi berjalan cepat dan tepat sasaran.

Menurut data dari BMKG Provinsi Jambi, puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung hingga akhir Agustus 2025, dengan transisi ke musim hujan dimulai pada September 2025.

Tirta Mayang mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan hemat, terutama selama periode kemarau yang rawan kekeringan.

Kolaborasi masyarakat sangat penting untuk menjaga ketersediaan air bersih.

Sebagai bentuk pelayanan, Tirta Mayang juga menyediakan bantuan air bersih gratis melalui mobil tangki untuk wilayah terdampak.

Masyarakat yang membutuhkan distribusi air dapat menghubungi layanan WhatsApp ke nomor 0821-2121-9692.(*)




Wali Kota Maulana Diapresiasi, Kepala Staf Khusus Presiden Puji Pemkot Jambi Jalankan Program PKG

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., mendampingi Kepala Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) A.M. Putranto, dalam rangka kunjungan kerja meninjau langsung pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Puskesmas Pakuan Baru, Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, pada Senin (7/7/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan implementasi program PKG berjalan dengan baik, menjangkau masyarakat secara optimal, serta mampu memberikan manfaat nyata dalam deteksi dini masalah kesehatan.

Program ini merupakan inisiatif pemerintah pusat yang sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat layanan kesehatan primer dan mendukung pencapaian program kesehatan nasional, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Dikesempatan itu, Letjend TNI (Purn) A.M Putranto mengatakan, kunjungannya di Provinsi Jambi ini berfokus pada peninjauan program PKG yang tengah berjalan yang mencakup berbagai layanan pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, kolesterol, serta konsultasi kesehatan umum.

“PKG digalakkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit dan memfasilitasi akses layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi masyarakat kurang mampu,” katanya.

Dia juga ungkapkan, bahwa kunjungannya ke Puskesmas Pakuanbaru ini sengaja dilakukan secara mendadak agar mengetahui apa yang sesungguhnya dilakukan oleh pemerintah daerah, dalam hal ini Kota Jambi dalam menjalankan program Presiden.

“Setelah dilihat ternyata di Puskesmas ini telah berjalan cukup baik, oleh karena itu, saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Wali Kota dan Bapak Gubernur Jambi yang telah mendukung penuh program presiden ini melalui jajarannya,” ungkapnya.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Provinsi Jambi, Kepala Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) A.M. Putranto, menyampaikan rencana untuk menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Gubernur serta seluruh Kepala Daerah se-Provinsi Jambi.

Rakor tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi potensi unggulan di setiap daerah, sehingga pemerintah pusat dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kekuatan dan keunggulan daerah dalam mendukung program-program nasional.

“Saya datang ke sini untuk memastikan apakah terdapat hambatan dalam pelaksanaan program pemerintah pusat. Namun, sejauh pengamatan saya, semua berjalan dengan baik dan lancar,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ia juga mengimbau masyarakat Jambi untuk berpartisipasi aktif dalam program Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang diselenggarakan oleh pemerintah.

“Program ini memiliki tujuan yang sangat baik, karena memberikan dampak positif bagi masyarakat. Setidaknya, melalui pemeriksaan ini, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini, bahkan mencegah potensi gangguan kesehatan di masa depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, dokter Maulana, menyambut antusias kehadiran Kepala Staf Khusus Presiden Republik Indonesia di Kota Jambi.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi siap mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi masyarakat, sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperluas akses layanan kesehatan.

Menurutnya, pelaksanaan PKG ini sejalan dengan kebijakan daerah, khususnya program Universal Health Coverage (UHC) yang tengah diimplementasikan di Kota Jambi. Program tersebut menargetkan jaminan layanan kesehatan yang merata dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Perluasan akses layanan kesehatan harus diwujudkan melalui program-program nyata seperti ini. Pemeriksaan kesehatan gratis merupakan salah satu bentuk konkrit implementasi program nasional di tingkat daerah,” ujar Maulana.

Ia juga menilai, bahwa Puskesmas Pakuan Baru layak menjadi percontohan atau role model dalam pelaksanaan program PKG di Kota Jambi, mengingat tingginya partisipasi masyarakat dan kesiapan fasilitas layanan kesehatan yang tersedia di puskesmas tersebut.

“Puskesmas ini termasuk yang paling aktif. Hingga saat ini, lebih dari 800 warga telah mengikuti program Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Namun, capaian tersebut masih jauh dari target. Oleh karena itu, kami akan terus meningkatkan cakupan layanan ini, terutama melalui upaya sosialisasi yang berkelanjutan untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan,” ungkap Maulana.

Sebagai faktor pendukung, Maulana juga mengatakan, disetiap fasilitas Kesehatan milik Pemkot Jambi telah disiapkan berbagai aspek penunjang, seperti sarana dan prasarana hingga termasuk laboratorium yang bisa dinikmati secara gratis agar setiap masyarakat bisa mengetahui terkait dengan kesehatan masing-masing.

“Dengan itu masyarakat bisa tau apa yang perlu dilakukan untuk pencegahan, baik itu dari sisi aktivitas fisik maupun hal lainnya,” kata Maulana

Kunjungan Kepala Staf Khusus Presiden Republik Indonesia tersebut juga dimanfaatkan oleh Wali Kota Maulana untuk menyampaikan secara langsung berbagai masukan terkait pelaksanaan program di lapangan.

Wali Kota Maulana menyampaikan dinamika dalam implementasi program PKG di Kota Jambi.

“Tadi kami menyampaikan sejumlah masukan secara langsung. Pertama, terkait perlunya penyederhanaan aplikasi yang digunakan. Kedua, mengenai ketersediaan dan kelayakan peralatan laboratorium, yang kami harapkan dapat dicek secara lebih cermat agar pelayanannya dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dan yang ketiga, kami mendorong adanya publikasi yang lebih masif kepada masyarakat, agar tidak hanya datang ketika sakit, tetapi juga memiliki kesadaran untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatannya secara preventif,” ujar Maulana.

Wali Kota juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Jambi untuk memanfaatkan Program PKG itu, yang telah tersedia di seluruh fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota Jambi.

“Siapa pun dapat datang dan memanfaatkan layanan ini, cukup membawa identitas diri, kemudian didaftarkan melalui aplikasi yang telah disiapkan,” jelas Maulana.

Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan merata bagi seluruh masyarakat.

Selain mendampingi Kepala Staf Khusus Kepresidenan Letjend TNI (Purn) A.M Putranto dalam kunjunganya mengecek program PKG, Wali Kota Maulana juga turut serta mengikuti agenda Rapat Koodinasi (Rakor) Bersama Staf Khusus Kepresidenan R.I dan Gubernur Jambi terkait Program-Program Strategis Nasional dan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan serta Tata Kelola Energi di Auditorium Rumah Gubernur Jambi, yang juga turut diikuti Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi.(*)




Pengabdian Tak Berhenti, Kolaborasi PPAD dan Pemkot Siap Dukung Program Kota Jambi Bahagia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, resmi dikukuhkan sebagai Anggota Kehormatan Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Kota Jambi dalam rangkaian kegiatan Pelantikan dan Pengukuhan Ketua dan Pengurus Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat Kota Jambi Masa Bakti 2025-2030, Senin pagi (7/7/2025) bertempat di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

Pengukuhan Wali Kota Maulana sebagai Anggota Kehormatan Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) ditandai dengan pemasangan topi MUT PPAD yang dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPAD, Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak.

Dalam acara itu, Ketua DPC PPAD Kota Jambi periode 2025-2030 Mayor (Purn) Suyadi turut dilantik secara langsung oleh Ketua PPAD Provinsi Jambi Mayor Inf (Purn) Suwalib ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Pelantikan kepada Ketua terpilih.

PPAD merupakan organisasi kemasyarakatan yang mewadahi para purnawirawan TNI Angkatan Darat yang mempunyai berperan dalam menjaga tali silaturahmi antar purnawirawan serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Turut hadir dalam pelantikan dan pengukuhan tersebut, Wakil Gubernur Jambi Drs H. Abdullah Sani, M.Pd.I. Wagub Sani menegaskan kepada seluruh anggota PPAD untuk mempertahankan gerbong PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945).

“Kami yakin bahwa bapak-bapak sekarang bukan sebatas kepengen dilantik, tetapi sebagai wujud bahwa legalitas bapak-bapak akan bersama-sama membangun Kota Jambi ini, akan membangun Provinsi Jambi berdasar dengan pengalaman wawasan yang telah diperoleh semasa tugas. Tetapi apapun peran PPAD baik dalam politik bersosial atau politik bernegara, Saya mengajak kita pertahankan gerbong PBNU, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar 1945,” tegasnya.

Wagub Abdullah Sani juga mengungkapkan bahwa pelantikan ini memiliki makna strategis, dimana para purnawirawan adalah insan-insan yang memiliki pengalaman hebat, terpuji dan potensi besar dalam mendukung stabilitas sosial dalam memperkokoh nilai-nilai kebangsaan serta mendorong kemajuan pembangunan daerah.

“Beliau-beliau ini adalah orang-orang terhebat di masanya dan walaupun sudah purna kita meyakini kiprah mereka tidak akan berhenti, perjuangan mereka tidak akan berhenti, mereka berbekal dengan ilmu, wawasan dan pengalaman yang diperoleh selama bertugas, masa dimana sungguh luar biasa dan sampai saat ini tetap bersama bermitra dengan pemerintah, bersama-sama membangun Tanah Pilih Pusako Betuah dan Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah,” ungkap Wagub Sani.

Dirinya meyakini, kedatangan seluruh jajaran pimpinan dan anggota PPAD mulai dari pusat sampai kota membuktikan komitmen dan eksistensi organisasi ini untuk berperan dalam membantu pemerintah.

“Maka terima kasih dan mohon maaf kepada Ketua Umum yang hadir saat ini, hadir hari ini bukan hanya sebatas melantik, mengukuhkan, tetapi akan membawa spirit besar, semangat besar untuk teman-teman para purnawirawan dan Insya Allah semangat itu akan dibuktikan untuk bersama-sama membangun Kota Jambi, membangun Provinsi Jambi tercinta ini,” tutupnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa pengabdian para purnawirawan tidak berakhir saat lepas dari dinas militer, tetapi justru terus berlanjut dalam berbagai bentuk peran strategis di tengah masyarakat.

“Saya merasa sangat terhormat dan bersyukur atas penghargaan ini. Menjadi bagian dari keluarga besar PPAD adalah kehormatan yang sangat bermakna bagi saya. Para purnawirawan adalah penjaga nilai-nilai kebangsaan yang tetap relevan dan dibutuhkan dalam kehidupan sosial saat ini. Semangat juang dan kedisiplinan yang dimiliki adalah aset berharga dalam membina masyarakat dan membangun daerah,” ujar Wali Kota Maulana.

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana menyatakan bahwa Pemerintah Kota Jambi akan terus membuka ruang kolaborasi dengan PPAD dalam berbagai program, termasuk pembinaan ideologi, penguatan karakter generasi muda, dan peningkatan ketahanan sosial masyarakat.

Ia juga secara khusus menyampaikan harapan agar para purnawirawan TNI AD, melalui PPAD, dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan menuju terwujudnya “Kota Jambi Bahagia”.

“Kami percaya, dengan pengalaman panjang dan kapasitas kepemimpinan yang dimiliki para purnawirawan, PPAD dapat menjadi kekuatan yang mendorong semangat gotong royong, menjaga stabilitas sosial, dan turut mengakselerasi pembangunan di berbagai sektor. Dukungan Bapak-Bapak sekalian sangat kami butuhkan dalam mewujudkan visi besar Kota Jambi Bahagia, kota yang maju, aman, inklusif, dan sejahtera,” tambahnya.

Maulana mengungkapkan, bahwa anggota kehormatan PPAD ini bukan hanya gelar atau simbol, melainkan amanah yang mengandung tanggung jawab besar untuk terus menjaga semangat perjuangan, jiwa nasionalisme, serta nilai-nilai kejuangan yang diwarisi oleh para purnawirawan TNI AD.

“Untuk itu saya berkomitmen untuk terus menjalin kolaborasi yang erat dengan PPAD dalam berbagai bidang, baik pendidikan, sosial, kesehatan, kewirausahaan maupun pembinaan generasi muda agar semangat bela negara dan nilai-nilai juang tetap hidup dan relevan di tengah dinamika zaman,” ungkap Maulana.

Maulana menyebut, bahwa peran para purnawirawan yang tergabung dalam PPAD, masih sangat dibutuhkan dalam pembangunan masyarakat, baik melalui kepemimpinan di tingkat lokal maupun bentuk kontribusi lainnya.

“Anggota PPAD ada sebagai ketua RT, ada ketua masjid, tokoh masyarakat di wilayahnya masing-masing. Artinya, purnawirawan itu hanya dari dinas kemiliterannya selesai, tetapi pengabdiannya tidak pernah punah,” sebutnya.

Dikesempatan itu, Wali Kota Maulana juga mengungkapkan program Pemerintah Kota Jambi sebagai wadah mengekpresikan diri bagi para lanjut usia, seperti program Lansia Bahagia, Kartu Bahagia dan Kampung Bahagia.

“Ini tentunya dapat menjadi program kolaboratif bersama PPAD yang bertujuan memberikan kebahagiaan bagi masyarakat kota Jambi, untuk bekerjasama memperkuat persatuan dan kesatuan, menjaga kebangsaan dan bekerja keras untuk mewujudkan kota Jambi bahagia,” pungkasnya.

Sebelumnya, Plt. Ketua Umum PPAD Pusat Komaruddin Simanjuntak mengatakan, bahwa PPAD merupakan keluarga besar TNI yang bersifat kejuangan meneruskan pengabdian di masa usia tua yang bertujuan membantu kepala daerah dalam menyukseskan pembangunan dan menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan.

“Kita teruskan perjuangan meskipun berbeda dengan saat berdinas dulu. Sekarang tugas PPAD daerah adalah membantu Kepala Daerah menyukseskan pembangunan dan memancasilakan masyarakat di daerah,” katanya.

Komarudin juga mengapresiasi Wali Kita Jambi Maulana setelah bersedia atau berkenan untuk dijadikan sebagai anggota kehormatan PPAD.

“Jadi sebagai anggota kehormatan, saya berpesan agar dapat menjaga program yang selaras dengan Asta Cita yang merupakan salah satu janji PPAD kepada Presiden RI

“Kemudian tolong dijaga terkait politik Negara dan Kesejahteraan, yang artinya tidak berpolitik praktis. Kepada kepengurusan PPAD Saya harapkan agar dapat aktif mendukung program-program Wali Kota secara penuh,” singkat Komarudin.

PPAD, sebagai organisasi kemasyarakatan, dikenal aktif menjaga silaturahmi antar purnawirawan TNI AD serta berkontribusi dalam kegiatan sosial dan pembangunan daerah.

Penunjukan Wali Kota Maulana sebagai anggota kehormatan mencerminkan kedekatan sinergis antara pemerintah daerah dan para purnawirawan, sekaligus bentuk apresiasi atas komitmen kepemimpinan yang inklusif.

Turut hadir dikesempatan tersebut, Dandim 0415/Jambi Kolonel Inf Yoga Cahya Prasetya, Dandenpom II/2 Jambi Letkol Cpm Sundoro, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jambi Raden Jufri, Camat Kota Jambi, serta para pengurus dan anggota PPAD Kota Jambi.(*)




Peningkatan Kapasitas SDM Damkartan Kota Jambi: Diklat Pemadam 1 Sukses Digelar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi sukses menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Pemadam 1 (Diklat In-House Training) selama tujuh hari, mulai dari 1 hingga 7 Juli 2025. Kegiatan ini resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, SE, MA, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Penutupan diklat dilaksanakan di Mako Damkartan Kota Jambi, ditandai dengan seremoni pemasangan baret biru, pelepasan tanda peserta, pemasangan brevet Pemadam 1, serta penyerahan sertifikat kepada peserta terbaik.

Tiga peserta terbaik tersebut adalah:

* **Peringkat 1**: Mas Dede

* **Peringkat 2**: Ado Khiyoto

* **Peringkat 3**: Yogi Wanda

Dari 44 peserta yang mengikuti diklat, seluruhnya dinyatakan lulus, terdiri dari:

* 7 orang Pejabat Struktural

* 7 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS)

* 30 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

Dalam amanatnya, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha menegaskan pentingnya implementasi ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan.

Ia menekankan bahwa kepercayaan publik terhadap Dinas Damkartan semakin tinggi karena responsivitasnya dalam menangani laporan kebakaran dan penyelamatan.

“Saya berharap seluruh personel Korps Yudha Brama Jaya senantiasa mencintai tugasnya, menjaga disiplin, meningkatkan loyalitas dan tanggung jawab, serta bekerja sama demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan teori, praktik lapangan, dan evaluasi (post-test) oleh tiga instruktur profesional dari Pusdiklatkar Ciracas, DKI Jakarta: Akbar Tris, Yadi Suprayitno, dan Supriyono.

Tiga aspek utama yang dinilai dalam diklat ini adalah:

* Pengetahuan

* Keterampilan

* Etika

Materi pelatihan mencakup berbagai aspek penting dalam pemadam kebakaran dan penyelamatan, seperti:

* Teori Api dan APAR

* SCBA, MFR, dan MKKG

* Formasi Regu, Tali Temali, PBB, dan Refling

* Tangga, Proteksi Kebakaran, Peralatan Damkar

* Teknik Pemadaman, Fire Ground, Gelar-Gulung Selang, dan lainnya

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, AP, ME yang juga ikut serta dalam diklat, menyampaikan bahwa saat ini masih ada 92 personel yang belum mengikuti Diklat Pemadam 1.

Oleh karena itu, program peningkatan kapasitas SDM akan menjadi prioritas dalam Renstra Damkartan, termasuk Diklat Rescue, MFR, Operator, Instruktur, dan Inspektur.

“Peningkatan kompetensi ini penting untuk memastikan pelayanan prima kepada masyarakat,” tegas Mustari.

Turut hadir dalam upacara penutupan antara lain Kepala UPTD PSC 119 dan perwakilan dari PSC 112.(*)




Pemkot Jambi Gelar FGD, Wawako Diza : Pemutakhiran NJOP Langkah Strategis

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebagai bagian dari strategi peningkatan tata kelola perpajakan yang lebih transparan dan partisipatif, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tajuk “Pemutakhiran Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perkotaan Tahun 2025”, Senin (7/7/2025).

Berlangsung di Aula Bappeda Kota Jambi, kegiatan FGD ini secara langsung dibuka oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha,S.E.,M.A, dengan turut dihadiri Asisten Administrasi Umum M. Jaelani dan Kepala BPPRD Nella Ervina.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Diza mengatakan, bahwa saat ini NJOP yang seharusnya berlaku di kota Jambi masih jauh dari ideal dengan pesatnya perkembangan dan Pembangunan.

“Hal ini yang perlu menjadi perhatian kita bersama, pengembangan wilayah ini tentunya berdampak pada kenaikan nilai pasar objek pajak. Meski demikian, kondisi harga pasar saat ini belum mencerminkan hal tersebut, maka dari itu, perlunya dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Pemutakhiran NJOP Pajak Bumi dan Bangunan ini sesuai Undang-Undang Nomor 1 tahun 2022 tentang HKPD,” katanya.

“Meski demikian, akurasi penilaian akan dilakukan sesuai dengan kondisi sebenarnya, agar pajak yang dikenakan lebih proporsional dan adil bagi masyarakat,” lanjutnya.

Menurut Wawako, langkah ini merupakan kebijakan yang sangat tepat. Dengan meningkatnya Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), secara otomatis akan berdampak positif bagi masyarakat sebagai wajib pajak, karena turut meningkatkan nilai ekonomi dan aset tanah yang mereka miliki.

Diza juga berpesan kepada seluruh perangkat kelurahan agar terus aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemutakhiran data PBB sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Upaya ini sangat penting untuk mengoptimalkan penerimaan PBB yang berkontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah Kota Jambi.

“Saya yakin, dengan komitmen dan kerja sama kita semua, kesadaran masyarakat untuk taat membayar pajak akan semakin tumbuh. Pada akhirnya, seluruh penerimaan dari pajak ini akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan,” terang Diza.

Wawako juga menekankan, bahwa PBB merupakan salah satu jenis pajak daerah yang manfaatnya sangat besar dalam pembangunan Kota Jambi dengan kontribusi lebih dari 7,69 persen dari seluruh pajak daerah.

Dirinya berharap, melalui FGD ini, dapat diperoleh berbagai masukan konstruktif dan pandangan dari para pemangku kepentingan.

Hal ini penting untuk menyelaraskan penyesuaian NJOP dengan kondisi riil pasar, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi secara berkelanjutan.

“Kepada BPPRD, Saya minta agar terus memberikan pelayanan yang luar biasa kepada para wajib pajak, layani mereka dengan sepenuh hati, buatlah wajib pajak merasa bahagia. Sementara kepada para Lurah dan Camat yang menangani PBB, saya harapkan untuk bersikap proaktif, adaptif, dan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam laporan kegiatan, Kepala BPPRD Nella Ervina menyampaikan, pentingnya pemutakhiran Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sebagai dasar penilaian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), agar sesuai dengan kondisi terkini di lapangan.

“FGD ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan sistem perpajakan yang adil, akurat, dan mencerminkan nilai riil tanah serta bangunan. Dengan itu, proses administrasi pajak akan semakin transparan dan meningkatkan kepercayaan publik,” ujar Nella.

Nella juga menegaskan komitmen BPPRD Kota Jambi dalam melakukan berbagai inovasi pelayanannya.

“Sejak 2021, masyarakat juga sudah bisa menikmati kemudahan pembayaran PBB secara online, melalui mobile banking, virtual account, hingga penggunaan kode QRIS yang tercantum pada lembar SPPT.” ucap Nella.

“Kami berharap, melalui forum ini terjalin sinergi antar stakeholder untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap pajak daerah, karena merupakan kunci utama dalam mewujudkan kemandirian fiskal Kota Jambi,” pungkasnya.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemerintah Kota Jambi berharap pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak dapat terus meningkat dan mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, serta kesejahteraan masyarakat.

Focus Group Discussion yang dimoderatori Asisten Sekda Kota Jambi bidang Administrasi Umum Dr. H. M. Jaelani, S.H., M.H., itu menghadirkan narasumber yang kompeten dibidangnya seperti :

1. Dr. M. Gempa Awaljon Putra, S.H., M.H., (Kepala Bagian Hukum Setda Kota Jambi);

2. Hary Susetyo, S.T., M.H., (Kepala Kantor Pertanahan Kota Jambi);

3. Subandiyono, S.E., M.M., (Kepala Kantor KPP Pratama Pelayanan Kota Jambi); dan

4. Wiliyamsom, S.H., (Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Jambi).(*)




Wali Kota Maulana Terima Kartu Anggota Kehormatan PPAD, Ini Pesan Mayjen TNI (Purn) Kamarudin

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPAD Pusat, Mayjen TNI (Purn) Dr. Kamarudin Simanjuntak, S.IP., M.Sc., menegaskan bahwa, pengangkatan anggota kehormatan PPAD tidak dilakukan sembarangan.

Seseorang hanya bisa diangkat jika memiliki hubungan historis atau latar belakang keluarga dengan purnawirawan TNI AD.

“Kami lihat dari sejarah keluarga. Jika ada anggota keluarga yang merupakan purnawirawan, maka bisa kami angkat sebagai anggota kehormatan,” ujar Kamarudin saat menyerahkan secara simbolis topi dan kartu anggota kehormatan PPAD kepada Wali Kota Maulana.

Kartu anggota PPAD ini berlaku di seluruh Indonesia dan menjadi simbol kebersamaan antar-purnawirawan. “Kartu ini akan membawa banyak manfaat. Ketika Bapak Wali Kota bertemu dengan anggota PPAD di mana pun di Indonesia, pasti akan disambut hangat,” tambahnya.

Selain itu, dalam acara yang turut dihadiri oleh Danrem 042/Garuda Putih, Dandim 0415/Jambi, Wakil Gubernur Jambi, Camat Telanaipura, dan pejabat Forkopimda lainnya, Kamarudin mengucapkan selamat kepada Purnawirawan Mayor Syujadi yang resmi dilantik sebagai Ketua PPAD Kota Jambi masa bakti 2025–2030.

Kamarudin berharap kepemimpinan Syujadi dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah serta aktif membantu masyarakat.

“Pesan saya kepada Bapak Wali Kota dan Ketua PPAD Kota Jambi, tolong jaga dan sukseskan program Asta Cita, karena ini adalah janji saya kepada Presiden Republik Indonesia,” tegasnya.

Dengan kepengurusan baru, PPAD Kota Jambi diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat wawasan kebangsaan, menjaga stabilitas sosial, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Jambi.(*)




Pegawai dan Warga Binaan Lapas Muara Bungo Dites Urine, Ini Hasilnya

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Bungo menggelar tes urine massal terhadap seluruh petugas dan perwakilan warga binaan pada Senin (7/7/2025).

Kegiatan ini bagian dari komitmen mewujudkan Lapas Bersih dari Narkoba (Bersinar) demi menjaga integritas dan keamanan di lingkungan pemasyarakatan.

Tes urine ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bungo, Satuan Reserse Narkoba Polres Bungo, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo.

Kepala Lapas Muara Bungo, Muhammad Kameily, menyatakan bahwa tes urine dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Sebanyak 57 pegawai dan 20 warga binaan yang dipilih secara acak dari total 581 orang menjalani tes urine. Alhamdulillah, seluruh hasil tes menunjukkan negatif narkoba,” ujar Kameily.

Ia menambahkan, kegiatan ini akan rutin dilaksanakan sebagai langkah preventif dan pengawasan internal untuk memastikan lingkungan Lapas bebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Kami berkomitmen menjaga kondisi sehat dan bersih narkoba di dalam Lapas, baik pegawai maupun warga binaan,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari BNK Bungo, Polres Bungo, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo.

Jafar, petugas dari BNK Bungo, menyebut tes urine dilakukan atas permintaan resmi Lapas dengan tujuan memastikan Lapas benar-benar bersih dari narkoba.

Bila ditemukan hasil positif, tindak lanjut akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tes urine massal ini menjadi langkah penting dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan, sekaligus meningkatkan kesadaran semua pihak terhadap pentingnya menjaga lingkungan bebas narkoba.(*)




Kembali Cetak Sejarah, Pebalap Binaan Astra Honda Juara di ETC Prancis

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) kembali cetak sejarah untuk Indonesia. Setelah sebelumnya Veda Ega Pratama menang di RedBull Rookies Cup (RBRC) Italia, saat ini giliran M. Kiandra Ramadhipa yang tampil memukau dalam gelaran FIM JuniorGP World Championship yang berlangsung di sirkuit Magny-Cours, Prancis pada 5-6 Juli 2025.

M. Kiandra Ramadhipa berhasil melaju kencang dan mencetak sejarah dengan meraih podium tertinggi dalam race pertama balap European Talent Cup (ETC).

Raihan Ramadhipa sekaligus menjadi prestasi pertama pebalap Indonesia di balapan bergengsi benua Eropa ini.

Pada balapan pertama ETC yang berlangsung Minggu, 6 Juli 2025 Ramadhipa yang turun bersama Honda Asia Dream Racing Junior Team tampil luar biasa. Kondisi track yang hujan, membuat jadwal start ditunda sebanyak dua kali.

Lintasan basah menjadi tantangan untuk Ramadhipa yang baru pertama kali turun di lintasan arena balap ini. Balapan pun dikurangi menjadi sembilan lap atas penundaan jadwal start. Pemuda asal Sleman, Yogyakarta ini mampu melakukan start dengan baik dari posisi 2.

Persaingan di grup depan sangat rapat dengan diisi pebalap yang cukup banyak. Beberapa pebalap melakukan slipstream terhadap Ramadhipa dalam beberapa kesempatan, hingga membuatnya sempat tergeser ke posisi ke-8

. Namun, dia bisa bangkit dan berada di posisi empat besar pada lap kedua terakhir. Memulai lap terakhir dengan berada di posisi kedua, Ramadhipa turun ke posisi ketiga di sektor pertama.

Tetapi, dia berhasil melewati dua pebalap di depan, lalu memimpin balapan dan bertahan hingga akhir. Lagu Indonesia Raya pun berkumandang di Magny Cours dan menjadi capaian bersejarah pertama kali dari pebalap Indonesia di sirkuit ini.

Balapan kedua juga masih berlangsung di lintasan basah. Ramadhipa melakukan start dengan bagus dan bertahan di posisi kedua.

Namun, dia dilewati dua pebalap dan berada di posisi keempat grup terdepan. Ramadhipa mencoba bertahan dengan tiga pebalap di depan, tetapi tidak mudah, sehingga ia tertinggal.

Bersaing sendiri di posisi keempat, Ramadhipa semakin terpisah dari tiga pebalap di depan sekaligus para pebalap di belakangnya, ditambah hujan yang mempengaruhi lintasan.

Dia hampir melakukan kesalahan di lap ketujuh yang membuatnya bergoyang hebat di atas motor, tetapi ia bisa melakukan penyelamatan dan bertahan.

Tak berselang lama, pebalap di urutan kelima mengalami high side, dan akhirnya balapan dihentikan setelah bendera merah keluar.

Ramadhipa finish di posisi empat dan meraih 13 poin penting dengan total 73 poin. Kini ia berada di peringkat keempat klasemen.

“Kondisi hari ini sulit, tetapi sangat berbeda antara kedua balapan. Saya bisa bertahan di grup depan hingga lap-lap akhir. Akhirnya, saya berusaha memimpin balapan dan berhasil. Saya sangat senang dengan kemenangan pertama kami di ajang ini. Saya ingin mendedikasikan kemenangan ini untuk Borja Gomez (mantan pebalap Moto2 yang meninggal di Magny Cours) dan seluruh warga Indonesia. Pada race kedua, kondisinya lebih buruk dan target saya adalah bisa finish. Saya mengendalikan diri dan mencoba untuk tidak buru-buru, hingga bisa mengamankan 13 poin penting untuk klasemen. Saya hampir terjatuh, tetapi yang terpenting adalah hasil akhir. Saya sangat senang dengan apa yang kami capai di Magny-Cours,” ujar Ramadhipa

Poin Perdana

Balapan JuniorGP berlangsung di lintasan basah karena hujan yang belum pernah dihadapi Veda sebelumnya. Jumlah lap pun dikurangi menjadi 10, saat lap pertama berjalan, tiga pebalap sudah terjatuh.

Veda yang memulai jalannya balapan dari posisi ke-12 melakukan start dengan aman. Pebalap Astra Honda Racing Team tersebut berada di belakang rekan satu timnya Zen Mitani, dengan konsisten.

Memasuki lap ke-8, bendera merah berkibar setelah ada pebalap terjatuh di tikungan 13. Balapan akhirnya dihentikan lebih awal.

Atas hasil finis di posisi ke-12, Veda berhak meraih empat poin dan saat ini berada di posisi ke-19 klasemen sementara.

“Balapan hari ini sulit karena kondisi basah yang membuat lintasan jadi sangat licin. Saya mencatat peningkatan lap demi lap dan saya sudah melakukan yang terbaik. Inilah hasil yang kami dapatkan di Magny-Cours, tetapi paling tidak kami meraih poin perdana musim ini di JuniorGP. Kami akan berjuang lagi di MotorLand agar bisa meraih hasil lebih baik sebelum jeda musim panas,” ujar Veda.

General manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya mengatakan capaian bersejarah dan poin penting yang diraih oleh pebalap binaan Honda merupakan wujud kerja keras serta kemampuan adaptasi yang mereka miliki.

“Meskipun baru pertama kali balapan di Prancis, kedua pebalap binaan kami mampu beradaptasi cepat, kompetitif, bahkan mencetak prestasi yang membanggakan bagi Indonesia.

Semoga semangat Satu Hati yang mereka tunjukan bisa menginspirasi generasi muda dalam memperjuangkan mimpinya,” ujar Andy.

Putaran FIM JuniorGP berikutnya akan berlangsung pada 24-27 Juli 2025 di MotorLand Aragon, sirkuit yang sudah dikenal oleh kedua pebalap tersebut.

Namun, sebelum berangkat ke Spanyol, Veda dan juga Ramadhipa akan turun pada putaran kelima Red Bull Rookies Cup di Sirkuit Sachsenring, Jerman, 12-13 Juli mendatang.(*)




Wali Kota Jambi: Pemkot Belum Keluarkan Izin untuk PT SAS

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Wali Kota Jambi, dr. Maulana, memberikan tanggapan resmi terkait aksi protes warga Aur Kenali yang menolak rencana pembangunan stockpile batu bara di wilayah mereka.

Aksi penolakan ini mencuat setelah warga mengkhawatirkan dampak lingkungan dan ketidaksesuaian lokasi dengan rencana tata ruang terbaru.

Dalam pernyataannya, dr Maulana menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan mengambil langkah sesuai kewenangan yang dimiliki.

“Saya sudah melihat seluruh dokumen perizinan. Penggunaan ruang sudah mendapatkan izin dari Kementerian ATR/BPN, izin TUKS dari Kementerian Perhubungan, dan Amdal telah disetujui oleh Pemprov Jambi. Pemkot Jambi akan bertindak dalam koridor kewenangan yang ada,” ujar Maulana pada Senin (7/7/2025).

Wali Kota Maulana juga mengakui bahwa, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) RTRW Kota Jambi yang baru disahkan tahun 2024, lokasi stockpile tidak sesuai.

Namun, ia menambahkan bahwa izin PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) sebagai pihak pengembang telah terbit sejak tahun 2015—jauh sebelum aturan RTRW baru diberlakukan.

“Benar, Perda RTRW terbaru tidak cocok untuk kegiatan tersebut, tapi izin PT SAS sudah ada sejak 2015. Kami akan cari solusi terbaik melalui dialog. Semua pihak terkait akan kami panggil untuk berdiskusi,” jelasnya.

Terkait izin operasional, Maulana menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada satu pun izin yang dikeluarkan Pemkot Jambi untuk PT SAS.

Ia juga memastikan bahwa pemerintah kota akan bertindak tegas jika ditemukan pelanggaran, termasuk penyegelan bangunan yang tidak sesuai aturan.

“Pemkot Jambi belum mengeluarkan izin apa pun untuk PT SAS. Jika terbukti ada bangunan yang melanggar, tentu akan kami segel. Kami tetap berkomitmen untuk melindungi hak-hak warga dan menyampaikan aspirasi mereka ke kementerian terkait,” tegasnya.

Pemkot Jambi menekankan pentingnya dialog terbuka dan solusi yang tidak merugikan masyarakat maupun investor. Pemerintah akan terus memfasilitasi mediasi untuk menghindari konflik dan menjaga stabilitas lingkungan serta hukum di Kota Jambi.(*)