Wali Kota Maulana Buka Rakorda Bangga Kencana 2025: Pemkot Satukan Langkah Atasi Stunting

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, membuka secara resmi Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tingkat Kota Jambi Tahun 2025, Rabu (16/7/2025).

Dilangsungkan di Aula Telanaipura Bappeda Kota Jambi, Wali Kota Jambi dokter Maulana turut didapuk sebagai narasumber utama bersama Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi Drs. Putut Riyatno, M.Kes.

Dengan mengusung tema “Implementasi Quick Win Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dalam Rangka Menurunkan Prevalensi Stunting Menuju Kota Jambi Bahagia,” Rakorda Program Bangga Kencana tingkat Kota Jambi diikuti oleh sebanyak 90 peserta. Mereka terdiri dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi non-pemerintahan, organisasi profesi, hingga satuan pendidikan.

Rakorda ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen dan dukungan dari pemerintah daerah serta para mitra kerja terhadap pelaksanaan Program Bangga Kencana. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengevaluasi capaian program tahun 2024 sekaligus menyusun rencana kerja strategis untuk tahun 2025, khususnya dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program pembangunan keluarga di Kota Jambi. Untuk itu katanya, Rakorda ini harus menjadi bagian penting dari upaya menyatukan langkah dan persepsi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam memperkuat program-program strategis pembangunan keluarga.

Ia menekankan, keberhasilan pembangunan keluarga tidak bisa dilepaskan dari peran seluruh unsur masyarakat, termasuk dunia pendidikan, organisasi profesi, hingga elemen komunitas.

“Rakorda ini bukan sekadar forum koordinasi, tetapi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun keluarga yang berkualitas. Ketika keluarga kuat, maka daerah pun akan kuat,” ujarnya.

Ia menyoroti persoalan kenakalan remaja yang semakin kompleks, yang menurutnya merupakan dampak dari belum optimalnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pembangunan keluarga secara menyeluruh.

“Oleh karena itu, melalui dunia pendidikan, khususnya lewat pendekatan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), anak-anak dan remaja harus diperkenalkan sejak dini dengan nilai-nilai Bangga Kencana. Ini penting agar setiap keluarga memiliki kesadaran dalam membina dan melindungi generasi mudanya, mulai dari balita, anak-anak, remaja hingga ibu hamil,” jelas Maulana.

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana juga mengungkapkan angka prevalensi stunting di Kota Jambi saat ini telah menurun menjadi 10,8 persen. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil nyata dari kerja sama dan komitmen bersama yang terus dibangun antara pemerintah dan masyarakat.

“Penanganan stunting di Kota Jambi saat ini sudah sejalan dengan arah kebijakan 11 Program Prioritas Kota Jambi Bahagia. Program-program ini menitikberatkan pada penguatan peran keluarga dan komunitas sebagai garda terdepan pembangunan sosial,” tegasnya.

Maulana pun berharap, melalui Rakorda ini, seluruh stakeholder dapat memperkuat sinergi guna mempercepat pencapaian target nasional dalam pembangunan keluarga, pengendalian penduduk, serta percepatan penurunan stunting di Kota Jambi.

“Kita juga akan dorong melalui program Kampung Bahagia, atau 100 juta per RT yang bisa digunakan untuk pemberdayaan dan pembangunan ditingkat paling bawah dengan konsep bergotong royong,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jambi, turut memaparkan desain besar pembangunan kependudukan Kota Jambi sebagai arah kebijakan jangka panjang selama 25 tahun ke depan. Desain ini tertuang dalam dokumen panduan perencanaan strategis yang mencakup kelima pilar utama pembangunan kependudukan.

Kelima pilar tersebut meliputi:
1. Pengendalian Kuantitas Penduduk;
2. Peningkatan Kualitas Penduduk;
3. Pembangunan Keluarga;
4. Penataan Persebaran dan Pengarahan Mobilitas Penduduk; serta
5. Penataan Administrasi Kependudukan.

Menurut Maulana, kelima pilar ini dirancang secara holistik untuk menjawab tantangan kependudukan masa depan, sekaligus sebagai fondasi dalam menciptakan Kota Jambi yang lebih tangguh, sehat, dan berkelanjutan.

“Sementara itu, melalui kebijakan pemerintah kota Jambi telah sejalan dengan program Kota Jambi Bahagia mewujudkan Kota Perdagangan dan Jasa yang Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, dan Sejahtera,” paparnya.

Wali Kota Maulana juga turut menyampaikan terima kasih dan apresiasinya atas dukungan dan kolaborasi bersama stakeholder serta seluruh lapisan masyarakat hingga berbagai prestasi dalam program pembangunan keluarga berhasil diraih, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.

Sebelumnya, dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi, M. Jaelani, memaparkan sejumlah capaian strategis Program Bangga Kencana yang telah berhasil direalisasikan sepanjang tahun 2024.

Beberapa indikator keberhasilan tersebut antara lain:
– Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) Kota Jambi mencapai angka 66,84, melampaui target tahun 2024 yang ditetapkan sebesar 66,70.
– Pencapaian Peserta KB Aktif (PA) tercatat sebanyak 71.446 akseptor atau sebesar 134,63% dari target PPM sebanyak 53.070 akseptor.
– Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024 yang menunjukkan tren penurunan prevalensi secara signifikan.
– Pembentukan Kampung KB sebanyak 68 Kampung, dengan klasifikasi sebagai, yakni 36 Kampung KB Klasifikasi Dasar, 8 Kampung KB Klasifikasi Berkembang, 3 Kampung KB Klasifikasi Mandiri, dan 21 Kampung KB Klasifikasi Berkelanjutan.

“Dari total Kampung KB tersebut, 23 Kampung KB didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), sementara sisanya berjalan melalui pembiayaan mandiri dari pemerintah daerah dan masyarakat,” jelasnya.

Jaelani juga menyampaikan bahwa Pemkot Jambi telah membentuk sebanyak 68 Rumah Data Kependudukan (Rumah Dataku), seluruhnya sudah berada pada klasifikasi Paripurna. Dari jumlah tersebut, 23 Rumah Dataku didanai oleh DAK, dan selebihnya dengan pembiayaan mandiri.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Jambi juga terus mendorong edukasi kependudukan melalui dunia pendidikan. Sejak tahun 2021 hingga 2024, telah dibentuk sebanyak 30 Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang tersebar di berbagai jenjang, mulai dari Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah hingga Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.

“Seluruh capaian ini adalah wujud komitmen bersama dalam mewujudkan keluarga yang tangguh dan berkualitas di Kota Jambi,” jelas Jaelani.

Dia juga mengungkapkan, pada periode tahun 2024, kota Jambi telah menerima sebanyak 14 penghargaan, yang terdiri dari 2 pengharagaan tingkat Nasional dan 12 pengharagaan tingkat Provinsi.

“Sementara itu, ditahun 2025 ini kota Jambi telah mengirim MI Nurul Hidayah dan SMPN 6 Kota Jambi untuk mengikuti lomba SSK Paripurna Tingkat Nasional,” ungkap Jaelani.

Dalam rangkaian Rakorda itu turut dilakukan penandatanganan komitmen bersama pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan Kota Jambi Tahun 2025 yang ditandatangani oleh Dinas Pendidikan Kota Jambi dan Kantor Kementerian Agama Kota Jambi. Adapun sasaran Sekolah Siaga Kependudukan Tahun 2025 ini sebanyak 5 SSK yaitu SMPN 18 Kota Jambi, SMPN 12 Kota Jambi, MTSN 6 Kota Jambi, MTS Nurul Hidayah Kota Jambi serta MTS Munawaroh Kota Jambi, yang disaksikan langsung oleh Wali Kota Jambi dokter Maulana bersama Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi Putut Riyatno.(*)




Meriah! Wali Kota Maulana Buka Festival Muharram Kota Jambi, Dari Asmaul Husna Hingga Kompangan Diperlombakan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Lantunan sholawat bergema di Balaikota saat Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., membuka secara resmi lomba-lomba Islami dalam rangka Festival Muharram 1447 Hijriah/2025.

Kegiatan bernuansa Islami itu merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Kota Jambi yang diselenggarakan setiap awal tahun baru Islam.

Festival yang secara resmi dibuka pada Rabu pagi (16/7/2025) itu, ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Wali Kota Maulana, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Fahmi, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kamal Firdaus.

Mengusung tema “Hijrah dan Muhasabah Bersama, Mewujudkan Kota Jambi Bahagia,” Festival Muharram tahun ini bertujuan sebagai momentum muhasabah atau introspeksi diri, baik secara individu maupun kolektif, terhadap perjalanan kehidupan dan pembangunan. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kota Jambi dengan seluruh anggota Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Kota Jambi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan akan tumbuh semangat hijrah menuju perbaikan diri, memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat, serta mendorong peran aktif BKMT dalam mendukung terwujudnya Kota Jambi yang lebih bahagia, religius, dan harmonis.

“Bulan Muharram merupakan bulan yang mulia dan penuh makna, khususnya tentang semangat hijrah yang membawa pesan perubahan dan perbaikan diri. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Jambi sangat mendukung berbagai kegiatan dalam rangka menyambut datangnya bulan penuh keutamaan ini. Saya pribadi merasa sangat bangga melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi. Alhamdulillah, rangkaian peringatan Muharram telah berlangsung semarak, termasuk malam 1 Muharram lalu yang disambut meriah dengan pawai obor di berbagai penjuru Kota Jambi,” ujarnya.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyampaikan bahwa jika semangat masyarakat dalam menggelorakan kegiatan keagamaan terus meningkat, maka Pemerintah Kota Jambi akan secara konsisten menambah dukungan, termasuk dari sisi penganggaran.

“Jika semangat ini terus tumbuh, tentu Pemkot Jambi akan siap memberikan dukungan yang lebih besar, termasuk dalam hal anggaran,” tambahnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pelibatan seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi muslimah, dalam kegiatan keagamaan yang diselenggarakan pemerintah daerah.

“Saya ingin semua organisasi muslimah diaktifkan dan dilibatkan dalam kegiatan keagamaan Pemkot Jambi. Saat ini tercatat sudah ada 20 organisasi yang berada dalam binaan Pemerintah Kota dan telah memiliki badan hukum,” ungkap Maulana.

Maulana juga tekankan pentingnya peran ibu-ibu pengajian melalui BKTM dalam membentuk ketahanan keluarga.

“Pembangunan keluarga harus dimulai dari rumah. Karena tantangan saat ini sangat berat, dari kenakalan remaja hingga pelecehan seksual. Maka pengajian ibu-ibu ini menjadi benteng moral yang sangat penting,” tekan Maulana.

Selain itu, Maulana juga turut menyoroti kenakalan remaja yang sangat linear dengan aspek keagamaan sebagai benteng bagi diri anak-anak.

“Saya sedih sebagai pemimpin kalau mendengar informasi kenakalan remaja ini, mulai dari kekerasan seksual, narkoba hibgga genk motor. Maka dari itu, penting bagi orang tua memperhatikan anak-anaknya dimulai dari rumah,” ucap Maulana.

Untuk itu, Wali Kota kembali menegaskan kepada seluruh jajarannya, terutama para camat sebagai pembina wilayah, untuk lebih peduli dan proaktif dalam mendukung pengembangan kegiatan keagamaan di tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Yang kurang peduli dengan kegiatan keagamaan agar minggir dulu, karena pembinaan kewilayahan itu tidak terlepas dari pembinaan keagamaan. Percuma bagus dibidang lain namun bidang keagamaannya kurang saya akan ganti,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan, selain aspek spiritual, saat ini Pemerintah Kota Jambi juga tengah menjalankan berbagai program unggulan Kota Jambi Bahagia, mulai dari fasilitasi Kampung Bahagia, perluasan jaminan kesehatan pekerja pentan dan petugas keagamaan hingga Kartu Bahagia dan Layanan Kegawatdaruratan Call Centre Bahagia 112.

“Langkah demi langkah kami lakukan dengan konsisten untuk menyelesaikan setiap permasalahan di kota Jambi. Mohon dukungan dari seluruh masyarakat, karena pasti setiap kebijakan akan ada problematikanya. Maka untuk itu, doakan Saya agar selalu istiqomah menjalankan amanah ini untuk memimpin kota Jambi yang membahagiakan,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, dalam laporan kegiatan, Kepala Bagian Kesra Kamal Firdaus menyampaikan, Festival Muharram Tahun 1447 Hijriah ini memperlombakan empat cabang lomba. Yaitu, lomba Asmaul Husna bagi Remaja Putra-Putri, lomba Qasidah Modern Putri, lomba Hadroh Putra-putri, dan lomba Kompangan bagi Putra.

“Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, dan puncaknya pada Muharram ini ada Tabligh Akbar yang akan diselenggarkan pada tanggal 18 Juli malam nanti yang menghadirkan ustadz kondang Ucay Batubara dari Sumatera Utara. Oleh karena itu, besar harapan kami agar masyarakat kota Jambi dapat menginformasikan acara ini dan menyemarakkan penyelenggaraan Tabligh Akbar ini,” singkatnya.

Turut hadir pada pembukaan Festival Muharram itu, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian dan Camat, serta jajaran di lingkungan Pemerintah Kota Jambi dan organisasi Wanita IsIam se-Kota Jambi.(*)




Seminar LOGIC 2025: Wali Kota Jambi Ajak Akademisi Kawal Kebijakan Berbasis Data

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., tampil sebagai narasumber utama dalam The 2nd International Seminar on Social, Government, and Politics (LOGIC), sebuah forum ilmiah internasional yang membahas isu-isu strategis di bidang sosial, pemerintahan, dan politik.

Seminar ini diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi, bekerja sama dengan Faculty of Public Administration, University of Ljubljana, Slovenia, pada Selasa pagi, 15 Juli 2025.

Mengusung tema “Social Statistics Methods and Data Governance in Social Sciences Perspective” atau “Metode Statistik Sosial dan Tata Kelola Data dalam Perspektif Ilmu Sosial”, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 15–16 Juli 2025, dan dipusatkan di UNIFAC Auditorium, Kampus Universitas Jambi Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi.

Acara seminar secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Jambi, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H.

Partisipasi Wali Kota Maulana dalam seminar ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia akademik dalam mendorong tata kelola data yang berbasis ilmu pengetahuan serta penguatan kebijakan sosial yang responsif terhadap dinamika masyarakat.

Selain Wali Kota Jambi, seminar internasional ini juga menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka dari dalam dan luar negeri, di antaranya : Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Bima Arya Sugiarto, M.A ; Assoc. Prof. Lan Umek, Ph.D., Vice Dean for Scientific Research, Faculty of Public Administration, dari University of Ljubljana, Slovenia; Dejan Ravelj, Ph.D., Faculty of Public Administration, juga dari University of Ljubljana, Slovenia; serta Rio Yusri Maulana, Ph.D., Dosen Department of Social and Political Sciences, Universitas Jambi.

Kegiatan seminar berlangsung secara interaktif dengan beragam rangkaian acara yang menarik, diikuti oleh civitas akademika, para dosen, serta ratusan mahasiswa dari berbagai program studi.

Kehadiran para peserta dari lintas disiplin ini menjadikan seminar sebagai momentum penting untuk memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman terhadap isu-isu sosial dan tata kelola data.

Lebih dari itu, seminar ini juga menjadi wadah strategis bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi bagian integral dari tanggung jawab akademik setiap program studi, jurusan, dan fakultas di lingkungan Universitas Jambi.

Dalam paparannya yang bertajuk “Tata Kelola Data dan Transformasi Digital di Kota Jambi,” Wali Kota Jambi dokter Maulana, memaparkan visi dan strategi Pemerintah Kota Jambi dalam mewujudkan Kota Bahagia melalui transformasi digital dan penguatan tata kelola berbasis data.

Maulana menegaskan bahwa Kota Jambi sebagai ibu kota Provinsi Jambi dengan jumlah penduduk sebanyak 635.101 jiwa, memiliki potensi besar dalam mendorong pembangunan daerah.

“Kekuatan besar kita terletak pada komposisi penduduk yang didominasi oleh Generasi Alpha, Generasi Z, dan Milenial, yang jumlahnya mencapai 52 persen dari total populasi. Kelompok usia produktif ini menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan indikator makro pembangunan Kota Jambi, di mana pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 4,98 persen, serta didukung oleh capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 81,77 persen pada tahun 2024.

Maulana juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam tata kelola pemerintahan, khususnya dalam menciptakan efisiensi, transparansi, serta meningkatkan kualitas layanan publik yang responsif dan berbasis data. Hal ini, menurutnya, sangat relevan dengan topik seminar, yakni metode statistik sosial dan tata kelola data.

Lebih lanjut, Ia turut memaparkan 11 program unggulan Kota Jambi Bahagia, terutama program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Salah satunya adalah Kartu Bahagia, sebuah inisiatif layanan sosial yang terintegrasi dengan program Kampung Bahagia, sebagai upaya konkret menghadirkan keadilan dan kesejahteraan sosial di tingkat komunitas.

“Ini adalah program inovatif yang belum pernah ada sebelumnya, yang dirancang untuk memberikan rasa aman serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi,” ungkap Wali Kota Maulana.

Wali Kota Jambi itu juga menekankan pentingnya peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung pemerintah, khususnya dalam melakukan analisis data sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat.

Ia menegaskan pentingnya keterlibatan para akademisi dalam mengevaluasi dampak dari kebijakan yang telah diterapkan oleh pemerintah daerah.

“Tentu dibutuhkan kajian mendalam dari kalangan akademik untuk melihat seberapa besar tingkat keberhasilan setiap kebijakan. Hal ini menjadi penting sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan, apabila terdapat masukan atau temuan dari hasil kajian tersebut,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara Pemerintah Kota Jambi dan Universitas Jambi dapat terus diperkuat, terutama dalam pengembangan kebijakan yang berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

“Semoga, melalui dukungan penuh dan kajian-kajian yang dilakukan oleh Universitas Jambi, kami dapat terus menghadirkan kebijakan publik yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” harapnya.

Menutup paparannya, Wali Kota Maulana menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota Jambi selalu terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik dari setiap kebijakan yang diambil. Namun demikian, ia menekankan bahwa kritik tersebut harus didasarkan pada data yang valid dan objektif, serta disampaikan dengan semangat membangun.

“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran, selama itu berbasis data yang akurat dan ditujukan demi kemajuan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Dr. Bima Arya Sugiarto, M.A, sebagai pembicara utama dalam seminar tersebut menegaskan, bahwa tantangan terbesar dalam pemerintahan saat ini adalah kemampuan mengambil keputusan secara presisi, namun tetap mengedepankan empati.

Menurutnya, presisi dalam pengambilan kebijakan harus didasarkan pada data yang valid, terstruktur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun di sisi lain, keputusan yang baik juga harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan kepekaan sosial.

“Keputusan publik tidak bisa lagi dibuat hanya berdasarkan intuisi. Ia harus didasarkan pada data yang presisi, namun juga ditafsirkan dengan empati dan rasa,” ujar Bima Arya melalui video tapping yang ditayangkan dalam seminar tersebut

Ia juga menyoroti proses pengumpulan data di berbagai daerah yang masih menjadi tantangan tersendiri. Data tersebar secara acak dan sulit dikonsolidasikan, sehingga memengaruhi kualitas kebijakan yang dihasilkan.

Untuk itu, Ia mendorong para pengambil kebijakan di daerah untuk menjalin kemitraan aktif dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dan komunitas akademik.

“Saya selalu mengajak pemerintah daerah untuk bermitra dengan kampus. Perguruan tinggi memiliki kapasitas keilmuan dan metodologi untuk memastikan kebijakan disusun berdasarkan data yang akurat,” jelasnya.

Tak hanya soal akurasi, Bima Arya juga menekankan pentingnya memahami data melalui berbagai pendekatan, termasuk perspektif sosial, budaya, dan antropologis.

“Angka bukan hanya angka. Data perlu ditafsirkan secara kontekstual, dengan mempertimbangkan dimensi sosial kemasyarakatan. Di sinilah peran empati menjadi sangat penting,” tambahnya.

Wakil Menteri Dalam Negeri juga menyampaikan bahwa saat ini Kemendagri, bersama KomDigi dan KemenPAN-RB, sedang mempercepat transformasi digital melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik (e-government), khususnya dalam pelayanan publik.

“Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal transparansi, efisiensi, dan partisipasi warga. Karena itu, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk insan akademik, untuk bersama-sama memperkuat proses ini,” tegasnya.

Mengakhiri pernyataannya, Bima Arya menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan ilmiah ini, dan berharap hasil-hasil diskusi dalam forum tersebut dapat memberi kontribusi konkret bagi peningkatan tata kelola pemerintahan di Indonesia.

Sebelumnya, saat membuka seminar tersebut, Rektor Universitas Jambi, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilainya sangat relevan dengan tantangan tata kelola pemerintahan saat ini.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kita dalam mendorong penguatan penelitian berbasis data statistik, yang menjadi elemen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik,” ungkapnya

Ia menekankan, bahwa kesiapan teknologi dalam pemerintahan dan pelayanan publik harus berjalan seiring dengan kesiapan sumber daya manusia.

Menurutnya, tanpa SDM yang unggul dan adaptif, secanggih apa pun teknologi akan sulit diimplementasikan secara optimal.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap sistem digital ke depan dapat terus berkembang, dengan didukung SDM yang tangguh dan handal dalam menopang sistem tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Helmi menilai seminar ini menjadi ruang yang tepat untuk memperbaiki cara pandang terhadap pentingnya data dalam perumusan kebijakan.

“Seminar ini penting sebagai sarana membangun perspektif baru tentang bagaimana data diperoleh dan dimanfaatkan untuk menentukan arah kebijakan yang tepat, terutama dalam mendukung kinerja birokrasi kedepan,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam laporan kegiatan, Ketua Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Rio Yusri Maulana, Ph.D, mengatakan kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Faculty of Public Administration, University of Ljubljana, Slovenia, telah dirintis sejak 3 tahun lalu.

Ia juga menegaskan pentingnya mendorong tata kelola pemerintahan yang berbasis data dan riset.

Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah menghadirkan peran nyata dunia akademik dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui penguatan kolaborasi riset dan pengembangan kebijakan bersama Pemerintah Kota Jambi.

“Langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Wali Kota Jambi dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia. Kami berharap dapat membangun sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi, khususnya Universitas Jambi, agar konsep kampus berdampak bisa direalisasikan melalui pilot project kolaboratif bersama Pemerintah Kota Jambi,” ujarnya singkat.

Dalam rangkaian seminar tersebut, turut dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) antara Fakultas Hukum Universitas Jambi dengan Pemerintah Kota Jambi.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Bappeda Kota Jambi Suhendri dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jambi Abu Bakar, mewakili Pemerintah Kota Jambi.

Prosesi penandatanganan itu disaksikan langsung oleh Wali Kota Jambi dokter Maulana, bersama Rektor Universitas Jambi Prof. Helmi, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam bidang riset, kajian hukum, serta penguatan tata kelola pemerintahan.(*)




Dibedah Cendekiawan, Maulana Sambut Terbuka Evaluasi dan Masukan Konstruktif Bangun Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Jambi menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Membedah Program 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi Menuju Kota Jambi Bahagia.”

Forum ini menjadi ruang strategis bagi kalangan akademik dan publik untuk mengkaji secara kritis capaian awal pemerintahan hasil Pilkada 2024.

Tema tersebut diangkat sebagai bentuk perhatian sekaligus kontribusi pemikiran dari para cendekiawan terhadap arah pembangunan Kota Jambi.

Seratus hari pertama masa kepemimpinan dinilai sebagai periode krusial dalam menunjukkan orientasi kebijakan, prioritas program, serta komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam menjawab harapan masyarakat.

Acara yang berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, pada Selasa (15/7/2025), turut menghadirkan langsung Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., serta para pakar lintas bidang yang menjadi narasumber, antara lain:

Prof. Syamsurizal Tan, Prof. Dr. H. Mukhtar Latif, M.A., Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., Prof. Dr. Ir. Aswandi, M.Si, Kaspul Anwar, M.Pd., Ph.D., Ir. Martayadi Tajuddin, M.M., H. Hasan Basri Husin, S.H., M.A.P., dan Arfan Aziz, M.Sos. Sc., Ph.D.

Berbagai masukan, pandangan kritis, dan saran konstruktif disampaikan oleh para akademisi dan praktisi tersebut, yang disambut positif oleh Wali Kota Maulana.

Ia mengapresiasi diskusi terbuka ini sebagai bentuk kolaborasi intelektual untuk memperkuat arah pembangunan dan penyempurnaan kebijakan di Kota Jambi.

“Masukan dari para pakar ini sangat berharga bagi kami. Pemerintah Kota Jambi selalu terbuka terhadap gagasan yang konstruktif dan berbasis data, demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wali Kota Maulana.

“Sebagai anggota aktif ICMI, jangan dibiarkan Saya sendiri dalam setiap mengambil kebijakan, berikan masukan dan saran disetiap waktu karena kota Jambi ini adalah milik kita bersama,” lanjutnya.

Wali Kota Maulana menyambut positif inisiatif ICMI yang menghadirkan para pakar dalam forum tersebut. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan semangat kolaborasi yang tidak hanya diwujudkan melalui tindakan nyata, tetapi juga melalui kontribusi pemikiran dan gagasan-gagasan konstruktif bagi pembangunan Kota Jambi

“Dengan pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki, tentu dapat menjadi masukan berharga bagi kami, khususnya dalam bidang kesejahteraan, infrastruktur, pendidikan, dan sosial. Sebab, membangun daerah bukanlah perkara mudah, tidak semudah membalikkan telapak tangan,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Maulana, memaparkan capaian program 100 hari kerja “Kota Jambi Bahagia” yang telah berjalan secara progresif.

Paparan tersebut mendapat apresiasi dari para peserta yang hadir, khususnya atas percepatan realisasi berbagai program prioritas.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyampaikan kabar gembira bagi masyarakat Kota Jambi.

Ia mengungkap bahwa anggaran sebesar Rp75 miliar untuk penanganan banjir di Kota Jambi, yang berasal dari hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat, akan segera terealisasi.

“Alhamdulillah, dua hari lalu Saya dihubungi oleh Kementerian PUPR. Dana sebesar Rp45 miliar yang kita perjuangkan saat kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Jambi telah disetujui. Sementara Rp25 miliar dari Pemerintah Provinsi saat ini menunggu pengesahan melalui anggaran perubahan. Kita hanya perlu mengalokasikan Rp5 miliar dari APBD Kota untuk penanganan sistem Asam. Jika sistem pengendalian banjir di Sungai Asam ini berjalan optimal, maka akan mampu mengurangi genangan banjir hingga 60 persen di wilayah Kota Jambi,” jelasnya.

Dirinya juga menyebut akan terus mendorong penambahan transpotasi umum ramah lingkungan.

“Kita akan tambah hingga 10 unit namun secara bertahap melalui MoU yang akan dilakukan, mulai September sesuai dengan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan,” tutupnya.

Sebelumnya, dalam laporan kegiatan, Ketua Panitia Hafizen menyampaikan bahwa dasar pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membedah Program 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi Menuju Kota Jambi Bahagia” adalah agar ICMI tidak terjebak dalam peran sebagai intelektual yang hanya bergelut dengan aksara dan teori.

“ICMI harus menjadi intelektual organik, bukan hanya sibuk dengan jurnal ilmiah, tetapi juga mampu membaca fenomena sosial di tengah masyarakat, serta menjadi jembatan aspirasi rakyat,” ujarnya.

Senada dengan Ketua Panitia, Ketua ICMI Orda Kota Jambi, Beri Hermawati, dalam sambutannya menekankan pentingnya forum ini sebagai ruang strategis untuk mengkaji secara langsung capaian kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi dalam 100 hari pertama masa jabatan.

Selain itu, forum ini juga menjadi wadah yang mempertemukan pemangku kebijakan dengan para pakar untuk memberikan masukan konstruktif.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Kota Jambi. Alhamdulillah, inisiatif ini mendapat sambutan positif dari seluruh undangan yang hadir,” singkatnya.

Turut hadir dalam FGD tersebut, Anggota DPRD Kota Jambi Zayadi, Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah Maulana, para Staf Ahli Wali Kota dan Asisten Setda, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian, Camat dan Lurah dilingkup Pemkot Jambi, Forum Ketua RT se-Kota Jambi, serta Akademisi, Mahasiswa, Organisasi Kemasyarakatan di kota Jambi dan tamu undangan lainnya.(*)




Razia Khusus di Simpang Traffic Light Jelutung, Satlantas Tindak 20 Pelanggar Hari Ini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Jambi kembali menggelar razia kendaraan bermotor di wilayah hukum Kota Jambi.

Razia yang dilaksanakan pada Selasa pagi (16/07/2025) ini dipusatkan di Simpang Traffic Light Jelutung, salah satu titik rawan pelanggaran lalu lintas.

Dalam kegiatan razia tersebut, petugas menindak sebanyak 20 pelanggar dengan sanksi tilang langsung di tempat.

Para pelanggar terdiri dari pengendara yang tidak memakai helm, tidak membawa surat-surat kendaraan, hingga pengendara di bawah umur.

Kasat Lantas Polresta Jambi, AKP Hadi Siswanto, menyampaikan bahwa razia ini merupakan bagian dari upaya menertibkan lalu lintas dan menekan angka pelanggaran di Kota Jambi.

Sejak razia digelar beberapa hari lalu, total sudah tercatat 92 pelanggaran yang berhasil ditindak.

“Kami berharap masyarakat, khususnya pengendara, dapat lebih tertib dalam berlalu lintas. Ini demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ujar AKP Hadi saat ditemui di lokasi razia.

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Jambi, Kompol Army, menambahkan bahwa operasi ini digelar secara rutin dan menyasar titik-titik yang kerap menjadi lokasi pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas.

“Razia ini bertujuan untuk menekan jumlah pelanggaran dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Jambi,” tegas Kompol Army.

Pihak Polresta Jambi mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, membawa kelengkapan berkendara, dan tidak melakukan pelanggaran yang membahayakan diri maupun orang lain.(*)




Peringati Tahun Baru Islam, Wali Kota Jambi Buka Festival Muharam 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Wali Kota Jambi, Dr. H. Maulana, membuka secara resmi Festival Muharam Tingkat Kota Jambi Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Kantor Wali Kota Jambi pada Rabu pagi (16/07/2025).

Kegiatan tahunan ini menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah dan dirancang untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan serta mempererat silaturahmi antarwarga.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa Festival Muharam 2025 merupakan momen penting untuk meningkatkan kesadaran spiritual masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai sejarah Islam serta pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

“Festival ini bukan hanya ajang seremonial, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan penguatan karakter Islami. Kami ingin menjadikan Kota Jambi sebagai kota yang religius, harmonis, dan berbudaya,” ujar Wali Kota Maulana.

Festival Muharam Kota Jambi 2025 diisi dengan berbagai kegiatan menarik, seperti pawai taaruf, lomba azan, tilawah Al-Qur’an, hingga ceramah agama dari tokoh-tokoh ulama terkemuka.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh kecamatan se-Kota Jambi, pelajar, serta organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.

Acara pembukaan festival turut dihadiri oleh Forkopimda Kota Jambi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

Pemkot Jambi berharap kegiatan ini menjadi titik tolak menuju masyarakat yang lebih beriman, bertakwa, dan berkarakter positif dalam menghadapi tantangan zaman.(*)




Ditpolairud Jambi Bahas Evaluasi dan Strategi Pelayanan di Wilayah Perairan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi menggelar kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Triwulan II Tahun 2025, bertempat di Aula Mako Ditpolairud Polda Jambi, Selasa (15/7).

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian operasional selama tiga bulan terakhir serta menyusun rencana strategis untuk triwulan berikutnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Polairud Polda Jambi, Kombes Pol Agus Tri Waluyo, didampingi oleh Wadirpolairud AKBP Abilio Dos Santos dan Kabagbinopsnal AKBP Lukman.

Peserta kegiatan terdiri dari personel Ditpolairud Polda Jambi, para Kasubdit, Kasatpolairud dari Polres Tanjab Timur dan Tanjab Barat, serta personel Kapal Patroli BKO Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri.

Evaluasi Operasional dan Rencana Penguatan PelayananDalam sambutannya, Kombes Pol Agus Tri Waluyo menekankan pentingnya kepekaan personel terhadap dinamika situasi di lapangan.

Ia juga menginstruksikan agar setiap anggota meningkatkan pengawasan wilayah perairan serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat pesisir.

“Kita harus lebih peka terhadap kondisi lapangan dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat wilayah perairan,” tegas Dirpolairud.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing fungsi terkait hasil kegiatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di wilayah perairan, baik di bidang operasional, organisasi, maupun pembinaan personel.

Kegiatan Anev ini merupakan agenda rutin Ditpolairud Polda Jambi sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja dan perencanaan berbasis data dalam mendukung tugas-tugas kepolisian di wilayah perairan.(*)




Polairud Polda Jambi Tambah Armada Operasional, 8 Motor Dinas Diserahkan ke Personel

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka meningkatkan mobilitas dan efektivitas tugas di lapangan, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi menyerahkan delapan unit motor dinas kepada personel.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dirpolairud Polda Jambi Kombes Pol Agus Tri Waluyo dan berlangsung di halaman Kantor Polairud Polda Jambi.

Penyerahan motor dinas ini merupakan bagian dari strategi Ditpolairud Polda Jambi untuk memperkuat kapasitas operasional anggotanya, khususnya dalam menjangkau wilayah pesisir dan area terpencil.

“Motor dinas ini harus digunakan sebagaimana mestinya, yakni untuk menunjang kegiatan operasional serta pelayanan kepada masyarakat di wilayah pesisir,” ujar Kombes Pol Agus Tri Waluyo dalam sambutannya.

Delapan unit kendaraan roda dua tersebut dilengkapi dengan spesifikasi yang cocok untuk berbagai kondisi medan, termasuk daerah sulit dijangkau.

Dengan desain tangguh dan teknologi modern, motor ini diharapkan dapat mempercepat respons personel dalam menjalankan tugas di lapangan.

Dirpolairud juga mengingatkan agar setiap pengguna bertanggung jawab dalam pemeliharaan motor dinas, guna memastikan kendaraan selalu dalam kondisi prima dan siap pakai.

Para personel yang menerima motor dinas menyampaikan antusiasme dan komitmen mereka untuk memaksimalkan penggunaan kendaraan tersebut dalam mendukung tugas-tugas kepolisian perairan dan udara, terutama di wilayah perairan Jambi.

Acara penyerahan ini turut dihadiri oleh Wakil Dirpolairud Polda Jambi, pejabat Ditpolairud lainnya, serta jajaran personel yang ditugaskan menggunakan kendaraan tersebut.(*)




Hari Kedua Ops Patuh, Satlantas Polresta Jambi Amankan 7 Motor

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka pelaksanaan Operasi Patuh Siginjai 2025, Satuan Lalu Lintas Polresta Jambi menggelar razia kendaraan bermotor di Jalan Kolonel Pol M. Taher, tepatnya di depan Swalayan Meranti, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, pada Selasa (15/7).

Razia tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polresta Jambi, AKP Hadi Siswanto, S.I.K., M.H., dan melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan fungsi, termasuk Sat Lantas, Sat Intelkam, dan Si Propam.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain AKP Budi Suwarto, S.H., Kasi Propam Polresta Jambi; Ipda O. Marpaung, Kanit Provos; Ipda Marcos, Kanit Regident; dan Ipda Atriansyah, KBO Sat Lantas.

AKP Hadi Siswanto menyampaikan bahwa dalam razia tersebut petugas menindak sebanyak 18 pelanggaran lalu lintas, dengan rincian:

  • STNK: 8 lembar

  • SIM: 3 lembar

  • Kendaraan roda dua (R2) yang diamankan: 7 unit

Adapun sasaran utama Operasi Patuh 2025 meliputi sejumlah pelanggaran seperti penggunaan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak mengenakan sabuk pengaman, melawan arus, berkendara di bawah pengaruh alkohol, serta tidak menggunakan helm bagi pengendara sepeda motor.

Melalui kegiatan ini, Polresta Jambi mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas dan melengkapi dokumen kendaraan sebelum bepergian. Selama razia berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.(*)




Regenerasi Kepemimpinan GOW, Marsha Lystia Siap Lanjutkan Peran Strategis Organisasi Perempuan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Marsha Lystia, S.E., B. Com., resmi pimpin Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Jambi. Ia terpilih secara aklamasi setelah forum Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) GOW Kota Jambi Tahun 2025 yang berlangsung Senin (14/7/2025) di Aula PKK Kota Jambi memilihnya secara aklamasi untuk memimpin GOW Kota Jambi masa bhakti 2025-2030.

Sebelumnya, Isteri Wakil Wali Kota Jambi itu menyampaikan visi dan misinya dihadapan forum Musdalub. Ia menyampaikan visi : “Menjadikan GOW Kota Jambi sebagai wadah strategis bagi seluruh organisasi perempuan untuk bersinergi, berinovasi, dan berkontribusi dalam mendukung terwujudnya Kota Jambi Bahagia melalui pemberdayaan perempuan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing.”

Sementara, untuk menyukseskan visinya, alumni University of Queensland, Australia itu, telah menetapkan 5 misi strategisnya yakni sebagai berikut :
1. Memperkuat sinergi antar organisasi perempuan di Kota Jambi agar tercipta program yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat;
2. Meningkatkan kapasitas perempuan di bidangkepemimpinan, kewirausahaan inovatif, literasi digital, serta penguatan ekonomi rumah tangga;
3. Mengembangkan program-program inklusif yang menyentuh perempuan lintas usia dan latar belakang, dimulai dari generasi muda hingga lansia;
4. Menjadikan GOW sebagai mitra strategis antaraorganisasi perempuan, pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan dan komunitas, untuk memperluas jangkauan, serta pengaruh GOW secara sunstantif.
5. Mengintegrasikan pendekatan transformatif, kreatif dan adaptif dalam perencanaan program kerja GOW yang responsif terhadap isu-isu perlindungan perempuan dan anak di era digital.

Sebelumnya, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., saat membuka kegiatan itu secara resmi menegaskan, pentingnya peran strategis organisasi-organisasi kewanitaan di Kota Jambi. Saat ini, tercatat sebanyak 43 organisasi wanita yang tergabung dan aktif berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan.

“Saat ini Ibu Nadiyah melepaskan jabatan sebagai Ketua GOW karena beliau kini telah mengemban amanah sebagai Ketua TP-PKK Kota Jambi, maka kemudian Musdalub ini menjadi penting untuk dilaksanakan guna memilih Ketua GOW yang baru, yang hari ini prosesnya kita laksanakan bersama,” ujar Maulana.

Lebih dari sekedar ajang pergantian kepemimpinan, Wali Kota Maulana berharap Musdalub ini dapat menjadi ruang evaluasi dan refleksi bersama bagi seluruh organisasi yang tergabung dalam GOW. Ia mendorong agar forum ini dimanfaatkan untuk menyusun program kerja yang lebih terarah dan adaptif ke depan, termasuk melakukan perbaikan atas berbagai kendala yang ditemui pada periode sebelumnya.

Dirinya optimistis, kepengurusan GOW Kota Jambi yang baru dapat menyatukan langkah, visi, dan semangat kolaboratif demi kemajuan bersama.

“Kita berharap GOW dapat terus bekerja lebih baik ke depan. Dengan kekuatan besar yang dimiliki dari berbagai organisasi perempuan di Kota Jambi, saya yakin para wanita dari beragam profesi yang berhimpun dalam GOW dapat menjadi bagian penting, bahkan tak terpisahkan dari pembangunan di segala bidang. Baik sebagai subjek maupun objek pembangunan, kontribusi perempuan sangat strategis dalam mewujudkan masyarakat Kota Jambi yang sejahtera dan bahagia,” tambahnya.

“Sebagai mitra strategis pemerintah, peran GOW tentunya sangat dibutuhkan terutama tentang peran wanita untuk mewujudkan kesejahteraan dan kesetaraan gender dalam segala aspek kehidupan dan Pembangunan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua GOW demisioner yang saat ini menjabat sebagai Ketua TP PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG, menyampaikan harapannya agar ke depan terjadi regenerasi kepengurusan yang lebih inklusif dengan melibatkan generasi muda, khususnya komunitas Gen Z, untuk ikut berperan aktif dalam organisasi. Menurutnya, pelibatan generasi muda sangat penting agar GOW Kota Jambi terus berkembang menjadi organisasi yang lebih modern dan responsif terhadap dinamika zaman.

“Saat ini, kekerasan terhadap perempuan masih terjadi di tengah masyarakat kita. Pernikahan di bawah umur juga masih sangat tinggi, dan ironisnya, banyak kasus kekerasan seksual yang dilakukan bukan oleh orang asing, melainkan oleh anggota keluarga sendiri. Maka dari itu, sebagai organisasi kewanitaan, GOW Kota Jambi harus dapat mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak,” ungkap Nadiyah.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua GOW Kota Jambi terpilih periode 2025-2030, seraya berharap kepengurusan yang baru mampu melanjutkan program-program positif yang telah berjalan, serta terus bersinergi mendukung program pemerintah daerah.

“Selamat bertugas kepada Ketua GOW yang baru. Semoga dapat meneruskan program dan kegiatan yang telah ada, serta membawa GOW menjadi organisasi perempuan yang lebih adaptif, modern, dan berdampak,” tutupnya.

Musdalub GOW Kota Jambi ditutup dengan penandatangan berita acara serah terima jiabatan dan foto bersama, serta diakhiri dengan penyampaian ucapan selamat kepada Ketua terpilih dan ucapan terimakasih atas pengabdian yang telah dilakukan oleh Ketua GOW sebelumnya Nadiyah Maulana.

Turut hadir dalam giat itu, Kepala DPMPPA Kota Jambi Noverintiwi Dewanti, Kepala Badan Kesbangpol Kota Jambi Raden Jufri, serta undangan lainnya.(*)