ODGJ Ditemukan Luka di Solok Sipin Jambi, Polisi: Bukan Ditusuk, Tapi Terjatuh

JAMBI,SEPUCUKJAMBI.ID – Warga Jalan Mpu Sendok RT 14, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, sempat dibuat heboh dengan temuan seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang mengalami luka di bagian perut, Kamis (24/7/2025).

Awalnya, beredar dugaan bahwa ODGJ tersebut menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal (OTK).

ODGJ yang belakangan diketahui bernama Aladin, berusia sekitar 50 tahun dan merupakan warga setempat, ditemukan dalam kondisi terluka di Lorong Pepaya, tepatnya di Lorong Saung Kito RT 14, Kelurahan Solok Sipin.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan pendalaman oleh kepolisian, dugaan penusukan tersebut tidak terbukti.

Kapolsek Telanaipura, AKP Reza Fahlevi, menyampaikan hasil klarifikasi dari pihak kepolisian usai menindaklanjuti laporan warga.

“Setelah anggota kami turun ke lapangan dan mewawancarai pihak kelurahan, ketua RT, serta pihak keluarga, diperoleh keterangan bahwa luka pada ODGJ tersebut bukan akibat penusukan, melainkan karena terjatuh di jalan,” terang AKP Reza, Kamis (24/7).

ODGJ atas nama Aladin juga telah mendapatkan perawatan medis dari tim Dinas Sosial Kota Jambi.

Kondisinya kini sudah tertangani dan dalam pemantauan.

Sebelumnya, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Jambi, Fikri, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak begitu mendapat laporan dari masyarakat.

“Tim kami langsung menangani setelah menerima laporan, termasuk koordinasi dengan pihak kepolisian dan unsur kelurahan. ODGJ sudah diberi pengobatan,” ujarnya.

AKP Reza juga mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menyimpulkan atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi secara resmi, guna menghindari kesalahpahaman dan kepanikan.

“Kami minta masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi. Jika ada hal yang mencurigakan, silakan laporkan langsung ke pihak berwenang,” tegasnya(*)




Geger Temuan ODGJ Luka-Luka di Lorong Saung Kito, Warga Laporkan ke Dinsos

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Warga Jalan Mpu Sendok RT 14, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, digegerkan dengan temuan seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dalam kondisi luka-luka, diduga ditusuk oleh orang tak dikenal (OTK), Kamis (24/7/2025).

ODGJ tersebut ditemukan tepat di Lorong Saung Kito, dengan kondisi tubuh yang memprihatinkan.

Dugaan sementara, ODGJ tersebut ditusuk oleh pihak tertentu yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Menanggapi laporan tersebut, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Jambi, Fikri, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi dan sedang menindaklanjuti laporan warga.

“Kami sudah menerima informasi soal adanya ODGJ yang ditusuk oleh orang tak dikenal. Saat ini tim kami sedang melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk aparat kepolisian,” jelas Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (24/7).

Sementara itu, Kapolsek Telanaipura, AKP Reza Falevi, mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut, namun akan segera mengecek ke lapangan.

“Kami belum menerima informasi secara langsung, namun akan segera kami tindak lanjuti dan lakukan pengecekan ke lokasi,” ujar AKP Reza.

Warga sekitar berharap pihak berwenang segera mengusut dugaan penelantaran ini dan memberikan penanganan medis serta psikologis terhadap ODGJ tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui identitas ODGJ. Kasus ini masih dalam penyelidikan dan penanganan Dinsos serta kepolisian.(*)




Ketua DPRD Kota Jambi Apresiasi Inovasi Modul Literasi dan Numerasi SDN 47

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam era digital dan informasi yang berkembang pesat, kemampuan literasi dan numerasi menjadi kunci utama untuk membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Menjawab tantangan tersebut, SDN 47 Kota Jambi resmi meluncurkan Modul Literasi dan Numerasi Sekolah sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil akademik peserta didik.

Peluncuran modul ini merupakan bagian dari Gerakan Literasi dan Numerasi Sekolah (GLNS) yang dirancang khusus untuk membantu siswa memahami soal-soal Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) serta memperkuat kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung secara menyenangkan dan efektif.

Modul ini dibagi menjadi dua fokus utama, yakni literasi dan numerasi, yang disusun berdasarkan kebutuhan riil siswa di lapangan.

Modul ini tidak hanya berorientasi pada hasil ujian, tetapi juga bertujuan membentuk pola pikir analitis dan kemampuan problem solving sejak dini.

Dengan pendekatan yang menarik dan kontekstual, diharapkan siswa dapat belajar dengan lebih antusias dan termotivasi.

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, mengapresiasi langkah inovatif yang dilakukan SDN 47 Kota Jambi.

“Kami sangat mendukung gerakan literasi dan numerasi yang diluncurkan oleh SDN 47 Kota Jambi. Program seperti ini merupakan pondasi penting dalam membangun generasi Jambi yang unggul dan berdaya saing di masa depan. Semoga semangat ini terus dijaga dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kota Jambi,” Kata dia.

Sementara itu, Kepala SDN 47 Kota Jambi, Arpanidar mengungkapkan harapannya terhadap keberlanjutan program ini:

“Semoga gerakan literasi dan numerasi yang kita mulai hari ini memberikan manfaat yang nyata bagi pendidikan dan kehidupan kita semua. Cahaya ilmu yang kita nyalakan hari ini akan terus bersinar, menerangi jalan menuju masa depan yang lebih cerah.”

Dengan peluncuran ini, SDN 47 Kota Jambi menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang aktif mendorong inovasi pendidikan demi mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.(*)




Modul Praktik Berbasis Proyek Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, Wali Kota Maulana: Isinya Menarik dan Mudah Dipahami

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tunjukkan komitmen dalam mendukung tumbuh kembangnya Dunia Pendidikan dari tingkat dasar, Wali Kota Jambi, Dr.dr.H. Maulana, M.K.M, hadiri Peluncuran atau Kick Off Modul Praktik Berbasis Proyek Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, bertempat di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, pada Selasa siang (22/7/2025).

Modul Praktik Berbasis Proyek Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah ini hadir dari kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melalui Tenaga Pendidik di Tingkat Dasar Dinas Pendidikan bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Jambi yang diharapkan penyusunannya mampu berkontribusi untuk Pendidikan di Kota Jambi khususnya, karena telah diselaraskan dengan Permendikdasmen.

Di mana mampu menunjang pembelajaran yang berdampak terhadap keaktifan dan kreatifitas peserta didik.

Dengan kolaborasi yang kuat antara Bank Indonesia bersama Dinas Pendidikan dan disupport langsung oleh Kepala Daerah, hadirnya Modul Praktik Berbasis Proyek Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Kegiatan ini sangat selaras dengan visi Kota Jambi Bahagia untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang menyenangkan, inklusif, dan berkualitas, agar setiap peserta didik dapat berkembang optimal, berprestasi, dan Bahagia, serta mempunyai karakter.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini, karena sebagai inisiatif yang inovatif, serta penting untuk membangun kesadaran anak-anak terhadap Rupiah sebagai simbol Nasional.

“Ini adalah suatu kebanggaan, dengan kolaborasi yang baik menghasilkan modul proyek dengan tiga konsep utama, yaitu Cinta, Bangga dan Paham yang nantinya akan didistribusikan diseluruh Sekolah untuk menjadi modul pendidikan bagi anak-anak di Sekolah agar paham rupiah,” ujarnya.

Dirinya tekankan, pemahaman dan kecintaan terhadap rupiah bagi anak-anak sejak dini juga dapat menjadikannya pribadi yang lebih sukses dimasa depan.

“Kami atas nama Pemerintah sangat menyambut baik, karena pemahaman terhadap rupiah sangat penting bagi anak-anak sejak dini yang akan membentuk anak-anak kita memiliki kecintaan, kebanggaan, dan pemahaman terhadap rupiah,” tekannya.

Maulana juga meyakini, Modul Praktik Berbasis Proyek Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah dapat disenangi oleh anak-anak didik disekolah, karena isinya yang menarik dan mudah dipahami.

“Sekilas bukunya telah saya baca, saya yakin anak-anak pasti suka karena ilmu tentang duit ini penting,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, menghargai dan memperkenalkan rupiah merupakan hal penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui penguatan simbol negara yang terkandung didalamnya.

“Rupiah adalah simbol kedaulatan Negara. Maka dengan kesadaran terhadap nilai dan simbol kedaulatan didalamnya, anak-anak kita memahami dan dapat menggunakannya secara bijak,” katanya.

Menutup sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bank Indonesia Provinsi Jambi, di mana telah aktif dalam mendukung Kota Jambi, tidak hanya dalam hal ekonomi, tetapi juga yang saat ini dilakukan bagi Dunia Pendidikan.

“Dan masih banyak lagi bantuan-bantuan, seperti dari CSR, serta memajukan dunia usaha bagi UMKM. Oleh karena itu, saya ucapkan banyak terimakasih, semoga kolaborasi yang baik ini bisa diteruskan untuk Kota Jambi Bahagia,” tutupnya.(*)




Wali Kota Jambi Tinjau Normalisasi Sungai Aliran Sungai Asam: Siapkan Danau Resapan Untuk Atasi Banjir

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID  – Untuk mendorong percepatan pembangunan fasilitas umum yang menjadi kebutuhan vital masyarakat, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah proyek infrastruktur fisik di wilayah Kota Jambi, pada Selasa pagi (22/7/202tuhan vital masyarakat, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah proyek infrastruktur fisik di wilayah Kota Jambi, pada Selasa pagi (22/7/2025). Salah satu lokasi yang menjadi perhatian utama dalam kunjungan tersebut adalah proyek pembangunan drainase dan revitalisasi Sungai Asam, yang tengah dikerjakan di beberapa titik strategis.

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kualitas pekerjaan berjalan sesuai rencana serta tepat sasaran dalam menjawab persoalan lingkungan dan banjir perkotaan.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Wali Kota Maulana turut didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Kota Jambi, Momon Sukmana, beserta jajaran teknis dinas terkait, serta Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BWS Sumatera VI, Hariyo Priyambodo.

Kolaborasi antara pemerintah kota dan kementerian/lembaga teknis ini menjadi bagian penting dalam sinkronisasi program penanganan infrastruktur sumber daya air secara berkelanjutan di Kota Jambi.

Adapun sejumlah titik yang menjadi lokasi peninjauan Wali Kota Jambi antara lain berada di Perumahan Safira, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Paal Merah, yang saat ini tengah berlangsung pengerjaan rehabilitasi tanggul sungai untuk mencegah potensi luapan air saat musim hujan.

Selain itu, Wali Kota juga meninjau proyek normalisasi sungai di kawasan Kenali Asam Atas dan Kenali Asam Bawah (Perumahan Kedaton), Kecamatan Kotabaru, serta Sungai Kenali Besar, yang terletak di Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo.

Proyek-proyek ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat sistem pengendalian banjir dan menjaga daya dukung lingkungan kawasan permukiman.

Tak hanya fokus pada infrastruktur pengendalian banjir, dalam kesempatan tersebut Wali Kota Maulana juga meninjau langsung proses revitalisasi kawasan Taman Remaja yang berada di Kecamatan Jelutung.

Kawasan tersebut saat ini tengah disiapkan oleh Pemerintah Kota Jambi untuk dikembangkan menjadi alun-alun kota sebagai ruang publik multifungsi.

Kehadiran alun-alun ini nantinya diharapkan menjadi wadah ekspresi dan kreativitas anak-anak muda, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif.

Dalam keterangannya usai melakukan peninjauan, Wali Kota Maulana, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jambi memiliki rencana jangka menengah untuk menata kawasan hasil normalisasi sungai menjadi kawasan wisata air yang estetis dan bernilai ekonomi.

“Nantinya kawasan ini akan kita kembangkan bersama pihak Balai menjadi kawasan wisata air terpadu. Di dalamnya akan dilengkapi dengan fasilitas air mancur yang menyala indah pada malam hari. Ini merupakan bentuk kolaborasi lintas instansi. Kami berharap bisa tetap konsisten dan fokus pada setiap tahapan pengerjaannya,” ujar Wali Kota Maulana.

Ia juga menekankan, bahwa program normalisasi sungai yang dijalankan bukan semata-mata untuk penanganan banjir, tetapi juga memperhitungkan dampak lanjutan yang positif bagi masyarakat dan tata kota.

“Penataan ini akan berdampak pada lahirnya kawasan wisata baru yang terletak tidak jauh dari Kantor Wali Kota, dan akan dilengkapi dengan fasilitas publik seperti jogging track dan ruang terbuka hijau yang nyaman bagi warga,” tambahnya.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengungkapkan bahwa upaya penanganan banjir di Kota Jambi saat ini menunjukkan kemajuan signifikan berkat kolaborasi yang solid antara pemerintah, pemangku kepentingan, dunia usaha, dan masyarakat.

Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi berbagai program infrastruktur pengendalian banjir.

“Alhamdulillah, di sejumlah lokasi masyarakat dengan ikhlas menghibahkan lahannya untuk kepentingan publik. Seperti di belakang Kantor BPK, masyarakat menyerahkan lahan seluas 132 meter, dan di kawasan dekat Perumahan Safira, berhasil dibebaskan lahan seluas 30 tumbuk,” ungkap Maulana.

Terkait dengan penanganan banjir di kawasan Perumahan Safira, Maulana menjelaskan bahwa pemerintah akan merehabilitasi tanggul sungai di wilayah tersebut sepanjang 62 meter dengan lebar 4,5 meter.

Langkah ini menjadi solusi konkret untuk mengatasi genangan air yang kerap terjadi di kawasan itu.

“Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh warga Perumahan Safira, tetapi juga oleh masyarakat di wilayah sekitarnya yang selama ini menjadi langganan banjir. Selain itu, kami juga akan segera membangun danau resapan untuk menampung limpasan air dan mencegah banjir di dua lokasi padat penduduk yang bermuara di Sungai Payo Selincah,” terangnya.

Namun demikian, Maulana menyoroti masih adanya sejumlah kendala di lapangan, terutama titik-titik bottleneck yang menghambat kelancaran aliran air.

“Solusi jangka panjangnya adalah membangun danau resapan. Salah satunya akan kita bangun di atas lahan seluas 30 tumbuk yang berada di dekat Perumahan Safira. Kami pun sudah berdiskusi langsung dengan Ketua RT setempat untuk mematangkan rencana ini,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Sebagai informasi, penanganan banjir merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan rasa aman, meningkatkan kualitas hidup, serta mewujudkan Kota Jambi Bahagia yang sejahtera dengan pembangunan yang merata.(*)




Ratusan Siswa PAUD dan SD Ikuti Lomba Mewarnai, LAM Gelar Kegiatan Spesial Peringati Hari Anak 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ratusan siswa dari berbagai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD) di Kota Jambi antusias mengikuti lomba mewarnai yang digelar oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi, Rabu (23/7).

Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional 2025 yang dirayakan dengan penuh semangat dan nuansa budaya lokal.

Acara lomba mewarnai tersebut berlangsung di Gedung LAM Kota Jambi, dan dihadiri langsung oleh Ketua LAM Kota Jambi, Aswan Hidayat, serta Wali Kota Jambi, Maulana.

Ketua LAM Kota Jambi, Aswan Hidayat, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian LAM terhadap generasi muda, sekaligus sebagai sarana menanamkan nilai-nilai budaya sejak dini.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai adat dan budaya Melayu kepada anak-anak sejak usia dini,” kata dia.

“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk melestarikan budaya sekaligus memberikan ruang kreativitas kepada anak-anak,” ujar Aswan.

Sementara Wali Kota Jambi, Maulana, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif LAM dalam menyelenggarakan lomba yang edukatif dan inspiratif ini.

“Kami sangat mengapresiasi LAM Kota Jambi yang telah mengadakan kegiatan positif dalam rangka Hari Anak Nasional. Anak-anak adalah aset masa depan bangsa,” jelasnya.

“Memberikan ruang bagi mereka untuk berekspresi adalah bagian dari membentuk karakter dan kreativitas,” kata Maulana dalam sambutannya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai momen kebersamaan dan edukasi bagi anak-anak, orang tua, serta para guru.

Berbagai hasil karya mewarnai yang dihasilkan peserta juga dipamerkan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas anak-anak.

Dengan diadakannya lomba mewarnai ini, diharapkan anak-anak Kota Jambi semakin cinta terhadap seni, budaya, dan adat istiadat lokal sejak usia dini.(*)




Wali Kota Jambi Luncurkan Modul CBP Rupiah untuk Pendidikan Dasar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M hadir langsung dalam kick off Modul Praktik Berbasis Proyek Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (22/7). Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan Pemkot Jambi pada penguatan literasi keuangan sejak usia SD.

Modul CBP Rupiah merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kota Jambi dan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi, disusun sesuai Permendikdasmen dan diharapkan mendukung pembelajaran kreatif, interaktif, dan sesuai kurikulum.

Sebagai inisiatif pertama di Indonesia, program ini sejalan dengan visi “Kota Jambi Bahagia” dan bertujuan mencetak generasi muda yang mencintai simbol negara, memahami fungsi rupiah, serta bijak dalam penggunaannya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menekankan pentingnya edukasi rupiah bagi anak-anak sebagai bagian dari pembentukan karakter:

“Modul dengan konsep ‘Cinta, Bangga, Paham’ ini akan didistribusikan ke seluruh sekolah dasar agar anak-anak memahami dan mencintai rupiah,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman nilai rupiah sejak dini akan membentuk generasi yang bijak mengelola keuangan dan menghargai simbol kedaulatan negara.

Tak hanya itu, Wali Kota juga memuji keunikan modul yang dikemas menarik sehingga memudahkan anak memahami sistem monetasi.

“Sekilas saya baca, isinya menarik dan mudah dipahami. Anak-anak pasti suka karena penting mengenal uang sejak dini,” tambahnya.

Modul ini menggambarkan rupiah sebagai simbol identitas nasional—dengan tokoh pahlawan dan keindahan alam yang melekat di dalamnya—serta mendorong kesadaran penggunaan uang secara tepat.

Penutupan acara dilengkapi dengan pembacaan piagam penghargaan untuk Tim Tujuh penyusun modul, penyerahan modul oleh BI kepada Pemkot, dan penandatanganan komitmen bersama antara BI dan Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi, Warsono, menyatakan akan mengupayakan modul ini menjadi percontohan nasional:

“Jambi lebih unggul terkait edukasi rupiah. Modul ini akan kami ajukan ke pusat sebagai model untuk wilayah lain,” ujarnya.

Warsono menjelaskan makna filosofi “Cinta, Bangga, Paham” sebagai berikut: menjaga rupiah agar tidak rusak, bangga karena terpampang identitas negeri, dan paham dalam penggunaan sesuai kebutuhan, bukan keinginan.

Selanjutnya, BI dan Pemkot berencana mengadakan kegiatan lanjutan sebagai penghargaan bagi siswa berprestasi dalam memahami modul ini, dalam rangka strategi berkelanjutan memperkuat literasi keuangan anak.

Kepala Dinas Pendidikan Mulyadi menambahkan bahwa modul ini membantu guru mengenalkan keaslian uang dan pentingnya menabung sejak usia dini:

“Guru harus mampu mengenalkan konsep asli-palsu rupiah dan menanamkan rasa hemat sejak SD,” tandasnya.(*)




Polres Sarolangun dan Petani Tanam Jagung, Targetkan Kedaulatan Pangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya mendukung Program Ketahanan Pangan POLRI, Polres Sarolangun menggelar kegiatan penanaman jagung secara simbolis di lahan seluas 3 hektar yang berlokasi di Dusun Karang Jering, Desa Tambang Tinggi, Kecamatan Cermin Nan Gedang, Kabupaten Sarolangun, Selasa (22/7/2025).

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 14.00 WIB tersebut dihadiri oleh sekitar 80 tamu undangan, termasuk jajaran pejabat utama Polres Sarolangun dan unsur Forkopimcam setempat.

Penanaman jagung dipimpin langsung oleh Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, S.IK, M.H.

Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain:

  • Kasat Intelkam AKP Tarjono, S.H, M.H,

  • Kapolsek Limun AKP Berlin Tarigan, S.H,

  • Camat Cermin Nan Gedang Marhasan, SKM, M.M,

  • Kepala Desa Tambang Tinggi, Sungai Keramat, Lubuk Resam, Sekamis, Kampung Tujuh, serta unsur BPP-PPL, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tokoh masyarakat.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Tambang Tinggi dan dilanjutkan dengan penyampaian dari Kapolres Sarolangun.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan simbolis 30 kg benih jagung dan pupuk untuk lahan seluas 3 hektar, sebagai bagian dari program kolaboratif antara Polres dan masyarakat tani setempat.

Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremoni, tetapi bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional, sesuai visi Presiden RI.

“Melalui program penanaman jagung ini, kita ingin menunjukkan bahwa Polri hadir mendukung produktivitas petani dan mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan,” tegas Kapolres.

AKBP Wendi juga menjelaskan bahwa lahan yang digunakan merupakan lahan sawah tadah hujan. Saat musim kemarau, lahan dimanfaatkan untuk menanam jagung agar tetap produktif.

“Kegiatan ini sangat relevan dengan musim peralihan. Dengan dukungan semua pihak, kita bisa tingkatkan produktivitas jagung di Kecamatan Cermin Nan Gedang,” tambahnya.

Camat Cermin Nan Gedang, Marhasan, menyampaikan apresiasi atas peran aktif Polres Sarolangun.

Ia menyebut kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah langkah penting dalam mewujudkan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan benih dan pupuk. Kami berharap program ini terus berlanjut demi kesejahteraan petani,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari penyuluh pertanian, kelompok tani, dan Dinas Pertanian Kabupaten Sarolangun.

Polres Sarolangun turut menggandeng instansi terkait dalam penyediaan benih, pupuk, dan pestisida.

Setelah sesi sambutan, acara ditutup dengan penanaman jagung secara simbolis oleh Kapolres dan pejabat lainnya, sebagai simbol sinergi dan komitmen bersama dalam membangun kemandirian pangan di Kabupaten Sarolangun.(*)




Penanganan Banjir di Jambi Libatkan Warga dan Swasta, Wali Kota Apresiasi Hibah Lahan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, meninjau langsung sejumlah proyek normalisasi drainase dan revitalisasi sungai di Kota Jambi, Selasa (22/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemkot Jambi dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di musim penghujan.

Tinjauan lapangan ini didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Kota Jambi, Momon Sukmana, serta KA. SNVT PJSA BWS Sumatera VI, Hariyo Priyambodo. Beberapa titik yang dikunjungi meliputi:

  • Perumahan Safira, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Paal Merah (rehabilitasi tanggul sungai),

  • Kawasan Kenali Asam Atas dan Bawah (Perumahan Kedaton), Kecamatan Kotabaru,

  • Sungai Kenali Besar, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo,

  • serta proyek revitalisasi Taman Remaja, Kecamatan Jelutung.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pengendalian banjir, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kawasan wisata air yang tertata, estetis, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami rencanakan kawasan yang telah dinormalisasi ini akan dikembangkan sebagai destinasi wisata air. Akan ada air mancur yang menyala di malam hari, serta jalur jogging. Ini kolaborasi antara Pemkot dan Balai Wilayah Sungai,” ujarnya.

Maulana menambahkan bahwa revitalisasi taman kota, seperti Taman Remaja, akan difungsikan kembali sebagai alun-alun kota yang menjadi ruang ekspresi bagi anak muda dan mendukung pertumbuhan UMKM.

Wali Kota juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menyukseskan program pengendalian banjir.

Ia menyebutkan bahwa sejumlah warga secara sukarela telah menghibahkan lahan untuk mendukung proyek ini.

“Di belakang kantor BPK, warga menghibahkan 132 meter lahan. Di dekat Perumahan Safira juga ada hibah 30 tumbuk. Ini bukti bahwa masyarakat mendukung penuh program penanganan banjir,” ungkapnya.

Adapun rehabilitasi tanggul di Perumahan Safira akan dibangun sepanjang 62 meter dengan lebar 4,5 meter, yang diharapkan mampu mengatasi banjir di kawasan tersebut dan sekitarnya.

Maulana mengakui masih ada hambatan berupa bottleneck (penyempitan aliran) di beberapa titik. Solusi jangka panjang yang disiapkan adalah pembangunan danau resapan, salah satunya direncanakan di atas lahan 30 tumbuk dekat Perumahan Safira.

“Danau resapan akan menjadi solusi teknis yang signifikan untuk mengurangi genangan. Kami juga telah berdialog langsung dengan RT setempat untuk mendukung rencana tersebut,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot tengah menyusun pelaksanaan pembebasan lahan di kawasan Lingga Permai seluas 9 hektar, yang akan digunakan untuk pembangunan sarana pengendali banjir.

Proyek ini didukung anggaran sebesar Rp75 miliar dari pemerintah pusat, provinsi, dan kota.

“Kami targetkan tim pembebasan lahan sudah terbentuk, dan proses selesai sebelum Desember 2025, agar pembangunan bisa dimulai tahun depan,” ujar Wali Kota.

Wali Kota menegaskan bahwa penanganan banjir merupakan prioritas utama dalam kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Diza, sejalan dengan misi menjadikan Kota Jambi Bahagia, aman, dan sejahtera.(*)




Petani Sawit Muaro Jambi Resah, Lahan Bertahun-Tahun Dipatok Satgas Kawasan Hutan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Puluhan petani sawit di Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, mengaku resah akibat pemasangan patok di kebun mereka oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Para petani menyatakan bahwa lahan yang dipatok tersebut telah mereka garap secara mandiri selama puluhan tahun dan memiliki dokumen legal sebagai bukti kepemilikan.

Keresahan ini mencuat dalam Kongres Nasional V Serikat Petani Indonesia (SPI) yang digelar di Asrama Haji Jambi, Selasa (22/7).

Salah seorang perwakilan warga, Mulyadi, menyampaikan langsung kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kehilangan lahan yang menjadi sumber penghidupan mereka.

“Kami panik. Itu kebun hasil jerih payah—ada yang jual ternak, sawah, bahkan rumah di kampung untuk membuka lahan sawit di sini. Kami punya surat resmi. Baru saja hidup membaik, tiba-tiba muncul patok-patok itu,” ujar Mulyadi dengan nada haru.

Mulyadi menegaskan bahwa warga bukanlah perambah atau pelaku perusakan lingkungan. Mereka hanyalah petani kecil yang menggantungkan hidup dari lahan sawit yang dibuka sendiri secara bertahap dan legal.

“Kami bukan perampas hutan. Kami hanya petani kecil yang bertahan hidup dari kebun sendiri. Kami punya dokumen resmi,” tegasnya.

Ketua Umum SPI, Henry Saragih, menyampaikan bahwa tugas utama Satgas PKH adalah menertibkan aktivitas korporasi besar yang menyerobot kawasan hutan, bukan menekan petani kecil yang telah lama hidup berdampingan dengan alam.

“Satgas dibentuk untuk menangani perusahaan-perusahaan besar, bukan menarget petani. Skema perhutanan sosial justru dihadirkan agar petani tetap bisa bertani sambil menjaga lingkungan,” jelas Henry.

Henry menambahkan, pemasangan patok bukan keputusan final. Satgas masih harus melakukan klasifikasi lebih rinci untuk menghindari salah sasaran.

Ia mengingatkan bahwa modus perusahaan nakal yang memakai nama warga untuk legalitas lahan juga sering terjadi.

“Kalau tanah itu benar milik rakyat dan ada dokumen sah, SPI akan mendampingi penuh,” tegasnya.

Ia juga menyoroti komitmen pemerintah sebelumnya yang menyebutkan bahwa lahan yang terbukti dikuasai korporasi akan dikembalikan kepada rakyat. SPI, katanya, akan terus mengawal agar kebijakan itu dijalankan sesuai arah semula.

Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Fery Juliantono, turut menanggapi polemik tersebut.

Ia mengatakan bahwa pemerintah siap memfasilitasi dialog antara masyarakat dan Satgas PKH guna mencari solusi bersama.

“Pemerintah pusat akan mengkoordinasikan dan memfasilitasi pertemuan antara masyarakat dengan Satgas PKH agar ada kejelasan, dan tidak ada lagi keresahan,” ujarnya.

Hingga kini, warga di sejumlah desa di Bahar Selatan masih menunggu kejelasan status lahan mereka. Mereka berharap pemerintah hadir bukan sebagai lawan, melainkan sebagai pelindung yang berpihak kepada petani kecil.

“Kami cuma ingin tenang bertani. Kami bukan perampas hutan, kami hanya petani kecil yang ingin hidup layak dengan bukti kepemilikan resmi,” tutup Mulyadi.(*)