Awal Agustus, Harga Kebutuhan Pokok Naik di Merangin, IPH Meningkat

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Merangin pada minggu pertama Agustus 2025 tercatat mengalami peningkatan signifikan sebesar 3,17 persen dibanding bulan sebelumnya.

Angka ini mengindikasikan adanya kenaikan harga komoditas kebutuhan pokok, terutama Cabai Merah, Beras, dan Bawang Merah.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Merangin, H. A. Khafidh, mewakili Bupati H. M. Syukur, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala BPS RI Amalia Adiniggar Widyastuti, melalui Zoom Meeting dari Ruang MPC Bappeda Merangin, Senin (11/8/2025).

“Kenaikan harga pada minggu pertama Agustus didominasi oleh tiga komoditas, yakni cabai merah, beras, dan bawang merah. Komoditas lainnya masih dalam kondisi harga yang stabil,” jelas Wabup Khafidh yang turut dibenarkan oleh Kadis Kominfo, M. Arief.

Sementara itu, Asisten II Setda Merangin, Suherman, menambahkan bahwa kenaikan harga disebabkan oleh menurunnya pasokan komoditas tersebut di beberapa pasar lokal.

Dampak dari keterbatasan pasokan ini menyebabkan harga mengalami fluktuasi tajam, terutama pada beras, yang tercatat sebagai komoditas dengan perubahan harga tertinggi selama minggu berjalan.

“Harga cabai dan bawang merah juga masih fluktuatif, kadang naik dan kadang turun, namun masih dalam batas wajar,” jelas Suherman, yang turut didampingi Kadis KUKMPP Dadang dan Kabag Ekonomi Daryanto.

Dalam rakor tersebut, Mendagri juga menyinggung tentang dukungan pemerintah daerah terhadap program nasional pembangunan tiga juta rumah, yang menjadi salah satu fokus pembangunan nasional.

Rakor yang berlangsung secara santai itu juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting Pemkab Merangin, seperti Kadis Perkim Dedi Candra, Kadis Ketahanan Pangan Ny. Fauziah, Andi Wijaya dari Bappeda, serta para anggota TPID Kabupaten Merangin.(*)




Investasi Jetty di Taman Raja Buka Peluang Kerja, Rian Muiz: Ini Masa Depan Ekonomi Daerah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Investasi pembangunan Jetty Batu Bara oleh PT PUS di Desa Taman Raja, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjab Barat mendapatkan dukungan penuh dari tokoh lokal, Rian Muiz.

Proyek ini dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar secara berkelanjutan.

“Pembangunan Jetty ini bukan hal baru. Sudah ada yang lebih dulu membangun, seperti Jetty Integra, dan hasilnya sangat positif. Ekonomi masyarakat lokal meningkat, dan lapangan kerja terbuka lebar,” ujar Rian Muiz, mantan pimpinan media Jambi-Independent.co.id, yang juga putra asli daerah Tungkal Ulu.

Menurut Rian, investasi dan kelestarian lingkungan tidak harus saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan melalui regulasi tegas, partisipasi masyarakat, serta pengawasan yang ketat.

Ia menegaskan, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto, investasi harus dilindungi dari gangguan pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu.

“Presiden sudah memberi perhatian serius. Bahkan sudah ada MoU antara Kementerian Investasi, Kejaksaan, dan Polri untuk memastikan perlindungan terhadap investor,” jelasnya.

Rian juga menyampaikan komitmennya untuk melaporkan setiap gangguan terhadap investasi di daerah ke pemerintah pusat.

“Kalau ada pihak yang mencoba menghambat, saya akan laporkan ke Kementerian Investasi. Ini sudah jadi atensi langsung Presiden,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rian menyebut Kabupaten Tanjab Barat kini menjadi salah satu tujuan utama investor, setelah Muaro Bungo dan Sarolangun.

Pembangunan Jetty PT PUS diharapkan menjadi sinyal positif bagi investor lain untuk menanamkan modalnya di wilayah tersebut.

“Dengan masuknya investasi besar ini, ribuan tenaga kerja lokal bisa terserap, UMKM bisa tumbuh, dan ekonomi masyarakat bisa terangkat. Saya pribadi belum tentu mampu memajukan ekonomi daerah sendiri, tapi melalui investasi, peluang itu terbuka lebar,” tutup Rian.(*)




Yamaha Jambi Buka Kelas YES Angkatan 9, Cek Syarat dan Jadwalnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kesempatan emas bagi pelajar yang ingin mendalami dunia otomotif roda dua, khususnya motor Yamaha, kini terbuka lebar.

Yamaha Jambi kembali membuka program Yamaha Engineering School (YES) untuk Angkatan ke-9, yang akan dilaksanakan di Yamaha Flagship Shop (FSS) Jambi.

Program ini ditujukan bagi lulusan SMA/SMK yang ingin mendapatkan pelatihan teknik otomotif khusus Yamaha secara gratis dan profesional.

YES merupakan salah satu bentuk kontribusi Yamaha dalam mencetak tenaga ahli di bidang otomotif yang kompeten dan siap kerja.

“YES sudah meluluskan kurang lebih 140 siswa yang kini tersebar di berbagai bengkel resmi maupun umum di Provinsi Jambi. Tahun ini kami kembali membuka kelas ke-9,” ujar Wahyu, selaku Education Yamaha Jambi.

📌 Syarat Pendaftaran Yamaha Engineering School Angkatan ke-9:

  • Fotokopi Ijazah SMA/SMK Sederajat

  • Fotokopi KTP

  • Pas Foto ukuran 3×4

  • Fotokopi SIM C

  • Materai 10.000

Pendaftaran dibuka hingga 20 Agustus 2025. Bagi yang berminat, bisa langsung datang dan mendaftar ke:

Yamaha Flagship Shop Jambi Jalan Gatot Subroto No 6, Kelurahan Sei. Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi langsung lokasi atau hubungi tim Yamaha Jambi.(*)




Wali Kota Jambi Bagikan Bendera Merah Putih, Dukung Gerakan Nasional ’10 Juta Bendera’ Sambut HUT RI ke-80

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Wali Kota Jambi membagikan ribuan bendera Merah Putih kepada masyarakat sebagai bagian dari program nasional “Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih”.

Kegiatan ini merupakan wujud syukur atas kemerdekaan bangsa serta ajakan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme di tengah masyarakat.

Wali Kota Jambi dalam arahannya menegaskan bahwa, pengibaran Bendera Merah Putih di seluruh sudut kota merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah mengorbankan darah dan nyawa demi kemerdekaan.

“Rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memberi kita kemerdekaan. Maka, salah satu wujud syukur kita adalah dengan meramaikan momentum 17 Agustus ini. Setiap rumah harus mengibarkan Bendera Merah Putih. Tidak boleh ada rumah yang tidak memasang bendera,” tegas Wali Kota.

Ia juga menginstruksikan seluruh camat, lurah, dan RT se-Kota Jambi untuk memastikan warganya berpartisipasi aktif dalam pemasangan bendera di rumah, lingkungan, dan kendaraan pribadi maupun dinas.

Selain pembagian bendera, Pemerintah Kota Jambi juga menyelenggarakan berbagai kegiatan menyambut HUT RI ke-80.

Di antaranya lomba gapura bernuansa merah putih yang diikuti perwakilan dari setiap kecamatan, lomba budaya seperti Solopo, hingga berbagai perlombaan olahraga yang terbuka untuk umum.

“Puncaknya akan digelar di kawasan Penyengat Rendah. Mulai hari ini, seluruh rumah di wilayah tersebut harus dihiasi merah putih. Kita ingin suasana cinta tanah air benar-benar terasa,” ujar Wali Kota.

Acara puncak pada 17 Agustus 2025 akan diisi dengan upacara pengibaran dan penurunan bendera, resepsi kenegaraan di Rumah Dinas Wali Kota, serta pertunjukan budaya kebangsaan yang juga akan digelar secara kolaboratif dengan Kota Surabaya.

Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan peringatan Hari Kemerdekaan RI tahun ini dengan penuh semangat kebangsaan.

“Mari kita bangun wilayah kita dengan rasa cinta tanah air. Ini bukan sekadar seremoni, tapi bagian dari merawat semangat perjuangan para pendahulu kita,” harapnya. (*)




PB PGRI Kukuhkan Nadiyah Maulana sebagai Ibunda Guru Kota Jambi Masa Bakti 2025-2030

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., resmi dilantik dan dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Kota Jambi masa bakti 2025–2030 oleh Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Prof. Dr. Unifah Rasyidi, M.Pd., pada Kamis pagi (7/8/2025).

Dalam pengukuhan yang dilaksanakan di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi itu juga turut dilakukan terhadap Ibunda Guru Kabupaten/Kota. Termasuk Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar, S.E, sebagai Bunda Guru Provinsi Jambi.

Pengukuhan Ibunda Guru ini merupakan bagian dari strategi PGRI untuk mendorong penguatan pendidikan berbasis nilai dan karakter, serta mempererat kemitraan antara organisasi profesi guru dengan tokoh-tokoh perempuan yang memiliki kepedulian besar terhadap dunia pendidikan.

Dengan semangat kolaborasi dan kepemimpinan yang inklusif, para Ibunda Guru diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan, pelindung moral guru, serta jembatan antara masyarakat, pemerintah daerah, dan para pendidik dalam mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas dan berkeadilan di Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rasyidi menegaskan bahwa PGRI merupakan mitra strategis pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam memajukan dunia pendidikan.

Dirinya juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam menjadikan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan daerah.

“Lembaga pendidikan dan situs-situs budaya di daerah adalah aset Nasional yang harus dijaga, tidak hanya sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga sebagai penjaga warisan nilai dan kearifan lokal,” tegasnya.

Usai dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Kota Jambi, Nadiyah Maulana mengatakan, bahwa pengukuhan ini menjadi langkah strategis dan babak baru dalam penguatan peran strategis perempuan dalam dunia pendidikan, serta memperkuat sinergi antara PGRI dan peran perempuan dalam memajukan pendidikan, khususnya dalam membina karakter generasi bangsa sejak usia dini.

“Selaku Bunda PAUD Kota Jambi yang mendukung program wajib belajar 13 tahun, tentunya amanah sebagai Ibunda Guru ini sangat sejalan untuk menyukseskan program pendidikan yang di prioritaskan oleh pemerintah pusat ini, agar generasi bangsa kedepan memiliki karakter guna mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya.

“Momen ini tidak hanya menjadi simbol penghargaan, tetapi juga wujud nyata pengakuan terhadap dedikasi dan pengabdian dalam mendukung pendidikan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan, khususnya untuk Kota Jambi,” lanjutnya.

Selaku Ibunda Guru, Bunda PAUD dan Bunda Genre (Generasi Berencana), Nadiyah menegaskan bahwa seluruh peran yang diembannya berpadu dalam satu misi besar: membangun ekosistem pendidikan yang holistik, bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga menanamkan karakter, membentuk kepribadian, serta meningkatkan daya saing anak-anak secara utuh.

“Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Bapak Wali Kota Maulana dan Bapak Wakil Wali Kota Diza telah menunjukkan komitmen kuat terhadap kemajuan sektor pendidikan. Peran Ibunda Guru menjadi pilar penting yang memperkuat kebijakan pendidikan daerah, sehingga visi mencetak generasi unggul dapat terwujud,” tegasnya.

“Kami meyakini, melalui sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan figur Ibunda Guru, akan tercipta lompatan kualitas pendidikan yang lebih inklusif, merata, dan menyenangkan bagi semua kalangan,” singkatnya.

Sementara itu, Bunda Guru Provinsi Jambi Hesti Haris menyatakan komitmennya untuk hadir secara aktif dalam membina, mendampingi, dan memotivasi guru, terutama di wilayah-wilayah yang masih memerlukan perhatian lebih.

“Menjadi Bunda Guru adalah amanah yang besar. Saya akan berupaya untuk menjadi sahabat bagi para guru, penyemangat bagi pendidikan di daerah, dan mitra strategis dalam memajukan pendidikan di Jambi,” ucapnya.

Hesti juga mengungkapkan, meski tidak berasal dari latar belakang dunia pendidikan, tetap merasa bersyukur atas amanah yang diberikan.

“Amanah ini membuat saya merasa terpanggil untuk berkontribusi melalui peran sebagai Ibunda Guru. Justru, latar belakang non-akademik menjadi kekuatan tersendiri dalam membawa pendekatan keibuan dan kemanusiaan yang lebih menyentuh dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.

Dia juga menyoroti pentingnya aspek kesehatan sebagai bagian penting dari pendidikan dalam mencetak generasi yang cerdas, tangguh, dan produktif.

“Karena itu, pendekatan lintas sektor antara pendidikan dan kesehatan harus terus diperkuat dalam kebijakan daerah,” tutur Hesti Haris.

“Pendekatan ini terbukti efektif dalam menjembatani antara masyarakat dan pemerintah di sektor pendidikan. Ibunda Guru bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga agen perubahan sosial yang strategis untuk mewujudkan Provinsi Jambi yang unggul secara intelektual dan mulia secara moral,” pungkasnya.

Sebelumnya, mewakili Gubernur Jambi, Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Jambi, Jangcik Mohza, menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jambi terus menunjukkan peningkatan.

“Pada tahun 2024, IPM tercatat mencapai 74,36 persen, meningkat dari 73,77 persen pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh naiknya rata-rata lama sekolah (RLS) dan harapan lama sekolah (HLS), yang menjadi indikator utama keberhasilan sektor pendidikan,” ujarnya.

Jangcik juga mengatakan, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong peningkatan daya saing pendidikan melalui program prioritas “PRO dan CERDAS”.

“Program ini berfokus pada penguatan sistem kesehatan primer dan peningkatan kualitas pendidikan, serta bertujuan untuk meningkatkan akses, pemerataan, dan kualitas layanan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan lokal. Upaya tersebut juga mencakup penurunan angka putus sekolah dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik,” katanya.

“Kami menyampaikan selamat kepada seluruh Ibunda Guru Provinsi Jambi dan kabupaten/kota yang dikukuhkan. Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak harapan dan komitmen bersama untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik, lebih bermakna, dan lebih manusiawi. Sosok Ibunda Guru diharapkan mampu menjadi inspirasi, pengayom, sekaligus penjaga semangat dalam mendidik anak-anak, pemilik masa depan bangsa,” tutupnya.

Turut hadir pada pengukuhan Ibunda Guru tersebut, Ketua PGRI Provinsi Jambi Ketua PGRI Kota Jambi, Kepala Dinas Pendidikan se-Provinsi Jambi, OPD terkait serta jajaran pengurus PGRI lainnya.(*)




Bicara di Forum HIPMI, Wawako Diza Beberkan Program BALIKAT, BANK HARKAT Hingga RUMEL

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha,S.E.,M.A., yang juga selaku Ketua Dewan pembina BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jambi menjadi pembicara utama pada kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab) ke-III serta Forum Bisnis yang digelar oleh Badan Pengurus Cabang HIPMI Kota Sungai Penuh.

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh itu dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, pada Sabtu malam (9/8/2025).

‎Hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa, Kepala OPD terkait dilingkup Pemerintah Kota Sungai Penuh, Kepala Pimpinan Cabang BSI Kota Sungai Penuh, serta Pengurus HIPMI Jambi dan Kota Sungai Penuh.

Wawako Azhar Hamzah dalam sambutannya, mengapresiasi kegiatan tersebut, karena memiliki peran strategis dalam mencetak pengusaha-pengusaha muda yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing, sehingga mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melalui Diklatcab ini, diharapkan lahir para kader pengusaha muda yang memiliki visi besar, mental yang kuat, dan semangat berinovasi untuk membangun perekonomian Kota Sungai Penuh,” ujar Wawako Azhar.

Selain itu, katanya, Forum Bisnis yang digelar juga menjadi ajang memperluas jaringan kerja sama antar pelaku usaha, serta membuka peluang investasi di berbagai sektor.

“Oleh karena itu, Pemerintah Kota Sungai Penuh siap bersinergi dengan HIPMI dalam mendorong iklim usaha yang kondusif,” singkatnya.

Sementara itu, ‎Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menekankan pentingnya peran pengusaha muda dalam membangun kemajuan daerah.

Menurutnya, generasi muda harus mampu beradaptasi dengan era disrupsi digital yang kian masif, di mana dunia industri mulai memasuki ranah virtual yang menghubungkan manusia, mesin, dan data, atau yang dikenal dengan Internet of Things.

Dalam kesempatan tersebut, Wawako Diza juga memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi pengusaha muda saat ini.

Ia merincikan enam aspek utama yang perlu menjadi perhatian, yaitu: digitalisasi, perubahan nilai dan budaya, tantangan lingkungan dan iklim, persaingan, keterbatasan lapangan pekerjaan, serta ketimpangan ekonomi dan keterbatasan akses permodalan.

Diza turut menyoroti peran strategis pemuda dalam menghadapi era Industri 5.0, yang harus dibarengi dengan semangat menjadi inovator teknologi, pembelajar sepanjang hayat, wirausaha muda (technopreneur), penggerak ekonomi berkelanjutan, serta agen kolaborasi antara manusia dan mesin.

“Maka dari itu, diperlukan optimalisasi potensi pemuda melalui Education, peningkatan kualitas pendidikan untuk memperkuat hard skill dan soft skill; Engagement, partisipasi aktif generasi muda dalam kegiatan politik, sosial, dan ekonomi; serta Employment, penciptaan lapangan kerja baru untuk menyerap sumber daya manusia yang melimpah,” tuturnya.

Dirinya juga mendorong agar generasi muda dapat mengambil peran strategis dalam mengoptimalkan peluang UMKM, melalui inovasi dan kreativitas, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan literasi digital, serta penguatan kemitraan dan kolaborasi.

“Generasi muda harus memiliki semangat inovasi dan mampu menciptakan produk maupun layanan baru yang relevan dengan tren pasar. Mereka juga perlu terampil memanfaatkan teknologi digital, seperti e-commerce dan media sosial, untuk membantu UMKM dalam pemasaran dan penjualan. Selain itu, anak muda diharapkan dapat mendukung peningkatan literasi digital pelaku UMKM, sehingga pengelolaan bisnis menjadi lebih efisien dan efektif. Tak kalah penting, generasi muda juga harus mampu membangun kemitraan dengan UMKM, termasuk dalam memfasilitasi akses permodalan, pelatihan, dan berbagai sumber daya lainnya,” kata Ketua Dewan pembina BPD HIPMI Jambi itu.

Dia juga memaparkan sejumlah aspek kunci yang perlu diperhatikan dalam memulai sebuah usaha.

Di antaranya adalah menemukan potensi dalam diri, menetapkan visi dan tujuan yang jelas, mempelajari serta menguji usaha yang akan dijalankan, menguasai pengetahuan pendukung yang dibutuhkan, menyiapkan modal atau dukungan finansial yang memadai, menyusun strategi bisnis yang tepat, memperluas jejaring (networking), siap menghadapi kegagalan, bersikap fleksibel dalam strategi, hingga berani melakukan investasi.

Lebih lanjut, Diza menyoroti perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia, yang pada tahun 2024 tercatat menyumbang Rp1,53 triliun terhadap PDB nasional, dengan nilai ekspor mencapai 10 miliar dolar AS pada tahun yang sama.

“Ekonomi kreatif saat ini memegang peranan penting dalam menggerakkan roda perekonomian. Perannya mencakup penciptaan lapangan kerja baru, mendorong kreativitas masyarakat, membangun persaingan bisnis yang sehat, meningkatkan inovasi di berbagai bidang, serta membantu mengurangi angka pengangguran,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Diza juga memaparkan berbagai langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dalam penguatan kapasitas ekonomi perkotaan yang menjadi bagian dari 11 Program Unggulan Kota Jambi Bahagia.

Di antaranya adalah BALIKAT (Balai Latihan Kerja Tematik) yang berfungsi memberikan pelatihan dan keterampilan relevan sesuai kebutuhan industri dan dunia kerja, serta BANK HARKAT (Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat) yang dibentuk untuk menciptakan sistem kelompok usaha yang kuat demi mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Selanjutnya, terdapat RUMEL (Ruang Milenial) yang bertujuan mencetak generasi muda yang tangguh, kreatif, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Program KOTA TANGGUH juga menjadi fokus, melalui penataan ruang sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta peningkatan infrastruktur, sarana-prasarana, dan utilitas perkotaan.

“Selain itu, dalam upaya mendukung pertumbuhan UMKM, Pemerintah Kota Jambi telah melaksanakan 15 pelatihan tematik untuk 1.000 peserta, menggelar Job Fair yang menyediakan lebih dari 13 ribu lowongan pekerjaan, meningkatkan kunjungan ke Kota Jambi melalui agenda pariwisata, budaya, lomba, pameran, dan festival, serta menghadirkan Ruang Milenial Co-working Space Terminal Rawasari dan ruang kreativitas Kota Tua Pasar Jambi untuk menghidupkan kembali aktivitas perekonomian,” ungkap Wawako.

Ia menambahkan, Pemkot Jambi juga mendorong pembentukan kelompok UMKM untuk mempermudah akses pembiayaan, serta memberikan bantuan modal tanpa agunan melalui program BANK HARKAT, sebagai dukungan nyata bagi pengembangan UMKM di Kota Jambi.

Dalam paparannya, Diza juga menekankan bahwa dalam memulai usaha, generasi muda perlu membekali diri dengan sejumlah aspek penting. Di antaranya adalah wawasan dan informasi yang luas, kemampuan berbahasa asing, manajemen keuangan (financial management), keterampilan berbicara di depan umum (public speaking), kemampuan berpikir kreatif tingkat tinggi (superior creative thinking), sikap yang baik (good attitude), serta keterampilan teknis yang relevan (skills).

“Saat generasi muda berani melangkah, UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga akan tumbuh, berkembang, dan menjadi inspirasi bagi banyak orang,” tutup Ketua Dewan pembina BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jambi yang juga Wakil Wali Kota Jambi itu.

Paparan yang disampaikan Diza berlangsung menarik. Dengan gaya presentasi yang khas anak muda, santai, interaktif, dan penuh energi, Ia mampu menciptakan suasana diskusi yang hidup.

Apalagi, mayoritas peserta yang hadir adalah generasi muda, sehingga interaksi berlangsung akrab dan cair.

Penyampaian materi yang jelas, relevan dengan tren terkini, serta dibumbui contoh konkret membuat audiens fokus dan antusias.

Alhasil, banyak peserta yang terlibat aktif, mengajukan pertanyaan, berbagi ide, hingga memberikan masukan konstruktif sepanjang sesi.(*)




8 Tahun MoU Tanjab Timur–Lingga, Pengembangan Pulau Berhala Masih Jalan di Tempat

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerhati kebijakan publik Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Arie Suriyanto, mendesak DPRD setempat untuk segera mempertanyakan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Tanjab Timur dan Pemkab Lingga yang telah ditandatangani sejak tahun 2017.

Salah satu poin utama dalam MoU tersebut adalah kerja sama pengembangan Pulau Berhala sebagai destinasi wisata unggulan.

Namun, Arie menilai bahwa hingga kini belum ada realisasi yang signifikan dari perjanjian tersebut.

“MoU itu sudah berjalan delapan tahun, tapi belum ada langkah konkret dalam pengembangan Pulau Berhala, padahal potensinya sangat besar,” ungkap Arie, Minggu (10/8/2025).

Menurutnya, Pulau Berhala memiliki daya tarik kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata, terutama karena telah menarik ribuan wisatawan lokal dari Provinsi Jambi setiap tahunnya.

Sebagian besar wisatawan berangkat melalui dua titik utama, yakni Kecamatan Nipah Panjang dan Desa Sungai Itik, Kecamatan Sadu.

Arie menambahkan, momen libur nasional seperti Lebaran dan Tahun Baru selalu menjadi puncak kunjungan wisatawan ke pulau tersebut.

Namun sayangnya, tingginya animo wisatawan belum berdampak nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Setiap tahun, puluhan ribu wisatawan datang ke Pulau Berhala, tetapi kontribusinya terhadap PAD Tanjab Timur masih minim,” katanya.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Arie mendorong Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Parbudpora) agar segera mengkaji penerapan retribusi wisata di dermaga keberangkatan, sebagai salah satu strategi peningkatan PAD.

Ia juga menyarankan pembangunan fasilitas pendukung, seperti ruang tunggu di dermaga Nipah Panjang dan Sungai Itik, guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.

“Usulan ini bukan sekadar kritik, tapi bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan daerah,” ujar Arie.

Ia menutup pernyataannya dengan menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan Bupati Hj. Dillah dan Wakil Bupati Muslimin Tanja, serta berharap sektor pariwisata bisa menjadi prioritas utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.(*)




Polda Jambi Jamin Stok Aman, Beras Murah Diserbu Warga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya mendukung program pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, Polda Jambi bekerja sama dengan Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Mako Polairud Polda Jambi, Sabtu (9/8/2025).

Melalui kegiatan ini, sebanyak 6 ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) disalurkan oleh Bulog ke lokasi kegiatan untuk dijual ke masyarakat dengan harga di bawah Harga Transaksi Pasar (HTP).

Tujuan utama GPM adalah memastikan harga beras tetap terjangkau di tengah fluktuasi harga yang terjadi di pasar.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Mulia Prianto, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi program nasional dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga beras.

“Alhamdulillah, berdasarkan laporan Irwasda Polda Jambi, dalam waktu kurang dari tiga jam, seluruh stok beras murah yang disediakan ludes terjual kepada masyarakat,” ungkap Kombes Mulia.

Ia menambahkan, program ini merupakan kolaborasi antara Polda Jambi dan Bulog untuk memastikan harga dan stok beras tetap stabil. GPM tidak hanya digelar di tingkat Polda, namun juga menyasar seluruh polres jajaran di Provinsi Jambi.

Beras SPHP yang dijual dalam kegiatan ini dibanderol Rp60.000 per kemasan 5 kilogram. Polda Jambi juga memastikan bahwa stok beras di Bulog masih aman dan kualitasnya terjamin.

“Kami imbau masyarakat tidak perlu khawatir. Ketersediaan beras cukup dan kualitasnya baik,” lanjut Kabid Humas.

Sebagai informasi, Gerakan Pangan Murah akan kembali digelar pada Rabu, 13 Agustus 2025 di Lapangan Hitam Polda Jambi mulai pukul 09.00 WIB. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli beras dengan harga terjangkau.(*)




Besok, Tek Hui Jalani Vonis Kasus TPPU Jaringan Narkoba

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jambi dijadwalkan membacakan vonis terhadap dua terdakwa kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari hasil penjualan narkotika jenis sabu, yakni Desi Susanto alias Tek Hui dan Mafi Abidin, esok  Senin, 11 Agustus 2025.

Kedua terdakwa diduga menerima aliran dana dari jaringan narkoba yang dikendalikan oleh Helen dan Diding.

Pada sidang sebelumnya, Jumat, 8 Agustus 2025, majelis hakim menunda persidangan dengan agenda pembacaan putusan.

“Sidang ditunda hingga Senin 11 Agustus 2025 dengan agenda pembacaan putusan,” ujar Majelis Hakim dalam sidang sebelumnya.

Dalam sidang dengan agenda pledoi tersebut, baik Tek Hui maupun Mahfi menyampaikan pembelaan. Mereka memohon agar dibebaskan dari semua tuntutan dalam kasus TPPU ini.

“Memerintahkan agar terdakwa dibebaskan dari segala bentuk penahanan sesaat setelah putusan dibacakan, dan membebankan biaya perkara kepada negara,” kata kuasa hukum saat membacakan pledoi.

Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan tetap pada tuntutan awal. JPU menuntut Tek Hui dihukum 12 tahun penjara dan denda Rp1 miliar, sedangkan Mahfi dituntut 11 tahun penjara dengan denda serupa.

“Kami tetap pada tuntutan sesuai dakwaan karena kedua terdakwa terbukti bersalah dalam perkara TPPU,” tegas jaksa di hadapan majelis hakim.

Dalam dakwaan, Desi Susanto alias Tek Hui, bersama saksi Helen Dian Krisnawati dan Mafi Abidin, disebut telah melakukan berbagai tindakan pencucian uang dari hasil penjualan narkotika.

Aktivitas tersebut meliputi menyimpan, membayarkan, membelanjakan, menyamarkan, hingga mentransfer uang atau aset, baik dalam bentuk bergerak maupun tidak bergerak.

Tek Hui juga tercatat sebagai residivis dalam perkara narkotika.

Ia pernah dinyatakan bersalah atas kasus serupa pada tahun 1998 dan 2012 berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jambi No. 127/Pid.B/2012/PN.Jbi tanggal 2 April 2012.

Dalam periode 2009 hingga 2024, Tek Hui bersama Cindy (DPO) dan Mafi Abidin diduga mengedarkan narkotika jenis sabu di wilayah Jambi, serta menerima dan mengelola hasil penjualan tersebut.

Kini, nasib hukum keduanya akan ditentukan dalam sidang vonis hari ini. Proses persidangan ini menjadi sorotan publik karena keterlibatan mereka dalam jaringan narkotika lintas wilayah.(*)




Satbrimob Polda Jambi Ukir Prestasi, Sabet Medali Emas Kejurnas Karate

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Satuan Brimob Polda Jambi. Salah satu personelnya, Bripda Bima Prasetiya dari Batalyon B Pelopor, sukses meraih medali emas dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Shindoka 2025, yang digelar di GOR Dempo, Jakabaring, Palembang, pada 7–9 Agustus 2025.

Ajang tahunan ini diikuti oleh ratusan atlet karate dari berbagai provinsi di Indonesia. Para peserta bersaing ketat dalam berbagai kategori, termasuk Kata dan Kumite, demi memperebutkan posisi terbaik di podium nasional.

Bripda Bima turun di kelas Kumite -75 Kg perorangan putra senior. Pada pertandingan yang digelar Sabtu (9/8), ia tampil dengan semangat juang tinggi dan teknik yang solid.

Di laga pertama, Bima tampil dominan dengan serangan cepat dan akurat yang langsung mengungguli lawannya sejak awal pertandingan.

Kemenangan tersebut membawanya ke partai penentu menuju final. Di pertandingan kedua, Bima kembali menunjukkan performa luar biasa.

Ia mampu membaca strategi lawan dan memanfaatkannya untuk melancarkan serangan efektif.

Dua kemenangan berturut-turut mengantarkannya menjadi juara pertama dan berhak atas medali emas.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras tim official yang dipimpin oleh Bripda Zefanya Army Salim sebagai ketua tim pelatih, didampingi langsung oleh Bima sebagai wakil ketua pelatih.

Sinergi dan strategi tim terbukti sukses, menjadikan perjalanan menuju podium emas berlangsung lancar dan terarah.

Momen kemenangan semakin terasa spesial saat medali emas diserahkan secara resmi dalam upacara penutupan Kejurnas Shindoka 2025.

Sorakan dari para pendukung menambah semangat dan rasa bangga dalam perolehan prestasi ini.

Komandan Satuan Brimob Polda Jambi, Kombes Pol M. Faishal Aris, S.I.K., M.M., menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Bripda Bima membuktikan bahwa personel Brimob tidak hanya terlatih dalam tugas operasional, tetapi juga memiliki potensi besar di bidang olahraga.

“Prestasi ini menunjukkan pentingnya disiplin, latihan rutin, dan semangat pantang menyerah. Ini adalah bukti bahwa Brimob juga unggul di luar tugas kepolisian,” ujarnya.

Dengan torehan satu medali emas dari kelas Kumite -75 Kg, kontingen Satbrimob Polda Jambi menutup Kejurnas Shindoka 2025 dengan catatan membanggakan, sekaligus mengharumkan nama satuan di kancah nasional.(*)