Ketua DPRD Provinsi Jambi Bawa Aspirasi Langsung ke Senayan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, bersama perwakilan Aliansi Masyarakat Jambi menyampaikan langsung aspirasi ke Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI (BAM), sebuah badan baru yang dibentuk DPR RI untuk menampung masukan publik.

Dalam pertemuan resmi tersebut, Aliansi Masyarakat Jambi memaparkan tuntutan mereka yang terangkum dalam Manifesto 17+8.

Salah satu poin utama yang mereka dorong adalah agar delapan anggota DPR RI Dapil Jambi memberikan perhatian khusus dengan menggelar dialog rutin bersama masyarakat, BEM, OKP, LSM, dan berbagai elemen lainnya.

Isu agraria menjadi sorotan khusus. Perwakilan aliansi menilai meski RUU Agraria belum masuk dalam Prolegnas, namun permasalahan agraria di Jambi jangan sampai terabaikan.

Pimpinan BAM DPR RI, Ahmad Heryawan, menyambut baik kehadiran delegasi Jambi. Ia menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti isu-isu yang disampaikan, mulai dari reformasi agraria, satgas PKH, pengangkatan tenaga honorer, hingga persoalan kawasan hutan dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPR RI Dapil Jambi, H. Bakhri, turut memberikan komitmen. Ia menyoroti masalah jalan angkutan batu bara, desa dalam kawasan hutan, pemberdayaan UMKM, transparansi informasi publik, hingga dugaan kriminalisasi aktivis.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi seluruh aspirasi masyarakat.

“Kami siap menjadi jembatan aspirasi seluruh stakeholder demi perbaikan dan kebersamaan ke depan,” ujarnya.(*)




Wali Kota Jambi Buka Sosialisasi Wakaf Uang, Dorong Literasi dan Inovasi Digital

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM, resmi membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Kota Jambi Bahagia Berwakaf Uang yang digelar oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Jambi bekerja sama dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Jambi.

Acara berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, pada Selasa (30/9/2025).

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, SE, MA, dan sejumlah pejabat serta tokoh agama di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

Dalam paparannya, Wali Kota Maulana menjelaskan urgensi dan keunggulan wakaf uang sebagai instrumen ekonomi syariah yang berdampak sosial tinggi.

Ia menyebut, wakaf uang memiliki dasar hukum kuat, antara lain UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, PP No 42 Tahun 2006 dan PP No 24 Tahun 2008, Peraturan BWI No 01 Tahun 2020 dan Peraturan BWI No 1 Tahun 2021.

“Wakaf uang adalah sedekah jariyah dalam bentuk uang. Dana ini dikelola oleh nazhir agar manfaatnya terus mengalir, pokoknya tetap terjaga, dan hasil pengelolaannya disalurkan sesuai tujuan wakaf,” ujar Maulana.

Ia menambahkan bahwa, wakaf uang memiliki sejumlah keunggulan seperti fleksibilitas, keberlanjutan manfaat, pemberdayaan ekonomi umat, hingga menciptakan keadilan sosial.

Namun demikian, Wali Kota juga menyoroti berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi wakaf, keterbatasan SDM nazhir, hingga isu transparansi dan optimalisasi investasi wakaf.

Wali Kota Maulana menekankan pentingnya strategi penguatan wakaf uang berbasis digital dan inovasi.

Di antaranya melalui Integrasi Fintech dan digitalisasi wakaf (E-Waqf), Pengembangan produk Linked Waqf, Wakaf tematik dan program spesifik, Kerja sama korporasi (Corporate Waqf).

“Strategi ini harus dibarengi dengan peningkatan literasi melalui edukasi yang masif dan tepat sasaran, penyederhanaan konsep wakaf, serta melibatkan tokoh publik sebagai agen penyebar informasi,” jelas Maulana.

Ia juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Jambi, dalam mendukung penuh pengembangan wakaf uang sebagai bagian dari pembangunan berbasis nilai keagamaan dan ekonomi berkeadilan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha menekankan pentingnya menjadikan wakaf uang sebagai gerakan kolektif lintas sektor di Kota Jambi.

Ia menyebut, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat peran wakaf dalam pembangunan sosial.

Dalam laporan pelaksanaan, Ketua BWI Kota Jambi Drs H Raden Lukman menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 200 peserta yang terdiri dari unsur Perangkat Daerah, Lurah, Kepala KUA, Penyuluh Agama, Pengurus Masjid, Baznas, MUI, DMI, dan BKPRMI Kota Jambi.

“Sosialisasi ini menggunakan dana hibah Pemkot Jambi sebesar Rp50 juta. Ini merupakan kegiatan ketiga yang telah kami laksanakan dalam upaya mendorong Kota Jambi sebagai kota wakaf,” ujarnya.

Acara ini juga menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Dr dr H Abdullah Saman Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jambi, Dr H Abd Rahman, M.Pd.I, Kabid Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Rusli Adam,  Ketua Badan Wakaf Indonesia Provinsi Jambi.(*)




Evaluasi Pendapatan Daerah Triwulan II, BPKAD Kota Jambi Soroti Efektivitas Pemungutan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jambi menggelar rapat monitoring pendapatan daerah untuk evaluasi hingga Triwulan II Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk menilai capaian pendapatan daerah berdasarkan target yang telah ditetapkan dalam APBD Kota Jambi 2025.

Sekretaris BPKAD Kota Jambi, Poppy Isnaini menyampaikan bahwa, rapat monitoring ini penting untuk mengetahui sejauh mana realisasi pendapatan daerah telah sesuai dengan rencana.

“Kita mengevaluasi sejauh mana perangkat daerah mampu mencapai target pendapatan yang sudah ditetapkan dalam APBD,” kata dia.

“Dalam proses ini, kita juga mengidentifikasi berbagai kendala dan hambatan yang mempengaruhi pencapaian tersebut,” ujar Poppy.

Menurutnya, hasil monitoring ini akan menjadi dasar untuk menyusun strategi peningkatan efektivitas dan efisiensi pemungutan serta pengelolaan keuangan daerah ke depannya.

Poppy menambahkan bahwa pelaksanaan monitoring dan evaluasi pendapatan daerah ini juga selaras, dengan arah kebijakan pengembangan pemerintahan Kota Jambi dalam lima tahun mendatang.

“Kami mengedepankan pendekatan yang partisipatif, politis, dan diskursif dalam setiap tahapan pengambilan keputusan. Monitoring ini juga menjadi bagian dari penguatan tata kelola yang transparan dan akuntabel,” katanya.

Sebagai penutup, Poppy menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan monitoring serta pengelolaan pendapatan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh perangkat daerah. Harapannya, hasil dari kegiatan ini dapat memberi dampak positif terhadap kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Kota Jambi,” tutupnya.(*)




AJI Jambi dan WWF Indonesia Gelar Nobar Film Dokumenter ‘Berbagi Ruang’ tentang Konflik Gajah Sumatera

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jambi berkolaborasi dengan WWF Indonesia menggelar acara nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter bertajuk “Berbagi Ruang”, pada Senin (29/9/2025) sore di Taman Budaya Jambi.

Film ini mengangkat isu penting tentang konflik manusia dan satwa liar, khususnya gajah Sumatera.

Film “Berbagi Ruang” merupakan serial dokumenter yang diproduksi oleh aktor Chicco Jerikho bekerja sama dengan WWF Indonesia dan K Entertainment.

Film ini menyoroti tantangan pelestarian ajah Sumatera, serta pentingnya pendekatan berbagi ruang antara manusia dan satwa liar demi terciptanya harmoni ekosistem.

Acara ini dipandu oleh jurnalis Lili Rambe dan menghadirkan sejumlah narasumber penting seperti Chicco Jerikho (Produser), Faisal Rachman (Sutradara), Agung Nugroho (Kepala BKSDA Jambi) Nazli Herimsyah (Perwakilan WWF Indonesia) serta Suang Sitanggang (AJI Jambi).

Sutradara Faisal Rachman menjelaskan bahwa, film ini tidak hanya fokus pada pelestarian gajah, tetapi juga sebagai media edukasi bagi masyarakat.

“Gajah adalah hewan endemik yang harus dijaga. Film ini membawa pesan kenapa mereka penting bagi kita,” ujar Faisal.

Ia juga menyoroti tantangan produksi di lapangan, mulai dari akses jalan yang sulit hingga kondisi cuaca ekstrem.

Sementara itu, Chicco Jerikho yang ikut turun langsung ke lapangan mengaku mendapat pengalaman berbeda saat berinteraksi dengan masyarakat yang hidup berdampingan dengan satwa liar.

“Masyarakat di sana benar-benar berbagi ruang dan peran. Semoga film ini membawa dampak positif,” katanya.

Perwakilan WWF Indonesia, Nazli Herimsyah, mengatakan bahwa film dokumenter ini menjadi alat efektif untuk mengubah perspektif publik terkait konflik dengan satwa liar.

“Film ini bisa membangun kesadaran bahwa hidup berdampingan lebih baik daripada konflik,” ujarnya.

Kepala BKSDA Jambi, Agung Nugroho, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tiga kantong habitat gajah di Provinsi Jambi, salah satunya di kawasan Bukit Tigapuluh.

“BKSDA tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan WWF dan jurnalis sangat penting, termasuk mendorong pemegang izin agar serius dalam konservasi,” tegasnya.

Selain menjadi ajang edukasi publik, kegiatan ini juga menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas jurnalis di Jambi, khususnya dalam meliput isu-isu lingkungan dan konservasi secara profesional dan berbasis data.(*)




Dorong Percepatan Pembangunan, Wali Kota Maulana Pantau Langsung Realisasi Fisik dan Keuangan OPD

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Untuk memastikan program pembangunan berjalan sesuai target di penghujung tahun anggaran, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., memimpin langsung Rapat Realisasi Fisik dan Keuangan Pemerintah Kota Jambi Tahun Anggaran 2025, Senin (29/9/2025).

Rapat yang digelar di Aula Bappeda Kota Jambi itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., Sekretaris Daerah, Drs. H. A. Ridwan, M.Si., serta diikuti oleh seluruh Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian, dan para Camat di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

Dalam arahannya, Wali Kota Maulana menegaskan pentingnya percepatan realisasi program kerja dan anggaran, khususnya di sisa akhir tahun 2025.

Ia memastikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dievaluasi menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun keuangan, agar program prioritas dapat terealisasi tepat waktu dan sesuai sasaran.

“Poin pentingnya, kami harapkan dukungan dan kerja sama seluruh Kepala OPD, Camat, dan Lurah untuk aktif, bukan pasif. Karena saya mengetahui semua laporannya, terutama terkait pendapatan yang targetnya sudah kita tetapkan bersama,” tegas Wali Kota.

Maulana menekankan dua aspek utama yang menjadi fokus evaluasi, yakni pendapatan dan belanja daerah.

Ia mengingatkan agar pencapaian target pendapatan terus diupayakan sepanjang tidak membebani masyarakat, sementara realisasi belanja daerah melalui APBD harus dipercepat, terutama belanja yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik.

“APBD adalah stimulus ekonomi bagi masyarakat. Kalau segera kita realisasikan, akan ada penyedia UMKM yang terlibat, tenaga kerja yang terserap, dan itu semua akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Hingga saat ini, realisasi fisik dan keuangan Pemkot Jambi telah mencapai 54 persen.

Capaian tersebut, menurut Maulana, berada di angka yang cukup tinggi dan menempatkan Kota Jambi di posisi menengah secara nasional.

“Artinya banyak pekerjaan yang sudah selesai, namun pihak ketiga belum melakukan pencairan. Selaku Kepala Daerah, saya wajib mengevaluasi sekaligus mendorong percepatan itu agar pembangunan berjalan optimal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota juga menegaskan bahwa evaluasi realisasi anggaran ini akan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kinerja para Kepala OPD, seiring dengan proses Job Fit yang baru saja dijalankan.

“Iya, insya Allah dalam beberapa hari ini akan diumumkan,” tambahnya.

Maulana menutup arahannya dengan mengingatkan bahwa capaian kinerja Pemkot Jambi akan terus dimonitor oleh Pemerintah Pusat melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan sistem Pusat Pengendalian Kebijakan dan Informasi (PPKI) Kementerian Dalam Negeri.

Untuk itu, Ia meminta seluruh perangkat daerah bersikap transparan dan responsif apabila menghadapi kendala, baik dalam pencairan anggaran, pengadaan barang dan jasa, maupun hambatan teknis lainnya.(*)




Satlinmas Dikukuhkan, Wali Maulana Tegaskan Peran Strategis Masyarakat Jaga Keamanan Lingkungan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., mengukuhkan Anggota Satlinmas (Satuan Perlindungan Masyarakat) Kecamatan Danau Sipin dan Kecamatan Jelutung, bertempat di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, pada Senin siang (29/9/2025).

Pengukuhan ditandai dengan pembacaan sumpah/janji Anggota Satlinmas secara simbolis oleh perwakilan masing-masing Kecamatan, serta penyematan tanda Anggota yang secara langsung dilakukan oleh Wali Kota Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A,.

Selain pengukuhan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sesi pembekalan bagi para anggota Satlinmas. Sejumlah narasumber dihadirkan untuk memberikan materi sesuai bidang keahliannya, di antaranya Kasat Binmas Polresta Jambi, Kompol Akil, yang hadir mewakili Kapolresta Jambi, serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi.

Dalam keterangannya kepada awak media, Wali Kota Maulana menegaskan, pentingnya keberadaan Satlinmas dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat di Kota Jambi.

“Alhamdulillah, hari ini sudah terbentuk Satlinmas di dua kecamatan. Karena menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan TNI, Polri, Satpol PP, maupun Dinas Perhubungan. Lebih dari itu, dibutuhkan partisipasi dari lapisan masyarakat hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT). Di sinilah nantinya peran strategis Satlinmas hadir, menjadi garda terdepan bersama masyarakat,” tegas Maulana.

Maulana menyebut, ketenteraman, ketertiban, dan keamanan masyarakat sejalan dengan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Jambi, yakni Program Kota Tangguh.

Kehadiran Satlinmas, menurutnya, memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai potensi bencana, seperti kebakaran maupun banjir.

“Nantinya, dinas-dinas terkait seperti Damkar akan turun langsung memberikan pembekalan, pengetahuan, serta informasi praktis tentang cara menanggulangi bencana ketika terjadi di lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa Satlinmas juga diharapkan mampu menjadi benteng masyarakat dari berbagai pengaruh negatif.

“Sebagai salah satu pendukung program Kota Tangguh, keberadaan Satlinmas diharapkan dapat mencegah munculnya persoalan sosial di tengah masyarakat, seperti geng motor maupun tindak kriminalitas lainnya, sekaligus mendukung program prioritas Pemkot Jambi secara menyeluruh,” tambah Maulana.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Maulana juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemkot Jambi yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di antaranya Kartu Bahagia dan Kampung Bahagia, yang dirancang untuk memberikan rasa aman dan perlindungan sosial bagi warga Kota Jambi, khususnya keluarga kurang mampu.

“Untuk itu, kami selaku Pemerintah mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat. Semua program yang sedang berjalan secara bertahap ini. Saya berharap kekompakan dan kebersamaan ini terus terjaga, sehingga Kota Jambi senantiasa menjadi kota yang nyaman bagi siapa pun yang datang, sekaligus memberi dampak positif bagi perputaran roda perekonomian,” pungkas Wali Kota Maulana.

Sementara itu, dalam laporan pelaksanaan, Kepala Satpol PP Kota Jambi, Feriyadi, menyampaikan bahwa pengukuhan Anggota Satlinmas akan dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan se-Kota Jambi, dengan jumlah keseluruhan mencapai 2.040 anggota.

“Secara bertahap akan kita kukuhkan di setiap kecamatan. Untuk hari ini, di Kecamatan Jelutung dan Danau Sipin, sebanyak 360 anggota resmi dikukuhkan. Mereka berasal dari lapisan masyarakat yang sebelumnya telah melalui proses seleksi oleh Ketua RT, kemudian ditetapkan melalui SK Lurah, dan selanjutnya dikukuhkan oleh Wali Kota,” jelas Feriyadi.

Feriyadi menambahkan, pengukuhan Satlinmas ini tidak hanya sekedar seremonial, tetapi juga merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat implementasi program Kota Tangguh.

Kehadiran Satlinmas diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan, baik dalam menjaga ketertiban umum maupun dalam menghadapi potensi bencana dan permasalahan sosial di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula unsur perwakilan Forkopimda Kota Jambi, Sekretaris Daerah Kota Jambi A. Ridwan beserta jajaran Pemkot Jambi, serta para anggota Satlinmas dari Kecamatan Danau Sipin dan Kecamatan Jelutung.(*)




Bunda PAUD Kota Jambi: STEM Harus Diajarkan dengan Cara Menyenangkan Sejak Usia Dini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus mempertegas komitmennya dalam mewujudkan Kota yang Ramah dan Inklusif bagi anak.

Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui Festival Permainan Sains Gelembung Bahagia dengan tema “Mengenalkan Sains Sejak Dini untuk Generasi Cerdas, Kreatif, dan Bahagia”, yang digelar di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Senin pagi (29/9/2025).

Kegiatan edukatif yang dikemas secara atraktif ini berlangsung meriah dan penuh keceriaan. Sebanyak 1.500 anak dari jenjang PAUD, TK, TPA, dan SPS se-Kota Jambi sangat antusias ikut ambil bagian dalam event tersebut.

Melalui festival ini, Pemkot Jambi tidak hanya menghadirkan wahana bermain, tetapi juga ruang belajar yang menyenangkan, di mana anak-anak dapat mengenal sains secara sederhana, kreatif, dan penuh kegembiraan.

Festival Gelembung Bahagia menjadi simbol nyata komitmen Pemkot Jambi dalam menghadirkan wadah ekspresi, tumbuh kembang, sekaligus penguatan karakter bagi generasi penerus bangsa.

Dengan cara belajar yang gembira, aktif, dan penuh keceriaan, diharapkan anak-anak Kota Jambi dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, percaya diri, serta siap menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., beserta Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG.

Kehadiran keduanya di tengah-tengah ribuan anak peserta festival ini menjadi bentuk nyata dukungan dan semangat dari Pemkot Jambi bagi generasi penerus bangsa untuk terus belajar, bereksplorasi, dan berkreasi dengan gembira.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota dan Bunda PAUD membuka secara resmi Festival Permainan Sains Gelembung Bahagia, yang ditandai dengan pelepasan balon ke udara.

Momen itu pun disambut sorak gembira dan tepuk tangan riuh anak-anak, menambah semarak suasana festival.

Turut hadir, Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi Martua Muda Siregar, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Jambi Budi Hartono, Ketua DWP Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, Kepala Dinas Pendidikan Mulyadi beserta jajaran dilingkungan Pemkot Jambi, Bunda PAUD tingkat Kecamatan, serta Mitra PAUD se-Kota Jambi dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menekankan bahwa pendidikan, kesehatan, dan ekonomi merupakan tiga sektor penting yang menjadi pilar utama dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Saat ini, IPM Kota Jambi telah mencapai angka 81,77 persen, dan Pemerintah Kota Jambi akan terus berfokus membangun serta memperkuat ketiga sektor tersebut bersama seluruh jajaran.

“Tentunya hari ini kami sangat bahagia dengan terselenggaranya Festival Gelembung ini. Kegiatan ini tidak hanya membahagiakan, tetapi juga memiliki makna besar dalam meningkatkan kemampuan, kreativitas, dan keceriaan anak-anak kita,” ujar Wali Kota Maulana.

Ia menyebut, pelaksanaan festival ini memiliki makna penting dalam meningkatkan pembelajaran dan pengalaman bermain anak di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Program ini, lanjutnya, bukan hanya menjadi penyemangat bagi anak-anak, tetapi juga memberikan motivasi bagi para orang tua dan keluarga untuk bersama-sama mendukung tumbuh kembang generasi muda.

“Kami telah menargetkan agar anak-anak usia PAUD memperoleh ruang pendidikan yang optimal dengan capaian partisipasi 100 persen. Ke depan, PAUD Negeri akan kami hadirkan di setiap kecamatan di Kota Jambi, sehingga masyarakat kurang mampu juga dapat merasakan fasilitas pendidikan yang layak. Mulai dari biaya, hingga perlengkapan sekolah seperti seragam, dapat dinikmati secara gratis,” tuturnya.

Dirinya juga menyampaikan, bahwa tingkat partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD) usia 5 hingga 6 tahun di Kota Jambi saat ini telah mencapai 85 persen, dengan target capaian 100 persen.

Target tersebut sejalan dengan komitmen dan perjuangan gigih Bunda PAUD Kota Jambi, yang hingga kini berhasil mendorong hadirnya lima PAUD Negeri di Kota Jambi.

“Perhatian saya bersama Bunda PAUD terhadap pendidikan anak usia dini tentu sangat besar, karena kami menyadari betul bahwa pendidikan dan ilmu pengetahuanlah yang mengantarkan kita hingga berada pada titik ini,” ungkapnya.

Wali Kota Maulana juga menegaskan, bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya dimulai ketika anak memasuki bangku sekolah, melainkan sudah berlangsung sejak dalam kandungan.

“Pendidikan itu sejatinya tidak dimulai saat anak masuk sekolah, melainkan sudah sejak dalam kandungan. Karena itu, 1.000 hari pertama kehidupan menjadi sangat penting, sebagai fondasi emas bagi tumbuh kembang anak kita di masa depan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana mengajak seluruh orang tua untuk memberikan perhatian serius terhadap pendidikan anak sejak dini.

Menurutnya, warisan paling berharga yang dapat diberikan kepada generasi bangsa adalah ilmu pengetahuan dan pendidikan yang baik.

“Saya berpesan kepada seluruh orang tua, jangan hanya fokus pada pendidikan umum, tetapi juga berikan pendidikan agama sesuai dengan keyakinan masing-masing. Karena sesungguhnya ilmu lah yang akan mengangkat derajat kita. Jika ingin meraih dunia, maka dengan ilmu. Jika ingin meraih akhirat, maka juga dengan ilmu. Oleh sebab itu, berikanlah kepada anak-anak kita bekal ilmu dunia sekaligus ilmu agama,” pesannya.

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Jambi telah menjalankan program pendidikan inklusi, di mana tidak ada perbedaan perlakuan antara anak berkebutuhan khusus dengan anak lainnya di sekolah.

Program ini, menurutnya, menjadi wujud komitmen Pemkot Jambi dalam menghadirkan pendidikan yang ramah dan setara bagi seluruh anak.

“Di sekolah, anak-anak berkebutuhan khusus akan didampingi oleh guru-guru yang siap mendidik dengan penuh kesabaran. Insya Allah, dengan semangat kita bersama, PAUD akan mampu menjadi wahana pendidikan karakter terbaik bagi anak-anak di usia dini,” ungkapnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., menyampaikan bahwa Festival Permainan Sains ini menjadi sarana penting untuk menstimulasi kemampuan anak melalui konsep bermain yang perlu diperkenalkan sejak usia dini.

“Tantangan anak-anak kita saat ini tentu berbeda dengan generasi kita dahulu. Karena itu, konsep STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) harus diperkenalkan dengan cara yang menyenangkan. Salah satunya melalui permainan gelembung sabun bahagia ini. Dari permainan sederhana ini, anak-anak bisa belajar bahwa air yang dicampur sabun dapat menghasilkan gelembung, dan mereka juga dapat memahami bagaimana gelembung tercipta dengan menggunakan alat-alat sederhana,” ujar Bunda PAUD Kota Jambi.

Dirinya berharap para orang tua dan guru mampu memberikan penjelasan kepada anak melalui permainan yang interaktif, karena hal tersebut dapat menggali lebih dalam potensi serta kemampuan anak.

“Saya juga berharap guru-guru di sekolah dapat selalu menerapkan konsep STEM sederhana dalam proses pembelajaran. Hal ini merupakan bagian dari pembelajaran mendalam atau e-learning, sehingga anak-anak dapat tumbuh seperti gelembung sabun yang cerah, ceria, dan berwarna-warni. Dengan cara itu, konsep-konsep ilmu bisa dimasukkan ke dalam pendidikan sambil bermain, sekaligus menumbuhkan cita-cita setinggi mungkin, seperti gelembung sabun yang melayang tinggi,” harapnya.

Lebih lanjut, Ia juga menyampaikan bahwa program “Bunda PAUD Bahagia” yang digagas Pemerintah Kota Jambi akan terus didorong agar seluruh anak usia dini dapat mengakses layanan pendidikan yang layak.

Targetnya, 100 persen anak PAUD di Kota Jambi bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas, menyenangkan, dan mampu membentuk karakter sejak usia dini.

“Sebagai Bunda PAUD, saya berkomitmen menyukseskan program wajib belajar 13 tahun, untuk menjamin setiap anak di Kota Jambi tanpa terkecuali memperoleh hak pendidikannya, termasuk mengikuti PAUD minimal satu tahun sebelum masuk SD. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada keluarga yang masih memiliki anak usia 5-6 tahun tetapi belum bersekolah di PAUD, agar segera mendaftarkannya. Silakan juga melaporkan langsung melalui akun Instagram saya maupun IG resmi Bunda PAUD Kota Jambi. InsyaAllah, kita akan mencari solusi terbaik bersama,” tutup Bunda PAUD Kota Jambi itu.

Sebelumnya, dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mulyadi, menyampaikan bahwa tujuan digelarnya Festival Permainan Sains ini adalah untuk meningkatkan minat dan rasa ingin tahu anak terhadap fenomena sains; mengembangkan kemampuan motorik halus dan kasar; serta mempererat hubungan sosial antar anak, guru, dan orang tua.

Katanya, pendidikan sains pada jenjang PAUD di era modern saat ini menjadi kebutuhan yang sangat penting.

Namun, pengenalannya harus dikemas dalam bentuk yang sesuai dengan dunia anak, yakni dunia bermain.

“Permainan sains gelembung sabun ini adalah contoh media sederhana, namun kaya akan muatan pembelajaran,” jelasnya.

Pembukaan Festival Permainan Sains Gelembung Bahagia ini semakin meriah dengan digelarnya pengundian doorprize beragam hadiah menarik.

Riuh sorak gembira anak-anak bercampur dengan tepuk tangan orang tua yang penuh semangat, menjadikan momen ini semakin hangat dan penuh keceriaan. Tak hanya belajar dan bermain, festival ini pun menjadi ajang kebersamaan yang menyenangkan bagi seluruh peserta.(*)




Hati-Hati! Balap Liar di Jalan Umum Bisa Masuk Penjara, Berikut Penjelasan Kasat Lantas Polresta Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Jambi menegaskan larangan keras terhadap aktivitas balap liar yang marak terjadi di sejumlah ruas jalan kota. Kegiatan ini dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, baik pelaku maupun masyarakat umum.

Kasat Lantas Polresta Jambi, AKP Hadi Siswanto, mengatakan bahwa aksi balap liar tidak hanya melanggar norma keselamatan.

Ttapi juga merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

“Balap liar jelas membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Berdasarkan Pasal 29 UU LLAJ juncto Pasal 115 huruf B,” sebutnya.

Baca juga:  Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polresta Jambi Kenalkan Tertib Lalu Lintas ke Anak TK

Baca juga:  Aksi Sosial Satlantas Polresta Jambi, Puluhan Nasi Kotak Dibagikan di Pasar Angso Duo

“Pelaku balap liar di jalan umum bisa dikenai sanksi pidana kurungan maksimal 1 tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta,” tegas AKP Hadi Siswanto saat diwawancarai media.

Ia menambahkan bahwa, Satlantas Polresta Jambi akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan aksi balap liar, terutama pada malam hari dan akhir pekan.

“Kami tidak akan segan menindak tegas setiap pelanggaran. Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas,” lanjutnya.

AKP Hadi juga mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, terutama remaja yang kerap terlibat dalam kegiatan balap liar.

Baca juga:  Catat! Besok Layanan SIM Keliling Satlantas Jambi Hadir di Tugu Keris Siginjai

Baca juga:  Satlantas Polresta Jambi Gelar Razia di Simpang Pulai, Pelanggaran Menurun

Pihak kepolisian berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lalu lintas.(*)




Gandeng TikTok Shop, Disparbud Kota Jambi Segera Latih Emak-Emak Jadi Kreator! Cek Syarat dan Waktunya di Sini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pendaftaran program pelatihan Emak-Emak Matic 2025 resmi dibuka mulai 1 hingga 8 Oktober 2025.

Program ini digagas oleh Creators Lab dan kembali hadir di Kota Jambi, bekerja sama dengan TikTok Shop by Tokopedia serta Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).

Program ini menyasar para perempuan yang ingin meningkatkan kemampuan digital dan berpenghasilan melalui platform media sosial, khususnya TikTok.

Pelatihan akan digelar secara offline dan gratis pada 16 Oktober 2025, dengan menghadirkan materi tentang cara menjadi seller, affiliator, dan content creator profesional.

“Kami mendukung penuh program ini karena sangat sejalan dengan misi Pemerintah Kota Jambi dalam mengembangkan ekonomi kreatif, terutama bagi perempuan,” ungkap Jimmi, Kabid Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (SDP & Ekraf) Disparbud Kota Jambi.

“Ini peluang nyata untuk menambah skill dan potensi penghasilan dari dunia digital,” ujar Jimmi,

Syarat Pendaftaran Emak-Emak Matic 2025:

  1. Perempuan, usia minimal 17 tahun

  2. Memiliki akun TikTok dengan minimal 600 followers

  3. Wajib membawa smartphone dan kuota internet

  4. Memiliki rekening bank aktif

  5. Dikhususkan untuk affiliator dan content creator

  6. Siap melaporkan perkembangan usaha secara berkala kepada Kemenparekraf

  7. Mematuhi kebijakan dari Kemenparekraf dan komunitas platform TikTok

Program ini menjadi kesempatan emas bagi para perempuan, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku UMKM, untuk mengembangkan usaha secara digital dan memperluas jaringan pemasaran melalui konten yang menarik.

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menambah ilmu, jaringan, dan potensi cuan di era digital!.(*)




Satlinmas Kota Jambi Resmi Dikukuhkan, Walikota Maulana: Kunci Keamanan dari RT

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM, secara resmi mengukuhkan Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dari Kecamatan Danau Sipin dan Kecamatan Jelutung. Acara pengukuhan berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, pada Senin siang (29/9/2025).

Pengukuhan ditandai dengan pembacaan sumpah dan janji secara simbolis oleh perwakilan Satlinmas dari kedua kecamatan.

Selain itu, penyematan tanda keanggotaan juga dilakukan langsung oleh Wali Kota Maulana, didampingi oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A.

Pada kesempatan ini, para anggota Satlinmas juga mendapat pembekalan dari sejumlah narasumber ahli.

Hadir memberikan materi antara lain Kompol Akil selaku Kasat Binmas Polresta Jambi, serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Mustari Affandi.

Wali Kota Maulana menegaskan bahwa, peran Satlinmas sangat vital dalam menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kita kukuhkan Satlinmas di dua kecamatan. Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa hanya dibebankan kepada TNI-Polri, Satpol PP, atau Dinas Perhubungan. Dibutuhkan peran aktif dari masyarakat di tingkat RT, dan di sinilah Satlinmas mengambil peran penting,” tegas Maulana.

Ia juga menyebutkan bahwa, keberadaan Satlinmas mendukung langsung program prioritas Pemerintah Kota Jambi, yakni Kota Tangguh, terutama dalam menghadapi situasi darurat seperti kebakaran dan banjir.

“Dinas Damkar dan instansi terkait akan memberikan pelatihan penanggulangan bencana. Ini penting agar masyarakat siap menghadapi kondisi darurat,” ungkapnya.

Maulana berharap keberadaan Satlinmas bisa membantu meminimalisir potensi gangguan keamanan di masyarakat, seperti geng motor atau tindakan kriminal lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jambi juga menyampaikan sejumlah program prioritas yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti Kartu Bahagia dan Kampung Bahagia, yang ditujukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman, terutama bagi keluarga prasejahtera.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat. Program-program ini berjalan bertahap dan membutuhkan sinergi semua pihak. Mari kita jaga kekompakan untuk menciptakan kenyamanan di Kota Jambi, demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Maulana.

Secara bertahap, pengukuhan Satlinmas akan dilakukan di seluruh kecamatan di Kota Jambi.

Total anggota Satlinmas mencapai 2.040 orang, yang direkrut dari masyarakat melalui seleksi ketat di tingkat RT, disahkan oleh Lurah, dan dikukuhkan langsung oleh Wali Kota.(*)