Workshop Mak-Mak Matic, Pemkot Jambi Dorong Perempuan Melek Teknologi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mendorong pemberdayaan perempuan pelaku UMKM melalui penguasaan teknologi digital.

Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Workshop Mak-Mak Matic (Melek Teknologi) yang secara resmi dibuka oleh Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, di Aula Griya Mayang, Kamis (16/10).

Workshop ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif, Tokopedia, dan TikTok, serta diikuti oleh 100 peserta perempuan dari sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan ekonomi, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Kalau emak-emak sudah melek teknologi, ekonomi keluarga akan jauh lebih kuat. Mereka sangat produktif jika diberi ruang. Kemandirian ekonomi perempuan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga dan daerah,” ujar Maulana.

Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan melalui pemberdayaan berbasis digital.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, Mariyani Yanti, S.P., MDM., Ph.D., menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang agar perempuan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berubah.

“Ini bentuk nyata dukungan kami agar perempuan di Kota Jambi bisa lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi melalui literasi digital,” katanya.

Kegiatan ini merupakan sinergi dua program besar: Creator Slab dari Tokopedia dan Magnetik dari Kementerian Ekonomi Kreatif.

Head of Public Policy and Government Relations Tokopedia dan TikTok, Hilmi Adrianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat di bidang ekonomi kreatif dan digital content creation.

“Kami ingin masyarakat bisa menciptakan peluang baru, termasuk menjadi content creator yang produktif dan mandiri,” jelas Hilmi.

Di akhir acara, Wali Kota Maulana berharap para peserta dapat menerapkan keterampilan yang didapat untuk menjadi lebih produktif, kreatif, dan berkontribusi langsung dalam pertumbuhan ekonomi lokal.

“Perempuan yang berdaya secara ekonomi akan menjadi motor penggerak pembangunan. Ini adalah bagian dari visi kita mewujudkan Kota Jambi Bahagia,” pungkasnya.(*)




Pemkot Jambi Larang Anak Keluar Malam Demi Cegah Geng Motor

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID –  Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah tegas dalam menanggulangi maraknya aksi kelompok kriminal bermotor atau yang dikenal sebagai geng motor.

Melalui Surat Edaran Nomor 21 Tahun 2025, Pemkot Jambi memberlakukan kebijakan pencegahan dan penindakan yang ketat demi menjaga keamanan dan ketertiban kota.

Kebijakan ini merupakan hasil kesepakatan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Jambi dalam rapat pada 14 Oktober lalu.

Surat edaran tersebut fokus pada dua pendekatan utama: preventif dan represif.

Salah satu poin utama dalam kebijakan ini adalah larangan beraktivitas di luar rumah bagi anak-anak usia di bawah 18 tahun pada pukul 22.00 hingga 04.30 WIB, kecuali dalam keadaan mendesak dan harus didampingi oleh orang tua atau wali.

Pemkot Jambi juga melarang konvoi kendaraan bermotor dengan jumlah lebih dari dua orang.

Aktivitas ini dinilai rawan memicu gangguan keamanan dan kerap kali dijadikan modus geng motor untuk melakukan aksi kriminal.

“Ini adalah langkah serius kita untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif dan potensi menjadi pelaku maupun korban aksi kriminal bermotor,” ujar Wali Kota Jambi, Maulana, Kamis (16/10/2025).

Wali Kota Maulana menekankan bahwa, penanganan geng motor tidak bisa hanya dibebankan pada aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua, sekolah, dan masyarakat.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga anak-anak kita dari bahaya geng motor. Ini tanggung jawab bersama,” tegas Maulana.

Sebagai bentuk pengawasan lingkungan, pemerintah juga mewajibkan aktivasi kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di setiap RT.

Warga juga diimbau menggunakan Call Center 112 untuk melaporkan kejadian mencurigakan atau aksi kriminal.

Untuk penindakan, aparat gabungan dari Pemkot Jambi, Polresta Jambi, Kodim, Kejari, tokoh agama, dan tokoh masyarakat akan menggelar razia rutin dan patroli berkala di titik-titik rawan.

Bagi pelaku yang terlibat, sanksi akan diberikan secara bertahap, seperti teguran dan pembinaan, konseling oleh psikolog (terutama bagi pelaku di bawah umur) dan proses hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyambut baik langkah Pemkot Jambi dan mendorong revisi aturan hukum untuk lebih mengakomodasi pendekatan pembinaan terhadap anak-anak yang terlibat.

“Tentu kita apresiasi. Tapi kalau sudah melewati batas, tentu ada aturan hukum yang mengaturnya,” kata Faried.

Sementara itu, Kajari Jambi, Abdi Reza Fachlewi Junur, menekankan pentingnya edukasi hukum di tengah masyarakat.

“Membawa senjata tajam tanpa izin bisa diproses hukum. Tapi pendekatannya harus tetap memperhatikan aspek tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Boy Siregar, juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak.

“Kadang orang tua tidak tahu ke mana anaknya pergi. Ini bukan soal saling menyalahkan, tapi kita harus lebih peduli,” ujarnya.

Surat Edaran Nomor 21 Tahun 2025 menegaskan bahwa Kota Jambi tidak akan memberi ruang bagi geng motor.

Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, terutama bagi generasi muda.(*)




Pemkot Jambi Terapkan Jam Malam, Cegah Aksi Geng Motor Remaja

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah tegas untuk mengatasi maraknya aksi geng motor, terutama yang melibatkan remaja di bawah usia 17 tahun.

Salah satu kebijakan utama yang akan segera diberlakukan adalah penerapan jam malam bagi anak-anak, berlaku mulai pukul 22.00 WIB hingga 04.30 WIB.

Langkah ini menjadi bagian dari instruksi Wali Kota Jambi yang mengatur strategi preventif dan represif demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

Tak hanya membatasi aktivitas malam, Pemkot Jambi juga mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) di setiap RT.

Peran lembaga adat dan forum RT turut diperkuat untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam mencegah kenakalan remaja sejak dini.

Selain itu, pihak sekolah juga akan diajak berkoordinasi dalam upaya pendeteksian awal terhadap potensi keterlibatan siswa dalam kelompok geng motor.

Upaya ini menyasar edukasi serta pengawasan ketat di lingkungan sekolah.

Dari sisi penindakan, pemerintah akan menggandeng aparat gabungan, termasuk TNI, Polri, Kejaksaan, tokoh agama,  untuk melakukan penertiban serta pembinaan langsung.

Remaja yang terlibat akan dikenakan proses pembinaan, dimulai dari penandatanganan surat pernyataan hingga pemanggilan orang tua.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, menekankan bahwa penanganan geng motor harus melibatkan berbagai pihak, terutama keluarga dan sekolah.

“Peran orang tua dan sekolah sangat penting. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami juga akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi dan pembinaan,” ujarnya.

Pendekatan psikologis dan konseling juga akan diberikan kepada anak-anak yang terlibat, selain tetap menjalani proses hukum sesuai aturan.

Melalui kolaborasi ini, Pemkot Jambi berharap generasi muda dapat diarahkan pada kegiatan positif dan menjauh dari tindakan destruktif seperti geng motor.(*)




Wali Kota Jambi Ubah Gaya Hidup Warga, Lewat Bus Listrik Ramah Lingkungan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, terus mendorong perubahan gaya hidup masyarakat menuju pola yang lebih sehat dan ramah lingkungan

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menghadirkan armada bus listrik sebagai bagian dari transformasi transportasi publik di Kota Jambi.

“Bus listrik ini bukan hanya soal moda transportasi, tapi cara kita mengajak masyarakat mengubah kebiasaan, agar beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum yang lebih ramah lingkungan,” ujar Maulana.

Saat ini, Pemerintah Kota Jambi telah mengoperasikan 6 armada kendaraan listrik, terdiri dari bus besar dan angkutan kota listrik.

Salah satu armada bahkan dirancang khusus untuk melintasi jalur sempit di dalam kota, guna menjangkau lebih banyak wilayah pemukiman.

Sebagai bentuk dukungan terhadap sistem transportasi terintegrasi, Pemkot Jambi juga menggandeng Dirjen Perhubungan Darat untuk merevitalisasi Terminal Alam Barajo.

Terminal ini nantinya akan difungsikan sebagai pusat transit, di mana penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan bus listrik Trans Bahagia.

Wali Kota menyebut bahwa, keberadaan armada ini ditargetkan dapat menekan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, terutama bagi kalangan pelajar.

Selain itu, upaya ini juga diharapkan mampu mengurangi kemacetan serta menghidupkan kembali ekonomi di kawasan terminal seperti Rawasari dan Alam Barajo.

Dengan jam operasional lebih dari 10 jam per hari, Trans Bahagia dinilai efisien dalam konsumsi energi dan terbukti ramah lingkungan.

Pemkot Jambi pun telah menyiapkan ekspansi rute ke lebih banyak wilayah, agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan transportasi umum.

Evaluasi performa bus listrik dilakukan secara menyeluruh, mencakup efisiensi energi, kinerja kendaraan, serta tingkat kepuasan pengguna.

Inisiatif ini menjadi bagian penting dari visi Kota Jambi untuk menjadi kota yang mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.

Sebagai informasi, layanan bus listrik masih gratis hingga Desember 2025.

Setelah itu, tarif akan diberlakukan mulai Januari 2026, berdasarkan hasil feasibility study.

Meski demikian, tarif tersebut tetap akan disubsidi oleh pemerintah kota demi menjaga keterjangkauan bagi masyarakat.(*)




Naik Bus Listrik Gratis di Jambi Sampai Akhir 2025, Ini Kata Walikota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Warga Kota Jambi kini masih bisa menikmati layanan bus listrik gratis hingga akhir tahun 2025.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mendorong perubahan gaya hidup masyarakat menuju transportasi ramah lingkungan.

“Sampai Desember 2025 kita masih gratiskan. Januari 2026 baru akan ada perhitungan tarif berdasarkan hasil feasibility study, namun tetap akan disubsidi,” ujar Maulana.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap program transportasi hijau, Pemerintah Kota Jambi juga menambah empat armada baru.

Baca juga:  Wali Kota Maulana Dorong Wisata Hijau, Bus Listrik Siap Sambungkan Tugu Keris ke Candi Muaro Jambi

Baca juga:  Pemkot Jambi Gandeng KALISTA, Warga Jambi Bisa Naik Bus Listrik Gratis!

Dari total enam armada yang kini beroperasi, satu merupakan bus listrik ukuran kecil dan tiga lainnya adalah angkutan kota listrik.

Armada kecil ini akan difokuskan pada jalur dalam kota yang lebih sempit, sehingga mampu menjangkau lebih banyak area pemukiman.

Selain itu, Pemkot juga bekerja sama dengan Ditjen Perhubungan Darat untuk merevitalisasi Terminal Alam Barajo sebagai pusat transit utama.

“Bus dan kendaraan lain akan masuk ke terminal, lalu penumpang lanjut naik bus listrik ke tujuan mereka,” tambah Maulana.

Program ini tak hanya mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, terutama bagi pelajar, tapi juga diproyeksikan mampu menekan kemacetan serta menghidupkan kembali perekonomian di terminal seperti Rawasari dan Alam Barajo.

Dengan waktu operasional lebih dari 10 jam setiap hari, bus listrik terbukti efisien secara energi, ramah lingkungan, dan semakin diminati.

Evaluasi kinerja tidak hanya dilihat dari jumlah penumpang, namun juga mencakup efisiensi energi, kinerja teknis kendaraan, dan kepuasan pengguna.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Jambi tengah merencanakan ekspansi rute Trans Bahagia ke lebih banyak wilayah demi meningkatkan aksesibilitas transportasi publik.

Trans Bahagia kini diposisikan sebagai simbol transportasi masa depan Kota Jambi: praktis, hemat energi, dan mendukung pengurangan emisi karbon di wilayah perkotaan.(*)




Pemkot Jambi Gandeng Densus 88 Sosialisasikan Bahaya Radikalisme

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi makin serius menjaga wilayahnya tetap aman dari ancaman paham intoleran, radikalisme, dan terorisme.

Melalui Badan Kesbangpol, Pemkot menggelar kegiatan Sosialisasi Kebangsaan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Densus 88 Anti Teror Polri.

Acara yang digelar Rabu (15/10) ini turut dihadiri tokoh agama, masyarakat, aparatur pemerintah, hingga aparat keamanan.

Fokus utamanya adalah memperkuat wawasan kebangsaan dan mendorong peran aktif semua elemen dalam mencegah penyebaran paham ekstrem.

“Kita tidak bisa anggap enteng penyebaran paham radikal, apalagi di era digital seperti sekarang. Informasi bisa menyebar dengan sangat cepat,” ujar Kepala Kesbangpol Kota Jambi, Raden Jufri.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Pemkot Jambi dengan Densus 88.

Menurutnya, sinergi seperti ini penting untuk deteksi dini potensi ancaman yang bisa mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Densus 88. Pendekatan kolaboratif seperti ini sangat dibutuhkan untuk menangkal radikalisme sejak dini,” tambahnya.

Sementara itu, Sekda Kota Jambi, A Ridwan, menegaskan bahwa menjaga keamanan wilayah bukan tugas satu pihak saja.

Ia mendorong seluruh jajaran pemerintah dari tingkat kota hingga kelurahan untuk aktif terlibat.

“Kalau ada indikasi atau gejala radikalisme, jangan tunggu. Camat dan lurah harus segera turun tangan. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Ridwan juga mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap aktivitas mencurigakan.

Ia mengingatkan, langkah pencegahan jauh lebih baik ketimbang penindakan setelah kejadian.

Dalam forum tersebut, peserta juga diajak memahami akar-akar penyebaran paham radikal, mulai dari isu sosial, ekonomi, hingga manipulasi sentimen keagamaan.

Pemkot Jambi berharap kegiatan ini bisa menjadi bagian dari upaya besar menjaga nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan di tengah masyarakat.

“Kita ingin Kota Jambi tetap menjadi kota yang aman, damai, dan inklusif bagi semua. Ini hanya bisa tercapai kalau seluruh elemen masyarakat ikut bergerak bersama,” tutup Raden Jufri(*)




Hadir di Forum Bisnis Internasional India-Indonesia, Kota Jambi Tawarkan Peluang Investasi Strategis

MEDAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi menghadiri Business Presentation and Interactive Session yang digelar oleh Konsulat Jenderal Republik India di Medan. Acara yang digelar di Grand Mercure Angkasa Hotel Medan, Senin (13/10/2025) itu dihadiri langsung oleh Konsul Jenderal India Mr. Ravi Shanker Goel beserta pelaku usaha besar dari India.

Forum bergengsi ini mempertemukan pebisnis yang tergabung dalam Confederation of Indian Industry (CII) dengan beberapa pemerintah daerah di Sumatera untuk menjajaki peluang investasi lintas negara.

Delegasi bisnis CII terdiri dari para pimpinan perusahaan ternama India di sektor energi, infrastruktur, teknologi digital, agribisnis, pengelolaan air, manufaktur, dan industri kimia. Beberapa di antaranya yakni Quocent Pvt Ltd, KEC International Limited, TKIL Industries Pvt Ltd, Bill Machines Pvt Ltd, DCM Shriram Limited, PT GMR Infrastructure Indonesia, JIBC Chennai, dan PT Ion Exchange Asia Pacific.

Pemerintah Kota Jambi yang diwakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Palayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Abu Bakar, bersama Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Jambi Mohammad Andri Al Varabi, menjadi satu-satunya wakil Pemerintah Daerah di Provinsi Jambi yang di undang dalam acara tersebut.

Dalam forum itu, Pemerintah Kota Jambi memaparkan sejumlah proyek strategis yang tengah disiapkan dan terbuka bagi peluang kerja sama investasi. Mulai dari infrastruktur, perdagangan hingga budaya dan pariwisata.

Diantara sektor yang ditawarkan, adalah investasi dalam pengelolaan air minum. Pemerintah Kota Jambi membuka peluang kerja sama untuk meningkatkan kapasitas produksi dan penerapan teknologi pengolahan air bersih melalui Perumda Air Minum Tirta Mayang. Potensi investasi juga tersedia untuk pembangunan intake air minum.

“Perumda Air Minum Tirta Mayang membutuhkan mitra yang dapat membantu meningkatkan kapasitas dan efisiensi pengelolaan air minum. Kami ingin menghadirkan sistem pelayanan air bersih yang lebih modern,” ujar Kepala DPMPTSP Kota Jambi, Abu Bakar.

Selain itu, sektor minyak dan gas juga menjadi fokus pengembangan. Kota Jambi tengah mengupayakan pengelolaan mandiri jaringan gas kota agar lebih efisien dan berdaya saing, serta membuka ruang bagi investor strategis untuk memperluas jaringan dan memperkuat infrastruktur energi berbasis gas.

“Jika jaringan gas kota bisa dikelola secara mandiri, tentu potensi nilai tambahnya besar bagi daerah. Untuk itu, dalam forum ini, kami mengundang investor yang memiliki keahlian dan komitmen di bidang ini,” tambahnya.

Di bidang teknologi digital, Pemerintah Kota Jambi juga menawarkan peluang kerja sama pengembangan konsep Smart City. India dinilai sebagai mitra potensial karena telah berhasil menerapkan konsep kota cerdas di berbagai wilayahnya. Melalui kerja sama ini, Kota Jambi berharap dapat memperkuat sistem digitalisasi layanan publik, pengelolaan data, serta peningkatan efisiensi tata kelola pemerintahan.

Selain itu, Pemerintah Kota Jambi juga menawarkan peluang investasi dalam pembangunan jaringan kabel bawah tanah (ducting system). Proyek ini menjadi bagian dari upaya modernisasi infrastruktur kota, sekaligus mendukung visi Wali Kota Jambi untuk mewujudkan tata ruang kota yang lebih rapi, aman, dan estetik.

“Pemerintah Kota Jambi berencana menata ulang sistem jaringan utilitas di kawasan perkotaan. Melalui pengembangan ducting system atau jaringan kabel bawah tanah ini, kami ingin menghadirkan wajah kota yang lebih tertib, modern, dan ramah lingkungan,” jelas Abu Bakar.

Kepala DPMPTSP Kota Jambi itu juga mengatakan, di undangnya Pemerintah Kota Jambi dalam forum penting itu, berkat komitmen dan kiprah aktif Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, di berbagai forum internasional.

“Bapak Wali Kota dikenal sangat aktif menghadiri berbagai event internasional dan membangun komunikasi global dengan berbagai lembaga serta pemerintah diluar negeri. Selain itu, Kota Jambi juga menjadi anggota di sejumlah forum kerja sama internasional. Inilah yang menjadikan Kota Jambi menjadi mitra strategis bagi negara-negara sahabat termasuk India,” katanya.

Ia menambahkan, kehadiran Kota Jambi di forum ini selain bentuk komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memperluas jejaring kerja sama luar negeri, sekaligus mencari mitra strategis bagi pembiayaan pembangunan daerah.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Konsulat Jenderal India di Medan yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini. Melalui forum ini, kami berharap dapat terjalin komunikasi dan kerja sama yang lebih konkret, serta mendorong para pelaku usaha India yang tergabung dalam CII untuk berinvestasi di Kota Jambi,” pungkasnya.

Selain Pemerintah Kota Jambi, sejumlah pihak juga turut memaparkan potensi investasinya dalam sesi business presentation and Q&A itu, antara lain Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Aceh, Provinsi Bengkulu, Provinsi Kepulauan Riau, Kabupaten Deli Serdang, PT Kawasan Industri Nusantara (KINRA), PT Kawasan Industri Medan (KIM), BP Batam, serta North Sumatera Invest (NSI).

Kehadiran Pemerintah Kota Jambi dalam forum bisnis bergengsi ini sekaligus menegaskan posisi Kota Jambi sebagai daerah yang pro-investasi, terbuka terhadap kolaborasi global, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.(*)




Maulana Pastikan Program Stunting Kota Jambi Didukung, Lewat Bantuan dan Pemberdayaan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr dr Maulana, MKM., secara simbolis menyerahkan paket bantuan berupa protein (susu, telur) dan sembako kepada 11 anak berisiko stunting.

Bantuan itu diserahkan saat membuka acara PKU Akbar 2025 yang diselenggarakan oleh PNM Cabang Kota Jambi, Selasa (13/10/2025).

Acara yang bertempat di Maulidia Convention Center, Jalan Depati Parbo, Kelurahan Pematang Sulur, ini dihadiri oleh lebih dari 500 ibu tangguh (nasabah PNM) beserta balita mereka.

Kegiatan mengusung tema “Emak‑Emak Sehat, Ekonomi Keluarga Meningkat”, sebagai bentuk sinergi antara pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesehatan ibu‑anak.

Wali Kota Maulana menyatakan bahwa PNM berperan penting dalam mendorong ekonomi lokal, khususnya bagi ibu-ibu yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

“Kami dari Pemkot Jambi terus membuka ruang kolaborasi dan berterima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung masyarakat, termasuk PNM Cabang Kota Jambi,” ungkapnya.

Ketua PNM Kota Jambi, Octa Indah Nasution, menyebutkan bahwa dari total 4.919 nasabah aktif di 17 cabang di Kota Jambi, sebanyak 500 nasabah hadir dalam acara PKU Akbar 2025.

Nasabah tersebut berasal dari kecamatan Jelutung, Jambi Selatan, Kota Baru, dan Telanaipura.

Acara tersebut turut dihadiri pejabat penting seperti Asisten Perekonomian & Pembangunan Kota Jambi DR. H. Mulyadi, perwakilan OJK Jambi, Kepala Pegadaian, perwakilan Bank BRI, Danramil, Kejaksaan, Jasa Raharja, Astra Motor, serta jajaran PNM Kota Jambi.

Acara resmi dibuka dengan pemukulan beduk oleh Wali Kota Maulana bersama Kepala PNM dan perwakilan OJK. Penyerahan plakat penghargaan antara PNM dan Pemkot juga digelar sebagai simbol apresiasi dukungan.

Di sela acara, Wali Kota Maulana memaparkan berbagai program prioritas Kota Jambi, di antaranya langkah-langkah strategis penanggulangan banjir melalui pembangunan kolam retensi, serta 11 program unggulan yang telah diraih Pemkot dalam beberapa tahun terakhir.

Wali Kota berharap PKU Akbar membawa manfaat optimal kepada masyarakat, khususnya para ibu nasabah PNM, agar kesejahteraan keluarga semakin meningkat.(*)




Satya JKN Award 2025, Bentuk Apresiasi BPJS Kesehatan untuk Perusahaan Peduli Pekerja

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – BPJS Kesehatan memberikan penghargaan Satya JKN Award 2025 kepada 110 badan usaha yang dinilai paling patuh dalam mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen perusahaan dalam melindungi kesehatan pekerjanya melalui kepesertaan aktif di JKN.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa partisipasi aktif badan usaha dalam mendaftarkan dan membayarkan iuran JKN pekerja adalah bentuk tanggung jawab sosial dan moral.

“Ketika pekerja merasa aman dan terlindungi, produktivitas meningkat, dan ini berdampak langsung pada keberlangsungan perusahaan. Kepatuhan bukan sekadar kewajiban administratif, tapi cerminan kesadaran dan komitmen bersama,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).

Ghufron menambahkan bahwa kontribusi sektor usaha sangat penting dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia.

Hingga 1 Oktober 2025, kepesertaan Program JKN telah mencapai 282,7 juta orang atau 98,6 persen dari total penduduk, di mana 67,2 juta peserta berasal dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi, dr Shanti Lestari, MKM, AAK, turut menyampaikan apresiasinya kepada badan usaha penerima penghargaan.

Ia menyebut bahwa penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi bagi perusahaan lain untuk meningkatkan kepatuhan.

“Kepatuhan terhadap Program JKN adalah bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja dan memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat,” ujarnya.

Shanti berharap semakin banyak perusahaan di wilayah Jambi yang dapat mengikuti jejak tersebut dengan memastikan seluruh pekerja dan anggota keluarganya terdaftar aktif sebagai peserta JKN.

Penilaian Satya JKN Award 2025 dilakukan dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait untuk menjamin transparansi dan objektivitas.

Kriteria penilaian meliputi kepatuhan pendaftaran pekerja, pelaporan upah, penggunaan aplikasi e-Dabu, dan partisipasi dalam program donasi JKN.

“Kami percaya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat adalah kunci dalam mewujudkan sistem kesehatan yang adil dan berkelanjutan,” tutup Shanti.(*)




Pengendara Keluhan Mobil Mogok Setelah Isi Pertalite di SPBU Pal 10 Tebo

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang pengendara mobil mengeluhkan kualitas BBM jenis Pertalite di SPBU Pal 10, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Jambi.

Setelah mengisi BBM tersebut, mobilnya mendadak mogok saat berkendara.

Munasdi, warga Kabupaten Bungo, menceritakan kronologi kejadian pada Jumat siang (10/10/2025). Ia mengisi sekitar 30 liter Pertalite di SPBU Pal 10 lalu melanjutkan perjalanan ke Bungo.

Namun, tak lama kemudian mobilnya mengalami ngadat, padahal sebelum mengisi BBM di SPBU tersebut kondisi mesin masih normal.

“Setelah saya keluarkan BBM yang saya isi di Pal 10 dan ganti dengan BBM baru, mobil kembali normal. Tapi saya takut menggunakan bensin itu lagi,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Mesran, pengendara lain, yang setelah mengisi Pertalite di SPBU KM 10 mengaku kendaraannya sama-sama bermasalah dan tidak dapat menyala.

Ia menyebut sudah banyak yang mengalami hal serupa sejak SPBU tersebut beroperasi, namun belum ada pihak yang berani mengajukan komplain.

Menanggapi hal ini, Manager SPBU Pal 10, Faisal, menyatakan tidak mengetahui adanya keluhan serentak dari konsumen. Menurutnya, banyak pelanggan mengisi di SPBU-nya tanpa mengajukan komplain.

“Kami selalu mengecek SG (specific gravity) BBM setiap masuk, sesuai standar Pertamina,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sampel bensin dari hari Jumat masih disimpan, tetapi menolak untuk melakukan pemeriksaan ulang atas bahan bakar yang telah keluar dari pompa.

“Bensin yang sudah keluar tidak lagi jadi tanggung jawab kami. Namun kita masih menyimpan sampel hari Jumat,” pungkasnya.(*)