Maulana-Diza Hadir di Masjid NW Al Hijrah, Akses Wifi Gratis untuk Generasi Muda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, menyerahkan bantuan akses wifi gratis bagi rumah ibadah di Masjid NW Al Hijrah, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, Jumat (27/2/2026).

Penyerahan ini menjadi bagian dari Safari Ramadan 1447 H yang digelar Pemkot Jambi pada malam kesepuluh Ramadan.

Bantuan wifi gratis ini diharapkan dapat mendekatkan generasi muda dengan kegiatan keagamaan, sekaligus menjadi alternatif positif agar lebih dekat dengan rumah ibadah dan menjauh dari hal-hal negatif.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menekankan bahwa Safari Ramadan tidak hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Ini kegiatan positif untuk melihat, bertemu, dan mendengar aspirasi masyarakat yang merupakan bagian penting dari kegiatan rutin Ramadan,” ujar Maulana.

Ia menambahkan bahwa bantuan wifi gratis juga bertujuan mendidik akhlak anak-anak agar tetap dekat dengan ibadah meski menikmati teknologi.

“Biarin mereka bermain, tapi saat waktunya salat atau ibadah lainnya mereka juga lakukan,” tuturnya.

Selain itu, Wali Kota Maulana menyampaikan perkembangan pembangunan di Kelurahan Sungai Asam untuk menanggulangi banjir.

“Dengan sistem pengendalian banjir yang sedang dibangun, kami targetkan dapat menuntaskan 60 persen dampak banjir di kawasan Sungai Asam,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Jambi juga menyalurkan bantuan operasional sebesar Rp5 juta kepada pengurus masjid serta paket sembako bagi warga kurang mampu.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Pemkot Jambi, pengurus masjid, organisasi keagamaan, Lembaga Adat Melayu, Forum Ketua RT, serta jamaah Masjid NW Al Hijrah.

Safari Ramadan ini menegaskan komitmen Pemkot Jambi di bawah kepemimpinan Maulana-Diza untuk terbuka terhadap aspirasi masyarakat, sekaligus mewujudkan visi Kota Jambi BAHAGIA dengan nilai-nilai agama sebagai fondasi utama.(*)




Ketua PWI Kota Jambi Soroti Peran Propam Polri di Era Digital

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi, Irwansyah, menekankan pentingnya peran Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri sebagai penjaga integritas dan kepercayaan publik dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun Anggaran 2026 di Aula Lantai 3 Gedung Siginjai, Jum’at (27/2/2026).

Rakernis yang dibuka langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar ini dihadiri oleh Wakapolda Jambi, para pejabat utama Polda Jambi, Wakapolres/ta jajaran, serta operator SiPropam. Selain itu, hadir juga narasumber dari Ombudsman Provinsi Jambi dan PWI Kota Jambi.

Dalam arahannya, Irwansyah menekankan bahwa Propam Polri memiliki peran strategis di era keterbukaan dan digital saat ini, di mana setiap tindakan anggota Polri dapat diawasi publik maupun media.

Kesalahan kecil, kata dia, bisa berdampak besar jika tidak diimbangi dengan klarifikasi cepat dan transparan.

“Propam Polri bukan sekadar penindak, tetapi juga pembina dan pengawal kepercayaan publik,” ujar Irwansyah.

Ia menambahkan, media dan pers berperan sebagai mitra kontrol sosial sekaligus jembatan komunikasi antara Polri dan masyarakat. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu:

  • Mencegah disinformasi

  • Menyampaikan klarifikasi secara objektif

  • Membangun narasi positif bagi institusi Polri

Menurut Irwansyah, dengan sinergi Propam dan media yang baik, kepercayaan publik terhadap Polri dapat terjaga.

Ia berharap Propam semakin terbuka terhadap kritik konstruktif dan menjalin komunikasi profesional dengan media agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat selalu jujur, berimbang, dan akurat.

Dalam sambutannya, Kapolda Jambi menekankan pentingnya pengawasan internal sebagai pondasi pembangunan institusi Polri.

Ia menyebut bahwa pengawasan publik meningkat seiring berkembangnya media online, sehingga Propam dituntut untuk bersikap adaptif, humanis, dan berkeadilan.

Kapolda juga menekankan peningkatan kapasitas sumber daya manusia Propam melalui pelatihan pemeriksaan dan interogasi agar lebih profesional dan sesuai prosedur.

Irwansyah menegaskan, peran PWI dan media bukan untuk mengkritik secara destruktif, tetapi menjadi mitra yang membantu menyampaikan informasi objektif, membangun komunikasi positif, dan menjaga reputasi institusi.

“Dengan adanya Rakernis ini, saya berharap Propam semakin terbuka terhadap kritik konstruktif, dan hubungan Polri dengan media semakin profesional,” tutup Ketua PWI Kota Jambi.(*)




Pemuda Pancasila Desak DPRD Jambi Tuntaskan Jalan Hauling Batubara 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Suasana Gedung DPRD Provinsi Jambi Jumat sore (27/2/2026) dipenuhi diskusi serius.

Puluhan anggota Pemuda Pancasila wilayah Jambi hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III, menyoroti polemik angkutan batubara yang dinilai semakin semrawut dan berdampak luas bagi masyarakat.

Ketua MPW Pemuda Pancasila Jambi, Adri SH, menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya realisasi pembangunan jalur khusus batubara.

Ia menilai janji pemerintah terkait proyek ini belum menunjukkan hasil nyata, sementara kemacetan dan hambatan teknis di lapangan kian kompleks.

Adri menekankan bahwa persoalan ini sudah disuarakan sejak 2022, namun belum ada perubahan signifikan.

Ia mendesak DPRD untuk segera membentuk panitia khusus (pansus) guna mempercepat pembangunan jalan hauling, karena dampak transportasi batubara bahkan sudah menimbulkan korban jiwa, termasuk dari kalangan anggota organisasinya di Kabupaten Merangin.

“Kalau memang ada hambatan di lapangan, DPRD dan pemerintah harus hadir mencari solusi. Tujuan kita sama, demi kepentingan masyarakat Jambi,” ujar Adri.

RDP dipimpin Ketua Komisi III, Mazlan, bersama anggota dewan lainnya. Dari eksekutif hadir Asisten II Setda Provinsi Jambi Samsyurizal, serta perwakilan Dinas PTSP dan Dinas Perhubungan.

Di penghujung pertemuan, Ketua DPRD Provinsi Jambi, Hafiz Fattah, menegaskan dukungannya terhadap pembentukan pansus percepatan jalan khusus batubara.

“Kita memiliki kesamaan pandangan bahwa kemacetan akibat angkutan batubara harus segera diatasi melalui percepatan pembangunan jalan khusus,” kata Hafiz.

Proyek ini memang sudah berjalan beberapa tahun, namun target penyelesaiannya terus bergeser.

Dari rencana awal rampung 2024, mundur ke 2025, dan kini ditargetkan selesai pada 2026, sekitar Agustus–September 2026.

DPRD menegaskan tahun 2026 menjadi batas akhir realisasi, dengan pengawasan ketat.

Hafiz menekankan, percepatan proyek bukan agenda politik, melainkan kebutuhan mendesak masyarakat Jambi. Jalan khusus ini diharapkan:

  • Mengurangi kemacetan akibat angkutan batubara

  • Meningkatkan keselamatan pengguna jalan

  • Mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD)

“Harapannya, ketika jalan khusus ini tuntas, masyarakat bisa kembali merasa aman dan nyaman, dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga Jambi,” tutup Hafiz.(*)




Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1–2 Siap Sambut Arus Mudik Lebaran

SUMSEL, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) bersama Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) melakukan peninjauan kesiapan layanan dan aspek keselamatan di jalur fungsional Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1–2 pada Jum’at (27/02).

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi periode mobilitas tinggi, termasuk arus Mudik dan Balik Idul Fitri 2026.

Kegiatan peninjauan dihadiri oleh jajaran pimpinan Hutama Karya dan ATI, termasuk Kris Ade, Sekretaris Jenderal ATI, Adhi Resza, Ketua Dewan Pengawas ATI, Iwan Hermawan, Direktur Operasi III Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji, EVP Divisi Operasi & Pemeliharaan Jalan Tol, Ni Putu Oki Wirastuti, SVP Bagian Operasi, Arief Yeri, Kepala Regional Sumatra Bagian Selatan, Fakhrudin, Project Director Palembang–Betung Seksi 1–2 dan Dinny Suryakencana, Project Director Palembang–Betung Struktur.

Peninjauan meliputi Pemeriksaan teknis Jembatan Musi V melalui akses STA 49+600, Pengecekan fasilitas Rest Area 397A dan Evaluasi pengaturan operasional di Gerbang Tol Pangkalan Balai sebagai titik pengendalian arus

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menekankan pentingnya kesiapan jalur tol dari sisi keselamatan dan pelayanan

“Pengecekan ini memastikan elemen layanan di lapangan, mulai dari kesiapan jalur, perangkat keselamatan, hingga fasilitas pendukung di rest area dan gerbang tol berjalan selaras dengan standar operasional,” ujar Iwan.

Kolaborasi Hutama Karya dan ATI di lapangan menjadi masukan penting untuk penyempurnaan layanan menjelang Lebaran.

“Seluruh evaluasi lapangan hari ini kami tindak lanjuti melalui penguatan kesiapsiagaan personel, penyempurnaan perangkat keselamatan, dan peningkatan kualitas fasilitas di titik strategis,” sebut Iwan.

“Kami berharap jalur tol fungsional Palembang–Betung Seksi 1–2 dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, dengan keselamatan sebagai prioritas utama,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal ATI, Kris Ade, menekankan konsistensi standar layanan dan informasi bagi pengguna jalan.

“Kesiapan operasional perlu ditopang kedisiplinan penerapan standar, kesiapsiagaan personel, serta kejelasan informasi di titik-titik layanan agar pengguna jalan merasa aman dan terbantu,” kata Kris.

Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1–2 merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera dengan panjang total 54,5 kilometer, dilengkapi:

  • Dua Gerbang Tol: Rengas dan Pangkalan Balai

  • Jalan utama dan simpang susun

  • Struktur utama berupa Jembatan Musi V sepanjang 1.684 meter

Tol ini diharapkan mampu mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.(*)




Resep Es Jelly Yakult, Alternatif Minuman Segar Saat Ramadan

SEPUCUKJAMBI.ID – Setelah seharian berpuasa, tubuh memerlukan minuman yang menyegarkan.

Salah satu pilihan yang bisa dicoba adalah es jelly yakult.

Sajian ini tidak hanya manis dan menyegarkan, tetapi juga memberikan sensasi asam segar dari yakult dan jeruk nipis.

Bahan-Bahan

Untuk jelly:

  • Agar-agar bubuk

  • Air secukupnya

  • Gula pasir

  • Pewarna makanan sesuai selera

Bahan pelengkap:

  • Yakult

  • Jeruk nipis

  • Es batu

Cara Membuat Es Jelly Yakult

  1. Masak agar-agar dengan panci hingga mendidih. Kurangi takaran air untuk mendapatkan tekstur lebih padat.

  2. Bagi agar-agar menjadi beberapa warna menggunakan pewarna makanan. Masukkan ke dalam kulkas hingga set, lalu potong-potong sesuai selera.

  3. Campur gula, air, yakult, dan air jeruk nipis dalam wadah. Tambahkan potongan jelly dan es batu. Sesuaikan rasa manis dengan menambahkan air jika diperlukan.

  4. Sajikan dingin untuk sensasi buka puasa yang segar.

Es jelly yakult bisa menjadi pilihan minuman buka puasa rumahan yang mudah dibuat, sehat, dan menyegarkan. Anak-anak maupun keluarga pasti menyukainya!(*)




Menu Buka Puasa Favorit Anak: Kolak Pisang yang Manis dan Segar

SEPUCUKJAMBI.ID – Kolak pisang selalu menjadi favorit keluarga saat berbuka puasa.

Rasanya manis dan teksturnya lembut, membuat menu ini cocok untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Selain mudah dibuat, kolak pisang juga menyegarkan dan menghangatkan tubuh setelah seharian berpuasa.

Bahan-Bahan Kolak Pisang

  • 4 buah pisang raja atau pisang kepok

  • 200 ml santan kental

  • 2 sendok makan gula merah serut

  • 1 sendok makan gula pasir

  • 3 lembar daun pandan

  • ½ sendok teh garam

  • 500 ml air

Cara Membuat Kolak Pisang

  1. Rebus pisang dengan air hingga empuk.

  2. Masukkan santan, gula merah, dan daun pandan. Masak hingga mendidih.

  3. Tambahkan gula pasir dan garam sesuai selera.

  4. Sajikan kolak pisang selagi hangat.

Kolak pisang ini bisa menjadi menu buka puasa rumahan yang cepat, praktis, dan pasti disukai anak-anak maupun keluarga.(*)




Jangan Panik! Ini Langkah Tepat Mengatasi Diare Saat Ramadan

SEPUCUKJAMBI.ID – Diare saat puasa bisa menjadi masalah yang cukup mengganggu.

Selain perut tidak nyaman, tubuh juga berisiko kekurangan cairan karena tidak ada asupan minum selama berjam-jam.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat memicu rasa lemas, pusing, hingga dehidrasi.

Perubahan pola makan selama puasa menjadi salah satu pemicu utama gangguan pencernaan.

Konsumsi makanan pedas, berlemak, terlalu manis, atau kurang higienis saat berbuka dapat memicu iritasi usus.

Ditambah kebiasaan makan berlebihan setelah menahan lapar seharian, sistem pencernaan bisa “kaget” dan memicu diare.

Berikut lima cara efektif mengatasi diare saat puasa:

1. Penuhi Kebutuhan Cairan Secara Bertahap

Minum air putih secara bertahap saat berbuka dan sahur membantu menggantikan cairan yang hilang akibat diare.

Hindari langsung menenggak air dalam jumlah banyak sekaligus agar tubuh dapat menyerap cairan secara optimal dan mencegah dehidrasi.

2. Gunakan Larutan Rehidrasi Oral (Oralit)

Oralit mengandung campuran gula dan garam yang membantu tubuh menyerap cairan lebih efektif. Minuman ini dianjurkan terutama jika diare terjadi berulang kali atau disertai rasa lemas.

3. Pilih Makanan yang Mudah Dicerna

Saat berbuka, pilih makanan lembut seperti bubur, nasi putih, roti tawar, pisang, atau sup bening.

Hindari makanan pedas, gorengan, santan, dan tinggi lemak sementara waktu karena bisa memperparah iritasi saluran cerna.

4. Hindari Minuman Berkafein dan Tinggi Gula

Kopi, teh pekat, soda, atau minuman manis berlebihan dapat merangsang pergerakan usus dan memperburuk diare. Pilih air putih atau minuman hangat yang lebih ramah untuk lambung.

5. Istirahat yang Cukup

Tubuh membutuhkan energi ekstra untuk memulihkan gangguan pencernaan. Tidur yang cukup di malam hari dan mengurangi aktivitas fisik berlebihan membantu proses pemulihan berjalan lebih cepat.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar diare ringan membaik dalam beberapa hari dengan perawatan di rumah. Namun segera periksa ke tenaga medis jika muncul gejala berikut:

  • Demam tinggi

  • Muntah terus-menerus

  • Feses berdarah

  • Tanda dehidrasi berat seperti jarang buang air kecil atau pusing hebat

Diare saat puasa memang tidak nyaman, tetapi dengan langkah tepat, kondisi ini bisa diatasi tanpa mengganggu ibadah

Kuncinya adalah menjaga cairan, mengatur pola makan, dan memberi tubuh waktu untuk pulih secara optimal.(*)




Agar Tidak Dehidrasi Saat Puasa, Ini Cara Atur Minum yang Benar

SEPUCUKJAMBI.ID – Berpuasa berarti tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam.

Tanpa pengaturan pola minum yang tepat saat berbuka dan sahur, risiko dehidrasi bisa meningkat.

Gejala dehidrasi saat puasa bisa berupa pusing, tubuh lemas, sulit berkonsentrasi, bibir kering, hingga warna urine yang lebih pekat.

Karena itu, penting untuk tidak hanya minum banyak, tetapi juga memahami cara dan waktu minum yang benar.

Minum Bertahap, Bukan Sekaligus

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah langsung minum dalam jumlah besar saat berbuka. Padahal, tubuh lebih optimal menyerap cairan jika diminum secara bertahap.

Saat azan magrib, awali dengan satu gelas air putih untuk menggantikan cairan yang hilang.

Setelah itu, lanjutkan minum secara berkala hingga malam hari dan menjelang sahur.

Cara ini membantu mencegah rasa kembung sekaligus menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Utamakan Air Putih Saat Sahur

Air putih tetap menjadi sumber hidrasi terbaik. Minumlah sebelum dan sesudah makan sahur agar tubuh memiliki cadangan cairan selama berpuasa.

Air membantu mengatur suhu tubuh, menjaga fungsi organ, serta mendukung metabolisme tetap stabil sepanjang hari.

Batasi Minuman Berkafein dan Tinggi Gula

Minuman seperti kopi dan teh pekat memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine, sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

Begitu juga minuman bersoda atau tinggi gula yang justru bisa memicu rasa haus lebih cepat.

Sebaiknya batasi konsumsi minuman jenis ini, terutama saat sahur.

Konsumsi Buah Kaya Air

Untuk membantu hidrasi, konsumsi buah-buahan dengan kandungan air tinggi seperti semangka, melon, jeruk, dan timun.

Jus buah tanpa tambahan gula juga bisa menjadi alternatif, namun tetap tidak menggantikan peran air putih sepenuhnya.

Penuhi Target Cairan Harian

Secara umum, kebutuhan cairan orang dewasa sekitar 8 gelas per hari, tergantung aktivitas dan kondisi tubuh.

Saat puasa, jumlah tersebut tetap harus terpenuhi dalam rentang waktu berbuka hingga sahur.

Agar tidak lupa, Anda bisa membagi pola minum, misalnya:

  • 1 gelas saat berbuka

  • 2 gelas setelah makan malam

  • 2 gelas sebelum tidur

  • 3 gelas saat sahur

Dengan pola minum yang teratur dan pemilihan minuman yang tepat, tubuh dapat tetap terhidrasi dengan baik selama puasa. Kuncinya adalah konsisten dan tidak menunggu sampai rasa haus berlebihan muncul.(*)




Bahaya Tidur Setelah Sahur yang Jarang Disadari, Nomor 1 Paling Sering Terjadi

SEPUCUKJAMBI.ID – Rasa kantuk setelah sahur memang sulit ditahan. Banyak orang memilih kembali ke tempat tidur sebelum memulai aktivitas pagi.

Namun, kebiasaan ini ternyata bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan, terutama pada sistem pencernaan dan metabolisme tubuh.

Setelah makan, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi secara optimal.

Jika Anda langsung berbaring, proses tersebut dapat terganggu dan memicu sejumlah masalah kesehatan.

Berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai:

1. Asam Lambung Mudah Naik

Saat tubuh dalam posisi berbaring, isi lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.

Kondisi ini dapat menimbulkan sensasi panas di dada (heartburn), rasa pahit di mulut, hingga nyeri ulu hati.

Risiko semakin tinggi jika sahur mengandung makanan berlemak, pedas, asam, atau dalam porsi besar.

2. Meningkatkan Risiko GERD

Kebiasaan tidur setelah makan dapat memicu gangguan yang dikenal sebagai Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Penyakit ini ditandai dengan naiknya asam lambung secara berulang dan dapat menyebabkan iritasi pada dinding kerongkongan.

Jika terjadi terus-menerus, GERD bisa menimbulkan rasa tidak nyaman berkepanjangan bahkan komplikasi.

3. Pencernaan Lebih Lambat

Proses pencernaan terbantu oleh gravitasi ketika tubuh berada dalam posisi tegak. Saat langsung tidur, makanan akan lebih lama berada di lambung.

Akibatnya, perut terasa penuh, kembung, atau mual ketika bangun tidur.

4. Memicu Sembelit

Pencernaan yang melambat juga berdampak pada kerja usus. Penyerapan cairan di usus besar meningkat sehingga feses menjadi lebih keras.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu sembelit atau buang air besar tidak lancar selama puasa.

5. Berat Badan Lebih Mudah Naik

Kalori dari makanan sahur yang tidak segera digunakan sebagai energi berpotensi disimpan sebagai lemak.

Jika kebiasaan tidur setelah makan terus dilakukan, risiko kenaikan berat badan akan meningkat, terutama bila asupan tinggi gula dan lemak.

6. Tubuh Terasa Lemas Saat Puasa

Alih-alih bangun dalam kondisi segar, sebagian orang justru merasa perut tidak nyaman dan tubuh berat.

Gangguan pencernaan dapat membuat energi tidak tersalurkan optimal sehingga aktivitas puasa terasa lebih melelahkan.

Beri Jeda Sebelum Tidur

Agar tubuh tetap nyaman selama berpuasa, sebaiknya beri jeda sekitar 1–2 jam sebelum kembali tidur setelah sahur.

Anda bisa melakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai di dalam rumah atau duduk tegak sambil bersantai.

Kebiasaan sederhana ini membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal dan menjaga tubuh tetap bugar sepanjang hari puasa.(*)




Terlihat Pintar dan Sukses, Kenapa Orang Cerdas Rentan Kesepian?

SEPUCUKJAMBI.ID – Kesepian kerap dikaitkan dengan kurangnya pergaulan atau minimnya teman.

Padahal, tak sedikit orang yang terlihat pintar, sukses, dan sibuk justru menyimpan perasaan sepi yang tidak tampak dari luar.

Secara psikologis, ada sejumlah karakteristik yang kerap muncul pada individu berinteligensi tinggi yang membuat mereka lebih rentan terhadap kesepian.

Bukan karena lemah, melainkan karena cara berpikir dan merasakan yang berbeda dari kebanyakan orang.

Berikut lima ciri yang sering ditemui:

1. Pola Pikir Kompleks dan Mendalam

Orang cerdas cenderung memikirkan banyak hal secara mendalam mulai dari makna hidup, relasi sosial, hingga persoalan eksistensial.

Proses berpikir yang kompleks ini membuat mereka sulit menemukan orang yang benar-benar “nyambung”.

Ketika lingkungan sekitar tidak berada pada frekuensi yang sama, muncul rasa berbeda dan terpisah. Perasaan inilah yang perlahan bisa berkembang menjadi kesepian.

2. Nyaman dengan Waktu Sendiri

Menyendiri bagi individu cerdas bukan berarti anti-sosial. Justru, waktu sendiri menjadi cara untuk mengisi ulang energi mental.

Mereka menikmati membaca, menganalisis, atau sekadar berpikir tanpa gangguan. Namun, jika waktu sendiri berlangsung terlalu lama tanpa interaksi bermakna, rasa sepi bisa muncul tanpa disadari.

3. Sensitivitas Emosional yang Tinggi

Kemampuan memahami situasi dan membaca emosi orang lain sering kali lebih tajam. Hal ini membuat mereka empatik, tetapi juga lebih mudah merasa kecewa ketika hubungan tidak berjalan sesuai harapan.

Sensitivitas tinggi dapat mendorong mereka menarik diri untuk melindungi perasaan, yang akhirnya mempersempit ruang sosial.

4. Standar Tinggi terhadap Diri dan Orang Lain

Kecerdasan sering berjalan beriringan dengan standar yang tinggi. Mereka ingin kualitas terbaik, baik dalam pekerjaan maupun hubungan.

Namun, ekspektasi yang tidak terpenuhi bisa menimbulkan rasa tidak dimengerti. Dalam jangka panjang, sikap kritis ini bisa membuat relasi terasa rumit dan memicu kesepian.

5. Sulit Menemukan Teman yang “Selevel”

Individu dengan tingkat intelektual tertentu biasanya lebih selektif dalam berteman. Mereka memilih sedikit teman dengan koneksi emosional kuat dibanding banyak relasi tanpa kedalaman.

Pilihan ini sehat secara kualitas, tetapi bisa terasa sepi ketika tidak ada sosok dekat yang benar-benar hadir saat dibutuhkan.

Kesepian bukan berarti seseorang kurang bergaul atau gagal bersosialisasi. Justru individu yang berpikir dalam, sensitif, dan mandiri menghadapi tantangan sosial yang unik.

Memahami ciri-ciri ini bisa membantu seseorang lebih menerima diri sendiri.

Membangun koneksi bermakna, bergabung dengan komunitas yang memiliki minat serupa, atau berbicara dengan profesional dapat menjadi langkah sehat tanpa harus mengubah jati diri.

Pada akhirnya, kecerdasan dan koneksi emosional bukan dua hal yang saling bertentangan. Keduanya bisa berjalan berdampingan selama ada keseimbangan yang tepat.(*)