Perbaikan Jembatan Sepungur Bungo Segera Dimulai, Ini Jadwalnya

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Bungo, H. Dedy Putra, S.H., turun langsung ke lapangan untuk meninjau jembatan putus di Kampung Baru Sepungur, Kecamatan Bathin II Bebeko.

Jembatan tersebut menjadi jalur vital masyarakat sekaligus penggerak ekonomi warga setempat.

Dalam peninjauan, Bupati didampingi sejumlah pejabat daerah, termasuk anggota DPRD Kabupaten Bungo, Kepala BPBD dan Kesbangpol, perwakilan Dinas PUPR, Camat Bathin II Bebeko, Datuk Rio, dan tokoh masyarakat.

Kerusakan jembatan dipicu oleh intensitas hujan tinggi, yang menyebabkan salah satu tiang penahan kawat seling roboh.

Akibatnya, struktur jembatan tidak mampu menahan beban dan penggunaannya dihentikan demi keselamatan warga.

“Ini akses vital masyarakat. Kalau dibiarkan terlalu lama, aktivitas dan perekonomian warga akan terganggu. Pemerintah daerah berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan,” ujar Bupati Dedy Putra.

Pemerintah Kabupaten Bungo akan menggunakan anggaran APBD untuk perbaikan jembatan agar proses penanganan tidak berlarut-larut.

Mengingat bantuan dari pemerintah pusat membutuhkan waktu yang lebih panjang.

“Kita ambil langkah cepat. Insyaallah perbaikan bisa mulai dikerjakan pada bulan Maret,” jelasnya.

Selain jembatan di Sepungur, Pemkab Bungo juga menyiapkan perbaikan beberapa jembatan lain, termasuk di Dusun Sungai Gurun (panjang ±150 meter) dan Dusun Rantau Duku.

Bupati menegaskan seluruh rencana perbaikan akan dikaji secara matang, mulai dari kebutuhan material hingga kekuatan konstruksi, agar jembatan yang dibangun lebih aman dan tahan lama.

Langkah cepat ini disambut positif oleh masyarakat, yang berharap akses transportasi, distribusi hasil pertanian, dan aktivitas ekonomi bisa kembali normal.(*)




DPRD Muaro Jambi Dorong Solusi Jangka Panjang untuk Atasi Banjir Mestong

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Permasalahan banjir yang rutin melanda kawasan Tempino dan Pondok Meja, Kecamatan Mestong, kembali menjadi fokus perhatian DPRD.

Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Sartono, mendampingi Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, meninjau langsung lokasi yang sering terdampak banjir.

Genangan air di Tempino dan Pondok Meja kerap muncul setiap hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Banjir tidak hanya meluas ke permukiman warga, tetapi juga mengganggu akses jalan utama yang menjadi jalur penghubung antarwilayah.

Kondisi ini menegaskan adanya masalah pada sistem drainase dan aliran air yang belum ditangani secara menyeluruh.

Sartono, sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Mestong, menekankan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial.

Masalah ini melibatkan berbagai tingkatan infrastruktur, mulai dari jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten.

Diperlukan langkah terpadu antara pemerintah daerah dan instansi vertikal di tingkat pusat.

“Kami meninjau langsung saluran air, gorong-gorong, dan titik rawan genangan agar dapat melihat kondisi sebenarnya,” kata dia.

“Penanganan banjir harus terintegrasi agar tidak terus berulang setiap musim hujan,” ujar Sartono.

DPRD Muaro Jambi mendorong agar hasil tinjauan ini segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan balai jalan dan pengelola sumber daya air.

Sartono menegaskan, komitmen bersama antarinstansi menjadi kunci untuk menyelesaikan persoalan ini.

“DPRD akan mengawal aspirasi masyarakat agar penanganan banjir masuk dalam program prioritas pembangunan infrastruktur daerah,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang, sehingga masyarakat Tempino dan Pondok Meja tidak lagi dihantui banjir tahunan yang mengganggu aktivitas ekonomi, keselamatan, dan kualitas hidup warga.(*)




Inflasi Jambi Melonjak, Kabupaten Kerinci Tertinggi Sepanjang 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat tingkat inflasi tahunan di Provinsi Jambi sepanjang tahun 2025 telah melampaui target nasional.

Secara year on year, inflasi Jambi tercatat sebesar 3,71 persen.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo, menyampaikan bahwa target inflasi nasional berada di angka 2,5 persen dengan batas toleransi maksimal 3,5 persen.

Dengan capaian tersebut, inflasi Jambi telah berada di atas ambang batas yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Dengan angka 3,71 persen, artinya inflasi Provinsi Jambi pada tahun 2025 sudah melampaui target nasional,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, pada Desember 2025 inflasi bulanan Jambi tercatat sebesar 0,62 persen dibandingkan November 2025.

Kenaikan harga tersebut terutama dipicu oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.

Sejumlah komoditas memberikan andil terbesar terhadap inflasi Desember 2025, di antaranya daging ayam ras, bawang merah, cabai rawit, serta emas perhiasan.

Berdasarkan sebaran wilayah, BPS mencatat perbedaan tingkat inflasi antar daerah di Provinsi Jambi.

Kabupaten Kerinci menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi sepanjang tahun 2025. Sementara Kota Jambi mencatat inflasi terendah.

“Jika dilihat dari wilayah penghitungan inflasi, Kabupaten Kerinci mengalami inflasi tertinggi sebesar 5,52 persen, sedangkan Kota Jambi terendah dengan 3,03 persen,” jelas Agus.

Selain perkembangan inflasi, BPS juga merilis data kinerja ekspor Provinsi Jambi.

Pada November 2025, nilai ekspor Jambi tercatat mengalami penurunan sebesar 5,48 persen dibandingkan Oktober 2025.

Secara kumulatif, ekspor Jambi dari Januari hingga November 2025 juga turun sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Agus, penurunan ekspor terutama dipengaruhi oleh melemahnya kinerja sektor pertambangan.

Khususnya komoditas minyak bumi, gas, dan batu bara yang mengalami penurunan hingga 34,48 persen.

Meski demikian, sektor pertanian justru menunjukkan kinerja positif.

Ekspor pertanian Provinsi Jambi tercatat melonjak signifikan hingga 91,95 persen, didorong oleh meningkatnya ekspor komoditas seperti pinang, ikan, dan udang.(*)




Pengumuman Selter JPT Pratama Tebo Diundur, BKPSDM Ungkap Alasannya

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – BKPSDM Kabupaten Tebo memastikan hingga kini belum menerima hasil akhir seleksi terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tebo.

Proses seleksi masih berada dalam tahap pengolahan hasil oleh panitia seleksi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kabupaten Tebo, Suwarto, menjelaskan bahwa panitia seleksi masih melakukan perumusan dan finalisasi hasil dari seluruh tahapan yang telah diikuti para peserta.

Setelah proses tersebut rampung, hasil seleksi akan disampaikan secara resmi kepada Bupati Tebo untuk ditindaklanjuti.

“Saat ini hasilnya masih dalam tahap penggodokan oleh panitia seleksi. Setelah itu akan dirapatkan dan selanjutnya diumumkan,” ujar Suwarto, Selasa (6/1/2026).

Ia menegaskan bahwa tahapan finalisasi merupakan bagian penting dalam mekanisme seleksi terbuka JPT Pratama.

Panitia seleksi harus memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari penilaian kompetensi, rekam jejak, hingga hasil wawancara peserta.

Menurut Suwarto, proses tersebut membutuhkan ketelitian dan waktu yang cukup agar keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun regulasi.

Lebih lanjut, Suwarto mengungkapkan bahwa sebelumnya pengumuman hasil seleksi JPT Pratama dijadwalkan pada Rabu, 31 Desember 2025.

Namun, jadwal tersebut mengalami perubahan dan diundur hingga Kamis, 8 Januari 2026.

“Awalnya memang direncanakan diumumkan pada 31 Desember. Namun setelah koordinasi dengan panitia seleksi, pengumuman dijadwalkan ulang pada 8 Januari 2026,” jelasnya.

Penundaan tersebut, lanjut Suwarto, dilakukan agar panitia seleksi memiliki waktu tambahan untuk menyelesaikan seluruh proses penilaian secara menyeluruh.

Sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Ia juga menekankan bahwa BKPSDM Kabupaten Tebo hanya berperan sebagai fasilitator dari sisi administrasi.

Sementara itu, kewenangan penuh dalam proses penilaian dan penetapan hasil seleksi berada di tangan panitia seleksi yang telah ditunjuk secara resmi.

“Hasil seleksi nanti akan memunculkan tiga besar untuk masing-masing jabatan yang diseleksi,” kata dia.

“Dari tiga nama tersebut, Bupati Tebo akan memilih satu orang untuk ditetapkan sebagai pejabat definitif,” terang Suwarto.

Setelah pengumuman resmi dilakukan dan Bupati Tebo menentukan pilihan, tahapan berikutnya adalah pelantikan pejabat JPT Pratama terpilih.

BKPSDM berharap seluruh rangkaian seleksi ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan pejabat yang profesional serta berintegritas untuk mendukung kinerja pemerintahan daerah.(*)




HUT ke-69 Provinsi Jambi: Gubernur Al Haris Tegaskan Program Unggulan PRO-JAMBI Capai Hasil Positif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi Tahun 2026 dengan tema “Bersinergi Membangun Negeri Menuju Jambi MANTAP 2029”.

Sekaligus menyoroti capaian sejumlah program unggulan Gubernur Al Haris yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Al Haris memaparkan keberhasilan Program Jaringan Majukan Jambi (PRO-JAMBI) yang telah menyentuh berbagai sektor strategis:

  • Jambi Cerdas dan Pintar: Lebih dari 20 ribu siswa SMA/SMK/SLB kurang mampu menerima bantuan pendidikan, ditambah beasiswa S1, S2, dan S3 dalam dan luar negeri.

  • Jambi Sehat: Integrasi jaminan kesehatan bagi hampir 300 ribu jiwa serta subsidi PBI untuk jutaan masyarakat, memastikan akses layanan kesehatan lebih merata.

  • Jambi Responsif: Bantuan keuangan khusus untuk desa, kelurahan, dan kecamatan, serta dukungan bagi kelompok rentan, memudahkan pelayanan publik.

  • Jambi Tangguh: Program bedah rumah, bantuan UMKM, pembangunan sarana prasarana, dukungan pertanian dan ketahanan pangan, memperkuat daya saing masyarakat.

  • Jambi Agamis: Bantuan operasional santri, santri hafidz Al-Qur’an, serta bantuan umrah untuk guru mengaji dan pegawai syara, meningkatkan kesejahteraan sektor keagamaan.

“Melalui PRO-JAMBI, pemerintah berupaya langsung menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga sosial dan keagamaan,” ujar Gubernur Al Haris.

Selain memaparkan capaian program, Gubernur Al Haris juga menyampaikan apresiasi kepada pendiri Provinsi Jambi, gubernur terdahulu, dan seluruh pimpinan daerah atas kontribusi mereka dalam pembangunan daerah hingga kini.

Dalam momentum HUT ke-69, Al Haris juga menyampaikan belasungkawa atas musibah banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta menegaskan dukungan pemerintah provinsi melalui bantuan kemanusiaan.

Mengacu pada data BPS Provinsi Jambi, berbagai indikator makro menunjukkan kinerja positif: pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 sebesar 4,77 persen (y-on-y).

Inflasi tahunan Desember 2025 sebesar 3,71 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 75,13. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 4,26 persen, sementara Gini Ratio 0,301, menandakan pemerataan pendapatan meningkat.

Gubernur Al Haris menegaskan, meski berbagai capaian telah diraih, pembangunan Jambi tetap membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Dukungan Pemerintah Pusat juga diperlukan untuk percepatan proyek strategis, termasuk pembangunan jembatan, jalan tol, pelabuhan, bandara, hilirisasi komoditas, revitalisasi Candi Muaro Jambi, dan pengembangan geopark.

“Bersama masyarakat dan pemerintah daerah, kita akan membangun Jambi secara berkelanjutan, menjaga lingkungan, dan melestarikan budaya demi Provinsi Jambi yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera,” pungkasnya.(*)




DOA DALAM DUA RIBUAN

Oleh: Agustina

SEPUCUKJAMBI.ID – Awan mendung berarak mendominasi langit hingga mentari pagi tak sampai menyentuh bumi. Seolah mengetahui hatiku, langit musim hujan menggambarkan kekhawatiran dan kerinduanku pada sosok pria terhebat sepanjang masa Ayah.

Bohong bila mengatakan aku baik-baik saja, namun tersenyum adalah pilihan yang tepat untuk menutupi kegundahan hati. Aku mendudukkan diri di teras setelah memastikan pintu kos terkunci sempurna. Duduk diam, menanti seseorang yang aku harap yaitu Ayah.

Sesuatu bergetar di dalam saku. Mode hening yang aku aktifkan nyaris membuatku tak menyadari sebuah panggilan masuk. Dengan cepat, jemariku merogohnya. Ayah, ya itu panggilan dari Ayah.

“Assalamua`laikum, Ayah…” Sapaku menjawab girang. Kekhawatiran yang sudah mendominasi sedari tadi kini sirna sudah. Sepertinya beliau merasakan apa yang aku rasakan.

“Wa`alaikumussalam, Nak…” Seketika, suara teduhnya menghangatkan hatiku, “…bagaimana persiapannya hari ini?” Tanya Ayah.

Aku melirik koper besar dan beberapa kardus berisi perlengkapan selama masa Kuliah Kerja Nyata –KKN, memastikan semua terkemas dalam keadaan baik sebelum menjawab. Ya, hari ini tepat mengisi kegiatan kuliah di semester 7, aku akan mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Semua–”

Tut … tut … tut …

Belum sempat aku menjawab pertanyaan Ayah, panggilan itu berakhir. Berkali-kali jemariku menekan tombol panggilan, hasilnya nihil. Nomor Ayah berada pada kondisi tidak aktif.

Kondisi baterai ponsel Ayah memang tak sesehat saat pertama kali dibeli. Hal seperti ini acapkali terjadi, saat sang baterai tiba-tiba tak memberikan daya meskipun kondisinya berdaya penuh.

Tiiiiit!

Suara klakson kencang cukup membuatku terperanjat, Anisa sudah berada disana. Ia melambaikan tangan kanannya dari seberang jalan. Bagian depannya telah penuh dengan koper bawaannya.

Itu berarti, aku harus memangku sendiri barang bawaanku di belakang. Setelah menunggu beberapa kendaraan melintas, aku menyebrang. Dua puluh menit perjalanan menuju kampus harus cepat kami lakukan sebelum pukul 09.00 dimana seluruh mahasiswa peserta KKN akan diberangkatkan menuju daerah terpencil.

Disepanjang jalan, keegoisanku ingin bertemu Ayah menjadi pikiran setelah sambungan telepon tadi tak berhasil aku lakukan. Aku sangat berharap Ayah mengantarkan kepergianku.

Aku menggeleng pelan, menepis ego dan meyakinkan bahwa Ayah telah mengiringiku dengan do’a. Ia pasti selalu mendoakan putri sulungnya yang manja ini agar selalu sukses. Aku tak boleh egois untuk memaksa Ayah datang.

“Tina, hey!”

Sekali lagi Anisa membuatku tersentak. Pemandangan di hadapanku menjadi alasan kenapa Anisa berteriak menarikku dari lamunan. Kami telah sampai. Lapangan kampus yang kini sudah seperti lautan manusia menyita perhatian kami hingga sebuah mobil dengan kertas tempelan posko 19 di depan kaca menjadi pemberhentian kami memandang.

“Lihat, itu bis kita … ayo kesana.”

Anisa menarik koper lebih dulu dariku. Aku hanya mengekor dibelakang sembari menatap tiap-tiap orang yang kami lewati.

Beberapa dari mereka tengah sibuk menandai barang milik masing-masing, ada pula yang berfoto ria mengabadikan momen mereka yang pasti akan dibagikan ke media sosial. Pemandangan yang hampir sama juga terjadi pada beberapa mahasiswa yang diantarkan keluarganya. Itu cukup membuat dadaku sesak. Aku ingin bertemu Ayah sebelum keberangkatan ini, sungguh ingin.

Percakapan singkat seputar KKN menjadi topik pembicaraan sebelum keberangkatan. Sepertinya trending topik kali ini bukanlah yang aku harapkan. Aku menarik langkah mundur sebelum seseorang mengajakku kedalam pembicaraan.

Benar saja, belum berhasil menyingkir seorang teman melayangkan pertanyaan yang di dalamnya juga diharapkan aku sebagai penjawab.

“Ayahku hanya memberi 2 juta selama 2 bulan masa KKN, mudah-mudahan di Kabupaten kita nanti ada mesin ATM. Jadi, jika ada kekurangan Ayah bisa mentransfer tambahan…, bagaimana dengan kalian?” Kata Asih merusak kepercayaan diriku.

“KKN itu tempatnya sangat berada di daerah terpencil…, bagaimana bisa disana ada ATM. Allhamdulillah orangtuaku sudah membekali persiapan matang, mudah-mudahan uangnya bisa terjaga aman.” Wardah tak menyebutkan nominal yang ia bawa. Puluhan Soekarno pasti mendominasi dompetnya.

“Tidak usah berlebihan! Satu juta saja sudah cukup …” Anisa menunjukkan buku kecil berisi kisaran pengeluaran pribadi dan kelompok selama KKN. Otaknya yang terkenal dengan hemat dan hitung-hitungan itu menjadikannya sebagai koordinator keuangan di posko 19.

Aku melirik deretan tulisan yang Anisa buat. Hingga mataku menangkap nominal paling bawah, hal itu tak juga menyulutkan kegundahanku meskipun nominal itu tak mencapai sembilan ratus ribu. Dikantung hanya terdapat empat ratus ribu sebagai upah mengajar bimbel selama dua bulan.

Sebelumnya, Ayah berjanji akan mengirimkan uang KKN sebelum keberangkatan. Namun sampai saat ini uang itu belum ada, bahkan Ayah tak bisa dihubungi lagi.

Sepintas terbesit pikiran bahwa Ayah tak peduli. Sebisanya perasaan itu aku surutkan dengan tersenyum pada obrolan teman-teman yang telah berganti topik. Namun kegundahan dan keresahan memang musuh bahkan bisa menjadi penyakit hati.

Mati-matian aku menyakinkan hati untuk tak termakan rasa egois. Ayah adalah sosok pria terhebat dalam hidupku. Ya, sangat hebat.

Saat masih duduk di kelas 3 SD, suatu sore Ayah mengajakku pergi ke rumah saudara menyusul ibu dan adikku yang telah berada disana.

Diperempatan jalan, tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti mendadak, menyebabkan ban motor Ayah menyenggol bemper belakang mobil tersebut. Tidak ada kerusakan bahkan kelecetan yang menodai. Namun entah terbuat dari apa hati sang pengemudi, ia turun dari mobil dan memaki Ayah.

“Hey tukang ojek! mobil saya ini mahal! Dibeli dari luar, bahkan sorum di daerah ini tidak ada yang menjualnya!” Perawakannya memang terlihat sangat terawat.

Bisa dikatakan wanita salon, dengan baju mewah dan riasan tebal diwajah bak artis masuk kampung menunjukan bahwa ia memang memiliki harta yang banyak.

Beberapa kendaraan mulai menekan klakson kuat, menyadarkan keributan itu hanya membuat jalanan macet, “Hey! Jangan berlebihan … mobil itu tidak mengalami kerusakan!” Seorang pengguna jalan yang berada tak jauh dari kami membela Ayah.

Ayah tertunduk meminta maaf, tak terbesit dari raut wajah Ayah untuk membela diri. Ia menunduk tak peduli bahwa tidak ada yang salah darinya.

“Ck!” wanita itu berdecak marah, “Penghasilan anda seumur hidup tidak akan mampu memperbaiki kelecetan ini.” Tunjuknya pada garis halus yang tampak kasat mata. Matanya menatap jijik pada motor Ayah yang tua.

Aku menangis memeluk erat Ayah dari belakang, khawatir jika wanita kaya itu akan berbuat buruk kepada Ayah. Meskipun usiaku masih sangat kecil untuk mengerti situasi yang terjadi, tapi ucapan wanita itu sangat aku pahami; menyakitkan!

“Maaf, Bu … sekali lagi maaf, saya tidak sengaja.” Ayah tertunduk dan berharap wanita itu tak memperpanjang masalah. Sementara hingar bingar pengemudi lain mulai memekikkan telinga dengan klakson mereka.

“Dasar miskin!” Makinya menendang ban motor depan. Ia berlalu pergi memasuki mobilnya dan beranjak pergi. Sepanjang penglihatanku, sumpah serapah ia keluarkan hingga tak terlihat lagi.

Ayah menepikan motor memastikan aku baik-baik saja. Beliau mengusap kedua pipiku yang telah basah. Garis wajahnya sungguh menyejukan, “Ayo sayang, kita lanjutkan perjalanan …, anak Ayah yang manis tidak boleh menangis.”

Pasti Ayah sedih, ya! pasti sedih. Namun beliau dengan senyum tulusnya mengajarkan aku bahwa bersabar adalah kunci ketenangan hati. Sejak saat itu Ayah adalah pria terhebat dalam hidupku.

Penyelamat keluarga yang berusaha melawan terik dan dinginnya cuaca, mengantar orang-orang ke tempat tujuan untuk rupiah yang dapat menghidupi bahkan menyekolahkan aku.

Bekerja sebagai tukang ojek pangkalan membuatnya mati-matian bekerja keras sekedar untuk makan yang terkadang terasa sulit.

Dibalik pekerjaan yang acapkali diremehkan orang, ia selalu mengajarkan bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.

Allah selalu bersama orang-orang yang bersabar. Aku harus menjadi anak yang kuat dan sukses untuk mengangkat derajat orang tuaku. Untuk itu, hanya karena tidak diberi uang untuk bekal KKN. Bukan berarti aku boleh berhenti berjuang untuk sebuah pendidikan.

Ayah, ia berjuang lebih besar selama ini. Ayah tercinta, adalah nikmat Allah paling besar yang aku miliki.

Bis kecil berderu memanaskan mobil sebelum keberangkatan menuju lokasi KKN. Aku telah membulatkan hati akan berusaha melakukan yang terbaik di lapangan. Hujan rintik yang makin lama makin deras mengiringi keberangkatan seluruh mahasiswa KKN yang memang masuk di musim hujan.

Tiba-tiba perhatianku tertuju pada pintu gerbang kampus. Sebuah motor tua melaju kencang memecah rintik hujan yang menghalangi. Itu Ayah! aku melangkah turun setelah memastikan masih ada waktu.

Hujan mulai turun, Aku tak memperdulikan lagi genangan air yang terinjak, bahkan hujan telah membasahi bahu serta bagian atas jilbabku. Saat ini, tempat Ayah menghentikan motornya dan berteduh adalah tujuanku.

“Assalamua`laikum Ayah …” Seruku menyembar tangannya. Mencium hormat sembari tersenyum.

“Waa`laikumussalam, Nak …” Ayah memelukku erat, ada rasa bersalah terlukis di raut wajahnya, “Maafkan Ayah terlambat memberi janji ini.” Ujarnya menyodorkan amplop putih. Matanya memerah basah, antara hujan dan air mata yang tidak bisa dibedakan lagi.

“Jumlahnya tidak banyak, tapi nanti Ayah akan berusaha mencari dan mengirimkan untuk tambahan.”

Sudut mataku mulai basah, aku tak boleh menangis. Harus menjadi anak yang kuat adalah alasan aku harus menguatkan hati, “Bahkan jika Ayah tak membawa uang, aku sudah bersyukur bisa melihat Ayah sebelum keberangkatan.” Ujarku memeluk sebelum beranjak pergi.

Klakson bis di belakang sana sudah merusak momen pertemuanku dengan Ayah. Ayah juga mengerti akan hal itu. Aku berlari menuju mobil setelah berpamitan pada Ayah. Tubuh rentanya menunggui hingga mobil kami pergi dan hilang dari pandangannya.

Hiruk pikuk keramaian di dalam bis tak membuatku bergabung kedalamnya. Isi amplop yang Ayah berikan mengundang perhatian sendiri untukku. Sebuah surat diantara banyaknya uang dua ribuan, terselip disana.

Assalamu’alaikum putri Ayah tersayang.

Nak, maafkan Ayah hanya bisa memberikan lembaran uang dua ribuan ini. Maafkan Ayah belum bisa memberikan yang lebih besar lima puluh atau seratus ribuan. Ayah belum bisa menjadi Ayah yang baik.

Mudah-mudahan, Allah memberikan kesempatan untuk Ayah agar bisa bekerja lebih giat. Gunakan uang ini sebaik-baiknya. Semoga uang ini bermanfaat.

Jangan lupa giat belajar, mengabdi pada masyarakat dengan ikhlas dan yang paling penting jangan lupakan shalat!. Allah selalu bersama kita.

Salam sayang, Ayah.

Cairan bening mulai mengisi sudut mataku hingga akhirnya tumpah ruah begitu saja. Aku bangga pada Ayah, kebanggaanku yang telah lama bersemayam di hati semakin menggelora.

Ayah memang pantas dibanggakan. Sejak aku duduk di kelas 3 SD hingga sekarang aku kuliah duduk di semester 7, hampir 14 tahun sudah Ayah menekuni pekerjaannya sebagai tukang ojek pangkalan. Ayah mencintai pekerjaannya dan aku pun bangga pada Ayah.

Aku memandang keluar jendela, berharap tak seorangpun menangkap kesedihanku. Secepat yang aku bisa, aku mengetik pesan sebelum kendaraan kami masuk ke daerah yang tak terjangkau sinyal.

            Assalamu’alaikum Ayah, Terima kasih sudah menjadi Ayah terhebat. Tina bangga memiliki Ayah. Do’akan Tina. Tulisku singkat sebelum menekan tombol kirim.

Tidak ada jutaan rupiah yang datang. Hanya ada puluhan uang dua ribuan dan sepucuk surat bersama Ayah yang hebat. Dengan do’anya, kegundahan hati ini hilang dalam sekejap berganti keceriaan yang kini membuatku mantap menjalani hari.

Ya, Do’a orangtua adalah yang terbaik. Terimakasih ya Allah. Terimakasih telah memberikan seorang Ayah yang begitu sempurna.

_Do’a dalam dua ribuan_




Jambi MANTAP 2029: Gubernur Al Haris Paparkan Capaian dan Program Unggulan PRO-JAMBI

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi Tahun 2026 dengan tema Bersinergi Membangun Negeri Menuju Jambi MANTAP 2029”.

Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan apresiasi kepada para pendiri provinsi, gubernur terdahulu, serta seluruh pimpinan daerah atas kontribusi besar mereka dalam pembangunan Jambi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan belasungkawa atas bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pemerintah Provinsi Jambi telah menyalurkan bantuan sebagai bentuk empati kepada masyarakat terdampak.

“Semoga saudara-saudari kita diberikan ketegaran dan pemerintah dapat menangani dampak bencana dengan cepat,” ujar Gubernur Al Haris.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, capaian makro ekonomi menunjukkan kinerja positif.

Pertumbuhan ekonomi Jambi triwulan III 2025 tercatat 4,77 persen (y-on-y), inflasi tahunan Desember 2025 sebesar 3,71 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,13.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,26 persen, sementara Gini Ratio menurun menjadi 0,301, menandakan perbaikan pemerataan pendapatan.

Gubernur Al Haris juga memaparkan capaian program PRO-JAMBI, antara lain:

  • Jambi Cerdas dan Pintar: Bantuan pendidikan untuk lebih dari 20 ribu siswa SMA/SMK/SLB serta beasiswa S1, S2, S3 dalam dan luar negeri.

  • Jambi Sehat: Integrasi jaminan kesehatan daerah untuk hampir 300 ribu jiwa dan subsidi PBI bagi jutaan masyarakat.

  • Jambi Responsif: Bantuan keuangan khusus bagi desa, kelurahan, kecamatan, dan kelompok rentan.

  • Jambi Tangguh: Program bedah rumah, bantuan UMKM, pembangunan sarana prasarana, dukungan pertanian dan ketahanan pangan.

  • Jambi Agamis: Bantuan operasional santri, santri hafidz Al-Qur’an, dan bantuan umrah untuk guru mengaji.

Setelah terpilih kembali memimpin Provinsi Jambi, Al Haris dan Wakil Gubernur menetapkan RPJMD 2025–2029 dengan visi “Jambi MANTAP Berdaya Saing dan Berkelanjutan Tahun 2029 di Bawah Ridho Allah SWT”, fokus pada tata kelola pemerintahan, peningkatan daya saing ekonomi, dan kualitas SDM.

Provinsi Jambi juga mendukung Program Prioritas Nasional, seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan ketahanan pangan, dengan produksi padi dan beras meningkat lebih dari 30 persen dibanding tahun sebelumnya.

Gubernur Al Haris mengajak seluruh bupati, wali kota, dan masyarakat untuk bersinergi membangun daerah, memperkuat kolaborasi.

Serta mendukung proyek strategis seperti jembatan, jalan tol, pelabuhan, bandara, hilirisasi komoditas, revitalisasi Candi Muaro Jambi, dan pengembangan geopark.

“Bersatu membangun daerah secara berkelanjutan, menjaga lingkungan, dan melestarikan budaya adalah kunci mewujudkan Jambi yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera,” tutupnya.(*)




Kasus Korupsi PJU Kerinci Memanas, Jaksa Bongkar Alur Kenaikan Anggaran di Persidangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Persidangan kasus dugaan korupsi proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Perhubungan Kabupaten Kerinci kembali bergulir di Pengadilan Negeri Jambi, Senin (5/1/2025).

Sidang kali ini menghadirkan sejumlah pejabat penting sebagai saksi, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci, Zainal Efendi.

Selain Sekda, Edminuddin yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jambi juga turut memberikan keterangan.

Dalam perkara ini, Edminuddin bersaksi atas kapasitasnya sebagai mantan Ketua DPRD Kerinci pada tahun anggaran 2023.

Majelis hakim mencatat sedikitnya sembilan saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tujuh saksi lainnya berasal dari unsur birokrasi dan teknis, di antaranya Ahmad Samuil selaku Sekretaris Dishub yang saat itu merangkap Plt Kepala Dishub Kerinci, serta sejumlah pejabat perencanaan dan staf pendukung lainnya.

Dalam persidangan terungkap fakta penting terkait lonjakan nilai anggaran proyek PJU. Awalnya, Dishub Kerinci hanya mengusulkan anggaran sebesar Rp476 juta.

Namun, setelah melalui pembahasan di Badan Anggaran (Banggar), nilai tersebut disetujui melonjak tajam hingga mencapai Rp3,4 miliar.

Ahmad Samuil dalam kesaksiannya menyebutkan bahwa kenaikan tersebut terjadi setelah pembahasan bersama Banggar DPRD.

Ia menjelaskan bahwa Dishub juga mengajukan anggaran untuk kegiatan KIR, namun tidak disetujui dan kemudian dialihkan ke program PJU.

Tak lama setelah itu, jabatan Kepala Dishub beralih kepada Heri Cipta yang kini menjadi salah satu terdakwa.

Lebih lanjut, Ahmad Samuil menyebut rapat pembahasan anggaran tersebut berlangsung pada 22 November 2022 dan dipimpin oleh Edminuddin bersama anggota DPRD Kerinci lainnya.

Sementara itu, Sekda Kerinci Zainal Efendi membenarkan adanya perubahan signifikan dalam alokasi anggaran PJU.

Namun, ia menegaskan bahwa kenaikan tersebut merupakan hasil keputusan Banggar dan bukan kewenangannya secara langsung.

Zainal juga mengaku tidak hadir saat rapat khusus pembahasan PJU berlangsung dan hanya mengetahui perubahan tersebut dari laporan tim anggaran.

Keterangan berbeda disampaikan Edminuddin. Ia mengaku tidak mengikuti rapat Banggar yang membahas PJU karena sedang berada di luar negeri.

Pernyataan ini kemudian menjadi sorotan hakim dan kuasa hukum, karena bertolak belakang dengan keterangan saksi sebelumnya.

Terkait alasan kenaikan anggaran, Edminuddin menyebut hal itu dilandasi banyaknya aspirasi masyarakat di Kabupaten Kerinci yang mengusulkan penambahan lampu jalan.

Saat ditanya jaksa mengenai dugaan penerimaan fee dari kontraktor, Edminuddin dengan tegas membantah menerima komisi dalam bentuk apapun.

Dalam sidang yang sama, jaksa juga membeberkan bukti percakapan elektronik antara Jondri Ali Setwan dan terdakwa Heri Cipta.

Percakapan tersebut mengindikasikan adanya penyampaian sejumlah permintaan dari oknum anggota DPRD terkait proyek PJU.

Sidang akan kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi lanjutan dan pendalaman alat bukti oleh JPU.(*)




Resmi Dilantik, Direksi Perseroda Serumpun Pseko Diharap Dongkrak PAD Sarolangun

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Sarolangun, H Hurmin, secara resmi melantik Direktur dan Komisaris Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Serumpun Pseko, Senin 5 Desember 2025.

Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa kepemimpinan baru Perseroda untuk periode lima tahun ke depan.

Dalam kesempatan itu, Hurmin melantik Ahyar, S.ThI sebagai Direktur dan Sugeng Mulyafi sebagai Komisaris Perseroda Serumpun Pseko.

Ia menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar terhadap peran strategis Perseroda dalam mendukung pembangunan daerah.

“Saya ucapkan selamat kepada saudara Ahyar dan Sugeng Mulyafi yang resmi dilantik sebagai Direktur dan Komisaris Perseroda Serumpun Pseko untuk lima tahun ke depan,” ujar Hurmin.

Bupati menegaskan bahwa Perseroda harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan masyarakat Sarolangun.

Menurutnya, pengelolaan perusahaan daerah harus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas agar kepercayaan publik dapat terjaga.

“Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan perusahaan itu sangat penting,” sebutnya.

“Dengan tata kelola yang baik, Perseroda diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah dan masyarakat,” tegasnya.

Hurmin juga menekankan bahwa, direksi dan komisaris yang baru dilantik dituntut untuk bekerja keras dan bekerja cerdas.

Ia meminta agar jajaran manajemen segera menyusun rencana kerja dan strategi usaha yang realistis serta berorientasi pada hasil.

“Jangan muluk-muluk. Fokus pada usaha yang benar-benar menghasilkan dan dijalankan sesuai aturan,” katanya.

Selain itu, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan perusahaan.

Setiap program dan langkah kerja harus memiliki target yang jelas dan terukur agar dapat dievaluasi secara berkala.

Sementara itu, Direktur Perseroda Serumpun Pseko, Ahyar, menjelaskan bahwa saat ini telah terjadi perubahan status badan usaha.

Jika sebelumnya berbentuk Perumda dengan kepemilikan saham 100 persen milik pemerintah daerah, kini Perseroda memiliki komposisi saham 51 persen milik daerah dan 49 persen milik masyarakat umum.

“Dengan perubahan status ini, terbuka peluang bagi Perseroda untuk menjalin kerja sama dengan pihak luar, termasuk investor yang ingin berinvestasi atau bermitra dengan Perseroda Serumpun Pseko,” ungkap Ahyar.

Ia berharap, dengan struktur baru tersebut, Perseroda Serumpun Pseko dapat berkembang lebih profesional dan berdaya saing.

Serta mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi Kabupaten Sarolangun.(*)




HUT Jambi ke-69, Al Haris Singgung Wacana Abadikan Nama Mantan Gubernur

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi, Al Haris membuka wacana penamaan fasilitas publik menggunakan nama mantan Gubernur Jambi sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun daerah.

Wacana tersebut disampaikan Al Haris saat menghadiri ziarah dan tabur bunga dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi ke-69, Senin (5/1/2026).

Menurut Al Haris, pemberian nama tokoh pada fasilitas publik tidak semata-mata dikaitkan dengan siapa yang membangun fasilitas tersebut.

Melainkan sebagai simbol penghargaan dan pengingat bagi generasi penerus terhadap kontribusi para pemimpin terdahulu.

“Menamai sebuah tempat bukan soal siapa yang membangun, tetapi sebagai bentuk menghargai jasa. Itu untuk mengenang dan menghormati pengabdian para pemimpin Jambi,” ujar Al Haris.

Ia mencontohkan sejumlah fasilitas publik di Jambi yang telah lebih dulu menggunakan nama tokoh daerah sebagai bentuk penghormatan, meskipun tidak dibangun langsung oleh tokoh yang bersangkutan.

“Seperti Rumah Sakit Raden Mattaher atau Bandara Sultan Thaha. Itu adalah contoh penghargaan terhadap jasa tokoh Jambi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Al Haris mengungkapkan keinginannya untuk mengabadikan nama dua mantan Gubernur Jambi, yakni H. Zulkifli Nurdin dan H. Abdurrahman Sayoeti, pada kawasan atau fasilitas tertentu di Provinsi Jambi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa wacana tersebut tidak akan dipaksakan apabila terdapat perbedaan pandangan dari masyarakat maupun keluarga tokoh yang bersangkutan.

“Kalau memang ada yang tidak dikehendaki, tentu tidak bisa dipaksakan. Intinya, semangat kita adalah menghormati dan mengenang jasa para pemimpin Jambi,” tegasnya.

Al Haris berharap, melalui penamaan fasilitas publik maupun bentuk penghormatan lainnya, generasi muda Jambi dapat mengenal sejarah kepemimpinan daerah serta menghargai kontribusi para tokoh yang telah berjasa dalam pembangunan Provinsi Jambi.(*)