Kudus Terparah, Ribuan Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Jateng

JATENG, SEPUCUKJAMBI.ID – Sejumlah wilayah di Jawa Tengah masih terendam banjir akibat curah hujan tinggi yang berlangsung berhari-hari.

Genangan air tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak pada infrastruktur transportasi, distribusi logistik, dan mobilitas ekonomi di beberapa kabupaten.

Pemerintah daerah dan pusat terus meningkatkan upaya tanggap darurat untuk meminimalkan dampak bencana.

Kabupaten Kudus menjadi salah satu wilayah paling terdampak. Data terbaru menunjukkan jumlah warga yang mengungsi terus bertambah.

Kepala BPBD Kudus, Eko Djumartono, menyatakan bahwa jumlah pengungsi masih bersifat dinamis.

“Berdasarkan data per hari ini (17/1), total pengungsi mencapai 1.822 jiwa. Data ini akan terus diperbarui,” ujar Eko.

Pemerintah setempat menyiapkan titik pengungsian serta menyalurkan bantuan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

Dampak banjir juga terasa di sektor transportasi. Di Kabupaten Pekalongan, genangan air merendam jalur kereta api sehingga PT KAI mengalihkan perjalanan kereta jarak jauh melalui jalur selatan seperti Tegal–Kroya–Solo–Semarang.

Kondisi ini menyebabkan keterlambatan dan perubahan jadwal bagi ribuan penumpang.

Wilayah lain seperti Demak, Kendal, Batang, dan Pemalang juga mengalami genangan luas.

Warga harus meninggikan barang berharga atau memindahkan kendaraan. Sebagian memilih mengungsi sementara ke balai desa dan masjid.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan logistik senilai ratusan juta rupiah ke daerah terdampak, termasuk bahan pangan, perlengkapan bayi, selimut, dan peralatan kebersihan.

Pemprov berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar distribusi bantuan berjalan efektif.

Di tingkat nasional, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan BNPB memperkuat penanganan di lapangan, khususnya di Kudus.

Kepala BNPB turun langsung ke lokasi untuk memastikan koordinasi lintas lembaga berjalan optimal, mulai dari evakuasi, distribusi logistik, hingga pemantauan titik rawan.

Selain penanganan darurat, Pemprov Jateng juga mengintensifkan modifikasi cuaca di beberapa wilayah seperti Jepara, Kudus, dan Pati hingga 20 Januari 2026.

Langkah ini diharapkan mengurangi intensitas hujan ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Meski banjir meluas, pemerintah belum menetapkan status tanggap darurat karena kondisi dianggap masih terkendali, namun terus dipantau secara ketat.

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan pasokan BBM dan elpiji di daerah terdampak tetap aman, mendukung operasional kendaraan bantuan dan kebutuhan masyarakat.

BMKG dan BNPB mengingatkan warga tetap waspada terhadap banjir susulan dan longsor, terutama di dataran rendah dan lereng perbukitan.

Warga diminta mengikuti informasi resmi serta arahan petugas di lapangan.(*)




Jahe, Solusi Alami untuk Mual, Nyeri Otot, dan Tubuh Lebih Sehat

SEPUCUKJAMBI.ID – Jahe bukan hanya bumbu dapur yang memberi rasa hangat dan aroma khas, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa.

Rempah ini telah digunakan secara tradisional di banyak negara, termasuk Indonesia, untuk membantu meredakan berbagai keluhan tubuh.

Salah satu manfaat jahe yang paling populer adalah meredakan mual.

Ibu hamil kerap memanfaatkan jahe untuk mengurangi mual di pagi hari, sementara pasien yang menjalani kemoterapi juga menggunakannya sebagai bantuan alami.

Senyawa aktif dalam jahe memengaruhi sistem saraf yang memicu rasa mual sehingga keluhan bisa lebih ringan.

Tidak hanya itu, jahe juga mendukung kesehatan pencernaan.

Konsumsi jahe dapat mempercepat proses pengosongan lambung, mengurangi rasa kembung atau perut penuh setelah makan. Inilah alasan teh jahe sering dikonsumsi setelah santap berat.

Selain itu, jahe memiliki sifat antiinflamasi, yang membantu meredakan nyeri otot, kekakuan sendi, bahkan keluhan kronis seperti artritis.

Rempah ini juga dipercaya mendukung kesehatan jantung, dengan potensi menurunkan kolesterol dan tekanan darah dua faktor risiko utama penyakit kardiovaskular.

Bagi perempuan, jahe kerap dimanfaatkan untuk meredakan kram menstruasi, karena efek hangat dan antiperadangannya membantu mengurangi kontraksi berlebihan pada otot rahim.

Jahe kaya akan antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas dan mendukung sistem imun.

Beberapa penelitian awal bahkan menunjukkan jahe dapat meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan gula darah pada penderita diabetes tipe 2.

Serta membantu mengontrol nafsu makan dan metabolisme untuk mendukung program penurunan berat badan.

Tak kalah penting, jahe juga memiliki sifat antibakteri dan antivirus ringan, membantu meredakan iritasi tenggorokan dan batuk.

Jahe dapat dinikmati dalam berbagai bentuk segar, bubuk, teh, atau dicampur dalam masakan.

Namun, konsumsi berlebihan tetap harus dihindari karena bisa mengganggu pencernaan atau berinteraksi dengan obat tertentu.

Dengan mengonsumsi jahe secara bijak dan seimbang, rempah ini bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang sederhana namun bermanfaat, meningkatkan kualitas hidup secara alami.(*)




Benjolan di Bibir, Berbahayakah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Munculnya benjolan di bibir kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama karena letaknya yang mudah terlihat dan terasa saat berbicara maupun makan.

Tak sedikit orang langsung mengaitkannya dengan penyakit serius.

Padahal, dalam banyak kondisi, benjolan di bibir bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan khusus.

Meski demikian, memahami penyebab benjolan di bibir tetap penting agar tidak salah langkah dalam penanganan.

Dengan mengenali ciri-cirinya sejak awal, seseorang dapat menentukan kapan cukup melakukan perawatan mandiri dan kapan perlu berkonsultasi ke tenaga medis.

Salah satu penyebab yang paling sering terjadi adalah iritasi atau luka kecil.

Bibir yang tergigit secara tidak sengaja, terkena makanan atau minuman panas, hingga gesekan kawat gigi dapat memicu munculnya sariawan atau benjolan kecil yang terasa perih.

Umumnya, kondisi ini akan membaik dalam beberapa hari selama kebersihan mulut terjaga dan bibir tidak terus-menerus disentuh.

Penyebab lain yang cukup umum adalah kista mukosa atau mucocele. Benjolan ini terbentuk akibat kelenjar ludah yang tersumbat, sehingga cairan menumpuk di bawah permukaan bibir.

Mucocele biasanya terasa lembut, tidak terlalu nyeri, dan ukurannya dapat berubah-ubah.

Meski tidak berbahaya, kondisi ini sering mengganggu kenyamanan maupun penampilan.

Infeksi virus herpes simpleks juga dapat menjadi penyebab benjolan di bibir. Ciri khasnya adalah munculnya lepuhan kecil berisi cairan yang disertai rasa perih atau gatal.

Infeksi ini cenderung kambuh, terutama saat daya tahan tubuh menurun akibat stres, kelelahan, atau kurang tidur.

Selain virus, infeksi bakteri atau jamur juga bisa memicu benjolan, khususnya jika terdapat luka kecil yang tidak dirawat dengan baik.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan kemerahan di sekitar bibir, rasa hangat, nyeri, hingga keluarnya cairan atau nanah.

Tak kalah penting, reaksi alergi juga dapat menyebabkan bibir membengkak atau muncul benjolan.

Produk seperti lipstik, lip balm, pasta gigi, maupun jenis makanan tertentu dapat memicu iritasi. Gejalanya sering disertai rasa gatal, perih, atau sensasi terbakar pada bibir.

Penanganan benjolan di bibir harus disesuaikan dengan penyebabnya.

Untuk kasus ringan akibat iritasi atau sariawan, berkumur dengan air garam hangat, menjaga kebersihan mulut, serta menghindari makanan pedas dan asam dapat membantu proses penyembuhan.

Penggunaan obat oles atau obat kumur antiseptik juga bisa dipertimbangkan sesuai anjuran.

Jika benjolan disebabkan oleh mucocele dan tidak kunjung mengecil, dokter atau dokter gigi dapat melakukan tindakan sederhana untuk mengeluarkan cairan atau mengangkat jaringan penyebabnya.

Sementara itu, pada kasus herpes, pemberian obat antivirus bertujuan mempercepat pemulihan dan mengurangi keluhan.

Meski sebagian besar benjolan di bibir tidak berbahaya, ada kondisi yang perlu diwaspadai.

Benjolan yang tumbuh cepat, terasa keras, sangat nyeri, berdarah, mengeluarkan nanah berlebihan, atau disertai demam sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga medis.

Pada akhirnya, benjolan di bibir tidak selalu menandakan masalah serius.

Dengan memahami penyebab, gejala, dan cara penanganannya, seseorang dapat lebih tenang sekaligus lebih sigap dalam menjaga kesehatan bibir dan mulut.(*)




Ciri-Ciri Bruntusan di Wajah Mulai Membaik dan Cara Menjaganya

SEPUCUKJAMBI.ID – Bruntusan kerap menjadi keluhan banyak orang karena membuat wajah terasa kasar, tidak rata, dan mengganggu penampilan.

Bintik-bintik kecil yang muncul di permukaan kulit ini bisa disertai kemerahan, rasa gatal, hingga iritasi ringan.

Penyebabnya pun beragam, mulai dari pori-pori tersumbat, produksi minyak berlebih, reaksi terhadap skincare tertentu, hingga kebersihan kulit yang kurang terjaga.

Kabar baiknya, bruntusan bukan masalah permanen. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, kondisi kulit umumnya akan menunjukkan tanda-tanda perbaikan secara bertahap.

Mengenali ciri-ciri bruntusan mulai hilang penting agar kamu tahu apakah perawatan yang dilakukan sudah sesuai atau perlu disesuaikan.

Salah satu tanda paling awal yang mudah dirasakan adalah perubahan tekstur kulit. Wajah yang sebelumnya terasa kasar dan tidak rata perlahan menjadi lebih halus saat disentuh.

Ini menandakan sumbatan di pori-pori mulai berkurang dan proses regenerasi kulit berjalan dengan baik.

Selain tekstur, perubahan warna kulit juga menjadi indikator penting. Bruntusan sering memicu peradangan ringan yang membuat area tertentu tampak kemerahan.

Ketika kondisi mulai membaik, kemerahan tersebut perlahan memudar dan warna kulit terlihat lebih merata.

Ukuran dan jumlah bruntusan juga biasanya berkurang. Bintik-bintik kecil tidak lagi menonjol, terasa lebih rata, dan tidak sebanyak sebelumnya.

Pada tahap ini, rasa gatal, perih, atau tidak nyaman yang sempat muncul umumnya ikut menghilang.

Tanda lain yang sering luput diperhatikan adalah keseimbangan minyak wajah. Saat kulit mulai pulih, produksi minyak menjadi lebih stabil tidak terlalu berminyak, tetapi juga tidak terasa kering.

Kondisi ini membantu menjaga kelembapan alami kulit sekaligus mencegah pori-pori kembali tersumbat.

Dari segi tampilan, wajah biasanya terlihat lebih segar dan cerah. Kulit tidak lagi tampak kusam karena sel kulit mati yang menumpuk mulai tergantikan oleh sel kulit baru yang lebih sehat.

Make up pun cenderung lebih menempel dengan baik.

Meski sudah terlihat tanda-tanda membaik, perawatan tetap perlu dijaga. Hindari terlalu sering mengganti produk skincare karena bisa memicu iritasi baru.

Membersihkan wajah dengan lembut, menggunakan pelembap sesuai jenis kulit, serta rutin memakai tabir surya di siang hari sangat membantu menjaga kondisi kulit tetap stabil.

Faktor kebiasaan sehari-hari juga berperan besar.

Menjaga kebersihan sarung bantal dan handuk, tidak terlalu sering menyentuh wajah, serta mencukupi kebutuhan cairan dapat mendukung pemulihan kulit dari dalam.

Pada akhirnya, proses menghilangkan bruntusan memang membutuhkan waktu dan kesabaran.

Selama kulit menunjukkan tanda-tanda positif tanpa keluhan baru, itu berarti perawatan sudah berada di jalur yang tepat.

Namun, jika bruntusan tak kunjung membaik atau justru semakin parah, berkonsultasi dengan dokter kulit menjadi langkah yang bijak.(*)




Kepulauan Derawan, Wisata Alam dengan Laut Paling Jernih di Indonesia

BERAU, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan Indonesia.

Gugusan pulau tropis ini menawarkan kombinasi laut sebening kristal, pantai pasir putih, serta kekayaan biota laut yang menjadikannya magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Derawan bukan hanya satu pulau, melainkan rangkaian pulau dengan karakter unik. Pulau Derawan dikenal sebagai pintu masuk utama dengan suasana pantai yang tenang dan ramah wisatawan.

Maratua menghadirkan panorama tebing karst yang dramatis sekaligus menjadi surga bagi penyelam kelas dunia

Sementara itu, Pulau Kakaban menyimpan fenomena langka berupa danau ubur-ubur tak menyengat, dan Pulau Sangalaki menjadi habitat penting penyu hijau serta pari manta.

Keindahan bawah laut Kepulauan Derawan menjadi daya tarik utama. Air laut yang jernih memungkinkan aktivitas snorkeling dilakukan langsung dari bibir pantai.

Terumbu karang warna-warni, ikan tropis, hingga biota laut langka dapat disaksikan dengan jelas tanpa perlu menyelam terlalu dalam.

Bagi pecinta diving, Derawan menawarkan berbagai titik selam dengan karakter arus yang beragam dan visibilitas tinggi.

Tidak jarang penyelam bertemu penyu yang berenang bebas atau pari manta yang melintas anggun di perairan Sangalaki.

Pengalaman wisata di Derawan tidak hanya soal alam, tetapi juga kehidupan masyarakat pesisir yang masih sederhana dan bersahaja.

Wisatawan dapat melihat langsung bagaimana warga lokal menggantungkan hidup pada laut, menciptakan suasana perjalanan yang terasa autentik dan menenangkan.

Meski perjalanan menuju Kepulauan Derawan membutuhkan waktu dan perencanaan matang—melalui jalur darat dan laut dari Tanjung Redeb panorama yang disuguhkan sesampainya di lokasi dinilai sepadan dengan usaha yang dilakukan.

Fasilitas wisata di kawasan ini terus berkembang, mulai dari homestay sederhana hingga resor ramah lingkungan.

Pengelolaan pariwisata pun diarahkan agar tetap menjaga kelestarian alam, sehingga keindahan Derawan dapat dinikmati hingga generasi mendatang.

Kepulauan Derawan kini tak sekadar dikenal sebagai tujuan liburan, melainkan sebagai representasi keindahan bahari Indonesia yang masih alami, eksotis, dan sarat pengalaman tak terlupakan.(*)




Pajero Sport Terobos Pagar Mapolda Jambi, Sopir Diduga di Bawah Pengaruh Narkoba

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Insiden kecelakaan lalu lintas mengejutkan terjadi di Kota Jambi pada Minggu dini hari (18/1/2026), ketika sebuah mobil Mitsubishi Pajero Sport menerobos dan merusak pagar Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jambi.

Peristiwa ini diduga kuat berkaitan dengan pengemudi yang berada di bawah pengaruh narkotika.

Kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 03.10 WIB. Mobil dikemudikan oleh seorang pemuda berinisial DK (20), warga Desa Koto Boyo, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar melalui Kepala Bidang Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, mengungkapkan bahwa sebelum menabrak pagar Mapolda, kendaraan tersebut sempat melaju tidak terkendali dan bergerak zig-zag di sejumlah ruas jalan.

“Mobil tersebut sebelumnya menabrak beberapa sepeda motor di beberapa titik, kemudian berputar di kawasan Tugu Keris, melintas ke arah GOR dan Simpang Kebun Kopi, hingga akhirnya masuk ke area Mapolda Jambi dengan menerobos pagar pintu masuk dan keluar,” jelas Erlan.

Akibat benturan keras tersebut, pagar gerbang Mapolda Jambi mengalami kerusakan cukup parah.

Selain itu, sejumlah pengendara sepeda motor turut menjadi korban dan mengalami luka-luka.

Petugas piket penjagaan Mapolda Jambi berhasil mengamankan pengemudi setelah kendaraan berhenti di dalam area Mapolda usai menabrak traffic cone.

Dari hasil pemeriksaan awal, DK diduga mengemudi dalam kondisi terpengaruh narkotika.

“Hasil tes urine menunjukkan pengemudi positif mengandung zat amphetamine dan methamphetamine,” tegas Erlan Munaji.

Lebih lanjut, pihak kepolisian langsung melakukan langkah penanganan cepat. Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi mengevakuasi para korban kecelakaan ke Rumah Sakit Siloam Jambi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara itu, untuk dugaan penyalahgunaan narkotika, kasus tersebut kini ditangani oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi guna pendalaman lebih lanjut.

“Pelaku sudah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif,” pungkas Erlan.

Polda Jambi mengimbau masyarakat agar tidak mengemudi di bawah pengaruh narkotika atau zat berbahaya lainnya, karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.(*)




Main HP Maksimal Satu Jam! Ini Pesan Tegas Bunda PAUD Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Fenomena anak usia dini yang semakin bergantung pada gawai menjadi perhatian serius Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG.

Ia mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak bermain gadget terlalu lama karena dapat berdampak pada kesehatan mata, perkembangan otak, hingga kemampuan bersosialisasi.

Imbauan tersebut disampaikan Nadiyah saat membuka Lomba Egrang Batok Tingkat PAUD se-Kota Jambi Tahun 2026 yang digelar di kawasan wisata Kampoeng Radja, Sabtu pagi (17/01/2026).

“Anak-anak boleh bermain gadget, tetapi harus dibatasi. Idealnya tidak lebih dari satu jam. Jika berlebihan, bisa berdampak pada kesehatan mata dan menghambat perkembangan otak serta interaksi sosial anak,” tegas Nadiyah di hadapan orang tua dan pendamping peserta.

Menurutnya, kebiasaan bermain gadget tanpa kontrol berpotensi menurunkan aktivitas fisik anak, memicu ketergantungan, serta mengurangi kemampuan motorik dan emosional yang seharusnya berkembang optimal di usia dini.

Sebagai alternatif, Bunda PAUD Kota Jambi mendorong orang tua untuk kembali mengenalkan permainan tradisional yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat nilai edukatif.

Salah satunya melalui lomba egrang batok yang melibatkan ratusan anak PAUD dari berbagai kecamatan di Kota Jambi.

“Permainan tradisional seperti egrang batok mampu melatih keseimbangan, keberanian, koordinasi gerak, dan rasa percaya diri anak. Ini juga mengajarkan anak bersabar, mengikuti aturan, dan bersosialisasi dengan teman sebaya,” ujarnya.

Lomba egrang batok tersebut diikuti oleh perwakilan PAUD dari Kecamatan Kota Baru, Pelayangan, Danau Teluk, dan Pasar.

Anak-anak tampak antusias mengikuti perlombaan yang memperebutkan Piala Bunda PAUD Kota Jambi, didampingi oleh guru dan orang tua masing-masing.

Nadiyah juga mengingatkan para orang tua agar tidak menjadikan perlombaan sebagai ajang ambisi pribadi.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini harus tetap berorientasi pada kegembiraan anak.

“Jangan sampai orang tua justru lebih kompetitif dari anaknya. Biarkan anak berekspresi dengan senang. Target utama kita bukan menang, tapi pengalaman yang menyenangkan dan membentuk karakter positif,” pesannya.

Lebih lanjut, Bunda PAUD Kota Jambi menyebut bahwa permainan tradisional dapat menstimulasi berbagai kecerdasan anak, mulai dari kinestetik, spasial, hingga interpersonal, sekaligus memperkuat nilai budaya lokal.

Dalam kesempatan itu, Nadiyah juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan pendidikan anak usia dini di Kota Jambi, khususnya melalui pengembangan PAUD negeri.

“Saat ini Kota Jambi telah memiliki lima PAUD negeri dari sebelas kecamatan. Masih ada enam kecamatan lagi yang akan kita dorong agar memiliki PAUD negeri sebagai bagian dari legacy jangka panjang pendidikan anak usia dini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiono, menyatakan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan prinsip pembelajaran PAUD, yakni belajar melalui bermain.

“Anak-anak saat ini adalah generasi alfa yang tumbuh di era digital. Jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan permainan tradisional, mereka berisiko mengalami ketergantungan gadget. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk perkembangan holistik anak,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya keseimbangan antara teknologi dan aktivitas fisik, sekaligus membentuk generasi anak yang sehat, ceria, berkarakter, dan berbudaya.(*)




Lomba Egrang Batok PAUD Kota Jambi, Solusi Sehat Kurangi Ketergantungan Gadget

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya menghadirkan ruang bermain edukatif bagi anak usia dini terus diperkuat Pemerintah Kota Jambi.

Melalui peran aktif Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, lomba permainan tradisional Egrang Batok tingkat PAUD se-Kota Jambi resmi digelar sebagai sarana stimulasi motorik sekaligus pembentukan karakter anak sejak dini.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan wisata Kampoeng Radja, Sabtu pagi (17/01/2026), tersebut diikuti ratusan anak PAUD dari berbagai kecamatan, seperti Kota Baru, Pelayangan, Danau Teluk, dan Pasar.

Dengan penuh antusias, para peserta didampingi guru serta orang tua untuk memperebutkan Piala Bunda PAUD Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Nadiyah menyampaikan bahwa lomba egrang batok bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan media pembelajaran yang menyenangkan dan sarat nilai edukatif.

“Permainan tradisional seperti egrang batok memberi manfaat besar bagi anak-anak. Mereka belajar keseimbangan, keberanian, sportivitas, serta kemampuan bersosialisasi dengan teman sebaya,” ujar Nadiyah.

Menurutnya, pendekatan belajar melalui bermain sangat penting diterapkan pada pendidikan anak usia dini agar proses tumbuh kembang berlangsung optimal tanpa tekanan.

Ia juga mengingatkan orang tua dan pendamping agar tidak terlalu menuntut hasil.

“Biarkan anak-anak bermain dengan gembira. Jangan ada target berlebihan. Yang terpenting adalah pengalaman positif dan memori bahagia yang akan mereka bawa sampai dewasa,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Bunda PAUD Kota Jambi turut menyoroti tantangan era digital, khususnya meningkatnya ketergantungan anak terhadap gawai.

Ia mengajak orang tua untuk lebih bijak dalam mengatur waktu penggunaan gadget.

“Bermain gadget boleh, tapi harus dibatasi. Idealnya tidak lebih dari satu jam. Permainan tradisional bisa menjadi alternatif sehat untuk menyeimbangkan perkembangan fisik dan mental anak,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa permainan egrang batok mampu menstimulasi berbagai kecerdasan anak, mulai dari kinestetik, spasial, hingga interpersonal, sekaligus menanamkan nilai kesabaran, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan.

Lebih lanjut, Nadiyah juga menyampaikan komitmennya dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini di Kota Jambi, khususnya melalui pengembangan PAUD negeri.

“Saat ini sudah ada lima PAUD negeri dari sebelas kecamatan. Masih ada enam kecamatan yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Harapannya, ke depan setiap kecamatan memiliki minimal satu PAUD negeri,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiono, menilai lomba egrang batok sangat sejalan dengan prinsip dasar PAUD, yakni belajar sambil bermain.

“Anak-anak sekarang adalah generasi alfa. Jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan interaksi sosial, mereka rentan mengalami ketergantungan gadget. Kegiatan seperti ini mendukung perkembangan holistik anak,” katanya.

Ia juga mengapresiasi peran aktif Bunda PAUD Kota Jambi yang dinilainya konsisten mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, baik dari sisi peserta didik maupun tenaga pendidik.

Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan dalam rangka melestarikan permainan tradisional, menanamkan nilai karakter, serta mendukung terwujudnya generasi anak Kota Jambi yang sehat, ceria, berakhlak, dan berprestasi sejak usia dini.(*)




Hadiri Muskomwil FKKMI, Diza Dorong Gen Z Bangun Usaha Berkelanjutan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., menegaskan pentingnya sinergi dan semangat kolektif dalam membangun kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Musyawarah Komunikasi Wilayah (Muskomwil) dan Jumpa Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Akbar BPW 1 Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia (FKKMI) Sumatera Bagian Pertama (Sumbagtama), Sabtu (17/01/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersinergi Membangun Peradaban Kewirausahaan Menuju BPW 1 FKKMI Sumbagtama Berkemajuan” tersebut berlangsung di Aula BPSDMD Provinsi Jambi dan dihadiri sejumlah tokoh penting.

Di antaranya Ketua BPD HIPMI Jambi Fadhillah Hasrul, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kota Jambi Hendra Saputra, Camat Kota Baru Hendry Asmy Saputra, serta perwakilan koperasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Sumatera.

Dalam pemaparannya, Diza menekankan bahwa koperasi, khususnya koperasi mahasiswa, tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan pribadi, melainkan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.

“Esensi berkoperasi itu adalah kebermanfaatan. Bukan hanya untuk anggota, tapi juga harus memberi kontribusi sosial dan ekonomi bagi lingkungan sekitar,” ujar Diza.

Ia mengingatkan bahwa koperasi telah memiliki landasan hukum kuat melalui Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian yang hingga kini masih relevan.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan program pendukung agar koperasi, termasuk KOPMA, dapat berkembang secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Diza menjelaskan bahwa Kota Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa yang minim sumber daya alam harus mengandalkan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, Pemkot Jambi mendorong lahirnya wirausaha baru melalui berbagai program unggulan.

“Kami punya Balai Latihan Kerja Tematik atau Balikat, yang memberikan pelatihan kewirausahaan sesuai kebutuhan pasar. Selain itu, ada program Banharkat, Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat, dengan bunga rendah hanya 3 persen per tahun bagi warga ber-KTP Kota Jambi,” jelasnya.

Program tersebut, kata Diza, diharapkan mampu menjadi jembatan bagi generasi muda, termasuk mahasiswa, untuk memulai dan mengembangkan usaha secara berkelompok dengan prinsip gotong royong.

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI Jambi, Fadhillah Hasrul, menyoroti potensi besar generasi Z di dunia usaha.

Berdasarkan riset, kata dia, minat Gen Z untuk berwirausaha cukup tinggi, namun tingkat keberhasilannya masih relatif rendah.

“Dari sekitar 66 persen Gen Z yang tertarik menjadi pengusaha, hanya 1,7 persen yang benar-benar berhasil. Ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dan ekosistem bisnis yang sehat,” ujarnya.

Ia berharap forum seperti Muskomwil dan Jumpa KOPMA Akbar dapat menjadi ruang kolaborasi agar mahasiswa mampu membangun usaha yang berkelanjutan dan berdampak luas.(*)




Walikota Maulana Kunjungi Pekanbaru, Bawa Pulang Konsep Pengelolaan Sampah dan PAD

PEKANBARU, SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat upaya perbaikan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di bawah kepemimpinan Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Diza.

Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Pekanbaru, Sabtu (17/01/2026), guna bertukar gagasan dan praktik terbaik antar daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Maulana bersama jajaran pejabat Pemkot Jambi disambut langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, S.E., M.M., di Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru.

Pertemuan itu dimanfaatkan untuk diskusi mendalam terkait pengelolaan pemerintahan, pelayanan publik, hingga strategi peningkatan pendapatan daerah.

Maulana menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan banyak referensi yang relevan untuk diterapkan di Kota Jambi, terutama dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan terkecil.

Menurutnya, persoalan sampah menjadi salah satu fokus utama Pemkot Jambi ke depan.

“Tahun ini Pemkot Jambi akan menerapkan Program Kampung Bahagia di seluruh RT. Salah satu prioritasnya adalah pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga,” ujar Maulana.

Ia menjelaskan, Kota Pekanbaru telah menjalankan sistem pengelolaan sampah melalui program Lembaga Pengelola Sampah (LPS).

Di mana setiap rumah tangga memiliki tanggung jawab terhadap sampahnya masing-masing. Pola ini dinilai sejalan dengan konsep Kampung Bahagia yang akan diterapkan di Jambi.

“Pengangkutan dilakukan dari rumah ke rumah sehingga tidak ada lagi TPS liar. Selain lebih tertata, sampah juga bisa memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Tak hanya membahas persoalan persampahan, kunjungan kerja ini juga menghasilkan kerja sama strategis di bidang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pemkot Jambi, kata Maulana, akan mendapatkan hibah sistem perizinan bangunan berbasis aplikasi dari Pemkot Pekanbaru.

“Sistem perizinan ini memungkinkan proses Perizinan Pembangunan Gedung diselesaikan hanya dalam waktu dua jam. Aplikasinya akan diberikan secara gratis dan direplikasi di Kota Jambi, dengan harapan mampu mendorong peningkatan PAD,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyambut positif kunjungan Pemkot Jambi dan menyatakan ketertarikannya untuk melakukan kunjungan balasan.

Ia menilai banyak program Pemkot Jambi yang sejalan dan bisa saling dipelajari.

“Dari diskusi yang berlangsung, banyak hal yang justru ingin kami pelajari dari Kota Jambi, baik soal tata kelola pemerintahan, peningkatan PAD, hingga pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis,” singkat Agung.

Kunjungan ini diharapkan memperkuat sinergi antar pemerintah daerah serta mempercepat lahirnya kebijakan inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.(*)