Bukan Sekadar Angka, Ini Arti 16 Digit pada Nomor Induk Kependudukan

SEPUCUKJAMBI.ID – Tahukah kamu bahwa deretan 16 angka pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) bukan sekadar nomor identitas biasa?

Angka-angka tersebut menyimpan informasi penting yang berkaitan langsung dengan data diri setiap warga negara dan digunakan dalam berbagai keperluan administrasi.

NIK tetap melekat pada pemiliknya meskipun berpindah tempat tinggal ke daerah lain.

Perubahan hanya terjadi pada elemen data kependudukan, seperti alamat, status perkawinan, dan pekerjaan.

Setiap perubahan tersebut wajib dilaporkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sesuai dengan domisili terbaru.

Ketentuan mengenai Nomor Induk Kependudukan (NIK) diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang kemudian diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013.

Regulasi tersebut mewajibkan pemerintah untuk memberikan NIK kepada setiap penduduk sebagai identitas resmi.

Tidak hanya berfungsi sebagai nomor identitas, NIK juga dirancang dengan susunan angka yang memiliki makna tertentu.

Setiap digit dalam NIK disusun secara sistematis untuk merekam informasi penting mengenai pemiliknya.

pertama, 6 digit pertama adalah kode wilayah dimana NIK pertama kali didaftarkan (2 digit pertama untuk kode provinsi, 2 digit kedua untuk kode kabupaten/kota, dan 2 digit ketiga untuk kode kecamatan).

Kedua, 6 digit berikutnya adalah tanggal lahir pemilik NIK (2 digit untuk tanggal, 2 digit untuk bulan, dan 2 digit untuk tahun).

Untuk penduduk berjenis kelamin perempuan, ditambahkan angka 40 pada tanggal lahir.

Ketiga, 4 digit selanjutnya adalah nomor urut yang ditentukan secara sistem.

Dengan memahami makna 16 digit Nomor Induk Kependudukan, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya peran NIK dalam kehidupan sehari-hari.

NIK tidak hanya berfungsi sebagai identitas pribadi, tetapi juga menjadi nomor identitas tunggal untuk seluruh urusan pelayanan publik.

Nomor ini digunakan sebagai dasar penerbitan berbagai dokumen di instansi pemerintah maupun swasta, sehingga keakuratan dan pemahaman terhadap NIK menjadi hal yang sangat penting.




Sleep Call Jadi Tren Anak Muda, Ini Manfaat dan Dampaknya bagi Kesehatan

SEPUCUKJAMBI.ID – Sleep call menjadi salah satu tren yang populer di kalangan pasangan muda.

Aktivitas ini merujuk pada kebiasaan menelepon atau melakukan video call dengan pasangan hingga tertidur.

Meski terdengar romantis, sleep call tidak sekadar soal menemani tidur karena di balik kehangatan yang ditawarkan, kebiasaan ini juga menyimpan sejumlah dampak yang perlu diperhatikan.

Secara bahasa, sleep call berarti “panggilan tidur”, namun dalam praktiknya, istilah ini mengacu pada aktivitas komunikasi jarak jauh yang dilakukan pasangan pada malam hari dan berakhir ketika salah satu atau keduanya tertidur.

Kegiatan ini biasanya berlangsung saat kesibukan mulai mereda, sehingga pasangan memiliki waktu lebih leluasa untuk berbincang.

Awalnya, sleep call banyak dilakukan oleh pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LDR).

Keterbatasan pertemuan fisik membuat panggilan malam menjadi sarana untuk menjaga kedekatan emosional.

Namun seiring meningkatnya penggunaan ponsel pintar, tren ini juga mulai dilakukan oleh pasangan yang tinggal di kota atau wilayah yang sama dan menjadikannya sebagai rutinitas harian.

Aktivitas sleep call bagi pasangan memberi sejumlah manfaat selain rasa aman dan nyaman, yaitu.

1. Mempererat Hubungan

Pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh atau LDR biasanya menjadikan sleep call sebagai salah satu sarana untuk mempererat hubungan.

Karena berbagai kesibukan sepanjang hari, biasanya mereka hanya bisa berkomunikasi dengan leluasa saat malam.

2. Membuat Tidur Lebih Cepat

Sleep call juga dapat membantu seseorang tidur lebih cepat dengan menceritakan apa yang masih membebani pikirannya pada lawan bicara (pasangan).

Pikiran akan menjadi lebih tenang dan tidur pun lebih cepat dan nyenyak.

3. Mengatasi Rasa Kesepian

Selain pada pasangan, sleep call juga bisa dilakukan antara teman atau keluarga untuk mengatasi rasa kesepian, terutama bagi mereka yang tinggal sendirian di tempat rantau dan jauh dari keluarga.

Bahaya Sleep Call bagi Kesehatan

Meski memberi kenyamanan emosional, sleep call tidak selalu berdampak positif. Jika dilakukan terlalu sering atau tanpa batasan, kebiasaan ini justru bisa mengganggu kesehatan fisik dan mental.

Sleep call berpotensi membuat seseorang sulit menetapkan batasan pribadi. Ketergantungan pada kehadiran pasangan setiap malam dapat mengurangi ruang untuk diri sendiri, padahal setiap orang tetap membutuhkan waktu istirahat tanpa distraksi.

1. Kekurangan Tidur yang Berpengaruh pada Emosi

Kurangnya waktu tidur dapat berpengaruh pada pengendalian emosi dan mood seseorang.

Kekurangan tidur akibat sleep call juga bisa membuat seseorang sulit mengendalikan emosi dan akhirnya akan berpengaruh pada relasi sosialnya.

2. Rentan Konflik dengan Keluarga atau Lingkungan Sekitar

Aktivitas sleep call mungkin mengganggu anggota keluarga lain yang tinggal serumah atau tetangga kamar kos/kontrakan.

Pengendalian emosi yang buruk juga dapat menimbulkan konflik dengan keluarga atau lingkungan sekitar tempat tinggal.

3. Menurunkan Mutu Quality Time

Sebagian orang pasti memerlukan quality time dengan pasangan sehingga melakukan sleep call.

Namun, terlalu sering sleep call juga justru dapat menurunkan mutu dari quality time itu sendiri.

Quality time bersama orang terdekat kita yang lain juga terganggu karena mungkin kita sudah lelah karena sleep call.

4. Meningkatkan Kelelahan dan Stres

Sleep call biasanya dilakukan saat malam ketika tubuh dan pikiran kita seharusnya beristirahat.

kegiatan ini bisa memaksa pikiran kita terus berjalan dan tubuh kekurangan istirahat.

Sehingga keesokan harinya kita bangun dengan perasaan lelah dan stres yang meningkat.

5. Frustrasi karena Lelah Bertumpuk

Jika kelelahan dan stres itu terus bertumpuk dan berkepanjangan tanpa bisa dikurangi, kita akan merasa frustrasi dan berpengaruh pada kesehatan mental.

Sleep call menawarkan kehangatan dan rasa dekat bagi banyak pasangan, terutama di tengah keterbatasan jarak.

Namun, tanpa pengelolaan yang bijak, kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan kualitas hubungan.

Menjaga keseimbangan antara komunikasi dan istirahat menjadi kunci agar sleep call tetap memberi manfaat,nyaman dan aman.




Cara Membuat Rujak Buah Sambal Lotis, Rasa Asam Manis Pedas yang Menyegarkan

SEPUCUKJAMBI.ID – Rujak buah menjadi salah satu camilan favorit yang banyak di gemari berbagai kalangan karena rasanya segar dan menggugah selera.

Banyak orang menikmati rujak buah dengan sambal lotis sebagai camilan di siang hari, terutama saat cuaca panas.

Sebagai camilan khas Indonesia, rujak buah memadukan potongan buah segar seperti mangga muda, kedondong, jambu air merah, bengkuang, mentimun, hingga nanas.

Kombinasi rasa asam dan manis dari buah-buahan tersebut menghadirkan sensasi segar di setiap gigitan.

Daya tarik rujak ini terletak pada sambal lotis khas Jawa Tengah. Sambal ini memadukan cabai rawit, cabai merah, terasi, kencur, gula Jawa, dan asam jawa.

Bahan-bahan  :

  • 1 buah mangga muda (iris sesuai selera)
  • 5 buah jambu air merah
  • 1 buah bengkuang
  • 1/2 buah mentimun

Bahan Sambal lotis :

  • 250 g Gula Jawa
  • 150 g kacang tanah goreng
  • 2 sdm kacang tanah goreng
  • 10 buah cabe rawit
  • 1 sdm terasi bakar
  • 1,5 sdm Garam
  • 1 biji asam jawa larutkan air panas secukupnya

Cara Membuat :

  1. Siapkan buah yang akan dirujak lalu cuci buah yang bersih, dan iris sesuai selera
  2. Ulek atau haluskan semua bahan sambal sampai tercampur merata.
  3. Cicipi dan sesuikan dengan selera
  4. Sajikan dalam piring terpisah atau dicampur menjadi satu antara buah dan sambal lotisnya.(*)



Resep Cireng Isi Ayam Suwir Anti Gagal

SEPUCUKJAMBI.ID – Cireng merupakan camilan khas Jawa Barat berbahan dasar tepung kanji atau tepung tapioka.

Nama cireng berasal dari istilah aci digoreng dalam bahasa Sunda yang merujuk pada bahan utama pembuatannya.

Teksturnya yang kenyal dengan cita rasa gurih. Kini, pelaku kuliner banyak mengkreasikan cireng dengan isian ayam suwir berbumbu sehingga camilan tradisional ini semakin diminati oleh berbagai kalangan.

Bahan- bahan :

  • 250 g dada ayam rebus
  • 3 siung bawang putih, cincang
  • 6 cabai rawit, potong-potong
  • 1 batang sereh
  • 3 daun jeruk
  • 2 daun salam
  • 100 ml air
  • 1 sdt gula pasir
  • ½ sdt garam

Bahan cireng:

  • 280 g tepung tapioka
  • 50 g tepung terigu
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt kaldu bubuk
  • 1 sdt bawang putih bubuk
  • 260 ml air mendidih

Cara membuat:

  1. Masukkan bahan bumbu seperti, cabai rawit merah, cabai merah keriting, bawang merah, dan bawang putih ke dalam blender
  2. Tambahkan sedikit air atau minyak ke dalam blender kemudian proses sampai halus, sisihkan
  3. Rebus daging ayam yang telah dibersihkan serta dicuci bersih sampai matang
  4. Setelah matang, angkat dan tiriskan ayam, lalu suwir-suwir kemudian sisihkan
  5. Goreng sebentar suwir ayam ke dalam wajan berisi minyak panas secukupnya, tiriskan
  6. Di dalam wajan bekas menggoreng ayam suwir, tumis bumbu sampai harum matang beserta daun salam, daun jeruk, dan lengkuas
  7. Apabila bumbu matang kemudian masukkan bumbu penyedap seperti, garam, gula, kaldu bubuk, serta suwir ayam lalu diaduk rata, lalu jangan lupa koreksi rasa
  8. Jika sudah sesuai matikan api, sisihkan
  9. Untuk membuat adonan cireng campurkan tepung sagu, tepung terigu, dan garam ke dalam wadah
  10. Diaduk rata terlebih dulu supaya bumbu merata, lalu tuangkan air panas sedikit demi sedikit sambil diaduk cukup sampai rata
  11. Ambil secukupnya adonan, bulat pipihkan kemudian isikan ayam suwir, lalu bungkus rapi dengan bentuk mirip pastel
  12. Lakukan sampai selesai, sisihkan, dan jangan lupa taburi dengan tepung sagu supaya tidak lengket
  13. Setelah adonan selesai dibentuk dengan isian ayam suwir selanjutnya adalah menggoreng adonan cireng
  14. Goreng cireng dalam keadaan minyak dingin di api sedang sampai matang
  15. Selama proses menggoreng untuk sesekali bolak-balikkan adonan cireng supaya matangnya merata
  16. Jika telah matang matikan api, tiriskan, cireng isi ayam suwir pedas siap untuk disajikan

Resep cireng isi ayam suwir ini memudahkan siapa saja untuk membuatnya di rumah.

Sajikan cireng selagi hangat agar tekstur kenyal dan cita rasa ayam berbumbu terasa lebih nikmat.(*)




3 kebiasaan yang Bikin Perut Buncit, Bukan karena Nasi

SEPUCUKJAMBI.ID – Perut buncit masih menjadi keluhan banyak orang, selain mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri, kondisi ini juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, mulai dari masalah metabolisme hingga penyakit kronis.

Selama ini, nasi kerap dianggap sebagai penyebab utama. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Faktanya, perut buncit lebih sering dipicu oleh pola hidup dan kebiasaan harian yang kurang sehat, terutama yang dilakukan menjelang malam.

Ahli nutrisi dari The Nutrition Twins, Tammy Lakatos Shames dan Lyssie Lakatos, menyebutkan sejumlah kebiasaan yang dapat mempercepat penumpukan lemak di area perut.

Berikut tiga kebiasaan yang dapat memicu perut buncit.

1. Makan Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur

Tubuh idealnya mengonsumsi makanan terakhir setidaknya tiga jam sebelum tidur.

Saat tidur, tubuh membutuhkan waktu untuk pemulihan dan perbaikan sel, bukan untuk mencerna makanan.

Jika pencernaan masih bekerja, tubuh cenderung menyimpan kalori yang tidak terpakai sebagai lemak, terutama di bagian perut.

Sejumlah studi juga menunjukkan bahwa makan larut malam dapat mengganggu ritme sirkadian, memengaruhi kadar gula darah, serta memperlambat metabolisme lemak.

2. Minuman yang Berkalori di Malam Hari, Termasuk Susu

Banyak orang mengonsumsi susu hangat sebelum tidur karena dianggap membantu relaksasi.

Meski mengandung triptofan yang dapat memicu rasa kantuk, susu tetap menyumbang kalori tambahan.

Jika kebiasaan ini dilakukan secara rutin tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup, kalori tersebut berpotensi menumpuk dan meningkatkan lingkar pinggang secara perlahan.

3. Asupan Gula Berlebih

Minuman manis kemasan sangat mudah ditemukan dalam aktivitas sehari-hari. Satu sajian minuman tersebut bahkan bisa mengandung sekitar 25 gram gula.

Asupan gula tinggi dengan nilai gizi yang rendah membuat tubuh menerima kalori berlebih.

Kalori ini kemudian disimpan sebagai lemak, dengan area perut menjadi salah satu lokasi penumpukan utama.

Perut buncit bukan semata-mata disebabkan oleh konsumsi nasi. Kebiasaan makan larut malam, minum minuman berkalori sebelum tidur, serta asupan gula berlebihan justru berperan lebih besar dalam pembentukan lemak perut.

Mengurangi kebiasaan tersebut dan rutin melakukan aktivitas fisik dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan tubuh dan lingkar perut tetap ideal.(*)




Cara Sederhana Orangtua Membangun Kepercayaan Anak

SEPUCUKJAMBI.ID – Kepercayaan anak terhadap orangtua merupakan fondasi penting dalam tumbuh kembang emosional dan psikologis anak.

Kepercayaan ini tidak terbentuk secara langsung, melainkan dibangun dari kebiasaan sederhana dalam keseharian, salah satunya melalui perkataan yang diucapkan dan ditepati oleh orangtua.

Bagi anak, ucapan orangtua bukan sekadar kata-kata, tetapi pegangan yang menentukan rasa aman dan keyakinan mereka.

Anak tidak hanya mendengar apa yang dikatakan orangtua, tetapi juga mengamati kesesuaian antara ucapan dan tindakan.

Ketika orangtua sering mengucapkan janji tanpa realisasi, anak dapat menangkap pesan bahwa perkataan tersebut tidak selalu dapat dipercaya.

Kebiasaan ini, jika berlangsung terus-menerus, berpotensi membuat anak ragu, bahkan menurunkan rasa percaya mereka terhadap orangtua.

Karena itu, penting bagi orangtua untuk lebih berhati-hati dalam berbicara.

Jika belum yakin dapat menepati janji, sebaiknya tidak mengucapkannya. Sebaliknya, ketika suatu perkataan sudah terlanjur disampaikan, orangtua perlu berusaha menepatinya.

Konsistensi ini membantu anak memahami bahwa setiap ucapan memiliki makna dan konsekuensi.

Menepati perkataan juga berlaku dalam pemberian konsekuensi kepada anak.

Ketika orangtua menyampaikan aturan atau akibat dari suatu perilaku, keputusan tersebut perlu dijalankan secara konsisten.

Hal ini bukan bentuk ancaman, melainkan wujud komitmen dan kejelasan sikap.

Dengan begitu, anak belajar memahami batasan, sekaligus menyadari bahwa orangtua dapat dipercaya.

Sebaliknya, dalam situasi ketika anak diminta untuk menunggu atau bersabar, orangtua juga perlu memastikan perkataannya ditepati.

Misalnya, saat menunda suatu kegiatan karena kondisi tertentu, janji untuk melanjutkannya di waktu yang telah disepakati harus direalisasikan. Pengalaman ini membuat anak lebih mudah menerima penundaan karena merasa tidak dibohongi.

Kepercayaan yang terbangun dari konsistensi ucapan dan tindakan akan membuat anak merasa lebih aman.

Anak menjadi lebih tenang saat menghadapi situasi yang tidak langsung sesuai dengan keinginannya, karena yakin orangtua akan bersikap jujur dan bertanggung jawab.

Selain menepati perkataan, membangun kepercayaan anak juga dapat dilakukan dengan memberi ruang untuk bereksplorasi.

Selama aktivitas yang dilakukan masih aman, anak perlu diberi kesempatan mencoba dan mengenal lingkungannya. Setelah itu, orangtua dapat mengajak anak berdiskusi tentang apa yang mereka rasakan, sukai, atau khawatirkan.

Melalui proses ini, anak belajar mengenali dirinya sendiri dan merasa dihargai.

Ketika anak diberi kepercayaan, mereka cenderung lebih tenang, tidak mudah memaksa, dan lebih sabar.

Pada akhirnya, kepercayaan anak terhadap orangtua tumbuh dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Menepati perkataan, bersikap jujur, dan memberi ruang bagi anak untuk berkembang menjadi kunci penting dalam membangun hubungan yang sehat dan penuh rasa aman antara orangtua dan anak.(*)




Resep Klepon Manis dengan Isian Gula Merah Lumer

SEPUCUKJAMBI.ID – klepon merupakan salah satu jajanan tradisional Indonesia yang hingga kini masih digemari masyarakat.

Kue berbentuk bulat kecil berwarna hijau ini dikenal dengan isian gula merah cair yang memberikan sensasi manis saat digigit.

Cita rasanya yang khas membuat klepon tetap eksis di tengah beragamnya pilihan camilan modern.

Klepon sering kali ditemukan di pasar tradisional,bahan-bahan yang digunakan tergolong sederhana dan mudah diperoleh, sehingga proses pembuatannya dapat dicoba oleh siapa saja.

Bahan- bahan:

  • 1/2 butir kelapa, diparut
  • 1/2 sdt garam
  • 210  Santan Cair
  • 200 gr tepung ketan
  • 3 sdm tepung tapioka
  • 1/2 sdt garam
  • 3 lembar daun pandan
  • 12 lembar daun suji (alternatif: pasta pandan)

Bahan Isi Klepon:

  • 150 gr gula merah
  • 150 ml air

Cara membuat klepon:

1. Campurkan kelapa parut, garam, dan daun pandan hingga merata.

2. Kukus kelapa parut selama 15 menit, lalu sisihkan.

3. Rebus gula merah bersama air hingga larut, kemudian dinginkan.

4. Masukkan tepung ketan, tepung tapioka, dan garam ke dalam wadah, lalu aduk rata.

5. Blender daun pandan, daun suji, dan santan, kemudian saring hingga memperoleh 210 ml cairan.

6. Masak santan pandan hingga mendidih sambil terus diaduk.

7. Tuang santan panas ke campuran tepung, lalu uleni hingga adonan kalis dan bisa dibentuk.

8. Ambil adonan secukupnya, pipihkan, isi dengan gula merah cair, lalu bulatkan.

9.Rebus klepon hingga mengapung, kemudian angkat dan tiriskan.

10. Gulingkan klepon ke dalam kelapa parut hingga seluruh permukaannya tertutup.

Klepon pun siap disajikan dan dinikmati sebagai camilan tradisional yang legit dan menggugah selera.(*)




Tren Self-Reward dan Meningkatnya Budaya Konsumtif di Media Sosial

SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam beberapa tahun terakhir, istilah self-reward atau hadiah untuk diri sendiri semakin akrab di kalangan anak muda.

Mulai dari selesai mengerjakan tugas berat, menuntaskan masa magang, mencapai target tertentu, bahkan sekadar merasa lelah, banyak orang sering memilih belanja sebagai bentuk apresiasi untuk diri sendiri.

Pada awalnya, konsep ini memang positif, setiap orang memang membutuhkan jeda, hiburan, dan cara untuk menjaga kesehatan mental.

Namun, tanpa disadari, self-reward perlahan bergeser menjadi pembenaran untuk pola konsumsi yang semakin sering dan semakin impulsif.

Fenomena ini semakin terasa sepanjang tahun 2025, berbagai tren belanja viral di media sosial mendorong masyarakat untuk membeli sesuatu bukan karena kebutuhan, melainkan karena dorongan tren dan rasa takut ketinggalan.

Konsep self-reward sebenarnya dapat membawa dampak positif, misalnya dengan memberi waktu istirahat di tengah kesibukan.

Namun, dalam banyak situasi, self-reward justru diwujudkan melalui aktivitas berbelanja, bukan karena kebutuhan sejati, melainkan karena dorongan tren.

Lonjakan budaya konsumtif semakin memperkuat kecenderungan ini, terutama melalui godaan diskon besar, promo terbatas, serta gencarnya promosi di media sosial dan marketplace online.

Akibatnya, self-reward yang sebelumnya dilakukan sesekali berkembang menjadi kebiasaan. Padahal, sebagian orang membeli barang tidak benar-benar dibutuhkan.

Keinginan untuk ikut arus, perasaan pantas mendapatkan hadiah, atau sekadar terbawa suasana sering kali menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.

Tidak jarang, kebiasaan ini baru terasa dampaknya di akhir bulan ketika kondisi keuangan mulai terbebani, sementara rasa puas dari pembelian tersebut hanya bertahan sesaat.

Menjadi konsumen yang bijak di tengah maraknya tren konsumtif bukan berarti harus menolak self-reward sepenuhnya. Yang dibutuhkan adalah kesadaran dan keseimbangan.

Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan saat melakukan self-reward:

1. Tanyakan pada diri sendiri, sebelum memutuskan membeli, tanyakan, “Kenapa aku membeli ini? Apakah ini kebutuhan, keinginan, atau sekadar ikut-ikutan tren?”

2. Alokasikan anggaran khusus, buatlah anggaran terpisah untuk belanja self-reward atau hadiah bagi diri, jangan mencampurnya dengan biaya kebutuhan pokok.

3. Ingatlah bahwa hadiah tidak selalu berupa barang, self-reward bisa berbentuk quality time, waktu istirahat yang berkualitas, atau aktivitas sederhana lain yang tidak harus mengeluarkan banyak uang.

4. Pikirkan dampak jangka panjang, apakah pembelian barang ini benar-benar memberikan kebahagiaan yang bertahan lama atau hanya sensasi sesaat?

Dengan menerapkan cara-cara ini, kita bisa tetap menikmati hidup dan mengapresiasi diri tanpa harus terjebak dalam budaya konsumtif yang akan menyulitkan kondisi keuangan tanpa kita sadari.(*)




Mitos atau Fakta, Makan Kacang Bikin Jerawatan?

SEPUCUKJAMBI.ID – Banyak orang memilih menghindari kacang karena khawatir wajah menjadi jerawatan. Padahal, kacang dikenal sebagai sumber nutrisi penting seperti protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.

Tak heran jika hubungan antara konsumsi kacang dan jerawat kerap menimbulkan perdebatan.

Lantas, benarkah makan kacang bisa bikin jerawatan?

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kacang secara langsung menyebabkan jerawat.

Anggapan bahwa kacang memicu jerawat lebih banyak berkembang sebagai mitos turun-temurun, bukan berdasarkan penelitian medis yang kuat.

kacang mengandung asam lemak omega-6 yang berpotensi meningkatkan peradangan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Namun, dalam jumlah wajar, kandungan tersebut tidak cukup kuat untuk memicu munculnya jerawat.

Tubuh justru membutuhkan keseimbangan antara omega-3 dan omega-6 dengan rasio ideal sekitar 1:3. Sementara itu, sebagian besar kacang memiliki rasio omega-3 dan omega-6 sekitar 1:17, yang masih tergolong aman jika dikonsumsi secara normal dan tidak berlebihan.

Menariknya, kacang justru dapat memberi manfaat bagi kulit Kandungan antioksidan seperti vitamin E dan selenium berperan melindungi sel kulit dari kerusakan akibat radikal bebas serta membantu mengurangi peradangan.

Selain itu, lemak sehat dalam kacang mampu menurunkan glycaemic load (GL) makanan, sehingga membantu menjaga kestabilan kadar insulin dan mencegah produksi sebum berlebih, salah satu faktor utama penyebab jerawat.

Bagaimana Jerawat bisa muncul?

jerawat terjadi ketika folikel rambut atau pori-pori kulit tersumbat.

Folikel rambut merupakan saluran kecil tempat tumbuhnya rambut yang dikelilingi oleh kelenjar minyak.

Ketika pori-pori tersumbat oleh sebum berlebih, bakteri, dan sel kulit mati, jerawat pun dapat muncul.

Penumpukan ini memicu peradangan yang ditandai dengan nyeri, pembengkakan, serta kemerahan di sekitar area kulit.

Makanan yang Bisa Memicu Jerawat

Selain faktor kebersihan dan hormon, pola makan juga berperan dalam memperparah jerawat.

Beberapa jenis makanan dapat memperparah jerawat karena kandungan lemak, gula, serta indeks glikemiknya yang tinggi.

1. Cokelat

Konsumsi cokelat lebih dari 100 gram per minggu dapat meningkatkan keparahan jerawat.

Kandungan gula dan lemak di dalamnya dapat memicu produksi sitokin proinflamasi serta meningkatkan aktivitas bakteri Cutibacterium acnes, yang berujung pada peradangan dan produksi minyak wajah berlebih.

2. Makanan berminyak dan gorengan

Makanan yang digoreng atau tinggi lemak, terutama jika dikonsumsi lebih dari tiga kali dalam seminggu, berisiko memperburuk jerawat.

Lemak jenuh dan lemak trans dapat merangsang jalur mTORC1 yang berperan dalam peningkatan produksi sebum dan peradangan kulit.

3. Roti dan makanan manis

Karbohidrat sederhana seperti roti putih, kue, dan makanan manis dapat dengan cepat menaikkan kadar gula darah. Lonjakan insulin yang terjadi dapat memicu produksi minyak berlebih dan memperparah kondisi jerawat.

Masyarakat kerap menganggap hal ini sebagai mitos Kacang tetap aman dikonsumsi selama dalam jumlah wajar dan diimbangi dengan pola makan seimbang serta gaya hidup sehat.

Kulit yang sehat bukan hanya ditentukan oleh satu jenis makanan, melainkan oleh keseimbangan nutrisi dan kebiasaan  sehari-hari .(*)




Resep Terong Balado Lezat Favorit Keluarga

SEPUCUKJAMBI.ID – Terong balado merupakan salah satu hidangan Nusantara yang hingga kini tetap digemari masyarakat.

Perpaduan terong goreng yang lembut dengan sambal balado bercita rasa pedas, gurih, dan sedikit asam menghadirkan sensasi lezat yang menggugah selera.

Hidangan ini semakin nikmat disantap bersama nasi hangat dan kerap menjadi menu favorit di meja makan keluarga.

Terong balado dikenal sebagai masakan khas Minangkabau, Sumatera Barat. Istilah balado berasal dari kata lado dalam bahasa Minang yang berarti cabai, yang menjadi bumbu utama dan memberikan rasa pedas khas pada hidangan ini.

Cita rasa pedas yang kuat membuat terong balado tak hanya cocok sebagai lauk sehari-hari, tetapi juga sering disajikan dalam berbagai acara keluarga.

Selain lezat, terong balado juga memiliki nilai gizi yang baik.

Terong termasuk sayuran rendah kalori dengan kandungan sekitar 24 kalori per 100 gram terong mentah.

Hal ini menjadikan terong balado sebagai pilihan tepat bagi yang  menjalani diet atau program penurunan berat badan, selama diolah dengan takaran minyak yang wajar

Bahan Utama

  •  Buah terong ungu
  • Minyak goreng secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Air

Bumbu Halus

  • 15 cabai merah keriting
  • 5 cabai rawit (sesuai selera)
  • 8 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 2 buah tomat merah
  • 2 lembar daun jeruk
  • Garam dan gula secukupnya

Cara membuat terong balado

1. Potong terong sesuai selera, tetapi pastikan ketebalannya tidak terlalu tebal agar mudah matang.

2. Rendam terong dalam air garam selama sekitar 10 menit untuk mencegah perubahan warna.

3. Tiriskan terong dari air garam yang telah merendamnya.

4. Panaskan minyak secukupnya di wajan.

5. Goreng terong dengan api sedang hingga berwarna kecokelatan.

6. Setelah matang, tiriskan dan sisihkan.

7. Gunakan api sedang saat menumis bumbu balado terong untuk menghindari pembakaran.

8. Tumis bumbu halus hingga matang sempurna dan aromanya harum.

9. Tambahkan garam dan gula secara bertahap sambil terus mencicipi untuk menyesuaikan rasa.

10. Tumis bumbu yang telah halus hingga matang dan tercium bau harum.

11. Masukkan terong yang sudah digoreng, aduk perlahan dengan spatula agar bumbu merata pada setiap potongan terong.

terong balado tidak hanya menawarkan cita rasa pedas dan gurih yang menggugah selera, tetapi juga kehangatan hidangan rumahan yang sederhana dan selalu cocok dinikmati kapan saja.(*)