Tak Harus Sempurna, Pola Pikir “Cukup Baik” Bantu Atasi Overthinking

SEPUCUKJAMBI.ID – Overthinking atau kecenderungan berpikir berlebihan sering muncul ketika seseorang merasa harus selalu mengambil keputusan yang paling tepat dalam setiap situasi.

Dorongan untuk memilih pilihan terbaik kerap dianggap sebagai bentuk kehati-hatian, padahal dalam praktiknya justru dapat memicu kecemasan, kelelahan mental, dan membuat seseorang sulit melangkah.

Berbagai kemungkinan dipikirkan berulang kali, disertai rasa takut akan kesalahan, penyesalan, dan kekhawatiran terhadap hasil yang belum tentu terjadi.

Kondisi ini membuat proses pengambilan keputusan terasa melelahkan dan penuh tekanan.

Salah satu pendekatan yang dapat membantu mengurangi overthinking adalah pola pikir “cukup baik”. Pendekatan ini dikenal sebagai satisficing, yaitu strategi mengambil keputusan dengan memilih opsi yang sudah memenuhi kebutuhan utama tanpa harus mencari hasil yang benar-benar sempurna.

Pola pikir ini membantu seseorang mengambil keputusan dari kondisi mental yang lebih tenang.

Keputusan tidak lagi didasarkan pada tekanan untuk menjadi sempurna dan unggul, melainkan pada kesadaran bahwa tidak semua pilihan harus menjadi yang terbaik selama sudah memenuhi tujuan dan kebutuhan yang relevan dalam situasi tertentu.

Satisficing paling efektif diterapkan pada keputusan yang memiliki risiko rendah dan banyak hasil yang sama-sama bisa diterima.

Dalam situasi seperti ini, tekanan mental akibat overthinking sering kali jauh lebih besar dibandingkan manfaat mencari pilihan yang dianggap paling sempurna.

Misalnya pada keputusan sehari-hari seperti memilih pakaian kerja.

Meski tersedia banyak pilihan, mengenakan pakaian yang rapi dan nyaman sebenarnya sudah cukup untuk menjalani aktivitas dengan baik.

Mencari kombinasi paling ideal justru bisa menghabiskan energi tanpa memberikan dampak yang signifikan.

Setelah sebuah keputusan diambil, penting untuk secara sengaja menganggap keputusan tersebut telah selesai.

Terus membuka kembali pilihan yang sudah ditentukan sering kali menjadi awal dari siklus overthinking yang baru.

Mengalihkan perhatian setelah mengambil keputusan membantu menghentikan dorongan untuk mempertanyakan ulang pilihan yang telah dibuat.

Dengan cara ini, pikiran tidak terus-menerus berputar pada hal yang sama dan energi mental dapat digunakan untuk hal lain yang lebih produktif.

Pola pikir “cukup baik” bukan berarti menyerah atau bersikap asal-asalan.

Pendekatan ini justru membantu menjaga energi mental agar tetap terfokus, emosi lebih stabil, dan pikiran lebih jernih.

Dengan kondisi mental yang lebih sehat, seseorang justru memiliki peluang lebih besar untuk membuat keputusan yang baik dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih ringan tanpa dibebani tuntutan kesempurnaan.(*)




Gapura Stadion Sri Maharaja Batu Tuai Kritik, Warga Tebo Soroti Anggaran Rp1,4 Miliar

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pembangunan gapura Stadion Sri Maharaja Batu di Kabupaten Tebo menuai sorotan dan kritik dari masyarakat.

Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tebo itu disebut-sebut menelan anggaran hingga Rp1,4 miliar, namun dinilai belum mencerminkan nilai biaya yang dikeluarkan.

Stadion Sri Maharaja Batu sendiri merupakan stadion sepak bola termegah di Provinsi Jambi.

Stadion yang berlokasi di Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebo Tengah, tepatnya di Jalan Lintas Tebo–Bungo KM 2 ini memiliki kapasitas lebih dari 20.000 penonton.

Pembangunan stadion dimulai sejak tahun 2014 oleh Pemerintah Kabupaten Tebo dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp100 miliar.

Nama Sri Maharaja Batu resmi disematkan melalui sayembara pada Desember 2021 dan stadion tersebut diresmikan oleh Gubernur Jambi pada 22 Januari 2022.

Nama stadion diambil dari gelar tokoh bersejarah Kesultanan Jambi yang pernah bermukim di Desa Mangun Jayo, sebagai simbol nilai sejarah, ketangguhan, dan kearifan lokal masyarakat Tebo.

Namun, pembangunan gapura stadion yang terbaru justru memicu polemik.

Sejumlah warga menilai hasil fisik bangunan terlihat terlalu sederhana jika dibandingkan dengan besarnya anggaran yang digunakan.

Salah seorang warga Kabupaten Tebo, Hafizan Romi, mengaku kecewa setelah melihat hasil pembangunan gapura tersebut.

Menurutnya, dari sudut pandang masyarakat awam, bangunan itu tidak mencerminkan proyek bernilai miliaran rupiah.

“Kalau saya melihat dengan kacamata awam, hasilnya tidak sesuai. Terlalu mahal jika hanya membangun seperti itu. Dengan anggaran Rp1,4 miliar, kalau digunakan untuk membangun rumah, sudah sangat bagus dan lengkap dengan berbagai fasilitas,” ujar Hafizan kepada awak media, Senin (26/1/2026).

Ia menilai anggaran sebesar itu seharusnya dapat dialokasikan untuk pembangunan yang memberikan dampak langsung dan lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Selain itu, Hafizan juga mempertanyakan proses perencanaan serta perhitungan biaya proyek gapura stadion tersebut.

Ia meminta agar pemerintah daerah membuka informasi secara transparan kepada publik.

“Perencanaannya bagaimana, perhitungannya seperti apa, itu seharusnya disampaikan secara terbuka agar masyarakat tahu ke mana anggaran daerah digunakan,” katanya.

Tak hanya soal besaran biaya, Hafizan juga menilai bahwa pembangunan gapura stadion bukan merupakan kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat Kabupaten Tebo saat ini, terutama jika dibandingkan dengan kebutuhan dasar lainnya.(*)




Lahan Masih Jadi Kendala, Pemkab Muaro Jambi Siapkan Proyek Air Bersih Rp75 Miliar

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID -Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menargetkan pembangunan sistem penyediaan air bersih melalui pembangunan intake air baku dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) pada tahun 2026.

Proyek strategis ini diperkirakan menelan anggaran lebih dari Rp75 miliar dan diharapkan menjadi solusi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muaro Jambi, Anjar Prabowo, mengatakan bahwa secara perencanaan administratif dan regulasi, proyek tersebut sebenarnya telah dipersiapkan sejak tahun 2025.

“Secara administrasi dan regulasi sebenarnya sudah siap sejak tahun lalu,” ujar Anjar Prabowo, Senin (26/1/2026).

Namun demikian, Anjar mengakui masih terdapat tantangan yang harus diselesaikan sebelum pembangunan dapat direalisasikan, terutama terkait pembebasan lahan di lokasi rencana proyek.

Meski begitu, ia menilai posisi proyek saat ini cukup kuat untuk diajukan kepada pemerintah pusat.

Oleh karena itu, Dinas PUPR Muaro Jambi akan melakukan langkah proaktif dengan menjalin komunikasi intensif dan pendekatan langsung ke Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS).

“Untuk intake air baku, kami berharap dapat dukungan dari BWSS. Secara konsep dan kebutuhan, story-nya sudah cukup bagus, tinggal kita dorong agar bisa segera terealisasi,” jelasnya.

Sementara untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA), Anjar menegaskan bahwa kewenangan berada di bawah Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, bukan BWSS.

Karena itu, pihaknya juga akan langsung menyampaikan proposal ke kementerian terkait.

“IPA ini bukan kewenangan BWSS, melainkan Cipta Karya. Jadi kami juga akan langsung ke kementerian, jemput bola,” tegas Anjar.

Dalam waktu dekat, Anjar memastikan akan memimpin langsung presentasi proposal teknis yang telah disusun oleh Dinas PUPR Muaro Jambi.

Presentasi tersebut direncanakan dilakukan ke BWSS dengan pendampingan Ulil Amri, anggota DPRD Muaro Jambi dari daerah pemilihan setempat.

“Kami akan memaparkan seluruh kriteria teknis dan perencanaan yang sudah disiapkan. Harapannya, ini menjadi pintu masuk percepatan pembangunan intake dan IPA di Muaro Jambi,” tandasnya.(*)




Empat Ranperda Strategis Resmi Ditetapkan, Gubernur Jambi Tekankan Gender, Wisata, BUMD, dan Toleransi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi di bawah kepemimpinan Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan daerah melalui dukungan penuh terhadap penetapan empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif DPRD Provinsi Jambi.

Keempat Ranperda tersebut meliputi Ranperda tentang Pengarusutamaan Gender, Pemberdayaan Desa Wisata, Perubahan Bentuk Badan Hukum PT Jambi Indoguna Internasional menjadi Perseroan Daerah (Perseroda), serta Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat.

Penetapan Ranperda dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi yang digelar di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (26/1/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD yang telah mencurahkan waktu, tenaga, serta pemikiran dalam proses pembahasan hingga penetapan Ranperda tersebut.

“Rancangan peraturan daerah ini telah melalui tahapan pembahasan yang panjang, termasuk konsultasi dan fasilitasi dari Kementerian Dalam Negeri. Ini menunjukkan komitmen kuat DPRD dan pemerintah daerah dalam membangun Provinsi Jambi ke arah yang lebih baik,” ujar Al Haris.

Pengarusutamaan Gender Jadi Fondasi Pembangunan Inklusif

Al Haris menegaskan bahwa kesetaraan dan keadilan gender merupakan bagian dari hak asasi manusia yang harus dipenuhi secara berkelanjutan.

Menurutnya, pengarusutamaan gender penting untuk memastikan seluruh kebijakan dan program pembangunan daerah berjalan responsif dan adil.

“Dengan ditetapkannya Perda Pengarusutamaan Gender, diharapkan pembangunan daerah dapat lebih terarah, inklusif, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Desa Wisata Dorong Kesejahteraan dan Pelestarian Budaya

Ranperda Pemberdayaan Desa Wisata dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mengangkat potensi budaya dan kearifan lokal masyarakat desa.

“Pemberdayaan desa wisata menjadi salah satu solusi cerdas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam dan nilai budaya,” ungkap Al Haris.

Transformasi BUMD Perkuat Kepastian Hukum

Gubernur Jambi juga menyambut positif perubahan status PT Jambi Indoguna Internasional menjadi Perseroan Daerah (Perseroda).

Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme pengelolaan BUMD serta berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah.

“Dengan perubahan ini, kepastian hukum BUMD semakin kuat dan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” terangnya.

Perda Toleransi Jawab Tantangan Keberagaman

Ranperda tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat dinilai sangat relevan mengingat Provinsi Jambi memiliki latar belakang masyarakat yang majemuk.

“Toleransi menjadi kunci menjaga ketenteraman sosial, terutama di tengah tantangan radikalisme dan konflik berbasis sentimen primordial,” tambah Al Haris.

Ia menegaskan bahwa dengan ditetapkannya Perda tersebut, upaya menciptakan kerukunan dan stabilitas sosial di Provinsi Jambi akan lebih terarah dan berkelanjutan.(*)




Diam Bukan Berarti Lemah, Ini Zodiak yang Tangguh Menahan Stres

SEPUCUKJAMBI.ID – Tidak semua orang menyalurkan stres dengan bercerita.

Sebagian memilih diam, menyimpan tekanan sendirian, dan tetap tampil seolah semuanya baik-baik saja.

Sikap ini sering disalahartikan sebagai tidak punya masalah, padahal justru menunjukkan daya tahan mental yang tidak semua orang miliki.

Dalam astrologi, beberapa zodiak dikenal mampu menghadapi tekanan tanpa banyak keluhan.

Mereka tidak mudah panik, jarang menunjukkan emosi berlebihan, dan tetap berdiri meski beban datang bertubi-tubi.

Astrolog dan pemerhati zodiak Rama Pratama mengatakan, kekuatan mental setiap zodiak terbentuk dari cara mereka memproses emosi.

“Ada zodiak yang kuat karena terbiasa menahan tekanan. Mereka tidak butuh banyak validasi, tapi fokus bertahan dan menyelesaikan masalah,” jelasnya.

Berikut enam zodiak yang dikenal paling kuat secara mental:

1. Capricorn

Capricorn sudah terbiasa hidup dengan target dan tanggung jawab besar.

Saat tekanan datang, mereka tidak sibuk mengeluh, melainkan langsung mencari jalan keluar.

Keteguhan mereka sering terlihat dingin, padahal sebenarnya menyimpan beban besar sendirian.

2. Scorpio

Scorpio memiliki kontrol emosi yang sangat kuat.

Mereka jarang menunjukkan stres secara terbuka karena tidak suka terlihat rapuh.

Meski batin sedang bergejolak, Scorpio tetap tampil tenang dan fokus, membuat mereka terlihat tangguh di situasi tersulit.

3. Taurus

Taurus dikenal stabil dan tidak mudah goyah.

Ketika menghadapi masalah, mereka memilih bertahan dengan ritme sendiri.

Mental Taurus kuat karena tidak reaktif dan tidak mudah terpengaruh tekanan sesaat.

4. Aquarius

Aquarius menghadapi stres dengan cara rasional.

Mereka mampu mengambil jarak emosional dari masalah sehingga tidak larut dalam tekanan.

Pendekatan logis ini membuat Aquarius jarang terlihat hancur meski menghadapi situasi berat.

5. Virgo

Virgo mungkin tampak overthinking, tetapi justru itulah sumber kekuatannya.

Mereka memproses tekanan dengan analisis dan perencanaan.

Fokus Virgo bukan pada keluhan, melainkan solusi yang bisa diterapkan satu per satu.

6. Leo

Leo memiliki harga diri dan mental yang kuat.

Mereka enggan menunjukkan kelemahan di depan orang lain.

Dorongan untuk tetap terlihat tegar membuat Leo mampu bertahan, meski harus memikul tekanan sendirian.

Pada akhirnya, kekuatan mental tidak selalu ditunjukkan lewat kata-kata.

Sebagian orang memilih diam, bertahan, dan terus melangkah tanpa banyak suara.

Jika kamu termasuk tipe yang jarang curhat tapi tetap berjalan maju, bisa jadi mentalmu lebih kuat dari yang terlihat.(*)




Ramalan Zodiak 27 Januari 2026: Hari Penuh Refleksi dan Peluang Baru

SEPUCUKJAMBI.ID – Memasuki Selasa, 27 Januari 2026, pergerakan astrologi menghadirkan suasana yang relatif tenang namun produktif.

Hari ini menjadi momen yang baik untuk berpikir jernih, menyampaikan gagasan secara efektif, serta menyeimbangkan ambisi dengan realitas yang ada.

Astrolog profesional Dewi Kartika menjelaskan bahwa energi kosmik hari ini mendorong setiap zodiak untuk lebih sadar terhadap pilihan yang diambil.

“Ini waktu yang tepat untuk berkomunikasi dengan jujur dan mengambil keputusan tanpa tergesa-gesa. Energinya mendukung refleksi sekaligus tindakan yang terukur,” ujarnya.

Dorongan untuk berekspresi memang cukup kuat, namun menjaga ritme istirahat tetap penting agar hubungan sosial dan emosional tetap harmonis.

Berikut ramalan zodiak lengkap hari ini:

  • Aries

Kebebasan berpikir terasa lebih luas. Langkah diplomatis membawa keuntungan kecil namun bermakna, terutama dalam urusan finansial dan hubungan personal.

  • Taurus

Optimisme dan sikap toleran membuatmu mudah diterima lingkungan.

Keuangan cenderung stabil jika kamu tidak memaksakan ritme di luar kemampuan.

  • Gemini

Keinginan untuk melawan arus muncul, namun ketenangan justru menjadi kunci keuntungan hari ini, baik dalam keuangan maupun asmara.

  • Cancer

Kepekaan meningkat, memudahkanmu membaca situasi.

Sikap diplomatis membantu membangun hubungan yang lebih dalam dan bermakna.

  • Leo

Keraguan sempat muncul dalam keputusan penting.

Tetaplah realistis agar keuangan terjaga dan hubungan berjalan lebih hangat.

  • Virgo

Masalah kecil dapat diselesaikan tanpa emosi berlebih.

Ini saat yang tepat menata ulang rencana keuangan dan memperkuat koneksi lama.

  • Libra

Kejutan kecil hadir dalam aktivitas harian.

Energi positifmu membantu menjaga stabilitas finansial dan keharmonisan asmara.

  • Scorpio

Kesempatan memperbaiki kesalahpahaman terbuka lebar.

Keterbukaan emosional akan membuat hubungan terasa lebih dekat.

  • Sagitarius

Masalah lama mulai menemukan titik terang.

Keputusan finansial terasa lebih mantap berkat inspirasi yang muncul.

  • Capricorn

Komunikasi berjalan cepat dan efektif. Ide-ide baru membuka peluang relasi dan pengelolaan keuangan yang lebih percaya diri.

  • Aquarius

Saatnya memangkas kebiasaan yang menguras energi.

Kesabaran menjadi kunci agar proyek berjalan stabil.

  • Pisces

Diskusi mendalam membawa kejelasan emosional.

Pikiran yang jernih membantu pengambilan keputusan keuangan dan asmara.

Astrologi hari ini mengingatkan bahwa keseimbangan antara logika dan perasaan menjadi fondasi utama dalam menjalani aktivitas sepanjang hari.(*)




Pukul Terpukul

Puisi oleh: Ibnu Nur Adim Fadilah

Bisa jadi reruntuhan daun masih menyimpan kuasa

dan sukma masih terbuai cakrawala pemikat rasa

namun, sayangnya semua itu hanya bayang datang

untuk mengubur rasa manis yang telah lama hilang.

 

Kini senja menulis duka di batas tepian segara

segala rona tersusun, seakan dekat dengan sastra

sedangkan ini kali pertama menyentuh untaian kata

lantas, kenapa kau teguh cipta cinta ini amerta?

 

Pernahkah kau menanti pesan dari pukul sebelas

dan menanti kata terapung di layar bagian atas?

Meski pada akhirnya tiada balas sebab ruang baru

telah menyambutnya terlebih dahulu daripada aku.




Sulit Tidur karena Cemas? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Rasa cemas tidak hanya mengganggu pikiran, tetapi juga sering menjadi penyebab seseorang sulit tidur di malam hari.

Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak pada produktivitas, kesehatan fisik, hingga kesehatan mental secara keseluruhan.

Kecemasan sebenarnya merupakan reaksi yang normal dan dapat dialami oleh siapa saja.

Namun, ketika kecemasan muncul secara berlebihan dan berlangsung lama, terutama hingga mengganggu kualitas tidur, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius.

Saat seseorang merasa cemas, otak akan masuk ke mode fight or flight, yaitu kondisi siaga saat tubuh merasa terancam.

Akibatnya, detak jantung meningkat, napas terasa lebih cepat, otot menegang, dan tubuh menjadi sulit untuk rileks sehingga tidur pun terganggu.

Kecemasan dan gangguan tidur memiliki hubungan dua arah atau dikenal sebagai bidirectional comorbidity.

Artinya, kecemasan bisa menyebabkan sulit tidur, dan kurang tidur justru dapat memperparah kecemasan keesokan harinya.

Tak hanya mengurangi durasi tidur, rasa cemas juga menurunkan kualitas tidur.

Bahkan, jika tidak segera ditangani, kecemasan berlebih dapat meningkatkan risiko insomnia.

Tak heran jika kecemasan sering dianggap sebagai salah satu gejala utama insomnia.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecemasan menjelang tidur, mulai dari langkah sederhana di rumah hingga bantuan profesional.

1. Ciptakan Suasana Kamar Tidur yang Nyaman

Kamar tidur yang tidak nyaman dapat meningkatkan stres dan kecemasan.

Oleh karena itu, pastikan kamar tidur memiliki suasana yang tenang dan mendukung relaksasi.

Atur pencahayaan agar tidak terlalu terang, sesuaikan suhu ruangan, serta gunakan kasur dan bantal yang nyaman agar tubuh lebih mudah rileks dan terlelap.

2. Lakukan Teknik Relaksasi

Kecemasan erat kaitannya dengan stres. Untuk meredakannya, kamu bisa mencoba berbagai teknik relaksasi, seperti meditasi sebelum tidur, mendengarkan musik atau podcast yang menenangkan, atau melakukan latihan pernapasan.

3. Buat Jadwal Tidur yang Teratur

Membiasakan diri tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari dapat membantu mengatur jam biologis tubuh.

Pastikan waktu tidur malam minimal tujuh jam setiap hari agar tubuh mendapatkan istirahat yang cukup.

4. Rutin Berolahraga

Olahraga secara teratur dapat membantu mengurangi kecemasan dan stres.

Dengan rutin berolahraga, tubuh akan belajar beradaptasi dengan respons tersebut sehingga kemampuan mengelola stres menjadi lebih baik.

5. Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

Terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioural therapy (CBT) bertujuan membantu seseorang mengenali dan mengubah pola pikir negatif yang memicu kecemasan berlebihan.

CBT tidak selalu memberikan hasil instan, sehingga penting untuk menjalani terapi secara konsisten sesuai jadwal yang ditentukan oleh terapis.

Mengalami kecemasan adalah hal yang wajar. Namun, jika rasa cemas sudah menyebabkan sulit tidur atau insomnia, sebaiknya segera mencari solusi yang tepat.

Kurang tidur tidak boleh dianggap sepele karena dapat memperburuk kondisi kesehatan fisik dan mental.

Dengan penanganan yang tepat, kecemasan dapat dikendalikan dan kualitas tidur pun kembali membaik.




Sering Mengalami Mood Swing? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Mood swing adalah perubahan suasana hati yang terjadi secara wajar dan dapat dialami oleh siapa saja.

Perubahan emosi ini umumnya muncul sebagai respons terhadap situasi tertentu dan tidak menandakan adanya gangguan kesehatan.

Pada anak-anak, mood swing kerap terlihat dalam bentuk tantrum, sementara pada orang dewasa dapat berupa perasaan yang tiba-tiba senang, sedih, atau marah yang silih berganti dalam waktu singkat.

Namun, mood swing perlu diwaspadai apabila terjadi secara drastis, sering, dan berlangsung lama hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini bisa membuat seseorang sulit mengontrol emosi, mudah tersinggung, impulsif, serta mengalami gangguan tidur.

Bahkan, dalam kondisi tertentu, mood swing dapat merusak hubungan sosial dan menurunkan kualitas hidup.

Apabila perubahan suasana hati disertai gejala yang lebih serius, seperti perasaan sangat sedih atau sangat gembira secara berlebihan, rasa putus asa, hingga keinginan untuk melukai diri sendiri atau mengakhiri hidup, maka mood swing seperti ini patut dicurigai sebagai adanya kemungkinan kondisi gangguan kesehatan mental.

Ada berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya mood swing yaitu.

1. Kondisi hormon

Remaja, wanita hamil, dan wanita menopause adalah kelompok yang memiliki kemungkinan besar mengalami mood swing terkait perubahan hormon.

2. Ketidakseimbangan kimia otak

Mood swing bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan zat kimia otak yang mengatur suasana hati.

Beberapa contoh zat kimia otak ini adalah serotonin dan dopamin.

3. Menderita penyakit tertentu

Penyakit yang diderita juga dapat menjadi faktor yang mendasari kemunculan mood swing.

Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan gangguan mood adalah kerusakan paru-paru, ginjal, atau jantung, penyakit tiroid, dan kelainan pada otak.

4. Gangguan mental

Ada beberapa gangguan mental yang sering kali dikaitkan dengan keluhan mood swing, seperti depresi, gangguan bipolar, gangguan kepribadian ambang, skizofrenia, dan ADHD.

Selain beberapa penyebab di atas, kecanduan atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras, serta efek samping obat-obatan tertentu juga bisa menimbulkan mood swing.

Jika perubahan emosi ini tidak sampai mengganggu kehidupan sehari-hari, mood swing biasanya bisa mereda sendiri tanpa perawatan khusus.

Meski begitu, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi perubahan mood dan mencegahnya, yaitu:

1. Menjalani gaya hidup sehat

Menerapkan pola hidup yang sehat, termasuk olahraga teratur, tidur yang cukup, konsumsi makanan sehat, dan mengelola stres, dapat membantu menjaga mood tetap stabil.

2. Membuat mood diary

Jika mood swing sering dirasakan, amati tiap kali perubahan suasana hati ini terjadi, kapan waktunya dan apa alasannya.

Kemudian, catatlah semua  perasaan yang dirasakan dalam buku catatan pribadi.

Dengan memperhatikan pola-pola tersebut, faktor pemicu mood swing dapat lebih mudah dikenali, sehingga bisa dihindari.

3. Berkonsultasi ke psikiater atau psikolog

Untuk mood swing yang parah atau sangat sering terjadi hingga menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari, sebaiknya dikonsultasikan pada pskiater atau psikolog.

Psikiater atau psikolog dapat membantu  mengindentifikasi penyebab mood swing sekaligus memberikan penanganan yang tepat.




Cahaya dari Pintu Musala

Cerpen oleh: Salsabiilatul Fitri

 

Langit sore di sekitar kampus itu tampak kelabu.

Hujan baru saja reda, tapi genangan masih menutupi jalan setapak menuju gerbang.

Rafi berjalan pelan, menunduk, menatap bayangan wajahnya di air.

Di tangannya tergenggam selembar kertas pengumuman beasiswa, namanya tidak ada di sana.

Lagi-lagi gagal.

“Ya Allah… kenapa harus aku lagi?” bisiknya lirih, hampir tak terdengar di tengah suara gerimis.

Sudah tiga kali Rafi mencoba mengajukan beasiswa prestasi, dan tiga kali pula ia harus menelan kecewa.

Padahal ia sudah belajar keras, berdoa tiap malam, dan menahan diri dari semua kesenangan duniawi.

Tapi hasilnya tetap sama. Ia merasa doanya tak sampai ke langit.

Di kamar kos kecilnya, Rafi duduk lama di depan meja belajar.

Foto almarhum ayahnya terpajang di dinding, senyumnya menenangkan tapi sekaligus menyesakkan.

Sejak ayahnya meninggal dua tahun lalu, ibunya bekerja sebagai penjahit di kampung.

Harapan mereka hanya satu: Rafi bisa lulus kuliah dan jadi guru.

Tapi kini semangatnya menurun.

Ia merasa letih menjadi “baik” tanpa hasil.

Pukul lima sore, adzan maghrib berkumandang dari mushala kecil di ujung gang kos.

Suaranya lembut, tapi entah kenapa terasa jauh.

Rafi menatap ke arah jendela, lalu memutuskan untuk tidak berangkat.

“Shalat nanti saja,” gumamnya.

Namun, semakin lama, hatinya justru semakin gelisah.

Hujan berhenti, dan dari balik kaca, ia melihat cahaya kuning dari pintu mushala yang terbuka.

Hanya ada satu orang di sana, seorang pria tua yang sedang menyapu lantai, sesekali berhenti dan tersenyum sendiri.

Ada ketenangan aneh dari pemandangan itu.

Pertemuan di Mushala Esok harinya, setelah kuliah selesai, Rafi akhirnya melangkah ke mushala itu.

Ia berniat shalat Zuhur, meski dengan hati yang masih berat.

Ketika membuka sandal, suara lembut menyapanya.

“Assalamu’alaikum, Nak. Jarang lihat kamu ke sini,” kata pria tua itu sambil tersenyum.

“Wa’alaikumussalam, Pak. Iya, biasanya saya shalat di kampus.”

Pria itu mengangguk.

“Bagus. Tapi jangan lupa, kadang mushala kecil seperti ini juga bisa menenangkan.

Di sini tak ada suara ramai, hanya kamu dan Allah.”

Ucapan itu singkat, tapi seolah mengetuk pintu hati Rafi. Setelah shalat, mereka duduk di teras mushala.

Angin sore membawa aroma tanah basah.

“Namamu siapa, Nak?” tanya sang pria.

“Rafi, Pak. Mahasiswa semester lima.”

“Oh, mahasiswa ya. Dulu saya juga pernah jadi penjaga kampus,” katanya sambil tertawa kecil.

“Sampai akhirnya saya sadar, rezeki yang paling besar bukan dari gaji atau jabatan, tapi dari ketenangan hati.”

Rafi menatapnya heran.

“Ketenangan hati?”

“Iya,” jawab pria itu.

“Kalau kamu sibuk mengejar sesuatu tapi hatimu kosong dari rasa syukur, kamu akan terus merasa gagal, meskipun berhasil sekalipun.”

Ucapan itu terus terngiang hingga malam tiba.

Ujian yang Menyadarkan Beberapa hari kemudian, ibunya menelepon.

Suaranya bergetar, terdengar letih.

“Fi, uang jahitan ibu belum dibayar pelanggan. Mungkin kiriman bulan ini agak terlambat ya, Nak.”

Rafi diam, menatap dompetnya yang hampir kosong. Ia hanya menjawab pelan,

“Iya, Bu… tidak apa-apa.”

Setelah telepon ditutup, ia terisak pelan. Ini bukan hanya soal uang.

Ia merasa gagal menjadi anak yang bisa meringankan beban ibunya.

Malam itu, tanpa sadar, ia berjalan ke mushala. Pintu masih terbuka, cahaya kuningnya sama seperti malam pertama ia melihatnya.

Pria tua itu masih di sana, sedang menata sajadah.

“Datang lagi, Nak Rafi?”

“Iya, Pak. Entah kenapa saya ingin ke sini saja malam ini.”

Pria itu tersenyum.

“Mungkin karena hatimu sedang dipanggil. Kadang Allah tidak memberi apa yang kita minta, tapi memberi yang kita butuh.”

Rafi tertegun. Ia duduk di saf belakang, menunduk lama.

Dalam sujudnya malam itu, ia menangis sejadi-jadinya, bukan lagi karena kecewa, tapi karena sadar selama ini ia berdoa hanya untuk mendapatkan hasil, bukan untuk mendekat pada Allah.

Hari-hari berikutnya terasa lebih damai. Setiap sore, Rafi datang ke mushala kecil itu, membantu Pak Rahman membersihkan sajadah, mengisi air wudhu, atau sekadar duduk berbincang tentang kehidupan.

Di antara percakapan sederhana mereka, Rafi mulai belajar arti sabar dari cara Pak Rahman menjalani hidup.

“Pak Rahman, kenapa Bapak tetap semangat datang ke mushala setiap hari? Padahal tidak ada yang mengharuskan, kan?”

Pak Rahman tersenyum, garis keriput di wajahnya semakin jelas diterpa sinar matahari senja.

“Karena aku tahu, Nak, manusia itu sering lupa. Kalau tidak dipanggil adzan, mungkin kita tak akan ingat pada Pencipta kita. Maka aku datang agar hatiku selalu diingatkan.”

Rafi mengangguk pelan. Ia merasa seperti sedang diajari sesuatu yang jauh lebih dalam daripada teori-teori kuliah yang biasa ia pelajari.

Setiap kata dari Pak Rahman seperti nasihat seorang ayah yang lama dirindukan.

Suatu sore, hujan turun deras.

Petir menyambar, dan listrik padam. Mushala kecil itu gelap gulita, hanya diterangi cahaya lilin kecil di dekat mimbar.

Rafi membantu Pak Rahman menutup jendela dan mengeringkan lantai yang tergenang air.

“Bapak, tidak takut mushalanya bocor atau rusak?” tanya Rafi sambil memegangi ember air.

Pak Rahman tertawa lirih.

“Yang penting hatinya jangan bocor, Nak. Kalau hati bocor, iman cepat hanyut.”

Rafi tertegun, kalimat itu menancap di dadanya.

Malam itu mereka shalat berjamaah berdua, di tengah suara hujan dan cahaya lilin.

Dan entah kenapa, untuk pertama kalinya dalam waktu lama, Rafi merasa benar-benar tenang dalam sujudnya.

Beberapa hari kemudian, Rafi datang lebih awal dan mendapati Pak Rahman duduk di serambi sambil menatap halaman.

Di tangannya ada sebuah kotak kayu kecil.

“Ini apa, Pak?” tanya Rafi penasaran.

“Isinya surat-surat dan catatan lama,” jawab Pak Rahman lembut.

“Dulu aku punya anak laki-laki seumuran kamu. Namanya Arfan. Dia juga kuliah di sini, tapi Allah lebih dulu memanggilnya. Sejak itu, aku memutuskan menjaga mushala ini. Rasanya seperti menjaga sesuatu yang dulu pernah aku cintai.”

Rafi terdiam, tiba-tiba ia merasa semua kebersamaan mereka selama ini lebih bermakna.

Ia seolah menemukan sosok ayah yang hilang.

“Maaf, Pak. Saya tidak tahu kalau Bapak pernah kehilangan anak.”

Pak Rahman tersenyum, matanya basah.

“Tidak apa, Nak. Allah tidak pernah mengambil sesuatu tanpa menggantinya dengan yang lebih baik. Mungkin sekarang gantinya kamu.”

Rafi tak sanggup menjawab. Ia hanya menunduk dan mencium tangan Pak Rahman dengan haru.

Saat Ujian Akhir Semester tiba, Rafi tetap menyempatkan diri datang ke mushala.

Tapi sore itu, ia mendapati mushala sepi, Pak Rahman tidak di sana.

Beberapa hari kemudian, kabar duka datang, Pak Rahman meninggal dunia karena sakit jantung di rumahnya.

Rafi lemas mendengar berita itu.

Ia berlari ke mushala dan duduk lama di lantai tempat biasa mereka berbincang. Udara sore terasa berat, dan cahaya kuning di pintu mushala seolah lebih redup dari biasanya.

Rafi membuka kotak kayu peninggalan Pak Rahman yang diberikan pengurus kampung.

Di dalamnya ada sajadah tua, tasbih, dan sepucuk surat.

“Untuk Rafi,

Jika suatu hari kamu merasa gagal, ingatlah! Kegagalan bukan tanda Allah membencimu, tapi cara-Nya memelukmu lebih erat.

Mushala ini mungkin kecil, tapi semoga bisa jadi saksi bahwa kita pernah sama-sama belajar ikhlas.

Jaga ia, bukan karena aku, tapi karena Allah.” – Pak Rahman

Rafi menangis lama malam itu.

Tapi air mata yang keluar bukan lagi karena kehilangan, melainkan karena rasa syukur.

Ia sadar, Allah telah mengirim seseorang untuk membimbingnya kembali kepada cahaya.

Setahun berlalu. Rafi kini menjadi lulusan terbaik di fakultasnya.

Beasiswa yang dulu gagal kini datang dengan sendirinya, ia bahkan ditawari mengajar di kampus.

Namun di balik kesuksesan itu, hatinya tetap sederhana.

Ia masih rutin datang ke mushala kecil itu setiap sore, mengajar anak-anak mengaji dan membimbing mahasiswa baru yang kadang tersesat arah.

Suatu sore, setelah adzan Maghrib, ia duduk di serambi mushala. Seorang anak kecil mendekat, membawa buku Iqra’.

“Kak Rafi, kenapa kakak tidak pernah marah kalau kami ribut waktu belajar?”

Rafi tersenyum.

“Karena dahulu aku juga belajar dari seseorang yang sangat sabar. Beliau pernah berkata, jika kita ingin mengubah orang lain, kita harus terlebih dahulu menenangkan diri.”

Anak kecil itu mengangguk polos.

Dari kejauhan, cahaya matahari senja menembus pintu mushala, sama seperti cahaya yang dulu dilihat Rafi di hari paling gelap dalam hidupnya.

Epilog: Cahaya yang Tak Pernah Padam

Beberapa bulan kemudian, Rafi pulang ke kampung halamannya.

Ibunya kini sudah memiliki kios kecil hasil usahanya menjahit.

Di halaman belakang rumah, Rafi membangun mushala sederhana dan menamainya “Mushala Ar-Rahman”, sebagai penghormatan untuk sosok yang telah mengubah hidupnya.

Pada malam peresmian mushala itu, Rafi berdiri di depan jamaah dan berkata dengan suara bergetar,

“Dulu saya datang ke mushala karena merasa hidup saya gelap. Tapi Allah menuntun saya dengan cara yang lembut, melalui seseorang yang tidak pernah lelah berbuat baik.

Maka jika hari ini kita berdiri di tempat ini, ingatlah! Tidak ada kebaikan yang kecil di mata Allah.

Bahkan sekadar membuka pintu mushala dan tersenyum bisa jadi cahaya bagi orang lain.”

Hening sejenak.

Lalu semua jamaah mengucap aamiin.

Rafi menatap pintu mushala barunya yang kini terbuka, cahaya lampu temaram memantul di wajahnya.

Dalam hati, ia berbisik,

“Cahaya itu tak lagi hanya dari pintu mushala, tapi dari hati yang belajar ikhlas.”