Air Batanghari Makin Keruh! Tirta Mayang Jambi Pangkas Distribusi Air 20 Persen, Ini Alasannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelanggan Perumda Tirta Mayang Kota Jambi perlu bersiap menghadapi potensi penurunan tekanan hingga terganggunya aliran air bersih.
Tingkat kekeruhan air baku Sungai Batanghari melonjak hingga 1.900 NTU sehingga perusahaan daerah tersebut terpaksa mengurangi debit distribusi sebesar 20 persen.
Kebijakan penyesuaian operasional ini berlaku sejak awal November 2026, khususnya pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Broni 2 dan IPA Tanjung Sari yang menjadi penopang pasokan air bersih Kota Jambi.
Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto, mengatakan perusahaan mengambil langkah tersebut untuk menjaga kualitas air hasil pengolahan sebelum mengalirkannya kepada pelanggan.
Menurutnya, lonjakan kekeruhan air baku yang terjadi sejak 2 November 2026 membuat proses pengolahan membutuhkan penyesuaian.
Perusahaan tidak ingin memaksakan kapasitas produksi apabila kondisi air baku berpotensi mengganggu efektivitas penjernihan.
“Langkah penyesuaian debit pengaliran sebesar 20 persen pada IPA Broni 2 dan IPA Tanjung Sari ini merupakan keputusan yang harus kami ambil demi melindungi kesehatan pelanggan,” kata dia.
“Dengan tingkat kekeruhan air baku yang mencapai 1.900 NTU, kami harus memastikan kemampuan beban pengolahan tetap optimal sehingga air yang didistribusikan ke rumah-rumah warga benar-benar memenuhi standar baku mutu yang dipersyaratkan,” ujar Arianto, Kamis 5 November 2026.
Berdasarkan pemantauan operasional perusahaan, kekeruhan air baku Sungai Batanghari mengalami peningkatan sejak 2 November 2026 hingga Kamis 5 November 2026.
Angka 1.900 NTU menunjukkan tingginya tingkat partikel penyebab kekeruhan dalam air baku.
Kondisi tersebut memberikan tantangan tambahan bagi proses pengolahan di instalasi milik Perumda Tirta Mayang.
Dua instalasi yang mendapat penyesuaian debit pengaliran adalah IPA Broni 2 dan IPA Tanjung Sari.
Arianto menegaskan, perusahaan tidak hanya mengejar jumlah produksi dalam menghadapi kondisi tersebut.
Kualitas hasil pengolahan dan keamanan air yang diterima masyarakat tetap menjadi pertimbangan utama.
Karena itu, pengurangan debit menjadi langkah sementara agar proses pengolahan dapat berjalan sesuai kemampuan instalasi.
Penyesuaian debit sebesar 20 persen berpotensi memengaruhi pelayanan air bersih di sejumlah wilayah Kota Jambi.
Dampaknya dapat berupa:
- Tekanan air pada jaringan pipa distribusi menurun.
- Waktu atau durasi pengaliran air berkurang.
- Aliran air mengalami penghentian sementara di sejumlah titik.
- Pelanggan di ujung jaringan distribusi berpotensi merasakan gangguan lebih besar.
Kondisi tersebut terutama perlu diantisipasi pelanggan yang berada jauh dari instalasi pengolahan atau di kawasan dengan posisi jaringan distribusi paling ujung.
Perumda Tirta Mayang menyadari penyesuaian ini dapat mengganggu aktivitas rumah tangga.
Karena itu, perusahaan menyiapkan langkah bantuan untuk pelanggan yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Sebagai langkah antisipasi, Perumda Tirta Mayang menyediakan bantuan air bersih gratis menggunakan armada mobil tangki.
Layanan tersebut menyasar kawasan permukiman yang mengalami gangguan distribusi cukup parah.
Petugas akan mengirimkan bantuan langsung ke wilayah yang membutuhkan pasokan air selama proses penyesuaian operasional berlangsung.
Pelanggan yang mengalami gangguan juga dapat menyampaikan pengaduan melalui saluran komunikasi resmi perusahaan.
Berikut nomor layanan yang dapat dihubungi:
- Pengaduan pelanggan melalui WhatsApp: 0821-2121-9692.
- Call Center Bahagia: 112.
- Permohonan bantuan mobil tangki: 0821-2121-9894.
Khusus warga atau kelompok pelanggan yang membutuhkan pasokan air melalui mobil tangki, dapat menghubungi nomor permohonan tangki tersebut.
Arianto menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan pelayanan yang mungkin terjadi selama penyesuaian operasional.
Ia memastikan jajaran teknis terus memantau perkembangan kualitas air baku Sungai Batanghari.
Perusahaan juga akan mengevaluasi kapasitas pengolahan berdasarkan perubahan kondisi air dari waktu ke waktu.
“Kami akan terus memantau kualitas air baku Sungai Batanghari secara ketat dan berkesinambungan. Begitu kondisi air baku kembali normal dan memenuhi ambang batas ideal, debit distribusi akan segera kami tingkatkan secara bertahap seperti sediakala,” pungkasnya.
Perumda Tirta Mayang berharap pelanggan memahami kebijakan sementara tersebut.
Perusahaan menegaskan bahwa pengurangan debit bukan sekadar persoalan kapasitas produksi, melainkan langkah untuk menjaga kualitas air bersih yang sampai ke masyarakat.
Sementara itu, pelanggan diimbau mengantisipasi kemungkinan gangguan dengan mengatur penggunaan air dan menyiapkan persediaan secukupnya selama proses penyesuaian berlangsung.(*)