Penutupan MTQH ke-55 Digelar Malam Ini, Wali Kota Maulana Ajak Masyarakat Datang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Malam penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 7 November 2026.
Wali Kota Jambi, Dr. dr. Maulana, M.K.M., mengajak masyarakat untuk hadir dan meramaikan puncak perhelatan keagamaan tersebut.
Bagi Pemerintah Kota Jambi, penutupan MTQH bukan sekadar akhir dari rangkaian perlombaan.
Momentum ini juga menjadi kesempatan memperkuat syiar Islam sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Maulana mengatakan, MTQH memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi untuk menentukan qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik.
Kegiatan ini menjadi sarana menjaga sekaligus membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.
“MTQH ini bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari peserta terbaik, melainkan momentum untuk menjaga, mengembangkan, dan menyebarluaskan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat, khususnya generasi penerus,” ujar Maulana.
Menurut Maulana, penyelenggaraan MTQH juga membuka ruang silaturahmi bagi masyarakat dan kafilah dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jambi.
Pertemuan antardaerah tersebut diharapkan memperkuat ukhuwah Islamiyah serta membangun persaudaraan yang tidak berhenti setelah perlombaan berakhir.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum MTQH sebagai ikhtiar spiritual dan doa bersama demi kemajuan Provinsi Jambi.
Harapannya, seluruh daerah senantiasa mendapat keberkahan, perlindungan, dan keselamatan.
Sebagai tuan rumah, Pemkot Jambi berupaya memberikan pelayanan dan pendampingan kepada seluruh kafilah selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Pemerintah kota ingin memastikan para peserta merasa nyaman dan membawa pengalaman positif setelah kembali ke daerah masing-masing.
Selain membawa pesan keagamaan, penyelenggaraan MTQH ke-55 juga memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan aktivitas perdagangan.
Maulana menjelaskan, Pemkot Jambi sengaja membuka ruang bagi UMKM untuk memasarkan berbagai produk di sekitar arena kegiatan.
Langkah ini bertujuan agar kehadiran peserta dan rombongan dari berbagai daerah turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, karakter Kota Jambi sebagai daerah yang mengandalkan sektor perdagangan dan jasa membuat pergerakan pengunjung memiliki arti penting bagi aktivitas ekonomi lokal.
Kehadiran peserta dan rombongan dari 11 kabupaten/kota menjadi peluang bagi pedagang untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen baru, dan meningkatkan transaksi selama kegiatan berlangsung.
“Sebagai kota yang bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa, aktivitas ekonomi kita sangat dipengaruhi oleh pergerakan masyarakat. Kehadiran ribuan peserta dan rombongan dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi menjadi peluang emas untuk mendongkrak transaksi serta memperluas jangkauan pasar produk lokal kita,” ungkapnya.
Karena itu, Maulana mengajak masyarakat yang menghadiri malam penutupan agar tidak hanya menyaksikan rangkaian acara, tetapi juga mengunjungi stan UMKM yang tersedia.
Partisipasi masyarakat dalam membeli produk lokal diharapkan dapat memperluas manfaat penyelenggaraan MTQH bagi pelaku usaha kecil.
Pemkot Jambi berharap malam penutupan MTQH ke-55 berlangsung tertib dan khidmat.
Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga suasana kondusif agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Melalui perhelatan ini, pemerintah kota ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas, mulai dari penguatan nilai-nilai Al-Qur’an, persaudaraan antardaerah, hingga pergerakan ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, keberhasilan MTQH tidak hanya terlihat dari kelancaran perlombaan dan lahirnya para juara, tetapi juga dari manfaat sosial, keagamaan, dan ekonomi yang dirasakan masyarakat Kota Jambi.(*)








