Bintang Pranata Sukma Raih Dua Podium di Moto4 Asia Cup 2026, Resky Ikut Naik Podium

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pebalap muda Indonesia menunjukkan persaingan kompetitif di ajang Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 putaran kelima di Petronas Sepang International Circuit, Malaysia, 31 Oktober hingga 1 November 2026.

Bintang Pranata Sukma menjadi sorotan setelah dua kali finis di posisi kedua pada Race 1 dan Race 2.

Sementara itu, Resky Yusuf Hermawan melengkapi pencapaian pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) dengan meraih podium ketiga pada balapan kedua.

Hasil tersebut memperlihatkan kemampuan pebalap muda Indonesia dalam menghadapi persaingan ketat di level internasional, sekaligus menjadi modal menghadapi seri penutup musim di Qatar.

Pada Race 1, Sabtu 31 Oktober 2026, para pebalap menghadapi kondisi lintasan basah akibat hujan yang mengguyur Sirkuit Sepang.

Balapan sempat tertunda selama lima menit karena hujan ringan. Kondisi lintasan kembali menantang ketika hujan turun di pertengahan lomba.

M. Maulana Malik mengawali balapan dengan baik dan langsung bersaing di kelompok terdepan. Dari grup kedua, Bintang, M. Badly Ayatullah, dan Resky berusaha memperkecil jarak.

Memasuki lap kelima, Bintang dan Badly berhasil bergabung dengan grup terdepan yang berisi lima pebalap, termasuk Maulana.

Persaingan berlangsung ketat dengan pergantian posisi pemimpin balapan.

Namun, Badly harus menjalani hukuman long lap penalty setelah insiden senggolan dengan pebalap lain di trek lurus yang dinilai sebagai irresponsible riding.

Bintang akhirnya menyelesaikan balapan di posisi kedua. Maulana finis keempat, Badly keenam, Resky kedelapan, sedangkan Abimanyu Fermadi menempati posisi kesepuluh.

Persaingan kembali memanas pada Race 2, Minggu 1 November 2026, ketika para pebalap menghadapi kondisi lintasan kering.

Empat pebalap binaan Astra Honda mengawali balapan dengan start yang baik. Namun, Maulana kehilangan sejumlah posisi akibat kesalahan saat start.

Hingga lap ketiga, sebanyak 12 pebalap masih berada dalam satu rombongan terdepan.

Bintang, Resky, Badly, Maulana, dan Abimanyu termasuk dalam kelompok tersebut.

Memasuki lap kelima, Bintang sempat melakukan kesalahan di tikungan terakhir.

Meski demikian, ia dan Resky terus bersaing di barisan depan serta bergantian memimpin jalannya balapan.

Drama terjadi pada lap terakhir. Bintang sebenarnya melintasi garis finis sebagai pebalap pertama. Namun, pelanggaran track limit di tikungan ke-14 membuatnya harus turun satu posisi.

Keputusan tersebut memastikan Bintang finis kedua, sedangkan Resky mengamankan posisi ketiga.

Hasil ini membuat Astra Honda kembali menempatkan dua pebalapnya di podium dalam satu balapan.

Di sisi lain, Badly mengalami kecelakaan di tikungan ke-14 pada lap keenam. Ia sempat mencoba melanjutkan balapan, tetapi kendala teknis pada motornya memaksanya masuk pit.

Maulana menunjukkan upaya bangkit setelah sempat tercecer hingga posisi ke-13. Ia berhasil memperbaiki posisi dan finis keenam.

Sementara Abimanyu menyelesaikan balapan di urutan kesembilan.

Bintang mengaku persaingan pada Race 2 memberikan pengalaman penting untuk menghadapi putaran terakhir di Qatar.

Ia sebenarnya membidik hasil lebih tinggi, tetapi pelanggaran batas lintasan pada lap terakhir menggagalkan peluangnya untuk meraih kemenangan.

“Race 2 berlangsung seru dan sangat penting untuk menghadapi seri terakhir nanti. Saya berusaha menjaga posisi agar tetap bisa memimpin. Sayangnya, di lap terakhir saya melebar dan menyentuh garis hijau sehingga harus turun satu posisi. Target saya memang belum tercapai di seri ini, tetapi saya akan kembali berusaha dengan semangat lebih besar di Qatar nanti,” ujar Bintang.

Resky juga mengungkapkan kegembiraannya setelah kembali naik podium. Ia mengaku melakukan evaluasi dari balapan sebelumnya dan berusaha mempertahankan posisi di kelompok terdepan.

“Senang rasanya bisa kembali berdiri di podium. Di Race 2 ini saya berusaha terus berada di depan karena tidak ingin kehilangan momentum seperti balapan sebelumnya. Alhamdulillah strategi saya berhasil. Saya akan terus menjaga ritme balap agar bisa kembali meraih hasil positif di Qatar,” kata Resky.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, mengapresiasi perjuangan seluruh pebalap binaan Astra Honda selama putaran kelima di Malaysia.

Menurutnya, pencapaian Bintang dan Resky menjadi motivasi bagi pebalap lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan daya saing.

“Kami mengapresiasi perjuangan seluruh pebalap muda binaan Astra Honda yang telah menunjukkan semangat juang dan daya saing tinggi di Sepang. Hasil podium yang diraih Bintang dan Resky menjadi motivasi positif bagi para pebalap lainnya untuk terus berkembang,” ujar Andy.

Ia menegaskan, AHM akan terus mendukung pembinaan pebalap muda Indonesia agar mampu mengembangkan potensi dan bersaing di tingkat internasional.

Setelah menyelesaikan putaran kelima di Sepang, para pebalap binaan Astra Honda kini mengalihkan fokus ke putaran pamungkas Idemitsu Moto4 Asia Cup 2026 di Qatar pada akhir pekan berikutnya.

Bermodal tiga podium di Malaysia, Bintang, Resky, dan rekan-rekannya bertekad mempertahankan performa kompetitif sekaligus menutup musim balap dengan hasil terbaik.(*)




76 Kafilah Tanjab Barat Siap Bersaing di MTQH ke-55 Provinsi Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengirimkan 76 kafilah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026.

Para peserta tersebut akan bersaing dengan perwakilan 10 kabupaten dan kota lainnya dalam ajang keagamaan yang berlangsung di Kota Jambi hingga 8 November 2026.

Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat bersama Ketua TP-PKK Tanjab Barat Fadhilah Sadat menghadiri pembukaan MTQH ke-55 di Lapangan Utama Kantor Wali Kota Jambi, Minggu malam 1 November 2026.

Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap para peserta yang membawa nama Tanjung Jabung Barat dalam kompetisi tingkat provinsi tersebut.

Bagi kontingen Tanjab Barat, MTQH bukan hanya kesempatan mengejar prestasi, tetapi juga ajang menunjukkan hasil pembinaan tilawah, hafalan, dan pemahaman Al-Qur’an serta Hadis yang berkembang di daerah.

Gubernur Jambi, Al Haris saat membuka kegiatan menegaskan bahwa MTQH harus menghasilkan peserta berkualitas yang mampu bersaing pada tingkat nasional.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak cukup hanya menyelenggarakan kompetisi.

Pembinaan lanjutan terhadap peserta berprestasi juga perlu menjadi perhatian agar kemampuan mereka terus berkembang.

“Dari hasil MTQH ini, kafilah langsung kita asah untuk mengikuti MTQ tingkat nasional,” kata Al Haris.

Ia juga mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota agar bersedia menjadi tuan rumah MTQH tingkat provinsi pada tahun-tahun berikutnya.

Menurutnya, penyelenggaraan secara bergiliran dapat memperluas syiar Islam sekaligus mempererat hubungan antardaerah.

Arahan tersebut menjadi perhatian bagi seluruh kontingen, termasuk Tanjung Jabung Barat, yang mengikuti kompetisi dengan harapan memperoleh hasil terbaik.

Bupati Anwar Sadat menyampaikan optimisme terhadap keikutsertaan 76 kafilah Tanjung Jabung Barat.

Ia berharap para peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa nama daerah dalam persaingan MTQH tingkat provinsi.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa pencapaian dalam perlombaan bukan satu-satunya tujuan.

Para peserta diharapkan mampu menjadikan Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai keagamaan tersebut perlu tumbuh tidak hanya di kalangan peserta, tetapi juga dalam lingkungan keluarga dan kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, hasil pembinaan MTQH dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat.

Pembukaan MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi mengusung konsep pertunjukan “1001 Malam” yang memadukan seni, budaya, dan syiar Islam.

Meski hujan sempat mengguyur lokasi acara, masyarakat tetap memadati lapangan utama untuk menyaksikan pembukaan.

Sebanyak 11 kabupaten dan kota mengikuti perhelatan tersebut.

Ajang ini menjadi ruang kompetisi sekaligus pertemuan antardaerah untuk memperkuat pembinaan kehidupan keagamaan di Provinsi Jambi.

Bagi Tanjung Jabung Barat, keikutsertaan 76 kafilah menjadi bagian dari upaya mempertahankan pembinaan generasi Qur’ani dan meningkatkan prestasi pada tingkat provinsi.

Seluruh rangkaian MTQH ke-55 dijadwalkan berlangsung hingga 8 November 2026.

Hasil kompetisi nantinya menjadi salah satu tolok ukur bagi daerah dalam mengevaluasi pembinaan peserta sekaligus mempersiapkan wakil Jambi menuju kompetisi tingkat nasional.(*)




Motor Inventaris Jambi Mini Soccer Diduga Digadaikan, Polisi Amankan Pria Asal Sukabumi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sepeda motor inventaris tempat kerja yang seharusnya digunakan untuk menunjang operasional justru diduga digadaikan tanpa izin.

Kasus tersebut terungkap setelah Unit Reskrim Polsek Jelutung mengamankan seorang pria berinisial R (28) di kawasan Jambi Mini Soccer, Kota Jambi.

Polisi juga memburu seorang pria berinisial A yang diduga terlibat dalam penggelapan tersebut. Hingga kini, A masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolsek Jelutung, AKP Adi Mansah, S.H., M.H., membenarkan pengungkapan kasus yang melibatkan kendaraan inventaris milik tempat usaha tersebut.

“Benar, Unit Reskrim Polsek Jelutung telah mengungkap kasus penggelapan. Tersangka R sudah diamankan, satu rekan pelaku A masih DPO dan kita lakukan pengejaran,” ujar Adi.

Kasus ini bermula pada Selasa 29 Oktober 2026 sekitar pukul 14.30 WIB di Jambi Mini Soccer, Jalan Pigai, Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.

Pelapor berinisial J (46), seorang karyawan swasta yang berdomisili di Kecamatan Jambi Selatan, menerima informasi dari pegawai bahwa satu unit Honda Beat merah tahun 2019 yang menjadi kendaraan inventaris tidak lagi berada di lokasi.

Sepeda motor tersebut sebelumnya digunakan oleh R.

Setelah menelusuri keberadaan kendaraan, pelapor memperoleh informasi bahwa R bersama rekannya berinisial A telah menggadaikan motor tersebut kepada pihak lain.

Merasa dirugikan atas kejadian itu, J kemudian melaporkannya ke Polsek Jelutung.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Jelutung langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan R di Jambi Mini Soccer tanpa perlawanan.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan satu barang bukti berupa BPKB sepeda motor Honda Beat merah tahun 2019.

Namun, polisi masih menghadapi pekerjaan lanjutan. Petugas belum menemukan sepeda motor beserta surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang diduga telah digadaikan.

Selain mencari kendaraan tersebut, penyidik juga terus memburu A yang diduga terlibat bersama R.

Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Herlambang, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Jelutung menegaskan bahwa jajaran kepolisian terus menangani perkara tersebut hingga proses hukum berjalan.

Polisi menjerat R dengan Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana penggelapan.

Saat ini, R menjalani penahanan di Polsek Jelutung. Penyidik melanjutkan proses pemberkasan dan koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sementara itu, pengejaran terhadap A serta pencarian Honda Beat merah tahun 2019 berikut STNK masih berlangsung.

Pengungkapan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap penggunaan kendaraan inventaris perusahaan, terutama untuk mencegah penyalahgunaan aset yang dipercayakan kepada pekerja.(*)




Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Simak Daftar Lengkap Harga Terbaru

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan pada Senin, 2 November 2026.

Berdasarkan data laman resmi Logam Mulia pukul 09.24 WIB, harga emas Antam naik Rp5.000 menjadi Rp2.531.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.526.000.

Kenaikan juga terjadi pada harga jual kembali atau buyback. Antam mematok harga buyback sebesar Rp2.286.000 per gram.

Pergerakan harga tersebut menjadi perhatian masyarakat, terutama calon pembeli dan investor yang memantau perubahan harga emas sebagai salah satu instrumen penyimpanan aset.

Meski demikian, harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar dan kebijakan harga perusahaan.

Daftar harga emas Antam hari ini

Bagi masyarakat yang berencana membeli emas batangan, berikut daftar harga dasar emas Antam berdasarkan berat pada Senin:

  • 0,5 gram: Rp1.315.000
  • 1 gram: Rp2.531.000
  • 2 gram: Rp5.002.000
  • 3 gram: Rp7.478.000
  • 5 gram: Rp12.430.000
  • 10 gram: Rp24.805.000
  • 25 gram: Rp61.887.000
  • 50 gram: Rp123.695.000
  • 100 gram: Rp247.312.000
  • 250 gram: Rp618.015.000
  • 500 gram: Rp1.235.820.000
  • 1.000 gram: Rp2.471.600.000

Daftar tersebut menunjukkan variasi harga berdasarkan ukuran emas batangan. Masyarakat dapat menyesuaikan pilihan pembelian dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran.

Ketentuan pajak pembelian dan buyback emas Antam

Selain memperhatikan harga jual, masyarakat juga perlu memahami ketentuan pajak dalam transaksi emas Antam.

Untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, berlaku Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Antam memotong pajak tersebut langsung dari total nilai transaksi.

Sementara itu, pembelian emas batangan dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, harga dasar yang tercantum dalam daftar belum tentu sama dengan total biaya akhir yang harus dibayarkan pembeli.

Masyarakat sebaiknya memeriksa kembali harga dan ketentuan transaksi melalui laman resmi Logam Mulia sebelum melakukan pembelian maupun penjualan emas.(*)




Megah dengan Konsep 1001 Malam, MTQH ke-55 Jambi Tantang Daerah Cetak Generasi Qur’ani

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 resmi bergulir.

Sebanyak 629 peserta dari 11 kabupaten dan kota mengikuti ajang keagamaan tersebut yang berlangsung di Kota Jambi hingga 8 November 2026.

Gubernur Jambi Al Haris membuka langsung perhelatan tersebut di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Minggu malam 1 November 2026.

Pembukaan berlangsung meriah melalui konsep artistik bertajuk “1001 Malam” yang memadukan pertunjukan budaya, sejarah Islam, dan syiar keagamaan.

Namun, di balik kemegahan seremoni, penyelenggaraan MTQH ke-55 juga membawa pesan yang lebih mendasar, bagaimana kompetisi keagamaan mampu mendorong masyarakat mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupan sehari-hari.

Al Haris menegaskan, MTQH tidak boleh berhenti pada perlombaan dan pencapaian prestasi. Menurutnya, hasil kegiatan tersebut harus memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat.

“Secara kualitas penyelenggaraannya sudah sangat baik. Tinggal bagaimana hasil yang didapat dari MTQH ini harus berdampak dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Al Haris dalam sambutannya.

Ia juga menyambut kehadiran seluruh kafilah dari kabupaten dan kota. Persaingan antardaerah, menurutnya, merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas peserta sekaligus menunjukkan keseriusan setiap daerah dalam membina generasi pencinta Al-Qur’an dan Hadis.

Pemerintah Provinsi Jambi, lanjut Al Haris, berkomitmen memperkuat pembinaan melalui peningkatan keterlibatan pelatih nasional.

Peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik nantinya akan mendapatkan pembinaan lanjutan sebagai persiapan menghadapi MTQ tingkat nasional.

Al Haris juga mendorong seluruh kabupaten dan kota agar bersedia menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQH tingkat provinsi.

Ia menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam pembangunan mental dan spiritual masyarakat, selain pembangunan infrastruktur.

MTQH ke-55 mengusung tema penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dalam membentuk generasi penerus yang beriman dan berkarakter.

Sebanyak 629 peserta dari 11 kabupaten dan kota akan mengikuti berbagai cabang musabaqah selama penyelenggaraan berlangsung.

Keikutsertaan seluruh daerah tersebut menunjukkan besarnya perhatian pemerintah kabupaten dan kota terhadap pembinaan kehidupan keagamaan.

Bagi Pemerintah Provinsi Jambi, kompetisi ini juga menjadi kesempatan untuk mengukur hasil pembinaan tilawah, hafalan, dan berbagai cabang keilmuan Al-Qur’an dan Hadis di masing-masing daerah.

Tantangan berikutnya terletak pada keberlanjutan pembinaan setelah kompetisi berakhir.

Prestasi para peserta perlu mendapatkan dukungan melalui pelatihan, pendampingan, dan pembinaan berjenjang agar tidak berhenti pada pencapaian selama MTQH.

Pembukaan MTQH ke-55 tampil dengan pendekatan seni pertunjukan yang mengangkat perjalanan sejarah Islam di Kota Jambi.

Ribuan masyarakat memadati lokasi acara meskipun hujan sempat mengguyur kawasan tersebut. Antusiasme pengunjung tetap terlihat sepanjang rangkaian pembukaan.

Acara diawali dengan defile 11 kafilah kabupaten dan kota. Setiap kontingen memasuki arena dengan membawa identitas dan kekhasan daerah masing-masing.

Suasana semakin semarak melalui drama kolosal bertajuk “Tsamaratul Insan”. Pertunjukan ini menggambarkan perjalanan dakwah dan perkembangan Islam di Kota Jambi, termasuk perjuangan para pendakwah dalam memperkenalkan ajaran Islam kepada masyarakat.

Panitia juga menghadirkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Abidzar Ramadhan, qari terbaik nasional yang mewakili Jambi pada MTQ Nasional ke-31, serta penampilan qari internasional Ustaz H. Syamsuri Firdaus.

Sejumlah atraksi lain turut mewarnai pembukaan, mulai dari penampilan maskot MTQH Bang Baha dan Ayuk Gia, pengibaran bendera Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), hingga iring-iringan pasukan berkuda yang membawa bendera MTQH Provinsi Jambi.

Gubernur Al Haris kemudian membuka kegiatan secara resmi melalui prosesi menabuh kompang bersama Anggota DPR RI Dapil Jambi Syarif Fasha, Ketua LPTQ Provinsi Jambi Abdullah Sani, Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, serta kepala daerah dan unsur Forkopimda se-Provinsi Jambi.

Penyelenggaraan MTQH ke-55 tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan.

Pemerintah Kota Jambi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas promosi produk lokal dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebanyak 162 stan UMKM dan 12 stan bazar kabupaten dan kota turut meramaikan kegiatan.

Kehadiran stan tersebut membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan kepada pengunjung dari berbagai daerah.

Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan, kepercayaan sebagai tuan rumah MTQH ke-55 merupakan amanah sekaligus kesempatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk menunjukkan kemampuan menyelenggarakan kegiatan tingkat provinsi.

Ia menegaskan, MTQH tidak hanya berorientasi pada kompetisi keagamaan, tetapi juga mendukung pembangunan masyarakat yang religius, harmonis, berakhlak, dan berkarakter Qur’ani.

Menurut Maulana, penyelenggaraan MTQH sejalan dengan visi pembangunan Kota Jambi Bahagia, yang mencakup Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera.

Nilai agama, katanya, perlu menjadi bagian dari penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, pendidikan, kehidupan sosial, hingga pembangunan keluarga.

Pemkot Jambi juga mengajak masyarakat memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kafilah dan tamu.

Kebersihan, ketertiban, keramahan, serta semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

Dalam kesempatan itu, Maulana turut memaparkan berbagai program pembangunan Kota Jambi, termasuk perluasan akses pendidikan dan kesehatan, perlindungan sosial, peningkatan kualitas hunian, pemberdayaan UMKM, serta penguatan pelayanan publik.

Di bidang keagamaan, pemerintah kota memperkuat kerja sama dengan BAZNAS, Kementerian Agama, lembaga pendidikan Islam, pengurus masjid, dan organisasi kemasyarakatan.

Dukungan tersebut mencakup penghimpunan dan penyaluran dana sosial keagamaan serta pemberian hibah kepada lembaga dan organisasi Islam.

Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha memaknai hujan yang mengguyur lokasi pembukaan sebagai bentuk keberkahan.

Menurutnya, kondisi cuaca tersebut tidak mengurangi semangat masyarakat maupun pihak-pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan.

Diza juga mengapresiasi kontribusi pelaku ekonomi kreatif, mahasiswa, pelajar, komunitas, dan masyarakat yang ikut mendukung penyelenggaraan MTQH ke-55.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan hingga penutupan pada 8 November 2026 berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi peserta maupun masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan MTQH ke-55 tidak cukup diukur dari kemegahan panggung, jumlah peserta, atau kelancaran seremoni.

Konsistensi pembinaan generasi Qur’ani, meningkatnya pengamalan nilai keagamaan, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat menjadi ukuran penting dari keberlanjutan kegiatan tersebut.

Dengan melibatkan 11 kabupaten dan kota, MTQH ke-55 diharapkan mampu memperkuat persaudaraan antardaerah sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat Jambi terhadap Al-Qur’an dan Hadis.(*)




Zakat Kota Jambi Naik Rp8 Miliar, Maulana Dorong Wakaf Jadi Penggerak Ekonomi Umat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Penghimpunan zakat di Kota Jambi melonjak signifikan dari sebelumnya sekitar Rp6 miliar menjadi Rp14 miliar.

Capaian ini menjadi salah satu indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat sekaligus membuka peluang lebih besar bagi penguatan ekonomi umat melalui pengelolaan zakat dan wakaf.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. Maulana, M.K.M., mengungkapkan peningkatan tersebut saat menyampaikan perkembangan pengelolaan zakat dan wakaf di Kota Jambi, Minggu 1 November 2026.

Menurut Maulana, peningkatan penghimpunan zakat tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dalam membangun kesadaran masyarakat serta memperkuat dukungan terhadap lembaga pengelola zakat dan wakaf.

“Kami konsisten melalui Badan Wakaf memberikan dana hibah untuk terus mendorong. Karena kesadaran dan potensinya, masyarakat Kota Jambi ini sangat tinggi,” ungkap Maulana.

Ia menyebutkan, penghimpunan zakat yang sebelumnya berada di kisaran Rp6 miliar kini telah mencapai Rp14 miliar.

Peningkatan tersebut menunjukkan besarnya potensi filantropi Islam di Kota Jambi yang perlu terus dikembangkan melalui tata kelola yang lebih optimal.

“Dari segi zakat saja, selama saya jadi Wali Kota, dari enam miliar sekarang sudah empat belas miliar. Artinya ada peningkatan yang sangat kuat dan semangat wakaf juga, tinggal pengelolaannya,” tambahnya.

Maulana menegaskan, peningkatan penghimpunan zakat harus berjalan beriringan dengan pembenahan pengelolaan wakaf.

Pemerintah Kota Jambi ingin memastikan dana dan aset umat tidak hanya terkumpul, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

Menurutnya, zakat dan wakaf memiliki potensi besar untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat, membantu kelompok ekonomi lemah, serta memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Komitmen tersebut semakin diperkuat setelah Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menetapkan Kota Jambi sebagai salah satu Kota Wakaf di Indonesia.

Bahkan, Kota Jambi menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Jambi yang memperoleh penetapan tersebut pada 2026.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Waryono, S.Ag., M.Ag., menjelaskan bahwa penetapan Kota Jambi bukan sekadar penghargaan seremonial.

Pemerintah pusat melakukan proses seleksi, penilaian data, hingga verifikasi lapangan sebelum menentukan daerah yang layak menyandang predikat Kota Wakaf.

“Jadi ini bukan sekadar penunjukan, tapi ada kompetisi. Ada data yang diberikan oleh Pak Wali Kota dan peserta dari Kemenag, kemudian divisitasi. Ternyata ini berpotensi untuk bisa dikembangkan. Akhirnya, Jambi menjadi salah satu yang terpilih,” ujar Waryono.

Ia menilai Kota Jambi memiliki modal penting untuk mengembangkan ekosistem wakaf, mulai dari dukungan pemerintah daerah, potensi aset wakaf, hingga keberadaan nazhir atau pengelola wakaf.

Menurutnya, pengelolaan wakaf secara produktif dapat memberikan manfaat lebih luas karena hasilnya bisa kembali kepada masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi umat.

“Wakaf akan kembali kepada umat dan tentu mendukung ekosistem perekonomian di masyarakat,” jelasnya.

Dengan status Kota Wakaf, tantangan berikutnya bagi Pemkot Jambi adalah memastikan pengelolaan aset wakaf berjalan profesional, transparan, dan produktif.

Potensi wakaf diharapkan tidak berhenti pada pembangunan sarana ibadah, tetapi juga berkembang untuk mendukung pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, rangkaian MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi yang berlangsung di Kota Jambi juga menjadi momentum penguatan nilai keagamaan dan pembinaan generasi muda.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., dalam Seminar Al-Qur’an menyoroti pentingnya membangun karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Ia menilai generasi muda membutuhkan penguatan etika, pengendalian diri, dan karakter agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif.

“Tantangan bagi generasi muda saat ini adalah mereka hidup di ruang digital yang memerlukan pengendalian diri, penguatan nilai-nilai etika dan karakter, sehingga teknologi itu betul-betul memberikan dampak positif,” tuturnya.

Penetapan Kota Jambi sebagai Kota Wakaf, ditambah peningkatan penghimpunan zakat hingga Rp14 miliar, menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat.

Ke depan, optimalisasi zakat dan wakaf membutuhkan kolaborasi pemerintah, lembaga pengelola, nazhir, serta partisipasi masyarakat agar potensi dana dan aset umat dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga Kota Jambi.(*)




Echoes from the Land of the Dragon Raih Penghargaan di ART & TUR 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Echoes from the Land of the Dragon film dokumenter karya Film Roxx pada ajang ART & TUR International Tourism Film Festival 2026. Melalui film ini, Film Roxx memperkenalkan keindahan alam Labuan Bajo, kekayaan budayanya, serta hubungan antara masyarakat setempat dengan warisan alam Indonesia kepada audiens internasional.

Film Roxx, production house asal Bali, mencatatkan pencapaian di kancah internasional melalui Echoes from the Land of the Dragon, yang berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu pemenang (Winner) di ART & TUR International Tourism Film Festival 2026. Festival ini menampilkan beragam karya audiovisual dari sejumlah negara termasuk Portugal, Colombia, Mexico, Jepang, Switzerland, dan negara lainnya yang menjadi wadah pertemuan bagi para sineas internasional untuk menyajikan perspektif dari negara mereka masing-masing.

ART & TUR International Tourism Film Festival yang berlangsung pada 27 – 30 Oktober 2026 ini menjadi salah satu ruang bagi karya film pariwisata untuk diperkenalkan kepada audiens internasional dari berbagai negara. Keikutsertaan Film Roxx menunjukan peluang bagi production house di Indonesia untuk membawa karya audiovisualnya ke kancah internasional yang mempertemukan berbagai perspektif mengenai pariwisata, budaya dan destinasi.

Sebagai bagian dari program resmi festival, Echoes from the Land of the Dragon dijadwalkan tayang pada 28 Oktober 2026, pukul 17.50–18.30 WET (Western European Time). Film ini ditampilkan dalam session #7, bersama karya-karya dari Taiwan, Slovenia, Meksiko, dan Spanyol.

Seiring berkembangnya industri kreatif dan audiovisual, video kini tidak lagi sekadar media komunikasi. Video juga menjadi sarana untuk menyampaikan sudut pandang, membangun pengalaman visual, dan memperkenalkan gagasan kepada audiens lintas negara. Pencapaian ini menjadi salah satu tonggak dalam perjalanan Film Roxx.

Bagi Film Roxx, penghargaan ini juga merupakan buah dari proses kreatif dan kerja sama tim. Mulai dari pengembangan konsep hingga tahap akhir produksi, setiap proses ikut membentuk hasil visual yang ingin disampaikan kepada penonton.

Ke depan, Film Roxx berkomitmen untuk terus menjajaki pendekatan kreatif baru dalam produksi audiovisual serta memperluas kolaborasi yang mendukung pertumbuhan industri kreatif Indonesia.

Tentang Film Roxx

Film Roxx merupakan rumah produksi berbasis di Bali, Indonesia Sejak 2018. Film Roxx berfokus pada produksi konten audiovisual dan film untuk berbagai kebutuhan kreatif. Melalui karya – karyanya, Film Roxx berupaya menghadirkan visual yang kuat dan menyampaikan pesan yang relevan kepada audiens.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES



Amryan Fajri, Mantri BRI yang Melayani Masyarakat Kepulauan Seribu

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Di tengah hamparan laut Kepulauan Seribu, semangat pengabdian seorang pekerja BRI terus menyala. Dialah Amryan Fajri, Mantri BRI yang bertugas di Teras Kapal Bahtera Seva 1 BRI Unit Pluit Kencana, yang berada di bawah supervisi Branch Office Pluit BRI Region 6/Jakarta 1.

Dengan penuh dedikasi dan semangat melayani, Amryan menjalankan tugasnya menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan. Baginya, keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk menghadirkan layanan keuangan yang mudah diakses oleh masyarakat.

Melalui Teras Kapal Bahtera Seva 1, Amryan bersama tim secara rutin berkeliling melayani masyarakat Kepulauan Seribu. Setiap hari Senin, layanan hadir di Pulau Pramuka, Selasa di Pulau Panggang, Rabu di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kamis di Pulau Tidung, serta Jumat di Pulau Untung Jawa.

Rutinitas tersebut menjadi bukti nyata komitmen BRI dalam menghadirkan layanan perbankan yang inklusif, menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terluar, serta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh akses terhadap layanan keuangan formal.

Bagi Amryan Fajri, menjalankan tugas sebagai Mantri BRI bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan semangat pantang menyerah dan dedikasi tinggi, ia menjadi bagian dari garda terdepan BRI dalam memperluas inklusi keuangan Indonesia.

Kisah Amryan Fajri dan Teras Kapal Bahtera Seva 1 menjadi cerminan nyata bahwa BRI senantiasa hadir, tumbuh, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia, bahkan hingga ke pelosok negeri.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Resmi Jadi Kota Wakaf, Kota Jambi Punya Potensi Besar Bangun Ekonomi Umat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Jambi mencatatkan prestasi di tingkat nasional setelah Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menetapkannya sebagai salah satu Kota Wakaf di Indonesia.

Predikat tersebut sekaligus menjadikan Kota Jambi sebagai satu-satunya daerah di Provinsi Jambi yang memperoleh penetapan tersebut pada 2026.

Di balik pencapaian itu, terdapat peningkatan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat dan mengembangkan wakaf.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. Maulana, M.K.M., mengungkapkan penghimpunan zakat di daerahnya meningkat signifikan, dari sebelumnya sekitar Rp6 miliar menjadi Rp14 miliar.

Maulana menyebut peningkatan tersebut menunjukkan besarnya potensi filantropi Islam di Kota Jambi.

Menurutnya, potensi itu perlu diperkuat melalui pengelolaan yang profesional agar manfaatnya tidak berhenti pada penghimpunan dana, tetapi juga mampu mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Kami konsisten melalui Badan Wakaf memberikan dana hibah untuk terus mendorong. Karena kesadaran dan potensinya, masyarakat Kota Jambi ini sangat tinggi,” ungkap Maulana saat menghadiri rangkaian kegiatan MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi di Aula Grha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, Minggu 1 November 2026.

Ia kemudian memaparkan perkembangan penghimpunan zakat selama masa kepemimpinannya.

“Dari segi zakat saja, selama saya jadi Wali Kota, dari enam miliar sekarang sudah empat belas miliar. Artinya ada peningkatan yang sangat kuat dan semangat wakaf juga, tinggal pengelolaannya,” tambahnya.

Bagi Maulana, penetapan Kota Wakaf harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas tata kelola aset umat.

Ia ingin zakat dan wakaf tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga berperan dalam mendukung pengentasan kemiskinan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan sosial.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Waryono, S.Ag., M.Ag., menjelaskan bahwa penetapan Kota Jambi bukan sekadar pemberian penghargaan atau penunjukan administratif.

Kemenag melakukan proses seleksi melalui pengumpulan data, penilaian, hingga verifikasi lapangan untuk melihat kesiapan daerah dalam mengembangkan ekosistem wakaf.

“Jadi ini bukan sekadar penunjukan, tapi ada kompetisi. Ada data yang diberikan oleh Pak Wali Kota dan peserta dari Kemenag, kemudian divisitasi. Ternyata ini berpotensi untuk bisa dikembangkan. Akhirnya, Jambi menjadi salah satu yang terpilih,” ujar Waryono.

Menurutnya, Kota Jambi memiliki sejumlah modal penting untuk mengembangkan pengelolaan wakaf, mulai dari dukungan pemerintah daerah, ketersediaan aset wakaf, hingga keberadaan nazhir atau pengelola wakaf yang kompeten.

Ia menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci agar aset wakaf dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Wakaf akan kembali kepada umat dan tentu mendukung ekosistem perekonomian di masyarakat,” jelasnya.

Penetapan ini sekaligus membuka peluang bagi Kota Jambi untuk mengembangkan wakaf secara lebih produktif.

Dengan tata kelola yang tepat, aset wakaf berpotensi mendukung berbagai kegiatan sosial dan ekonomi yang manfaatnya dapat masyarakat rasakan dalam jangka panjang.

Peningkatan penghimpunan zakat hingga Rp14 miliar menjadi modal penting bagi Kota Jambi dalam memperkuat program pemberdayaan umat.

Namun, peningkatan penghimpunan saja belum cukup. Pemerintah daerah perlu memastikan pengelolaan dana dan aset wakaf berjalan transparan, akuntabel, serta tepat sasaran.

Maulana menilai potensi besar tersebut harus diikuti penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas pengelola wakaf.

Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari pengelolaan dana sosial keagamaan.

Status Kota Wakaf juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pengelola zakat dan wakaf, nazhir, serta masyarakat.

Selain pengumuman Kota Jambi sebagai Kota Wakaf, rangkaian kegiatan MTQH ke-55 juga menghadirkan Seminar Al-Qur’an yang membahas tantangan pembinaan generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., menilai generasi muda membutuhkan penguatan karakter, etika, dan kemampuan mengendalikan diri dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter agar generasi muda mampu memanfaatkan ruang digital secara positif.

“Tantangan bagi generasi muda saat ini adalah mereka hidup di ruang digital yang memerlukan pengendalian diri, penguatan nilai-nilai etika dan karakter, sehingga teknologi itu betul-betul memberikan dampak positif,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembinaan generasi muda membutuhkan dukungan ekosistem yang melibatkan pendidikan, pendampingan, dan penguatan nilai keagamaan.

“Melalui kegiatan semacam ini, kita membangun ekosistem dalam pembinaan generasi muda basisnya. Mudah-mudahan dari sini akan lahir bakat-bakat, talenta-talenta Al-Qur’an,” harapnya.

Penetapan Kota Jambi sebagai Kota Wakaf menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah untuk membuktikan bahwa pengelolaan zakat dan wakaf mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

Dengan meningkatnya penghimpunan zakat serta dukungan pemerintah terhadap pengembangan wakaf, Kota Jambi diharapkan mampu menjadi salah satu daerah percontohan dalam penguatan ekonomi umat melalui pengelolaan aset keagamaan yang profesional dan produktif.(*)




KAI Logistik Perkuat Budaya Anti Penyuapan melalui Awareness Training SNI ISO 37001:2025

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang jasa logistik, terus memperkuat budaya kerja berintegritas melalui penyelenggaraan Awareness Training Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2025.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (27–28/10), ini diikuti oleh perwakilan pekerja dari berbagai unit bisnis sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap pencegahan penyuapan di lingkungan perusahaan.

Salah satu penekanan dalam pembaruan SNI ISO 37001:2025 dibandingkan versi 2016 adalah secara eksplisit menempatkan budaya anti penyuapan (anti-bribery culture) sebagai persyaratan tersendiri.

Jika sebelumnya budaya antisuap tercermin dalam komitmen kepemimpinan, kebijakan, komunikasi, dan pengendalian, di versi terbaru ini lebih menegaskan bahwa budaya tersebut perlu dikembangkan, dipelihara, dan dipromosikan di seluruh tingkatan organisasi.

Sejalan dengan pembaruan tersebut, penguatan SMAP diarahkan pada pembentukan perilaku kerja yang menjunjung tinggi integritas. Setiap insan perusahaan memiliki peran dalam mencegah penyuapan melalui kepatuhan terhadap kebijakan, pemahaman terhadap potensi risiko, pengambilan keputusan secara objektif, serta keberanian untuk menolak dan melaporkan indikasi pelanggaran.

Dengan demikian, budaya anti penyuapan diharapkan tumbuh menjadi bagian dari kebiasaan kerja dan tercermin dalam interaksi dengan pelanggan, mitra bisnis, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Manager of Public Relations KAI Logistik, Adjeng Putri Adhatu, menyampaikan bahwa penguatan budaya anti penyuapan memerlukan kesadaran dan keterlibatan seluruh pekerja secara berkelanjutan.

“Penerapan budaya anti penyuapan tidak cukup hanya melalui pemahaman terhadap kebijakan dan prosedur, tetapi perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Melalui penguatan pemahaman SNI ISO 37001:2025, KAI Logistik mendorong seluruh pekerja untuk menjadikan integritas sebagai landasan dalam menjalankan tugas, mengambil keputusan, dan membangun hubungan profesional dengan para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, KAI Logistik mendorong peningkatan pemahaman pekerja terhadap pembaruan standar sekaligus memperkuat konsistensi penerapan prinsip anti penyuapan dalam proses bisnis.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap penerapan SMAP agar kebijakan dan mekanisme pengendalian yang dimiliki perusahaan dapat berjalan selaras dengan perilaku kerja yang berintegritas.

Ke depan, KAI Logistik berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memelihara budaya anti penyuapan di seluruh lingkungan perusahaan. Melalui penerapan nilai integritas yang konsisten, perusahaan berharap dapat memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel, menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, serta mendukung keberlanjutan bisnis.

Tentang KAI Logistik
PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi Pelanggan kereta api yang didukung dengan layanan pra dan purna.

KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Dengan tagline KAI Logistik Ispossible yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi diantaranya KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES