Sumpah Pemuda 2026, Bupati Anwar Sadat Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID — Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat menekankan pentingnya patriotisme, kegigihan, dan kepedulian sosial dalam membentuk generasi muda yang mampu menghadapi tantangan zaman.

Pesan tersebut mengemuka dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, Rabu 28 Oktober 2026.

Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan tahun ini mengingatkan kembali bahwa semangat persatuan tidak cukup diwujudkan melalui slogan.

Generasi muda juga perlu menerjemahkannya menjadi tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.

Dalam upacara tersebut, Anwar Sadat bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Amanat tersebut menyoroti peran karakter manusia dalam menentukan kemajuan bangsa.

Pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, teknologi, dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membutuhkan generasi yang memiliki integritas, daya juang, dan kepedulian terhadap sesama.

Pesan utama peringatan Sumpah Pemuda tahun ini menempatkan tiga nilai sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda, yakni patriotisme, kegigihan, dan empati.

Patriotisme tidak sebatas mencintai tanah air melalui ucapan atau simbol. Nilai tersebut perlu terlihat melalui pengabdian, tanggung jawab, dan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, kegigihan mendorong pemuda untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan maupun kesulitan.

Adapun empati menuntut generasi muda untuk memahami persoalan orang lain dan bersedia membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ketiga nilai tersebut saling berkaitan. Semangat berjuang perlu berjalan bersama kepedulian, sedangkan kemajuan harus tetap memperhatikan nilai kemanusiaan.

Dalam amanat yang dibacakan Bupati, generasi muda juga mendapat dorongan untuk terus menuntut ilmu, mengembangkan kemampuan, menghasilkan karya, serta berani mengambil tanggung jawab dalam berbagai bidang kehidupan.

Bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat, momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat pentingnya mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan.

Pemuda memiliki peluang untuk mengambil peran melalui pendidikan, kreativitas, inovasi, kegiatan sosial, dan berbagai inisiatif yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Namun, upaya membangun generasi muda juga membutuhkan dukungan lingkungan.

Pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu membuka ruang agar anak muda dapat mengembangkan potensi sekaligus belajar bertanggung jawab.

Peringatan tahunan ini karena itu dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan kepemudaan, memperluas kesempatan berkarya, dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan yang memberi manfaat bagi daerah.

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Perhubungan, aparatur sipil negara, Resimen Mahasiswa, Pramuka, pelajar, hingga kelompok paduan suara.

Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, antara lain Komandan Kodim 0419/Tanjab Letkol Inf. Zulhiardi, Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Ramadhanil, Ketua DPRD Hamdani, Ketua Pengadilan Agama Kuala Tungkal Sri Rizki Dwi Putri, serta Sekretaris Daerah Hermansyah.

Perwakilan Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, Dharma Wanita Persatuan, Gabungan Organisasi Wanita, dan undangan lainnya juga hadir dalam upacara tersebut.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia membutuhkan generasi yang mampu menjaga persatuan, menghadapi tantangan dengan kegigihan, dan menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti setelah upacara selesai, tetapi terus tumbuh melalui karya, pengabdian, dan kontribusi nyata pemuda bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Indonesia.(*)




Wabup Murison Pimpin Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lima Pemuda Kerinci Terima Penghargaan

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Kerinci tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, tetapi juga ajang apresiasi bagi generasi muda yang menorehkan prestasi.

Wakil Bupati Kerinci H. Murison memimpin upacara peringatan tersebut di halaman Kantor Bupati Kerinci, Rabu 28 Oktober 2026.

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” itu, pemerintah daerah menyerahkan piagam penghargaan kepada lima pemuda berprestasi, yakni Randi Pitora, Lukyana Azmia Putri, Zaidatul Adawiyah, Arya Geni Permana, dan Marsa Higro Pratiwi.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian mereka dalam berbagai ajang kepemudaan, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.

Pemberian penghargaan dalam peringatan Sumpah Pemuda menjadi salah satu upaya untuk mendorong generasi muda terus mengembangkan potensi dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Prestasi para pemuda tersebut juga menunjukkan pentingnya ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, serta membawa nama Kabupaten Kerinci dalam berbagai bidang.

Meski demikian, pengembangan potensi pemuda membutuhkan dukungan berkelanjutan.

Akses pendidikan, pembinaan, kesempatan berkompetisi, dan ruang untuk berinovasi menjadi bagian penting agar prestasi tidak berhenti pada pencapaian individu, tetapi turut memberi manfaat bagi masyarakat.

Momentum Hari Sumpah Pemuda mengingatkan generasi muda agar terus menjaga persatuan, memiliki kegigihan dalam menghadapi tantangan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Nilai-nilai tersebut relevan bagi pemuda Kerinci dalam menghadapi perubahan zaman,” kata dia.

Generasi muda tidak hanya perlu meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi, tetapi juga mengambil bagian dalam kehidupan sosial serta pembangunan daerah.

“Semangat patriotisme dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata, sedangkan kegigihan tercermin dari kemauan untuk terus belajar dan bangkit menghadapi kesulitan,” tegasnya.

Adapun empati mendorong pemuda untuk peka terhadap persoalan di lingkungan sekitarnya.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 ini menjadi pengingat bahwa persatuan dan kemajuan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai generasi.

Pemuda memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pendidikan, kreativitas, inovasi, kegiatan sosial, maupun bidang lain sesuai kemampuan masing-masing.

“Dengan semangat persatuan dan dukungan terhadap potensi generasi muda, Kabupaten Kerinci diharapkan dapat terus melahirkan pemuda yang berprestasi, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah serta Indonesia,” tuutpnya.(*)




Sumpah Pemuda 2026, Wali Kota Alfin Salurkan Sembako dan Apresiasi Pemuda Berprestasi

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kota Sungai Penuh diisi dengan penyaluran bantuan sembako bagi masyarakat yang membutuhkan dan pemberian penghargaan kepada pemuda berprestasi.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) serta piagam penghargaan tersebut di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Rabu 28 Oktober 2026.

Kegiatan ini menggabungkan kepedulian sosial dengan apresiasi terhadap kontribusi generasi muda bagi daerah.

Bantuan sembako ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan, sedangkan penghargaan diberikan kepada pemuda yang dinilai telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan prestasi.

Dalam kegiatan tersebut, Alfin didampingi Sekretaris Daerah Sungai Penuh Alpian, pimpinan DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran BAZNAS Kota Sungai Penuh.

Penyaluran bantuan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah bersama BAZNAS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, pemberian penghargaan diharapkan dapat mendorong pemuda terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Momentum Hari Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat bagi generasi muda untuk tidak berhenti mengejar prestasi, tetapi turut mengambil peran dalam pembangunan Kota Sungai Penuh.

Wali Kota Alfin mengajak pemuda meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan potensi, serta memanfaatkan peluang untuk berkarya dan berinovasi.

Ia berharap generasi muda Sungai Penuh tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, memiliki daya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dorongan tersebut sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda yang menempatkan persatuan dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa sebagai nilai penting bagi generasi penerus.

Penyerahan bantuan sembako dan penghargaan pemuda menghadirkan dua pesan dalam peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, pentingnya kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dan perlunya ruang apresiasi bagi generasi muda yang berprestasi.

Dukungan terhadap pemuda tidak hanya melalui penghargaan, tetapi juga perlu diwujudkan lewat kesempatan mengembangkan keterampilan, akses pendidikan, ruang kreativitas, serta keterlibatan dalam berbagai program pembangunan daerah.

Di sisi lain, bantuan sosial dapat memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Agar manfaatnya berkelanjutan, kolaborasi pemerintah daerah, BAZNAS, dan berbagai unsur masyarakat juga perlu terus diperkuat.

Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap semangat persatuan, kepedulian sosial, dan kreativitas generasi muda dapat tercermin dalam tindakan nyata untuk mendorong kemajuan daerah.(*)




Kebakaran Ruko di Jambi Timur Telan Korban Jiwa, Polisi Selidiki Penyebabnya

JAMBI — Kebakaran melanda Toko Berkah Jaya di Jalan Raden Pamuk, RT 03, Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Selasa 27 Oktober 2026 sore.

Api menghanguskan ruko dua lantai beserta seluruh isinya dan menewaskan seorang karyawati toko.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas menemukan korban di dalam bak kamar mandi di lantai bawah ruko setelah berjibaku memadamkan api bersama warga.

Polisi kemudian mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi untuk menjalani pemeriksaan medis dan proses identifikasi sesuai prosedur.

Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp250 juta.

Nilai itu mencakup bangunan ruko berukuran 5 x 16 meter beserta barang dagangan berupa sembako dan kebutuhan kelontong yang hangus terbakar.

Peristiwa bermula ketika warga sekitar melihat kepulan asap tebal dari Toko Berkah Jaya.

Salah seorang saksi berusaha masuk melalui ruko di sebelah lokasi dan menjebol pintu lantai dua.

Namun, api sudah membesar dan asap tebal memenuhi bagian dalam bangunan sehingga upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Personel piket Polsek Jambi Timur yang menerima laporan segera mendatangi lokasi.

Bersama warga, petugas berupaya melakukan pemadaman awal sembari menunggu bantuan pemadam kebakaran.

Enam unit mobil Pemadam Kebakaran Kota Jambi tiba sekitar pukul 17.00 WIB. Petugas Damkar, personel kepolisian, dan warga kemudian bekerja sama menjinakkan api.

Petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 18.00 WIB. Mereka melanjutkan proses pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol. Ananto Herlambang bersama Kapolsek Jambi Timur dan personel gabungan turut mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan aman.

Setelah pemadaman selesai, polisi mengamankan lokasi dan memasang garis polisi.

Satreskrim Polresta Jambi kini menyelidiki penyebab kebakaran dan berencana berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik Polda Sumatera Selatan.

Hingga informasi ini disusun, polisi belum mengungkap penyebab pasti munculnya api.

Karena itu, dugaan mengenai sumber kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, terutama di bangunan usaha yang menyimpan barang dagangan dalam jumlah besar.

Melalui Kasi Humas, Kapolresta Jambi mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi instalasi listrik, memastikan kompor dan sumber api dalam keadaan aman, serta segera melaporkan potensi kebakaran kepada kepolisian atau petugas pemadam kebakaran terdekat.

Polisi masih mendalami peristiwa yang menewaskan karyawati tersebut, termasuk penyebab kebakaran dan kondisi di dalam bangunan saat api mulai membesar.(*)




Biaya Klaim JKN Jambi Rp1,22 Triliun, Iuran Hanya Rp917 Miliar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Biaya pelayanan kesehatan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Jambi mencapai Rp1,22 triliun hingga September 2026.

Pada periode yang sama, penerimaan iuran tercatat sekitar Rp917 miliar, sehingga rasio klaim di wilayah tersebut mencapai 133,72 persen.

Data BPJS Kesehatan mencatat realisasi biaya pelayanan kesehatan sebesar Rp1.226.156.540.298. Sementara itu, penerimaan iuran hanya sekitar Rp917 miliar.

Perbandingan tersebut menunjukkan biaya pelayanan yang tercatat di Jambi lebih besar daripada penerimaan iuran di wilayah yang sama.

Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan program JKN, terutama ketika biaya pelayanan kesehatan terus meningkat.

Asisten Deputi Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Kedeputian Wilayah II BPJS Kesehatan, Jenal M Sambas, memaparkan data tersebut dalam kegiatan Media Gathering Provinsi Jambi 2026, Selasa 27 Oktober 2026.

Menurut data yang disampaikan, biaya pelayanan kesehatan rata-rata meningkat sekitar 16,43 persen per tahun.

Kenaikan itu mencakup pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan.

Meski demikian, rasio klaim di tingkat daerah tidak otomatis menggambarkan kondisi keuangan JKN secara nasional.

Program ini memiliki mekanisme pembiayaan dan pengelolaan dana yang lebih luas daripada perbandingan penerimaan iuran dan biaya pelayanan di satu provinsi.

Di tengah peningkatan biaya pelayanan, BPJS Kesehatan juga menghadapi tantangan untuk meningkatkan keaktifan peserta.

Hingga September 2026, jumlah peserta JKN di Provinsi Jambi mencapai 3.758.134 jiwa atau 95,28 persen dari total penduduk sebanyak 3.944.226 jiwa.

Namun, tingginya cakupan tersebut belum sepenuhnya diikuti keaktifan peserta. BPJS Kesehatan mencatat hanya 2.873.433 peserta yang berstatus aktif atau 72,85 persen.

Artinya, terdapat kesenjangan antara jumlah penduduk yang telah terdaftar dan jumlah peserta yang berstatus aktif.

Kondisi ini membuat peningkatan keaktifan menjadi pekerjaan penting bagi penyelenggara JKN bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Kabupaten Tebo mencatat tingkat keaktifan terendah di Provinsi Jambi, yakni 57,35 persen. Sebaliknya, Kabupaten Sarolangun mencatat angka tertinggi sebesar 83,31 persen.

Dari sisi cakupan kepesertaan, empat kabupaten/kota telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) di atas 98 persen, yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kota Jambi, dan Kabupaten Sarolangun.

Data tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan memperluas pendaftaran peserta belum otomatis menjamin seluruh peserta mempertahankan status aktifnya.

BPJS Kesehatan perlu mendorong peningkatan keaktifan bersama pemerintah daerah, badan usaha, dan masyarakat.

Upaya tersebut juga penting untuk memastikan peserta memahami kewajiban kepesertaan serta mekanisme pembayaran iuran sesuai segmen masing-masing.

Tingkat keaktifan peserta JKN di Jambi sebesar 72,85 persen masih berada di bawah target nasional dalam RPJMN 2025–2029, yakni 83,5 persen pada 2029.

Untuk mengejar target tersebut, BPJS Kesehatan mendorong sejumlah langkah, mulai dari validasi data peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) hingga peningkatan kepatuhan badan usaha dalam memenuhi kewajiban pendaftaran dan pembayaran iuran pekerja.

BPJS Kesehatan juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi keluarga pekerja penerima upah penyelenggara negara.

Selain itu, rekonsiliasi iuran bersama pemerintah daerah untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah yang didaftarkan pemerintah daerah (PBPU Pemda) menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan kepesertaan.

Langkah tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor agar data peserta lebih akurat, kewajiban iuran berjalan sesuai ketentuan, dan perlindungan kesehatan dapat menjangkau masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Selain pembiayaan dan keaktifan peserta, pola penyakit yang memanfaatkan layanan JKN turut menjadi perhatian.

Data BPJS Kesehatan menunjukkan hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu kasus rawat jalan terbanyak di Provinsi Jambi, dengan 67.224 kasus.

Sementara itu, diabetes melitus tercatat sebanyak 44.715 kasus.

Kedua penyakit tersebut menjadi sasaran Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Program ini membantu peserta mengendalikan penyakit melalui pemantauan kesehatan dan pengelolaan kondisi secara berkelanjutan.

Penguatan upaya promotif dan preventif menjadi penting untuk mendukung kualitas hidup pasien sekaligus mengurangi risiko komplikasi yang membutuhkan penanganan lebih kompleks.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala, kepatuhan menjalani pengobatan, pengendalian faktor risiko, dan perubahan pola hidup dapat menjadi bagian dari upaya mengelola penyakit kronis.

Sementara itu, kasus persalinan dan infeksi usus mendominasi pelayanan rawat inap berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum tersebut.

Angka-angka itu menunjukkan pentingnya menjaga mutu layanan kesehatan sekaligus memperkuat pencegahan penyakit.

Namun, jumlah kasus yang tinggi tidak dengan sendirinya membuktikan penyebab kenaikan biaya pelayanan.

Untuk mengetahui kontribusi masing-masing penyakit terhadap pembiayaan, diperlukan rincian biaya berdasarkan diagnosis dan jenis layanan.

Untuk menjaga keberlanjutan JKN, BPJS Kesehatan mendorong peningkatan kualitas pengajuan klaim dan pencegahan kecurangan atau fraud dalam penyelenggaraan layanan kesehatan.

BPJS Kesehatan juga menekankan pentingnya dukungan fasilitas kesehatan yang memadai agar peserta tetap memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan medis.

Jenal M. Sambas menegaskan bahwa keberlanjutan program JKN membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, fasilitas kesehatan, dan masyarakat memiliki peran sesuai kewenangan masing-masing.

Kolaborasi tersebut mencakup perbaikan data kepesertaan, kepatuhan pembayaran iuran, penguatan layanan kesehatan, serta pengawasan terhadap proses pengajuan klaim.

Dengan cakupan kepesertaan yang mencapai 95,28 persen, tantangan JKN di Jambi kini tidak hanya menyangkut perluasan perlindungan, tetapi juga peningkatan keaktifan peserta dan pengelolaan biaya pelayanan.

Ke depan, keberhasilan program ini membutuhkan keseimbangan antara akses layanan, mutu pelayanan, kepatuhan kepesertaan, dan pengendalian pembiayaan.

Transparansi data serta evaluasi berkala diperlukan agar kebijakan yang diambil benar-benar menjawab persoalan di lapangan dan menjaga perlindungan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.(*)




BPJS Kesehatan Kejar 83,5 Persen Peserta JKN Aktif pada 2030, Gandeng CSR hingga Baznas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — BPJS Kesehatan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, perusahaan, dan lembaga sosial untuk meningkatkan jumlah peserta aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Upaya ini mendukung target pemerintah mencapai tingkat keaktifan peserta sebesar 83,5 persen pada akhir 2030.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi, Wahyu Aji Anindhiyo Satriojati, mengatakan pencapaian target tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

BPJS Kesehatan tidak hanya mendorong masyarakat mendaftar, tetapi juga mengupayakan agar peserta mempertahankan status kepesertaan aktif.

Menurut Wahyu, pemerintah pusat telah menetapkan tahapan pencapaian target JKN untuk periode 2026–2030.

Karena itu, BPJS Kesehatan memperkuat koordinasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial untuk memperluas perlindungan kesehatan masyarakat.

“Target yang telah ditetapkan pemerintah pusat hingga 2030 mencakup peningkatan kepesertaan dan keaktifan peserta JKN. Pada akhir 2030, peserta aktif ditargetkan mencapai 83,5 persen. Untuk mewujudkannya, tentu BPJS Kesehatan tidak bisa bergerak sendiri, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak,” ujar Wahyu.

Salah satu langkah yang menjadi perhatian BPJS Kesehatan ialah meningkatkan kepatuhan badan usaha dalam mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta JKN.

Kewajiban ini mencakup perusahaan swasta, badan usaha milik negara (BUMN), hingga badan usaha milik daerah (BUMD).

Selain memenuhi kewajiban terhadap pekerja, perusahaan juga dapat berkontribusi membantu masyarakat kurang mampu melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Menurut Wahyu, dukungan tersebut dapat membantu warga di sekitar wilayah operasional perusahaan memperoleh perlindungan kesehatan melalui program JKN, sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

“Badan usaha memiliki peran penting, bukan hanya mendaftarkan pekerjanya, tetapi juga dapat memanfaatkan dana CSR untuk membantu masyarakat sekitar agar mendapatkan perlindungan kesehatan melalui program JKN,” jelasnya.

Skema ini membuka peluang bagi dunia usaha untuk mengambil bagian dalam perluasan perlindungan kesehatan.

Namun, dukungan CSR tidak menggantikan kewajiban perusahaan untuk mendaftarkan pekerja sesuai ketentuan JKN.

BPJS Kesehatan Cabang Jambi juga menjalin komunikasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terkait kemungkinan dukungan pembayaran iuran bagi masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi.

Wahyu menjelaskan, lembaga sosial dan badan pengelola zakat dapat berperan membantu masyarakat yang kesulitan membayar iuran secara mandiri.

“Kami juga pernah berkoordinasi dengan Baznas. Mereka memiliki alokasi khusus untuk membantu masyarakat kurang mampu, termasuk yang mengalami kesulitan dalam pembayaran iuran JKN. Dukungan seperti ini sangat dibutuhkan,” katanya.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu memastikan persyaratan penerima bantuan serta mekanisme pembayaran melalui lembaga yang berwenang.

Tidak semua peserta otomatis memperoleh bantuan iuran hanya karena mengalami kesulitan ekonomi.

Selain menggandeng Baznas, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya dokumen kependudukan.

Wahyu menilai, data identitas yang lengkap membantu proses administrasi kepesertaan dan mempermudah masyarakat mengakses layanan JKN sesuai ketentuan.

“Kami juga bekerja sama dengan Dukcapil untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memiliki identitas kependudukan. Dengan administrasi yang lengkap, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan jaminan kesehatan,” ungkapnya.

Asisten Deputi Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Kedeputian Wilayah II BPJS Kesehatan, Jenal M Sambas, turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan program JKN.

Menurutnya, peningkatan jumlah peserta perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga status kepesertaan tetap aktif.

Dengan begitu, masyarakat dapat mempertahankan perlindungan kesehatan melalui program JKN sesuai ketentuan kepesertaan.

Edukasi mengenai manfaat, kewajiban pembayaran iuran, dan mekanisme kepesertaan juga memegang peran penting.

Pemahaman tersebut diharapkan mendorong masyarakat menjaga status kepesertaan, bukan hanya mendaftar ketika membutuhkan layanan kesehatan.

Meski demikian, pencapaian target 83,5 persen pada akhir 2030 masih membutuhkan kerja bersama.

Pemerintah daerah, perusahaan, lembaga sosial, dan masyarakat perlu mengambil peran sesuai kewenangan masing-masing.

Dalam keterangan yang disampaikan, BPJS Kesehatan Cabang Jambi belum mencantumkan angka terbaru tingkat keaktifan peserta khusus wilayah Jambi maupun besaran kontribusi yang telah terealisasi dari program bantuan CSR dan Baznas.

Data tersebut penting untuk mengukur perkembangan capaian di daerah secara lebih terukur.

BPJS Kesehatan berharap penguatan kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga sosial dapat memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan kesehatan.

Upaya tersebut juga diharapkan menjaga keberlanjutan kepesertaan JKN hingga target nasional pada 2030.(*)




Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Kanvas Seni, Ini 6 Karya Favorit Pengunjung

BANDUNG, SEPUCUKJAMBI.ID — Modifikasi sepeda motor kini tak hanya berkutat pada komponen dan performa.

Warna, ilustrasi, serta perpaduan unsur budaya dan pop culture juga menjadi cara anak muda menampilkan identitas personal melalui kendaraan.

Tren tersebut terlihat dalam gelaran Grand Filano Classy Artsy Challenge di Bandung, Yogyakarta, dan Makassar.

Ajang ini menghadirkan Yamaha Grand Filano Hybrid sebagai medium eksplorasi seni bagi ilustrator muda.

Dari 50 karya yang terpilih dan dipamerkan, enam ilustrasi menjadi favorit pengunjung.

Karya-karya tersebut menawarkan pendekatan visual yang beragam, mulai dari kenangan personal, karakter anime, motif tradisional Indonesia, hingga inspirasi seni klasik Jepang.

Keberagaman itu memperlihatkan bahwa modifikasi visual tidak harus terpaku pada satu gaya.

Pengguna dapat mengeksplorasi desain yang sesuai dengan selera, pengalaman hidup, dan identitas masing-masing.

6 ilustrasi Grand Filano dengan karakter berbeda

1. Kenangan bersama kamera analog

Salah satu desain mengangkat kebiasaan mengabadikan momen berharga melalui fotografi analog.

Ilustrasi seseorang yang memotret dipadukan dengan gulungan film berwarna kuning keemasan yang menggambarkan kenangan bersama pasangan.

Bodi putih, gulungan film vertikal, dan motif bunga merah muda di bagian depan menghadirkan tampilan playful yang dekat dengan gaya hidup anak muda.

Konsep ini menunjukkan bagaimana pengalaman personal dapat menjadi sumber inspirasi modifikasi, sekaligus memberikan cerita di balik tampilan kendaraan.

2. Sentuhan futuristik Y3K dan cyberpunk

Berbeda dari desain bernuansa kenangan, ilustrasi lainnya mengeksplorasi estetika futuristik melalui perpaduan gaya Y3K, cyberpunk, dan chrome art.

Ornamen metalik dengan bentuk lengkung, ukiran abstrak, serta efek reflektif menciptakan kesan teknologi masa depan.

Karakter anime futuristik pada bagian samping menjadi pusat perhatian dan memperkuat identitas visual desain.

Perpaduan elemen tersebut menawarkan referensi bagi penggemar tampilan futuristik yang ingin menghadirkan karakter berbeda pada skuter bergaya klasik.

3. Batik Parang berpadu estetika modern

Motif tradisional Indonesia juga mendapat tempat dalam eksplorasi desain Grand Filano Hybrid. Salah satu karya menggabungkan motif Batik Parang dengan pola geometris Mlinjo.

Batik Parang dikenal dengan filosofi kesinambungan, kekuatan, dan keteguhan.

Sementara itu, motif geometris Mlinjo dalam konsep desain ini menghadirkan kesan keseimbangan dan kesederhanaan.

Kedua unsur tersebut menghiasi bodi berwarna Royal Iron dengan sentuhan gradasi navy.

Hasilnya, corak tradisional berpadu dengan estetika modern tanpa menghilangkan karakter khas masing-masing motif.

Desain ini memperlihatkan bagaimana warisan budaya dapat menjadi inspirasi modifikasi yang relevan dengan selera generasi muda.

4. Pesan kepedulian terhadap hewan dan lingkungan

Ilustrasi berikutnya mengangkat tema kasih sayang dan kepedulian terhadap makhluk hidup.

Anjing, kucing, dan burung digambarkan bermain bersama, sementara telapak tangan terbuka menjadi simbol kepedulian.

Alih-alih hanya mengejar tampilan yang menarik, desain ini membawa pesan sosial melalui elemen visual yang mudah dikenali.

Konsep tersebut memberikan alternatif bagi pengguna yang ingin menampilkan nilai atau kepedulian personal melalui desain kendaraan.

5. Seni klasik Jepang dalam balutan biru kobalt

Inspirasi seni klasik Jepang menjadi karakter utama pada ilustrasi yang mengadaptasi estetika ukiyo-e, teknik linocut, dan seni tato irezumi.

Garis ukiran yang tegas membentuk ilustrasi dua ikan koi dalam formasi yin-yang, lengkap dengan elemen bunga sebagai pelengkap komposisi.

Dalam simbolisme yang diusung desain ini, ikan koi merepresentasikan kegigihan, sedangkan formasi yin-yang menggambarkan keseimbangan.

Warna biru kobalt di atas bodi putih menciptakan kesan menyerupai porselen klasik.

Perpaduan tersebut menghadirkan pendekatan berbeda dibandingkan desain futuristik, sekaligus memperlihatkan bagaimana seni tradisional dapat diterjemahkan ke dalam media otomotif modern.

6. Gaya Y2K, motif kotak-kotak, dan camilan masa kecil

Desain favorit lainnya mengeksplorasi gaya Y2K yang terinspirasi tren visual era 2000-an.

Motif kotak-kotak atau checkerboard berwarna biru muda dan putih berpadu dengan pola gelombang cokelat serta merah muda pada bagian samping dan depan.

Keunikan lainnya terletak pada ilustrasi camilan tradisional berwarna-warni yang mengingatkan pada kenangan masa kecil.

Sentuhan karakter anime dan pop culture membuat komposisi tersebut tetap terasa modern.

Karya favorit pengunjung di Yogyakarta ini memperlihatkan bagaimana nostalgia dapat dipadukan dengan tren visual kontemporer untuk menghasilkan desain yang ekspresif.

Yamaha melihat peluang kreativitas anak muda

Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, mengatakan bahwa perbedaan ilustrasi favorit di Bandung, Yogyakarta, dan Makassar mencerminkan keragaman inspirasi serta selera anak muda di setiap daerah.

Menurutnya, Grand Filano Hybrid tidak hanya menunjang mobilitas harian, tetapi juga dapat menjadi medium untuk mengekspresikan karakter dan gaya personal.

“Melalui pilihan ilustrasi favorit pengunjung di Bandung, Yogyakarta, dan Makassar, kami melihat bahwa setiap daerah memiliki selera, inspirasi, dan gaya yang berbeda dalam mengekspresikan kalcer mereka,” ujar Rifki.

Ia berharap perpaduan desain, kepraktisan, dan kreativitas dapat membuat Grand Filano Hybrid semakin dekat dengan gaya hidup anak muda di berbagai daerah.

Ajang Grand Filano Classy Artsy Challenge juga menunjukkan potensi kolaborasi antara industri otomotif dan komunitas kreatif.

Melalui ruang seperti ini, ilustrator muda dapat memperkenalkan karya mereka kepada publik, sementara masyarakat memperoleh referensi baru untuk mengeksplorasi desain kendaraan.

Grand Filano Hybrid mengandalkan desain dan fitur praktis

Di luar eksplorasi visual, Yamaha Grand Filano Hybrid menawarkan desain klasik-modern yang menjadi ciri lini Classy Yamaha

. Skuter matik ini menggunakan mesin Blue Core Hybrid 125 cc dan dilengkapi sejumlah fitur penunjang kenyamanan.

Fitur tersebut meliputi TFT Sub Display pada panel instrumen, lampu full LED, serta Smart Key System.

Untuk mendukung kebutuhan harian, Yamaha juga menyematkan Smart Front Refuel yang memungkinkan pengisian bahan bakar dari bagian depan.

Grand Filano Hybrid memiliki kapasitas bagasi 27 liter serta Electric Power Socket dengan USB Type-A untuk mendukung pengisian daya perangkat elektronik.

Yamaha memasarkan skutik ini dalam dua varian, yakni Hybrid Neo dan Hybrid Lux.

Berdasarkan informasi harga dalam materi produk, Hybrid Neo tersedia dalam empat pilihan warna, yaitu Prime Gray, Greenish Gray, Pink Mauve, dan Essential White, dengan harga Rp28.515.000. Sementara itu, Hybrid Lux hadir dalam warna Royal Iron dan Magma Black dengan harga Rp28.995.000.

Harga tersebut perlu disesuaikan kembali dengan daftar harga resmi yang berlaku di wilayah pemasaran sebelum publikasi.

Enam ilustrasi favorit dalam Grand Filano Classy Artsy Challenge memperlihatkan bahwa modifikasi visual dapat menjadi lebih dari sekadar perubahan tampilan.

Melalui seni, budaya, nostalgia, dan pop culture, kendaraan dapat menjadi ruang untuk menyampaikan cerita sekaligus menampilkan identitas pemiliknya.(*)




Al Haris Bidik Inklusi Keuangan Jambi 93 Persen pada 2027, Ini Tantangannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Gubernur Jambi Al Haris menargetkan indeks inklusi keuangan Provinsi Jambi mencapai 93 persen pada 2027, lebih cepat dari batas target nasional pada 2029.

Target tersebut menuntut pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dan industri jasa keuangan memperluas akses layanan keuangan formal bagi masyarakat.

Saat ini, indeks inklusi keuangan Jambi masih berada di kisaran 92 persen.

Sementara itu, indeks literasi keuangan provinsi tersebut telah mencapai 72,24 persen, melampaui angka nasional sebesar 69,57 persen berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026.

Al Haris menyampaikan target tersebut saat menghadiri Jambi Financial Fest 2026 dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan di Ev Garden, Paal Merah, Kota Jambi, Selasa 27 Oktober 2026 malam.

“Kita masih punya waktu sampai 2029, tetapi kalau bisa jangan menunggu sampai 2029. Tahun depan, kalau bisa, sudah mencapai 93 persen sesuai target nasional, bahkan kalau bisa lebih,” tegas Al Haris.

Data SNLIK 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan berada di angka 93,61 persen.

Pemerintah menetapkan target nasional inklusi keuangan sebesar 93 persen untuk 2029, sehingga capaian nasional tersebut telah melampaui target itu.

Di Jambi, indeks literasi keuangan mencapai 72,24 persen. Namun, indeks inklusi keuangan masih berkisar 92 persen.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan belum sepenuhnya sejalan dengan penggunaan produk dan layanan keuangan formal.

Data tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah perlu memperluas edukasi sekaligus mempermudah akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Upaya itu tidak cukup hanya dengan mendorong masyarakat membuka rekening, tetapi juga perlu memastikan mereka memahami manfaat, biaya, risiko, dan keamanan produk yang digunakan.

Al Haris menilai industri jasa keuangan perlu meningkatkan kualitas edukasi serta menjangkau kelompok masyarakat yang belum memanfaatkan layanan formal secara optimal.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan layanan yang mudah diakses, aman, dan sesuai kebutuhan.

Karena itu, pemerintah daerah, OJK, perbankan, lembaga asuransi, dan penyedia layanan keuangan lainnya perlu memperkuat kerja sama.

Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya menjelaskan bahwa Bulan Inklusi Keuangan menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan.

Sepanjang September hingga Oktober 2026, realisasi kegiatan inklusi keuangan di Provinsi Jambi mencapai Rp80,35 miliar.

Angka tersebut meningkat 55,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp52 miliar.

Pada periode yang sama, pelaku industri jasa keuangan dan pemangku kepentingan juga menyelenggarakan 144 kegiatan literasi keuangan, meningkat 5,11 persen. Kegiatan tersebut menjangkau 14.697 peserta.

Capaian ini menunjukkan peningkatan aktivitas program literasi dan inklusi keuangan.

Namun, keberhasilan jangka panjang tetap membutuhkan evaluasi untuk memastikan kegiatan edukasi benar-benar meningkatkan pemahaman masyarakat dan memperluas penggunaan layanan keuangan formal.

Yan Iswara menegaskan bahwa OJK tidak dapat bekerja sendiri. Pemerintah daerah, industri jasa keuangan, lembaga pendidikan, komunitas, dan berbagai pihak lainnya perlu terlibat agar edukasi menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dan wilayah dengan keterbatasan akses.

OJK Jambi juga mendorong duta literasi keuangan dari kalangan dosen dan Pramuka untuk membantu menyebarkan edukasi, termasuk ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Jambi Financial Fest 2026 mengusung tema “Inklusi Keuangan Merata di Bumi Sepucuk Jambi” dan melibatkan sekitar 1.000 peserta dari Sekolah Rakyat, siswa SMA/SMK, serta mahasiswa dari berbagai daerah di Provinsi Jambi.

Al Haris mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap pelajar dan mahasiswa dapat menjadi penggerak literasi keuangan di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, dan masyarakat.

“Saya senang ketika anak-anak sekolah dan mahasiswa dilibatkan. Mereka bisa menjadi pionir untuk menggerakkan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain edukasi, OJK bersama industri jasa keuangan memberikan perlindungan asuransi kecelakaan diri atau personal accident kepada 1.000 pelajar dan mahasiswa peserta acara.

Perlindungan tersebut berlaku selama satu tahun sesuai ketentuan polis.

Keterlibatan generasi muda dinilai penting karena mereka perlu memahami cara mengelola uang, mengenali risiko keuangan, menggunakan layanan formal secara bijak, serta menghindari penipuan yang memanfaatkan produk keuangan.

Al Haris juga mengaitkan perluasan inklusi keuangan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Jambi berada di kisaran 4,9 persen dan berharap angka tersebut dapat meningkat hingga 5 persen.

Menurutnya, akses keuangan yang lebih luas dapat membantu masyarakat memanfaatkan layanan perbankan, asuransi, pembiayaan, investasi, dan produk keuangan lain sesuai kebutuhan.

Meski demikian, perluasan akses perlu berjalan bersama peningkatan pemahaman masyarakat.

Tanpa edukasi yang memadai, akses terhadap produk keuangan saja belum tentu menjamin masyarakat mampu mengelola risiko dan mengambil keputusan keuangan dengan baik.

Karena itu, Al Haris berharap Bulan Inklusi Keuangan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Pemerintah daerah dan industri jasa keuangan perlu melanjutkan program edukasi serta memperluas jangkauan layanan secara berkelanjutan.

Yan Iswara juga mengingatkan masyarakat untuk memeriksa legalitas penyedia dan produk jasa keuangan sebelum bertransaksi.

Masyarakat perlu mewaspadai penawaran yang menjanjikan keuntungan tidak wajar dan memanfaatkan saluran pengaduan resmi apabila menghadapi masalah layanan keuangan.

Melalui Jambi Financial Fest 2026, pemerintah daerah dan OJK berharap masyarakat semakin cakap mengelola keuangan, terlindungi dari risiko kejahatan keuangan, serta memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan formal.

Tantangan berikutnya adalah memastikan peningkatan kegiatan dan edukasi tersebut menghasilkan perubahan nyata, semakin banyak masyarakat yang mampu mengakses layanan keuangan secara aman, memahami risikonya, dan menggunakannya untuk mendukung kesejahteraan.(*)




LPKNI Terima 5 Aduan Debitur NSC Finance Jambi, 3 Kasus Dilaporkan ke Polisi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) menerima lima pengaduan terkait penanganan kredit macet nasabah PT Nusantara Sakti Finance (NSC Finance) Cabang Jambi dalam sepekan terakhir.

Dari jumlah tersebut, tiga debitur telah memberikan surat kuasa kepada LPKNI dan, menurut keterangan lembaga tersebut, kasus mereka telah dilaporkan ke Polresta Jambi.

Ketua Umum LPKNI, Kurniadi Hidayat, menyampaikan informasi itu saat dikonfirmasi pada Rabu 28 Oktober 2026.

Pengaduan tersebut berkaitan dengan persoalan penarikan atau penahanan kendaraan bermotor dalam penyelesaian tunggakan pembiayaan.

“Dalam sepekan sudah lima orang yang melapor, tapi baru tiga orang yang memberikan surat kuasa ke LPKNI dan telah resmi dilaporkan ke Polresta Jambi,” kata Kurniadi.

Laporan tersebut menandai langkah hukum yang ditempuh sebagian debitur melalui pendampingan LPKNI.

Namun, dugaan pelanggaran prosedur dalam penanganan kredit macet masih memerlukan pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak terkait.

LPKNI mengimbau debitur agar tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika menghadapi penagihan atau panggilan dari pihak perusahaan pembiayaan maupun petugas penagihan.

Lembaga tersebut meminta konsumen memeriksa kembali perjanjian pembiayaan, dokumen jaminan fidusia, surat pemberitahuan, dan dokumen lain yang berkaitan dengan penyelesaian tunggakan.

Debitur juga perlu memahami isi dokumen sebelum menandatangani kesepakatan atau menyerahkan kendaraan.

Jika menemukan prosedur yang diragukan, konsumen dapat meminta penjelasan tertulis dan mencari pendampingan dari pihak yang memahami persoalan hukum pembiayaan.

Menurut LPKNI, tunggakan kredit tidak menghapus hak konsumen untuk memperoleh penanganan yang sesuai dengan ketentuan hukum.

Sebaliknya, perlindungan konsumen juga tidak menghapus kewajiban debitur untuk memenuhi perjanjian pembiayaan yang sah.

Karena itu, penyelesaian sengketa perlu memperhatikan hak dan kewajiban kedua belah pihak, termasuk kejelasan status tunggakan, dasar penagihan, serta prosedur penanganan kendaraan yang menjadi objek jaminan.

Penarikan kendaraan yang menjadi objek jaminan fidusia memiliki ketentuan hukum tersendiri.

Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Nomor 18/PUU-XVII/2019 menegaskan bahwa kreditur tidak dapat menentukan wanprestasi secara sepihak.

Putusan tersebut juga mengatur bahwa apabila tidak terdapat kesepakatan mengenai wanprestasi dan debitur keberatan menyerahkan objek jaminan secara sukarela, pelaksanaan eksekusi sertifikat jaminan fidusia harus mengikuti mekanisme dan prosedur eksekusi melalui pengadilan.

Dengan demikian, ketentuan hukum tidak berarti setiap penarikan kendaraan selalu harus melalui proses pengadilan.

Penerapan prosedurnya bergantung pada kondisi yang diatur dalam putusan, termasuk kesepakatan mengenai wanprestasi dan kesediaan debitur menyerahkan kendaraan secara sukarela.

Dalam setiap sengketa, pemeriksaan dokumen dan kronologi menjadi penting untuk menentukan apakah prosedur yang ditempuh telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

LPKNI berharap aparat penegak hukum menindaklanjuti laporan yang telah mereka ajukan sesuai prosedur.

Lembaga tersebut juga meminta agar dugaan pelanggaran dalam penanganan kredit macet diperiksa berdasarkan bukti dan keterangan para pihak.(*)




Menjaga Api Sumpah Pemuda di Tengah Krisis Integritas Pers

Oleh: Rizal Zebua

SETIAP peringatan Hari Sumpah Pemuda, publik kembali diingatkan pada ikrar bersejarah tentang satu tanah air, satu bangsa, dan satu Bahasa, Indonesia.

Namun, ada satu aspek penting yang tidak boleh luput dari ingatan, yakni peran pers dan tulisan dalam menumbuhkan kesadaran kebangsaan.

Pada masa pergerakan nasional, tulisan menjadi senjata untuk melawan ketidakadilan, membangun kesadaran kolektif, dan menyebarkan gagasan kemerdekaan.

Sejumlah tokoh pergerakan juga aktif menulis dan mengelola media untuk menyuarakan perubahan.

Mereka memahami bahwa perjuangan tidak hanya berlangsung di jalanan, tetapi juga melalui kata-kata yang mampu menggerakkan pikiran dan menyatukan cita-cita.

Kini, hampir seabad setelah Sumpah Pemuda 1928, dunia pers menghadapi tantangan yang berbeda.

Penjajahan fisik bukan lagi persoalan utama, tetapi jurnalisme berhadapan dengan tekanan industri, derasnya arus informasi, disinformasi, serta persaingan merebut perhatian publik.

Di tengah perubahan itu, muncul pertanyaan mendasar, masihkah pena jurnalis menjadi alat perjuangan bagi kepentingan publik, atau justru semakin terjebak dalam tuntutan pasar dan perlombaan mengejar angka kunjungan?

Ketika Industri Media Menekan Ruang Redaksi

Transformasi digital mengubah cara masyarakat mencari, membaca, dan menyebarkan informasi.

Media daring dituntut bergerak cepat, menyesuaikan diri dengan algoritma, serta mempertahankan keberlangsungan bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat.

Kecepatan memang menjadi bagian penting dalam jurnalisme modern.

Namun, masalah muncul ketika kecepatan menjadi tujuan utama dan menggeser proses verifikasi, pendalaman informasi, serta kepentingan publik.

Sebagian ruang redaksi menghadapi tekanan untuk menghasilkan berita dalam jumlah besar dengan sumber daya terbatas.

Dalam situasi seperti ini, liputan investigasi dan peliputan mendalam berisiko tersisih karena membutuhkan waktu, tenaga, biaya, dan perlindungan yang memadai bagi wartawan.

Persoalannya bukan semata-mata perubahan teknologi. Kebijakan perusahaan, model bisnis, dan cara redaksi menetapkan prioritas turut menentukan kualitas informasi yang sampai kepada masyarakat.

Wartawan berada di garis depan dalam situasi tersebut. Mereka dituntut menghasilkan berita secara cepat dan konsisten, tetapi pada saat yang sama harus menjaga akurasi, independensi, dan etika jurnalistik.

Jika tuntutan itu tidak diimbangi dengan sistem kerja yang sehat serta kesejahteraan yang layak, idealisme berisiko berbenturan dengan kebutuhan untuk bertahan hidup.

Karena itu, membicarakan kualitas pers tidak cukup hanya dengan meminta wartawan bekerja lebih profesional.

Perusahaan media juga perlu mengevaluasi kebijakan editorial, beban kerja, sistem pengupahan, dan dukungan terhadap peliputan yang berkualitas.

Ketika Klik Lebih Berharga daripada Kebenaran

Tantangan berikutnya muncul dari budaya mengejar traffic. Dalam ekosistem digital, jumlah klik, durasi kunjungan, dan interaksi kerap menjadi ukuran keberhasilan sebuah konten.

Ukuran tersebut memang penting bagi keberlangsungan media, tetapi tidak semestinya menjadi satu-satunya penentu nilai sebuah berita.

Judul sensasional, informasi yang terpotong dari konteks, dan pemberitaan yang mengandalkan emosi dapat menarik perhatian dalam waktu singkat.

Namun, jika praktik semacam itu mengorbankan akurasi, media justru mempertaruhkan aset paling penting yang dimilikinya, kepercayaan publik.

Jurnalisme bukan perlombaan untuk menjadi yang pertama dengan segala cara. Kecepatan tidak berarti apa-apa jika informasi yang disampaikan keliru.

Sebaliknya, berita yang terverifikasi, berimbang, dan memberikan konteks dapat membantu masyarakat memahami persoalan secara lebih utuh.

Di sinilah kompetensi wartawan diuji. Mereka harus mampu membedakan fakta dan opini, memeriksa sumber, menguji klaim, memberikan ruang bagi pihak terkait, serta menghindari kesimpulan yang tidak didukung bukti.

Tantangan tersebut semakin besar ketika kecerdasan buatan dan teknologi otomatisasi ikut mengubah produksi informasi.

Teknologi dapat membantu mencari bahan, mengolah data, dan mempercepat pekerjaan.

Namun, tanggung jawab untuk memeriksa kebenaran, mempertimbangkan dampak pemberitaan, dan mengambil keputusan etik tetap berada pada manusia.

Algoritma dapat membantu mendistribusikan berita, tetapi tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan tanggung jawab jurnalistik.

Jurnalis Muda Tidak Boleh Kehilangan Arah

Dalam situasi yang kompleks ini, jurnalis muda memiliki peran strategis.

Mereka tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital, memahami pola komunikasi generasi baru, dan memiliki peluang untuk menghadirkan pendekatan jurnalistik yang lebih kreatif.

Namun, kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup.

Wartawan muda juga perlu memperkuat keterampilan verifikasi, wawancara, analisis data, penulisan mendalam, dan pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik.

Keberanian mengkritik kekuasaan harus berjalan bersama kemampuan membuktikan fakta.

Sikap kritis perlu disertai keterbukaan terhadap koreksi. Independensi juga menuntut wartawan menjaga jarak dari kepentingan politik, ekonomi, maupun kelompok yang dapat memengaruhi pemberitaan.

Idealime pers tidak cukup diwujudkan melalui slogan. Ia harus terlihat dalam keputusan sehari-hari, memilih memeriksa informasi sebelum menerbitkannya, menolak tekanan untuk mengubah fakta, memberi ruang kepada pihak yang diberitakan, dan bersedia memperbaiki kesalahan ketika bukti menunjukkan adanya kekeliruan.

Jurnalis muda juga perlu membangun solidaritas profesional. Pers yang sehat membutuhkan wartawan yang kompeten, tetapi juga membutuhkan lingkungan kerja yang memungkinkan mereka menjalankan tugas tanpa intimidasi dan tekanan yang tidak semestinya.

Menghidupkan Kembali Makna Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda lahir dari kesadaran bahwa perbedaan tidak harus menjadi penghalang untuk mencapai tujuan bersama.

Semangat tersebut relevan bagi pers yang bekerja di tengah masyarakat majemuk dan arus informasi yang kerap memperuncing perbedaan.

Dalam konteks ini, jurnalisme memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang akurat, membuka ruang dialog, mengungkap persoalan publik, dan membantu masyarakat memahami perbedaan secara proporsional.

Pers tidak harus kehilangan sikap kritis demi menjaga persatuan.

Justru melalui kritik yang berbasis fakta, pengawasan terhadap kekuasaan, dan pengungkapan persoalan secara bertanggung jawab, pers dapat berkontribusi pada kehidupan demokrasi yang lebih sehat.

Namun, persatuan juga tidak boleh menjadi alasan untuk menutup-nutupi masalah.

Semangat kebangsaan harus berjalan bersama keberanian mengungkap penyimpangan, membela kepentingan masyarakat, dan memastikan suara kelompok yang rentan tidak tenggelam dalam hiruk-pikuk pemberitaan.

Di sinilah makna perjuangan melalui pena menemukan relevansinya.

Wartawan tidak mengulang bentuk perjuangan para pendahulu secara persis, tetapi meneruskan nilai dasarnya, keberanian menyampaikan kebenaran dan kesediaan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan sempit.

Menjaga Api yang Tidak Boleh Padam

Memperingati Sumpah Pemuda seharusnya tidak berhenti pada seremoni, slogan, atau kutipan sejarah.

Momentum ini perlu menjadi ruang evaluasi bagi seluruh ekosistem pers, mulai dari wartawan, pemimpin redaksi, pemilik perusahaan media, organisasi profesi, hingga masyarakat sebagai pengguna informasi.

Perusahaan pers perlu membangun model bisnis yang tidak menjadikan kualitas jurnalistik sebagai korban efisiensi. Redaksi perlu memastikan bahwa kecepatan tetap berjalan bersama verifikasi.

Wartawan harus terus meningkatkan kompetensi dan menjaga integritas. Sementara itu, masyarakat perlu mengembangkan kebiasaan memeriksa sumber dan tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Tidak ada satu pihak yang dapat memperbaiki ekosistem media sendirian. Kualitas jurnalisme lahir dari pertemuan antara profesionalisme wartawan, tanggung jawab perusahaan, kebebasan pers, dan partisipasi publik.

Hampir seabad lalu, para pemuda menyatukan tekad melalui sebuah ikrar yang mengubah perjalanan bangsa.

Hari ini, insan pers menghadapi ujian untuk menjaga agar ruang informasi tidak dikuasai oleh sensasi, manipulasi, dan kepentingan sesaat.

Pena mungkin tidak lagi berhadapan dengan tantangan yang sama seperti pada 1928. Namun, tanggung jawab moralnya tetap besar.

Sebab, ketika informasi menjadi dasar masyarakat mengambil keputusan, kesalahan jurnalistik dapat melahirkan dampak yang jauh melampaui satu halaman berita.

Menjaga api Sumpah Pemuda dalam jurnalisme berarti memastikan bahwa setiap kata memiliki tanggung jawab, setiap fakta melalui pemeriksaan, dan setiap berita tetap berpihak pada kepentingan publik.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pers bukan sekadar seberapa banyak berita yang terbit atau seberapa tinggi jumlah klik yang diperoleh.

Ukuran yang lebih mendasar adalah seberapa besar jurnalisme membantu masyarakat memahami kenyataan, mengawasi kekuasaan, dan menemukan kebenaran.

Di tengah badai industri media dan perubahan teknologi, idealisme tidak boleh menjadi barang mewah.

Ia harus tetap menjadi fondasi. Sebab, selama pena masih digunakan untuk mencari dan menyampaikan kebenaran, api perjuangan para pemuda akan terus menyala dalam kehidupan pers Indonesia.

penulis adalah wartawan aktif di Provinsi Jambi(*)