Penerbangan Jakarta–Jambi Didominasi Sore dan Malam, Cek Jam Kedatangannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sebanyak delapan penerbangan dari Jakarta dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi pada Rabu 14 Oktober 2026.

Seluruh penerbangan dalam daftar tersebut berasal dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), dengan jadwal kedatangan mulai pukul 16.20 WIB hingga 19.45 WIB.

Super Air Jet menjadi maskapai dengan jadwal kedatangan paling awal pada sore hari melalui penerbangan IU 840 pukul 16.20 WIB.

Selanjutnya, Citilink QG 964 dijadwalkan tiba pukul 17.00 WIB.

Perhatian tertuju pada pukul 17.20 WIB, ketika Batik Air ID 6804 dan Super Air Jet IU 842 tercatat memiliki jadwal kedatangan yang sama.

Setelah itu, penerbangan berlanjut hingga malam melalui Citilink, Batik Air, dan Garuda Indonesia.

Informasi ini penting bagi keluarga, kerabat, maupun pihak lain yang berencana menjemput penumpang di bandara.

Namun, waktu dalam daftar merupakan jadwal yang tersedia dan bukan konfirmasi waktu pendaratan aktual setiap pesawat.

Daftar Jadwal Kedatangan Pesawat di Bandara Sultan Thaha Jambi

Berikut rincian delapan jadwal kedatangan pesawat dari Jakarta pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Waktu kedatangan Maskapai Nomor penerbangan Asal
16.20 WIB Super Air Jet IU 840 Jakarta (CGK)
17.00 WIB Citilink QG 964 Jakarta (CGK)
17.20 WIB Batik Air ID 6804 Jakarta (CGK)
17.20 WIB Super Air Jet IU 842 Jakarta (CGK)
18.25 WIB Citilink QG 960 Jakarta (CGK)
18.40 WIB Batik Air ID 6806 Jakarta (CGK)
19.20 WIB Garuda Indonesia GA 126 Jakarta (CGK)
19.45 WIB Garuda Indonesia GA 128 Jakarta (CGK)

Jadwal tersebut mencakup empat maskapai, yaitu Super Air Jet, Citilink, Batik Air, dan Garuda Indonesia.

Seluruh penerbangan menghubungkan Jakarta dengan Jambi melalui rute yang tercantum dalam data kedatangan.

Dua Penerbangan Dijadwalkan Tiba Pukul 17.20 WIB

Salah satu waktu yang perlu diperhatikan penjemput adalah pukul 17.20 WIB.

Pada waktu tersebut, Batik Air melalui penerbangan ID 6804 dan Super Air Jet melalui penerbangan IU 842 tercatat memiliki jadwal kedatangan yang sama.

Kedua penerbangan berasal dari Jakarta. Meski jadwalnya bertepatan, waktu pendaratan aktual dapat berbeda sesuai kondisi operasional masing-masing pesawat.

Penjemput sebaiknya mencocokkan nomor penerbangan dengan informasi yang diterima dari penumpang.

Cara ini membantu menghindari kekeliruan, terutama ketika beberapa penerbangan memiliki jadwal kedatangan berdekatan.

Selain itu, penjemput perlu memperhitungkan waktu bagi penumpang untuk turun dari pesawat, mengambil bagasi, dan keluar menuju area penjemputan. Waktu tersebut dapat berbeda untuk setiap penerbangan.

Kedatangan Berlanjut hingga Pukul 19.45 WIB

Setelah dua penerbangan yang dijadwalkan tiba pukul 17.20 WIB, Citilink QG 960 dijadwalkan mendarat pukul 18.25 WIB. Batik Air ID 6806 menyusul pada pukul 18.40 WIB.

Dua penerbangan Garuda Indonesia melengkapi daftar kedatangan malam. GA 126 dijadwalkan tiba pukul 19.20 WIB, sedangkan GA 128 tercatat tiba pukul 19.45 WIB.

Dengan susunan tersebut, rentang pukul 17.00–19.45 WIB menjadi periode dengan beberapa jadwal kedatangan yang berdekatan.

Kondisi ini perlu diperhatikan oleh penjemput yang ingin mengatur waktu keberangkatan dari rumah atau tempat kerja menuju bandara.

Meski demikian, jadwal yang berdekatan tidak otomatis menunjukkan kepadatan terminal atau antrean penumpang.

Kondisi aktual di area kedatangan bergantung pada jumlah penumpang, proses bagasi, dan operasional bandara saat itu.

Cara Memastikan Jadwal Kedatangan Pesawat

Jadwal pesawat dapat berubah karena cuaca, kondisi teknis, maupun kebutuhan operasional penerbangan.

Oleh sebab itu, penjemput sebaiknya tidak hanya mengandalkan jadwal awal ketika merencanakan perjalanan ke bandara.

Untuk memperoleh informasi terkini, penjemput dapat melakukan langkah berikut:

  • Periksa status penerbangan melalui aplikasi atau situs resmi maskapai.
  • Cocokkan nomor penerbangan, bukan hanya nama maskapai atau kota asal.
  • Pantau informasi dari kanal resmi Bandara Sultan Thaha Jambi.
  • Sesuaikan waktu berangkat menuju bandara dengan perkembangan estimasi kedatangan.
  • Koordinasikan kembali dengan penumpang apabila terjadi perubahan jadwal.

Langkah tersebut membantu penjemput mengurangi risiko datang terlalu awal atau terlambat akibat perubahan waktu kedatangan.

Pastikan Nomor Penerbangan Sebelum Menjemput

Delapan penerbangan dari Jakarta dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi pada Rabu 14 Oktober 2026, dengan kedatangan pertama pukul 16.20 WIB dan jadwal terakhir pukul 19.45 WIB.

Batik Air dan Super Air Jet memiliki jadwal kedatangan bersamaan pada pukul 17.20 WIB. Sementara itu, Garuda Indonesia melayani dua kedatangan malam dengan selisih waktu 25 menit.

Bagi masyarakat yang hendak menjemput keluarga atau kerabat, memeriksa nomor penerbangan dan status terbaru menjadi langkah penting sebelum menuju bandara.

Dengan informasi yang tepat, penjemput dapat mengatur waktu perjalanan secara lebih efisien.(*)




Cek Jadwal Pesawat Jambi–Jakarta 14 Oktober 2026, Keberangkatan Terakhir Pukul 20.30 WIB

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Bandara Sultan Thaha Jambi mencatat tujuh jadwal keberangkatan pesawat menuju Jakarta pada Rabu 14 Oktober 2026.

Penerbangan tersebut dilayani empat maskapai, yakni Batik Air, Citilink, Super Air Jet, dan Garuda Indonesia.

Berdasarkan jadwal yang tersedia, penerbangan pertama berangkat pukul 06.00 WIB menggunakan Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6807.

Setelah itu, tidak ada jadwal keberangkatan berikutnya hingga pukul 17.30 WIB, saat Citilink melayani rute Jambi–Jakarta dengan nomor penerbangan QG 965.

Jadwal penerbangan kemudian berlanjut hingga malam hari.

Dua penerbangan tercatat berangkat pada pukul 18.00 WIB, disusul Citilink pukul 18.55 WIB dan dua penerbangan Garuda Indonesia pada pukul 20.05 WIB serta 20.30 WIB.

Pola jadwal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar keberangkatan menuju Jakarta terkonsentrasi pada sore hingga malam hari.

Daftar Jadwal Pesawat Jambi–Jakarta 14 Oktober 2026

Berikut jadwal keberangkatan dari Bandara Sultan Thaha Jambi menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, berdasarkan data yang tersedia.

Waktu Maskapai Nomor penerbangan Tujuan
06.00 WIB Batik Air ID 6807 Jakarta (CGK)
17.30 WIB Citilink QG 965 Jakarta (CGK)
18.00 WIB Super Air Jet IU 843 Jakarta (CGK)
18.00 WIB Batik Air ID 6805 Jakarta (CGK)
18.55 WIB Citilink QG 961 Jakarta (CGK)
20.05 WIB Garuda Indonesia GA 127 Jakarta (CGK)
20.30 WIB Garuda Indonesia GA 129 Jakarta (CGK)

Data tersebut memuat tujuh jadwal keberangkatan. Penumpang tetap perlu memeriksa kembali jadwal sesuai tiket karena waktu keberangkatan dapat berubah mengikuti kondisi operasional maskapai dan bandara.

Jeda Penerbangan Pagi ke Sore Mencapai 11,5 Jam

Salah satu hal yang menonjol dari jadwal penerbangan kali ini adalah jeda panjang antara keberangkatan pertama dan kedua.

Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6807 dijadwalkan berangkat pukul 06.00 WIB. Sementara itu, penerbangan berikutnya, Citilink QG 965, tercatat berangkat pukul 17.30 WIB.

Artinya, terdapat jeda waktu 11 jam 30 menit antara kedua jadwal tersebut.

Setelah penerbangan sore pertama, pilihan keberangkatan menuju Jakarta tersedia dalam beberapa waktu berbeda hingga pukul 20.30 WIB.

Pola ini penting bagi calon penumpang yang sedang memilih waktu perjalanan.

Penumpang perlu menyesuaikan jadwal keberangkatan dengan kebutuhan perjalanan dan memastikan waktu yang tertera pada tiket.

Dua Penerbangan Dijadwalkan Berangkat Pukul 18.00 WIB

Jadwal sore menunjukkan dua penerbangan berbeda pada pukul 18.00 WIB, yakni Super Air Jet IU 843 dan Batik Air ID 6805.

Kedua jadwal tersebut memiliki waktu keberangkatan yang sama dalam daftar yang tersedia.

Namun, informasi ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa kedua pesawat akan lepas landas tepat bersamaan karena jadwal aktual dapat mengalami penyesuaian.

Setelah itu, Citilink QG 961 dijadwalkan berangkat pukul 18.55 WIB. Rangkaian penerbangan berlanjut dengan Garuda Indonesia GA 127 pukul 20.05 WIB dan GA 129 pukul 20.30 WIB.

Dengan demikian, penumpang memiliki beberapa pilihan jadwal penerbangan menuju Jakarta pada sore dan malam hari, sesuai ketersediaan tiket serta ketentuan masing-masing maskapai.

Penumpang Diminta Memeriksa Jadwal Sebelum ke Bandara

Calon penumpang sebaiknya memeriksa kembali nomor penerbangan, waktu keberangkatan, dan status penerbangan sebelum menuju Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pengecekan dapat dilakukan melalui aplikasi atau situs resmi maskapai, layanan pelanggan, maupun kanal informasi resmi bandara.

Langkah ini penting untuk mengantisipasi perubahan jadwal yang mungkin terjadi.

Penumpang juga perlu memperhitungkan waktu perjalanan menuju bandara dan mengikuti ketentuan check-in yang tercantum pada tiket atau informasi maskapai.

Waktu kedatangan yang disarankan dapat berbeda sesuai ketentuan penerbangan dan layanan yang digunakan.

Untuk menghindari kekeliruan, pastikan nomor penerbangan pada tiket sesuai dengan jadwal yang akan digunakan.

Hal ini terutama penting bagi penumpang yang memilih penerbangan dengan waktu keberangkatan berdekatan.

Empat Maskapai Layani Rute Jambi–Jakarta

Empat maskapai tercatat melayani tujuh jadwal keberangkatan menuju Jakarta pada Rabu ini.

Batik Air menyediakan dua jadwal, yakni pukul 06.00 WIB dan 18.00 WIB. Citilink juga memiliki dua jadwal, masing-masing pukul 17.30 WIB dan 18.55 WIB.

Garuda Indonesia menjadwalkan dua penerbangan malam pada pukul 20.05 WIB dan 20.30 WIB. Sementara itu, Super Air Jet tercatat memiliki satu jadwal keberangkatan pada pukul 18.00 WIB.

Seluruh jadwal dalam daftar tersebut mengarah ke Jakarta dengan kode bandara CGK, yang merujuk pada Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Meski tersedia tujuh jadwal, penumpang tetap perlu memastikan ketersediaan kursi, ketentuan tiket, dan status penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai sebelum melakukan perjalanan.(*)




Jarak Pandang Bandara Jambi Turun ke 1.100 Meter, Penerbangan Pagi Terbatas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi menurun hingga 1.100 meter pada Rabu 14 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB.

Kondisi tersebut terjadi setelah jarak pandang sempat mencapai 3.800 meter pada pukul 06.00 WIB, berdasarkan data pemantauan yang diterima.

Perubahan jarak pandang pada pagi hari menjadi perhatian dalam operasional penerbangan di bandara tersebut.

Hingga pukul 09.00 WIB, baru satu penerbangan keberangkatan yang tercatat, yakni ID 6807 tujuan Jakarta, yang telah berangkat pada pukul 06.00 WIB.

Sementara itu, penerbangan berikutnya dalam jadwal yang tersedia berlangsung pada sore hari.

Sejumlah maskapai juga menjadwalkan penerbangan pada sore hingga malam sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi jarak pandang yang terbatas pada pagi hingga siang hari.

Data pemantauan pada 14 Oktober 2026 menunjukkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi mengalami perubahan cukup besar sepanjang pagi.

Berikut rincian jarak pandang berdasarkan waktu pengamatan:

Waktu pengamatan Jarak pandang
06.00 WIB 3.800 meter
07.00 WIB 1.600 meter
08.00 WIB 1.900 meter
09.00 WIB 1.100 meter

Jarak pandang turun dari 3.800 meter pada pukul 06.00 WIB menjadi 1.600 meter satu jam kemudian.

Pada pukul 08.00 WIB, jarak pandang sempat meningkat menjadi 1.900 meter sebelum kembali turun ke 1.100 meter pada pukul 09.00 WIB.

Data tersebut memperlihatkan bahwa jarak pandang tidak menurun secara berurutan setiap jam, tetapi mengalami fluktuasi.

Angka terendah dalam rangkaian pengamatan tersebut tercatat pada pukul 09.00 WIB.

Di tengah perubahan jarak pandang tersebut, penerbangan ID 6807 tujuan Jakarta menjadi satu-satunya penerbangan keberangkatan yang tercatat telah berangkat hingga pukul 09.00 WIB.

Jadwal penerbangan berikutnya dalam informasi yang tersedia berada pada sore hari.

Sejumlah maskapai turut mengatur jadwal penerbangan sore dan malam sebagai antisipasi terhadap kondisi jarak pandang yang terbatas sejak pagi hingga siang.

Meski demikian, data tersebut belum menunjukkan bahwa seluruh penerbangan pagi mengalami pembatalan atau penundaan.

Kepastian mengenai perubahan jadwal setiap penerbangan perlu merujuk pada informasi resmi bandara dan maskapai terkait.

Jarak pandang merupakan salah satu faktor yang diperhitungkan dalam operasional penerbangan, terutama ketika kondisi atmosfer membatasi visibilitas di sekitar bandara.

Keputusan untuk memberangkatkan, menunda, atau menyesuaikan penerbangan tidak hanya bergantung pada angka jarak pandang.

Maskapai dan pihak operasional penerbangan juga mempertimbangkan kondisi cuaca, prosedur penerbangan, kemampuan fasilitas navigasi, serta ketentuan keselamatan yang berlaku.

Karena itu, perubahan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi perlu dipantau bersama perkembangan jadwal penerbangan sepanjang hari.

Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari Jambi pada Rabu 14 Oktober 2026 sebaiknya memeriksa status penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.

Data jarak pandang pada pagi hari ini memberikan gambaran kondisi visibilitas di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Perkembangan selanjutnya tetap bergantung pada hasil pemantauan cuaca dan informasi operasional resmi sepanjang hari.(*)




Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Bandara Jambi Siapkan Operasional hingga Tengah Malam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Bandara Sultan Thaha Jambi membuka opsi penambahan jam operasional di luar jadwal normal pukul 19.00 WIB untuk mengakomodasi penerbangan yang terdampak kabut asap.

Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku otomatis setiap hari karena bergantung pada permintaan maskapai dan kebutuhan operasional.

Stem Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, menjelaskan bahwa bandara beroperasi secara normal mulai pukul 05.00 hingga 19.00 WIB.

Pengelola dapat memperpanjang waktu operasional apabila penerbangan mengalami keterlambatan akibat kondisi cuaca dan keterbatasan jarak pandang.

“Jam operasional normal Bandara Sultan Thaha adalah pukul 05.00 sampai 19.00 WIB. Terkait kondisi cuaca saat ini, pihak bandara menambah jam operasional di atas pukul 19.00 WIB atas permintaan maskapai untuk mengakomodasi penerbangan yang terdampak cuaca dan minimnya jarak pandang akibat kabut asap,” jelas Ikhsan.

Ikhsan menegaskan bahwa penambahan jam operasional bersifat situasional.

Bandara tidak otomatis memperpanjang layanan setiap malam, melainkan menyesuaikannya dengan kebutuhan penerbangan yang mengalami keterlambatan hingga melewati jadwal operasional normal.

Skema tersebut memberi ruang bagi maskapai untuk mengakomodasi penerbangan yang tertunda.

Meski demikian, perubahan jam operasional tidak serta-merta menjamin seluruh penerbangan dapat berangkat atau tiba sesuai rencana karena kondisi cuaca dan pertimbangan keselamatan tetap menjadi faktor penentu.

Bagi penumpang, kondisi ini membuat pemantauan jadwal penerbangan menjadi penting, terutama ketika kabut asap mengurangi jarak pandang di sekitar bandara.

Penumpang sebaiknya memeriksa informasi terbaru melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara untuk mengantisipasi perubahan jadwal maupun keterlambatan.

Selain menangani penerbangan yang terlambat, penambahan waktu operasional juga mempertimbangkan kebutuhan penerbangan untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Menurut Ikhsan, kegiatan OMC dapat berlangsung pada malam hari, yakni dalam rentang pukul 19.00 hingga 24.00 WIB.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengaturan operasional di luar jadwal reguler.

Dengan demikian, jadwal normal Bandara Sultan Thaha Jambi tetap berlangsung pukul 05.00–19.00 WIB.

engelola menyesuaikan jam tambahan berdasarkan kebutuhan penerbangan dan kondisi operasional yang dihadapi.

Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang dan memengaruhi kelancaran penerbangan.

Dalam situasi tersebut, maskapai dan pengelola bandara perlu menyesuaikan pelaksanaan penerbangan dengan kondisi cuaca serta ketentuan keselamatan yang berlaku.

Perpanjangan jam operasional memberi fleksibilitas dari sisi waktu layanan bandara, tetapi tidak menghilangkan risiko akibat jarak pandang yang terbatas.

Keputusan untuk melanjutkan, menunda, atau menyesuaikan penerbangan tetap bergantung pada evaluasi operasional dan keselamatan.

Karena itu, penanganan dampak kabut asap tidak hanya membutuhkan penyesuaian jadwal bandara, tetapi juga informasi yang cepat dan akurat kepada penumpang.

Bandara Sultan Thaha Jambi melalui kebijakan operasional yang fleksibel berupaya mengakomodasi kebutuhan maskapai dan mendukung kelancaran penerbangan.

Namun, penerapan jam tambahan tetap bersifat kondisional dan mengikuti kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.(*)




Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Rp2.574.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tidak mengalami perubahan pada Rabu, 13 Oktober 2026.

Berdasarkan data laman Logam Mulia yang dipantau pukul 08.48 WIB, harga emas Antam bertahan di angka Rp2.574.000 per gram.

Harga jual kembali atau buyback juga tidak bergerak dan berada di level Rp2.383.000 per gram.

Kondisi tersebut menunjukkan harga emas Antam belum berubah dibandingkan posisi sebelumnya pada saat pemantauan.

Meski demikian, harga jual maupun buyback dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan dari Logam Mulia.

Bagi masyarakat yang berencana membeli emas batangan, harga berdasarkan berat menjadi salah satu pertimbangan penting.

Selain harga dasar, pembeli juga perlu memperhitungkan ketentuan pajak yang berlaku.

Daftar Harga Emas Antam Rabu Ini

Berikut daftar harga dasar emas batangan Antam berdasarkan ukuran yang tercantum pada data Logam Mulia:

Berat emas Harga dasar
0,5 gram Rp1.337.000
1 gram Rp2.574.000
2 gram Rp5.088.000
3 gram Rp7.607.000
5 gram Rp12.645.000
10 gram Rp25.235.000
25 gram Rp62.962.000
50 gram Rp125.845.000
100 gram Rp251.612.000
250 gram Rp628.765.000
500 gram Rp1.257.320.000
1.000 gram Rp2.514.600.000

Harga tersebut merupakan harga dasar sesuai data yang diberikan. Total pembayaran pembelian dapat berbeda setelah memperhitungkan pajak yang berlaku.

Harga Buyback Emas Antam Bertahan di Rp2,383 Juta

Selain harga jual, investor juga perlu memperhatikan harga buyback, yakni harga yang menjadi acuan ketika pemilik menjual kembali emasnya kepada Antam melalui layanan yang berlaku.

Pada pemantauan Rabu pukul 08.48 WIB, harga buyback tercatat Rp2.383.000 per gram.

Selisih antara harga jual emas 1 gram dan harga buyback mencapai Rp191.000 per gram sebelum memperhitungkan pajak atau biaya lain yang mungkin berlaku.

Selisih ini perlu menjadi pertimbangan bagi pembeli yang ingin menjual kembali emas dalam jangka pendek.

Karena itu, keputusan membeli emas sebaiknya tidak hanya mengacu pada perubahan harga harian.

Pembeli juga perlu mempertimbangkan tujuan investasi, jangka waktu kepemilikan, dan selisih harga jual dengan harga pembelian kembali.

Ketentuan Pajak Pembelian dan Buyback

Transaksi emas Antam juga mengikuti ketentuan perpajakan yang berlaku.

Berdasarkan informasi dalam data yang disampaikan, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta dikenai Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen, yang dipotong langsung dari nilai transaksi.

Sementara itu, pembelian emas dikenai PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar sesuai ketentuan yang disebutkan dalam informasi tersebut.

Pembeli maupun penjual sebaiknya memeriksa kembali ketentuan pajak terbaru dan bukti transaksi melalui kanal resmi Logam Mulia sebelum melakukan transaksi.

Harga emas dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, masyarakat yang hendak membeli atau menjual emas perlu mengecek harga terbaru pada hari transaksi agar dapat menghitung nilai pembelian maupun hasil penjualan secara lebih akurat.(*)




Irjen Pol Drs Widodo Disambut Silat dan Pedang Pora! Polda Jambi Dorong Polri Humanis dan Profesional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Tradisi adat Melayu mewarnai penyambutan Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., di Markas Polda Jambi, Rabu 14 Oktober 2026.

Prosesi tersebut mengangkat kearifan lokal sebagai bagian dari penghormatan kepada pimpinan baru sekaligus menegaskan identitas budaya masyarakat Jambi.

Penyambutan berlangsung dengan sejumlah rangkaian adat, mulai dari jajar hormat, pedang pora, pertunjukan silat Melayu, hingga penyampaian kato bejawab dan penaburan beras kunyit.

Kegiatan itu dihadiri Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, S.I.K., M.Si., Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Subandi, S.I.K., M.H., para pejabat utama Polda Jambi, para Kapolres dan Kapolresta jajaran, serta pengurus Bhayangkari Daerah Jambi.

Rangkaian kegiatan dimulai saat Kapolda Jambi beserta istri tiba di pintu masuk Mapolda Jambi dan menerima sambutan dari petugas adat Melayu.

Prosesi berlanjut dengan jajar hormat dan Lapsat, kemudian pedang pora sebagai bagian dari tradisi penyambutan di lingkungan kepolisian.

Saat memasuki lobi Mapolda, Kapolda juga menerima sambutan melalui pertunjukan silat Melayu Jambi.

Petugas Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi selanjutnya menyampaikan kato bejawab, yang menjadi bagian dari tata cara adat dalam prosesi tersebut.

Penaburan beras kunyit turut melengkapi rangkaian penyambutan.

Penggunaan unsur adat dalam kegiatan resmi ini menghadirkan identitas budaya lokal di lingkungan institusi kepolisian.

Tradisi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai Melayu Jambi di tengah kehidupan masyarakat modern.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan tradisi penyambutan itu tidak hanya berfungsi sebagai seremoni, tetapi juga mencerminkan penghormatan terhadap budaya daerah.

“Tradisi penyambutan dengan adat Melayu Jambi ini merupakan wujud penghormatan dan penghargaan terhadap nilai-nilai budaya daerah. Kearifan lokal menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan dalam pelaksanaan tugas,” ujar Erlan.

Menurutnya, nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap budaya lokal dapat menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat.

Namun, kedekatan tersebut juga membutuhkan tindak lanjut dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Profesionalisme, kualitas pelayanan, respons terhadap pengaduan, serta kemampuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi aspek penting dalam membangun kepercayaan publik.

Erlan berharap kepemimpinan Kapolda Jambi yang baru dapat mendorong seluruh personel meningkatkan soliditas, menjaga profesionalisme, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Ia juga menegaskan komitmen Polda Jambi untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mewujudkan Polri yang humanis dan profesional.

Penyambutan melalui adat Melayu menjadi penanda awal kehadiran Widodo di Mapolda Jambi.

Tantangan berikutnya terletak pada penerjemahan harapan tersebut ke dalam kinerja kepolisian, termasuk konsistensi pelayanan, transparansi, dan respons terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, pelestarian budaya dan penguatan profesionalisme dapat berjalan beriringan dalam mendukung hubungan yang lebih baik antara Polda Jambi dan masyarakat di Provinsi Jambi.(*)




Antisipasi Karhutla di Jambi, Yonif 142 dan BPBD Perkuat Kesiapan Personel

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kesiapan personel dan koordinasi lintas instansi menjadi perhatian dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi.

Untuk memperkuat kemampuan tersebut, Batalyon Infanteri (Yonif) 142/Ksatria Jaya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi menggelar latihan pemantapan penanggulangan kebakaran pada Selasa 13 Oktober 2026.

Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama ketika kondisi kemarau dan vegetasi kering dapat meningkatkan risiko penyebaran api.

Selain mengasah keterampilan teknis, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi prajurit TNI dan petugas BPBD untuk memperkuat koordinasi, memahami pembagian tugas, serta menyelaraskan langkah ketika menghadapi situasi darurat.

Komandan Yonif 142/Ksatria Jaya, Letkol Inf Aries Munandar Effendi, menegaskan bahwa kesiapsiagaan membutuhkan latihan berkelanjutan, penguasaan prosedur, dan kemampuan personel untuk bertindak secara terkoordinasi.

“Latihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi kebakaran. Kemampuan yang dimiliki harus terus diasah agar prajurit dapat bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika dibutuhkan dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan menghadapi kebakaran tidak hanya bergantung pada jumlah personel.

Penguasaan teknik penanganan, pemahaman prosedur operasional, serta penggunaan peralatan yang tepat juga menentukan efektivitas respons di lapangan.

Personel juga perlu mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas, mengingat penanganan kebakaran dapat menghadirkan risiko dari panas, asap, perubahan arah angin, hingga kondisi medan yang sulit.

Penanggulangan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai unsur, mulai dari TNI, BPBD, pemerintah daerah, hingga pihak lain yang terlibat dalam penanganan bencana.

Melalui latihan bersama, setiap unsur dapat memperkuat pemahaman mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing.

Koordinasi yang baik juga membantu mengurangi risiko tumpang tindih tugas ketika personel harus bergerak dalam situasi darurat.

Kolaborasi tersebut penting agar upaya penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mendukung pencegahan, pengamanan wilayah, dan perlindungan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran.

Meski demikian, efektivitas kesiapsiagaan juga bergantung pada tindak lanjut setelah latihan, termasuk pemeliharaan peralatan, kesiapan personel, kejelasan jalur komunikasi, dan kemampuan merespons laporan kebakaran secara cepat.

Kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas ekonomi.

Asap kebakaran berpotensi mengganggu kualitas udara, sedangkan api yang meluas dapat mengancam permukiman dan kawasan produktif.

Karena itu, latihan penanggulangan perlu berjalan seiring dengan upaya pencegahan. Pemantauan wilayah rawan, penyampaian informasi kepada masyarakat, pelaporan dini, serta penanganan sumber api sesuai prosedur menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko.

Melalui kegiatan bersama BPBD Kota Jambi, Yonif 142/Ksatria Jaya diharapkan semakin siap mendukung penanggulangan bencana sesuai tugas dan kewenangannya.

Kesiapan personel, koordinasi antarlembaga, dan partisipasi masyarakat menjadi unsur penting untuk memperkuat perlindungan terhadap lingkungan serta mengurangi dampak kebakaran di wilayah Jambi.(*)




Bupati Dillah Buka TMMD ke-130 di Tanjab Timur, Delapan Jenis Sasaran Fisik Jadi Prioritas

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, resmi dimulai pada Selasa 13 Oktober 2026.

Program yang digelar Kodim 0419/Tanjab ini menyasar peningkatan jalan sepanjang 2.690 meter serta perbaikan sejumlah fasilitas dasar di Desa Merbau, Kecamatan Mendahara.

Selain infrastruktur jalan, Satgas TMMD menargetkan tiga unit rumah tidak layak huni (RTLH), lima sumur bor, serta rehabilitasi tempat ibadah, fasilitas pendidikan, pos keamanan lingkungan, dan sarana olahraga.

Bupati Tanjung Jabung Timur, Hj. Dillah Hikmah Sari, S.T., memimpin upacara pembukaan di Lapangan Sepak Bola Desa Merbau. Dalam kegiatan tersebut, Komandan Satgas TMMD yang juga menjabat Dandim 0419/Tanjab, Letkol Inf Zulhiardi, S.I.P., M.Han., menyampaikan laporan kesiapan dan sasaran program.

Peningkatan kualitas jalan sepanjang 2.690 meter menjadi sasaran utama TMMD ke-130 di Desa Merbau.

Perbaikan akses tersebut diharapkan mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung distribusi hasil usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Satgas juga menargetkan pembangunan tiga unit RTLH dan lima sumur bor. Kedua sasaran ini menyentuh kebutuhan dasar warga, terutama hunian yang layak dan ketersediaan akses air bersih.

Pada sektor fasilitas publik, TMMD ke-130 mencakup rehabilitasi satu bangunan mushola, satu sekolah madrasah, satu gedung sekolah dasar, serta satu pos kamling.

Program tersebut juga menyasar perbaikan satu lapangan sepak bola dan satu lapangan voli untuk mendukung kegiatan olahraga dan interaksi sosial masyarakat.

Dengan cakupan tersebut, TMMD di Desa Merbau tidak hanya berorientasi pada pembangunan jalan, tetapi juga mencakup perumahan, air bersih, pendidikan, tempat ibadah, keamanan lingkungan, dan sarana olahraga.

Dalam sambutannya, Bupati Dillah Hikmah Sari mengapresiasi pelaksanaan TMMD ke-130 dan mengajak masyarakat bekerja sama dengan personel Satgas TNI.

“TMMD ke-130 ini merupakan hal yang sangat positif. Saya berharap masyarakat bisa saling bekerja sama dan bersinergi dengan tim Satgas TNI untuk bersama-sama membangun desa yang kita cintai ini,” ujar Dillah.

Ajakan tersebut menempatkan partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan desa.

Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga juga diharapkan membantu menjaga hasil pekerjaan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Namun, manfaat program nantinya tidak hanya bergantung pada penyelesaian target fisik.

Kualitas pekerjaan, kesesuaian pembangunan dengan kebutuhan warga, dan pemeliharaan fasilitas juga menentukan keberlanjutan hasilnya.

Upacara pembukaan TMMD ke-130 turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Hadir mewakili Danrem 042/Gapu, Pasi Bhakti Ster Korem 042/Gapu Mayor Inf Adi Hernizam. Turut hadir Wakapolres Tanjab Timur Kompol M. Ridha, M.M., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Suhas P., S.Sos., serta Camat Mendahara Junaidi.

Sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah juga mengikuti kegiatan tersebut, antara lain Kepala Dinas PUPR Nasrul Efendi, Kepala Dinas Perkim Ulfi Rahmad, Kepala Dinas Kesehatan Nasrul Iman, Kepala Dinas Perhubungan M. Hatta, dan Kepala DPMPTSP Rina Mariana.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Satpol PP Gusti Wahyudi, tokoh agama, tokoh adat, para kepala desa se-Kecamatan Mendahara, serta masyarakat Desa Merbau turut menghadiri upacara.

Personel Yonif 142/Raider, Yon TP 844/KB, Kodim 0419/Tanjab, Polres Tanjab Timur, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, pemadam kebakaran, dan siswa-siswi Pramuka Kecamatan Mendahara juga mengikuti upacara sebagai bagian dari unsur peserta.

Dimulainya TMMD ke-130 menandai pelaksanaan program pembangunan lintas sektor di Desa Merbau.

Sasaran berupa jalan, sumur bor, rumah layak huni, sekolah, dan fasilitas umum diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat setempat.

Tahap selanjutnya menjadi penentu sejauh mana seluruh target dapat diselesaikan sesuai rencana.

Informasi mengenai progres pekerjaan, kualitas hasil pembangunan, serta manfaat yang dirasakan warga akan menjadi indikator penting untuk menilai keberhasilan program.

Melalui keterlibatan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, TMMD ke-130 diharapkan mendukung pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat gotong royong di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.(*)




TMMD ke-130 di Tanjab Timur Sasar Jalan 2.690 Meter, Rumah Warga hingga Sumur Bor

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, menyasar pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 2.690 meter serta sejumlah fasilitas dasar masyarakat di Desa Merbau, Kecamatan Mendahara.

Program tersebut juga mencakup pembangunan tiga unit rumah tidak layak huni (RTLH), lima sumur bor, serta rehabilitasi fasilitas pendidikan, tempat ibadah, keamanan lingkungan, dan sarana olahraga.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-130, Letkol Inf Zulhiardi, S.I.P., M.Han., yang juga menjabat Dandim 0419/Tanjab, memaparkan rencana kegiatan tersebut kepada Bupati Tanjung Jabung Timur, Hj. Dillah Hikmah Sari, S.T., sebelum upacara pembukaan berlangsung pada Selasa 13 Oktober 2026.

Pemaparan itu menjadi bagian dari koordinasi awal antara TNI dan pemerintah daerah untuk menyamakan pemahaman mengenai sasaran pembangunan serta pelaksanaan program di Desa Merbau.

Peningkatan kualitas jalan sepanjang 2.690 meter menjadi salah satu prioritas TMMD ke-130 di Desa Merbau.

Infrastruktur tersebut diharapkan mempermudah mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain pembangunan jalan, Satgas TMMD merencanakan pembangunan tiga unit RTLH dan lima sumur bor.

Kedua program tersebut menyasar kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari hunian yang lebih layak hingga akses terhadap air bersih.

Satgas juga akan merehabilitasi sejumlah fasilitas umum, yakni satu bangunan mushola, satu sekolah madrasah, satu gedung sekolah dasar, dan satu pos keamanan lingkungan atau pos kamling.

Pada sektor olahraga, program ini mencakup rehabilitasi satu lapangan sepak bola dan satu lapangan voli. Perbaikan fasilitas tersebut diharapkan mendukung kegiatan olahraga, interaksi sosial, dan aktivitas kepemudaan di desa.

Berbagai sasaran itu menunjukkan bahwa TMMD tidak hanya berfokus pada infrastruktur jalan, tetapi juga menyentuh kebutuhan perumahan, air bersih, pendidikan, tempat ibadah, keamanan, dan fasilitas olahraga.

Dalam paparannya, Letkol Inf Zulhiardi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.

Menurutnya, percepatan pembangunan membutuhkan keterlibatan TNI, pemerintah daerah, kepolisian, serta masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan fisik.

Partisipasi warga dan semangat gotong royong juga memegang peranan penting dalam menjaga serta memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.

Dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dari pelaksanaan program, terutama agar pembangunan sesuai kebutuhan warga dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Meski demikian, keberhasilan program nantinya perlu terlihat dari hasil pekerjaan di lapangan, kualitas infrastruktur, pemanfaatan fasilitas, serta kemampuan masyarakat menjaga hasil pembangunan.

Setelah pemaparan Dansatgas, Bupati Tanjung Jabung Timur bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melanjutkan agenda menuju lapangan sepak bola Desa Merbau untuk mengikuti upacara pembukaan TMMD ke-130.

Program ini diharapkan mendukung pemerataan pembangunan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, khususnya di Desa Merbau, melalui peningkatan akses transportasi dan perbaikan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.

Pelaksanaan di lapangan akan menjadi tahap penting untuk melihat sejauh mana sasaran pembangunan dapat diselesaikan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi warga.(*)




Natalius Pigai: Pembangunan Tak Cukup Fisik, Hak Warga dan Lingkungan Harus Dilindungi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai menekankan bahwa pembangunan harus berjalan seiring dengan perlindungan hak masyarakat, penegakan hukum yang adil, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Menurutnya, kemajuan daerah tidak cukup diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga martabat manusia.

Pesan tersebut disampaikan Pigai saat melakukan kunjungan kerja dan bertemu Wali Kota Jambi Maulana di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Selasa malam 13 Oktober 2026.

Pigai menyoroti pentingnya integritas kepemimpinan dan penegakan hukum yang memberikan keadilan bagi masyarakat.

Pemerintah, menurutnya, perlu memastikan setiap warga memperoleh perlindungan, akses terhadap keadilan, serta perlakuan yang manusiawi.

Persoalan zona merah agraria di Kota Jambi menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Persoalan ini berkaitan dengan sekitar 5.506 Sertifikat Hak Milik (SHM) masyarakat di tujuh kelurahan yang bersinggungan dengan klaim aset eks Pertamina berstatus Barang Milik Negara (BMN).

Pigai Tekankan Hak Warga atas Perlindungan dan Keadilan

Pigai menilai pemahaman masyarakat mengenai hak asasi manusia perlu terus diperkuat melalui pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan yang mudah dipahami serta dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Masyarakat perlu memahami hak-hak dasarnya, mengetahui bentuk perlindungan yang tersedia, serta mengenali jalur pengaduan ketika menghadapi dugaan pelanggaran hak.

Akses terhadap keadilan juga menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan hukum.

Dalam konteks pembangunan daerah, prinsip tersebut menuntut pemerintah untuk memperhatikan kepentingan masyarakat, menjaga integritas dalam pengambilan keputusan, dan menjalankan kewenangan secara bertanggung jawab.

Pigai juga mengingatkan bahwa penegakan hukum yang adil dan perlindungan terhadap martabat manusia harus berjalan beriringan.

Dengan demikian, pembangunan tidak hanya menghasilkan perubahan fisik, tetapi juga memberikan manfaat yang nyata bagi kehidupan masyarakat.

Integritas Pemimpin dan Kelestarian Lingkungan Jadi Perhatian

Selain menekankan perlindungan HAM, Pigai menggarisbawahi pentingnya integritas kepemimpinan.

Integritas menjadi unsur penting dalam menjalankan pemerintahan yang bertanggung jawab dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Ia juga menyoroti kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab dalam pembangunan.

Kemajuan ekonomi dan infrastruktur perlu berjalan dengan perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan serta kehidupan masyarakat.

Pesan tersebut menempatkan perlindungan manusia sebagai bagian penting dari arah pembangunan.

Pemerintah tidak hanya perlu mengejar capaian pembangunan, tetapi juga memperhatikan keadilan, hak masyarakat, dan dampak kebijakan terhadap lingkungan.

Zona Merah Agraria Jambi Menjadi Konteks Perlindungan Hak Warga

Dalam pertemuan dengan Pigai, Wali Kota Jambi Maulana memaparkan persoalan zona merah agraria yang telah berlangsung cukup lama.

Berdasarkan data yang disampaikan Pemkot Jambi, terdapat sekitar 5.506 SHM masyarakat di tujuh kelurahan yang berkaitan dengan persoalan status aset eks Pertamina.

Persoalan tersebut berkaitan dengan klaim aset berstatus Barang Milik Negara, sementara di atas lahan yang dimaksud terdapat sertifikat hak milik atas nama masyarakat.

Pemkot Jambi mengaitkannya dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 92/KMK.06/2008 tentang penetapan status aset eks Pertamina sebagai Barang Milik Negara.

Maulana menyampaikan bahwa penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan koordinasi berbagai instansi, pemeriksaan dokumen kepemilikan, penelusuran riwayat penguasaan tanah, serta kajian terhadap ketentuan hukum yang berlaku.

Pemkot Jambi berencana mengirimkan surat resmi kepada instansi terkait untuk mendorong pembahasan lebih lanjut.

Pemerintah kota juga berupaya menjadi penghubung antara masyarakat dan lembaga yang berwenang.

Sementara itu, Pigai menjelaskan bahwa persoalan lahan yang berkaitan dengan aset negara membutuhkan koordinasi lintas lembaga.

Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) perlu dilibatkan sesuai kewenangannya untuk membahas status serta pencatatan aset.

Pemeriksaan dokumen, aspek administrasi, dan ketentuan hukum menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Pertemuan itu belum menghasilkan keputusan final mengenai status SHM yang berkaitan dengan persoalan zona merah agraria di Kota Jambi.

Pembangunan Harus Memperhatikan Kebutuhan Masyarakat

Dalam kesempatan yang sama, Maulana memaparkan 11 program unggulan Pemkot Jambi yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan dan pemenuhan hak dasar masyarakat.

Program tersebut mencakup akses pendidikan dan kesehatan, perlindungan pekerja rentan, pengelolaan persampahan, perbaikan lingkungan, pemenuhan hak anak, serta pelayanan sosial bagi warga yang membutuhkan.

Pemkot Jambi mengarahkan program-program tersebut untuk mewujudkan Kota Jambi Bahagia, yakni kota yang bersih, aman, harmonis, dan agamis.

Pesan Pigai mengenai perlindungan hak warga, integritas kepemimpinan, penegakan hukum, dan kelestarian lingkungan menjadi pengingat bahwa pembangunan membutuhkan tanggung jawab yang menyeluruh.

Bagi masyarakat, pembangunan yang berkualitas tidak hanya terlihat dari infrastruktur yang berdiri atau pertumbuhan ekonomi yang tercapai.

Kepastian hukum, akses terhadap keadilan, perlindungan hak dasar, dan lingkungan yang terjaga juga menjadi bagian penting dalam menilai keberhasilan pembangunan daerah.(*)