Bupati Kerinci Gandeng Suplier Eropa, Bidik Pasar Global untuk Kayu Manis Lokal

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelemahan harga kayu manis di tingkat petani menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam menjaga pendapatan masyarakat perkebunan.

Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Kerinci menargetkan pengembangan 1 juta bibit kayu manis berkualitas selama lima tahun ke depan sekaligus memperluas peluang pemasaran melalui kerja sama dengan pelaku perdagangan internasional.

Bupati Kerinci, Monadi membahas langkah tersebut saat menerima kunjungan suplier kayu manis dari Belanda, Jerman, dan Swedia di PTPN IV Kayu Aro, Jumat 9 Oktober 2026.

Pertemuan itu membuka peluang penguatan hubungan dagang sekaligus menjadi ruang pembahasan mengenai kualitas produksi dan akses pasar kayu manis asal Kerinci.

Namun, peningkatan produksi saja tidak cukup untuk menjawab persoalan harga yang menekan petani.

Pemerintah daerah juga perlu memperkuat akses pemasaran dan memastikan peningkatan kualitas hasil perkebunan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.

Monadi mengatakan, Pemkab Kerinci menyiapkan target pengembangan 1 juta bibit kayu manis berkualitas dalam lima tahun mendatang.

Pemerintah daerah merencanakan program tersebut melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pihak suplier.

Bibit tersebut nantinya menyasar masyarakat Kabupaten Kerinci, terutama untuk mendukung pengembangan perkebunan kayu manis.

Meski demikian, keberhasilan program akan bergantung pada kesiapan pelaksanaan, kualitas bibit, pendampingan budidaya, dan kesesuaian pengembangan tanaman dengan kebutuhan pasar.

“Kita ingin kulit manis Kerinci semakin berkualitas dan memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional. Karena itu, kita menargetkan pengembangan 1 juta bibit kulit manis berkualitas dalam lima tahun ke depan melalui kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan pihak suplier,” ujar Monadi.

Ia berharap program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani kayu manis.

Peningkatan kualitas produk dan perluasan pasar menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi komoditas unggulan Kerinci di tengah persaingan perdagangan.

Selain pengembangan bibit, Monadi menyoroti pentingnya pembenahan jalur pemasaran kayu manis.

Menurutnya, petani membutuhkan akses pasar yang lebih baik agar memiliki posisi tawar lebih kuat ketika harga komoditas mengalami penurunan.

“Kita harus mencari solusi agar petani tidak terus berada dalam posisi yang lemah ketika harga kulit manis turun. Salah satu langkahnya adalah meningkatkan kualitas produk dan memperpendek rantai pasok melalui kerja sama dengan suplier dari berbagai negara,” katanya.

Kerja sama dengan pelaku perdagangan internasional diharapkan memperluas peluang pemasaran kayu manis Kerinci.

Meski demikian, kunjungan suplier dari Eropa tersebut belum dengan sendirinya membuktikan adanya kontrak pembelian, kepastian volume ekspor, atau harga yang lebih menguntungkan bagi petani.

Karena itu, tindak lanjut berupa kesepakatan dagang, standar kualitas yang jelas, dan mekanisme pembelian yang transparan akan menjadi faktor penting untuk mengukur manfaat kerja sama tersebut.

Kayu manis menjadi salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran ekonomi bagi masyarakat Kerinci.

Pengembangan bibit berkualitas berpotensi mendukung produktivitas perkebunan dalam jangka panjang, sedangkan perluasan akses pasar dapat membuka peluang bagi pemasaran hasil panen.

Kedua langkah tersebut membutuhkan strategi yang saling melengkapi.

Pemerintah perlu memastikan ketersediaan bibit berkualitas dan pendampingan bagi petani, sementara pelaku perdagangan perlu menjelaskan persyaratan mutu, kebutuhan pasar, serta mekanisme pembelian yang dapat diakses produsen lokal.

Di sisi lain, target pengembangan 1 juta bibit dalam lima tahun perlu diikuti indikator pelaksanaan yang terukur.

Informasi mengenai tahapan penyaluran bibit, jumlah penerima manfaat, luas pengembangan lahan, dan perkembangan harga di tingkat petani akan membantu masyarakat menilai kemajuan program.

Pemkab Kerinci berharap kolaborasi dengan pemerintah lintas tingkat dan pelaku perdagangan internasional dapat memperkuat daya saing kayu manis daerah.

Bagi petani, keberhasilan upaya ini pada akhirnya bukan hanya terletak pada bertambahnya jumlah tanaman atau terbukanya peluang pasar, tetapi juga pada peningkatan pendapatan dan kepastian pemasaran hasil perkebunan.(*)




Pasokan BBM Sarolangun Jadi Perhatian, Wabup Gerry Koordinasi Langsung dengan Pertamina

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Sarolangun memperkuat koordinasi dengan Pertamina untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah SPBU di wilayahnya.

Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika turun langsung ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Lubuk Linggau, Kamis 8 Oktober 2026, guna membahas kesinambungan pasokan hingga ke masyarakat.

Pertemuan di Kantor PPN TBBM Lubuk Linggau Ilir tersebut melibatkan jajaran Pertamina, pengelola terminal, serta manajer SPBU dari wilayah Singkut, Pelawan, Bernai, dan Pelayang.

Koordinasi ini menjadi langkah Pemkab untuk memperkuat komunikasi dalam rantai distribusi BBM, mulai dari terminal hingga titik penjualan.

Bagi masyarakat, kelancaran distribusi BBM menyangkut lebih dari sekadar ketersediaan bahan bakar.

Pasokan yang terjaga turut mendukung mobilitas warga, transportasi, kegiatan usaha, dan berbagai layanan publik yang bergantung pada energi.

Wabup Gerry Trisatwika menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan penyaluran BBM berlangsung lancar dan berkesinambungan.

Ia juga meminta seluruh pihak segera menyampaikan kendala di lapangan agar masalah distribusi dapat ditangani tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas.

“Pemerintah Kabupaten Sarolangun ingin memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan dengan baik, lancar dan berkesinambungan. Karena BBM merupakan kebutuhan penting yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah,” ujar Gerry.

Pemkab minta komunikasi distribusi diperkuat

Dalam pertemuan tersebut, Gerry menyoroti pentingnya komunikasi antara pemerintah daerah, Pertamina, pengelola TBBM, dan manajemen SPBU.

Menurutnya, koordinasi yang responsif dapat membantu setiap pihak mengenali potensi hambatan distribusi lebih dini.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga kelancaran distribusi. Jika ada kendala di lapangan, harus segera dikomunikasikan agar dapat dicarikan solusi,” tegasnya.

Pemkab Sarolangun juga mendorong pengelola SPBU menjaga kualitas pelayanan dan menjalankan penyaluran BBM sesuai ketentuan.

Langkah ini penting agar distribusi tidak hanya mengandalkan ketersediaan pasokan dari terminal, tetapi juga berjalan baik pada tingkat pelayanan langsung kepada konsumen.

Wabup Gerry hadir bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Sarolangun, Bustra Desman, serta Kepala Bagian Ekonomi Setda Sarolangun, Davidman Setiawan.

Dari pihak Pertamina, pertemuan tersebut dihadiri jajaran Sales Pertamina Branch Jambi dan Kepala TBBM Lubuk Linggau, Wawan Prabawa.

Para manajer SPBU dari beberapa wilayah di Sarolangun juga mengikuti koordinasi untuk memperkuat komunikasi antara pemasok dan pengelola stasiun pengisian bahan bakar.

Koordinasi antara Pemkab Sarolangun dan Pertamina menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kelancaran pasokan BBM.

Namun, efektivitas langkah tersebut pada akhirnya perlu terlihat melalui distribusi yang konsisten, pelayanan SPBU yang tertib, serta penanganan cepat apabila muncul kendala di lapangan.

Pemkab menyatakan akan melanjutkan koordinasi dan pengawasan bersama Pertamina serta pengelola SPBU.

Pemerintah daerah berharap upaya tersebut dapat menjaga ketersediaan BBM sekaligus mendukung stabilitas kegiatan ekonomi dan pelayanan publik di Kabupaten Sarolangun.

Bagi masyarakat, indikator terpenting bukan hanya pertemuan antarpihak, melainkan kepastian bahwa distribusi berjalan sesuai kebutuhan dan BBM dapat diakses melalui SPBU dengan pelayanan yang baik.

Pemkab Sarolangun berharap sinergi tersebut mendukung aktivitas masyarakat dan pembangunan daerah menuju Sarolangun Maju.(*)




Sudah Salurkan 1,93 Juta Liter Air Bersih! Pemkot Jambi Perkuat Penanganan Kekeringan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mencatat 435 permintaan atau kegiatan penyaluran air bersih selama periode Agustus hingga Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, 336 kegiatan telah selesai, sedangkan 99 lainnya masih dalam proses per 9 Oktober 2026.

Data pada laman pemantauan resmi Pemkot Jambi menunjukkan total distribusi air bersih telah mencapai 1.935.404 liter.

Pemkot bersama sejumlah pihak, terutama Perumda Air Minum Tirta Mayang, menyalurkan air untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Angka tersebut menunjukkan skala bantuan yang telah berjalan. Namun, 99 permintaan yang masih berproses juga menjadi perhatian, terutama terkait waktu penyelesaian dan kebutuhan warga yang belum menerima bantuan.

Pemkot Jambi terus berkoordinasi dengan perangkat daerah dan pihak terkait untuk menjangkau masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama kemarau ekstrem.

Dari 435 permintaan atau kegiatan penyaluran yang tercatat, sekitar 77,2 persen telah selesai, sedangkan 22,8 persen masih dalam proses.

Persentase tersebut merupakan hasil perhitungan berdasarkan data yang tersedia per 9 Oktober 2026.

Penyaluran air bersih menjadi salah satu langkah pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika pasokan air mengalami kendala.

Salah satu kegiatan berlangsung pada 6 Oktober 2026. Saat itu, Pemkot Jambi menyalurkan sekitar 12.000 liter air bersih kepada warga Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru.

Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha turut turun ke lapangan dalam kegiatan tersebut.

Meski jumlah air yang telah disalurkan mencapai lebih dari 1,9 juta liter, data yang tersedia belum merinci jumlah rumah tangga penerima, persebaran bantuan per kelurahan, maupun volume kebutuhan air yang belum terpenuhi.

Informasi tersebut penting untuk menilai apakah distribusi yang berjalan sudah menjangkau seluruh kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Selain mengatasi kesulitan air bersih, Pemkot Jambi menyalurkan masker untuk membantu masyarakat menghadapi penurunan kualitas udara akibat kabut asap.

Hingga periode pelaporan Oktober 2026, sebanyak 3.765 kotak masker telah disalurkan dari total persediaan bantuan sebanyak 5.070 kotak.

Dengan demikian, jumlah yang telah tersalurkan setara dengan sekitar 74,3 persen dari total bantuan yang tercatat.

Penyaluran berlangsung dalam 72 kegiatan dengan melibatkan perangkat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta organisasi kemasyarakatan.

Bantuan masker berasal dari beberapa sumber, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan forum tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Kolaborasi tersebut membantu memperluas jangkauan distribusi.

Meski demikian, data yang tersedia belum menjelaskan jumlah masker per kotak, jenis masker yang dibagikan, maupun jumlah warga yang telah menerima bantuan.

Pemkot Jambi juga menyiagakan pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang berpotensi muncul atau memburuk akibat paparan asap dan polusi udara.

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian ketika kualitas udara memburuk.

Pemerintah mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas berat di luar ruangan saat udara tercemar dan menggunakan masker yang sesuai jika harus beraktivitas di luar.

Masyarakat juga perlu memperhatikan kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan atau jantung.

Warga yang mengalami sesak napas atau gejala berat perlu segera mencari pertolongan medis.

Selain itu, Pemkot Jambi mengambil langkah antisipatif melalui penyesuaian kegiatan pembelajaran sesuai kondisi kualitas udara yang terpantau.

Namun, data mengenai jumlah layanan kesehatan yang diberikan, perkembangan kasus penyakit selama periode tersebut, dan indikator kualitas udara belum tercantum secara terperinci dalam laporan bantuan yang disampaikan.

Dalam penanganan dampak kekeringan dan kabut asap, Pemkot Jambi juga menerima bantuan pangan dari forum CSR. Data yang tersedia mencatat bantuan tersebut sebanyak dua dus.

Informasi mengenai jenis bahan pangan, jumlah penerima, dan mekanisme penyalurannya belum dijelaskan lebih lanjut.

Pemkot Jambi terus mendorong kerja sama dengan perangkat daerah, Forkopimda, dunia usaha, dan organisasi masyarakat untuk membantu warga menghadapi dampak kondisi lingkungan.

Kerja sama tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan air bersih, distribusi masker, kesiapsiagaan layanan kesehatan, serta dukungan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Data pemantauan per 9 Oktober 2026 memperlihatkan bahwa pemerintah telah menjalankan sejumlah langkah untuk merespons kekeringan dan kabut asap.

Penyaluran 1.935.404 liter air bersih dan 3.765 kotak masker menjadi bagian dari upaya tersebut.

Di sisi lain, masih adanya 99 permintaan atau kegiatan penyaluran air bersih yang dalam proses menunjukkan perlunya pembaruan informasi mengenai penyelesaian bantuan.

Kepastian waktu distribusi, lokasi yang masih membutuhkan pasokan, serta jumlah warga penerima akan membantu masyarakat memahami perkembangan penanganan secara lebih transparan.

Pemkot Jambi mengimbau warga menggunakan air secara bijak, menjaga kesehatan, mengurangi paparan udara tercemar ketika kualitas udara memburuk, dan segera mengakses fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan.(*)




Kabut Asap Selimuti Bandara Sultan Thaha, Batik Air Batal Terbang dan Citilink Tertunda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap mengganggu operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Jumat 9 Oktober 2026.

Laporan manajemen bandara mencatat dua penerbangan batal, sementara sejumlah penerbangan Citilink dan Super Air Jet mengalami penundaan akibat kondisi asap yang memengaruhi jarak pandang.

Jarak pandang di bandara sempat turun hingga 800 meter pada pukul 10.00 WIB.

Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang dipantau dalam pengoperasian penerbangan di tengah kabut asap yang menyelimuti wilayah Jambi.

Berdasarkan informasi operasional bandara, satu-satunya penerbangan keberangkatan yang tercatat telah beroperasi pada awal hari tersebut adalah Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta (CGK), yang berangkat pukul 06.05 WIB.

Pesawat itu menggunakan armada yang menginap di bandara atau Remain Overnight (RON).

Sementara itu, dua penerbangan Batik Air, yakni ID 6804 dari Jakarta dan ID 6805 tujuan Jakarta, tercatat berstatus batal atau cancelled.

Jarak pandang sempat turun menjadi 800 meter

Catatan pengamatan Bandara Sultan Thaha menunjukkan jarak pandang berubah-ubah sepanjang Jumat.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.500 meter, kemudian turun menjadi 1.000 meter pada pukul 07.00 WIB.

Jarak pandang sempat membaik menjadi 1.400 meter pada pukul 08.00 WIB, sebelum kembali berubah pada pengamatan berikutnya.

Berikut catatan jarak pandang yang disampaikan pihak bandara:

Waktu Jarak pandang
06.00 WIB 1.500 meter
06.30 WIB 1.200 meter
07.00 WIB 1.000 meter
07.30 WIB 1.200 meter
08.00 WIB 1.400 meter
08.30 WIB 1.100 meter
09.00 WIB 1.000 meter
09.30 WIB 1.300 meter
10.00 WIB 800 meter
10.30 WIB 1.000 meter
11.00 WIB 1.200 meter
12.00 WIB 1.000 meter
13.00 WIB 1.000 meter
14.00 WIB 1.000 meter
15.00 WIB 1.000 meter

Perubahan jarak pandang tersebut menunjukkan kondisi yang perlu terus dipantau oleh pengelola bandara dan maskapai.

Keputusan operasional penerbangan tetap bergantung pada kondisi aktual, ketentuan keselamatan, serta evaluasi pihak terkait.

Dua penerbangan batal, Citilink dan Super Air Jet tertunda

Selain pembatalan dua penerbangan Batik Air, laporan bandara mencatat tiga penerbangan kedatangan yang mengalami penundaan akibat kabut asap.

Penerbangan tersebut meliputi:

  • Citilink QG 960 dari Jakarta (CGK).
  • Citilink QG 966 dari Jakarta (CGK).
  • Super Air Jet IU 840 dari Jakarta (CGK).

Pada sisi keberangkatan, sejumlah penerbangan juga mengalami perubahan jadwal.

Citilink QG 961 tujuan Jakarta dijadwalkan ulang menjadi pukul 20.25 WIB, sedangkan Citilink QG 966 tujuan Jakarta dijadwalkan ulang menjadi pukul 20.40 WIB.

Penerbangan Super Air Jet IU 841 tujuan Jakarta juga tercatat mengalami penundaan akibat asap.

Dalam laporan yang disampaikan, seluruh penerbangan terdampak masih menunggu perkembangan kondisi cuaca di Jambi.

Jadwal baru tersebut merupakan informasi dalam laporan operasional dan masih perlu dikonfirmasi kembali kepada maskapai sebelum penumpang berangkat menuju bandara.

Bandara berkoordinasi dengan maskapai

Manajemen Bandara Sultan Thaha menyatakan tim operasional telah berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani penumpang yang terdampak penundaan.

Pengelola bandara juga memperbarui informasi kedatangan dan keberangkatan secara berkala mengikuti perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang.

Langkah koordinasi tersebut diperlukan agar penumpang memperoleh informasi terbaru mengenai status penerbangan serta penanganan selama menunggu kepastian jadwal.

Pihak bandara mengimbau calon penumpang untuk memeriksa kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat.

Untuk informasi kebandarudaraan, masyarakat dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports di nomor 172.

Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha juga berharap kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi segera teratasi sehingga kondisi lingkungan dan operasional penerbangan dapat kembali membaik.

Di tengah kondisi yang masih berubah, penumpang perlu mengutamakan informasi resmi maskapai dan bandara.

Perubahan jarak pandang maupun jadwal penerbangan dapat terjadi sesuai perkembangan kondisi di lapangan.(*)




BRI BO Gunung Sahari Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – BRI BO Gunung Sahari melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti oleh jajaran manajemen dan seluruh pekerja BRI BO Gunung Sahari. Upacara berlangsung dengan penuh khidmat, tertib, dan sarat dengan semangat kebangsaan serta rasa nasionalisme.

Pelaksanaan upacara menjadi momentum bagi seluruh insan BRILiaN untuk mengenang perjuangan dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus menghayati kembali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian upacara dengan penuh kesungguhan sebagai wujud penghormatan terhadap Pancasila dan semangat persatuan bangsa.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat bagi seluruh pekerja BRI BO Gunung Sahari untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Semangat persatuan, gotong royong, integritas, dan kebersamaan diharapkan semakin memperkuat kolaborasi serta budaya kerja di lingkungan BRI.

Melalui momentum ini, BRI BO Gunung Sahari terus menumbuhkan semangat cinta Tanah Air dan memperkuat kebersamaan seluruh pekerja untuk memberikan kontribusi terbaik, menghadirkan pelayanan yang optimal bagi nasabah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1

Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.



Sanggabiz Hadirkan Sanggabright Solusi Analitik Mandiri untuk Akselerasi Bisnis UMKM

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Sangga Bisnis Anda (Sanggabiz) meluncurkan Sanggabright, sebuah aplikasi analitik mandiri (Business Healthiness Check-Up) bagi UMKM yang kini telah memasuki tahap uji coba beta (pilot). Keberhasilan pengembangan produk inovatif ini merupakan hasil dari keikutsertaan Sanggabiz dalam program Prime Step UGM, di mana Sanggabiz berhasil mendapatkan bantuan dana pengembangan produk. Mengusung konsep #TERIMABERES, Sanggabright memfasilitasi pemilik usaha untuk mengubah data transaksi mentah menjadi dasbor wawasan pelanggan, performa produk, dan metrik finansial tanpa memerlukan keahlian teknis operasional. Dilengkapi dengan deteksi anomali otomatis dan Insight Berbasis Aturan, inovasi ini memungkinkan UMKM mengambil keputusan berbasis data yang proaktif guna mengoptimalkan strategi Customer Relationship Management (CRM) dan meroketkan skala penjualan.

Di era ekonomi digital saat ini, data merupakan aset paling berharga bagi pertumbuhan bisnis. Namun, bagi sebagian besar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), data sering kali menjadi pedang bermata dua: melimpah namun sulit untuk diurai. Merespons tantangan krusial ini, PT Sangga Bisnis Anda (Sanggabiz) secara resmi memperkenalkan Sanggabright, sebuah aplikasi analitik mandiri (Business Healthiness Check-Up) yang dirancang khusus untuk memajukan sektor UMKM.

Saat ini, Sanggabright telah memasuki fase implementasi uji coba tahap beta (pilot project). Keberhasilan pengembangan produk inovatif ini dapat diwujudkan berkat perolehan dana pengembangan produk melalui program Prime Step bersama Innovative Academy Universitas Gadjah Mada (IA UGM). Kehadiran aplikasi ini membawa angin segar bagi para pelaku usaha yang ingin mengambil keputusan bisnis berbasis data secara presisi, tanpa harus terkendala oleh keterbatasan sumber daya manusia atau kerumitan teknis.

Menjawab Tantangan Pengelolaan Data dengan Konsep #TERIMABERES Realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak UMKM menghadapi kendala serius dalam mengelola operasional harian mereka. Data pelanggan, catatan angka penjualan, serta biaya operasional sering kali tersebar di berbagai platform yang tidak saling terhubung, mulai dari buku catatan manual hingga berbagai format file yang terpisah.

Sanggabright hadir untuk memecahkan kerumitan tersebut dengan mengusung filosofi utama: #TERIMABERES. Konsep ini menawarkan kemudahan mutlak bagi para pemilik usaha. Mereka tidak diwajibkan memiliki latar belakang pendidikan teknis IT, penguasaan spreadsheet tingkat lanjut, atau pemahaman bahasa pemrograman seperti SQL. Cukup dengan mengunggah data mentah penjualan dalam format standar seperti CSV atau Excel, sistem cerdas Sanggabright akan mengambil alih pekerjaan berat tersebut. Dalam waktu singkat, data mentah itu disulap menjadi dasbor kesehatan bisnis yang visual, interaktif, dan sangat mudah dipahami oleh kalangan awam.

Untuk mendukung eksekusi strategi Customer Relationship Management (CRM) yang efektif dan mendongkrak laju penjualan, Sanggabright memfokuskan kemampuan analitiknya pada pemrosesan data transaksi. Hasil analisis ini diwujudkan melalui tiga fitur keluaran utama yang esensial:

1. Wawasan Pelanggan (Customer Insights): Memahami siapa pembeli Anda adalah kunci pertumbuhan. Sanggabright memetakan secara jelas perbandingan antara pelanggan baru dan pelanggan setia, serta mengalkulasi tingkat pembelian ulang (repeat purchase rate). Lebih jauh, aplikasi ini menyajikan analisis RFM (Recency, Frequency, Monetary) yang disederhanakan. Dengan fitur ini, UMKM dapat mengetahui segmen kontribusi setiap pelanggan, memantau sebaran demografis, dan mengidentifikasi pelanggan bernilai tinggi (high-value customers) untuk merancang program loyalitas atau promosi yang jauh lebih personal dan tepat sasaran.

2. Matriks Performa Produk (Product Performance Matrix): Melalui fitur ini, pemilik usaha tidak perlu lagi menebak-nebak produk apa yang paling diminati pasar. Sanggabright menampilkan produk atau kategori apa yang paling laris dan seberapa besar kontribusinya terhadap total pendapatan bisnis. Sistem ini juga sangat cermat dalam mendeteksi produk yang lambat terjual (slow-moving), sehingga UMKM dapat segera melakukan evaluasi stok. Di sisi lain, fitur ini memantau ketat ketersediaan stok produk andalan agar tidak terjadi kekosongan barang (stockout) yang berisiko memutus rantai pendapatan.

3. Tinjauan Penjualan dan Finansial (Sales Overview & Financial Insights): Fitur ini menyajikan pandangan helikopter (helicopter view) terkait tren pendapatan bisnis. Pengguna dapat memantau performa penjualan berdasarkan kanal distribusi atau lokasi toko, hingga menganalisis waktu-waktu transaksi terkuat (jam atau hari tersibuk). Sebagai tambahan yang sangat krusial, Sanggabright membantu pemilik usaha mengukur dengan presisi bagaimana dampak pemberian diskon atau kampanye pemasaran terhadap pendapatan kotor dan margin laba bersih mereka.

Satu hal yang membedakan Sanggabright dari sekadar platform visualisasi data biasa adalah kemampuannya memberikan Insight Berbasis Aturan (Rule-Based Insights). Nilai jual utamanya melampaui batas penyajian grafik historis yang hanya menjelaskan apa yang terjadi di masa lalu.

Sanggabright bertindak layaknya konsultan bisnis pribadi di mana sistem akan secara otomatis mendeteksi dan menyoroti anomali bisnis, misalnya ketika mendadak terjadi penurunan pendapatan yang drastis di pertengahan bulan, atau jika bisnis memiliki ketergantungan pendapatan yang terlalu tinggi pada satu atau dua pelanggan tertentu. Berdasarkan deteksi cerdas tersebut, Sanggabright langsung memberikan rekomendasi tindakan jangka pendek yang relevan dan praktis untuk segera dieksekusi oleh pemilik usaha guna mencegah kerugian.

Sebagai penyempurna seluruh ekosistem analitiknya, aplikasi ini merilis metrik Business Health Score. Metrik ini memberikan penilaian komprehensif dan transparan mengenai momentum penjualan, tingkat ketahanan pelanggan, kelancaran arus kas, dan profitabilitas bisnis secara keseluruhan.

Berbekal panduan wawasan yang andal dari Sanggabright, era mengambil keputusan berdasarkan tebakan insting kini bisa ditinggalkan. UMKM kini memiliki landasan yang kuat untuk mengambil langkah proaktif berbasis data, memastikan operasional berjalan efisien, dan meroketkan skala bisnis mereka dengan penuh percaya diri.

Tentang Sanggabiz

Sanggabiz adalah perusahaan pengembangan kapasitas dan konsultan bisnis berbasis teknologi yang inklusif dan women-led, berpusat di Yogyakarta. Dipimpin oleh Dwi Andi Rohmatika selaku Founder dan CEO, Sanggabiz menyediakan solusi inovatif seperti Department as a Service dan aplikasi analitik mandiri Sanggabright untuk membantu UMKM serta perusahaan meningkatkan efisiensi operasional secara komprehensif. Memadukan R.E.A.L™ Framework RAPI Method dan ekosistem kerja yang terotomatisasi, Sanggabiz didukung oleh tim inklusif dengan mayoritas kepemimpinan perempuan dan representasi dari komunitas disabilitas. Hingga saat ini, Sanggabiz telah sukses mendampingi lebih dari 400 organisasi mitra dalam mengeskalasi dan memodernisasi pertumbuhan bisnis mereka.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES



Delegasi Bisnis Indonesia Hadiri Global Digital Trade Expo 2026 di Hangzhou

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Delegasi bisnis Indonesia menghadiri Global Digital Trade Expo (GDTE) ke-5 di Hangzhou Grand Convention and Exhibition Center, Tiongkok, pada 23-26 September 2026. Delegasi yang difasilitasi DTI Conference & Expo (DTICX) ini beranggotakan 31 orang: perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Smart City, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta; dua asosiasi, Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) dan Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO); serta 16 perusahaan, system integrator, dan perusahaan teknologi, termasuk Sanct Social.

GDTE adalah pameran perdagangan digital tahunan di Hangzhou, kota asal sejumlah perusahaan teknologi terbesar Tiongkok. Pameran ke-5 dibuka pada 24 September 2026 dan mempertemukan perusahaan teknologi dari berbagai negara, dengan AI, kacamata pintar, komputasi awan, dan perdagangan lintas negara sebagai tema yang menonjol di area pameran.

Forum, pembukaan, dan DICE

Rangkaian dibuka dengan Industry Conference on AI and Green & Low-Carbon Technology, dengan Kepala Jakarta Smart City sebagai salah satu pembicara pada sesi pengembangan kawasan nol karbon. Pada 24 September 2026, perwakilan Jakarta Smart City dan Ketua Umum IDPRO menghadiri upacara pembukaan GDTE, sementara anggota delegasi lainnya mengunjungi area pameran dan memulai sesi temu bisnis.

Pada hari yang sama, Direktur Layanan Infrastruktur Digital KOMDIGI menyampaikan sambutan pembuka pada Global Digital Innovation Dialogue for Events (DICE), forum yang diselenggarakan bersama International Association of Exhibitions and Events (IAEE) di InterContinental Hangzhou, dengan tema ELEVATE. Malamnya, delegasi menghadiri Night of Digital Trade, malam gala GDTE, dengan bendera negara peserta, termasuk Indonesia, terpasang di atas panggung utama.

Dua hari temu bisnis

Hari kedua dan ketiga diisi sesi temu bisnis dan pertemuan tertutup satu-lawan-satu antara anggota delegasi dan perusahaan teknologi Tiongkok, antara lain produsen kacamata pintar, pengembang model AI, produsen kartu pemroses AI, dan penyedia layanan komputasi awan. Setiap perusahaan dalam delegasi mendapat meja dan jadwal pertemuannya sendiri.

Sanct Social mengikuti seluruh rangkaian sesi temu bisnis. “Bagi perusahaan rintisan, duduk semeja langsung dengan produsennya adalah cara paling cepat untuk memahami apa yang sudah diproduksi dan dipasarkan di Tiongkok,” ujar Pendiri Sanct Social Sion Abednego dalam keterangan resmi, Kamis (8/10). “Dari beberapa pertemuan, ada satu yang cocok dan sedang kami tindak lanjuti. Kalau berjalan lancar, tahun depan kami kembali untuk melihat prototipenya.”

Penutupan dan malam di sungai

Hari ketiga ditutup dengan upacara penutupan GDTE, dilanjutkan jamuan makan malam delegasi di atas kapal yang menyusuri sungai di tengah kota Hangzhou, dengan gedung-gedung di kedua tepi sungai menyala sebagai satu layar raksasa. Kunjungan ini bertepatan dengan Festival Pertengahan Musim Gugur pada 25 September 2026.

Tentang Sanct Social

Sanct Social adalah startup yang didirikan oleh Sion Abednego, pendiri tunggal asal Indonesia, dan terdaftar di Singapura (Sanct Social Pte. Ltd.) serta Indonesia (PT Sanct Social Indonesia) pada 2026. Perusahaan ini mengembangkan Sanct Social, aplikasi personal networking untuk sahabat dekat dan keluarga. Di Sanct Social, teman pertama ditambahkan dengan bertemu langsung dan saling memindai kode QR, sehingga lingkaran tiap pengguna hanya berisi orang yang benar-benar dikenalnya, dan setiap momen yang dibagikan hanya sampai ke lingkaran itu. Pengguna ditemani Sancty, teman kecil yang selalu ada kalau kamu butuh ditemani. Sanct Social hadir di App Store Singapura pada 28 September 2026, dan di Indonesia serta Malaysia pada 30 September 2026. Informasi lebih lanjut: https://sanct.social
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES



BRI BO Tanah Abang Peringati Hari Kesaktian Pancasila

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – BRI BO Tanah Abang melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti oleh jajaran manajemen dan seluruh pekerja BRI BO Tanah Abang. Upacara berlangsung dengan suasana penuh khidmat, tertib, dan diwarnai rasa kebangsaan serta semangat nasionalisme.

Pelaksanaan upacara menjadi momentum bagi seluruh insan BRILiaN untuk mengenang perjuangan dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus menghayati kembali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian upacara dengan penuh kesungguhan sebagai bentuk penghormatan terhadap Pancasila serta komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat bagi seluruh pekerja BRI BO Tanah Abang untuk senantiasa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Semangat persatuan, gotong royong, integritas, dan kebersamaan diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.

Melalui momentum ini, BRI BO Tanah Abang terus memperkuat semangat kebangsaan dan kebersamaan seluruh pekerja untuk memberikan kontribusi terbaik bagi BRI, menghadirkan pelayanan optimal bagi nasabah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1

Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES



13.134 Kasus Penyakit Tercatat di Kota Jambi, ISPA Mendominasi dengan 11.283 Kasus

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sebanyak 13.134 kasus penyakit tercatat dalam data surveilans Posko Satuan Tugas (Satgas) Bencana dan Kekeringan Kota Jambi selama periode Januari hingga 8 Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mendominasi dengan 11.283 kasus atau sekitar 85,9 persen.

Kepala Satgas Bencana dan Kekeringan Kota Jambi, Doni Sumatriadi mengatakan data tersebut berasal dari pemantauan dan pengelolaan surveilans penyakit yang dilakukan posko secara berkala.

Doni juga menjabat sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi.

“Berdasarkan data surveilans yang kami kelola, total ada 13.134 pasien yang tercatat sejak Januari hingga 8 Oktober 2026. ISPA masih menjadi penyakit yang paling banyak diderita warga dengan 11.283 kasus,” ujar Doni saat dikonfirmasi, Jumat 9 Oktober 2026.

Data tersebut menunjukkan bahwa ISPA menjadi kelompok penyakit dengan jumlah pencatatan tertinggi dalam laporan posko.

Namun, angka kumulatif ini belum menjelaskan tren kenaikan atau penurunan kasus dari bulan ke bulan.

Selain ISPA, posko juga mencatat kasus diare dan konjungtivitis atau peradangan pada selaput mata.

Berikut rincian data surveilans penyakit Kota Jambi hingga 8 Oktober 2026:

Jenis penyakit Jumlah kasus Persentase
ISPA 11.283 85,9%
Diare 1.339 10,2%
Konjungtivitis 512 3,9%
Total 13.134 100%

ISPA mencakup lebih dari empat perlima seluruh pencatatan penyakit dalam data tersebut.

Meski demikian, angka ini menggambarkan komposisi kasus yang tercatat di posko, bukan dengan sendirinya menunjukkan prevalensi ISPA pada seluruh penduduk Kota Jambi.

Doni mengatakan, kualitas udara menjadi salah satu faktor lingkungan yang perlu diperhatikan dalam upaya melindungi kesehatan masyarakat, terutama ketika kabut asap atau polusi udara memburuk.

“ISPA memang selalu menjadi perhatian utama kami. Kami terus mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara buruk, dan selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar,” katanya.

Paparan asap dan polusi udara dapat memperburuk gangguan pernapasan.

Namun, untuk memastikan seberapa besar kontribusi kabut asap terhadap angka ISPA di Kota Jambi, diperlukan data yang menghubungkan tren kasus dengan kondisi kualitas udara dan faktor penyebab lainnya.

Data posko turut mencatat 1.339 kasus diare atau sekitar 10,2 persen dari keseluruhan pencatatan.

Penyakit ini membutuhkan perhatian terhadap keamanan makanan dan minuman, kebersihan tangan, serta sanitasi lingkungan.

Sementara itu, konjungtivitis tercatat sebanyak 512 kasus atau sekitar 3,9 persen.

Kondisi ini dapat menimbulkan mata merah, perih, gatal, atau berair. Iritasi akibat debu dan asap dapat memicu keluhan mata, meskipun penyebab konjungtivitis tidak selalu sama pada setiap pasien.

Doni mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengonsumsi makanan serta minuman yang aman, dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mengganggu.

Imbauan tersebut penting agar perhatian terhadap kabut asap tidak mengesampingkan risiko kesehatan lain yang juga muncul dalam data surveilans.

Posko Satgas Bencana dan Kekeringan Kota Jambi mengelola data surveilans sebagai bagian dari pemantauan kondisi kesehatan masyarakat.

Menurut Doni, pembaruan data diperlukan untuk membantu pemerintah melihat perkembangan situasi dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Ia mengatakan, pemantauan akan terus berjalan dan masyarakat dapat mencari informasi melalui kanal resmi BPBD Kota Jambi serta Pemerintah Kota Jambi.

Meski demikian, rincian mengenai perkembangan kasus per bulan, persebaran kasus menurut kecamatan, kelompok usia yang paling terdampak, serta jumlah pasien yang membutuhkan perawatan belum tercantum dalam data yang disampaikan.

Informasi tersebut akan membantu memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang beban penyakit dan kebutuhan pelayanan kesehatan di Kota Jambi.

Di tengah perhatian terhadap kualitas udara, masyarakat dianjurkan menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi udara setempat.

Jika kualitas udara memburuk, kurangi aktivitas berat di luar dan gunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan penyakit jantung atau gangguan paru.

Masyarakat yang mengalami sesak napas atau gejala berat perlu segera mencari pertolongan medis.

Untuk mencegah diare, warga perlu menjaga kebersihan tangan serta memastikan makanan dan air minum aman dikonsumsi.

Sementara itu, hindari mengucek mata ketika mengalami iritasi dan periksakan diri jika keluhan mata tidak membaik.

Data 13.134 kasus penyakit hingga 8 Oktober 2026 menjadi gambaran awal mengenai jenis penyakit yang tercatat dalam pemantauan posko.

Pembaruan data, informasi kualitas udara, dan rincian kasus yang lebih terperinci diperlukan agar pemerintah dan masyarakat dapat menilai perkembangan situasi secara lebih akurat.(*)




Diza Soroti Potensi Gesekan Sosial, Dorong Dialog dan Edukasi Antarumat Beragama

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Menjaga kerukunan di tengah keberagaman membutuhkan komunikasi yang berkelanjutan.

Pesan tersebut mengemuka dalam Silaturahmi Kebangsaan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Tingkat Kota Jambi Tahun 2026 yang diikuti perwakilan 18 etnis di Kota Jambi, Kamis 8 Oktober 2026.

Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha membuka kegiatan yang berlangsung di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jambi tersebut.

Forum ini mengusung tema “Harmoni dalam Suku, Ras, Agama dan Antargolongan Menuju Kota Jambi Bahagia”.

Pertemuan itu menjadi ruang komunikasi lintas etnis untuk memperkuat persatuan sekaligus membahas cara menjaga keharmonisan masyarakat yang memiliki latar belakang suku, agama, ras, dan budaya berbeda.

Hadir sebagai narasumber Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi Datuk Aswan Hidayat Usman serta Rektor Institut Agama Islam (IAI) An-Najah Jambi, Dr. Drs. Yusdi Anra.

Diza, yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Jambi, mengatakan keberagaman telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Meski hubungan antarkelompok dapat berjalan harmonis, ia mengingatkan bahwa perbedaan tetap membutuhkan ruang dialog agar tidak berkembang menjadi persoalan sosial.

Ia mencontohkan persoalan pendirian tempat ibadah yang terkadang memicu gesekan.

Menurut Diza, kurangnya edukasi dan miskomunikasi dapat menjadi salah satu faktor yang memperumit persoalan tersebut.

“Meski terkadang ada gesekan, misalnya terkait pendirian tempat ibadah, hal tersebut dapat terjadi karena kurangnya edukasi maupun miskomunikasi. Karena itu, komunikasi dan dialog harus terus dibangun,” ujar Diza.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya komunikasi antarkelompok masyarakat.

Namun, dialog perlu berjalan bersama pemahaman terhadap aturan dan mekanisme penyelesaian persoalan agar perbedaan kepentingan dapat ditangani secara tepat.

Diza juga mendorong agar forum pembauran kebangsaan tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi.

Menurutnya, forum tersebut dapat menjadi ruang untuk menyampaikan masukan mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk kondisi Kota Jambi yang tengah menghadapi kabut asap.

Ia berharap hasil pembahasan dalam forum dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

“Berbagai hal yang dibahas dalam forum ini tentunya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan bagi Pemerintah Kota Jambi dalam meningkatkan pelayanan di tengah berbagai persoalan yang sedang terjadi,” tuturnya.

Dorongan ini membuka ruang bagi FPK untuk menjalankan peran yang lebih luas melalui komunikasi dengan kelompok masyarakat, penyampaian aspirasi, dan penguatan hubungan antaretnis.

Meski demikian, keterangan dalam kegiatan tersebut belum merinci program tindak lanjut, agenda kerja, atau indikator yang akan digunakan untuk mengukur dampak forum terhadap penyelesaian persoalan sosial di Kota Jambi.

Selain memperkuat komunikasi lintas etnis, Diza meminta FPK mengembangkan kegiatan yang relevan bagi generasi muda.

Menurutnya, pembahasan mengenai perbedaan suku, agama, ras, dan budaya perlu menggunakan pendekatan yang dapat diterima oleh generasi penerus.

“Harapan kita, perbedaan agama, ras, suku, dan kebudayaan dapat terus dibahas melalui pola-pola yang relevan dan dipertahankan, khususnya bagi generasi masa depan. Dengan begitu, rasa empati, toleransi, dan kebersamaan dapat terus tumbuh di Kota Jambi,” kata Diza.

Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan pembauran kebangsaan.

Kegiatan lintas budaya, dialog antarkelompok, dan edukasi toleransi dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal perbedaan sekaligus membangun rasa saling menghormati.

Silaturahmi Kebangsaan FPK Kota Jambi 2026 turut dihadiri jajaran perangkat daerah terkait serta perwakilan etnis yang tergabung dalam forum tersebut.

Ke depan, efektivitas pembauran kebangsaan akan bergantung pada keberlanjutan dialog, pelaksanaan program bersama, dan kemampuan para pemangku kepentingan merespons persoalan masyarakat secara terbuka dan sesuai aturan.(*)