Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Hari Ini 6 Jadwal Terdampak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap kembali mengganggu operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Kamis 1 Oktober 2026.

Penurunan jarak pandang membuat sejumlah penerbangan dari dan menuju Jambi mengalami dampak operasional hingga pukul 11.00 WIB.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, mengatakan jarak pandang pada pukul 06.00 WIB masih berada di angka 1.500 meter.

Kondisi tersebut memungkinkan Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta berangkat pada pukul 06.00 WIB.

Pesawat Batik Air tersebut merupakan pesawat ex-RON (Remain Over Night), yakni pesawat yang sebelumnya bermalam di Bandara Sultan Thaha.

Namun, kondisi berubah setelah jarak pandang menurun.

Pesawat Super Air Jet IU 974 tujuan Batam yang dijadwalkan berangkat pukul 10.28 WIB masih tertahan ketika proses boarding karena visibility turun menjadi sekitar 1.000 meter.

“Untuk kondisi saat ini, jarak pandang masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi operasional penerbangan. Tim terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan maskapai serta pihak terkait,” kata Ikhsan.

Perubahan jarak pandang menjadi persoalan utama di Bandara Sultan Thaha.

Setelah berada di angka 1.500 meter pada pukul 06.00 WIB, visibility pada rentang pukul 07.00 hingga 10.00 WIB berada di kisaran 1.200 hingga 1.500 meter.

Di tengah kondisi tersebut, penerbangan Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep masih dapat mendarat di Bandara Sultan Thaha pada pukul 07.45 WIB.

Pesawat kemudian melanjutkan penerbangan menuju Kerinci dengan nomor penerbangan SI 7223 pada pukul 08.15 WIB.

Namun, tidak seluruh penerbangan dapat berjalan sesuai jadwal.

Hingga pukul 11.00 WIB, terdapat enam jadwal penerbangan yang terdampak kabut asap, terdiri dari tiga penerbangan kedatangan dan tiga penerbangan keberangkatan.

Untuk penerbangan kedatangan, tiga penerbangan dari Jakarta yang terdampak adalah:

  • Batik Air ID 6804 rute Jakarta-Jambi, jadwal tiba pukul 10.15 WIB.

  • Citilink QG 960 rute Jakarta-Jambi, jadwal tiba pukul 10.25 WIB.

  • Garuda Indonesia GA 126 rute Jakarta-Jambi, jadwal tiba pukul 10.25 WIB.

Sementara untuk penerbangan keberangkatan, tiga jadwal yang terdampak yakni:

  • Citilink QG 961 tujuan Jakarta, jadwal berangkat pukul 10.55 WIB.

  • Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta, jadwal berangkat pukul 11.00 WIB.

  • Garuda Indonesia GA 127 tujuan Jakarta, jadwal berangkat pukul 11.10 WIB.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak kabut asap tidak hanya dirasakan pesawat yang hendak mendarat, tetapi juga dapat berimbas pada jadwal penerbangan lanjutan dari Bandara Sultan Thaha.

Pihak bandara terus melakukan pemantauan kondisi jarak pandang sekaligus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait.

Penanganan terhadap penumpang yang terdampak penundaan juga dilakukan sembari menunggu perkembangan kondisi operasional.

Ikhsan mengatakan, pembaruan informasi mengenai penerbangan akan terus dilakukan seiring perubahan kondisi di lapangan.

Manajemen Bandara Sultan Thaha mengimbau calon penumpang untuk tidak hanya mengandalkan jadwal awal penerbangan. Pengguna jasa diminta mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa juga dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports melalui 172.

Pihak manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha menyatakan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga pelayanan kepada pengguna jasa di tengah kondisi kabut asap.

Di sisi lain, manajemen berharap persoalan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi dapat segera ditangani sehingga kondisi udara dan operasional penerbangan kembali normal.(*)




Kapolresta Jambi Beri Reward 47 Personel, Tekankan Profesionalitas dan HAM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sebanyak 47 personel Polresta Jambi menerima penghargaan atas prestasi dan keberhasilan dalam menjalankan tugas kepolisian.

Penghargaan tersebut diberikan dalam upacara yang dipimpin Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang, S.I.K., M.M., di Lapangan Hijau Mapolresta Jambi, Kamis 1 Oktober 2026.

Para personel yang menerima penghargaan dinilai telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, keberanian dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas, termasuk dalam pengungkapan sejumlah perkara yang menjadi perhatian masyarakat.

Dalam amanatnya, Ananto menyoroti keberhasilan personel mengungkap tindak pidana narkotika dengan sejumlah barang bukti.

Di antaranya 192 refill cartridge berisi cairan yang diduga mengandung narkotika dengan total 465,8 mililiter, 22 butir pil ekstasi, 336,03 gram sabu, serta 29 paket besar ganja dengan berat sekitar 29 kilogram.

Menurut Ananto, pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja personel Satnarkoba bersama timsus Polresta Jambi dalam memberantas peredaran gelap narkotika.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang telah berhasil mengungkap tindak pidana narkotika dengan sejumlah barang bukti. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras Satnarkoba dan timsus serta bagian dari komitmen Polresta Jambi untuk terus memberantas peredaran gelap narkotika,” ujar Ananto.

Selain perkara narkotika, penghargaan juga diberikan kepada personel yang berhasil mengungkap kasus penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kasus tersebut berkaitan dengan aksi penyiraman air keras terhadap korban.

Kapolresta menilai pengungkapan perkara tersebut membutuhkan kemampuan penyelidikan, kecepatan, ketelitian dan profesionalisme personel.

“Pengungkapan kasus tersebut tentunya membutuhkan kemampuan, kecepatan, ketelitian, serta profesionalisme,” katanya.

Ananto mengatakan pemberian penghargaan tidak semata-mata ditujukan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menyelesaikan perkara.

Penghargaan juga diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Namun, di tengah tuntutan peningkatan kinerja, Ananto mengingatkan personel agar proses penegakan hukum tetap berjalan dalam koridor aturan.

Ia meminta seluruh anggota berpedoman pada peraturan perundang-undangan, standar operasional prosedur (SOP), kode etik profesi Polri, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Dalam setiap proses penegakan hukum, kita harus mampu menunjukkan bahwa Polri hadir untuk memberikan rasa aman, kepastian hukum, dan keadilan bagi masyarakat,” tegasnya.

Ananto juga meminta seluruh personel mempertahankan semangat kerja, meningkatkan profesionalisme serta memperkuat soliditas dan kerja sama internal.

Menurutnya, setiap keberhasilan dalam menjalankan tugas harus menjadi bagian dari pengabdian kepolisian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Upacara penghargaan tersebut turut dihadiri para Kabag, Kasat, Kasi, personel Polresta Jambi serta seluruh anggota yang menerima penghargaan.(*)




Al Haris Soroti Ancaman Perpecahan, Generasi Muda Diminta Jaga Pancasila

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Gubernur Jambi, Al Haris mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjalanan bangsa dan tetap menjaga Pancasila sebagai dasar negara.

Menurutnya, tantangan terhadap persatuan Indonesia dapat muncul dalam bentuk yang berbeda seiring perubahan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Al Haris saat memimpin peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Garuda Kantor Gubernur Jambi, Kamis 1 Oktober 2026.

Upacara tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI/Polri, aparatur sipil negara (ASN), organisasi masyarakat, mahasiswa hingga pelajar.

Al Haris mengatakan Hari Kesaktian Pancasila tidak seharusnya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.

Momentum 1 Oktober, menurutnya, perlu menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan sejarah Indonesia sekaligus memperkuat komitmen menjaga persatuan.

Ia mengingatkan bahwa Pancasila pernah menghadapi tantangan dalam perjalanan sejarah bangsa. Indonesia, kata dia, berhasil melewati berbagai dinamika tersebut dan tetap berdiri sebagai negara yang utuh.

“Hari ini kita melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026. Tentu ini menunjukkan bahwa sebagai bangsa yang besar, kita harus selalu melihat sejarah,” ujar Al Haris.

Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah penting bagi generasi saat ini agar nilai-nilai kebangsaan tidak semakin jauh dari kehidupan masyarakat.

Karena itu, Al Haris meminta generasi muda dan seluruh masyarakat menjaga persatuan melalui penguatan sikap gotong royong, toleransi, serta penghormatan terhadap keberagaman.

“Hari Kesaktian Pancasila ini kita jadikan refleksi terutama bagi anak muda dan bagi anak-anak bangsa bahwa kita harus bersatu padu. Kita harus solid. Tugas kita bersama adalah menjaga, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Al Haris juga menyoroti perubahan bentuk tantangan terhadap persatuan bangsa.

Jika dalam sejarah Indonesia ancaman terhadap negara pernah muncul dalam bentuk kekerasan dan konflik politik, menurutnya, tantangan saat ini dapat muncul melalui intoleransi dan kelompok yang berupaya memecah persatuan.

“Pemecah belah itu sekarang mungkin modelnya beda. Kalau dulu mungkin modelnya menculik para jenderal dan sebagainya. Hari ini ada juga kelompok yang masih radikal, yang masih intoleransi dan sebagainya yang diam-diam berusaha untuk memecah belah kita. Dan ini yang tidak boleh terjadi di negara kita,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat tidak mudah terpengaruh isu yang berpotensi memecah persatuan.

Menurutnya, soliditas masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan berbangsa sekaligus mendukung pembangunan daerah dan nasional.

Al Haris juga mendorong masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan bersama pemerintah. Menurutnya, pembangunan membutuhkan partisipasi berbagai unsur masyarakat, bukan hanya pemerintah.

“Kita harus solid sebagai bangsa setanah air dan ikut terlibat dalam pembangunan bersama-sama dengan pemerintah. Bersama kita kuat, Indonesia akan menjadi negara yang selamanya jaya,” pungkasnya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk kembali mengingatkan pentingnya persatuan, sekaligus mengajak generasi muda memahami sejarah sebagai bagian dari upaya menjaga nilai-nilai kebangsaan.(*)




Ranperda Perubahan APBD Jambi 2026 Disepakati, Al Haris Soroti Optimalisasi Anggaran

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Provinsi Jambi dan DPRD Provinsi Jambi menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Gubernur Jambi Al Haris dan pimpinan DPRD Provinsi Jambi dalam rapat paripurna, Rabu 30 September 2026.

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Jambi itu memiliki tiga agenda utama, yakni penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar) mengenai Ranperda Perubahan APBD 2026, pengambilan keputusan DPRD, serta penandatanganan nota kesepakatan antara pemerintah provinsi dan DPRD.

Gubernur Jambi Al Haris hadir dalam rapat tersebut dan mengapresiasi proses pembahasan yang dilakukan bersama DPRD.

Menurutnya, pembahasan perubahan anggaran tetap dapat diselesaikan meski pemerintah daerah menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kondisi udara yang dinamis akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Al Haris menilai proses pembahasan anggaran yang diwarnai perbedaan pandangan merupakan bagian dari mekanisme demokrasi.

Perbedaan tersebut, menurut dia, perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses untuk menyelaraskan kebijakan anggaran dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Melalui kerja sama yang baik antara eksekutif dan legislatif, program dan kegiatan yang diselaraskan dengan sasaran pembangunan nasional serta ketentuan peraturan dapat dijadikan landasan kuat untuk pelaksanaan pembangunan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Al Haris.

Setelah kesepakatan tersebut dicapai, perhatian pemerintah daerah selanjutnya tertuju pada pelaksanaan program dan kegiatan yang telah direncanakan dalam perubahan APBD.

Al Haris meminta seluruh kepala perangkat daerah memastikan pelaksanaan kegiatan pembangunan 2026 berjalan secara optimal.

Ia juga mengingatkan agar sisa anggaran yang tersedia dimanfaatkan secara efektif sehingga target pembangunan yang telah ditetapkan dapat dicapai.

“Upaya ini penting untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan di seluruh wilayah Provinsi Jambi,” katanya.

Menurut Al Haris, pemerintah provinsi tetap berkomitmen memperkuat kondisi makro daerah di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

Pelaksanaan program pembangunan, kata dia, harus diarahkan agar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Jambi.

Rapat paripurna kemudian ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Gubernur Jambi dan pimpinan DPRD Provinsi Jambi terkait Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Penandatanganan tersebut menjadi penanda kesepakatan eksekutif dan legislatif terhadap tahapan pembahasan perubahan anggaran, sekaligus menjadi dasar untuk melanjutkan proses penyelenggaraan pembangunan daerah sesuai ketentuan yang berlaku.(*)




Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Polda Jambi, Kapolda Tekankan Profesionalitas Polri

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 menjadi momentum bagi jajaran Polda Jambi untuk kembali menegaskan pentingnya nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas kepolisian dan kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di Lapangan Hitam Mapolda Jambi, Kamis 1 Oktober 2026.

Upacara dipimpin Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, S.I.K., M.Si., selaku inspektur upacara. Kegiatan diikuti para Pejabat Utama Polda Jambi serta personel kepolisian.

Rangkaian upacara berlangsung dengan sejumlah agenda, mulai dari laporan Komandan Upacara, penghormatan pasukan, mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan dan pendahulu bangsa, hingga pembacaan teks Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Dalam upacara tersebut juga dibacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila dan doa sebelum rangkaian kegiatan ditutup dengan Andhika Bhayangkari serta penghormatan pasukan.

Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, peringatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi personel Polri untuk mengimplementasikan nilai Pancasila dalam menjalankan tugas.

“Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali meneguhkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagi personel Polri, nilai tersebut harus diwujudkan melalui sikap profesional, integritas, disiplin, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Erlan menyampaikan pesan Kapolda Jambi.

Menurutnya, nilai Pancasila juga memiliki relevansi dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Karena itu, kepolisian mendorong seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga kerukunan dan menghormati perbedaan.

“Polri, khususnya Polda Jambi, berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memperkuat persatuan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Pesan tersebut menjadi bagian dari refleksi Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Bagi jajaran Polda Jambi, momentum tersebut sekaligus dikaitkan dengan pelaksanaan tugas kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Melalui peringatan tersebut, Polda Jambi menegaskan kembali komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus mendorong penguatan persatuan di tengah masyarakat yang beragam.(*)




Emas Antam Hari Ini Turun, Simak Harga 0,5 Gram hingga 1 Kilogram

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali bergerak turun pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Berdasarkan pemantauan laman Logam Mulia pada pukul 09.29 WIB, harga emas Antam turun Rp14.000 per gram menjadi Rp2.581.000.

Sehari sebelumnya, harga emas Antam masih berada di level Rp2.595.000 per gram.

Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback. Harga buyback emas Antam tercatat sebesar Rp2.391.000 per gram.

Pergerakan harga tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat yang tengah memantau harga emas, baik untuk kebutuhan investasi maupun transaksi jual beli emas batangan.

Namun, harga emas Antam bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan harga pada laman resmi Logam Mulia.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut harga dasar emas batangan Antam berdasarkan berat pada Kamis:

Berat Harga Dasar
0,5 gram Rp1.340.500
1 gram Rp2.581.000
2 gram Rp5.102.000
3 gram Rp7.628.000
5 gram Rp12.680.000
10 gram Rp25.305.000
25 gram Rp63.137.000
50 gram Rp126.195.000
100 gram Rp252.312.000
250 gram Rp630.515.000
500 gram Rp1.260.820.000
1.000 gram Rp2.521.600.000

Ketentuan Pajak Transaksi Emas Antam

Selain harga jual dan buyback, transaksi emas Antam juga memiliki ketentuan perpajakan.

Untuk transaksi buyback dengan nilai lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen.

Pajak tersebut dipotong langsung dari nilai transaksi saat proses buyback dilakukan.

Sementara itu, pembelian emas Antam dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tercantum pada laman resmi.

Dengan demikian, harga yang dibayarkan pembeli perlu memperhitungkan ketentuan pajak tersebut.

Begitu pula hasil transaksi buyback di atas batas yang ditentukan akan mengalami pemotongan sesuai ketentuan pajak yang berlaku.

Bagi masyarakat yang hendak membeli maupun menjual kembali emas Antam, pembaruan harga sebaiknya diperiksa sebelum transaksi karena harga emas dapat berubah sewaktu-waktu.(*)




Satpol PP Dituntut Sigap, DPRD Kota Jambi Soroti Armada dan Dukungan Operasional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Keterbatasan armada patroli menjadi salah satu persoalan yang disoroti DPRD Kota Jambi dalam pelaksanaan tugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

DPRD menilai keterbatasan sarana operasional dapat memengaruhi mobilitas petugas, terutama ketika harus merespons laporan masyarakat atau melakukan penertiban di sejumlah titik.

Anggota Komisi I DPRD Kota Jambi, Azhar, S.E., mendorong Pemerintah Kota Jambi mengevaluasi kembali kebutuhan operasional Satpol PP.

Evaluasi tersebut mencakup armada, perlengkapan pendukung hingga anggaran pengawasan dan penegakan peraturan daerah (perda).

Menurut Azhar, Satpol PP memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu perangkat daerah yang bertugas memastikan perda dan peraturan kepala daerah dapat diterapkan di lapangan.

“Satpol PP ini merupakan ujung tombak pemerintah daerah dalam penegakan perda. Karena itu, jangan sampai petugas dibebani tugas yang besar, tetapi dukungan anggaran dan fasilitas operasionalnya masih terbatas,” ujar Azhar.

Persoalan fasilitas operasional tersebut mencuat dalam rapat dengar pendapat yang membahas pelaksanaan tugas dan kebutuhan Satpol PP di lapangan.

Azhar secara khusus menyoroti ketersediaan kendaraan operasional.

Menurutnya, armada patroli menjadi bagian penting dalam menunjang kecepatan petugas ketika menerima pengaduan atau menemukan dugaan pelanggaran ketertiban umum.

“Kalau armada terbatas, tentu mobilitas petugas juga ikut terbatas. Padahal laporan dari masyarakat bisa datang kapan saja dan membutuhkan respons yang cepat,” katanya.

Karena itu, DPRD meminta kebutuhan armada tidak hanya dilihat dari jumlah kendaraan yang tersedia, tetapi juga dibandingkan dengan luas wilayah pengawasan serta beban tugas Satpol PP di Kota Jambi.

Azhar menegaskan penguatan Satpol PP tidak cukup dilakukan dengan sekadar menambah anggaran.

Menurutnya, alokasi anggaran harus disusun berdasarkan kebutuhan operasional yang benar-benar dihadapi petugas.

“Yang kita dorong bukan hanya penambahan anggaran, tetapi anggaran itu harus disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Fasilitas yang diberikan juga harus mampu menunjang tugas mereka,” tegasnya.

Dukungan tersebut, lanjut Azhar, diperlukan agar kegiatan pengawasan dan penertiban dapat dilakukan secara lebih optimal.

Ia juga mengingatkan bahwa tugas Satpol PP tidak terbatas pada penindakan pelanggaran perda.

Keberadaan mereka berkaitan dengan upaya pemerintah daerah menjaga ketertiban umum, keamanan lingkungan, serta kondisi kota agar tetap tertata.

DPRD berharap kebutuhan operasional Satpol PP menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan APBD Kota Jambi mendatang.

Azhar menilai dukungan anggaran yang memadai akan memberikan ruang bagi Satpol PP untuk menjalankan pengawasan dan penegakan perda secara lebih konsisten.

“Kita berharap ini menjadi perhatian Pemkot dalam penyusunan anggaran ke depan. Kalau sarana dan anggarannya cukup, kita tentu berharap kinerja Satpol PP dalam menegakkan perda juga semakin optimal,” ujarnya.

DPRD Kota Jambi, kata Azhar, akan terus mendorong agar perangkat daerah yang berhubungan langsung dengan pelayanan dan ketertiban masyarakat mendapatkan dukungan sesuai kebutuhan.

“Intinya, kita ingin Satpol PP bisa bekerja maksimal. Pemerintah daerah harus memastikan mereka memiliki dukungan yang cukup untuk menjalankan tugas sesuai aturan,” pungkasnya.(*)




ISPU Jambi Tembus 266, BPBD Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kualitas udara di Kota Jambi yang mencapai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 266 membuat pemerintah daerah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Angka tersebut berada dalam kategori sangat tidak sehat di tengah kondisi kabut asap yang berkaitan dengan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi mengatakan, kondisi kualitas udara tersebut menjadi perhatian pemerintah karena paparan polusi dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Doni meminta warga tidak menganggap kondisi kabut asap sebagai situasi biasa.

Selama kualitas udara belum membaik, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus keluar rumah.

“Kabut asap di Jambi berkaitan dengan meningkatnya dampak kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan selama kualitas udara belum kembali membaik,” ujar Doni.

Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, masyarakat diminta terus memantau informasi mengenai kualitas udara.

Langkah tersebut penting untuk menentukan apakah aktivitas di luar rumah perlu dibatasi, terutama ketika kondisi udara mengalami perubahan.

BPBD juga mengingatkan agar kondisi kesehatan tidak diabaikan selama kabut asap masih terjadi.

Perhatian lebih perlu diberikan kepada masyarakat yang rentan terhadap dampak polusi udara.

Dengan ISPU mencapai 266, penggunaan masker saat berada di luar rumah menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan.

Warga juga diminta mengurangi durasi paparan udara luar selama kondisi kualitas udara masih berada pada kategori sangat tidak sehat.

Namun, perlindungan warga bukan satu-satunya persoalan. Kondisi udara yang memburuk juga berkaitan dengan sumber asap yang harus ditangani.

Pemerintah menyebut kabut asap tersebut berkaitan dengan meningkatnya dampak kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Artinya, pembatasan aktivitas dan penggunaan masker menjadi langkah perlindungan jangka pendek bagi masyarakat, sementara pengendalian sumber karhutla menjadi bagian penting dalam upaya mengatasi persoalan kabut asap secara lebih menyeluruh.

Masyarakat Kota Jambi pun diminta mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai kualitas udara dan arahan pemerintah selama kondisi kabut asap masih berlangsung.(*)




Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Jambi Distribusikan 25 Ribu Masker

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kualitas udara di Kota Jambi kembali berada pada level yang mengkhawatirkan.

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat mencapai 266, yang masuk kategori sangat tidak sehat, saat kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengambil langkah antisipasi. Sebanyak 25 ribu masker disiapkan untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Pembagian masker mulai dilakukan di sejumlah titik, salah satunya kawasan Simpang Bank Indonesia, Kota Jambi, Rabu 30 September 2026.

Langkah tersebut dilakukan ketika kualitas udara berada pada level yang membuat aktivitas masyarakat di luar ruangan perlu mendapat perhatian.

Pemkot Jambi mengimbau warga menggunakan masker, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, mengatakan pembagian masker merupakan salah satu respons awal pemerintah terhadap memburuknya kondisi udara.

“Masyarakat diimbau menggunakan masker, terutama saat harus beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker diharapkan dapat membantu mengurangi paparan langsung terhadap asap dan partikulat di udara,” kata Diza.

Pemkot Jambi juga meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di luar ruangan secara berlebihan selama kualitas udara masih berada pada kondisi tidak sehat.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada warga yang harus berada di luar ruangan dalam durasi panjang.

Masyarakat juga diminta memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.

Angka ISPU 266 menjadi perhatian karena menunjukkan kondisi pencemaran udara yang cukup tinggi di Kota Jambi.

Di tengah kabut asap yang dikaitkan dengan karhutla, pemerintah tidak hanya mengandalkan pembagian masker, tetapi juga mendorong masyarakat mengurangi paparan terhadap udara luar.

Pembagian 25 ribu masker menjadi langkah perlindungan langsung yang dilakukan Pemkot Jambi kepada masyarakat.

Namun, efektivitas penanganan kabut asap dalam jangka lebih panjang tetap berkaitan dengan pengendalian sumber pencemar, termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Untuk sementara, warga diminta lebih selektif dalam melakukan aktivitas luar ruangan dan terus mengikuti informasi terbaru mengenai kualitas udara di Kota Jambi.(*)




Update Penerbangan Jambi: Visibility Naik-Turun, Penerbangan Jakarta-Jambi Masih Tertahan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap masih menjadi kendala bagi penerbangan yang hendak mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi, Rabu 30 September 2026.

Fluktuasi jarak pandang atau visibility membuat sejumlah penerbangan dari Jakarta harus menunggu kepastian kondisi di bandara tujuan.

Salah satu penerbangan yang terdampak adalah Batik Air ID6804 rute Jakarta-Jambi.

Pesawat tersebut bahkan sempat melakukan empat kali percobaan pendaratan sebelum akhirnya kembali ke Bandara Soekarno-Hatta atau return to base (RTB).

Pesawat sebelumnya telah terbang dari Jakarta menuju Jambi.

Namun, kondisi jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Thaha tidak memungkinkan proses pendaratan dilanjutkan.

Hingga pukul 13.00 WIB, belum ada kepastian kapan penerbangan tersebut kembali diberangkatkan dari Jakarta menuju Jambi.

Keputusan operasional masih menunggu perkembangan kondisi di Bandara Sultan Thaha.

Data pemantauan menunjukkan jarak pandang di bandara mengalami perubahan sepanjang Rabu siang.

Pada pukul 11.00 WIB, visibility tercatat 1.500 meter. Angka tersebut turun menjadi 1.100 meter pada pukul 12.00 WIB, kemudian kembali meningkat menjadi 1.400 meter pada pukul 13.00 WIB.

Perubahan tersebut menunjukkan kondisi udara di sekitar bandara belum sepenuhnya stabil untuk mendukung kelancaran penerbangan yang akan mendarat.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, mengatakan aspek visual menjadi salah satu perhatian utama dalam proses pendaratan pesawat.

“Untuk kondisi saat ini, yang menjadi tantangan adalah visual pilot untuk pendaratan. Kondisi visibility terus kami pantau karena keselamatan penerbangan menjadi prioritas,” ujar Ikhsan.

Kondisi kabut asap sebenarnya telah terpantau sejak pagi. Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha berada di kisaran 800 meter.

Visibility kemudian meningkat menjadi 1.000 meter pada pukul 07.00 WIB dan 1.500 meter pada pukul 08.00 WIB.

Meski sempat membaik, peningkatan jarak pandang tersebut belum otomatis membuat penerbangan menuju Jambi kembali normal.

Kondisi aktual di lapangan tetap menjadi faktor penting dalam menentukan apakah pesawat dapat melakukan pendaratan.

Menurut Ikhsan, kondisi visual saat ini masih memungkinkan untuk proses lepas landas.

Namun, fase kedatangan menghadapi tantangan berbeda karena pilot membutuhkan jarak pandang yang memadai untuk melakukan pendaratan.

“Kalau untuk lepas landas, kondisi visualnya untuk naik atau take off masih bisa. Yang menjadi tantangan dengan kondisi saat ini adalah visual pilot untuk pendaratan,” katanya.

Selain Batik Air ID6804, penerbangan Citilink QG960 dan Garuda Indonesia GA126 dari Jakarta menuju Jambi juga masih menunggu perkembangan kondisi visibility di Bandara Sultan Thaha.

Pihak bandara terus berkoordinasi dengan maskapai sembari memantau perubahan jarak pandang.

Keputusan penerbangan yang akan datang tetap disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan, terutama aspek keselamatan saat pesawat memasuki fase pendaratan.

“Untuk penerbangan yang akan datang, keputusan operasional tetap mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan, khususnya jarak pandang untuk pendaratan,” kata Ikhsan.

Dengan kondisi visibility yang masih berubah-ubah, calon penumpang diminta memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing.

Perubahan jarak pandang dapat berdampak pada jadwal keberangkatan maupun kedatangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Hingga pukul 13.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.400 meter.

Sementara itu, penerbangan dari Jakarta menuju Jambi masih menunggu perkembangan kondisi di bandara tujuan.(*)