Vikram Sinha Kembali Pimpin Indosat, Transformasi AI Masuk Babak Baru

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Indosat Tbk (ISAT) memastikan Vikram Sinha tetap menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO setelah perpanjangan masa kepemimpinannya mendapat persetujuan pemegang saham.

Keputusan tersebut ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Indosat pada 29 September 2026.

Keputusan RUPSLB ini sekaligus menjadi pijakan Indosat untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis perusahaan, terutama transformasi digital dan pengembangan ekosistem artificial intelligence (AI).

Perpanjangan masa jabatan Vikram sebelumnya telah diumumkan Indosat pada Juli 2026.

Dengan persetujuan RUPSLB, keberlanjutan kepemimpinan tersebut kini memperoleh legitimasi formal dari pemegang saham.

Dalam rapat yang sama, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris. Seppalga Ahmad resmi mengundurkan diri dari posisi Komisaris Perseroan.

Indosat menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan dedikasi Seppalga Ahmad selama menjalankan tugasnya sebagai bagian dari Dewan Komisaris.

Indosat Perluas Strategi AI

Di bawah fase kepemimpinan berikutnya, Indosat menempatkan pengembangan AI sebagai salah satu agenda penting perusahaan.

Indosat tidak hanya menargetkan pembangunan infrastruktur komputasi AI, tetapi juga ingin membentuk ekosistem yang mencakup infrastruktur, cloud, platform hingga solusi berbasis AI.

Strategi tersebut diarahkan untuk memperluas akses teknologi AI bagi dunia usaha dan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Corporate Secretary, Director dan Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan perusahaan memasuki fase baru dengan fondasi bisnis dan teknologi yang telah dibangun sebelumnya.

“Kami menyambut babak baru bagi Indosat, dengan momentum yang kuat dan peluang pertumbuhan yang semakin besar,” ujar Reski.

Menurut dia, perusahaan akan memperluas implementasi strategi AI North Star, memperkuat Customer Love, sekaligus mengembangkan kapabilitas digital yang dinilai dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Siapkan Infrastruktur AI

Untuk mendukung ambisi tersebut, Indosat menyebut telah membangun sejumlah fondasi infrastruktur yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas komputasi dan konektivitas.

Salah satunya melalui Zankore yang diperkuat dengan kontrak jangka panjang berkapasitas 200 MW.

Infrastruktur tersebut disebut menjadi bagian dari penguatan kemampuan komputasi perusahaan.

Di sisi konektivitas, RAIA Grid didukung jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer.

Infrastruktur ini diarahkan untuk mendekatkan akses kapabilitas AI kepada pelaku usaha, pengembang, peneliti, hingga masyarakat.

Indosat menyebut kedua infrastruktur tersebut menjadi bagian dari fondasi AI Factory dan pengembangan ekosistem AI perusahaan.

Fokus perusahaan kemudian diarahkan bukan hanya pada seberapa besar kapasitas AI yang dapat dibangun, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan manfaat dan nilai ekonomi yang lebih luas.

Target Berdayakan 2 Juta Talenta Digital

Pengembangan AI Indosat juga mencakup aspek sumber daya manusia. Perusahaan menargetkan pemberdayaan hingga 2 juta talenta digital pada 2030.

Untuk mencapai target tersebut, Indosat mengembangkan kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, mitra teknologi serta berbagai pemangku kepentingan.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat riset AI, mendorong inovasi serta meningkatkan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri.

Di saat yang sama, Indosat menyatakan akan memperluas akses terhadap peluang ekonomi digital bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah.

Uji Coba AI-RAN

Pengembangan teknologi juga menyasar efisiensi infrastruktur jaringan. Indosat tengah melakukan uji coba AI-RAN yang dirancang untuk menekan konsumsi energi hingga 20 persen dibandingkan jaringan konvensional.

Teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengembangkan infrastruktur digital yang lebih efisien dan bertanggung jawab.

Dengan berbagai agenda tersebut, Indosat menempatkan AI bukan hanya sebagai teknologi baru, tetapi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.

Perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha menjadi salah satu keputusan penting RUPSLB yang memberikan keberlanjutan terhadap agenda tersebut, bersamaan dengan perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan.(*)




Gagal Mendarat di Jambi, Batik Air Kembali ke Soetta Setelah 4 Kali Percobaan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi kembali berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Rabu 30 September 2026.

Pesawat Batik Air ID6804 rute Jakarta-Jambi harus kembali ke Bandara Soekarno-Hatta atau return to base (RTB) setelah empat kali mencoba melakukan pendaratan.

Pesawat tersebut sebelumnya telah bertolak dari Jakarta menuju Jambi.

Namun, kondisi jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Thaha yang terdampak kabut asap membuat proses pendaratan tidak dapat dilakukan.

Berdasarkan informasi dari pihak Bandara Sultan Thaha Jambi, pesawat Batik Air ID6804 sempat melakukan beberapa kali percobaan pendaratan.

Setelah empat kali upaya, pesawat akhirnya mengambil keputusan untuk kembali ke Jakarta.

Kondisi tersebut menunjukkan dampak langsung kabut asap terhadap penerbangan, terutama pada fase kedatangan.

Jarak pandang menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum pesawat dapat melakukan pendaratan.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, mengatakan kondisi visibility terus dipantau karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.

“Untuk kondisi saat ini, yang menjadi tantangan adalah visual pilot untuk pendaratan. Kondisi visibility terus kami pantau karena keselamatan penerbangan menjadi prioritas,” ujar Ikhsan.

Visibility Sempat Turun hingga 800 Meter

Kabut asap mulai menyelimuti kawasan Bandara Sultan Thaha sejak pagi.

Data pemantauan menunjukkan jarak pandang pada pukul 06.00 WIB hanya mencapai sekitar 800 meter.

Visibility kemudian membaik menjadi 1.000 meter pada pukul 07.00 WIB dan meningkat lagi menjadi 1.500 meter pada pukul 08.00 WIB.

Namun, membaiknya jarak pandang tidak serta-merta membuat seluruh penerbangan dapat mendarat.

Kondisi aktual di lapangan tetap menjadi pertimbangan maskapai dan pilot dalam menentukan keputusan operasional.

Sebelumnya, pihak Bandara Sultan Thaha menjelaskan bahwa kondisi visual untuk proses lepas landas masih memungkinkan.

Tantangan lebih besar berada pada fase pendaratan karena pilot membutuhkan kondisi visual yang memadai.

“Kalau untuk lepas landas, kondisi visualnya untuk naik atau take off masih bisa. Yang menjadi tantangan dengan kondisi saat ini adalah visual pilot untuk pendaratan,” jelas Ikhsan.

Dua Penerbangan Jakarta-Jambi Masih Tertahan

Selain Batik Air ID6804 yang akhirnya kembali ke Jakarta, dua penerbangan lain dari Jakarta menuju Jambi juga masih menunggu perkembangan kondisi cuaca.

Citilink QG960 dijadwalkan berangkat dari Jakarta menuju Jambi pada pukul 10.25 WIB. Sementara Garuda Indonesia GA126 dijadwalkan berangkat pukul 10.35 WIB.

Kedua penerbangan tersebut mengalami penundaan karena maskapai masih menunggu perkembangan visibility di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pihak bandara terus berkoordinasi dengan maskapai dan memantau perubahan kondisi jarak pandang sebelum penerbangan menuju Jambi dapat melanjutkan operasionalnya.

“Untuk penerbangan yang akan datang, keputusan operasional tetap mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan, khususnya jarak pandang untuk pendaratan,” kata Ikhsan.

Penumpang Diminta Pantau Jadwal

Kondisi kabut asap dan jarak pandang di wilayah Jambi masih dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer dan cuaca.

Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi jadwal kedatangan maupun keberangkatan pesawat.

Calon penumpang yang memiliki penerbangan dari atau menuju Bandara Sultan Thaha Jambi diminta memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.

Hingga informasi terakhir, Batik Air ID6804 telah kembali ke Jakarta setelah empat kali percobaan pendaratan di Jambi.

Sementara Citilink QG960 dan Garuda Indonesia GA126 masih menunggu perkembangan kondisi visibility di Bandara Sultan Thaha.(*)




Kabut Asap Jambi Kian Parah! Ganggu Penerbangan, Citilink dan Garuda Tertahan dari Jakarta

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi mulai mengganggu konektivitas udara.

Dua penerbangan dari Jakarta menuju Bandara Sultan Thaha Jambi, yakni Citilink QG960 dan Garuda Indonesia GA126, mengalami penundaan keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta, Rabu 30 September 2026.

Kedua pesawat masih menunggu perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha sebelum diberangkatkan menuju Jambi.

Informasi dari pihak Bandara Sultan Thaha menyebutkan, Citilink QG960 yang dijadwalkan berangkat dari Jakarta pukul 10.25 WIB mengalami delay.

Kondisi serupa terjadi pada Garuda Indonesia GA126 yang memiliki jadwal keberangkatan pukul 10.35 WIB.

Penundaan tersebut berkaitan dengan kondisi minimum visibility di Jambi akibat asap.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, mengatakan kondisi kabut asap masih menjadi faktor yang dipantau dalam operasional penerbangan.

“Kalau untuk penerbangan dari Jakarta menuju Jambi, saat ini ada informasi delay karena masih menunggu update cuaca di Jambi akibat minimum visibility atau asap,” ujar Ikhsan, Rabu 30 September 2026.

Jarak Pandang Sempat Hanya 800 Meter

Kabut asap mulai terlihat cukup tebal di kawasan Bandara Sultan Thaha sejak pagi.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap jarak pandang atau visibility di sekitar bandara.

Pada pukul 06.00 WIB, visibility tercatat hanya sekitar 800 meter. Satu jam kemudian kondisi membaik menjadi 1.000 meter dan kembali meningkat menjadi 1.500 meter pada pukul 08.00 WIB.

Meski menunjukkan tren perbaikan, perubahan visibility tetap menjadi perhatian dalam operasional penerbangan, terutama untuk proses pendaratan.

Menurut Ikhsan, kondisi visual untuk pesawat melakukan lepas landas masih memungkinkan. Namun, jarak pandang menjadi tantangan tersendiri ketika pesawat akan melakukan pendaratan.

“Kalau untuk lepas landas, kondisi visualnya untuk naik atau take off masih bisa. Yang menjadi tantangan dengan kondisi saat ini adalah visual pilot untuk pendaratan,” jelasnya.

Batik Air Tetap Berangkat dari Jambi

Di tengah terbatasnya jarak pandang, aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha tidak sepenuhnya terhenti.

Batik Air ID6807 dengan rute Jambi-Jakarta berhasil melakukan lepas landas pada pukul 06.00 WIB.

Pesawat tersebut merupakan armada yang sebelumnya bermalam di Bandara Sultan Thaha atau dikenal sebagai remain overnight (RON).

Sementara itu, penerbangan Batik Air ID6804 dari Jakarta yang dijadwalkan tiba di Jambi juga menjadi bagian dari penerbangan yang dipantau berdasarkan perkembangan kondisi cuaca dan visibility.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa operasional penerbangan tetap berjalan dengan mempertimbangkan situasi aktual di lapangan.

Citilink dan Garuda Masih Menunggu Kondisi Jambi

Untuk Citilink QG960 dan Garuda Indonesia GA126, keputusan keberangkatan dari Jakarta masih menunggu perkembangan kondisi di Bandara Sultan Thaha.

Kondisi visibility menjadi salah satu pertimbangan penting karena pesawat yang diberangkatkan dari Jakarta pada akhirnya harus melakukan pendaratan di Jambi.

Pihak bandara terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan maskapai terkait perkembangan cuaca serta jarak pandang.

“Kami terus memantau perkembangan kondisi visibility dan berkoordinasi terkait operasional penerbangan,” kata Ikhsan.

Penumpang Diminta Cek Jadwal Sebelum ke Bandara

Kondisi kabut asap dapat berubah mengikuti dinamika cuaca dan atmosfer.

Perubahan visibility juga berpotensi memengaruhi jadwal keberangkatan maupun kedatangan pesawat.

Karena itu, penumpang yang memiliki penerbangan dari maupun menuju Jambi diminta memantau informasi terbaru dari maskapai dan pihak Bandara Sultan Thaha sebelum berangkat ke bandara.

Hingga informasi terakhir, Citilink QG960 dan Garuda Indonesia GA126 masih mengalami penundaan keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta sambil menunggu perkembangan kondisi visibility di Jambi.(*)




Karhutla dan Konflik Sosial Mengintai, Al Haris Minta Camat Aktif di Lapangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu perhatian Gubernur Jambi, Al Haris dalam pelaksanaan pemerintahan di tingkat kecamatan.

Di tengah ancaman bencana tersebut, ia meminta para camat tidak hanya fokus pada rutinitas pembangunan dan administrasi, tetapi juga memastikan kondisi wilayahnya terpantau dan persoalan di lapangan dapat segera ditangani.

Pesan itu disampaikan Al Haris saat membuka Rapat Koordinasi Camat se-Provinsi Jambi Tahun 2026 di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Selasa 29 September 2026.

Al Haris mengatakan, camat berada di posisi strategis karena menjadi pejabat pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Ketika terjadi karhutla maupun persoalan sosial, camat dituntut mengetahui kondisi wilayah dan mampu menggerakkan koordinasi dengan pihak terkait.

“Dalam kondisi hari ini kita bekerja di daerah, ditambah lagi ada bencana karhutla, ini harus sejalan. Kita bekerja juga menangani konflik yang ada di masyarakat, kemudian pembangunan tetap berlangsung seperti biasa, semangatnya juga terus mengalir,” ujar Al Haris.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh membuat agenda pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat terhenti.

Sebaliknya, pemerintah di tingkat kecamatan harus mampu menjalankan beberapa fungsi sekaligus, mulai dari mengawal pembangunan, menangani persoalan masyarakat hingga merespons kondisi darurat.

Dalam situasi seperti itu, Al Haris menilai penguasaan wilayah menjadi kemampuan mendasar yang harus dimiliki setiap camat.

Ia meminta camat memahami persoalan yang terjadi di wilayah masing-masing, termasuk mengetahui potensi bencana maupun konflik yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat.

“Camat harus menguasai wilayahnya masing-masing, menguasai persoalan yang ada di daerahnya, lalu dia tampil dan mengelola dengan baik,” tegasnya.

Bagi Al Haris, camat tidak seharusnya hanya menunggu laporan dari bawah.

Posisi sebagai pejabat kewilayahan menuntut adanya pemahaman langsung terhadap dinamika masyarakat dan kemampuan mengoordinasikan perangkat pemerintahan ketika persoalan muncul.

“Camat adalah pejabat yang di lapangan, tentu yang bertemu dengan banyak masyarakat. Mereka juga membina para kepala desa, perangkat desa, BPD. Itu semua di bawah pembinaan camat,” katanya.

Al Haris menempatkan karhutla sebagai bagian dari tantangan pemerintahan daerah yang membutuhkan kesiapsiagaan.

Namun pada saat yang sama, pemerintah tetap harus memastikan pelayanan publik dan pembangunan berjalan.

Selain bencana, camat juga menghadapi persoalan sosial yang membutuhkan respons cepat.

Karena itu, koordinasi antara kecamatan dengan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, perangkat daerah, hingga unsur terkait lainnya dinilai penting.

Rakor Camat se-Provinsi Jambi 2026 pun diarahkan untuk memperkuat koordinasi tersebut.

Forum itu diikuti camat dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.

Al Haris juga mengajak para camat menyatukan persepsi dalam menjalankan agenda pemerintahan dan pembangunan.

“Perlu hari ini kita mengajak mereka membangun persepsi untuk menyatukan visi, mewujudkan Asta Cita Bapak Presiden dan juga mewujudkan visi Jambi Mantap serta visi yang ada di daerah masing-masing,” ujarnya.

Selain kesiapsiagaan menghadapi karhutla, rapat koordinasi tersebut membahas penguatan kapasitas camat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Al Haris, tuntutan terhadap pelayanan publik terus berkembang. Pemerintah kecamatan harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam penerapan layanan berbasis digital dan koordinasi lintas sektor.

Sejumlah agenda yang dibahas meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan layanan dasar pendidikan dan kesehatan, perlindungan sosial, digitalisasi pelayanan publik, pengembangan ekonomi lokal, serta sinkronisasi program kecamatan dengan prioritas pemerintah provinsi.

Kecamatan juga diharapkan menjadi titik penting dalam memastikan program pemerintah dapat diterjemahkan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah.

Gubernur Jambi menegaskan, kekuatan pemerintahan di tingkat kecamatan akan sangat menentukan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.

Karena itu, ia meminta camat membangun pemerintahan yang responsif, mampu membaca persoalan dan bekerja bersama seluruh unsur di wilayah.

“Bangun pemerintahan yang hadir, bekerja nyata, melayani dengan hati, dan dipercaya masyarakat,” tegas Al Haris.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Jambi, Luthpiah, mengatakan kecamatan memiliki peran strategis sebagai koordinator penyelenggaraan pemerintahan di wilayah.

Menurutnya, camat menjadi salah satu garda terdepan dalam pelayanan masyarakat sekaligus penghubung pemerintah dengan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Diperlukan kesamaan persepsi, peningkatan kapasitas, dan penguatan sinergi agar pelaksanaan tugas pemerintahan dapat berjalan secara efektif, efisien, dan akuntabel,” ujarnya.

Melalui rakor tersebut, Pemprov Jambi mendorong agar koordinasi pemerintahan di tingkat kecamatan semakin kuat, terutama dalam menghadapi persoalan yang membutuhkan respons cepat seperti karhutla, konflik sosial, pelayanan publik, sekaligus memastikan pembangunan tetap berjalan.(*)




Pesan Tegas Al Haris kepada Seluruh Camat di Jambi: Kuasai Wilayah, Hadapi Persoalan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi, Al Haris menegaskan bahwa, camat tidak cukup hanya menjalankan rutinitas administrasi pemerintahan.

Di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik dan kompleksitas persoalan di masyarakat, camat diminta benar-benar menguasai wilayah kerja, memahami persoalan hingga tingkat bawah, serta mampu mengambil peran dalam penyelesaiannya.

Pesan tersebut disampaikan Al Haris saat membuka Rapat Koordinasi Camat se-Provinsi Jambi Tahun 2026 di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Selasa 29 September 2026.

Menurut Al Haris, posisi camat sangat strategis karena berada di antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Camat berhadapan langsung dengan berbagai persoalan kewilayahan sekaligus membina kepala desa, perangkat desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

“Camat harus menguasai wilayahnya masing-masing, menguasai persoalan yang ada di daerahnya, lalu dia tampil dan mengelola dengan baik. Harus bisa mewujudkan pemerintahan yang kompeten untuk memajukan daerah,” tegas Al Haris.

Al Haris mengatakan, perubahan kebutuhan masyarakat membuat tugas camat semakin kompleks.

Persoalan yang dihadapi di tingkat kecamatan tidak lagi sebatas urusan administrasi pemerintahan, tetapi juga menyangkut pelayanan publik, persoalan sosial, pembangunan, bencana, hingga potensi konflik di tengah masyarakat.

Karena itu, camat dituntut mampu bergerak cepat dan membangun koordinasi lintas sektor.

“Camat adalah pejabat di lapangan, tentu yang bertemu dengan banyak masyarakat. Mereka juga membina para kepala desa, perangkat desa, BPD. Itu semua di bawah pembinaan camat,” ujarnya.

Ia menilai, penguatan kapasitas camat menjadi penting agar berbagai kebijakan pemerintah tidak berhenti di tingkat perencanaan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program yang dirasakan masyarakat.

Dalam forum tersebut, Al Haris juga mendorong seluruh camat menyatukan persepsi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota.

“Perlu hari ini kita mengajak mereka membangun persepsi untuk menyatukan visi, mewujudkan Asta Cita Bapak Presiden dan juga mewujudkan visi Jambi Mantap serta visi yang ada di daerah masing-masing,” katanya.

Al Haris turut menyoroti tantangan yang harus dihadapi camat di tengah kondisi daerah saat ini.

Selain memastikan pembangunan berjalan, aparatur kewilayahan juga dituntut siap menghadapi bencana dan persoalan sosial.

Salah satunya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membutuhkan respons cepat dari pemerintah di tingkat wilayah.

“Dalam kondisi hari ini kita bekerja di daerah, ditambah lagi ada bencana karhutla, ini harus sejalan. Kita bekerja juga menangani konflik yang ada di masyarakat, kemudian pembangunan tetap berlangsung seperti biasa,” jelasnya.

Menurut Al Haris, kondisi tersebut membutuhkan aparatur yang mampu beradaptasi sekaligus membangun koordinasi secara cepat.

Camat harus mengetahui situasi wilayahnya sehingga persoalan yang muncul dapat segera diidentifikasi dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Rapat koordinasi camat se-Provinsi Jambi tersebut mengusung tema penguatan sinergi pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas camat menuju pelayanan publik yang profesional, adaptif, dan berintegritas.

Sejumlah isu yang menjadi perhatian meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan dasar, digitalisasi layanan publik, pertumbuhan ekonomi lokal, pengelolaan lingkungan, hingga harmonisasi tata kelola pemerintahan.

Al Haris mengatakan, kecamatan harus menjadi bagian penting dalam memastikan program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Beberapa strategi yang didorong antara lain peningkatan kualitas SDM melalui edukasi dan sosialisasi, penguatan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, percepatan digitalisasi pelayanan, pendampingan ekonomi masyarakat, serta pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan.

“Bangun pemerintahan yang hadir, bekerja nyata, melayani dengan hati, dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Jambi, Luthpiah, mengatakan kecamatan memiliki posisi strategis sebagai koordinator penyelenggaraan pemerintahan di wilayahnya.

Menurutnya, camat juga menjadi salah satu garda terdepan pelayanan masyarakat sekaligus penghubung antara pemerintah dengan masyarakat hingga tingkat kelurahan dan desa.

“Oleh karena itu, diperlukan kesamaan persepsi, peningkatan kapasitas, dan penguatan sinergi agar pelaksanaan tugas pemerintahan dapat berjalan secara efektif, efisien, dan akuntabel,” ujar Luthpiah.

Rakor tersebut diikuti camat dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi serta perwakilan organisasi perangkat daerah terkait.

Forum ini diarahkan untuk memperkuat koordinasi pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota, menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, sekaligus memastikan program pembangunan dapat diterjemahkan secara efektif di tingkat kecamatan.

Bagi Al Haris, penguatan pemerintahan di tingkat kecamatan pada akhirnya bermuara pada satu hal: memastikan pemerintah hadir ketika masyarakat membutuhkan pelayanan maupun ketika persoalan muncul di wilayah.(*)




Hadiri Sejit Kun Ce Tua Lang Kong, Diza Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi menegaskan bahwa keberagaman agama, etnis dan budaya merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas kehidupan masyarakat.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha mengajak seluruh elemen masyarakat terus merawat kerukunan agar Kota Jambi tetap menjadi ruang bersama yang aman dan nyaman.

Pernyataan itu disampaikan Diza saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (Sejit) Kun Ce Tua Lang Kong yang digelar Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Lam Po Tong Kota Jambi, Selasa 29 September 2026.

Di hadapan pengurus majelis agama dan masyarakat Tionghoa Kota Jambi, Diza mengapresiasi kontribusi umat Khonghucu dalam menjaga suasana sosial yang kondusif serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, peringatan Sejit memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda keagamaan dan tradisi.

Momentum tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat nilai kebajikan, persaudaraan dan kepedulian sosial.

“Peringatan seperti ini bukan hanya bagian dari kegiatan keagamaan dan tradisi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebajikan, persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan di Kota Jambi,” ujar Diza.

Diza mengatakan pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik.

Menurutnya, rasa aman, toleransi dan persatuan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan kota yang berkembang secara berkelanjutan.

Karena itu, Pemkot Jambi berkomitmen memberikan ruang kehidupan sosial yang setara bagi masyarakat dengan latar belakang agama, etnis dan budaya yang berbeda.

“Pembangunan daerah bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana kita mampu menjaga persatuan, toleransi, dan kepedulian sosial. Ini harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Pesan tersebut disampaikan dalam konteks kehidupan masyarakat Kota Jambi yang terdiri dari berbagai kelompok agama dan latar belakang sosial.

Tak hanya berbicara mengenai kerukunan, Diza juga membuka ruang bagi umat Khonghucu untuk menyampaikan aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat maupun rencana pembangunan fasilitas keagamaan.

Ia meminta aspirasi tersebut disampaikan melalui mekanisme koordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Jambi dan perangkat daerah terkait.

Dengan mekanisme tersebut, berbagai usulan dapat dibahas sesuai ketentuan serta kewenangan pemerintah.

“Apabila ada hal penting terkait aspirasi umat maupun pembangunan kelenteng, silakan disampaikan melalui forum kerukunan umat beragama. Mari kita bahas bersama agar Kota Jambi semakin maju, aman, nyaman, dan menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat,” kata Diza.

Kegiatan Sejit Kun Ce Tua Lang Kong tersebut turut dihadiri Bendahara FKUB Kota Jambi yang juga merupakan pengurus MAKIN Lam Po Tong, Rito Halim, jajaran pengurus majelis agama, panitia perayaan, serta tokoh masyarakat Tionghoa Kota Jambi.

Pemkot Jambi berharap komunikasi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan berbagai elemen warga terus terjaga.

Penguatan komunikasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama mempertahankan kerukunan dan suasana kondusif di Kota Jambi.(*)




Bukan Cuma Ibu, Ayah di Jambi Didorong Aktif Cegah Stunting Sejak 1.000 Hari Pertama

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Upaya menekan angka stunting di Kota Jambi mulai diarahkan pada peran yang lebih besar dari seorang ayah.

Pemerintah Kota Jambi bersama Tim Penggerak PKK mendorong agar ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi ikut terlibat dalam pengasuhan, pemenuhan gizi, hingga memantau tumbuh kembang anak.

Pesan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Ayah Peduli Mencegah Stunting Tahun 2026 yang digelar Pokja IV TP PKK Kota Jambi di Aula TP PKK Kota Jambi, Selasa (29/9/2026).

Mengangkat tema “Ayah Terlibat, Keluarga Sehat, Anak Hebat dan Bebas Stunting”, kegiatan tersebut mempertemukan unsur TP PKK kecamatan dengan perwakilan ayah dari berbagai wilayah di Kota Jambi.

Ketua TP PKK Kota Jambi, Nadiyah, mengatakan pencegahan stunting tidak bisa dibebankan hanya kepada ibu ataupun tenaga kesehatan.

Menurutnya, ayah memiliki posisi penting karena keterlibatan dalam keluarga dapat dimulai sejak masa kehamilan, berlanjut pada pengasuhan, pemenuhan kebutuhan gizi, hingga mendampingi proses tumbuh kembang anak.

“Ini adalah langkah awal yang menunjukkan komitmen kita bahwa pencegahan stunting bukan hanya urusan petugas kesehatan, pemerintah, atau ibu. Peran ayah juga sangat besar dalam menekan angka stunting di Kota Jambi,” ujar Nadiyah.

Salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut adalah 1.000 hari pertama kehidupan, periode yang menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak.

Ketua Pokja IV TP PKK Kota Jambi, Sri, mengatakan ayah perlu menjadi mitra aktif ibu dalam memastikan kebutuhan gizi ibu dan anak terpenuhi.

“Harapannya, ayah dapat menjadi mitra aktif ibu dalam menjaga pemenuhan gizi ibu dan anak, sekaligus meningkatkan pengetahuan tentang tumbuh kembang anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan,” katanya.

Menurut Sri, pola pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan anak membutuhkan kerja bersama seluruh anggota keluarga.

Karena itu, keterlibatan ayah dinilai perlu diperkuat sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Nadiyah menekankan bahwa keterlibatan ayah dalam keluarga tidak harus diwujudkan melalui hal-hal besar.

Menurutnya, perhatian, komunikasi, pendampingan dan kehadiran ayah dalam kehidupan anak merupakan bagian penting dari pengasuhan.

“Yang dibutuhkan bukan ayah yang sempurna, tetapi ayah yang hadir dan memberikan perhatian. Kehadiran ayah sangat menentukan dalam mendukung tumbuh kembang anak,” tegasnya.

Kehadiran ayah juga dinilai dapat memberikan dukungan kepada ibu, termasuk selama kehamilan dan ketika menjalankan peran pengasuhan anak.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi perhatian terhadap fenomena fatherless, ketika anak tumbuh dengan minim keterlibatan figur ayah dalam kehidupan sehari-hari.

Nadiyah berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan tingkat kota. Ia mendorong agar edukasi mengenai peran ayah dapat menjangkau lebih banyak keluarga.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menggelar kegiatan pada hari libur sehingga lebih banyak ayah yang memiliki kesempatan untuk hadir.

“Mungkin ke depan akan dibuat sosialisasi yang lebih besar dan dilaksanakan pada hari libur agar lebih banyak ayah yang bisa menjadi peserta. Dengan demikian, upaya kita menekan angka stunting dapat semakin kuat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat materi dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi mengenai peran ayah dalam mencegah stunting sejak 1.000 hari pertama kehidupan.

Materi lain disampaikan Dinas Kesehatan Kota Jambi, khususnya mengenai keterlibatan ayah dalam pemenuhan gizi, pengasuhan serta dukungan terhadap tumbuh kembang anak.

Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kota Jambi mendorong perubahan pola pikir bahwa pencegahan stunting merupakan pekerjaan bersama.

Ayah, ibu, keluarga, tenaga kesehatan dan pemerintah memiliki peran masing-masing dalam memastikan anak tumbuh sehat sejak awal kehidupan.(*)




Tak Tercover BPJS Ketenagakerjaan, Keluarga Warga Thehok yang Tewas Tersengat Listrik Dibantu Pemkot

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Musibah kecelakaan kerja akibat sengatan listrik merenggut nyawa Supardi bin Ahmad Saroji, warga RT 25, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan.

Supardi meninggal dunia setelah tersengat listrik ketika sedang membersihkan rumput pada Minggu 27 September 2026.

Sehari setelah kabar duka tersebut, Pemerintah Kota Jambi turun langsung menemui keluarga korban. Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha mendatangi rumah duka belum lama ini.

Kedatangan jajaran Pemkot Jambi bukan hanya untuk menyampaikan belasungkawa. Pemerintah bersama Baznas Kota Jambi juga menyerahkan bantuan uang duka kepada keluarga almarhum.

Bantuan tersebut diterima oleh Khasanah, istri Supardi.

Supardi dilaporkan mengalami kecelakaan saat membersihkan rumput. Sengatan listrik membuat korban mengalami kondisi kritis.

Rekan korban yang berada di lokasi sempat melakukan upaya pertolongan. Namun, nyawa Supardi tidak berhasil diselamatkan. Korban meninggal dunia pada Minggu sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian Pemkot Jambi karena keluarga yang ditinggalkan membutuhkan dukungan setelah kehilangan anggota keluarga.

Wali Kota Jambi, Maulana menyampaikan duka cita kepada keluarga Supardi. Ia berharap keluarga dapat melewati masa berduka dengan kekuatan dan ketabahan.

“Atas nama Pemerintah Kota Jambi, kami menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa almarhum Bapak Supardi hingga menyebabkan beliau meninggal dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Maulana.

Salah satu perhatian Pemkot Jambi dalam kasus tersebut adalah kondisi perlindungan sosial korban.

Maulana mengatakan, Supardi belum tercover dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Kondisi itu membuat pemerintah bersama Baznas mengambil langkah untuk membantu keluarga korban melalui pemberian uang duka.

“Almarhum belum tercover BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu, melalui kolaborasi pemerintah kota bersama Baznas, kami memberikan bantuan uang duka sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada keluarga,” kata Maulana.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga setelah kehilangan pencari nafkah akibat musibah.

Respons Pemkot Jambi tidak berhenti pada bantuan uang duka. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah juga menyerahkan dokumen administrasi kependudukan kepada keluarga almarhum.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pelayanan administrasi kepada warga, termasuk ketika masyarakat sedang menghadapi kondisi darurat atau musibah keluarga.

Dengan demikian, kunjungan jajaran Pemkot Jambi sekaligus menjadi momentum memastikan kebutuhan administratif keluarga korban tetap mendapat perhatian.

Maulana juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta seluruh amal ibadahnya diterima.

“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala kesalahannya, diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan,” ujarnya.

Kunjungan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah Pemkot Jambi, Kepala Baznas Kota Jambi Muhammad Fadli, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan kepada keluarga Supardi yang tengah menghadapi kehilangan sekaligus memastikan keluarga korban memperoleh bantuan dan pelayanan pemerintah setelah musibah.(*)




Emas Antam Naik Lagi Hari Ini, Segini Harga 1 Gram hingga 1.000 Gram

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu 30 September 2026.

Berdasarkan pantauan laman resmi Logam Mulia pada pukul 09.07 WIB, harga emas Antam naik Rp15.000 per gram menjadi Rp2.595.000.

Sebelumnya, harga emas Antam berada di level Rp2.580.000 per gram.

Kenaikan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback. Harga buyback emas Antam tercatat naik menjadi Rp2.405.000 per gram.

Harga emas batangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan harga yang ditetapkan oleh Antam.

Daftar harga emas Antam hari ini

Berikut harga dasar emas Antam berdasarkan berat pecahan yang tersedia:

Berat Harga
0,5 gram Rp1.347.500
1 gram Rp2.595.000
2 gram Rp5.130.000
3 gram Rp7.670.000
5 gram Rp12.750.000
10 gram Rp25.445.000
25 gram Rp63.487.000
50 gram Rp126.895.000
100 gram Rp253.712.000
250 gram Rp634.015.000
500 gram Rp1.267.820.000
1.000 gram Rp2.535.600.000

Selain harga jual, harga buyback juga menjadi perhatian bagi pemilik emas yang ingin menjual kembali emas batangan Antam.

Harga buyback yang terpantau pada Rabu mencapai Rp2.405.000 per gram.

Namun, transaksi buyback dengan nilai lebih dari Rp10 juta dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari nilai transaksi saat proses buyback.

Sementara itu, pembelian emas Antam dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tercantum pada laman resmi.

Dengan demikian, harga yang dibayarkan konsumen saat membeli emas dapat berbeda dari harga dasar setelah memperhitungkan ketentuan pajak yang berlaku.

Catatan: harga emas Antam bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Pembaca disarankan mengecek harga terbaru sebelum melakukan transaksi.(*)




Jarak Pandang Terbatas, Bandara Jambi: Tantangan Utama Saat Pendaratan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap tebal menyelimuti kawasan Kota Jambi pada Rabu 30 September 2026 pagi.

Di Bandara Sultan Thaha Jambi, jarak pandang atau visibility bahkan sempat turun hingga 800 meter.

Kondisi tersebut belum menghentikan aktivitas penerbangan.

Namun, pihak bandara menyebut keterbatasan jarak pandang menjadi perhatian khusus, terutama ketika pesawat melakukan proses pendaratan.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, mengatakan kondisi visual saat lepas landas masih memungkinkan dengan kondisi yang terjadi pagi itu.

“Kalau untuk lepas landas, kondisi visualnya untuk naik atau take off masih bisa. Yang menjadi tantangan dengan kondisi saat ini adalah visual pilot untuk pendaratan,” ujar Ikhsan, Rabu 30 September 2026.

Visibility 800 meter pada pukul 06.00 WIB

Kabut asap mulai menyelimuti kawasan Bandara Sultan Thaha sejak pagi. Data pemantauan menunjukkan jarak pandang pada pukul 06.00 WIB berada di angka 800 meter.

Kondisi tersebut kemudian berangsur membaik. Pada pukul 07.00 WIB, jarak pandang meningkat menjadi 1.000 meter.

Perbaikan kembali terlihat pada pukul 08.00 WIB, ketika visibility mencapai 1.500 meter.

Meski membaik, perubahan kondisi atmosfer tetap menjadi faktor yang dipantau dalam operasional penerbangan.

Di tengah jarak pandang yang terbatas, pesawat Batik Air ID6807 rute Jambi-Jakarta tetap berhasil diberangkatkan pada pukul 06.00 WIB.

Pesawat tersebut merupakan armada yang sebelumnya bermalam di Bandara Sultan Thaha atau berstatus remain overnight (RON).

Sementara itu, pesawat Batik Air ID6804 dari Jakarta dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha pada pukul 09.50 WIB.

Pihak bandara terus memantau perkembangan jarak pandang untuk memastikan kondisi operasional penerbangan tetap menjadi perhatian, terutama bagi pesawat yang akan melakukan pendaratan.

Ikhsan kembali membenarkan bahwa kabut asap cukup tebal menyelimuti kawasan bandara sejak pagi.

“Dapat kami informasikan di awal, saat ini kabut asap tebal sejak pagi tadi,” katanya.

Menurut pihak bandara, kondisi visibility dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca dan atmosfer. Karena itu, calon penumpang diminta tetap memantau informasi penerbangan dari maskapai maupun pihak Bandara Sultan Thaha.

Hingga informasi terakhir, penerbangan Batik Air ID6807 rute Jambi-Jakarta telah berhasil berangkat pada pukul 06.00 WIB. Sementara penerbangan berikutnya dari Jakarta dijadwalkan tiba di Jambi pada pukul 09.50 WIB.(*)