Dampak Kabut Asap! ISPA Masih Mendominasi di Kota Jambi, Air Bersih 1,3 Juta Liter Ikut Disalurkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Kota Jambi mulai memberikan dampak pada sejumlah sektor, dari kesehatan masyarakat hingga kebutuhan air bersih.

Di tengah kondisi tersebut, penanganan dampak kabut asap terus dilakukan Pemerintah Kota Jambi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait.

Data yang disampaikan BPBD menunjukkan distribusi bantuan air bersih telah dilakukan sebanyak 268 kali, dengan total volume mencapai 1.345.000 liter untuk masyarakat terdampak.

Penyaluran air dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan warga di tengah musim kemarau dan kondisi lingkungan yang terdampak kabut asap.

Dampak kabut asap juga terlihat dari hasil pemantauan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data surveilans yang dicantumkan dalam laporan penanganan, terdapat 7.422 kasus penyakit yang terpantau.

ISPA menjadi kasus yang paling banyak ditemukan, yakni 6.508 kasus. Selanjutnya terdapat 618 kasus diare dan 296 kasus konjungtivitis atau gangguan pada selaput mata.

Dengan demikian, ISPA menjadi bagian terbesar dari kasus yang tercatat dalam surveilans tersebut.

Kondisi kualitas udara juga masih menjadi perhatian pemerintah.

Pada Selasa malam 15 Septembre 2026), pemantauan Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) Provinsi Jambi mencatat ISPU Kota Jambi mencapai 234 PM2,5, yang masuk kategori sangat tidak sehat.

Kondisi tersebut kemudian mendorong Pemkot Jambi memperpanjang pembelajaran jarak jauh untuk seluruh jenjang TK/PAUD, SD dan SMP mulai 16 September 2026.

Sebelumnya, Pemkot Jambi juga beberapa kali menyesuaikan sistem pembelajaran berdasarkan perubahan kualitas udara.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari langkah pencegahan untuk mengurangi paparan polusi udara terhadap peserta didik.

Penanganan dampak kabut asap tidak hanya diarahkan pada persoalan kualitas udara. Kebutuhan dasar warga, termasuk air bersih, juga menjadi perhatian.

Sebanyak 1,345 juta liter air telah didistribusikan melalui ratusan kali penyaluran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah Kota Jambi juga sebelumnya telah membagikan masker KN95 secara gratis kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko paparan debu, asap dan partikel halus akibat dampak karhutla. Sebanyak 5.000 masker dibagikan dalam kegiatan tersebut.

Di sisi lain, Pemkot Jambi bersama Forkopimda dan masyarakat juga melaksanakan Salat Istisqa pada 10 September 2026 sebagai ikhtiar menghadapi kemarau panjang dan dampak karhutla yang berpengaruh terhadap kualitas udara.

Dalam kondisi kualitas udara yang memburuk, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar rumah menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan, terutama ketika kualitas udara berada pada level tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia serta masyarakat dengan gangguan pernapasan juga perlu mendapat perhatian lebih.

Pemerintah Kota Jambi terus melakukan pemantauan kualitas udara untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Kondisi tersebut juga menjadi dasar dalam penyesuaian sejumlah layanan publik, termasuk kegiatan belajar mengajar.

Dengan kabut asap yang masih berlangsung, penanganan karhutla di wilayah Jambi dan daerah sekitarnya menjadi faktor penting untuk memperbaiki kualitas udara di Kota Jambi.(*)




Warga Cari Kepiting, Malah Temukan Kerangka Manusia Tanpa Kepala di Pantai Sadu

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID — Warga Desa Sungai Jambat, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), digegerkan oleh penemuan kerangka manusia tanpa kepala di kawasan tepi pantai, Selasa 15 September 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.

Kerangka tersebut ditemukan di kawasan RT 21, Parit Gantung, Desa Sungai Jambat. Penemuan bermula ketika sejumlah warga sedang mencari kepiting di sekitar pesisir.

Saat menyusuri kawasan tepi laut, warga melihat benda yang mencurigakan. Setelah diperiksa, benda tersebut diduga merupakan kerangka manusia.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada warga lainnya dan perangkat Desa Sungai Jambat.

Informasi selanjutnya diteruskan kepada pihak berwajib untuk dilakukan penanganan serta pemeriksaan lebih lanjut.

Camat Sadu, Arief Kurniawan Pratama, mengatakan identitas kerangka tersebut hingga kini belum diketahui.

Dalam laporan sementara, kerangka tersebut masih disebut sebagai Mr X dan diduga berjenis kelamin laki-laki.

Di sekitar kerangka juga ditemukan pakaian yang diduga dikenakan korban, yakni celana panjang jenis training berwarna hitam dan sweater lengan panjang berwarna biru.

“Identitasnya masih belum diketahui. Kami masih menunggu proses identifikasi dari pihak terkait,” kata Arief.

Dua warga yang saat kejadian tengah mencari kepiting diketahui menjadi saksi awal penemuan kerangka tersebut.

Setelah laporan diterima, petugas melakukan penanganan di lokasi. Kerangka kemudian dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi lebih lanjut.

Arief mengungkapkan, pihaknya memperoleh informasi mengenai adanya keluarga yang beberapa bulan lalu melaporkan salah satu anggota keluarganya hilang.

Orang tersebut disebut bekerja di salah satu kapal tanker.

Namun, hingga proses identifikasi dilakukan, belum dapat dipastikan apakah kerangka yang ditemukan di pantai tersebut berkaitan dengan laporan orang hilang itu.

“Kami dapat informasi, beberapa bulan yang lalu ada keluarga yang melaporkan terkait keluarga yang bekerja di salah satu kapal tanker hilang. Jadi kami masih menunggu pihak keluarga tersebut untuk memastikan apakah ciri-ciri yang ada di dekat kerangka ini sama dengan ciri-ciri yang dikenakan keluarganya yang dilaporkan hilang,” ujar Arief.

Pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas kerangka sekaligus mengetahui bagaimana jasad tersebut dapat berada di kawasan pesisir Desa Sungai Jambat.

Untuk proses identifikasi awal, kerangka tersebut rencananya dibawa ke Puskesmas Nipah Panjang.

“Kemungkinan kerangka manusia yang ditemukan ini akan dibawa ke Puskesmas Nipah Panjang untuk dilakukan proses identifikasi awal,” pungkas Arief.(*)




Harga Emas Antam Naik Lagi, 1 Gram Kini Rp2.593.000

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali bergerak naik pada Rabu, 16 September 2026.

Berdasarkan pantauan laman resmi Logam Mulia pada pukul 09.23 WIB, harga emas Antam naik Rp1.000 per gram dibandingkan harga sebelumnya.

Harga emas Antam ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.593.000, naik dari sebelumnya Rp2.592.000 per gram.

Kenaikan juga terjadi pada harga jual kembali atau buyback emas Antam. Harga buyback tercatat Rp2.438.000 per gram.

Pergerakan harga emas batangan Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan harga yang ditetapkan.

Berikut daftar harga dasar emas Antam berdasarkan ukuran keping:

  • 0,5 gram: Rp1.346.500

  • 1 gram: Rp2.593.000

  • 2 gram: Rp5.126.000

  • 3 gram: Rp7.664.000

  • 5 gram: Rp12.740.000

  • 10 gram: Rp25.425.000

  • 25 gram: Rp63.437.000

  • 50 gram: Rp126.795.000

  • 100 gram: Rp253.512.000

  • 250 gram: Rp633.515.000

  • 500 gram: Rp1.266.820.000

  • 1.000 gram: Rp2.533.600.000

Selain harga jual dan buyback, transaksi emas Antam juga memiliki ketentuan perpajakan yang perlu diperhatikan.

Untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari nilai transaksi saat proses buyback.

Sementara itu, pembelian emas Antam dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tercantum pada laman resmi.

Dengan harga emas 1 gram yang kini mencapai Rp2,593 juta, pergerakan harga emas Antam menjadi salah satu informasi yang banyak diperhatikan calon pembeli maupun pemilik emas yang ingin melakukan buyback.

Harga yang tercantum tersebut merupakan harga pada saat dilakukan pemantauan dan dapat berubah sewaktu-waktu.(*)




Meski Ada Penerbangan Sempat Tertunda, Ini Jadwal Lengkap Pesawat dari Jambi Hari Ini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Meski ada penerbangan yang sempat tertunda akibat kondisi jarak pandang, aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi tetap berlangsung pada Rabu, 16 September 2026.

Berdasarkan informasi jadwal keberangkatan dari Injourney Airports, terdapat sembilan penerbangan yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Sultan Thaha (DJB) menuju sejumlah destinasi.

Rute menuju Jakarta (CGK) masih mendominasi dengan delapan penerbangan. Sementara satu penerbangan lainnya melayani rute menuju Batam (BTH).

Sebelumnya, penerbangan Batik Air ID 6807 yang dijadwalkan berangkat pukul 06.00 WIB sempat mengalami penundaan karena kondisi jarak pandang memburuk.

Pesawat akhirnya diberangkatkan setelah kondisi membaik.

Berikut jadwal lengkap penerbangan dari Bandara Sultan Thaha Jambi hari ini:

Aktivitas keberangkatan dijadwalkan dimulai pukul 06.00 WIB melalui Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6807 tujuan Jakarta.

Selanjutnya, pada pukul 09.00 WIB, Super Air Jet dijadwalkan menerbangkan penumpang dari Jambi menuju Batam melalui penerbangan IU 974.

Rute Batam menjadi satu-satunya penerbangan non-Jakarta dalam daftar keberangkatan hari ini.

Jadwal keberangkatan cukup padat menjelang siang. Tiga penerbangan menuju Jakarta dijadwalkan berangkat dalam rentang waktu kurang dari satu jam.

Batik Air melalui penerbangan ID 6805 dijadwalkan berangkat pada pukul 11.00 WIB.

Hanya berselang 10 menit, Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 127 dijadwalkan lepas landas menuju Jakarta pada pukul 11.10 WIB.

Berikutnya, Citilink QG 961 dijadwalkan berangkat pada pukul 11.55 WIB.

Penerbangan dari Jambi kembali berlanjut pada sore hari.

Garuda Indonesia dengan penerbangan GA 129 dijadwalkan menuju Jakarta pada pukul 14.55 WIB.

Selanjutnya, Citilink QG 967 dijadwalkan berangkat pukul 15.45 WIB, disusul Super Air Jet IU 841 pada pukul 16.00 WIB.

Sementara penerbangan terakhir dalam jadwal keberangkatan hari ini adalah Citilink QG 965 menuju Jakarta pada pukul 17.30 WIB.

Daftar Lengkap Jadwal Pesawat Jambi Hari Ini

Jam Maskapai Nomor Penerbangan Tujuan
06.00 WIB Batik Air ID 6807 Jakarta (CGK)
09.00 WIB Super Air Jet IU 974 Batam (BTH)
11.00 WIB Batik Air ID 6805 Jakarta (CGK)
11.10 WIB Garuda Indonesia GA 127 Jakarta (CGK)
11.55 WIB Citilink QG 961 Jakarta (CGK)
14.55 WIB Garuda Indonesia GA 129 Jakarta (CGK)
15.45 WIB Citilink QG 967 Jakarta (CGK)
16.00 WIB Super Air Jet IU 841 Jakarta (CGK)
17.30 WIB Citilink QG 965 Jakarta (CGK)

Dari sembilan jadwal tersebut, delapan penerbangan melayani rute Jambi-Jakarta, sedangkan satu penerbangan melayani rute Jambi-Batam.

Citilink tercatat menjadi maskapai dengan jumlah keberangkatan terbanyak hari ini, yakni tiga penerbangan.

Batik Air, Garuda Indonesia dan Super Air Jet masing-masing memiliki dua jadwal keberangkatan.

Bagi calon penumpang, jadwal tersebut tetap perlu diperiksa kembali sebelum berangkat ke bandara.

Kondisi cuaca, operasional maupun faktor teknis dapat menyebabkan perubahan waktu keberangkatan.

Penumpang juga disarankan memantau informasi terbaru melalui kanal resmi Bandara Sultan Thaha maupun aplikasi masing-masing maskapai.(*)




Gegara Asap Tebal, Penerbangan ID 6807 Jambi Tujuan Jakarta Sempat Tertunda Hampir 2 Jam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Penerbangan ID 6807 Maskapai Batik Air dari Bandara Sultan Thaha Jambi mengalami penundaan pada Rabu 16 September 2026 pagi, setelah kondisi jarak pandang di bandara memburuk.

Pesawat yang dijadwalkan berangkat pukul 06.00 WIB itu sempat berada di area parkir pesawat setelah penumpang menyelesaikan proses boarding.

Namun, pada pukul 06.48 WIB, penumpang diminta kembali ke ruang tunggu karena kondisi jarak pandang belum memungkinkan untuk keberangkatan.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, membenarkan adanya penundaan tersebut.

“Penerbangan ID 6807 dengan jadwal keberangkatan pukul 06.00 WIB sempat tertunda karena kondisi jarak pandang memburuk,” kata Ikhsan.

Berdasarkan pemantauan kondisi operasional bandara, jarak pandang tercatat sekitar 900 meter pada pukul 06.30 WIB.

Kondisi tersebut membuat proses keberangkatan harus ditunda sambil menunggu jarak pandang membaik.

Penumpang Sempat Kembali ke Pesawat

Setelah kondisi mulai membaik, penumpang kembali diarahkan menuju pesawat untuk melanjutkan proses keberangkatan.

Pesawat ID 6807 akhirnya dapat diberangkatkan pada pukul 07.55 WIB.

“Setelah menunggu kondisi jarak pandang sedikit membaik, penumpang kembali dimasukkan ke pesawat dan penerbangan akhirnya berangkat pada pukul 07.55 WIB,” ujar Ikhsan.

Jika dibandingkan dengan jadwal awal pukul 06.00 WIB, penerbangan tersebut mengalami keterlambatan sekitar 1 jam 55 menit.

Pihak Bandara Sultan Thaha Jambi menyatakan keputusan penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi operasional dan aspek keselamatan penerbangan.

Penerbangan kemudian kembali berjalan setelah kondisi jarak pandang dinilai membaik.(*)




Sidang Perdana Kasus Ekstasi 536 Butir di Jambi Digelar, Oknum Pejabat Kanwil Ditjenpas Jadi Terdakwa

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Perkara narkotika yang menjerat seorang pejabat di Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi mulai bergulir di Pengadilan Negeri Jambi.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan digelar pada Selasa, 15 September 2026.

Perkara tersebut melibatkan tiga terdakwa berinisial RE (48), BW (44), dan RB (46). RB diketahui merupakan Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan pada Kanwil Ditjenpas Jambi.

Kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan transaksi narkotika di kawasan Lorong Sepakat, RT 29, Kelurahan Eka Jaya, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi.

Petugas kemudian melakukan penggerebekan di sebuah rumah dan mengamankan RE.

Dalam penggeledahan, aparat menemukan sebuah tas belanja yang berada di dalam lemari ruang tengah.

Dari tas tersebut ditemukan sejumlah pil ekstasi yang terdiri dari tiga bungkus merek Kerang dan satu bungkus merek Marvell.

Total barang bukti ekstasi yang ditemukan mencapai 536 butir.

Selain ekstasi, petugas juga menyita sejumlah barang lain, antara lain kantong plastik, timbangan digital, telepon seluler, kartu ATM serta satu unit sepeda motor Honda Supra.

Berdasarkan keterangan dalam perkara tersebut, RE disebut mengaku memperoleh ekstasi dari BW.

Polisi kemudian menangkap BW di rumah mertuanya di kawasan Jalan Marsda Abdul Rahman Saleh, Kecamatan Jambi Selatan.

Sementara RB diamankan petugas ketika berada di sebuah kafe di kawasan Jalan H. Adam Malik, Kecamatan Jambi Selatan.

Ketiganya kemudian diproses dalam perkara narkotika dengan barang bukti berupa pil ekstasi, timbangan digital, telepon genggam, kartu ATM, kantong plastik, tas belanja dan sepeda motor.

Persidangan perdana perkara tersebut tidak hanya menjadi awal proses pembuktian di pengadilan, tetapi juga diwarnai keberatan dari pihak terdakwa.

Firmansyah, kuasa hukum BW, mempertanyakan cara Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyampaikan dakwaan dalam persidangan.

Menurutnya, JPU dalam persidangan hanya membacakan satu dakwaan yang memuat rangkaian peristiwa, sementara perkara tersebut memiliki tiga terdakwa.

“Yang kami pertanyakan dalam dakwaan tadi JPU hanya membacakan satu dakwaan. JPU menyampaikan rangkaian peristiwa. Padahal terdakwanya ada tiga,” ujar Firmansyah.

Selain persoalan dakwaan, kuasa hukum BW juga mempersoalkan dugaan peran RB dalam perkara tersebut.

Firmansyah menyebut RB diduga berperan menawarkan dan menjual ekstasi. Namun, menurut dia, RB sebelumnya selalu membantah pernah menjual ekstasi kepada kliennya.

“Namun dalam pemeriksaan sebelumnya saudara RB selalu menyangkal tidak pernah menjual ekstasi ke klien kami,” katanya.

Atas dakwaan yang dibacakan JPU, pihak BW menyatakan akan menempuh langkah hukum untuk mengajukan perlawanan terhadap dakwaan tersebut.

“Kami akan melakukan perlawanan terhadap dakwaan,” tegas Firmansyah.

Perkara ini selanjutnya akan bergulir melalui tahapan persidangan untuk menguji dakwaan serta pembuktian atas perkara yang menjerat ketiga terdakwa.

Adapun terkait status dan keterlibatan masing-masing terdakwa, seluruhnya masih menjadi bagian dari proses pembuktian di persidangan dan belum dapat disimpulkan sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.(*)




Mantan Karateka Peraih Perak PON, Putra Jambi Erlando Dipercaya Latih Timnas di Asian Games

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Perjalanan Erlando Stevano di dunia karate memasuki babak baru.

Mantan karateka asal Jambi yang pernah mempersembahkan medali perak pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2018 di Jawa Barat itu kini dipercaya menjadi bagian dari tim pelatih nasional Indonesia untuk menghadapi Asian Games 2026 di Jepang.

Erlando ditunjuk Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) sebagai pelatih tim nasional karate nomor kata untuk ajang yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Sekretaris Umum KONI Jambi, Dr Muhammad Ali, mengatakan penunjukan tersebut menjadi catatan penting bagi olahraga Jambi.

Pasalnya, Erlando tidak hanya pernah menjadi atlet andalan daerah, tetapi kini mendapat kepercayaan untuk mendampingi atlet Indonesia di panggung olahraga Asia.

“Salah satu putra daerah Jambi, Erlando Stevano, ditunjuk Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) sebagai pelatih tim nasional karate nomor kata untuk Asian Games di Jepang,” kata Ali di Jambi, Selasa 15 September 2026.

Sebelum dipercaya menangani atlet nasional, Erlando lebih dulu membangun rekam jejak sebagai karateka.

Ia pernah membawa pulang medali perak untuk Jambi pada PON 2018 di Jawa Barat.

Selain prestasi di level nasional, Erlando juga tercatat beberapa kali meraih gelar juara pada kompetisi internasional nomor kata perorangan.

Pengalaman sebagai atlet tersebut kini menjadi bekal untuk menjalankan peran baru sebagai pelatih.

Bagi PB FORKI, penunjukan Erlando menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kapasitasnya dalam pembinaan dan persiapan atlet nasional, khususnya untuk nomor kata.

Ali menyebut kehadiran Erlando di jajaran tim pelatih nasional sekaligus menjadi kebanggaan bagi Jambi.

“Ini adalah kebanggaan bagi Jambi. Erlando yang lahir dan besar di Jambi kini dipercaya menjadi pelatih timnas untuk Asian Games. Kami berharap pengalaman dan ilmunya bisa membawa prestasi terbaik untuk Indonesia,” ujarnya.

Keterlibatan Jambi di Asian Games 2026 tidak berhenti pada Erlando.

Data KONI Jambi mencatat tiga atlet asal Jambi juga masuk dalam tim Merah Putih yang akan berlaga di ajang olahraga Asia tersebut.

Dengan demikian, Jambi memiliki empat perwakilan yang akan terlibat dalam kontingen Indonesia, terdiri dari tiga atlet dan satu pelatih.

Kehadiran Erlando sebagai pelatih sekaligus menjadi bagian dari perjalanan pembinaan olahraga Jambi.

Ia kini berada pada posisi berbeda: bukan lagi bertanding untuk merebut medali, melainkan membantu mempersiapkan atlet Indonesia menghadapi persaingan di level Asia.

KONI Jambi berharap keberhasilan Erlando menembus jajaran pelatih tim nasional dapat menjadi motivasi bagi pembinaan karate di daerah.

Pengalaman mantan atlet yang kemudian dipercaya menangani tim nasional juga memperlihatkan bahwa jalur prestasi olahraga tidak berhenti setelah seorang atlet meninggalkan arena pertandingan.

Erlando diharapkan dapat membawa pengalaman bertanding, pengetahuan teknik serta pengalaman kompetisinya untuk membantu persiapan tim karate Indonesia menghadapi Asian Games 2026.

Di sisi lain, kiprahnya di level nasional diharapkan turut memberi dampak terhadap regenerasi karateka Jambi, sehingga semakin banyak atlet daerah yang mampu menembus kompetisi nasional maupun internasional.

Asian Games 2026 di Jepang pun menjadi panggung berikutnya bagi karate Indonesia. Nomor kata menjadi salah satu nomor yang akan mendapat perhatian dalam persiapan kontingen Merah Putih.

Bagi Jambi, keterlibatan tiga atlet dan satu pelatih sekaligus memperpanjang daftar putra-putri daerah yang mendapat kesempatan membawa nama Indonesia pada kompetisi olahraga tingkat Asia.(*)




Yamaha Flagship Shop Jambi Tebar Promo, Diskon Servis hingga Potongan Motor Rp1,2 Juta

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Momentum Hari Pelanggan Nasional dimanfaatkan Yamaha Flagship Shop Jambi untuk memberikan sejumlah penawaran khusus bagi konsumen.

Program tersebut mencakup layanan servis hingga pembelian sepeda motor Yamaha baru.

Salah satu program yang ditawarkan adalah potongan biaya servis sebesar Rp30.000.

Promo ini berlaku untuk layanan servis seluruh tipe sepeda motor Yamaha, sehingga konsumen bisa memanfaatkannya untuk melakukan perawatan kendaraan dengan biaya lebih ringan.

Tak hanya sektor purnajual, Yamaha Flagship Shop Jambi juga menyiapkan sejumlah penawaran bagi masyarakat yang tengah mempertimbangkan pembelian sepeda motor baru.

Konsumen berkesempatan memperoleh potongan pembelian hingga Rp1,2 juta. Selain itu, tersedia pula program potongan angsuran hingga dua kali sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Penawaran tersebut semakin menarik dengan adanya kesempatan memperoleh hadiah langsung berupa produk elektronik bagi konsumen yang memenuhi ketentuan program.

Program ini menyasar konsumen Yamaha di Kota Jambi dan wilayah sekitarnya, baik yang membutuhkan perawatan kendaraan maupun yang sedang mencari sepeda motor baru.

Untuk mengetahui detail mengenai tipe motor yang tersedia, besaran promo, mekanisme potongan angsuran, hingga persyaratan hadiah langsung, konsumen dapat mendatangi Yamaha Flagship Shop Jambi.

Yamaha Flagship Shop Jambi berlokasi di Jalan Gatot Subroto Nomor 6, Kelurahan Sei Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi.

Konsumen disarankan memastikan syarat dan ketentuan masing-masing program sebelum melakukan transaksi karena periode dan ketentuan promo berlaku sesuai program yang ditetapkan.

Bagi pelanggan yang membutuhkan servis berkala maupun masyarakat yang sedang mempertimbangkan membeli motor Yamaha baru, program dalam rangka Hari Pelanggan Nasional ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan penawaran tambahan selama periode promo berlangsung.(*)




Beras Premium Kemasan 5 Kg Hilang dari Sejumlah Pasar Jambi, Ini Penyebabnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Konsumen di Kota Jambi mulai kesulitan menemukan beras premium kemasan 5 kilogram di sejumlah pasar.

Kelangkaan tersebut terpantau di pasar tradisional hingga jaringan ritel modern.

Kondisi itu terungkap dalam pemantauan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi bersama Tim Satgas Pangan dan Bulog di sejumlah titik penjualan pada Sabtu lalu.

Salah satu lokasi yang mengalami kekosongan adalah Pasar Angso Duo.

Beberapa merek beras premium kemasan 5 kilogram yang selama ini beredar, di antaranya Belido dan Topi Koki, disebut tidak lagi ditemukan saat pemantauan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, membenarkan kondisi tersebut.

“Memang khususnya di Pasar Angso Duo, beras kemasan 5 kilo yang premium dari beberapa jenis beras premium itu tidak dapat kita jumpai lagi,” ujar Johansyah.

Gangguan pasokan tersebut ternyata bukan semata-mata disebabkan tingginya permintaan di Jambi.

Johansyah menyebut distributor beras dari Palembang untuk sementara menghentikan produksi beras premium kemasan 5 kilogram.

Keputusan tersebut dipengaruhi meningkatnya biaya produksi, terutama harga bahan kemasan dan ongkos distribusi.

Di sisi lain, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi persoalan yang ikut membebani proses distribusi.

Akibat tekanan biaya tersebut, produksi beras kemasan 5 kilogram diperkirakan berhenti selama sekitar dua bulan.

“Ini dikarenakan biaya kemasannya sudah naik. Kemudian ongkos angkutnya juga meningkat. Belum lagi ditambah susahnya mendapat BBM,” jelas Johansyah.

Kondisi ini berpotensi membuat pilihan beras premium kemasan di tingkat konsumen semakin terbatas jika pasokan alternatif belum segera masuk ke pasar.

Meski beras premium kemasan 5 kilogram dari sejumlah merek mengalami kekosongan, pemerintah memastikan masyarakat masih memiliki pilihan pasokan lain.

Bulog menyiapkan beras SPHP jenis medium serta beras premium Befood untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Konsumen dapat memperoleh beras tersebut melalui gudang Bulog maupun toko TPID yang berada di Pasar Angso Duo dan Pasar Talang Banjar.

Johansyah memastikan beras yang disediakan Bulog dijual mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Pemerintah pun mengarahkan masyarakat yang kesulitan mendapatkan beras premium kemasan 5 kilogram di pasar untuk sementara beralih ke produk yang disediakan Bulog.

“Bagi masyarakat yang ingin mencari beras medium seperti jenis Belido dan sebagainya, kami arahkan membeli beras Bulog, baik medium SPHP maupun premium Befood,” katanya.

Selain mengandalkan stok Bulog, upaya menambah pasokan juga dilakukan melalui sektor swasta.

Bulog pusat telah meminta perusahaan swasta, termasuk Wilmar, untuk membantu memasok beras ke pasar tradisional maupun ritel modern.

Namun, waktu masuknya pasokan tambahan tersebut ke Jambi belum dapat dipastikan.

Artinya, dalam waktu dekat konsumen masih berpotensi menghadapi keterbatasan pilihan beras premium kemasan 5 kilogram, terutama untuk merek tertentu yang pasokannya bergantung pada distributor dari Palembang.

Pemerintah kini mengandalkan pasokan Bulog sebagai salah satu penyangga untuk menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama distribusi beras premium kembali normal.(*)




Peserta JKN Tembus 284,3 Juta, BPJS Kesehatan Kini Kejar Mutu Layanan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Cakupan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini telah mencapai sekitar 284,3 juta penduduk, atau lebih dari 98,6 persen populasi Indonesia.

Setelah mengejar perluasan kepesertaan, BPJS Kesehatan kini menggeser perhatian pada tantangan berikutnya: memastikan masyarakat benar-benar mendapatkan layanan kesehatan yang bermutu.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan tingginya cakupan JKN harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan.

Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari banyaknya masyarakat yang terdaftar.

“Tugas kita bukan hanya memastikan masyarakat terdaftar sebagai peserta, tetapi juga menjamin bahwa ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, mereka memperoleh layanan yang bermutu serta perlindungan dari risiko finansial,” ujar Pujo dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2026, Selasa 15 September 2026.

Per 1 September 2026, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.816 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.221 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), serta 7.180 sarana penunjang.

Pertumbuhan jaringan fasilitas kesehatan tersebut menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan JKN.

Namun, BPJS Kesehatan menilai kuantitas fasilitas dan pelayanan perlu berjalan beriringan dengan kualitas serta hasil kesehatan yang diterima peserta.

Besarnya skala Program JKN juga tercermin dari pembiayaan pelayanan kesehatan.

Sepanjang 2014 hingga 2025, BPJS Kesehatan telah membayarkan lebih dari Rp1.279,8 triliun kepada fasilitas kesehatan untuk pelayanan peserta JKN.

Pujo menilai angka tersebut menunjukkan besarnya sumber daya yang dikelola dalam sistem jaminan kesehatan nasional.

Karena itu, penggunaan sumber daya harus semakin diarahkan pada pelayanan yang benar-benar dibutuhkan peserta dan memberikan hasil kesehatan optimal.

“Transformasi yang perlu kita bangun bersama adalah dari volume menuju value,” katanya.

Konsep yang didorong BPJS Kesehatan adalah value-based care, yakni pendekatan yang tidak sekadar melihat seberapa banyak pelayanan diberikan, tetapi juga mempertimbangkan ketepatan tindakan medis dan hasil kesehatan yang diperoleh pasien.

“Value-based care bukan tentang mengurangi pelayanan, tetapi memastikan peserta memperoleh pelayanan yang tepat, pada waktu yang tepat, sesuai kebutuhan medis, dengan hasil kesehatan yang terbaik,” ujar Pujo.

Untuk mendorong perubahan tersebut, BPJS Kesehatan memberikan Seva Paramahita Award 2026 kepada fasilitas kesehatan yang dinilai memiliki komitmen dan kinerja terbaik dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN.

Pujo berharap fasilitas kesehatan penerima penghargaan tidak hanya menjadi penerima apresiasi, tetapi juga menjadi rujukan bagi fasilitas lain dalam menerapkan praktik pelayanan yang lebih baik.

“Fasilitas kesehatan yang memperoleh penghargaan hari ini diharapkan bisa menjadi role model, menjadi tempat bertukar ilmu, serta ikut menyebarluaskan praktik-praktik baik dalam peningkatan mutu, inovasi, dan akuntabilitas pelayanan JKN,” katanya.

Penguatan mutu juga diarahkan pada pengalaman peserta ketika berhadapan langsung dengan sistem pelayanan.

BPJS Kesehatan memperkenalkan wajah baru Petugas BPJS SATU atau BPJS Siap Membantu, yang ditujukan untuk memperkuat fungsi informasi dan pendampingan bagi peserta saat mengakses layanan kesehatan.

Selain kualitas layanan, BPJS Kesehatan juga memperkuat sisi pembiayaan melalui koordinasi dengan Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT).

Koordinasi tersebut dilakukan melalui skema Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ).

Melalui mekanisme tersebut, peserta JKN yang memiliki asuransi kesehatan tambahan dapat memperoleh manfaat kenaikan kelas perawatan dengan pembagian pembiayaan antara BPJS Kesehatan dan perusahaan asuransi tambahan sesuai ketentuan.

Skema tersebut juga mencakup koordinasi kepesertaan, sistem tagihan satu pintu serta pembagian selisih biaya pelayanan.

Menurut Pujo, integrasi tersebut diharapkan membuat ekosistem pembiayaan kesehatan lebih efektif sekaligus memperkuat pengalaman peserta.

“Peluncuran wajah baru BPJS SATU serta penandatanganan kerja sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk semakin memperkuat pengalaman peserta serta membangun koordinasi pembiayaan kesehatan yang lebih terintegrasi, efektif, dan berorientasi pada kualitas,” tuturnya.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, mengatakan perluasan akses JKN harus berjalan seimbang dengan peningkatan mutu dan keberlanjutan program.

Menurutnya, fasilitas kesehatan berada di garis depan karena menjadi titik pertemuan langsung antara peserta dan sistem JKN.

Karena itu, pelayanan dituntut tidak hanya mudah diakses, tetapi juga berkualitas, aman, cepat dan berkeadilan.

Dari sisi tata kelola, Dewan Pengawas juga mendorong penguatan transparansi, akuntabilitas, kepatuhan regulasi, pengelolaan risiko serta perlindungan hak peserta.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, menambahkan bahwa kekuatan sistem jaminan kesehatan sangat bergantung pada kapasitas fasilitas kesehatan.

“Tidak ada sistem jaminan kesehatan yang kuat tanpa didukung fasilitas kesehatan yang kuat,” tegas Maria.

Ia menilai transformasi kesehatan harus berjalan bersama transformasi mutu layanan, termasuk dengan memperkuat sumber daya manusia, sarana dan prasarana, ketersediaan obat serta pemeriksaan penunjang.

Penguatan tersebut menjadi semakin penting di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Republik Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menegaskan pemerintah akan terus memperkuat JKN agar mampu memberikan perlindungan kesehatan yang berkualitas, inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, JKN merupakan bentuk gotong royong nasional yang membutuhkan kontribusi seluruh pihak.

Pemerintah memiliki peran melalui kebijakan, regulasi dan pembiayaan.

Peserta perlu menjaga kepesertaan tetap aktif, sedangkan fasilitas kesehatan bertanggung jawab memberikan pelayanan sesuai standar dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Program JKN adalah gotong royong raksasa bangsa ini yang harus kita jaga bersama,” kata Cak Imin.

Ia menekankan tujuan akhir sistem tersebut bukan sekadar memperbesar angka kepesertaan, melainkan memastikan masyarakat memperoleh perlindungan ketika menghadapi persoalan kesehatan.

“Kita ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat yang merasa harus takut jatuh miskin karena sakit,” tegasnya.

Dengan cakupan yang telah mendekati seluruh penduduk Indonesia, pekerjaan rumah JKN kini semakin bergeser.

Tantangannya bukan hanya bagaimana memperluas akses, tetapi memastikan setiap rupiah pembiayaan menghasilkan pelayanan yang tepat, aman dan berdampak terhadap kesehatan peserta.

Perubahan orientasi dari volume menuju value pun menjadi salah satu agenda penting BPJS Kesehatan dalam menjaga kualitas sekaligus keberlanjutan Program JKN.(*)