Pasien Hendak Cuci Darah Kesulitan Bergerak, 9 Personel Damkartan Kota Jambi Turun Tangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sembilan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi turun tangan mengevakuasi seorang pasien berbobot sekitar 120 kilogram yang kesulitan keluar dari rumah untuk menjalani cuci darah, Rabu 2 September 2026.
Bukan karena kebakaran, kali ini petugas Damkartan dikerahkan untuk membantu proses penyelamatan warga dalam kondisi darurat di kawasan Lorong Perintis, RT 20, Kelurahan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo.
Pasien berusia 48 tahun tersebut dijadwalkan menjalani perawatan di Rumah Sakit Baiturrahim.
Namun, kondisi fisiknya membuat pasien tidak mampu berjalan menuju mobil ambulans yang telah menunggu di luar rumah.
Keluarga kemudian meminta bantuan melalui layanan WhatsApp Damkartan Kota Jambi. Laporan masuk sekitar pukul 10.12 WIB.
Respons petugas berlangsung cepat. Sekitar pukul 10.28 WIB, satu unit Fire Jeep bersama sembilan personel Regu II Pleton II Mako tiba di lokasi.
Petugas langsung menyiapkan peralatan evakuasi untuk memindahkan pasien dari dalam rumah menuju ambulans PSC 119.
Evakuasi tidak bisa dilakukan secara biasa. Dengan kondisi tubuh pasien yang cukup berat serta adanya bekas operasi pada bagian tangan, petugas harus memperhitungkan posisi pengangkatan agar tidak menimbulkan cedera tambahan.
Personel menggunakan basket stretcher atau tandu rescue, papan spinal dan alat pelindung diri dalam proses evakuasi.
Pasien kemudian diangkat secara perlahan dan hati-hati oleh petugas sebelum dipindahkan ke ambulans PSC 119 yang selanjutnya membawa pasien menuju Rumah Sakit Baiturrahim.
Proses tersebut juga melibatkan koordinasi antara personel Damkartan dan tim PSC 119.
Kepala Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan penanganan seperti itu merupakan bagian dari fungsi penyelamatan yang menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran.
“Kami tidak hanya bertugas ketika terjadi kebakaran. Dalam kondisi tertentu, ketika masyarakat membutuhkan bantuan untuk proses penyelamatan atau evakuasi, personel kami siap membantu sesuai kemampuan dan prosedur yang ada,” ujar Mustari.
Menurutnya, kondisi pasien menjadi perhatian khusus karena selain memiliki bobot sekitar 120 kilogram, terdapat bekas operasi pada bagian tangan.
Karena itu, setiap tahapan evakuasi dilakukan dengan perhitungan dan koordinasi agar pasien tetap dalam kondisi aman sampai masuk ke ambulans.
“Karena kondisi pasien cukup berat dan ada bekas operasi yang belum sepenuhnya pulih, proses pengangkatan harus dilakukan dengan hati-hati,” ungkpanya.
“Kami memastikan pasien bisa dipindahkan dengan aman untuk mendapatkan penanganan medis selanjutnya,” katanya.
Mustari mengapresiasi keluarga pasien yang segera menghubungi petugas ketika menghadapi kesulitan melakukan evakuasi.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu memaksakan proses pengangkatan sendiri apabila kondisi pasien membutuhkan tenaga tambahan atau peralatan khusus.
“Yang paling penting dalam situasi seperti ini adalah jangan memaksakan penanganan sendiri apabila memang membutuhkan tenaga dan peralatan khusus. Segera hubungi layanan darurat agar bisa ditangani bersama,” ujarnya.
Evakuasi berlangsung sekitar satu jam dan berjalan aman. Setelah pasien berhasil dipindahkan ke ambulans PSC 119, personel Damkartan kembali ke Mako sekitar pukul 11.45 WIB.
Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa tugas Damkartan tidak berhenti pada penanganan kebakaran.
Dalam situasi tertentu, kemampuan personel dan peralatan penyelamatan juga dibutuhkan untuk membantu warga menghadapi kondisi darurat yang tidak dapat ditangani secara mandiri.
Bagi masyarakat, kecepatan meminta pertolongan menjadi salah satu faktor penting ketika proses evakuasi membutuhkan tenaga dan peralatan khusus.(*)








