Dilepas Wagub Abdullah Sani, Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Pembangunan di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Suasana Kota Jambi semarak pada Selasa 18 Agustus 2026 pagi.

Ribuan peserta dari berbagai unsur turun ke jalan mengikuti Pawai Pembangunan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pawai tersebut dilepas Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani dari Taman Putri Pinang Masak Park, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Jambi.

Tidak sekadar menjadi agenda hiburan pascaperayaan kemerdekaan, pawai ini menjadi panggung terbuka bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas, budaya hingga berbagai gambaran pembangunan di Provinsi Jambi.

Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari instansi pemerintah, organisasi masyarakat, pelajar hingga komunitas.

Dengan beragam atribut dan kreasi yang dibawa, rombongan menyusuri rute pawai menuju Tanggo Rajo, tepat di depan Rumah Dinas Gubernur Jambi.

“Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, Pawai Pembangunan kita lepas dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jambi,” ujar Abdullah Sani saat melepas peserta.

Bukan Sekadar Pawai, Jadi Etalase Pembangunan Jambi

Kemeriahan terlihat sepanjang rute. Warga memadati sejumlah ruas jalan untuk menyaksikan peserta yang membawa berbagai penampilan.

Kreasi budaya, atraksi peserta serta produk unggulan daerah menjadi bagian dari pawai.

Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk memperkenalkan keberagaman potensi yang dimiliki Provinsi Jambi kepada masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, Pawai Pembangunan menjadi salah satu cara menerjemahkan semangat kemerdekaan dalam bentuk yang lebih dekat dengan masyarakat.

Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga melalui optimisme untuk melanjutkan pembangunan dan memperkuat kebersamaan.

Wagub Lepas, Gubernur Sambut di Tanggo Rajo

Setelah dilepas dari kawasan Taman Putri Pinang Masak, seluruh peserta bergerak menuju titik akhir di Tanggo Rajo.

Di lokasi tersebut, rombongan disambut langsung Gubernur Jambi Al Haris bersama jajaran Forkopimda Provinsi Jambi.

Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman, Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hesnidar Haris, para kepala OPD serta sejumlah undangan lainnya.

Sejumlah pejabat Pemprov Jambi juga ikut berada di lokasi. Mulai dari sekretaris daerah, staf ahli, asisten, pejabat eselon II, III dan IV, hingga ASN dan PPPK.

Kehadiran jajaran pemerintah tersebut memperlihatkan keterlibatan lintas unsur dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Provinsi Jambi.

Gotong Royong Jadi Pesan Utama

Pawai Pembangunan tahun ini membawa pesan tentang pentingnya gotong royong dalam mengisi kemerdekaan.

Keberagaman peserta yang berasal dari berbagai latar belakang menjadi gambaran bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri.

Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat, sementara masyarakat membutuhkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata.

Karena itu, pawai juga menjadi ruang untuk memperkuat interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana yang lebih terbuka dan meriah.

Antusiasme warga yang menyaksikan dari sepanjang rute membuat peringatan kemerdekaan terasa semakin hidup.

Dorong Optimisme untuk Jambi

Pemprov Jambi berharap semangat yang muncul dalam Pawai Pembangunan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.

Semangat persatuan, kecintaan terhadap daerah serta kebanggaan terhadap berbagai capaian pembangunan diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Pawai tersebut menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata.

Mulai dari menjaga persatuan, memperkuat gotong royong hingga ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

Dengan semangat tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi mengajak masyarakat bersama-sama menjaga Jambi agar terus bergerak menjadi daerah yang maju, nyaman, tertib, aman dan profesional.(*)




5G Makin Ngebut di Bali, XLSMART Siapkan Unlimited 5G di 5 Wilayah

BALI, SEPUCUKJAMBI.ID — Persaingan konektivitas 5G di Bali semakin menguat.

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas dan memperkuat jaringan 5G sekaligus menghadirkan layanan Unlimited 5G melalui merek SMARTFREN.

Penguatan tersebut menyasar lima wilayah di Bali, yakni Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Bangli, Tabanan dan Gianyar.

Di lima wilayah tersebut, jaringan 5G XLSMART kini didukung lebih dari 1.000 BTS 5G.

Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengejar kebutuhan konektivitas masyarakat yang semakin tinggi, terutama di daerah dengan aktivitas digital, pariwisata dan ekonomi kreatif yang padat.

Bali menjadi salah satu pasar strategis karena kebutuhan internet tidak hanya berasal dari masyarakat lokal. Wisatawan, pekerja digital, pelaku UMKM, kreator konten hingga industri hospitality juga semakin bergantung pada konektivitas berkecepatan tinggi.

1.000 BTS 5G Tersebar di Lima Wilayah

Regional Group Head XLSMART Area Bali Nusra, Donny Darmawan, mengatakan karakter Bali membuat kebutuhan jaringan berkapasitas tinggi terus berkembang.

“Bali memiliki ekosistem digital yang sangat dinamis. Pertumbuhan pengguna 5G yang kami lihat menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbuka dalam memanfaatkan teknologi generasi terbaru untuk mendukung komunikasi, produktivitas, bisnis, maupun gaya hidup digital,” katanya.

Menurut Donny, penguatan jaringan 5G di Denpasar, Badung, Bangli, Tabanan dan Gianyar tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan komunikasi masyarakat.

Konektivitas tersebut juga dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pariwisata, UMKM, hospitality dan ekonomi kreatif yang menjadi penggerak perekonomian Bali.

“Bagi Bali, hal ini memiliki arti strategis karena konektivitas turut mendukung daya saing sektor pariwisata, UMKM, hospitality, serta ekonomi kreatif yang menjadi bagian penting dari perekonomian daerah,” ujarnya.

Unlimited 5G Tanpa Batas Kecepatan dan Kuota

Bersamaan dengan penguatan jaringan, XLSMART melalui SMARTFREN menghadirkan Unlimited 5G.

Layanan tersebut memungkinkan pelanggan menikmati internet tanpa batas kuota dan tanpa pembatasan kecepatan selama berada di jaringan 5G XLSMART, menggunakan perangkat yang kompatibel dan memiliki paket yang masih aktif.

Kecepatan layanan dapat mencapai hingga 500 Mbps, meski pengalaman aktual tetap bergantung pada kondisi jaringan, perangkat, lokasi, trafik serta faktor teknis lainnya.

Paket Unlimited 5G tersedia dalam pilihan masa aktif 7 hari, 14 hari dan 28 hari.

Chief Marketing Officer XLSMART, Alfons Bosch Sansa, mengatakan meningkatnya adopsi 5G menunjukkan perubahan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas.

“Pertumbuhan adopsi 5G menunjukkan bahwa masyarakat semakin membutuhkan konektivitas dengan kapasitas dan kualitas yang mampu mendukung aktivitas digital yang semakin beragam,” katanya.

Ia mengatakan kehadiran Unlimited 5G ditujukan agar manfaat teknologi 5G dapat semakin mudah dirasakan masyarakat.

Jaringan Menyasar Kawasan Pariwisata hingga Ekonomi Kreatif

Penguatan jaringan XLSMART di Bali dilakukan pada sejumlah titik yang memiliki aktivitas digital tinggi.

Mulai dari kawasan permukiman, pusat pemerintahan dan bisnis, pusat perdagangan, lingkungan pendidikan, sentra ekonomi kreatif, kawasan hospitality hingga destinasi wisata.

Kebutuhan tersebut semakin relevan karena aktivitas digital di Bali berkembang sangat cepat.

Pelaku usaha dapat memanfaatkannya untuk operasional bisnis dan transaksi digital. Sementara kreator konten membutuhkan koneksi stabil untuk live streaming dan mengunggah konten berukuran besar.

Wisatawan juga semakin bergantung pada internet untuk navigasi, komunikasi, transaksi hingga berbagi pengalaman perjalanan secara langsung.

Group Head Marketing Segment SMARTFREN XLSMART, Astiyanto Tri Muktiwibowo, menyebut jaringan 5G XLSMART kini telah tersedia di lebih dari 50 kota dan kabupaten di Indonesia.

Menurutnya, integrasi jaringan XLSMART memberikan peluang lebih luas bagi pelanggan SMARTFREN untuk menikmati layanan 5G di wilayah yang telah terjangkau.

Raih Empat Penghargaan Ookla

Penguatan jaringan tersebut juga dibarengi dengan capaian XLSMART pada Ookla Speedtest Awards H1 2026.

XLSMART meraih empat penghargaan, yakni Best Mobile Network in Indonesia 2026, Best 5G Network in Indonesia 2026, Fastest 5G in Indonesia 2026, dan Best 5G Video Experience in Indonesia 2026.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu pengakuan terhadap kualitas jaringan yang dikembangkan perusahaan.

Secara regional, jaringan XLSMART di wilayah Bali dan Nusa Tenggara didukung lebih dari 17.000 BTS.

Sementara secara nasional, perusahaan menyebut infrastrukturnya telah diperkuat lebih dari 265 ribu BTS, termasuk BTS 4G dan 5G, dengan jumlah pelanggan mencapai lebih dari 69 juta.

Bali Jadi Pasar Penting Pengembangan 5G

Pertumbuhan layanan 5G di Bali memperlihatkan bagaimana perkembangan infrastruktur digital mulai berjalan beriringan dengan perubahan perilaku masyarakat.

Denpasar sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi memiliki kebutuhan konektivitas yang tinggi.

Badung menjadi kawasan dengan aktivitas pariwisata dan hospitality yang sangat padat.

Sementara Bangli, Tabanan dan Gianyar memiliki kombinasi aktivitas pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif serta mobilitas masyarakat yang terus berkembang.

Dengan karakter tersebut, penguatan 5G di Bali bukan hanya soal mengejar kecepatan internet.

Konektivitas menjadi bagian dari infrastruktur pendukung ekonomi digital yang semakin dibutuhkan masyarakat dan pelaku usaha.

Untuk menikmati Unlimited 5G, pelanggan harus menggunakan perangkat yang telah mendukung jaringan 5G, memiliki paket aktif dan berada dalam cakupan jaringan 5G XLSMART.

Melalui perluasan jaringan dan layanan Unlimited 5G, XLSMART menargetkan semakin banyak masyarakat Bali dapat memanfaatkan konektivitas generasi terbaru untuk bekerja, belajar, menjalankan bisnis, bermain gim, menikmati hiburan, melakukan live streaming hingga menghasilkan konten digital.(*)




Keliling Jambi Naik Fazzio dan Grand Filano, Puluhan Rider Beri Penghormatan untuk Pejuang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Jambi tidak hanya berlangsung melalui upacara dan berbagai perlombaan.

Semangat kemerdekaan juga dibawa ke jalanan oleh 50 rider pengguna Yamaha Fazzio dan Yamaha Grand Filano melalui kegiatan touring sekaligus aksi sosial.

Kegiatan yang dikemas dengan nuansa kemerdekaan tersebut menjadi ajang bagi para pengguna skuter Yamaha untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan yang masih berada di Jambi.

Rombongan memulai perjalanan dari Yamaha Flagship Shop Jambi. Dengan mengenakan atribut bernuansa merah putih, para rider kemudian berkonvoi menyusuri sejumlah kawasan di Kota Jambi.

Namun, kegiatan tersebut bukan sekadar riding bersama.

Salah satu agenda utama justru diarahkan pada aksi sosial sebagai bentuk penghargaan kepada para pejuang kemerdekaan.

Singgah di Tugu Juang Jambi

Tugu Juang menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan para rider.

Lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah dan menjadi salah satu simbol perjuangan masyarakat Jambi.

Setibanya di kawasan Tugu Juang, para peserta memberikan cinderamata bertema kemerdekaan sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian.

Momen tersebut menjadi bagian yang membedakan touring kemerdekaan ini dari kegiatan komunitas otomotif pada umumnya.

Para rider tidak hanya berkendara bersama, tetapi juga menjadikan momentum HUT RI sebagai kesempatan untuk mengenang kembali jasa generasi yang telah berjuang bagi bangsa.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang riding atau kumpul bersama komunitas. Kami ingin kemerdekaan tahun ini memiliki makna lebih dengan memberikan apresiasi kepada para pejuang yang telah berjasa bagi bangsa dan negara,” ujar Elvaro, salah satu perwakilan peserta.

Riding Sekaligus Mengenang Perjuangan

Bagi peserta, perjalanan berkeliling Kota Jambi memberikan pengalaman berbeda.

Selain menjadi sarana rekreasi dan memperkuat hubungan sesama pengguna Fazzio dan Grand Filano, kegiatan tersebut juga membawa pesan sosial.

Salah seorang rider mengaku senang dapat mengikuti kegiatan yang memadukan touring dengan aksi sosial.

“Senang sekali bisa ikut event ini. Selain bisa riding bareng teman-teman, kami juga bisa melakukan kegiatan positif untuk memperingati kemerdekaan. Apalagi bisa bertemu dan memberikan apresiasi langsung kepada para pejuang,” ungkapnya.

Peserta lainnya menilai kegiatan tersebut memberikan makna berbeda dibandingkan touring yang biasanya hanya berorientasi pada kebersamaan komunitas.

“Biasanya riding hanya untuk refreshing dan silaturahmi. Kali ini rasanya lebih berkesan karena ada nilai sosialnya. Kami bisa menikmati perjalanan keliling Jambi sekaligus belajar menghargai perjuangan generasi sebelumnya,” katanya.

Dari Komunitas Otomotif untuk Nilai Kemerdekaan

Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa komunitas pengguna kendaraan tidak hanya berkutat pada aktivitas otomotif.

Para pengguna Fazzio dan Grand Filano mencoba membawa karakter komunitas mereka ke kegiatan yang lebih luas dengan menggabungkan gaya hidup, touring dan kepedulian sosial.

Atribut kemerdekaan yang dikenakan peserta juga membuat konvoi terlihat semarak saat melintasi sejumlah ruas jalan Kota Jambi.

Bagi generasi muda, cara tersebut menjadi salah satu bentuk ekspresi dalam memperingati kemerdekaan tanpa meninggalkan pesan utama tentang penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa.

Ditutup dengan Kebersamaan di Tugu Juang

Setelah menyelesaikan rangkaian touring dan agenda sosial, rombongan kemudian menuju LTR Cafe & Resto di kawasan Tugu Juang.

Di lokasi tersebut, para peserta melanjutkan kegiatan dengan berkumpul dan berbagi pengalaman mengenai perjalanan yang telah mereka ikuti.

Kegiatan ditutup dengan suasana santai dan kebersamaan antarpeserta.

Momentum HUT ke-81 RI tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai cara.

Bagi 50 rider Fazzio dan Grand Filano, kemerdekaan diterjemahkan melalui perjalanan bersama, menjaga silaturahmi dan memberikan penghormatan kepada mereka yang telah lebih dulu berjuang.

Dari jalanan Kota Jambi, semangat merah putih pun kembali digaungkan dengan cara yang dekat dengan generasi muda: riding bersama, mengenang sejarah dan berbagi kepedulian.(*)




Di Balik Komandan Upacara HUT RI Jambi, Ada Jejak Panjang Letkol Inf Aries Munandar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Di balik khidmatnya upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jambi, Senin 17 Agustus 2026, terdapat sosok prajurit yang mengemban tanggung jawab penting untuk memastikan seluruh rangkaian upacara berjalan sesuai ketentuan.

Dia adalah Letkol Inf Aries Munandar Effendi, Danyonif Raider 142/Ksatria Jaya Korem 042/Garuda Putih Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol.

Pada upacara yang digelar di Lapangan Kantor Gubernur Jambi itu, Aries dipercaya menjadi Komandan Upacara.

Posisi tersebut bukan sekadar berdiri di hadapan pasukan dan memberikan aba-aba.

Seorang Komandan Upacara bertanggung jawab memastikan setiap tahapan berlangsung tertib, tepat, disiplin dan penuh penghormatan dalam momentum sakral peringatan kemerdekaan.

Bagi Aries, kepercayaan tersebut datang setelah perjalanan panjang di lingkungan TNI Angkatan Darat, terutama di jajaran Kostrad.

Karier Dimulai dari Komandan Peleton

Perjalanan militer Letkol Inf Aries Munandar Effendi dimulai dari sejumlah posisi komando di satuan tempur.

Pada 14 April 2009, ia tercatat sebagai Danton II/B Yonif 412/Raider 6/2 Kostrad.

Tidak lama kemudian, pada 1 September 2009, ia dipercaya menjadi Danton III/B Yonif 412/Raider 6/2 Kostrad.

Jabatan komando kembali diembannya pada 15 Maret 2010 sebagai Danton I Yonif 412/Raider 6/2 Kostrad.

Dari posisi tersebut, pengalaman Aries berkembang melalui berbagai penugasan dan jabatan di lingkungan TNI AD.

Ia juga tercatat menjalani sejumlah penugasan, baik di dalam maupun luar negeri, antara lain Ekspedisi Bukit Barisan di Bengkulu, Latma Safkar Indopura di Singapura, Satgas Indobatt UNIFIL di Lebanon serta Satgas Pamtas RI-PNG di Papua.

Rangkaian penugasan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan pengalaman seorang prajurit yang tidak hanya dituntut memiliki kemampuan komando, tetapi juga kesiapan menghadapi berbagai situasi di lapangan.

Dari Komando ke Perencanaan

Perjalanan karier Aries kemudian tidak hanya berkutat di lini komando.

Pada 1 Agustus 2012, ia mendapat penugasan sebagai Pasilog Yonif 412/Raider 6/2 Kostrad.

Kemudian pada 4 Januari 2013, ia kembali dipercaya mengemban tugas sebagai Pasilog di satuan tersebut.

Pengalaman di bidang komando kembali dijalaninya saat dipercaya menjadi Danki C Yonif 412/Raider 6/2 Kostrad pada 10 Juli 2015.

Setelah itu, ia memasuki sejumlah posisi yang berkaitan dengan staf, perencanaan, pendidikan dan pembinaan satuan.

Pada 31 Agustus 2016, Aries mendapat penugasan sebagai Pasimat Simabrig Denma Brigif Mekanis 6/2 Kostrad.

Setahun kemudian, 18 September 2017, ia dipercaya sebagai Gumil Gol VI Staf Binlat Tim Gumil Pusdikif Pussenif.

Pengalaman di bidang pendidikan dan pembinaan kemudian berlanjut. Pada 19 Maret 2018, Aries tercatat sebagai Kasilog Sbagum Pusdikif.

Selanjutnya, pada 27 Juni 2019, ia dipercaya menduduki posisi Kasiren Progar Bagum Pusdikif.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman Aries tidak hanya dibangun dari tugas lapangan, tetapi juga dari pekerjaan perencanaan, logistik, pendidikan serta pembinaan organisasi.

Masuk ke Bidang Analisis dan Pengendalian Program

Kariernya terus bergerak ke tingkat yang lebih tinggi.

Pada 28 September 2022, Aries dipercaya menjadi Kasi Anev dan Dalprog Sren Divif 3 Kostrad.

Jabatan tersebut memperkuat pengalamannya di bidang analisis, evaluasi serta pengendalian program dan perencanaan.

Di sela perjalanan tugasnya, Aries juga mengikuti pertukaran perwira ke Australia melalui kegiatan Kartikabura Exchange.

Kemudian pada 22 Mei 2025, ia mendapat kepercayaan sebagai Pabandya Anev dan Dalprog Sren Kostrad.

Hingga akhirnya, pada 18 Mei 2026, Aries memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya setelah dipercaya menjadi Danyonif 142/Ksatria Jaya Korem 042/Garuda Putih Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol.

Belum lama mengemban jabatan tersebut, ia kembali mendapat kepercayaan penting sebagai Komandan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jambi.

Berdiri di Tengah Momentum Kemerdekaan

Dalam upacara tersebut, Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Sementara Letkol Inf Aries Munandar Effendi bertugas sebagai Komandan Upacara.

Di bawah komandonya, seluruh pasukan mengikuti rangkaian upacara dengan tertib dan disiplin.

Paskibraka Provinsi Jambi juga menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih dalam suasana khidmat.

Upacara turut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Wakil Gubernur Jambi, unsur Forkopimda Provinsi Jambi, jajaran Korem 042/Garuda Putih serta tamu undangan lainnya.

Bagi seorang prajurit, kepercayaan menjadi Komandan Upacara pada peringatan kemerdekaan merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab.

Sebab, tugas tersebut menuntut ketepatan, ketegasan dan kemampuan mengendalikan seluruh rangkaian upacara.

Namun, di balik aba-aba yang terdengar di lapangan, terdapat perjalanan panjang yang mengantarkan seorang prajurit hingga berada pada posisi tersebut.

Dari Kostrad, Penugasan hingga Memimpin Barisan di Jambi

Jika dirunut, perjalanan Aries mencerminkan proses panjang dalam karier militer.

Ia pernah berada di posisi komandan peleton, komandan kompi, menangani logistik, menjalani tugas pendidikan dan pembinaan, hingga masuk dalam bidang analisis serta pengendalian program di tingkat divisi dan Kostrad.

Berbagai pengalaman tersebut menjadi bekal ketika akhirnya ia dipercaya memimpin Yonif Raider 142/Ksatria Jaya.

Kini, dalam usia karier yang terus berkembang, Aries mendapat kesempatan berdiri di tengah lapangan upacara pada momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya sebagai prajurit TNI AD.

Di balik seragam dan jabatan yang disandangnya, Aries juga menjalani kehidupan sebagai kepala keluarga.

Ia memiliki istri, Eny Wahyu Pramesty, yang berasal dari Batanghari, Jambi, serta seorang putra.

Kehidupan keluarga menjadi sisi lain dari perjalanan seorang prajurit yang selama bertahun-tahun dituntut siap menjalankan berbagai penugasan.

Pada akhirnya, menjadi Komandan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan hanya tentang mengatur barisan.

Di balik setiap aba-aba dan langkah pasukan terdapat proses panjang yang dibangun melalui penugasan, pengalaman, disiplin dan tanggung jawab.

Dan pada 17 Agustus 2026, perjalanan panjang Letkol Inf Aries Munandar Effendi itu bermuara pada satu amanah: memimpin jalannya upacara kemerdekaan tingkat Provinsi Jambi.(*)




Maulana Siapkan Kawasan Terintegrasi dari Perkantoran Wali Kota hingga Danau Telago Kajang Lako

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi menyiapkan konsep kawasan publik terintegrasi yang menghubungkan perkantoran Wali Kota Jambi, Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai hingga Danau Telago Kajang Lako yang berada di kawasan kolam retensi.

Konsep tersebut disiapkan Wali Kota Jambi Maulana sebagai bagian dari penataan kawasan agar sejumlah ruang publik dan ikon Kota Jambi tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dalam satu kawasan yang saling mendukung.

Rencana itu disampaikan Maulana saat bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra melakukan penanaman pohon tanjung dan tabebuya di kawasan kolam retensi, Selasa 18 Agustus 2026.

Menurut Maulana, pembangunan kolam retensi menjadi kesempatan untuk menata kawasan di sekitarnya secara lebih menyeluruh.

“Ke depan kawasan ini akan kita integrasikan. Dari perkantoran Wali Kota Jambi, Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai sampai ke Danau Telago Kajang Lako. Kita ingin kawasan ini menjadi satu kesatuan ruang publik yang menarik,” ujar Maulana.

Bukan Lagi Titik-Titik yang Berdiri Sendiri

Konsep integrasi tersebut diarahkan untuk membentuk satu kawasan publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas.

Perkantoran Wali Kota Jambi akan menjadi salah satu titik dalam konektivitas kawasan.

Dari area tersebut, masyarakat nantinya dapat terhubung dengan Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai hingga kawasan Danau Telago Kajang Lako.

Maulana ingin kawasan tersebut memiliki fungsi yang lebih luas, mulai dari ruang terbuka, olahraga, rekreasi hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan konsep tersebut, kolam retensi tidak hanya diposisikan sebagai infrastruktur pengendalian banjir, tetapi menjadi bagian dari wajah baru ruang publik Kota Jambi.

Kolam Retensi Jadi Titik Penghubung

Danau Telago Kajang Lako yang berada di kawasan kolam retensi menjadi salah satu bagian penting dalam konsep tersebut.

Fungsi utama kolam retensi tetap sebagai tempat menampung dan mengendalikan aliran air. Namun, area di sekitarnya akan ditata agar dapat dimanfaatkan masyarakat.

Salah satu fasilitas yang tengah dibangun adalah jogging track sepanjang sekitar 1,4 kilometer.

Jalur tersebut akan dilengkapi pepohonan peneduh dan penerangan sehingga dapat digunakan masyarakat untuk berolahraga pada pagi, sore hingga malam hari.

Penataan lingkungan juga mulai dilakukan dengan penanaman pohon tanjung dan tabebuya oleh Maulana bersama Diza.

“Dua jenis pohon yang kita tanam, yakni tabebuya dan tanjung, dengan jarak sekitar lima meter. Harapannya nanti pohon-pohon ini tumbuh dan menjadi peneduh bagi masyarakat yang menggunakan jogging track,” katanya.

Tugu Keris Siginjai Masuk dalam Konsep Kawasan

Tugu Keris Siginjai menjadi salah satu ikon yang akan masuk dalam jaringan kawasan publik tersebut.

Maulana ingin keberadaan sejumlah ikon kota tidak hanya menjadi objek yang berdiri sendiri, tetapi memiliki keterhubungan dengan ruang publik lainnya.

Konsep itu sekaligus dapat memperkuat daya tarik kawasan bagi masyarakat maupun wisatawan.

Jika konektivitas tersebut berhasil diwujudkan, masyarakat dapat menikmati kawasan dengan fungsi yang beragam dalam satu rangkaian ruang publik.

UMKM Disiapkan agar Ikut Bergerak

Konsep integrasi kawasan juga menyentuh aspek ekonomi.

Pemkot Jambi berencana menyediakan ruang khusus bagi pelaku UMKM di kawasan tersebut.

Namun, aktivitas perdagangan akan diatur agar tidak mengganggu fungsi utama fasilitas publik, khususnya jogging track.

Maulana menegaskan jalur olahraga harus tetap digunakan sesuai peruntukannya dan tidak berubah menjadi area kendaraan atau aktivitas lain.

“Jangan sampai nanti jogging track ini digunakan untuk aktivitas lain. Kita sudah siapkan ruang bagi UMKM di lokasi yang memang diperuntukkan,” tegasnya.

Dengan pengaturan tersebut, kawasan diharapkan dapat menjadi ruang bertemunya aktivitas olahraga, rekreasi dan ekonomi masyarakat.

Bisa Dikembangkan Menjadi Kawasan Wisata

Maulana juga melihat peluang kawasan terintegrasi tersebut untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata baru Kota Jambi.

Namun, pengembangan wisata akan dilakukan setelah fungsi pengendalian banjir berjalan optimal.

Konsep yang disiapkan antara lain wisata air, air mancur dengan permainan lampu serta berbagai fasilitas publik lainnya.

“Kalau nanti danaunya sudah jadi dan fungsi pengendalian airnya berjalan baik, kita bisa kembangkan menjadi kawasan wisata,” ujarnya.

Menurut Maulana, pengembangan tersebut diharapkan membuat kawasan tidak hanya ramai pada jam kerja.

Aktivitas olahraga, ruang publik, UMKM dan wisata diharapkan membuat kawasan tetap hidup hingga malam.

Penataan Dimulai dari Penghijauan

Penanaman pohon tanjung dan tabebuya menjadi salah satu langkah awal penataan kawasan.

Pohon-pohon tersebut akan menjadi bagian dari lanskap ruang publik sekaligus peneduh jogging track.

Di saat yang sama, pembangunan kolam retensi terus diarahkan untuk menyelesaikan fungsi pengendalian banjir.

Maulana mengatakan kawasan tersebut nantinya diharapkan mampu menjalankan beberapa fungsi sekaligus: mengendalikan banjir, menyediakan ruang publik, menjadi kawasan olahraga, membuka ruang ekonomi dan berpotensi menjadi destinasi wisata.

Jika konsep integrasi terealisasi, kawasan perkantoran Wali Kota Jambi hingga Danau Telago Kajang Lako tidak lagi menjadi titik-titik yang terpisah, tetapi dirancang sebagai satu kesatuan kawasan publik yang memiliki konektivitas dan fungsi yang saling melengkapi.(*)




Tanam Tanjung dan Tabebuya, Maulana Siapkan Kolam Retensi Jambi Jadi Ruang Hijau

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kolam retensi yang dibangun Pemerintah Kota Jambi mulai diarahkan bukan hanya sebagai infrastruktur pengendali banjir.

Wali Kota Jambi Maulana menyiapkan kawasan tersebut menjadi ruang publik baru yang menggabungkan fungsi pengendalian air, olahraga, penghijauan hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Langkah awal penataan kawasan itu ditandai dengan penanaman pohon tanjung dan tabebuya oleh Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra, Selasa 18 Agustus 2026.

Pohon-pohon tersebut ditanam di sekitar kawasan yang nantinya memiliki jogging track sepanjang sekitar 1,4 kilometer.

Konsep itu membuat kolam retensi tidak lagi sekadar dipandang sebagai tempat menampung air saat hujan dan banjir.

Pemkot Jambi ingin kawasan tersebut menjadi ruang yang dapat digunakan masyarakat sepanjang hari.

Ada Jogging Track 1,4 Kilometer

Maulana mengatakan jogging track disiapkan sebagai salah satu fasilitas utama di kawasan kolam retensi.

Jalur tersebut akan dilengkapi pepohonan peneduh serta penerangan.

Dengan konsep tersebut, masyarakat nantinya dapat memanfaatkannya untuk berjalan kaki maupun berolahraga mulai pagi hingga malam.

“Dua jenis pohon yang kita tanam, yakni tabebuya dan tanjung, dengan jarak sekitar lima meter. Harapannya nanti pohon-pohon ini tumbuh dan menjadi peneduh bagi masyarakat yang menggunakan jogging track,” ujar Maulana.

Sebagian jalur jogging track saat ini sudah selesai dicor. Pembangunan akan dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh lintasan selesai.

Pemkot Jambi juga menyiapkan lampu di sepanjang jalur.

Menurut Maulana, penerangan menjadi bagian penting dalam desain kawasan karena aktivitas masyarakat tidak hanya berlangsung pada siang hari.

“Lampu juga kita siapkan sepanjang jogging track. Setelah terpasang secara bertahap, kawasan ini akan cukup terang sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat juga terjaga,” katanya.

Fungsi Utamanya Tetap Kendalikan Banjir

Meski dikembangkan menjadi ruang publik, Maulana menegaskan fungsi utama kolam retensi tetap sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir Kota Jambi.

Kawasan tersebut dibangun berdasarkan kajian serta pemantauan kondisi banjir, termasuk melalui pemantauan menggunakan drone.

Kolam retensi dirancang untuk menampung sekaligus mengatur aliran air dari kawasan yang lebih tinggi sehingga tekanan aliran air dapat dikendalikan.

“Bagaimana penanggulangan banjir ini sudah mulai bisa kita kendalikan. Salah satu solusinya berdasarkan kajian dan pemantauan melalui drone ketika terjadi banjir besar, maka kita bangun kawasan ini sebagai tempat penampungan dan pengendalian air,” jelasnya.

Maulana mengatakan dinding danau di kawasan tersebut telah rampung.

Tahap berikutnya adalah menata lingkungan sekitar agar fungsi konservasi air dapat berjalan bersamaan dengan fungsi sosial kawasan.

Terhubung dengan Ikon Kota Jambi

Konsep yang disiapkan Pemkot Jambi bahkan lebih luas dari sekadar membangun jogging track.

Maulana ingin kawasan kolam retensi terintegrasi dengan sejumlah ruang dan ikon kota.

Rencananya, kawasan tersebut akan dihubungkan dengan kawasan perkantoran Wali Kota Jambi, Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai hingga Danau Telago Kajang Lako.

Dengan konektivitas tersebut, pemerintah ingin membentuk satu kawasan publik yang dapat menjadi tempat masyarakat berolahraga, bersantai dan beraktivitas.

“Ke depan kawasan ini akan kita integrasikan. Dari perkantoran Wali Kota Jambi, Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai sampai ke Danau Telago Kajang Lako. Kita ingin kawasan ini menjadi satu kesatuan ruang publik yang menarik,” ujarnya.

Jogging Track Tak Boleh Jadi Jalur Kendaraan

Penataan kawasan juga akan dibarengi dengan aturan pemanfaatan ruang.

Maulana menegaskan jogging track harus tetap menjadi jalur khusus bagi pejalan kaki dan pelari. Kendaraan tidak diperbolehkan masuk dan menggunakan jalur tersebut.

Sementara aktivitas perdagangan akan diarahkan ke area khusus yang disiapkan pemerintah.

Pemkot Jambi berencana menyediakan ruang bagi pelaku UMKM agar kegiatan ekonomi tetap tumbuh tanpa mengganggu fungsi jogging track.

“Jangan sampai nanti jogging track ini digunakan untuk aktivitas lain. Kita sudah siapkan ruang bagi UMKM di lokasi yang memang diperuntukkan,” tegas Maulana.

Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Pemkot Jambi ingin menggabungkan ruang olahraga dengan peluang ekonomi masyarakat.

Disiapkan untuk Olahraga hingga Wisata

Fasilitas lain juga dirancang di sekitar kawasan perkantoran Wali Kota Jambi. Di antaranya arena mini soccer dan sepatu roda yang dapat menjadi fasilitas aktivitas masyarakat.

Namun, pengembangan kawasan tidak berhenti di sana.

Maulana membuka kemungkinan kolam retensi tersebut dikembangkan menjadi destinasi wisata baru Kota Jambi setelah fungsi pengendalian banjir berjalan optimal.

Konsep wisata yang dibayangkan antara lain wisata air, air mancur dengan permainan lampu serta berbagai fasilitas publik yang dapat dinikmati masyarakat pada malam hari.

“Kalau nanti danaunya sudah jadi dan fungsi pengendalian airnya berjalan baik, kita bisa kembangkan menjadi kawasan wisata,” katanya.

Banjir Ditangani, Ekonomi Masyarakat Ikut Bergerak

Pemkot Jambi berharap pembangunan kolam retensi memberikan manfaat lebih luas.

Targetnya bukan hanya mengurangi persoalan genangan, tetapi juga menciptakan ruang yang dapat digunakan masyarakat sekaligus menjadi titik baru aktivitas ekonomi.

Keberadaan UMKM, fasilitas olahraga dan kemungkinan pengembangan wisata diharapkan membuat kawasan tersebut terus hidup.

“Harapannya kawasan ini hidup. Masyarakat bisa berolahraga, menikmati ruang publik, sekaligus ada aktivitas ekonomi yang tumbuh,” ujar Maulana.

Dengan konsep tersebut, kolam retensi Jambi diproyeksikan memiliki tiga wajah sekaligus: infrastruktur pengendali banjir, ruang publik dan calon kawasan wisata.

Penanaman tanjung dan tabebuya yang dilakukan Maulana dan Diza menjadi salah satu langkah awal untuk membentuk wajah baru kawasan tersebut.

Jika seluruh fasilitas terealisasi, kawasan yang awalnya dibangun untuk mengendalikan air itu berpotensi menjadi salah satu ruang publik baru yang menghubungkan olahraga, lingkungan, rekreasi dan aktivitas ekonomi masyarakat Kota Jambi.(*)




3.580 Warga Binaan di Jambi Dapat Remisi HUT RI, 82 Langsung Bebas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia membawa kabar baru bagi ribuan warga binaan pemasyarakatan di Provinsi Jambi.

Sebanyak 3.580 warga binaan mendapatkan remisi, dengan 82 narapidana di antaranya langsung bebas setelah memperoleh Remisi Umum II (RU II).

Remisi tersebut diberikan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin 17 Agustus 2026.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi Irwan Rahmat Gumilar mengatakan, pemberian remisi telah melalui proses administrasi dan verifikasi terhadap persyaratan yang harus dipenuhi warga binaan.

“Pada hari ini, tanggal 17 Agustus 2026, ada 3.580 yang mendapatkan remisi, dan 82 di antaranya itu RU II, itu langsung bebas,” ujar Irwan usai upacara HUT RI di Lapangan Kantor Gubernur Jambi.

82 Narapidana Langsung Bebas

Dari ribuan penerima remisi, 82 narapidana mendapatkan RU II. Artinya, pengurangan masa pidana yang mereka terima membuat masa hukuman berakhir pada momentum pemberian remisi tersebut.

Namun, jumlah penerima remisi tahun ini mengalami penyesuaian dibandingkan usulan sebelumnya.

Menurut Irwan, penyesuaian tersebut berkaitan dengan pemenuhan persyaratan administrasi.

“Tentu ada beberapa penyesuaian, sehingga ini ada pengurangan karena mungkin secara administrasi ada beberapa persyaratan yang tidak memenuhi syarat,” jelasnya.

Selain narapidana dewasa, terdapat pula sembilan anak yang mendapatkan pengurangan masa pidana dalam momentum HUT RI tahun ini.

Tak Hanya Bebas, Warga Binaan Didorong Mandiri

Bagi warga binaan yang kembali ke tengah masyarakat, persoalan berikutnya adalah bagaimana mereka dapat menjalani kehidupan secara mandiri.

Karena itu, pemberian remisi di Jambi juga diikuti dengan dukungan modal usaha.

Sebanyak tiga warga binaan secara simbolis menerima bantuan modal usaha dari Gubernur Jambi Al Haris bersama Baznas Jambi.

Masing-masing penerima memperoleh modal usaha sebesar Rp3 juta.

Bantuan tersebut diarahkan sebagai bekal awal bagi warga binaan yang telah bebas agar tidak kembali ke lingkungan atau kondisi yang dapat mendorong mereka melakukan pelanggaran hukum.

Irwan mengatakan, pembinaan tidak seharusnya berhenti ketika warga binaan keluar dari lembaga pemasyarakatan.

Mereka perlu memiliki kemampuan dan peluang untuk membangun kehidupan baru.

“Harapannya dengan bantuan itu mereka betul-betul kembali ke masyarakat, mereka siap, bahkan dengan modal yang mereka dapatkan itu akan menjadi manusia yang betul-betul bisa kembali ke masyarakat dan mandiri,” katanya.

Ada yang Buka Usaha Sate hingga Warung Nasi

Tiga penerima bantuan modal tersebut telah memiliki rencana usaha masing-masing.

Ada yang akan menggunakan modal untuk membuka usaha sate, sementara penerima lainnya berencana menjalankan warung Padang dan warung nasi.

Rencana tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi mereka untuk memperoleh penghasilan secara mandiri setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

Dukungan modal juga menjadi bagian dari upaya agar penerima remisi bebas tidak hanya mendapatkan pengurangan hukuman, tetapi juga memiliki kesempatan memperbaiki kehidupan dari sisi ekonomi.

Al Haris: Jangan Kembali ke Masalah Lama

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan bantuan modal diberikan agar warga binaan yang kembali ke masyarakat memiliki pegangan untuk memulai kehidupan baru.

Menurutnya, persoalan ekonomi juga dapat menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi seseorang terjerat perkara hukum.

Karena itu, bantuan usaha diharapkan dapat membuka jalan bagi penerima remisi untuk memperoleh penghasilan secara halal dan produktif.

“Mudah-mudahan mereka bisa bekerja, kembali ke masyarakat dengan baik, dan jadi bagian dari masyarakat yang membangun Indonesia,” ujar Al Haris.

Momentum remisi HUT RI ke-81 akhirnya tidak hanya menjadi soal berkurangnya masa pidana.

Bagi 82 narapidana yang langsung bebas, 17 Agustus tahun ini juga menjadi titik dimulainya kembali kehidupan mereka di tengah masyarakat.

Dengan dukungan pembinaan dan modal usaha, pemerintah berharap mereka tidak sekadar bebas dari masa hukuman, tetapi juga mampu mandiri, bekerja dan kembali menjadi bagian produktif dari masyarakat.(*)




Dari Kerinci hingga Sarolangun, Putra-Putri Jambi Kibarkan Merah Putih di HUT RI ke-81

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Enam pelajar dari sejumlah daerah di Provinsi Jambi mendapat kehormatan membawa nama daerah masing-masing dalam upacara pengibaran Bendera Merah Putih HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Garuda Kantor Gubernur Jambi, Senin 17 Agustus 2026.

Mereka dipercaya menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Jambi dalam upacara yang dipimpin langsung Gubernur Jambi Al Haris.

Enam pelajar tersebut datang dari berbagai wilayah dan sekolah di Provinsi Jambi.

Mereka adalah Raisha Nienda dari SMAN 3 Kerinci, Lathifa Hendelisia dari SMAN 1 Sungai Penuh, Luthfi Alfayyad dari SMAN Titian Teras, Reyhan Barokah dari SMAN 1 Batang Hari, Billy Andreano Buchori dari SMAN 1 Sarolangun, serta Fahran Kharic Arrofi dari SMAN 2 Sungai Penuh.

Keberadaan mereka dalam satu formasi Paskibraka menjadi gambaran keterwakilan generasi muda dari berbagai daerah di Jambi dalam momentum peringatan kemerdekaan.

Enam Pelajar, Enam Peran di Momen Kemerdekaan

Dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih, masing-masing anggota Paskibraka mendapat tugas berbeda.

Raisha Nienda, pelajar SMAN 3 Kerinci, dipercaya sebagai pembawa baki. Ia merupakan putri Joni Emaldi dan Endang Iswari.

Tugas pendamping baki dipercayakan kepada Lathifa Hendelisia dari SMAN 1 Sungai Penuh, putri Hendri dan Delni Juwita.

Sementara itu, Luthfi Alfayyad dari SMAN Titian Teras bertugas sebagai pembentang bendera.

Luthfi merupakan putra Hendri Gunawan dan Taty Rahmawati.

Posisi Danpok dipercayakan kepada Reyhan Barokah dari SMAN 1 Batang Hari, putra Anda Suganda dan Nurlela.

Kemudian Billy Andreano Buchori dari SMAN 1 Sarolangun menjalankan tugas sebagai penggerek bendera.

Billy merupakan putra Joni Hatdiyanto dan Iis Mayana.

Sedangkan Fahran Kharic Arrofi dari SMAN 2 Sungai Penuh dipercaya sebagai Danpas.

Ia merupakan putra Zarman Eka dan Ramaina Umar.

Enam pelajar tersebut menjalankan tugas dalam prosesi yang berlangsung khidmat di hadapan Gubernur Jambi, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz Fattah serta jajaran Forkopimda dan undangan lainnya.

Dari Daerah, Bersatu dalam Satu Formasi

Keberagaman asal daerah para anggota Paskibraka menjadi salah satu sisi menarik dalam peringatan HUT RI tahun ini.

Ada perwakilan Kerinci, Sungai Penuh, Batang Hari, Sarolangun hingga sekolah yang menjadi bagian dari pendidikan menengah unggulan di Jambi.

Mereka tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga menjadi representasi generasi muda dari daerah masing-masing ketika menjalankan tugas pada upacara tingkat Provinsi Jambi.

Prosesi pengibaran Merah Putih pun menjadi puncak dari rangkaian persiapan yang telah mereka jalani sebelum hari pelaksanaan.

Gubernur Jambi, Al Haris mengapresiasi pelaksanaan upacara yang berlangsung lancar. Ia secara khusus menyebut pelaksanaan tugas Paskibraka berjalan baik.

“Alhamdulillah berlangsung dengan lancar, pasukan Paskibraka kita juga lancar dengan tugas-tugasnya,” ujar Al Haris.

Menurutnya, kelancaran prosesi tersebut diharapkan menjadi cerminan kecintaan generasi muda terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Al Haris: Semangat Proklamasi Harus Tetap Hidup

Setelah prosesi pengibaran bendera, Al Haris mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai pengingat untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu.

Ia menilai kemerdekaan tidak cukup dimaknai melalui upacara, tetapi harus diteruskan melalui kerja dan kontribusi nyata.

“Mudah-mudahan semangat proklamasi ini terus di hati kita semuanya untuk berjuang melanjutkan perjuangan dari pendahulu kita. Mengisi kemerdekaan, bekerja dengan sungguh-sungguh untuk Indonesia maju 2045,” katanya.

HUT RI Jambi Juga Diwarnai Pemutihan Pajak

Di luar prosesi upacara, Pemerintah Provinsi Jambi juga meluncurkan program pemutihan pajak kendaraan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.

Al Haris mengungkapkan, dari sekitar 2,5 juta kendaraan yang tercatat di Jambi, sekitar 1,2 juta kendaraan disebut belum membayar pajak.

Melalui program pemutihan tersebut, masyarakat yang memiliki tunggakan pajak kendaraan diharapkan memanfaatkan kesempatan yang diberikan pemerintah.

“Jadi dari berapa tahun mereka menunggak, cukup bayar setahun untuk kita memutihkan,” ujar Al Haris.

Selain pemutihan pajak, Pemprov Jambi juga menyerahkan remisi kepada sejumlah narapidana.

Tiga penerima remisi bebas mendapatkan tambahan bantuan modal usaha agar dapat memulai kehidupan baru setelah kembali ke masyarakat.

Bagi para pelajar yang bertugas sebagai Paskibraka, momentum 17 Agustus tahun ini menjadi pengalaman penting.

Mereka tidak hanya menjalankan tugas dalam upacara kenegaraan, tetapi juga membawa identitas daerah masing-masing ke panggung peringatan kemerdekaan tingkat Provinsi Jambi.

Dari Kerinci, Sungai Penuh, Batang Hari hingga Sarolangun, nama-nama mereka menjadi bagian dari catatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jambi.(*)




Gawat! 1,2 Juta Kendaraan Belum Bayar Pajak di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Persoalan kepatuhan pajak kendaraan di Provinsi Jambi masih menjadi pekerjaan besar pemerintah daerah.

Dari sekitar 2,5 juta kendaraan yang tercatat, sebanyak 1,2 juta kendaraan disebut belum membayar pajak.

Angka tersebut diungkapkan Gubernur Jambi, Al Haris saat meluncurkan program pemutihan pajak kendaraan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin 17 Agustus 2026.

Program pemutihan tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi pemilik kendaraan yang masih memiliki tunggakan untuk kembali memenuhi kewajibannya.

Al Haris mengatakan pemerintah telah memiliki data kendaraan yang belum menunaikan kewajiban pajak.

Namun, persoalannya bukan semata-mata soal tunggakan, melainkan juga keberadaan dan status kendaraan yang tercatat dalam database.

“Dari 2,5 juta kendaraan kita itu, 1,2 jutanya masih belum bayar pajak,” kata Al Haris.

1,2 Juta Kendaraan Belum Bayar Pajak

Besarnya jumlah kendaraan yang belum membayar pajak membuat pemerintah perlu mencari cara agar masyarakat kembali aktif memenuhi kewajibannya.

Al Haris mengatakan sebagian kendaraan yang tercatat belum membayar pajak bahkan tidak diketahui lagi apakah masih digunakan atau sudah tidak ada.

Kondisi tersebut membuat data kendaraan yang dimiliki pemerintah perlu terus ditertibkan.

“Alias tidak ada kabar beritanya, apakah masih ada kendaraannya atau tidak ada lagi,” ujarnya.

Karena itu, program pemutihan tidak hanya diharapkan meningkatkan pembayaran pajak, tetapi juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk mendorong masyarakat memperjelas status kendaraan yang dimiliki.

Tunggakan Bertahun-tahun Diberi Keringanan

Pemprov Jambi memberikan ruang bagi pemilik kendaraan menunggak untuk memanfaatkan program pemutihan.

Al Haris menjelaskan, kendaraan yang telah menunggak selama beberapa tahun tidak harus membayar seluruh tunggakan tersebut dalam skema yang ditawarkan.

“Jadi dari berapa tahun mereka menunggak, cukup bayar setahun untuk kita memutihkan,” jelasnya.

Kebijakan itu diharapkan dapat membuat masyarakat lebih terdorong menyelesaikan kewajiban pajaknya.

Al Haris meminta pemilik kendaraan yang masih memiliki tunggakan agar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Menurutnya, pemerintah telah memiliki data kendaraan yang belum membayar pajak sehingga masyarakat diharapkan bersikap terbuka dan memenuhi kewajibannya.

Mengapa Angkanya Mencapai 1,2 Juta?

Jika dibandingkan dengan total sekitar 2,5 juta kendaraan yang tercatat, jumlah 1,2 juta kendaraan yang belum membayar pajak menunjukkan persoalan kepatuhan yang cukup besar.

Artinya, hampir separuh kendaraan dalam data tersebut disebut belum memenuhi kewajiban pajaknya.

Namun, angka itu juga perlu dibaca bersama persoalan administrasi kendaraan.

Tidak semua kendaraan yang tercatat dalam database pemerintah dapat dipastikan masih aktif beroperasi.

Sebagian di antaranya bisa saja sudah tidak digunakan, berpindah tangan, atau bahkan tidak lagi diketahui keberadaannya.

Karena itu, program pemutihan menjadi salah satu cara untuk mendorong kendaraan yang masih aktif kembali masuk dalam sistem pembayaran pajak.

Diluncurkan sebagai Hadiah HUT RI

Program pemutihan pajak kendaraan diluncurkan Al Haris seusai memimpin upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 RI di Lapangan Garuda Kantor Gubernur Jambi.

Al Haris menyebut program tersebut sebagai salah satu bentuk hadiah kemerdekaan bagi masyarakat.

Ia berharap warga dapat memanfaatkan keringanan yang diberikan pemerintah dengan sebaik-baiknya.

“Sehingga kita berharap mereka dengan senang hati membayar pajak,” katanya.

Program tersebut juga diharapkan dapat membantu pemerintah meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus memperbaiki basis data kendaraan di Provinsi Jambi.

Remisi dan Bantuan Modal untuk Narapidana

Selain peluncuran pemutihan pajak kendaraan, rangkaian HUT RI di lingkungan Pemprov Jambi juga diisi dengan pemberian remisi kepada narapidana.

Tiga perwakilan penerima remisi bebas yakni Iqbal bin Edi Kelana (Alm), Zulkifli Ashari bin Sutiman dan Fadillah binti Musa.

Pemprov Jambi juga menyerahkan bantuan modal usaha kepada tiga perwakilan penerima remisi bebas tersebut.

Al Haris berharap bantuan itu dapat menjadi modal awal bagi mereka untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

“Kami juga memberikan apresiasi modal usaha bagi mereka, agar mereka kelak bebas kembali ke masyarakat bisa memulai suatu kehidupan yang baru dengan berusaha,” ujarnya.

Namun, sorotan utama pada momentum HUT RI tahun ini adalah persoalan pajak kendaraan.

Sebanyak 1,2 juta dari sekitar 2,5 juta kendaraan yang tercatat disebut belum membayar pajak.

Dengan program pemutihan yang kini diluncurkan, Pemprov Jambi berharap pemilik kendaraan yang masih memiliki tunggakan segera memanfaatkan kesempatan tersebut sekaligus membantu pemerintah menertibkan data kendaraan di daerah.(*)




HUT RI ke-81, Gubernur Al Haris Luncurkan Pemutihan Pajak Kendaraan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Jambi membawa kabar yang langsung menyentuh masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jambi meluncurkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor sebagai salah satu hadiah kemerdekaan bagi warga.

Program tersebut diluncurkan Gubernur Jambi Al Haris seusai memimpin upacara peringatan HUT ke-81 RI di Lapangan Garuda Kantor Gubernur Jambi, Senin 17 Agustus 2026.

Di balik kebijakan tersebut terdapat persoalan besar yang sedang dihadapi pemerintah daerah.

Al Haris mengungkapkan, dari sekitar 2,5 juta kendaraan yang tercatat di Jambi, sekitar 1,2 juta kendaraan belum menunaikan kewajiban pajaknya.

Angka tersebut menjadi salah satu alasan Pemprov Jambi membuka program pemutihan.

Menurut Al Haris, kebijakan tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi pemilik kendaraan yang memiliki tunggakan untuk kembali memenuhi kewajibannya.

“Jadi dari berapa tahun mereka menunggak, cukup bayar setahun untuk kita memutihkan,” ujar Al Haris.

Tunggakan Bertahun-tahun Dibuka untuk Pemutihan

Program pemutihan memberikan keringanan kepada masyarakat yang memiliki tunggakan pajak kendaraan.

Al Haris berharap kebijakan tersebut dimanfaatkan masyarakat dengan baik. Ia juga meminta pemilik kendaraan yang masih tercatat menunggak agar tidak mengabaikan kewajibannya.

Pemprov Jambi, kata dia, telah memiliki data kendaraan yang belum membayar pajak.

Persoalannya, sebagian kendaraan yang tercatat dalam data tersebut belum diketahui secara pasti keberadaannya maupun status kepemilikannya.

“Dari 2,5 juta kendaraan kita itu, 1,2 jutanya masih belum bayar pajak,” ungkapnya.

Menurut Al Haris, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk melakukan penertiban data kendaraan di Provinsi Jambi.

Melalui program pemutihan, pemerintah berharap kendaraan yang masih aktif dapat kembali tercatat sebagai kendaraan yang taat pajak.

Jadi Hadiah Kemerdekaan untuk Warga

Al Haris menyebut pemutihan pajak kendaraan sengaja diluncurkan bertepatan dengan momentum HUT ke-81 RI.

Kebijakan itu diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan.

“Sehingga kita berharap mereka dengan senang hati membayar pajak,” katanya.

Program tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah meningkatkan penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan.

Namun, Al Haris menekankan masyarakat yang masih memiliki kewajiban pajak perlu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan itikad baik.

Tak Hanya Pemutihan Pajak, Remisi Juga Disertai Modal Usaha

Momentum HUT RI di lingkungan Pemprov Jambi juga diisi dengan pemberian remisi kepada narapidana.

Tiga perwakilan penerima remisi bebas yakni Iqbal bin Edi Kelana (Alm), Zulkifli Ashari bin Sutiman dan Fadillah binti Musa.

Tidak berhenti pada pemberian remisi, Pemprov Jambi juga memberikan bantuan modal usaha kepada tiga perwakilan narapidana yang memperoleh remisi bebas.

Langkah tersebut diarahkan agar mereka memiliki bekal untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Al Haris berharap penerima remisi dapat memulai kehidupan baru dan tidak kembali terjerumus dalam persoalan hukum.

“Kami juga memberikan apresiasi modal usaha bagi mereka, agar mereka kelak bebas kembali ke masyarakat bisa memulai suatu kehidupan yang baru dengan berusaha,” katanya.

Al Haris Ajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Sebelum menyerahkan remisi dan meluncurkan pemutihan pajak kendaraan, Al Haris memimpin langsung upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan Garuda Kantor Gubernur Jambi.

Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz Fattah serta unsur Forkopimda Provinsi Jambi.

Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar, Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, Kajati Jambi Sugeng Hariadi, Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Pol Asep Saepudin dan Kepala Pengadilan Tinggi Jambi Nainggolan.

Al Haris mengapresiasi pelaksanaan upacara yang berjalan lancar, termasuk kinerja pasukan pengibar bendera.

Ia mengatakan peringatan kemerdekaan harus menjadi pengingat agar seluruh elemen masyarakat terus melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui kerja nyata.

“Mudah-mudahan semangat proklamasi ini terus di hati kita semuanya untuk berjuang melanjutkan perjuangan dari pendahulu kita. Mengisi kemerdekaan, bekerja dengan sungguh-sungguh untuk Indonesia maju 2045,” ujar Al Haris.

Paskibraka Jambi Bawa Nama Daerah

Upacara HUT ke-81 RI juga melibatkan putra-putri terbaik dari sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jambi sebagai pasukan pengibar bendera.

Pembawa baki dipercayakan kepada Raisha Nienda dari SMAN 3 Kerinci. Pendamping baki adalah Lathifa Hendelisia dari SMAN 1 Sungai Penuh.

Sementara pembentang bendera adalah Luthfi Alfayyad dari SMAN Titian Teras. Posisi Danpok diisi Reyhan Barokah dari SMAN 1 Batang Hari.

Penggerek bendera dipercayakan kepada Billy Andreano Buchori dari SMAN 1 Sarolangun, sedangkan Danpas adalah Fahran Kharic Arrofi dari SMAN 2 Sungai Penuh.

Kehadiran para pelajar dari berbagai daerah tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus simbol keterlibatan generasi muda dalam momentum nasional.

Bagi Pemprov Jambi, peringatan HUT RI ke-81 tidak hanya menjadi agenda seremonial.

Peluncuran pemutihan pajak kendaraan dan pemberian modal usaha kepada penerima remisi menjadi bagian dari kebijakan yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Di sisi lain, angka 1,2 juta kendaraan yang disebut masih belum membayar pajak menunjukkan bahwa program pemutihan tersebut juga memiliki pekerjaan rumah besar: mengembalikan kepatuhan wajib pajak sekaligus memastikan data kendaraan di Jambi semakin tertib.(*)