Pemkot Jambi Gandeng 5 Perguruan Tinggi Perkuat Transformasi Digital, Siap Sukseskan Smart City Nasional 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi resmi menjalin perjanjian kerja sama dengan lima perguruan tinggi di Provinsi Jambi sebagai langkah strategis memperkuat transformasi digital dan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi.

Lima perguruan tinggi yang menandatangani kerja sama tersebut yakni Universitas Jambi (Unja), UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Universitas Dinamika Bangsa (Unama), Universitas Muhammadiyah Jambi, dan Universitas Adiwangsa Jambi.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi dalam menghadirkan inovasi yang mendukung peningkatan pelayanan publik, pengembangan sumber daya manusia, serta percepatan implementasi konsep smart city di Kota Jambi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Jambi, Saleh Ridha, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkot Jambi dalam memperkuat transformasi digital di berbagai sektor pemerintahan.

Perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kota Jambi dengan lima perguruan tinggi ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat transformasi digital sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kolaborasi dengan akademisi menjadi modal penting dalam menghadirkan inovasi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Saleh Ridha, kerja sama ini juga menjadi salah satu langkah persiapan Kota Jambi sebagai tuan rumah Forum Smart City Nasional 2026.

“Forum Smart City bukan sekadar seremoni. Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk menampilkan berbagai inovasi dan ekosistem yang mendukung penerapan smart city di Kota Jambi,” katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, kami ingin menghadirkan kolaborasi yang nyata sehingga hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi yang telah mendukung langkah strategis Pemkot Jambi dalam membangun kota berbasis teknologi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi yang telah bersedia menjadi mitra Pemerintah Kota Jambi,” ujarnya.

Menurut Wali Kota, sinergi antara pemerintah dan dunia akademik akan menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan transformasi digital, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus mempersiapkan Kota Jambi sebagai tuan rumah Forum Smart City Nasional 2026.

“Semoga kolaborasi ini menghasilkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan Kota Jambi dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.(*)




Resep Tomat Telur Praktis, Menu Rumahan Sederhana yang Gurih dan Nikmat Disantap dengan Nasi Hangat

SEPUCUKJAMBI.ID – Mencari ide menu masakan yang mudah dibuat namun tetap memiliki rasa lezat? Resep tomat telur bisa menjadi pilihan tepat untuk hidangan keluarga sehari-hari.

Perpaduan telur yang lembut dengan tomat segar menciptakan cita rasa khas yang gurih, sedikit manis, dan menyegarkan.

Menu sederhana ini sangat cocok disantap bersama nasi putih hangat, terutama saat membutuhkan sajian cepat tanpa proses memasak yang rumit.

Tomat telur juga menjadi salah satu pilihan makanan rumahan yang ekonomis karena menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di dapur.

Hanya dengan telur, tomat, dan beberapa bumbu dasar, hidangan lezat sudah bisa tersaji dalam waktu singkat.

Selain praktis, menu ini juga cocok bagi pemula yang baru belajar memasak karena langkah pembuatannya cukup mudah dan tidak membutuhkan teknik khusus.

Bahan Tomat Telur yang Perlu Disiapkan

Untuk membuat tomat telur rumahan, berikut bahan-bahan yang dibutuhkan:

  • 1 butir telur
  • 1 buah tomat, potong sesuai selera
  • 1,5 sendok makan pure tomat
  • 1 siung bawang putih, cincang halus
  • Daun bawang secukupnya
  • ¼ blok kaldu ayam
  • ¼ sendok teh garam
  • ½ sendok teh gula pasir
  • 100 ml air
  • 1 sendok teh tepung maizena yang sudah dilarutkan dengan 5 sendok makan air
  • Sejumput penyedap rasa (opsional)
  • Minyak secukupnya untuk menggoreng dan menumis

Cara Membuat Tomat Telur yang Lezat

  1. Langkah pertama, siapkan seluruh bahan yang diperlukan. Kocok telur hingga tercampur rata, kemudian panaskan minyak dalam wajan.
  2. Masukkan telur dan goreng hingga matang sekitar tiga perempat bagian. Setelah itu angkat telur dan sisihkan.
  3. Gunakan wajan yang sama untuk menumis bawang putih hingga mengeluarkan aroma harum.
  4. Masukkan potongan tomat bersama pure tomat, lalu masak hingga tomat mulai layu dan mengeluarkan rasa segarnya.
  5. Tambahkan daun bawang, kemudian masukkan kembali telur yang telah digoreng sebelumnya. Tuangkan air dan aduk perlahan hingga seluruh bahan tercampur.
  6. Berikutnya, masukkan larutan tepung maizena sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga kuah berubah menjadi lebih kental.
  7. Tambahkan garam, gula pasir, kaldu ayam, serta penyedap rasa sesuai selera. Masak hingga bumbu meresap dan tekstur kuah sesuai keinginan.
  8. Setelah matang, tomat telur siap disajikan bersama nasi putih hangat.

Menu Sederhana dengan Rasa yang Tidak Membosankan

Meski menggunakan bahan yang sederhana, tomat telur tetap mampu menghadirkan rasa yang istimewa.

Tekstur telur yang lembut berpadu dengan rasa asam segar tomat membuat menu ini cocok dinikmati oleh berbagai kalangan.

Resep tomat telur juga dapat dikreasikan sesuai selera, misalnya dengan tambahan cabai, bawang bombai, atau sayuran lain untuk memperkaya rasa.

Bagi keluarga yang membutuhkan menu praktis, hemat, dan mudah dibuat setiap hari, tomat telur bisa menjadi salah satu pilihan terbaik untuk melengkapi meja makan.(*)




Muaro Jambi Jadi Wilayah dengan Hotspot Terbanyak Kedua di Jambi, Warga Diminta Waspada Karhutla

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabupaten Muaro Jambi mulai menghadapi peningkatan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 392 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah tersebut.

Jumlah itu menempatkan Muaro Jambi sebagai daerah dengan hotspot terbanyak kedua di Provinsi Jambi setelah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Tingginya jumlah titik panas tersebut menjadi sinyal kewaspadaan bagi seluruh pihak, terutama menjelang periode puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

Kondisi cuaca yang semakin kering membuat potensi munculnya kebakaran hutan dan lahan semakin besar, terutama pada kawasan dengan vegetasi yang mudah terbakar.

Muaro Jambi Jadi Salah Satu Wilayah Rawan Karhutla

Kepala Stasiun Koordinator BMKG Provinsi Jambi, Ibnu Sulistyono, mengatakan hampir seluruh wilayah di Provinsi Jambi telah memasuki periode musim kemarau.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat risiko karhutla harus menjadi perhatian bersama, mengingat cuaca kering dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.

“Bulan Agustus hingga September merupakan puncak musim kemarau di Provinsi Jambi. Hampir seluruh wilayah akan mengalami kondisi yang sama, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Ibnu.

Ia menjelaskan, dari total 1.790 hotspot yang terpantau di Provinsi Jambi, sebanyak 392 titik berada di Kabupaten Muaro Jambi.

Data tersebut menunjukkan Muaro Jambi menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam upaya pencegahan karhutla.

BMKG Ingatkan Bahaya Membuka Lahan dengan Cara Membakar

Menurut BMKG, peningkatan hotspot tidak selalu berarti seluruh titik merupakan kebakaran aktif.

Namun, keberadaan titik panas dapat menjadi indikator awal adanya potensi kebakaran yang harus segera diantisipasi.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama saat kondisi cuaca kering dan angin berpotensi mempercepat penyebaran api.

“Pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika kebakaran sudah meluas,” kata Ibnu.

Selain itu, warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran kepada aparat desa, pemerintah setempat, atau petugas terkait.

Pemkab Muaro Jambi Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla

Menghadapi ancaman musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan instansi terkait telah melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan.

Salah satunya melalui pelaksanaan apel siaga karhutla sebagai bentuk kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran.

Upaya tersebut dilakukan untuk menekan risiko meluasnya kebakaran sekaligus mengurangi dampak yang dapat ditimbulkan, seperti kabut asap yang berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, transportasi, hingga perekonomian.

Dengan musim kemarau yang masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, BMKG mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar Kabupaten Muaro Jambi dapat terhindar dari bencana karhutla.(*)




370 Siswa Keluarga Desil 1 Segera Masuk Sekolah Rakyat Jambi, Maulana Pastikan Fasilitas Siap

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebanyak 370 anak dari keluarga kelompok ekonomi terbawah atau kategori Desil 1 bersiap memulai pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Jambi.

Pemerintah Kota Jambi memastikan seluruh kebutuhan dasar sekolah, mulai dari sarana pendidikan hingga fasilitas asrama, harus siap sebelum kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada 30 Juli 2026.

Kesiapan Sekolah Rakyat yang berada di kawasan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, menjadi perhatian langsung Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. Saat melakukan peninjauan pada Jumat 24 Juli 2026, Maulana mengecek berbagai fasilitas yang akan digunakan para peserta didik baru.

Sekolah Rakyat tersebut menjadi bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan layanan pendidikan berkualitas.

Berbeda dengan sekolah umum, peserta didik Sekolah Rakyat merupakan anak-anak yang masuk dalam kelompok prioritas berdasarkan kondisi sosial ekonomi keluarga.

Mereka akan mendapatkan layanan pendidikan sekaligus dukungan kebutuhan dasar selama mengikuti program.

370 Siswa SD hingga SMA Mulai Masuk Asrama 30 Juli

Wali Kota Jambi mengatakan, seluruh persiapan terus dikebut agar proses awal pendidikan berjalan tanpa kendala.

Menurutnya, sebanyak 370 siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA akan mulai memasuki lingkungan Sekolah Rakyat dan mengikuti rangkaian MPLS pada akhir Juli mendatang.

“Pada tanggal 30 Juli nanti, 370 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA akan mulai masuk asrama. Karena itu fasilitas dasar harus benar-benar siap, termasuk kepala sekolah, guru, pengasuh, dan pendamping yang akan mendampingi mereka,” ujar Maulana.

Ia menegaskan, masa awal masuk sekolah menjadi tahap penting bagi siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

Karena itu, Pemkot Jambi ingin memastikan para peserta didik mendapatkan suasana belajar yang aman dan nyaman sejak hari pertama.

Pemkot Jambi Libatkan Banyak OPD Pastikan Sekolah Rakyat Berjalan

Untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat, Pemerintah Kota Jambi membentuk tim transisi yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Tim tersebut bertugas memastikan kebutuhan sekolah terpenuhi, termasuk koordinasi dengan Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, satuan kerja terkait, serta pihak sekolah.

“Kami sudah menggerakkan seluruh OPD terkait untuk berkolaborasi dengan Kementerian Sosial, kepala sekolah Sekolah Rakyat, Kementerian PU, hingga satker terkait,” kata Maulana.

Menurutnya, pembangunan dan kesiapan Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan kerja bersama agar program tersebut dapat berjalan maksimal.

Pendidikan untuk Anak Kurang Mampu Jadi Prioritas

Maulana menyebut peserta didik Sekolah Rakyat merupakan generasi penerus yang harus mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama seperti anak-anak lainnya.

Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat mampu menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan.

“Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa. Kita ingin memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang layak, membangun karakter, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan pemerataan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Maulana Kembali Cek Kesiapan Sebelum MPLS

Meski secara umum persiapan dinilai berjalan baik, Wali Kota Jambi memastikan akan kembali melakukan pengecekan sebelum pelaksanaan MPLS berlangsung.

Ia ingin memastikan seluruh unsur pendukung, mulai dari fasilitas, tenaga pendidik, hingga sistem pendampingan siswa benar-benar siap digunakan.

“Secara umum sudah baik, namun akan kembali kami pastikan semuanya berjalan dengan baik sebelum MPLS dimulai,” katanya.

Dengan dimulainya Sekolah Rakyat Jambi, Pemkot Jambi berharap program tersebut menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif dan memberikan peluang lebih besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.(*)




Gekrafs Jambi di Bawah Diza Hazra Aljosha, Fokus Ciptakan Lapangan Kerja Lewat Industri Kreatif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., resmi dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Provinsi Jambi periode 2026–2029.

Pelantikan tersebut berlangsung di Taman Banjuran Budayo, Kota Jambi, Sabtu malam 25 Juli 2026, dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gekrafs, Kawendra Lukistian.

Usai dilantik memimpin Gekrafs Jambi, Diza Hazra Aljosha menegaskan komitmennya menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Diza, Provinsi Jambi tidak dapat terus bergantung pada sektor pertanian dan pertambangan. Ekonomi kreatif dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan.

“Hampir 33 persen pendapatan daerah masih bergantung pada sektor pertanian dan pertambangan. Ketika sektor tersebut mengalami kendala, maka ekonomi kreatif menjadi solusi untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” ujar Diza.

Ia menyebut, industri kreatif memiliki peluang besar karena ditopang oleh kreativitas dan kemampuan sumber daya manusia.

Menurutnya, Kota Jambi yang minim sumber daya alam justru memiliki kekuatan melalui potensi generasi muda dan pelaku kreatif.

“Kita memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan bersama. Bahkan Kota Jambi yang tidak memiliki sumber daya alam justru memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang kreatif,” katanya.

Gekrafs Jambi Fokus Kembangkan UMKM dan Talenta Kreatif

Sebagai Ketua DPW Gekrafs Provinsi Jambi, Diza mengatakan kepengurusan periode 2026–2029 akan fokus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di seluruh wilayah Jambi.

Program yang akan didorong meliputi peningkatan kapasitas pelaku UMKM kreatif, akses pembiayaan, pemasaran digital, penguatan merek lokal, hingga membuka peluang pasar nasional dan internasional.

“Kami ingin Gekrafs hadir sebagai organisasi yang benar-benar berdampak. Program yang disusun harus mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat UMKM lokal, melahirkan talenta kreatif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif,” tegasnya.

Diza juga mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas kreatif, akademisi, serta pelaku UMKM untuk bersama-sama membangun industri kreatif di Provinsi Jambi.

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar ekonomi kreatif Jambi mampu berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Wali Kota Jambi Dukung Penguatan Ekonomi Kreatif

Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyampaikan dukungan terhadap kepemimpinan Diza Hazra Aljosha di Gekrafs Provinsi Jambi.

Maulana menilai ekonomi kreatif menjadi sektor penting bagi Kota Jambi yang selama ini mengandalkan sektor perdagangan dan jasa.

“Karena itu, kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi aset terbesar Kota Jambi. Melalui Gekrafs, kreativitas tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang menghasilkan nilai ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan,” ujar Maulana.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Jambi terus berupaya menghadirkan berbagai kegiatan berskala nasional yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama sektor UMKM, kuliner, pariwisata, seni, dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, keberadaan Gekrafs dapat menjadi wadah bagi generasi muda Jambi untuk mengembangkan ide kreatif menjadi usaha produktif.

Gekrafs Jambi Siapkan Program Penguatan Industri Kreatif

Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian mengatakan Gekrafs merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif nasional.

Ia mendorong Gekrafs Jambi memiliki agenda kreatif yang menjadi identitas daerah dan mampu menarik perhatian masyarakat luas.

“Saya melihat event Tumpah Ruah di Kota Jambi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda kreatif tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.

Ke depan, DPW Gekrafs Provinsi Jambi akan menjalankan sejumlah program prioritas nasional, di antaranya penguatan akses pembiayaan ekonomi kreatif, perlindungan kekayaan intelektual, literasi digital, pemberdayaan talenta muda, pengembangan pusat kreativitas daerah, hingga perluasan pasar produk kreatif.

Selain melantik pengurus DPW Gekrafs Provinsi Jambi, Diza Hazra Aljosha juga melantik jajaran pengurus DPC Gekrafs Kabupaten Bungo, Sarolangun, Tanjung Jabung Timur, dan Tanjung Jabung Barat.

Dengan kepengurusan baru tersebut, Gekrafs Jambi menargetkan ekonomi kreatif dapat berkembang lebih luas, menciptakan lebih banyak pelaku usaha kreatif, memperkuat UMKM lokal, serta menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi.(*)




BPJN Jambi Ungkap Detail Tol Jambi–Rengat Fase I, Panjang 67,45 Km dan Mulai Dibangun 2027

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi memaparkan perkembangan terbaru proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Jambi–Rengat Fase I (Simpang Ness–Merlung) yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027.

Ruas tol sepanjang 67,45 kilometer itu akan melintasi tiga kabupaten di Provinsi Jambi dan saat ini memasuki tahap percepatan pengadaan lahan.

Plt Kepala BPJN Jambi Robert Eduard Sihotang mengatakan, ruas Tol Jambi–Rengat Fase I akan membentang dari Simpang Ness hingga Merlung. Proyek tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera di wilayah Jambi.

Menurut Robert, jalan tol ini akan dilengkapi dua simpang susun, yakni Simpang Susun Cinto Kenang dan Simpang Susun Merlung, serta dibangun melalui empat paket pekerjaan, yaitu Paket 1A, 1B, 2A, dan 2B.

“Salah satu paket pekerjaan akan difokuskan pada pembangunan Jembatan Batanghari yang menjadi struktur utama pada ruas tol ini,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Persiapan Pembangunan JTTS Ruas Jambi–Rengat Fase I di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat 24 Juli 2026.

Ia menjelaskan, ruas tol tersebut akan melintasi Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, dan Tanjung Jabung Barat.

Hingga saat ini, proses pengadaan lahan telah mencapai sekitar 9 persen, mencakup sembilan desa, yakni enam desa di Kabupaten Muaro Jambi, dua desa di Kabupaten Batanghari, dan satu desa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

BPJN Jambi menargetkan proses pengadaan tanah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar sembilan bulan setelah seluruh dokumen administrasi dan perizinan terpenuhi.

Selain pembangunan fisik, BPJN juga memastikan proyek ini memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, mulai dari pengendalian debu dan kebisingan, perlindungan habitat, keselamatan kerja, hingga penyediaan akses masyarakat melalui pembangunan underpass maupun overpass pada titik-titik yang dibutuhkan.

Tak hanya itu, pemerintah bersama mitra pendanaan juga menyiapkan program pemulihan mata pencaharian bagi masyarakat terdampak serta membuka mekanisme penyampaian keluhan dan konsultasi secara berkala bersama pemerintah desa dan warga.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris meminta seluruh proses persiapan dilakukan secara matang agar pembangunan dapat dimulai sesuai target pada 2027.

Menurutnya, pengalaman pembangunan Tol Jambi–Palembang menjadi pelajaran penting, terutama dalam proses pendataan lahan dan koordinasi lintas instansi.

“Kita belajar dari pengalaman pembangunan Jalan Tol Jambi–Palembang. Persiapan harus dilakukan sejak dini, terutama pendataan lahan, agar pelaksanaan pembangunan pada tahun 2027 dapat berjalan sesuai rencana,” kata Al Haris.

Ia juga meminta pemerintah kabupaten yang wilayahnya dilintasi jalan tol segera menyelesaikan pemetaan desa terdampak, jumlah bidang tanah, luas lahan, serta data masyarakat sebagai dasar percepatan pengadaan tanah.

Al Haris menegaskan, masyarakat yang lahannya terdampak akan memperoleh kompensasi sesuai hasil penilaian independen sehingga proses pembangunan dapat berjalan adil dan transparan.

Melalui koordinasi yang terus diperkuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPJN, BPN, serta mitra pendanaan internasional, proyek Tol Jambi–Rengat Fase I diharapkan dapat berjalan tepat waktu dan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi serta konektivitas di Provinsi Jambi.(*)




Proyek Tol Jambi–Rengat Fase I Dikebut, Al Haris: Pengadaan Lahan Harus Tuntas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Persiapan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Jambi–Rengat Fase I terus dimatangkan.

Pemerintah Provinsi Jambi mulai mempercepat proses pendataan lahan dan koordinasi lintas instansi agar proyek strategis nasional tersebut dapat mulai dibangun pada 2027.

Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pembangunan JTTS Ruas Jambi–Rengat Fase I (Simpang Ness–Merlung) yang dipimpin Gubernur Jambi Al Haris di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat 24 Juli 2026.

Rapat dihadiri Plt Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi Robert Eduard Sihotang, perwakilan Islamic Development Bank (IsDB), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), pemerintah kabupaten terkait, Badan Pertanahan Nasional (BPN), perangkat daerah, hingga tokoh masyarakat dari wilayah terdampak.

Dalam arahannya, Gubernur Al Haris menegaskan pengalaman pembangunan Tol Jambi–Palembang menjadi pelajaran penting agar seluruh tahapan persiapan dilakukan sejak dini, terutama terkait pengadaan lahan.

“Kita belajar dari pengalaman pembangunan Jalan Tol Jambi–Palembang. Persiapan harus dilakukan sejak dini, terutama pendataan lahan, agar pelaksanaan pembangunan pada tahun 2027 dapat berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Al Haris meminta seluruh tim bekerja secara profesional, transparan, dan mengantisipasi berbagai potensi persoalan, termasuk munculnya klaim lahan yang tidak sesuai ketentuan.

Menurutnya, jalan tol akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan konektivitas antarwilayah, mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.

Ia juga memastikan masyarakat yang lahannya terdampak akan memperoleh kompensasi sesuai ketentuan dan hasil penilaian independen.

“Kita ingin seluruh proses berjalan baik. Yang dilakukan bukan sekadar ganti rugi, tetapi memberikan nilai yang adil sehingga masyarakat memperoleh manfaat dari pembangunan ini,” tegasnya.

Gubernur meminta pemerintah kabupaten segera memetakan desa yang terdampak, jumlah bidang tanah, luas lahan, serta data masyarakat sebagai dasar percepatan proses pengadaan tanah.

Selain itu, koordinasi lintas instansi juga diminta terus diperkuat agar seluruh proses administrasi, perizinan, hingga penyelesaian kawasan hutan dapat diselesaikan tepat waktu.

Sementara itu, Plt Kepala BPJN Jambi Robert Eduard Sihotang menjelaskan ruas Tol Jambi–Rengat Fase I memiliki panjang sekitar 67,45 kilometer, membentang dari Simpang Ness hingga Merlung.

Proyek tersebut akan dilengkapi dua simpang susun, yakni Simpang Susun Cinto Kenang dan Simpang Susun Merlung, serta dikerjakan dalam empat paket konstruksi, yaitu Paket 1A, 1B, 2A, dan 2B.

Salah satu paket akan difokuskan pada pembangunan Jembatan Batanghari yang menjadi struktur utama pada ruas tersebut.

Robert menyebutkan jalan tol akan melintasi tiga kabupaten, yakni Muaro Jambi, Batanghari, dan Tanjung Jabung Barat.

Hingga saat ini, sekitar 9 persen proses pengadaan lahan telah diselesaikan yang mencakup sembilan desa, terdiri atas enam desa di Muaro Jambi, dua desa di Batanghari, dan satu desa di Tanjung Jabung Barat.

Menurutnya, proses pengadaan tanah ditargetkan dapat rampung dalam waktu sekitar sembilan bulan setelah seluruh persyaratan administrasi dan perizinan selesai dipenuhi.

Dalam pelaksanaannya, proyek juga memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Berbagai langkah mitigasi disiapkan, mulai dari pengendalian debu dan kebisingan, perlindungan habitat, keselamatan kerja, hingga pembangunan underpass maupun overpass untuk menjaga akses masyarakat.

Pemerintah juga menyiapkan program pemulihan mata pencaharian bagi warga terdampak serta mekanisme penanganan keluhan melalui konsultasi rutin bersama pemerintah desa dan masyarakat.

Melalui percepatan persiapan ini, Pemerintah Provinsi Jambi berharap pembangunan Tol Jambi–Rengat Fase I dapat berjalan sesuai jadwal sehingga mampu memperkuat konektivitas kawasan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.(*)




UIN STS Jambi Juara Umum PEKSIMIDA 2026, Bukti Konsisten Cetak Mahasiswa Berprestasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali menorehkan prestasi membanggakan.

Kampus ini berhasil meraih Juara Umum Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Provinsi Jambi Tahun 2026, setelah tampil dominan di berbagai cabang perlombaan seni.

Keberhasilan tersebut menegaskan konsistensi UIN STS Jambi dalam membina mahasiswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga seni, budaya, dan kreativitas.

Ajang PEKSIMIDA 2026 digelar pada 22–25 Juli 2026 dengan Universitas Jambi (UNJA) sebagai tuan rumah.

Sebanyak 167 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi se-Provinsi Jambi berkompetisi dalam 15 tangkai seni, mulai dari seni pertunjukan, sastra, seni rupa, hingga media.

Sepanjang kompetisi, kontingen UIN STS Jambi berhasil menunjukkan performa terbaik dan mengumpulkan prestasi yang mengantarkan kampus tersebut menjadi juara umum.

Keberhasilan itu merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Para mahasiswa menjalani latihan intensif bersama pelatih dan dosen pendamping sebelum mengikuti kompetisi.

Dukungan penuh dari pimpinan universitas juga menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan kontingen sehingga mampu bersaing dan tampil maksimal di setiap cabang yang diikuti.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN STS Jambi, Dr. Jamaluddin, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, capaian sebagai Juara Umum PEKSIMIDA Provinsi Jambi Tahun 2026 merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan semangat juang seluruh kontingen UIN STS Jambi,” katanya.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa, pelatih, dosen pendamping, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembinaan hingga berhasil membawa nama baik kampus.

Menurut Jamaluddin, prestasi tersebut membuktikan bahwa mahasiswa UIN STS Jambi memiliki kreativitas, kemampuan, dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat provinsi.

“Kami berharap prestasi ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama UIN STS Jambi pada ajang-ajang berikutnya, khususnya di tingkat nasional melalui PEKSIMINAS,” ujarnya.

Ia menambahkan, universitas akan terus memperkuat pembinaan minat dan bakat mahasiswa melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan agar lahir lebih banyak prestasi, baik di tingkat regional maupun nasional.

Keberhasilan menjadi Juara Umum PEKSIMIDA 2026 juga menjadi momentum bagi UIN STS Jambi untuk semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang mampu mencetak lulusan unggul, kreatif, dan berkarakter.

Kontingen yang berhasil lolos pada ajang ini selanjutnya dipersiapkan untuk mewakili Provinsi Jambi di Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) dengan harapan mampu kembali mengukir prestasi di tingkat nasional.(*)




Inspiratif! Mahasiswa Disabilitas UIN STS Jambi Lulus Skripsi, Ciptakan Media AI untuk Pembelajaran BISINDO

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Suasana haru menyelimuti ruang ujian skripsi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi saat Mila Erdita, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, berhasil mempertahankan skripsinya di hadapan tim penguji.

Mahasiswa semester delapan tersebut dinyatakan lulus setelah mempresentasikan hasil penelitian yang berfokus pada pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi bagi penyandang disabilitas.

Dalam sidang yang berlangsung pada Senin 20 Juli 2026, Mila mengangkat skripsi berjudul “Perancangan Video Interaktif Pembelajaran BISINDO Artificial Intelligence di SLBN 1 Kota Jambi.”

Penelitian itu lahir dari kepeduliannya terhadap kebutuhan media pembelajaran yang lebih inklusif bagi peserta didik penyandang disabilitas, khususnya pengguna Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).

Melalui karya tersebut, Mila merancang video interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diharapkan mampu membantu proses pembelajaran BISINDO menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan mudah diakses oleh siswa di SLBN 1 Kota Jambi.

Selama hampir satu jam, Mila memaparkan latar belakang penelitian, proses perancangan sistem, hingga hasil uji coba yang telah dilakukan.

Seluruh proses sidang berlangsung lancar dengan pendampingan seorang Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang menerjemahkan komunikasi selama ujian berlangsung.

Tim penguji memberikan sejumlah masukan untuk penyempurnaan penelitian sekaligus mengapresiasi semangat, inovasi, dan kontribusi yang ditunjukkan melalui karya ilmiah tersebut.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN STS Jambi, H. Arfan, S.Th.I., M.Soc.Sc., Ph.D., mengatakan keberhasilan Mila menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif.

“Ini adalah bentuk komitmen UIN STS Jambi dalam melayani mahasiswa berkebutuhan khusus dengan sepenuh hati. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun mahasiswa yang tertinggal dalam mengakses pendidikan tinggi. Prestasi ananda hari ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Menurut Arfan, kampus terus menghadirkan lingkungan akademik yang ramah bagi seluruh mahasiswa melalui penyediaan fasilitas, pendampingan dosen, serta layanan akademik yang adaptif.

Ia berharap hasil penelitian Mila tidak berhenti sebagai syarat kelulusan, tetapi dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran yang benar-benar diterapkan di sekolah.

“Kita juga berharap karya skripsi ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan benar-benar diimplementasikan di SLBN 1 Kota Jambi sebagai salah satu solusi pembelajaran berbasis teknologi,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas UIN STS Jambi, Nisaul Fadillah, M.Si., Ph.D., menyebut keberhasilan Mila merupakan hasil dari ekosistem kampus inklusif yang terus dibangun.

Menurutnya, saat ini UIN STS Jambi memiliki 30 mahasiswa difabel aktif, dengan mayoritas merupakan mahasiswa Tuli yang memerlukan layanan pendampingan selama proses perkuliahan.

“Kelulusan Mila adalah capaian kita bersama, berkat ekosistem kampus yang mendukung, para relawan, dan khususnya teman-teman Juru Bahasa Isyarat yang setia mendampingi selama proses perkuliahan hingga menyempurnakan keberhasilan ini,” ujarnya.

Di akhir sidang, tim penguji menyatakan Mila lulus. Keputusan tersebut disambut tepuk tangan dari keluarga, dosen, serta rekan-rekan yang hadir.

Keberhasilan Mila menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi yang inklusif mampu membuka kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa.

Lebih dari itu, inovasi yang dihasilkannya diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pembelajaran ramah disabilitas di dunia pendidikan.(*)




UNJA Perkuat Kurikulum Berbasis OBE, Siapkan Lulusan Teknologi Pertanian Lebih Siap Kerja

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Jambi (UNJA), terus memperkuat kualitas pendidikan dengan menyempurnakan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Langkah ini dilakukan agar lulusan memiliki kompetensi yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Kurikulum Jurusan Teknologi Pertanian Berbasis OBE yang diselenggarakan Program Studi Teknologi Industri Pertanian di Gedung Unifac Universitas Jambi pada 23–24 Juli 2026.

Workshop menghadirkan akademisi dari IPB University, Dr. Ir. Elisa Anggraeni, S.TP., M.Sc., sebagai narasumber.

Kegiatan ini diikuti pimpinan jurusan, pengelola program studi, dosen, hingga unsur Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karier dan Kewirausahaan UNJA.

Berbagai materi dibahas dalam kegiatan tersebut, mulai dari penyusunan kurikulum berbasis OBE, perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hingga sistem evaluasi pembelajaran.

Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian UNJA, Prof. Dr. Fitry Tafzi, S.TP., M.Si., mengatakan workshop ini menjadi kesempatan untuk mempelajari praktik terbaik penerapan kurikulum OBE dari IPB University.

“Kami berharap memperoleh berbagai masukan dari narasumber, khususnya terkait praktik baik dalam penyusunan kurikulum, termasuk penerapan pembelajaran berbasis proyek yang tetap selaras dengan penyelesaian skripsi mahasiswa. Semoga hasil workshop ini dapat menjadi acuan dalam penyempurnaan kurikulum Program Studi Teknologi Industri Pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Elisa Anggraeni menjelaskan bahwa konsep Outcome-Based Education menempatkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sebagai dasar utama dalam penyusunan kurikulum.

Menurutnya, seluruh proses pembelajaran, mulai dari mata kuliah, penyusunan RPS, hingga metode asesmen, harus saling terhubung untuk memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang terukur.

“Tujuan utama kurikulum berbasis OBE adalah memastikan setiap mata kuliah memiliki kontribusi yang jelas terhadap capaian pembelajaran lulusan. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa evaluasi kurikulum harus dilakukan secara berkelanjutan agar mutu pendidikan terus meningkat dan mampu menjawab perubahan kebutuhan dunia kerja maupun perkembangan teknologi.

“Evaluasi kurikulum tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan mutu. RPS yang disusun pada awal semester perlu dievaluasi pada akhir semester untuk memastikan ketercapaian pembelajaran. Tidak semua capaian pembelajaran harus muncul pada setiap mata kuliah, tetapi seluruh mata kuliah harus saling mendukung dalam membentuk kompetensi lulusan yang utuh,” katanya.

Melalui penyempurnaan kurikulum berbasis Outcome-Based Education, Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian UNJA berharap mampu menghasilkan lulusan yang lebih adaptif, kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun perkembangan industri pertanian modern.(*)