Jangan Salah Waktu Menjemput, Ini 7 Jadwal Pesawat Tiba di Jambi Hari Ini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bagi warga yang hendak menjemput keluarga, kerabat, atau kolega, jadwal kedatangan pesawat Bandara Sultan Thaha Jambi hari ini, Selasa 6 Oktober 2026, patut dicatat.

Sebanyak tujuh penerbangan dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi sepanjang hari.

Mayoritas pesawat datang dari Jakarta, sementara dua penerbangan lainnya berasal dari Batam.

Jadwal kedatangan paling pagi tercatat pukul 10.20 WIB. Batik Air melalui penerbangan ID 6804 dijadwalkan tiba dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Hanya berselang lima menit, pesawat Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta juga dijadwalkan mendarat pada pukul 10.25 WIB.

Kondisi serupa terjadi pada siang hari. Dua penerbangan Super Air Jet dari Batam memiliki jadwal kedatangan yang berdekatan, yakni pukul 12.45 WIB dan 13.00 WIB.

Jadwal Lengkap Pesawat Tiba di Jambi

Berikut jadwal kedatangan pesawat di Bandara Sultan Thaha Jambi pada Selasa, 6 Oktober 2026:

Waktu Maskapai Nomor Penerbangan Asal
10.20 WIB Batik Air ID 6804 Jakarta (CGK)
10.25 WIB Garuda Indonesia GA 126 Jakarta (CGK)
12.45 WIB Super Air Jet IU 973 Batam (BTH)
13.00 WIB Super Air Jet IU 2973 Batam (BTH)
13.40 WIB Garuda Indonesia GA 128 Jakarta (CGK)
15.15 WIB Citilink QG 966 Jakarta (CGK)
18.40 WIB Batik Air ID 6806 Jakarta (CGK)

Dari tujuh penerbangan tersebut, lima berasal dari Jakarta dan dua lainnya datang dari Batam.

Bagi penjemput, dua kelompok jadwal perlu mendapat perhatian lebih karena waktu kedatangannya berdekatan.

Pada pagi hari, Batik Air ID 6804 dijadwalkan tiba pukul 10.20 WIB, kemudian Garuda Indonesia GA 126 pada pukul 10.25 WIB.

Sementara itu, Super Air Jet IU 973 dijadwalkan mendarat pukul 12.45 WIB, disusul IU 2973 pada pukul 13.00 WIB.

Penjemput Jangan Hanya Mengandalkan Jadwal

Penjemput sebaiknya tidak hanya berpatokan pada waktu yang tercantum dalam jadwal.

Status penerbangan dapat berubah karena berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca, persoalan teknis pesawat, maupun lalu lintas udara.

Karena itu, sebelum berangkat menuju Bandara Sultan Thaha, penjemput perlu mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai atau informasi resmi Bandara Sultan Thaha Jambi.

Penjemput juga disarankan tiba sekitar 30–60 menit sebelum estimasi kedatangan.

Waktu tersebut memberi ruang untuk mengantisipasi perubahan waktu mendarat sekaligus menunggu penumpang keluar dari terminal.

Perhatikan Dua Waktu Kedatangan yang Berdekatan

Jika hendak menjemput penumpang pada pagi hari, rentang pukul 10.20–10.25 WIB menjadi salah satu waktu yang perlu diperhatikan.

Dua pesawat dari Jakarta dijadwalkan tiba hanya berselang lima menit.

Hal serupa terjadi pada rentang 12.45–13.00 WIB, ketika dua penerbangan Super Air Jet dari Batam dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha.

Penjemput juga perlu memastikan titik pertemuan dengan penumpang agar tidak terjadi kebingungan setelah penumpang keluar dari terminal kedatangan.

Jadwal Terakhir Tiba Pukul 18.40 WIB

Penerbangan terakhir dalam daftar kedatangan hari ini adalah Batik Air ID 6806 dari Jakarta.

Pesawat tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi pada pukul 18.40 WIB.

Dengan tujuh penerbangan yang dijadwalkan masuk dari Jakarta dan Batam, penjemput memiliki cukup pilihan waktu untuk menyesuaikan kedatangan mereka.

Namun, jadwal kedatangan pesawat Bandara Sultan Thaha Jambi hari ini tetap perlu dicek ulang sebelum berangkat, terutama jika waktu penjemputan berdekatan dengan jadwal penerbangan lain.

Informasi kode bandara yang digunakan dalam jadwal tersebut yakni DJB untuk Bandara Sultan Thaha Jambi, CGK untuk Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, dan BTH untuk Bandara Hang Nadim Batam.(*)




Jangan Sampai Ketinggalan Pesawat, Ini Jadwal Keberangkatan Sultan Thaha Jambi Hari Ini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebanyak delapan penerbangan dijadwalkan berangkat dari Bandara Sultan Thaha Jambi pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Rute Jakarta mendominasi jadwal keberangkatan, disusul penerbangan menuju Medan dan Batam.

Bagi calon penumpang, informasi jadwal penerbangan Bandara Sultan Thaha Jambi hari ini menjadi penting untuk mengatur waktu menuju bandara.

Penumpang juga perlu memastikan kembali status penerbangan sebelum berangkat karena jadwal dapat berubah.

Penerbangan pertama dijadwalkan berangkat pukul 06.00 WIB. Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6807 akan melayani rute Jambi menuju Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta (CGK).

Setelah itu, Batik Air kembali melayani penerbangan menuju Medan pada pukul 07.55 WIB melalui penerbangan ID 6879 dengan tujuan Bandara Kualanamu (KNO).

Delapan Penerbangan Berangkat dari Jambi

Berikut jadwal keberangkatan pesawat dari Bandara Sultan Thaha Jambi pada Selasa, 6 Oktober 2026:

Waktu Maskapai Nomor Penerbangan Tujuan
06.00 WIB Batik Air ID 6807 Jakarta (CGK)
07.55 WIB Batik Air ID 6879 Medan (KNO)
09.00 WIB Super Air Jet IU 974 Batam (BTH)
11.00 WIB Batik Air ID 6805 Jakarta (CGK)
11.10 WIB Garuda Indonesia GA 127 Jakarta (CGK)
14.55 WIB Garuda Indonesia GA 129 Jakarta (CGK)
15.45 WIB Citilink QG 967 Jakarta (CGK)
16.00 WIB Super Air Jet IU 841 Jakarta (CGK)

Dari delapan penerbangan tersebut, lima penerbangan melayani rute Jambi-Jakarta.

Maskapai yang melayani rute tersebut yakni Batik Air, Garuda Indonesia, Citilink, dan Super Air Jet.

Sementara itu, masing-masing satu penerbangan tersedia untuk tujuan Medan dan Batam.

Jadwal Padat pada Menjelang Siang

Calon penumpang juga perlu mencermati jadwal keberangkatan yang berdekatan.

Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6805 dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada pukul 11.00 WIB.

Sepuluh menit kemudian, Garuda Indonesia melalui penerbangan GA 127 juga dijadwalkan terbang menuju Jakarta.

Kondisi tersebut membuat penumpang yang memiliki jadwal keberangkatan pada rentang waktu tersebut perlu mengatur waktu kedatangan dengan baik.

Penumpang disarankan tiba di bandara setidaknya dua jam sebelum keberangkatan untuk penerbangan domestik.

Waktu tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan proses check-in, pemeriksaan keamanan, dan persiapan menuju ruang tunggu.

Jadwal Penerbangan Bisa Berubah

Jadwal yang tercantum merupakan jadwal keberangkatan pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Namun, calon penumpang tetap perlu mengecek status penerbangan sebelum menuju Bandara Sultan Thaha.

Perubahan dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca, persoalan teknis pesawat, maupun situasi lalu lintas udara.

Karena itu, penumpang sebaiknya melakukan pengecekan melalui aplikasi atau situs resmi maskapai yang digunakan.

Informasi juga dapat dipantau melalui kanal resmi Bandara Sultan Thaha Jambi, termasuk Instagram @sultanthahaairport dan Facebook Bandara Sultan Thaha Jambi.

Jangan Lupa Siapkan Dokumen

Selain memastikan jadwal, calon penumpang perlu menyiapkan dokumen perjalanan sebelum menuju bandara.

KTP atau identitas lain serta boarding pass bagi penumpang yang sudah melakukan check-in online sebaiknya sudah tersedia agar proses pemeriksaan berjalan lebih cepat.

Dengan delapan penerbangan yang tersedia hari ini, penumpang dari Jambi memiliki pilihan perjalanan menuju Jakarta, Medan, maupun Batam.

Namun, jadwal penerbangan Bandara Sultan Thaha Jambi hari ini tetap perlu dikonfirmasi kembali sebelum keberangkatan agar penumpang tidak mengandalkan jadwal yang berpotensi mengalami perubahan.(*)




Indonesia Juara, Kutukan Final dan Thailand Akhirnya Takluk di SUGBK

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia akhirnya mematahkan kutukan panjang di partai final.

Thailand, tim yang selama bertahun-tahun kerap menjadi batu sandungan skuad Garuda, akhirnya berhasil ditaklukkan pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Senin 5 Oktober 2026 malam WIB.

Indonesia meraih kemenangan dramatis melalui adu penalti setelah kedua tim bermain 2-2 hingga extra time.

Skuad Garuda kemudian menang 4-2 dalam drama tos-tosan sekaligus memastikan trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Kemenangan ini terasa lebih besar dari sekadar tambahan satu trofi.

Indonesia akhirnya mengakhiri rentetan kegagalan di partai puncak sekaligus menghentikan dominasi Thailand dalam pertemuan kedua tim.

Thailand Akhirnya Tumbang

Dalam satu dekade terakhir, Thailand menjadi lawan yang sulit ditaklukkan Indonesia.

Dalam periode tersebut, Thailand mencatat empat kemenangan dan tujuh hasil imbang ketika menghadapi Indonesia.

Skuad Garuda tidak mampu meraih kemenangan atas Thailand dalam rentang panjang tersebut.

Kemenangan terakhir Indonesia sebelum final FIFA ASEAN Cup 2026 terjadi pada leg pertama final Piala AFF 2016.

Ketika itu, Indonesia menang 1-0 atas Thailand di Stadion Pakansari.

Setelah itu, penantian panjang dimulai.

Baru pada malam di SUGBK, Indonesia kembali merasakan kemenangan atas Thailand. Bedanya, kali ini kemenangan tersebut langsung mengantarkan Garuda menjadi juara.

Thailand Berkali-kali Menghalangi Indonesia di Final

Thailand bukan nama asing dalam cerita kegagalan Indonesia di partai puncak turnamen Asia Tenggara.

Dari enam final Piala AFF yang pernah dimainkan Indonesia, empat di antaranya mempertemukan Garuda dengan Thailand.

Kedua tim bertemu pada final edisi 2000, 2002, 2016, dan 2020.

Dua pertemuan pertama berakhir pahit bagi Indonesia. Thailand menjadi juara pada final 2000 dan 2002.

Pada 2016, Indonesia memang berhasil memenangkan leg pertama final, tetapi Thailand akhirnya keluar sebagai juara setelah menang pada leg kedua.

Rentetan tersebut membuat Thailand seolah menjadi tembok yang sulit dilewati Indonesia setiap kali bertemu di panggung final.

Kini, cerita itu berubah.

Indonesia Bangkit Setelah Sempat Tertinggal

Final FIFA ASEAN Cup 2026 kembali memperlihatkan betapa sulitnya pertandingan Indonesia melawan Thailand.

Indonesia sempat membuka keunggulan melalui Dean James.

Namun, Thailand merespons lewat Iklas Sanron dan Peeradon Chamratsamee. Indonesia bahkan sempat tertinggal 1-2 pada extra time.

Saat situasi semakin sulit, Elkan Baggott muncul sebagai penyelamat.

Baggott mencetak gol penyama kedudukan dan mengubah skor menjadi 2-2 pada extra time.

Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.

Di sinilah mental Indonesia kembali diuji.

Penalti Mengubah Cerita

Empat eksekutor Indonesia mampu menjalankan tugas mereka dengan sempurna.

Sebaliknya, Thailand kehilangan momentum setelah Sarach Yooyen gagal menaklukkan kiper Indonesia. Tendangannya membentur tiang gawang.

Kesempatan berikutnya juga gagal dimanfaatkan Thailand.

Nattapong Sayriya tidak mampu mencetak gol setelah kiper Indonesia berhasil membaca arah tendangannya.

Indonesia akhirnya menang 4-2 melalui adu penalti.

SUGBK pun menjadi saksi lahirnya sejarah baru.

Bukan hanya karena Indonesia berhasil mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi karena skuad Garuda melakukannya dengan menumbangkan Thailand dalam pertandingan yang penuh tekanan.

SUGBK Juga Lepas dari Penantian

Ada satu catatan lain yang membuat kemenangan ini terasa istimewa.

SUGBK memiliki sejarah panjang dengan perjalanan Timnas Indonesia di berbagai turnamen.

Indonesia beberapa kali harus menelan kegagalan ketika bermain sebagai tuan rumah dan mengejar gelar.

Terakhir kali Indonesia menjadi juara di stadion ini terjadi ketika Garuda mengalahkan Malaysia pada final SEA Games 1987.

Setelah itu, penantian panjang kembali terjadi.

Pada SEA Games 1997, Indonesia kalah dari Thailand melalui adu penalti.

Lima tahun kemudian, Thailand kembali menjadi penghalang Indonesia pada final Piala Tiger 2002. Indonesia lagi-lagi gagal setelah pertandingan berakhir melalui drama adu penalti.

Pada final Piala AFF 2010, Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia dengan agregat 2-4.

Setahun kemudian, giliran Malaysia yang kembali menghentikan Indonesia pada final SEA Games 2011 melalui adu penalti.

Rentetan kegagalan tersebut membuat gelar FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki makna tersendiri.

Era Baru Garuda Bersama John Herdman?

Kemenangan atas Thailand juga menjadi tonggak penting bagi Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman.

Skuad Garuda bukan hanya berhasil memenangkan final yang berlangsung dramatis, tetapi juga mematahkan sejumlah catatan buruk yang selama bertahun-tahun membayangi perjalanan Indonesia.

Kutukan final akhirnya pecah.

Thailand yang selama ini menjadi salah satu lawan paling sulit akhirnya tumbang.

Dan yang paling penting, Indonesia tidak lagi hanya datang ke partai puncak untuk menjadi finalis.

Kali ini, Garuda datang untuk mengangkat trofi.(*)




Indonesia Juara ASEAN Cup, Hadiahnya Bikin Melongo: Rp11,6 Miliar

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia tak hanya membawa pulang trofi setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.

Skuad Garuda juga berhak atas hadiah utama senilai 650 ribu dolar AS atau sekitar Rp11,6 miliar.

Indonesia memastikan gelar juara setelah menundukkan Thailand dalam final di Stadion Gelora Bung Karno, Senin 5 Oktober 2026.

Pertandingan berlangsung sengit hingga extra time. Kedua tim bermain imbang 2-2 sebelum Indonesia memastikan kemenangan melalui adu penalti dengan skor 4-2.

Kemenangan tersebut membuat Indonesia mengamankan trofi sekaligus hadiah utama yang disediakan bagi juara turnamen.

Indonesia Sempat Tertinggal Sebelum Juara

Perjalanan Indonesia menuju gelar juara berlangsung dramatis.

Skuad Garuda lebih dahulu membuka keunggulan melalui Dean James. Thailand kemudian merespons dan membalikkan keadaan lewat Iklas Sanron serta Peeradon Chamratsamee.

Indonesia tidak menyerah.

Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-114. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 2-2 dan bertahan hingga extra time berakhir.

Pertandingan akhirnya masuk ke babak adu penalti.

Empat eksekutor Indonesia menjalankan tugas dengan sempurna. Sementara itu, Emil Audero menjadi penentu setelah menggagalkan sepakan Nattapong Sayriya.

Indonesia pun menang 4-2 dan berhak mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Hadiah Juara Capai Rp11,6 Miliar

Selain trofi, keberhasilan tersebut memberikan keuntungan finansial bagi Indonesia.

Hadiah utama yang diterima sang juara mencapai 650 ribu dolar AS. Dengan kurs yang digunakan dalam perhitungan tersebut, nilainya sekitar Rp11,6 miliar.

Namun, jumlah tersebut ternyata lebih rendah dibandingkan rencana awal.

Penyelenggara sebelumnya merencanakan hadiah sebesar 1 juta dolar AS, atau sekitar Rp17,9 miliar, untuk tim yang keluar sebagai juara.

Nilai hadiah kemudian mengalami revisi karena pertimbangan komersial yang berkaitan dengan publisitas hak siar.

Meski turun dari rencana awal, hadiah Rp11,6 miliar tetap menjadi nilai tambahan yang signifikan setelah Indonesia menyelesaikan turnamen sebagai juara.

Kalau Dibagi Rata, Berapa Bagian Pemain?

Besarnya hadiah tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan pembagiannya kepada pemain dan tim pelatih.

Jika seluruh hadiah sekitar Rp11,6 miliar dibagikan secara rata kepada 33 orang yang terdiri dari 23 pemain dan 10 pelatih serta asisten, hitungan sederhananya berada di kisaran Rp350 juta per orang.

Namun, angka tersebut hanya simulasi.

Belum ada kepastian bahwa PSSI akan membagi hadiah dengan mekanisme tersebut. PSSI, tim pelatih, dan para pemain dapat menentukan skema pembagian berdasarkan kesepakatan internal.

Pembagian juga bisa mempertimbangkan faktor lain, termasuk kontribusi dan menit bermain selama turnamen.

Jika menggunakan skema berdasarkan kontribusi, nominal yang diterima setiap pemain tentu bisa berbeda.

Karena itu, Rp350 juta per orang belum bisa disebut sebagai bonus resmi pemain Timnas Indonesia.

Trofi dan Bonus Jadi Penutup Manis

Keberhasilan Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pencapaian penting setelah melewati final panjang melawan Thailand.

Skuad Garuda tidak hanya mengamankan gelar juara, tetapi juga membawa pulang hadiah utama 650 ribu dolar AS.

Kini, perhatian berikutnya tertuju pada bagaimana PSSI mengelola dan membagikan hadiah tersebut kepada tim yang membawa Indonesia menjadi juara.

Yang sudah pasti, angka Rp11,6 miliar merupakan hadiah utama turnamen. Sementara berapa besar bagian yang diterima masing-masing pemain dan pelatih masih menunggu keputusan resmi.(*)




Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Emil Audero Gagalkan Penalti Thailand

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia akhirnya mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati final penuh drama melawan Thailand di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senin 5 Oktober 2026.

Skuad Garuda memastikan gelar juara setelah menang 4-2 dalam adu penalti. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 2-2 hingga waktu normal dan extra time berakhir.

Kiper Emil Audero menjadi salah satu aktor utama kemenangan Indonesia.

Ia menggagalkan eksekusi Nattapong Sayriya pada babak adu penalti yang sekaligus memastikan Thailand tidak mampu mengejar ketertinggalan.

Indonesia Sempat Unggul, Thailand Berbalik Memimpin

Pertandingan berlangsung sengit sejak awal hingga kedua tim memasuki babak tambahan.

Indonesia lebih dahulu membuka keunggulan melalui Dean James. Gol tersebut membuat skuad Garuda berada di atas angin.

Namun, Thailand tidak tinggal diam.

Iklas Sanron mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-86. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal selesai dan pertandingan berlanjut ke extra time.

Thailand kemudian membuat situasi semakin sulit bagi Indonesia.

Peeradon Chamratsamee mencetak gol pada menit ke-110 dan membawa Thailand berbalik unggul 2-1.

Indonesia berada dalam tekanan. Namun, skuad Garuda tidak menyerah.

Elkan Baggott Selamatkan Indonesia

Empat menit setelah Thailand mencetak gol kedua, Elkan Baggott muncul sebagai penyelamat.

Bek Indonesia tersebut mencetak gol pada menit ke-114 untuk mengubah skor menjadi 2-2.

Gol Baggott menghidupkan kembali peluang Indonesia untuk merebut gelar tanpa harus kalah dalam 120 menit pertandingan.

Namun, hingga extra time berakhir, tidak ada gol tambahan.

Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.

Penalti Jadi Penentu

Drama adu penalti langsung berlangsung ketat.

Kevin Diks menjadi eksekutor pertama Indonesia dan berhasil menjalankan tugasnya. Manuel Bihr kemudian membawa Thailand menyamakan kedudukan dari titik putih.

Indonesia terus menunjukkan ketenangan.

Dean James sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor berikutnya. Thailand juga masih mampu mencetak gol sehingga persaingan tetap berlangsung sengit.

Situasi berubah ketika kapten Thailand, Sarach Yooyen, maju sebagai penendang ketiga.

Eksekusinya gagal setelah bola membentur tiang gawang.

Indonesia langsung memanfaatkan momentum tersebut. Elkan Baggott maju sebagai eksekutor ketiga dan berhasil mencetak gol.

Tekanan kemudian semakin besar di kubu Thailand.

Shayne Pattynama menjalankan tugas sebagai eksekutor berikutnya dan kembali mencetak gol untuk Indonesia.

Emil Audero Kunci Gelar Indonesia

Thailand masih memiliki kesempatan memperpanjang drama adu penalti.

Nattapong Sayriya maju sebagai penendang berikutnya. Jika berhasil, Thailand masih memiliki peluang menjaga asa.

Namun, Emil Audero membaca arah tendangan dengan tepat.

Kiper Indonesia tersebut berhasil menepis sepakan Nattapong Sayriya.

Penyelamatan itu langsung mengakhiri pertandingan.

Indonesia menang 4-2 melalui adu penalti dan resmi menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Emil Audero pun menjadi sosok penting di momen penentuan setelah menghentikan penalti Thailand.

Kemenangan ini terasa semakin dramatis karena Indonesia sempat kehilangan keunggulan, tertinggal 1-2 pada extra time, sebelum Elkan Baggott menyamakan skor dan membawa pertandingan menuju adu penalti.

Di titik penentuan, ketenangan para eksekutor Indonesia serta penyelamatan Emil Audero akhirnya mengantarkan skuad Garuda mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di hadapan pendukungnya sendiri di GBK.(*)




Gila! Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Setelah Drama 2-2 Lawan Thailand

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati final dramatis kontra Thailand di Stadion Gelora Bung Karno, Senin 5 Oktober 2026.

Indonesia harus menunggu hingga babak adu penalti untuk memastikan gelar. Setelah bermain 2-2 selama waktu normal dan extra time, skuad Garuda akhirnya menang 4-2 dalam adu penalti.

Kiper Emil Audero tampil penting dalam drama tersebut setelah menggagalkan salah satu eksekusi penalti Thailand.

Kemenangan ini menjadi klimaks pertandingan yang berlangsung sengit selama 120 menit.

Indonesia Tekan Thailand Sejak Awal

Indonesia langsung mengambil kendali permainan sejak menit pertama.

Peluang pertama datang pada menit ke-3 melalui Luke Vickery. Sepakan mendatarnya mengarah ke gawang, tetapi Saranon Anuin masih mampu mengamankan bola.

Lima menit kemudian, Mitchell Baker kembali mengancam. Mendapat umpan dari Thom Haye, Baker melepaskan tendangan keras yang kembali ditepis Saranon.

Thailand kesulitan mengembangkan permainan karena Indonesia terus memberikan tekanan. Meski begitu, Thailand sempat menciptakan peluang melalui Teerasak Poeiphimai dan Chanathip Songkrasin.

Pertahanan Indonesia mampu meredam ancaman tersebut.

Hingga turun minum, kedua tim belum menemukan gol. Skor tetap 0-0.

Indonesia Pecah Kebuntuan

Memasuki babak kedua, pertandingan semakin terbuka.

Indonesia terus mencari celah melalui serangan dari kedua sisi. Mitchell Baker kembali mendapatkan peluang emas pada menit ke-69 setelah menerima umpan jauh Ivar Jenner.

Namun, penyelesaian Baker masih melebar.

Gol yang ditunggu akhirnya datang setelah Thailand kehilangan satu pemain.

Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua setelah menjatuhkan Ole Romeny. Thailand harus bermain dengan 10 pemain.

Dari tendangan bebas, Dean James melepaskan bola yang kemudian membentur Iklas Sanron sebelum masuk ke gawang.

Indonesia unggul 1-0.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama.

Thailand menyamakan skor pada menit ke-87. Iklas Sanron menyambar umpan Seksan Ratree dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Skor tersebut bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pertandingan harus memasuki extra time.

Thailand Sempat Unggul, Baggott Menyelamatkan Indonesia

Indonesia meningkatkan tekanan pada babak tambahan.

John Herdman memasukkan Shayne Pattynama dan Egy Maulana Vikri untuk menambah variasi serangan.

Ole Romeny kemudian meninggalkan lapangan karena cedera dan digantikan Rayhan Hannan.

Namun, Thailand justru kembali mengejutkan Indonesia.

Pada menit ke-111, Peeradol Chamrasamee menyelesaikan serangan yang dibangun Thailand dan membawa timnya unggul 2-1.

Indonesia langsung merespons.

Lima menit berselang, Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan. Skor kembali menjadi 2-2.

Indonesia mendapatkan beberapa peluang pada sisa extra time, tetapi tidak mampu mencetak gol ketiga.

Pertandingan pun harus ditentukan lewat adu penalti.

Emil Audero Jadi Penentu

Kevin Diks menjadi eksekutor pertama Indonesia dan menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Penendang pertama Thailand, Manuel Bihr, juga sukses.

Drama kemudian memihak Indonesia ketika Sarach Yooyen gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya membentur tiang gawang.

Indonesia memanfaatkan momentum tersebut.

Shayne Pattynama sukses mengeksekusi penalti dan membawa Indonesia unggul dalam drama adu penalti.

Thailand kemudian mendapat kesempatan melalui Nattapong Sayriya. Namun, Emil Audero membaca arah bola dan menggagalkan eksekusi tersebut.

Indonesia akhirnya menang 4-2 dalam adu penalti.

Stadion Gelora Bung Karno pun menjadi saksi ketika Timnas Indonesia memastikan diri sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati final penuh drama selama 120 menit.

Susunan Pemain

Indonesia (4-3-3): Emil Audero; Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner, Calvin Verdonk; Joey Pelupessy, Thom Haye; Luke Vickery, Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen; Mitchell Baker.

Pelatih: John Herdman.

Thailand (4-3-1-2): Saranon Anuin; Suphanan Bureerat, Manuel Bihr, Nattapong Sayriya, Nicholas Mickelson; Kritsada Kaman, Sarach Yooyen, Kakana Khamyok; Chanathip Songkrasin; Supachai Chaided, Teerasak Poeiphimai.

Pelatih: Anthony Hudson.(*)




HUT ke-81 TNI di Tanjab, Wabup Katamso Tegaskan Pentingnya Sinergi

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Markas Kodim 0419/Tanjab, Senin 5 Oktober 2026.

Kehadiran Wabup Katamso bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tanjung Jabung Barat dan unsur Forkopimda Tanjung Jabung Timur menegaskan pentingnya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta keutuhan wilayah.

Upacara berlangsung di halaman Makodim 0419/Tanjab dan dipimpin langsung Komandan Kodim 0419/Tanjab, Letkol Inf. Zulhiardi, S.I.P., M.Han.

Para prajurit TNI, ASN TNI jajaran Tanjab Barat, serta Ketua dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Tanjab Barat turut mengikuti rangkaian upacara tersebut.

Usai mengikuti upacara, Wabup Katamso menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar TNI yang memperingati HUT ke-81.

“Atas nama unsur Forkopimda Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kami mengucapkan selamat Dirgahayu TNI ke-81 Tahun. TNI kuat bersama rakyat, Indonesia berdaulat, adil dan makmur,” ujar Katamso.

Menurutnya, peringatan HUT TNI tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat hubungan antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

Sinergi tersebut menjadi penting dalam menjaga stabilitas daerah, memperkuat persatuan, serta menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengganggu keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam amanatnya, Dandim 0419/Tanjab Letkol Inf. Zulhiardi menyoroti perubahan lingkungan strategis yang berlangsung semakin dinamis.

Ia menyebut ketidakpastian global, perkembangan ruang informasi dan kognitif, ancaman keamanan wilayah, serta kebutuhan integrasi pengelolaan sumber daya nasional sebagai tantangan yang perlu mendapat perhatian.

Menurut Zulhiardi, perubahan tersebut menuntut TNI tetap memegang teguh jati diri dan arah pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Menghadapi dinamika tersebut, TNI harus tetap kokoh pada jati diri dan jelas pada arah pengabdiannya,” ujar Zulhiardi.

Ia menilai momentum HUT ke-81 TNI perlu menjadi pengingat bagi seluruh prajurit untuk memperkuat komitmen menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, serta melindungi kekayaan Nusantara.

Peringatan HUT TNI ke-81 di Tanjab juga mempertemukan unsur TNI, pemerintah daerah, Forkopimda, dan elemen masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan.

Kehadiran unsur Forkopimda Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur memperlihatkan koordinasi lintas daerah yang terus berjalan dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan sekaligus menjaga situasi daerah tetap kondusif.

Setelah upacara, rangkaian peringatan HUT TNI ke-81 dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba dan pemotongan tumpeng oleh Dandim 0419/Tanjab.

Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat kebersamaan antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat di wilayah Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.(*)




Kabut Asap Ganggu Sekolah, Sekda Batang Hari Cek Langsung PJJ di SMPN 21

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Batang Hari mulai berdampak pada aktivitas pendidikan.

Pemerintah Kabupaten Batang Hari mengambil langkah antisipasi dengan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang Hari bersama Asisten I Setda Batang Hari turun langsung ke SMPN 21 Batang Hari, Senin 5 Oktober 2026, untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan dan proses belajar siswa tetap berlangsung.

Kunjungan itu menjadi bagian dari pemantauan Pemkab Batang Hari terhadap pelaksanaan pembelajaran di tengah kondisi kualitas udara yang belum mendukung aktivitas tatap muka.

Sekda melihat langsung metode pembelajaran yang diterapkan sekolah, baik melalui sistem daring maupun pemberian tugas terstruktur yang siswa kerjakan dari rumah.

Sekda Kabupaten Batang Hari, Mula P. Rambe, S.Sos., M.H menegaskan, pemerintah tidak ingin kondisi kabut asap mengganggu hak siswa untuk mendapatkan pendidikan.

Namun, pemerintah juga tidak ingin mengabaikan risiko kesehatan akibat paparan udara yang buruk.

“Dalam kondisi seperti ini, kesehatan dan keselamatan anak-anak kita menjadi prioritas. Tetapi proses pendidikan juga harus tetap berjalan. Karena itu, PJJ menjadi langkah sementara agar siswa tetap belajar tanpa harus beraktivitas di sekolah ketika kondisi udara belum mendukung,” ujar Sekda.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengambil langkah preventif untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat paparan kabut asap.

Salah satu risiko yang menjadi perhatian ialah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi anak-anak yang memiliki aktivitas di luar ruangan.

“Jangan sampai karena ingin mempertahankan pembelajaran tatap muka, kita justru mengabaikan kesehatan anak-anak. Kita ingin pembelajaran tetap berjalan, tetapi keselamatan siswa dan guru harus menjadi pertimbangan utama,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Sekda dan Asisten I disambut Kepala SMPN 21 Batang Hari bersama jajaran majelis guru.

Keduanya kemudian meninjau pelaksanaan PJJ untuk melihat kesiapan sekolah dalam menjaga keberlangsungan proses belajar dari rumah.

Sekolah memanfaatkan pembelajaran daring serta penugasan terstruktur untuk memastikan siswa tetap mendapatkan materi selama kebijakan PJJ berlangsung.

Sekda mengapresiasi respons cepat pihak SMPN 21 Batang Hari dalam menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi kabut asap.

Menurutnya, perubahan pola belajar membutuhkan kesiapan guru, sekolah, siswa, dan orang tua agar kegiatan pendidikan tidak terputus.

“Kami mengapresiasi sekolah yang cepat beradaptasi. PJJ bukan berarti kegiatan belajar berhenti. Guru tetap memberikan materi, siswa tetap belajar, dan sekolah tetap melakukan pemantauan terhadap prosesnya,” katanya.

Pemkab Batang Hari juga meminta sekolah memastikan PJJ berjalan secara efektif dan tidak sekadar memindahkan aktivitas belajar dari ruang kelas ke rumah.

Guru tetap perlu memberikan materi, tugas, serta pendampingan kepada siswa sesuai kondisi pembelajaran.

Sekda berharap sekolah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah apabila menghadapi kendala selama pelaksanaan PJJ.

“Kita ingin pelaksanaan PJJ tetap terukur. Kalau ada kendala di lapangan, segera komunikasikan sehingga pemerintah bisa mencari solusi bersama,” ujarnya.

Penerapan PJJ menjadi salah satu langkah Pemkab Batang Hari menghadapi dampak kabut asap terhadap sektor pendidikan.

Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi udara sebelum menentukan langkah selanjutnya terkait pembelajaran tatap muka.

Sekda menegaskan, keputusan terkait aktivitas sekolah harus mempertimbangkan kondisi kesehatan dan keselamatan seluruh warga sekolah.

“Ketika kondisi sudah memungkinkan, tentu pembelajaran tatap muka bisa kembali berjalan. Tetapi selama kondisi udara belum aman, kita harus mengambil langkah yang paling melindungi siswa dan tenaga pendidik,” katanya.

Pemkab Batang Hari berharap koordinasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan siswa dapat menjaga dua hal sekaligus, pendidikan tetap berjalan dan kesehatan anak tetap terlindungi.

Dengan demikian, kabut asap tidak sampai membuat proses belajar terhenti, sekaligus tidak menempatkan siswa pada risiko kesehatan yang tidak perlu.(*)




Setelah 6 Kali Berputar, Super Air Jet IU840 Akhirnya Mendarat di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Drama penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi akhirnya berakhir.

Setelah lebih dari enam kali percobaan untuk melakukan pendaratan, Super Air Jet IU840 dari Jakarta akhirnya berhasil mendarat di Jambi, Senin 5 Oktober 2026 sore.

Sebelumnya, pesawat tersebut sempat berputar berkali-kali di atas wilayah Jambi.

Pantauan pergerakan pesawat melalui Flightradar menunjukkan IU840 beberapa kali melakukan holding sebelum akhirnya berhasil melakukan pendaratan.

Kondisi itu terjadi ketika jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Thaha masih berubah-ubah akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah Jambi.

Tidak lama setelah Super Air Jet berhasil mendarat, Citilink QG966 dari Jakarta juga berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha pada pukul 17.08 WIB.

Dua penerbangan tersebut sebelumnya sama-sama menghadapi kendala akibat kondisi jarak pandang yang belum stabil.

Dua Pesawat Jakarta Akhirnya Mendarat

Super Air Jet IU840 sebelumnya memiliki estimasi kedatangan sekitar pukul 16.15 WIB.

Namun, pesawat tidak langsung mendarat dan sempat berputar di udara Jambi.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, sebelumnya menginformasikan bahwa pesawat masih berputar di wilayah udara Jambi.

Situasi tersebut berlangsung ketika jarak pandang bandara kembali menurun.

Setelah lebih dari enam kali percobaan, IU840 akhirnya berhasil mendarat.

Sementara itu, Citilink QG966 dari Jakarta yang sebelumnya masih berada di sekitar wilayah Sumatera Selatan juga melanjutkan penerbangan menuju Jambi dan akhirnya landing pada pukul 17.08 WIB.

Keberhasilan kedua pesawat mendarat menjadi perkembangan terbaru setelah kondisi kabut asap sempat mengganggu pergerakan sejumlah penerbangan di Bandara Sultan Thaha.

Jarak Pandang Sempat Turun hingga 1.000 Meter

Sebelumnya, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha mengalami fluktuasi sepanjang Senin.

Pada pukul 15.00 WIB, jarak pandang sempat mencapai 2.200 meter. Namun, kondisi kemudian memburuk.

Pukul 15.30 WIB, jarak pandang turun menjadi 1.100 meter dan kembali merosot menjadi 1.000 meter pada pukul 16.00 WIB.

Kondisi tersebut membuat proses pendaratan membutuhkan perhatian dan penyesuaian dari maskapai serta pihak terkait.

Meski demikian, perkembangan terbaru menunjukkan dua penerbangan dari Jakarta yang sebelumnya tertahan akhirnya dapat mendarat dengan selamat di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Batik Air Lebih Dulu Berhasil Mendarat

Sebelum IU840 dan QG966, penerbangan Batik Air ID6804 dari Jakarta juga berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha sekitar pukul 15.00 WIB.

Pesawat tersebut kemudian kembali terbang menuju Jakarta menggunakan nomor penerbangan ID6805 pada pukul 15.45 WIB.

Dengan berhasilnya sejumlah penerbangan mendarat dan berangkat, operasional Bandara Sultan Thaha tetap berjalan meski kondisi jarak pandang masih menjadi faktor penting dalam pergerakan pesawat.

Pihak bandara terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan maskapai untuk menyesuaikan operasional penerbangan dengan perkembangan cuaca dan jarak pandang.

Penumpang tetap diminta memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing karena kondisi di sekitar bandara dapat berubah dalam waktu singkat.(*)




Super Air Jet IU840 4 Kali Berputar di Atas Jambi, Kabut Asap Ganggu Penerbangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pergerakan pesawat Super Air Jet IU840 dari Jakarta menuju Jambi menarik perhatian pada Senin 5 Oktober 2026.

Pantauan melalui Flightradar menunjukkan pesawat tersebut sudah empat kali berputar di atas wilayah Jambi sebelum mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pesawat Super Air Jet IU840 terbang dari Jakarta menuju Jambi dengan jadwal kedatangan sekitar pukul 16.15 WIB.

Namun, kondisi jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Thaha yang kembali berfluktuasi membuat proses kedatangan pesawat berlangsung tidak seperti jadwal normal.

Pergerakan IU840 yang berulang kali berputar di udara menjadi gambaran situasi penerbangan di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Jambi.

Sebelumnya, Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, mengatakan IU840 masih berputar di wilayah udara Jambi.

“Super Air Jet IU 840 dari Jakarta estimasi kedatangan pukul 16.15 WIB, masih berputar-putar di atas wilayah Jambi,” ujar Ikhsan.

Batik Air Berhasil Mendarat dan Kembali ke Jakarta

Di tengah kondisi tersebut, tidak seluruh penerbangan mengalami kendala yang sama.

Pesawat Batik Air ID6804 dari Jakarta berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi sekitar pukul 15.00 WIB.

Pesawat yang sama kemudian kembali melanjutkan penerbangan ke Jakarta menggunakan nomor penerbangan ID6805 pada pukul 15.45 WIB.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha masih berjalan, meski maskapai harus menyesuaikan pergerakan pesawat dengan kondisi jarak pandang dan cuaca di sekitar bandara.

Jarak Pandang Sempat Turun Jadi 1.000 Meter

Pada hari yang sama, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha mengalami perubahan cukup tajam.

Data pemantauan menunjukkan jarak pandang mencapai 2.200 meter pada pukul 15.00 WIB. Namun, kondisi kemudian memburuk.

Pada pukul 15.30 WIB, jarak pandang turun menjadi 1.100 meter dan kembali merosot menjadi 1.000 meter pada pukul 16.00 WIB.

Perubahan tersebut membuat kondisi penerbangan terus mendapat pemantauan.

Selain IU840, penerbangan Citilink QG966 dari Jakarta dengan estimasi kedatangan pukul 16.45 WIB juga masih berada di sekitar wilayah Sumatera Selatan berdasarkan pembaruan sebelumnya.

Sementara itu, penerbangan Susi Air dengan rute menuju dan dari Kerinci tercatat batal.

Penumpang Diminta Pantau Informasi Maskapai

Pihak Bandara Sultan Thaha Jambi terus berkoordinasi dengan maskapai dan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi penerbangan.

Penumpang juga diminta mengecek informasi terbaru dari maskapai sebelum menuju bandara karena perubahan jarak pandang dapat memengaruhi jadwal kedatangan maupun keberangkatan.

Kondisi tersebut membuat pergerakan pesawat di Bandara Sultan Thaha pada Senin sore sangat bergantung pada perkembangan jarak pandang.

Perbedaan kondisi antar-penerbangan juga terlihat jelas. Batik Air ID6804 berhasil mendarat dan kembali terbang menuju Jakarta, sementara Super Air Jet IU840 harus berputar beberapa kali di atas wilayah Jambi sebelum melanjutkan proses kedatangannya.(*)