Pendaftaran Guru Inspiratif Astra Honda 2026 Jambi Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Guru di Provinsi Jambi yang memiliki cerita pengabdian, inovasi pembelajaran, atau program yang memberi dampak nyata bagi siswa dan masyarakat kini punya kesempatan untuk mendapatkan apresiasi melalui Guru Inspiratif Astra Honda 2026 Regional Jambi.

Program dengan tema “Guru Menginspirasi, Menggerakkan Negeri” tersebut membuka pendaftaran hingga 17 Oktober 2026.

Program ini diinisiasi Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) bersama PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen), selaku Main Dealer sepeda motor Honda di Provinsi Jambi.

Berbeda dari sekadar penghargaan, program ini mencari guru yang memiliki praktik baik dan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan.

Para peserta dapat membagikan pengalaman mengajar, inovasi pendidikan, hingga kegiatan yang telah mereka jalankan dan memberi manfaat bagi peserta didik, sekolah maupun masyarakat.

Guru Seperti Apa yang Bisa Mendaftar?

Program Guru Inspiratif Astra Honda 2026 Regional Jambi terbuka bagi guru aktif jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA atau sederajat.

Ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi calon peserta.

Guru yang mendaftar harus memiliki pengalaman mengajar minimal lima tahun, serta menunjukkan dedikasi, integritas, dan komitmen terhadap dunia pendidikan.

Selain itu, calon peserta perlu memiliki cerita pengabdian atau inovasi pendidikan dalam dua tahun terakhir yang memberikan dampak nyata bagi siswa, sekolah dan/atau masyarakat.

Peserta juga harus memperoleh rekomendasi dari kepala sekolah.

Yayasan AHM menetapkan peserta harus bersedia mengikuti seluruh rangkaian program sesuai ketentuan yang berlaku.

Peserta juga tidak boleh memiliki riwayat pelanggaran hukum maupun pelanggaran etik atau profesional.

Syarat lainnya, peserta belum pernah menjadi pemenang penghargaan atau kompetisi guru tingkat nasional sejenis dalam dua tahun terakhir.

Menariknya, pendaftaran tidak hanya dapat dilakukan oleh guru yang bersangkutan.

Pihak lain yang mengetahui dedikasi dan kontribusi seorang guru juga dapat mendaftarkan guru tersebut.

Bukan Sekadar Mencari Guru Berprestasi

Program ini mengusung pendekatan yang menempatkan pengalaman dan dampak nyata sebagai bagian penting dari kisah seorang guru.

Guru peserta nantinya mendapat ruang untuk berbagi praktik baik dan inovasi yang telah mereka jalankan.

Selain apresiasi, program tersebut juga membuka kesempatan bagi peserta untuk mengikuti pelatihan, bertukar pengalaman dengan guru dari daerah lain, memperluas jejaring, serta mengembangkan kompetensi.

Corporate Social Responsibility Sinsen, Rasti Darvi mengatakan program tersebut menjadi bagian dari semangat Sinergi Bagi Negeri.

“Semangat Sinergi Bagi Negeri kami wujudkan dengan memberikan ruang bagi para guru untuk berbagi kisah pengabdian dan inovasinya. Kami berharap Guru Inspiratif Astra Honda 2026 dapat menjadi wadah untuk mengapresiasi sekaligus memperluas dampak positif dari praktik baik para guru di Jambi,” ujar Rasti.

Pendaftaran Dibuka sampai 17 Oktober

Bagi guru di Jambi yang merasa memiliki cerita pengabdian dan inovasi pendidikan yang layak dibagikan, kesempatan tersebut masih terbuka.

Pendaftaran Guru Inspiratif Astra Honda 2026 Regional Jambi berlangsung hingga 17 Oktober 2026.

Registrasi dapat dilakukan melalui kanal pendaftaran yang disediakan panitia.

Program ini menjadi kesempatan bagi guru untuk tidak hanya menunjukkan prestasi personal, tetapi juga memperkenalkan praktik pendidikan yang telah memberi dampak kepada lingkungan sekitarnya.

Sebab, inovasi di ruang kelas tidak selalu berhenti pada siswa. Ketika praktik baik berkembang dan dibagikan kepada guru lain, dampaknya dapat meluas ke sekolah hingga masyarakat.

Melalui Guru Inspiratif Astra Honda 2026, Sinsen bersama Yayasan AHM berharap semakin banyak kisah pengabdian guru di Jambi yang mendapat perhatian dan dapat menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan.(*)




Tol Jambi-Rengat Segera Masuk Tahap Konstruksi, Ini Wilayah yang Akan Dilintasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Proyek Jalan Tol Jambi-Rengat segera memasuki tahap pembangunan fisik.

Pemerintah Provinsi Jambi menargetkan konstruksi ruas tol yang menghubungkan Jambi dengan Riau tersebut mulai dikerjakan pada awal 2027.

Sebelum alat berat masuk ke lokasi proyek, pemerintah masih mengejar penyelesaian pengadaan tanah.

Tahapan ini ditargetkan tuntas pada Desember 2026, setelah Penetapan Lokasi (Penlok) Tol Jambi-Rengat dinyatakan selesai.

Jika seluruh proses berjalan sesuai target, pekerjaan fisik dapat dimulai pada Januari 2027.

Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan dokumen Penlok telah diserahkan kepada pihak terkait untuk dilanjutkan ke tahap pengadaan tanah, termasuk proses pembayaran ganti rugi kepada pemilik lahan.

“Penetapan lokasi sudah selesai dan sudah kita serahkan kepada pihak terkait. Sekarang tinggal mempercepat proses pengadaan tanah, termasuk proses ganti rugi tanahnya,” kata Al Haris.

Ia menegaskan pemerintah mengejar penyelesaian pengadaan tanah hingga akhir 2026 agar pekerjaan konstruksi dapat segera dimulai.

“Targetnya Desember selesai, karena Januari sudah mulai pengerjaan fisik,” ujarnya.

Ini Wilayah yang Akan Dilintasi Tol Jambi-Rengat

Rencana pembangunan Tol Jambi-Rengat akan membawa jalur baru yang menghubungkan sejumlah wilayah di Provinsi Jambi sebelum tersambung menuju Rengat, Riau.

Di wilayah Jambi, trase tol direncanakan melintasi tiga kabupaten, yakni Muarojambi, Batanghari, dan Tanjung Jabung Barat.

Untuk Kabupaten Muarojambi, jalur tol direncanakan melewati Kelurahan Pijoan serta Desa Tantan, Rantau Majo, Gerunggung, Bukit Baling, dan Suko Awin Jaya.

Setelah itu, trase berlanjut ke Kabupaten Batanghari melalui Desa Selat dan Desa Teluk.

Jalur kemudian masuk ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Desa Dusun Mudo, Kecamatan Muara Papalik.

Wilayah-wilayah tersebut menjadi bagian dari trase yang perlu dipersiapkan dalam tahapan pengadaan tanah sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.

Panjang Tol Jambi-Rengat Capai 67,45 Kilometer

Tol Jambi-Rengat direncanakan memiliki panjang sekitar 67,45 kilometer dan terbagi dalam dua seksi.

Seksi I membentang dari Simpang Ness menuju Cinto Kenang di Kabupaten Muarojambi dengan panjang sekitar 18,75 kilometer.

Sementara Seksi II menghubungkan Bukit Cinto Kenang hingga Merlung dengan panjang sekitar 48,70 kilometer.

Dengan dua seksi tersebut, pembangunan Tol Jambi-Rengat akan menjadi bagian penting dari pengembangan jaringan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) di wilayah Jambi.

Proyek ini juga telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana tercantum dalam Lampiran Angka 14 Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025.

Pengadaan Tanah Jadi Kunci Sebelum Konstruksi

Meski Penlok telah rampung, pekerjaan fisik belum dapat langsung dimulai. Pemerintah masih harus menyelesaikan tahapan pengadaan tanah, termasuk proses ganti rugi lahan.

Karena itu, Desember 2026 menjadi tenggat penting bagi proyek tersebut.

Pemerintah berharap proses pengadaan tanah dapat berjalan sesuai target sehingga pekerjaan konstruksi bisa dimulai pada Januari 2027.

Sebelumnya, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait juga menggelar rapat persiapan untuk mempercepat pelaksanaan JTTS Jambi-Rengat.

Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Rustam Efendi mengatakan koordinasi lintas sektor diperlukan agar proses pembangunan berjalan sesuai tahapan.

“Rapat ini digelar untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama mengenai tata cara percepatan pelaksanaan JTTS ini,” kata Rustam.

Dengan demikian, setelah Penlok selesai, fokus pemerintah kini bergeser pada pembebasan dan pengadaan tanah.

Tahapan inilah yang akan menentukan apakah target konstruksi pada awal 2027 dapat direalisasikan sesuai rencana.

Proyek Tol Jambi-Rengat Diperkirakan Rp17 Triliun

Pembangunan ruas Tol Jambi-Rengat membutuhkan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp17 triliun.

Proyek tersebut mendapat dukungan pembiayaan melalui pinjaman luar negeri dari Islamic Development Bank (IsDB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Kehadiran ruas tol ini diharapkan memperkuat konektivitas Jambi-Riau sekaligus memperlancar pergerakan orang dan barang.

Jalur tol juga diproyeksikan membuka akses yang lebih cepat bagi kawasan-kawasan yang berada di sepanjang koridor pembangunan.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah trase, tahapan berikutnya menjadi bagian yang paling dinantikan: proses pengadaan tanah, penetapan ganti rugi, hingga akhirnya pekerjaan fisik dimulai.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai target pemerintah, Januari 2027 akan menjadi awal pembangunan fisik Tol Jambi-Rengat.

Dengan trase yang melintasi Muarojambi, Batanghari, dan Tanjung Jabung Barat, proyek ini nantinya tidak hanya menghadirkan koneksi baru menuju Riau, tetapi juga mengubah peta konektivitas antarwilayah di Provinsi Jambi.(*)




Kabar Terbaru Tol Jambi-Rengat: Penlok Tuntas, Fisik Ditarget Mulai 2027

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Proyek Jalan Tol Jambi-Rengat memasuki tahapan penting setelah Pemerintah Provinsi Jambi menuntaskan Penetapan Lokasi (Penlok).

Penyelesaian Penlok membuka jalan bagi tahapan pengadaan tanah sebelum proyek masuk ke pekerjaan fisik.

Pemerintah Provinsi Jambi menargetkan proses pengadaan tanah, termasuk pembayaran ganti rugi lahan, rampung pada Desember 2026.

Jika target tersebut tercapai, pembangunan fisik Tol Jambi-Rengat ditargetkan mulai pada awal 2027.

Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan, dokumen Penlok telah diserahkan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.

“Penetapan lokasi sudah selesai dan sudah kita serahkan kepada pihak terkait. Sekarang tinggal mempercepat proses pengadaan tanah, termasuk proses ganti rugi tanahnya,” kata Al Haris.

Menurutnya, pemerintah mengejar penyelesaian pengadaan tanah hingga akhir 2026 agar pekerjaan konstruksi dapat dimulai pada Januari 2027.

“Targetnya Desember selesai, karena Januari sudah mulai pengerjaan fisik,” ujarnya.

Proyek Tol Jambi-Rengat Tembus Rp17 Triliun

Tol Jambi-Rengat merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang diproyeksikan memperkuat konektivitas Jambi dengan Riau.

Proyek tersebut juga telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana tercantum dalam Lampiran Angka 14 Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025.

Ruas Jambi-Rengat direncanakan memiliki panjang total sekitar 67,45 kilometer dan terbagi dalam dua seksi.

Seksi I menghubungkan Simpang Ness dengan Cinto Kenang di Kabupaten Muarojambi sepanjang 18,75 kilometer.

Sementara Seksi II membentang dari Bukit Cinto Kenang hingga Merlung sepanjang 48,70 kilometer.

Jalur tersebut melintasi wilayah Kabupaten Muarojambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kebutuhan anggaran pembangunan ruas tol tersebut diperkirakan mencapai Rp17 triliun.

Proyek ini juga mendapat dukungan pembiayaan melalui pinjaman luar negeri dari Islamic Development Bank (IsDB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Tiga Kabupaten di Jambi Masuk Jalur Tol

Pembangunan Tol Jambi-Rengat akan membawa perubahan pada konektivitas sejumlah wilayah di Provinsi Jambi.

Jalur tol direncanakan melewati Kabupaten Muarojambi, Kabupaten Batanghari, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Di Muarojambi, sejumlah wilayah yang masuk dalam rencana trase antara lain Kelurahan Pijoan serta Desa Tantan, Rantau Majo, Gerunggung, Bukit Baling, dan Suko Awin Jaya.

Jalur kemudian berlanjut ke wilayah Kabupaten Batanghari melalui Desa Selat dan Teluk.

Selanjutnya, trase memasuki Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Desa Dusun Mudo, Kecamatan Muara Papalik.

Rute tersebut membuat proses pengadaan tanah menjadi salah satu tahapan krusial sebelum pembangunan fisik berjalan.

Pemerintah Kejar Pengadaan Tanah

Percepatan pengadaan tanah menjadi perhatian karena target konstruksi bergantung pada kesiapan lahan.

Sebelumnya, rapat persiapan pada pertengahan Agustus 2026 juga membahas percepatan pelaksanaan JTTS Jambi-Rengat.

Rapat tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan untuk menyamakan langkah dari sisi teknis maupun administrasi.

Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Rustam Efendi mengatakan koordinasi lintas sektor diperlukan agar tahapan proyek tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Rapat ini digelar untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama mengenai tata cara percepatan pelaksanaan JTTS ini,” kata Rustam.

Dengan Penlok yang telah selesai, perhatian kini bergeser pada pengadaan tanah.

Target pemerintah cukup jelas: pengadaan tanah selesai Desember 2026 dan pekerjaan fisik mulai Januari 2027.

Namun, pencapaian target tersebut tetap bergantung pada kelancaran seluruh tahapan pengadaan tanah dan kesiapan proyek.

Bukan Sekadar Jalan Baru untuk Jambi

Jika terealisasi sesuai target, Tol Jambi-Rengat akan menjadi salah satu konektor penting antara Jambi dan Riau.

Kehadiran ruas tersebut diharapkan memperlancar mobilitas orang dan distribusi barang, sekaligus membuka akses yang lebih cepat menuju pusat-pusat kegiatan ekonomi.

Bagi Jambi, proyek ini juga strategis karena menghubungkan sejumlah wilayah yang selama ini menjadi bagian dari jalur distribusi antardaerah.

Karena itu, setelah Penlok rampung, pekerjaan terbesar berikutnya bukan lagi menentukan trase, melainkan memastikan proses pengadaan tanah berjalan sesuai target sehingga konstruksi benar-benar dapat dimulai pada 2027.

Tol Jambi-Rengat kini memasuki fase penentu: lahan harus siap, pendanaan harus terjaga, dan target konstruksi awal 2027 harus dibuktikan di lapangan.(*)




Jalani Sertijab di Mabes Polri, Kapolda Jambi Resmi Berganti

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Polri melakukan perombakan sejumlah jabatan strategis melalui mutasi dan promosi perwira.

Dalam rotasi tersebut, 19 jabatan Kapolda ikut berganti, termasuk Kapolda Jambi.

Mutasi tersebut mengacu pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Rangkaian mutasi dan serah terima jabatan tersebut berlangsung bersamaan dengan Korps Raport kenaikan pangkat Perwira Tinggi Polri di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (3/10/2026) malam.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memimpin langsung rangkaian kegiatan tersebut.

Meski posisi Kapolda Jambi masuk dalam daftar jabatan yang mengalami pergantian, informasi mengenai pejabat yang akan mengisi posisi tersebut tidak tercantum dalam keterangan yang disampaikan Polda Jambi.

23 Pati Polri Naik Pangkat

Selain mutasi dan promosi, Polri juga melaksanakan Korps Raport kenaikan pangkat terhadap 23 Perwira Tinggi.

Dari jumlah tersebut, tujuh Pati naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.).

Sebanyak 14 Pati naik menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.), sementara dua Pati lainnya mendapat kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.).

Rotasi juga mencakup sejumlah jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri serta jabatan kepala kepolisian daerah.

Polda Jambi Sebut Mutasi Bagian dari Dinamika Organisasi

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan mutasi dan pergantian jabatan merupakan bagian dari kebutuhan organisasi sekaligus pembinaan karier personel.

“Mutasi, rotasi, dan serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Setiap jabatan adalah amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan penuh dedikasi, profesionalisme, serta integritas,” ujar Erlan, Minggu (4/10/2026).

Menurut dia, pergantian pejabat di lingkungan Polri juga menjadi bagian dari penyegaran organisasi.

Pada saat yang sama, kesinambungan tugas kepolisian tetap menjadi perhatian agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Khusus bagi pejabat yang mendapat amanah baru, Kapolri berharap dapat segera beradaptasi dengan lingkungan dan tugas yang baru, melanjutkan program yang telah berjalan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat,” katanya.

Polda Jambi Pastikan Pelayanan Tetap Berjalan

Pergantian pucuk pimpinan di lingkungan kepolisian daerah tidak mengubah komitmen Polda Jambi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Erlan mengatakan Polda Jambi akan terus memastikan pelaksanaan tugas kepolisian berjalan optimal.

“Yang paling utama adalah bagaimana setiap personel dapat melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya, menjaga soliditas internal, meningkatkan profesionalisme, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dengan masuknya jabatan Kapolda Jambi dalam rangkaian mutasi tersebut, perhatian selanjutnya tertuju pada proses serah terima jabatan dan siapa perwira yang akan menerima amanah sebagai pimpinan Polda Jambi berikutnya.(*)




Taklukkan SMA Tri Sukses 1-0, SMAN 18 Palembang Melaju ke Final Nasional AXIS Nation Cup

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID — Perjalanan panjang kompetisi futsal pelajar AXIS Nation Cup (ANC) 2026 di wilayah Southern Sumatra akhirnya mengerucut pada dua nama.

SMAN 18 Palembang memastikan gelar juara futsal putra, sementara SMAN 1 Kepahiang Bengkulu menjadi wakil kategori putri.

Keduanya berhak membawa nama Southern Sumatra ke panggung Final Nasional AXIS Nation Cup 2026 di Istora Senayan, Jakarta, pada 31 Oktober 2026.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Final Regional AXIS Nation Cup 2026 Southern Sumatra berlangsung di GOR Dempo Jakabaring, Palembang, Rabu (30/9/2026).

Pada partai puncak futsal putra, SMAN 18 Palembang mengalahkan SMA Tri Sukses Lampung dengan skor tipis 1-0.

Hasil tersebut mengantarkan SMAN 18 Palembang sebagai juara regional sekaligus mengamankan tiket menuju kompetisi nasional.

Sementara pada kategori futsal putri, SMAN 1 Kepahiang Bengkulu tampil sebagai juara regional dan akan menjadi wakil Southern Sumatra di tingkat nasional.

Perjalanan Dimulai dari Enam Kota

Tiket ke final nasional tidak datang secara instan. Para peserta terlebih dahulu melewati rangkaian Preliminary AXIS Nation Cup yang berlangsung di enam wilayah, yakni Bengkulu, Bangka Belitung, Padang, Palembang, Lampung, dan Jambi.

Dari Preliminary Bengkulu, SMAN 10 Kota Bengkulu keluar sebagai juara futsal putra.

Kemudian SMAN 3 Pangkal Pinang menjadi juara Preliminary Bangka Belitung, sedangkan SMAN 1 Payakumbuh memenangi Preliminary Padang.

Palembang menghasilkan SMAN 18 Palembang sebagai juara futsal putra. Untuk kategori putri, SMAN 1 Kepahiang Bengkulu menjadi juara.

Sementara SMA Tri Sukses menjadi juara Preliminary Lampung dan SMAN 5 Kota Jambi keluar sebagai juara Preliminary Jambi.

Para juara dari masing-masing wilayah kemudian bertemu pada Final Regional Southern Sumatra untuk memperebutkan tiket ke tingkat nasional.

SMAN 18 Palembang Menang Tipis 1-0

Pertandingan final futsal putra mempertemukan SMAN 18 Palembang dengan SMA Tri Sukses Lampung.

Pertandingan berlangsung ketat hingga akhirnya SMAN 18 Palembang berhasil mencetak satu gol yang menjadi pembeda.

Skor 1-0 bertahan hingga laga berakhir.

Dengan hasil tersebut, SMAN 18 Palembang menjadi juara Final Regional Southern Sumatra dan berhak tampil di Istora Senayan bersama para juara regional lainnya.

Sementara SMA Tri Sukses Lampung harus puas berada di posisi kedua.

Untuk kategori putri, SMAN 1 Kepahiang Bengkulu menjadi juara regional dan mendapat tiket menuju Final Nasional AXIS Nation Cup 2026.

Dua Wakil Southern Sumatra Menuju Jakarta

Senior Vice President Mobile Sales Southern Sumatra XLSMART, Desy Sari Dewi, mengatakan Final Regional menjadi ruang bagi para juara dari berbagai kota untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membawa nama daerah ke tingkat nasional.

“AXIS Nation Cup menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan menunjukkan kemampuan melalui kompetisi,” ujar Desy.

Ia juga menyebut dukungan konektivitas menjadi bagian dari penyelenggaraan kompetisi untuk menunjang aktivitas peserta, pendukung, dan masyarakat selama acara.

Final Nasional AXIS Nation Cup 2026 akan berlangsung pada 31 Oktober 2026 di Istora Senayan, Jakarta.

SMAN 18 Palembang akan tampil sebagai wakil Southern Sumatra pada kategori futsal putra. Sementara SMAN 1 Kepahiang Bengkulu membawa nama wilayah tersebut pada kategori futsal putri.

Bukan Hanya Pertandingan Futsal

AXIS Nation Cup 2026 tidak hanya menghadirkan pertandingan futsal pelajar.

Di Final Regional Southern Sumatra, penyelenggara juga menghadirkan berbagai aktivitas seperti Supporter Competition, Dance Competition, booth activation, permainan interaktif, dan kegiatan komunitas.

Konsep tersebut membuat kompetisi tidak hanya berfokus pada pertandingan di dalam lapangan, tetapi juga memberi ruang bagi kreativitas dan interaksi para pelajar.

Secara nasional, AXIS Nation Cup 2026 mengusung tema “Laga Para Juara” dan digelar di 40 kota.

Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan melalui olahraga sekaligus membangun pengalaman kompetisi dan jejaring antarsekolah.

Konektivitas 5G Dukung Final Regional

Final Regional Southern Sumatra berlangsung di Palembang yang telah mendapatkan dukungan jaringan 5G XLSMART.

XLSMART menyebut pelanggan dapat memanfaatkan layanan AXIS 5G AF atau Absolute Fast untuk berbagai aktivitas digital selama kompetisi, termasuk mengakses media sosial, mengunggah konten pertandingan, dan berbagi momen bersama komunitas.

Untuk wilayah Sumatera Selatan, XLSMART mengoperasikan lebih dari 10.000 BTS, sementara Kota Palembang didukung lebih dari 2.500 BTS, termasuk lebih dari 600 BTS 5G.

Secara nasional, jaringan XLSMART didukung lebih dari 265 ribu BTS dengan jumlah pelanggan lebih dari 69 juta.

Kualitas jaringan XLSMART juga memperoleh pengakuan melalui Ookla Speedtest Awards H1 2026.

Melalui brand XL, perusahaan meraih empat penghargaan, yakni Best Mobile Network in Indonesia 2026, Best 5G Network in Indonesia 2026, Fastest 5G in Indonesia 2026, dan Best 5G Video Experience in Indonesia 2026.

Kini, panggung berikutnya menanti.

SMAN 18 Palembang dan SMAN 1 Kepahiang Bengkulu akan membawa nama Southern Sumatra ke Istora Senayan pada 31 Oktober 2026 untuk menghadapi para juara regional lainnya dalam Final Nasional AXIS Nation Cup 2026.(*)




Lima Legislator Golkar Muaro Jambi Kumpul di Palembang, Asikin Bicara Penguatan Fraksi

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID –  Lima anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Muaro Jambi mengikuti agenda konsolidasi dan pembekalan anggota legislatif Partai Golkar di Palembang, Sumatera Selatan.

Kegiatan berlangsung pada 2-4 Oktober 2026 dan mempertemukan anggota Fraksi Golkar DPRD provinsi serta kabupaten/kota dari sejumlah wilayah di Sumatera.

Agenda yang digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar tersebut mengusung tema “Optimalisasi Peran Anggota Fraksi Partai Golkar dalam Penguatan Konsolidasi Organisasi dan Pemenangan Pemilu.”

Dari Muaro Jambi, lima legislator yang mengikuti kegiatan tersebut yakni Edison, S.Sos., H. Asikin, S.P., Andi Fitra Eka Sahputra, S.H., Sartono, B.E., dan Muhammad Ridho, S.E.

Mereka merupakan anggota DPRD Muaro Jambi periode 2024-2029 yang berasal dari daerah pemilihan berbeda.

Edison berasal dari Dapil Muaro Jambi I, H. Asikin dari Dapil II, Andi Fitra Eka Sahputra dari Dapil III, Sartono dari Dapil IV, sedangkan Muhammad Ridho berasal dari Dapil V.

Bukan Sekadar Bimtek

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Muaro Jambi, H. Asikin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara struktur partai dan kader yang duduk di lembaga legislatif.

Menurut Asikin, anggota fraksi membutuhkan pembekalan agar dapat menjalankan fungsi DPRD sekaligus menjaga komunikasi dengan masyarakat.

“Kegiatan ini penting bagi kami, khususnya anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Muaro Jambi. Selain untuk memperkuat konsolidasi, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mendapatkan pembekalan dan menyamakan pemahaman dalam menjalankan tugas sebagai anggota DPRD,” ujar Asikin.

Ia berharap materi yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti sebagai pembekalan internal, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas anggota DPRD di daerah.

“Kami berharap apa yang didapatkan dalam kegiatan ini dapat diterapkan di daerah. Anggota fraksi harus terus membangun komunikasi, menyerap aspirasi masyarakat dan menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan serta amanah yang diberikan masyarakat,” katanya.

332 Peserta dari Lima Provinsi

Rakornis dan bimbingan teknis tersebut diikuti sekitar 332 peserta. Peserta berasal dari Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Pertemuan menjadi forum bagi anggota fraksi dari berbagai daerah untuk mengikuti materi teknis sekaligus bertukar pengalaman terkait tugas legislatif dan penguatan organisasi.

Bagi Fraksi Golkar Muaro Jambi, forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk menyamakan koordinasi lima legislator yang berasal dari lima daerah pemilihan.

Asikin menilai kesinambungan komunikasi antara partai dan anggota legislatif menjadi bagian penting dalam menjalankan agenda organisasi.

Konsolidasi tersebut, kata dia, juga memungkinkan para anggota fraksi mendapatkan perspektif dari kader Golkar di daerah lain mengenai pelaksanaan fungsi DPRD dan hubungan dengan masyarakat.

Asikin: Hasil Pembekalan Harus Dibawa ke Daerah

Asikin menegaskan, keikutsertaan lima anggota Fraksi Golkar Muaro Jambi bukan sekadar memenuhi agenda organisasi.

Ia berharap materi dan pembahasan yang diperoleh dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja fraksi di DPRD Muaro Jambi.

“Intinya, kami mengikuti kegiatan ini dengan serius. Apa yang menjadi materi dan hasil pembahasan akan menjadi bahan bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja fraksi dan memberikan kontribusi dalam menjalankan tugas di DPRD Muaro Jambi,” tutupnya.

Dengan demikian, agenda di Palembang tidak hanya menjadi forum pembekalan teknis bagi anggota DPRD, tetapi juga menjadi bagian dari konsolidasi internal Partai Golkar yang mempertemukan kader legislatif dari berbagai daerah di wilayah Sumatera.(*)




Tak Ada Dendam! Vicky Prasetyo dan Dede Sunandar Malah Canda Bareng Usai Duel Panas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemandangan berbeda terlihat dari Vicky “The Gladiator” Prasetyo dan Dede Sunandar sehari setelah keduanya terlibat duel panas di atas ring Kapolda Fighter.

Jika malam sebelumnya keduanya saling berhadapan dan terlibat jual beli pukulan, suasana justru berubah santai pada Minggu 4 Oktober 2026 pagi.

Vicky, Dede Sunandar, dan Bedu terlihat duduk bersama menikmati sarapan di salah satu kafe di Kota Jambi.

Ketiganya tampak akrab, saling bercanda, dan menikmati suasana tanpa memperlihatkan ketegangan setelah pertandingan.

Momen tersebut menjadi kontras dengan duel yang mereka jalani beberapa jam sebelumnya.

Sempat Jatuh di Atas Ring

Duel Vicky Prasetyo dan Dede Sunandar menjadi salah satu pertandingan yang menyita perhatian dalam Kapolda Fighter.

Pertandingan berlangsung sengit dengan jual beli pukulan. Dalam duel tersebut, Dede sempat terjatuh setelah terkena pukulan Vicky.

Tim medis langsung bergerak setelah Dede terjatuh. Pertandingan pun dihentikan sementara untuk memastikan kondisi sang artis.

Dede kemudian dibawa ke bawah ring untuk mendapatkan pemeriksaan. Setelah itu, ia sempat dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Kondisinya kemudian membaik dan tidak ditemukan masalah serius.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang ikut memastikan kondisi Dede sekaligus memantau jalannya pertandingan.

“Kita memastikan pelaksanaan berjalan dengan baik sesuai dengan aturan dan profesional, kondisi Dede Sunandar saat ini sudah membaik,” jelas Ananto.

Vicky: Kalau di Ring Ya Serius

Vicky Prasetyo sebelumnya menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud memberikan pukulan terlalu keras kepada Dede.

Namun, situasi pertandingan membuat keduanya harus tampil serius selama berada di atas ring.

“Jadi kita kalau tarung di atas ring ya serius,” ujar Vicky.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tensi pertandingan tidak serta-merta terbawa setelah pertandingan berakhir.

Buktinya, keesokan paginya Vicky dan Dede justru kembali terlihat bersama dalam suasana santai.

Dede: Kalau Dipukul Ya Sakit

Dede Sunandar juga tidak mempermasalahkan insiden yang terjadi saat pertandingan.

Dengan gaya khasnya, Dede bahkan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan candaan.

“Ya kalau dipukul ya sakit,” timpal Dede sembari tertawa.

Sikap keduanya memperlihatkan perbedaan suasana antara pertandingan dan kehidupan di luar ring. Di atas ring, mereka menjalankan peran sebagai petarung yang harus bertanding serius.

Namun setelah pertandingan selesai, hubungan keduanya kembali cair.

Momen sarapan bersama Vicky, Bedu, dan Dede pun menjadi cerita lain dari Kapolda Fighter di Jambi: panas saat bertanding, tetapi tetap akrab setelah turun dari ring.(*)




Vicky Prasetyo: Kalau Tarung di Atas Ring Ya Serius, Dede Sunandar: Kalau Dipukul Ya Sakit

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Suasana Kapolda Fighter Match yang berlangsung meriah di Jambi, Sabtu 3 Oktober 2026. mendadak berubah tegang ketika Dede Sunandar terjatuh setelah menerima pukulan dari Vicky “The Gladiator” Prasetyo.

Pertandingan yang disaksikan ribuan masyarakat itu sempat terhenti. Tim medis langsung bergerak membawa Dede keluar dari area ring untuk memastikan kondisinya.

Sejumlah selebritas dan influencer turut meramaikan kegiatan tersebut, di antaranya Vicky Prasetyo, Beddu, Dede Sunandar, Bebeyu, dan Bondol.

Sejak pertandingan dimulai, atmosfer pertarungan berlangsung panas. Para petarung saling beradu pukulan di atas ring, namun pertandingan tetap berjalan dengan aturan dan sportivitas.

Momen paling menegangkan terjadi saat Vicky Prasetyo berhadapan dengan Dede Sunandar.

Sebuah pukulan membuat Dede terjatuh. Tim medis kemudian langsung memberikan penanganan dan membawanya ke bawah ring.

Situasi tersebut membuat pertandingan seketika dihentikan untuk memastikan kondisi Dede.

Dede selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.

Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang turut memastikan kondisi Dede setelah insiden tersebut.

“Kita memastikan pelaksanaan berjalan dengan baik sesuai dengan aturan dan profesional. Kondisi Dede Sunandar saat ini sudah membaik,” jelas Ananto.

Vicky: Di Atas Ring Harus Serius

Vicky Prasetyo mengatakan dirinya tidak memiliki niat untuk memberikan pukulan secara berlebihan.

Namun, ketika pertandingan berlangsung, situasi di atas ring membuat pertarungan berjalan serius.

Menurut Vicky, pertandingan tinju memang memiliki risiko benturan dan pukulan karena kedua petarung bertanding secara langsung.

“Jadi kita kalau tarung di atas ring ya serius,” kata Vicky.

Pernyataan tersebut menggambarkan tensi pertandingan yang memang berlangsung cukup tinggi.

Meski demikian, para peserta tetap menunjukkan sikap saling menghormati setelah pertandingan.

Dede Sunandar: Kalau Dipukul Ya Sakit

Setelah mendapatkan penanganan, kondisi Dede Sunandar dilaporkan membaik.

Dede juga menyikapi insiden tersebut dengan santai. Ia mengaku tidak mempermasalahkan pukulan yang membuatnya terjatuh.

“Ya kalau dipukul ya sakit,” ujar Dede sambil tertawa.

Insiden tersebut menjadi salah satu momen paling mencuri perhatian dalam Kapolda Fighter Match.

Pertandingan tetap menjadi tontonan hiburan bagi masyarakat, sementara aspek keselamatan peserta menjadi perhatian utama panitia dan tim medis.

Kehadiran petugas medis di sekitar ring juga menjadi bagian penting dalam memastikan setiap insiden selama pertandingan dapat segera ditangani.(*)




DPR Evaluasi Tol Trans Sumatera, Koridor Jambi–Rengat Ikut Jadi Sorotan

PEKANBARU, SEPUCUKJAMBI.ID — Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) memasuki fase yang semakin luas.

Hingga Agustus 2026, total jalan tol yang telah terbangun mencapai sekitar 1.160 kilometer, dengan sekitar 982 kilometer sudah beroperasi.

Namun, pembangunan fisik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan proyek strategis tersebut.

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI menyoroti tata kelola, efektivitas penggunaan sumber daya, hingga sejauh mana keberadaan JTTS benar-benar memberikan dampak terhadap transportasi dan perekonomian masyarakat Sumatra.

Sorotan itu muncul dalam kunjungan kerja BAKN DPR RI ke Hutama Karya di Pekanbaru, Jumat 2 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut membahas pelaksanaan penugasan pemerintah kepada Hutama Karya dalam pembangunan JTTS sekaligus mengevaluasi manfaat infrastruktur yang telah dibangun.

Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo memimpin rombongan dalam pertemuan tersebut. Sejumlah kementerian, lembaga, badan usaha, serta pemangku kepentingan pembangunan infrastruktur turut hadir.

DPR: Tol Harus Beri Dampak Ekonomi

Andreas menegaskan, pembangunan JTTS perlu dinilai dari manfaat yang dapat diukur, bukan hanya dari panjang jalan yang berhasil dibangun.

Menurut dia, kualitas pelayanan jalan dan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam mengukur efektivitas pembangunan infrastruktur.

“Penelaahan ini bertujuan memastikan pembangunan JTTS didukung perencanaan yang matang dan pengelolaan sumber daya yang akuntabel. Efektivitasnya perlu dilihat dari kualitas pelayanan serta kontribusinya terhadap kelancaran transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Andreas.

Pandangan tersebut membuat pembangunan JTTS menghadapi ukuran keberhasilan yang lebih luas.

Jalan tol tidak cukup hanya menghubungkan satu daerah dengan daerah lain, tetapi juga harus mampu memperkuat rantai distribusi dan membuka akses ekonomi baru.

Anggota BAKN DPR RI Herman Khaeron menekankan pentingnya menghubungkan jaringan tol dengan kawasan industri, sentra produksi, hingga simpul logistik.

“Akses jalan tol perlu terhubung dengan kawasan industri, sentra produksi, dan simpul logistik. Dengan demikian, kemudahan transportasi dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperlancar distribusi, memperluas pasar, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Herman.

JTTS Capai 1.160 Kilometer

Dalam pertemuan tersebut, Hutama Karya memaparkan perkembangan penugasan pembangunan JTTS.

Hingga Agustus 2026, sekitar 1.160 kilometer jalan tol telah terbangun. Dari jumlah tersebut, sekitar 982 kilometer sudah beroperasi.

Pembangunan berlangsung secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan proyek, kebutuhan konektivitas, manfaat koridor, serta kemampuan pendanaan.

Hutama Karya juga memperkuat tata kelola melalui penyempurnaan prosedur studi kelayakan, kajian risiko, dan pengendalian pelaksanaan proyek.

Langkah tersebut bertujuan memastikan proyek yang masuk tahap pembangunan memiliki perencanaan lebih matang dan selaras dengan kebutuhan investasi serta kesiapan pendanaan.

Jambi–Rengat Masuk Pengembangan

Salah satu agenda yang ikut dipaparkan Hutama Karya adalah rencana pengembangan koridor Jambi–Rengat dan Pekanbaru–Padang.

Kedua koridor tersebut masih mengikuti tahapan kesiapan proyek dan skema pengusahaan yang berlaku.

Pengembangan jaringan diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi.

Khusus bagi wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas, keberadaan jaringan tol diharapkan dapat memangkas hambatan distribusi barang dan memperluas akses pasar.

Hutama Karya juga menyiapkan sejumlah alternatif pendanaan untuk menjaga kesinambungan pembangunan.

Dua skema yang disebut antara lain Pembayaran Berkala Berbasis Layanan dan asset recycling.

Melalui asset recycling, nilai aset yang sudah beroperasi dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung investasi pembangunan berikutnya.

Hutama Karya Tekankan Manfaat Langsung

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengatakan pembangunan JTTS tidak semata-mata mengejar pertambahan panjang jalan.

Menurut dia, setiap koridor yang tersambung harus memberikan manfaat langsung bagi mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.

“Penugasan JTTS kami jalankan dengan menjaga tata kelola, kualitas infrastruktur, dan keberlanjutan pembangunan. Bagi kami, setiap ruas yang tersambung membawa harapan agar masyarakat dapat menjangkau keluarga dengan lebih mudah, pelaku usaha memiliki akses pasar yang lebih luas, dan pengguna jalan menikmati perjalanan yang aman serta nyaman,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai pemangku kepentingan.

Tantangan JTTS Bukan Lagi Sekadar Membangun Jalan

Dengan jaringan yang terus bertambah, tantangan JTTS kini bergerak dari sekadar pembangunan fisik menuju bagaimana infrastruktur tersebut menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar.

Kawasan industri, sentra pertanian dan perkebunan, pusat perdagangan, pelabuhan, serta simpul logistik perlu mendapatkan konektivitas yang efektif dari jaringan tol.

Tanpa keterhubungan tersebut, manfaat jalan tol berpotensi tidak maksimal bagi masyarakat dan dunia usaha.

Karena itu, evaluasi BAKN DPR RI terhadap JTTS menjadi penting untuk melihat apakah pembangunan yang berjalan telah sejalan dengan tujuan awal penugasan pemerintah.

Hutama Karya menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan lain untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.

Dengan progres sekitar 1.160 kilometer jalan tol terbangun dan 982 kilometer telah beroperasi, pekerjaan besar JTTS kini bukan hanya menyelesaikan ruas-ruas berikutnya.

Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap kilometer jalan yang dibangun benar-benar menggerakkan orang, barang, investasi, dan ekonomi di sepanjang Pulau Sumatera.(*)




Update Bandara Sultan Thaha Jambi: Jarak Pandang Sempat 1.000 Meter, Kini 2.800 Meter

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap mulai memengaruhi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi pada pagi hari. Jarak pandang bahkan sempat turun hingga 1.000 meter pada pukul 07.00 WIB.

Meski mengalami penurunan cukup signifikan, kondisi tersebut belum mengganggu aktivitas penerbangan.

Hingga menjelang siang, tidak ada penerbangan yang tertunda secara khusus akibat kabut asap.

Data pengamatan Bandara Sultan Thaha menunjukkan jarak pandang pada pukul 06.00 WIB masih berada di angka 1.800 meter. Satu jam kemudian, angka tersebut turun menjadi 1.000 meter.

Kondisi berangsur membaik setelah pukul 07.00 WIB. Pada pukul 08.00 WIB, jarak pandang naik menjadi 1.700 meter dan mencapai 3.200 meter pada pukul 09.00 WIB.

Namun, kondisi kembali berubah. Pada pukul 10.00 WIB jarak pandang tercatat 2.400 meter sebelum meningkat lagi menjadi 2.800 meter pada pukul 10.30 WIB.

Penerbangan Belum Terdampak Kabut Asap

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, memastikan kabut asap sejauh ini belum menyebabkan gangguan terhadap operasional penerbangan.

Menurut Ikhsan, keterlambatan yang terjadi bukan karena kondisi jarak pandang akibat kabut asap.

“Sejauh ini pesawat yang tertunda karena alasan operasional maskapai atau pesawat. Untuk yang terdampak oleh kabut asap tidak ada,” kata Ikhsan.

Ia menjelaskan, kondisi jarak pandang masih memungkinkan aktivitas penerbangan berlangsung. Pada pengamatan terakhir, jarak pandang mencapai 2.800 meter.

“Karena jarak pandang masih ideal, di atas 1.800 meter,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, aktivitas keberangkatan dan kedatangan pesawat di Bandara Sultan Thaha Jambi masih berjalan normal dan belum mengalami gangguan khusus akibat kabut asap.

Jarak Pandang Terus Dipantau

Perubahan jarak pandang sepanjang pagi membuat kondisi di sekitar bandara tetap menjadi perhatian.

Penurunan dari 1.800 meter menjadi 1.000 meter dalam satu jam menunjukkan kondisi atmosfer dapat berubah cukup cepat.

Pihak Bandara Sultan Thaha terus memantau perkembangan jarak pandang untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi yang dapat memengaruhi keselamatan dan kelancaran penerbangan.

Hingga pengamatan pukul 10.30 WIB, jarak pandang berada di level 2.800 meter.

Artinya, meski kabut asap sempat menekan jarak pandang hingga 1.000 meter pada pagi hari, belum ada penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi yang terdampak secara khusus akibat kondisi tersebut.(*)