Jambi Raih Anugerah Kemendagri, Gubernur Al Haris Soroti Rumah Warga Miskin

BATAM, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Provinsi Jambi membawa pulang penghargaan tingkat nasional setelah dinilai berhasil mengimplementasikan Program 3 Juta Rumah.

Penghargaan tersebut sekaligus membuka ruang bagi program perbaikan hunian masyarakat melalui target bedah 250 rumah.

Penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II Regional Sumatera itu diterima langsung Gubernur Jambi Al Haris dalam acara yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Ballroom Hotel Radisson Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu 12 Agustus 2026 malam.

Jambi dinilai menunjukkan komitmen dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

Salah satu capaian yang menjadi bagian dari penilaian adalah pelaksanaan program bedah rumah yang menyasar masyarakat membutuhkan.

Bagi Pemprov Jambi, penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan atas kinerja.

Al Haris menegaskan capaian itu harus menjadi pemicu agar pemerintah daerah bekerja lebih keras menjawab persoalan yang langsung dirasakan masyarakat.

“Ini menjadi motivasi dan semangat untuk kami semua untuk bekerja lebih giat ke depannya,” ujar Al Haris.

250 Rumah Jadi Target Bedah

Program perumahan menjadi salah satu perhatian Pemprov Jambi setelah penghargaan tersebut diraih.

Sebanyak 250 unit rumah menjadi target program bedah rumah dalam rangka mendukung implementasi Program 3 Juta Rumah.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat, terutama warga yang membutuhkan.

Al Haris mengatakan persoalan pelayanan dasar masih menjadi pekerjaan yang harus terus dibenahi.

Selain sektor perumahan, ia menyebut akses pendidikan, lingkungan hidup dan pengelolaan persampahan sebagai sejumlah bidang yang perlu mendapat perhatian.

“Terutama dengan akses pendidikan, kemudian juga layanan rumah bagi warga miskin, kemudian juga lingkungan hidup dan persampahan,” katanya.

Menurut Al Haris, penghargaan yang diterima Jambi tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri.

Justru apresiasi tersebut harus menjadi dorongan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Ke depan, kita kembali membenahi apa-apa yang perlu dibenahi di lapangan nantinya menyangkut apa-apa yang menjadi urgent di tengah masyarakat,” tegasnya.

Jambi Tak Sendirian

Prestasi Jambi di tingkat provinsi juga diikuti sejumlah pemerintah daerah di dalam wilayahnya.

Pada ajang yang sama, Kota Jambi, Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci turut menerima apresiasi dari pemerintah pusat.

Al Haris memberikan apresiasi terhadap capaian ketiga daerah tersebut. Secara khusus, ia menyoroti Kota Sungai Penuh yang kembali memperoleh penghargaan.

“Saya juga bangga dengan Kota Sungai Penuh, Kota Jambi dan Kerinci yang bekerja luar biasa sehingga menerima apresiasi. Ini Kota Sungai Penuh sudah yang kedua kalinya,” ujarnya.

Dinilai dari Kebijakan hingga Tata Kelola Hunian

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Ariansyah, menjelaskan penghargaan kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah diberikan berdasarkan sejumlah aspek.

Penilaian tidak hanya melihat pembangunan fisik rumah, tetapi juga komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan hunian layak melalui kebijakan, percepatan pembangunan perumahan serta tata kelola permukiman.

“Penilaian mencakup dukungan kebijakan daerah, percepatan penyediaan perumahan serta tata kelola pembangunan permukiman yang berkelanjutan,” kata Ariansyah.

Menurutnya, inovasi pemerintah daerah juga menjadi salah satu nilai tambah dalam menghadirkan solusi penyediaan hunian yang melibatkan berbagai pihak dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Kemendagri Dorong Daerah Bersaing dalam Pelayanan

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan penghargaan pemerintah daerah berprestasi dirancang bukan hanya sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga sebagai dorongan agar pemerintah daerah terus meningkatkan kinerja.

Pemerintah pusat, kata Tito, ingin menciptakan kompetisi yang sehat antardaerah sehingga peningkatan kinerja tidak berhenti pada capaian administratif, tetapi berujung pada pembangunan yang dirasakan masyarakat.

“Ini dalam rangka memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang berprestasi,” ujar Tito.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni sebelumnya menjelaskan, penilaian dilakukan secara regional dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal masing-masing daerah.

Skema tersebut diharapkan membuat persaingan antardaerah berlangsung lebih proporsional sekaligus mendorong pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Bagi Jambi, penghargaan tersebut kini menyisakan pekerjaan lanjutan: memastikan program perumahan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan, termasuk merealisasikan target bedah 250 rumah.(*)




Jambi Dapat Rp5 Miliar dari Pemerintah Pusat, 250 Rumah Warga Bakal Dibedah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Provinsi Jambi mendapat apresiasi dari pemerintah pusat atas pelaksanaan program perumahan bagi masyarakat.

Jambi meraih Penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah.

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 di Batam, Rabu 12 Agustus 2026) malam.

Gubernur Jambi Al Haris menerima langsung penghargaan tersebut. Selain apresiasi, Pemprov Jambi juga memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp5 miliar yang akan diarahkan untuk program bedah rumah.

Anggaran itu ditargetkan membantu 250 unit rumah milik masyarakat yang membutuhkan perbaikan sehingga kualitas hunian warga dapat ditingkatkan.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen pemerintah daerah dalam mendukung Program 3 Juta Rumah, terutama melalui penyediaan hunian yang layak dan pembangunan permukiman yang berkelanjutan.

Penilaian pemerintah pusat mencakup dukungan kebijakan daerah, percepatan penyediaan perumahan, tata kelola pembangunan permukiman serta inovasi yang mampu menghadirkan solusi perumahan secara kolaboratif.

Al Haris: Penghargaan Jadi Motivasi

Al Haris menyambut penghargaan tersebut sebagai dorongan bagi Pemprov Jambi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap hunian layak menjadi salah satu persoalan yang harus terus mendapat perhatian pemerintah.

“Alhamdulillah malam hari ini, kami dalam rangka apresiasi penghargaan daerah yang dinilai oleh Mendagri berprestasi,” kata Al Haris.

Ia menilai dukungan anggaran Rp5 miliar untuk bedah rumah dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan hunian lebih layak.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap tempat tinggal yang aman dan memenuhi standar kelayakan.

Bukan Hanya Pemprov Jambi

Dalam ajang penghargaan tersebut, sejumlah pemerintah daerah di Provinsi Jambi juga mendapat apresiasi.

Daerah yang disebut Al Haris antara lain Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh dan Kota Jambi.

Menurut Al Haris, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap penghargaan yang diterima tidak berhenti sebagai pencapaian administratif, tetapi menjadi pemicu untuk memperkuat program pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

“Ini menjadi motivasi dan semangat bagi kami semua untuk bekerja lebih giat ke depannya. Terutama menyangkut akses pendidikan, layanan rumah bagi warga miskin, pendidikan, lingkungan hidup dan persampahan,” ujarnya.

250 Rumah Jadi Sasaran Bedah Rumah

Dengan dukungan Rp5 miliar, sebanyak 250 unit rumah ditargetkan masuk program bedah rumah.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus menjadi bagian dari implementasi Program 3 Juta Rumah di daerah.

Al Haris juga menyampaikan apresiasi kepada Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh dan Kota Jambi atas capaian masing-masing.

Ia secara khusus menyoroti Kota Sungai Penuh yang kembali mendapatkan apresiasi.

“Saya juga bangga dengan Kerinci, Kota Sungai Penuh dan Kota Jambi yang telah bekerja luar biasa sehingga menerima apresiasi. Ini Sungai Penuh dua kali, luar biasa. Selamat untuk semuanya,” tutup Al Haris.

Bagi Pemprov Jambi, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebijakan perumahan sekaligus memastikan dukungan pemerintah pusat dapat diterjemahkan menjadi manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.(*)




51 Paket Sabu Diduga Siap Edar Disita di Jambi, Pemasok Berinisial A Diburu

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pengungkapan dugaan peredaran narkotika kembali dilakukan Satresnarkoba Polresta Jambi.

Seorang pria berinisial ES (30) diamankan setelah polisi menemukan puluhan paket yang diduga berisi sabu serta sejumlah pil ekstasi.

Penangkapan ES bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan transaksi narkotika di kawasan Oyo Benteng Kost, Jalan Sultan Agung, Kelurahan Beringin, Kecamatan Pasar, Kota Jambi.

Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang melalui Kasat Resnarkoba AKP Tito Al Hafezt mengatakan, informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Tim 2 Opsnal Satresnarkoba Polresta Jambi.

Petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan ES pada Senin malam.

“Tim 2 Opsnal Satresnarkoba Polresta Jambi kemudian melakukan penyelidikan di lokasi. Pada Senin malam, petugas mengamankan seorang laki-laki yang mengaku berinisial ES,” kata Tito, Rabu 12 Agustus 2026.

Awalnya Ditemukan 2 Paket Sabu dan 2 Ekstasi

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sebuah plastik gula merek Rose Brand.

Di dalamnya terdapat dua paket kecil yang diduga berisi sabu dan dua butir pil ekstasi berwarna krem dengan logo Casper.

ES disebut mengakui barang tersebut merupakan miliknya.

Dalam pemeriksaan awal, ES juga menyebut narkotika itu diperoleh dari seorang pria berinisial A.

Polisi kini masih memburu dan mendalami identitas serta peran A dalam perkara tersebut.

Pengembangan kasus kemudian mengarah ke sebuah mobil yang digunakan ES.

Petugas memeriksa tas yang berada di dalam kendaraan tersebut. Hasilnya, ditemukan barang bukti tambahan berupa 49 paket diduga sabu dan delapan butir ekstasi.

Dengan temuan tersebut, total barang yang diamankan dari lokasi penangkapan dan kendaraan mencapai 51 paket diduga sabu serta 10 butir ekstasi.

Polisi Geledah Rumah ES, Temukan Timbangan

Penyelidikan tidak berhenti setelah penggeledahan kendaraan. Polisi kemudian mendatangi rumah ES di kawasan Mayang Mangurai, Kecamatan Kota Baru.

Dari lokasi tersebut, petugas menemukan satu timbangan digital yang diduga berkaitan dengan aktivitas penimbangan narkotika.

Selain itu, polisi turut mengamankan empat plastik klip bening ukuran sedang, enam plastik klip bening ukuran kecil, sebuah sendok sabu yang dibuat dari sedotan, plastik gula merek Rose Brand, satu unit mobil dan satu telepon seluler.

Polisi juga melakukan tes urine terhadap ES. Hasil pemeriksaan menunjukkan urine ES positif mengandung amfetamin dan metamfetamin.

“Yang bersangkutan saat ini sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” ujar Tito.

Polisi Buru Pemasok

Pengungkapan ini masih terus dikembangkan. Polisi mendalami dari mana narkotika tersebut diperoleh sekaligus mengejar pria berinisial A yang disebut ES sebagai pemasok.

Penyidik juga akan mengusut lebih jauh posisi ES dalam dugaan jaringan peredaran narkotika tersebut, termasuk asal-usul puluhan paket yang ditemukan.

Atas perkara ini, ES dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 609 ayat (2) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023.

Proses penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap keseluruhan jaringan dan pihak lain yang diduga terlibat.(*)




Digerebek Polisi, Pondok di Alam Barajo Jambi Diduga Jadi Tempat Konsumsi Sabu

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sebuah pondok di Jalan Kapten Pattimura, RT 09, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, dibongkar aparat kepolisian setelah dilaporkan warga diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Penindakan dilakukan Unit II Satresnarkoba Polresta Jambi bersama personel Polsek Kota Baru pada Rabu 12 Agustus 2026.

Polisi mengamankan seorang pria berusia 36 tahun yang berada di dalam pondok saat petugas melakukan pemeriksaan.

Dari lokasi, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas konsumsi narkotika.

Di antaranya dua alat hisap sabu atau bong, satu kaca pirex, serta dua plastik klip bening bekas pakai.

Kapolsek Kota Baru, Kompol Helrawati Siregar, mengatakan penindakan tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat mengenai aktivitas yang dinilai meresahkan di sekitar lokasi.

“Kami Polsek Kota Baru beserta Satresnarkoba Polresta Jambi tidak ada main-main, laporan kita tindak lanjuti,” kata Helrawati.

Pemilik Akui Pondok Dipakai Konsumsi Sabu

Menurut Helrawati, dugaan penyalahgunaan narkotika di pondok tersebut diperkuat oleh keterangan pria yang diamankan polisi.

Petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga merupakan bekas penggunaan narkotika jenis sabu.

“Plastik klip bening yang diduga bekas bungkus narkotika jenis sabu dan alat bong yang diduga digunakan mengonsumsi sabu,” ujarnya.

Kepada petugas, pria tersebut mengakui pondok itu digunakan untuk mengonsumsi narkotika bersama sejumlah rekannya.

Polisi kini masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami aktivitas yang berlangsung di lokasi tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Dibangun Tanpa Izin di Lahan Warga

Selain persoalan narkotika, polisi menemukan fakta lain terkait keberadaan pondok tersebut.

Setelah dilakukan pengecekan, lahan tempat bangunan berdiri diketahui merupakan milik warga Kota Jambi.

Pemilik lahan disebut tidak mengetahui bahwa tanahnya digunakan untuk mendirikan pondok.

Helrawati mengatakan, pria yang diamankan juga mengakui bangunan tersebut didirikan tanpa meminta izin kepada pemilik tanah.

“Pemilik pondok tersebut juga mengakui bahwa dia tidak izin membangun pondok tersebut. Dia main bangun saja,” katanya.

Bangunan yang berdiri tanpa izin itu kemudian dibongkar setelah proses penindakan dilakukan.

Urine Positif, Dibawa ke Satresnarkoba

Pria yang diamankan diketahui bernama Herli (36), warga Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Herli selanjutnya dibawa ke Satresnarkoba Polresta Jambi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kasat Resnarkoba Polresta Jambi AKP Tito Al Hafezt mengatakan, sejumlah barang bukti turut diamankan dari lokasi.

Polisi juga melakukan pemeriksaan urine terhadap Herli. Hasil tes menunjukkan urine yang bersangkutan positif mengandung AMP dan MET.

Polisi masih mendalami hasil penindakan tersebut untuk menentukan proses hukum selanjutnya.

Sementara pondok yang diduga menjadi lokasi konsumsi narkotika telah dibongkar agar tidak kembali digunakan untuk aktivitas serupa.(*)




Mahasiswa Baru UIN STS Jambi Segera Ikuti PBAK 2026, Ini Jadwal dan Fokus Persiapannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi mematangkan persiapan pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026.

Agenda penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 itu akan berlangsung selama lima hari, mulai 24 hingga 28 Agustus 2026.

Persiapan menjadi perhatian karena PBAK tahun ini akan melibatkan mahasiswa baru dalam jumlah besar dan lebih banyak menjalankan kegiatan di luar ruangan.

Hal tersebut dibahas dalam rapat persiapan PBAK 2026 yang berlangsung di Amphitheater Lantai IV Rektorat UIN STS Jambi, Selasa 11 Agustus 2026.

Rapat dipimpin Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN STS Jambi, Dr. Jamaluddin.

Dalam rapat tersebut, panitia membahas kesiapan teknis sekaligus pembagian tugas masing-masing unsur yang terlibat.

Koordinasi diperkuat agar pelaksanaan PBAK tidak hanya berjalan sesuai jadwal, tetapi juga mampu memberikan pengalaman awal yang positif bagi mahasiswa baru.

Kegiatan di Luar Ruangan Jadi Perhatian

Kondisi pelaksanaan PBAK tahun ini menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan secara matang. Sebagian besar rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung di luar ruangan.

Karena itu, aspek teknis, keamanan, ketertiban dan koordinasi antarpanitia menjadi perhatian dalam rapat tersebut.

Panitia diarahkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kendala selama lima hari pelaksanaan.

Kesiapan tersebut dinilai penting mengingat peserta PBAK berasal dari berbagai program studi dengan jumlah mahasiswa baru yang cukup besar.

Selain persoalan teknis, panitia juga diharapkan membangun suasana PBAK yang aman, damai dan edukatif.

Kegiatan pengenalan kampus tidak diarahkan sekadar menjadi rangkaian seremonial, tetapi menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan mereka sebagai bagian dari sivitas akademika UIN STS Jambi.

Libatkan Pimpinan Fakultas hingga Organisasi Mahasiswa

Kepanitiaan PBAK 2026 melibatkan berbagai unsur kampus. Kabag Akademik UIN STS Jambi Saparuddin turut hadir dalam rapat persiapan.

Sejumlah Wakil Dekan III dari masing-masing fakultas juga dilibatkan bersama dosen dan tenaga kependidikan.

Dari unsur mahasiswa, Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) turut mengambil bagian dalam kepanitiaan.

Keterlibatan lintas unsur tersebut diharapkan memperlancar komunikasi antara panitia, fakultas dan mahasiswa selama kegiatan berlangsung.

Dengan koordinasi yang lebih luas, setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat segera ditangani sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Bukan Sekadar Penyambutan Mahasiswa Baru

PBAK menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sebelum menjalani perkuliahan secara penuh.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa akan diperkenalkan dengan budaya akademik, layanan kampus, aturan, lingkungan pendidikan hingga berbagai aktivitas kemahasiswaan yang tersedia di UIN STS Jambi.

Karena itu, pelaksanaan PBAK dituntut mampu menciptakan kesan pertama yang positif.

Mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal ruang dan fasilitas kampus, tetapi juga memahami nilai, etika dan kehidupan akademik yang akan mereka jalani.

Rapat persiapan yang digelar menjelang pelaksanaan PBAK menjadi bagian dari konsolidasi panitia untuk menyatukan langkah.

Dengan persiapan teknis dan koordinasi lintas unsur yang lebih matang, UIN STS Jambi menargetkan PBAK 2026 berlangsung tertib, aman dan memberikan pengalaman awal yang baik bagi mahasiswa baru.(*)




Kepengurusan PWNU Jambi Dibekukan, PBNU Tunjuk Gus Danil Pimpin Organisasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengambil langkah tegas terhadap polemik kepengurusan PWNU Jambi hasil Konferensi Wilayah (Konferwil) 2025.

Kepengurusan tersebut resmi dibekukan pada 30 Juli 2026, sekaligus diikuti penunjukan struktur sementara untuk memastikan roda organisasi NU di Jambi tetap berjalan.

PBNU menunjuk Gus Danil sebagai Ketua PWNU Jambi sementara. Penunjukan ini menjadi langkah transisi setelah kepengurusan hasil Konferwil 2025 menghadapi persoalan terkait keabsahannya.

Selain Gus Danil, PBNU juga menetapkan Prof. Dr. KH. Asrorun Niam Sholeh sebagai Rais Syuriah sementara dan Prof. Kasful Anwar sebagai Katib PWNU sementara.

Dengan susunan tersebut, aktivitas kelembagaan PWNU Jambi diharapkan tidak ikut terhenti akibat polemik internal yang berkembang sejak pelaksanaan Konferwil 2025.

Gus Danil, Kader Muda Berbasis Pesantren

Penunjukan Gus Danil juga menarik perhatian karena membawa unsur regenerasi ke dalam kepemimpinan sementara PWNU Jambi.

Gus Danil bukan sosok yang asing bagi lingkungan Nahdlatul Ulama di Jambi. Ia sebelumnya pernah menjadi bagian dari jajaran pengurus harian PWNU Jambi periode 2019–2024.

Ia juga memiliki basis kuat di lingkungan pesantren. Gus Danil diketahui merupakan salah satu pengasuh Pondok Pesantren Darus Syafi’ah di Kabupaten Batanghari.

Latar belakang tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan karakter NU yang secara historis tumbuh dari pesantren, ulama dan jaringan masyarakat Nahdliyin.

Penunjukan tersebut sekaligus membuka ruang lebih besar bagi kader muda untuk mengambil bagian dalam konsolidasi organisasi.

Berawal dari Polemik Konferwil 2025

Dinamika kepengurusan PWNU Jambi bermula dari pelaksanaan Konferwil 2025 yang menghasilkan Iskandar Nasution sebagai Ketua PWNU Jambi dan KH Muhammad Ishak sebagai Rais Syuriah.

Namun, hasil konferwil tersebut kemudian menuai persoalan dan dipertanyakan keabsahannya oleh sejumlah pihak.

Persoalan itu pada akhirnya berujung pada keputusan PBNU untuk membekukan kepengurusan hasil Konferwil 2025 pada 30 Juli 2026.

Langkah tersebut sekaligus menandai perubahan arah kepemimpinan PWNU Jambi sembari menunggu mekanisme organisasi selanjutnya.

PBNU Ingin Aktivitas NU Tetap Berjalan

Pembekuan kepengurusan tidak berarti seluruh aktivitas organisasi NU di Jambi berhenti. Sebaliknya, penunjukan struktur sementara menunjukkan adanya upaya menjaga fungsi kelembagaan tetap berjalan.

Kepengurusan sementara memiliki tugas penting untuk memastikan pelayanan organisasi kepada warga Nahdliyin tetap berlangsung di tengah proses konsolidasi.

Bagi PWNU Jambi, tantangan berikutnya bukan hanya menyelesaikan persoalan administratif dan organisatoris.

Tetapi juga menjaga agar dinamika kepengurusan tidak melebar menjadi persoalan yang mengganggu aktivitas kader, pesantren dan warga NU di daerah.

Penunjukan Gus Danil dengan latar belakang pesantren juga menjadi sinyal bahwa konsolidasi dan regenerasi kader menjadi bagian penting dalam fase transisi tersebut.

Untuk sementara, struktur yang ditunjuk PBNU akan menjalankan fungsi kepemimpinan PWNU Jambi sampai mekanisme organisasi berikutnya ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, keputusan PBNU membekukan kepengurusan hasil Konferwil 2025 sekaligus menunjuk struktur sementara menempatkan dua agenda sebagai prioritas: meredakan persoalan internal dan memastikan roda organisasi NU Jambi tetap bergerak.(*)




Bukan Sekadar Kibarkan Merah Putih, Ini Pesan Walikota Maulana untuk Anak Muda Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Wali Kota Jambi Maulana mengingatkan generasi muda agar tidak kehilangan jati diri dan semangat kebangsaan di tengah derasnya perkembangan teknologi dan era digital.

Pesan tersebut disampaikan Maulana saat turun langsung membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat di kawasan Tugu Keris Siginjai, Kota Jambi, menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Maulana, kemajuan teknologi membawa perubahan besar dalam kehidupan generasi muda.

Namun, perkembangan tersebut harus tetap diimbangi dengan pemahaman terhadap identitas bangsa dan nilai perjuangan para pendiri Indonesia.

Karena itu, kegiatan sederhana seperti membagikan dan mengibarkan bendera Merah Putih dinilai memiliki makna penting.

“Di era digital sekarang, untuk menanamkan jati diri kita, salah satunya melalui kegiatan seperti pagi hari ini. Kita berbagi secara sukarela sekaligus mengingatkan kembali semangat perjuangan para pendiri bangsa,” ujar Maulana.

Maulana: Kemerdekaan Jangan Berhenti pada Seremoni

Maulana menilai peringatan HUT RI tidak seharusnya hanya menjadi agenda tahunan yang dipenuhi seremoni.

Momentum kemerdekaan harus menjadi kesempatan untuk menanamkan kembali nilai persatuan, gotong royong dan kecintaan terhadap bangsa, terutama kepada generasi muda.

Ia juga mengajak anak-anak muda Kota Jambi memahami bahwa perjuangan generasi terdahulu harus diteruskan melalui kontribusi nyata sesuai bidang masing-masing.

“Semangat perjuangan itu harus kita isi dengan pembangunan. Kita isi kemerdekaan ini dengan terus bergerak membangun Kota Jambi,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah kehidupan generasi muda yang kini tidak lepas dari media sosial, arus informasi global dan perkembangan teknologi.

Bagi Maulana, menjadi bagian dari generasi digital bukan berarti meninggalkan identitas sebagai bangsa Indonesia.

Justru, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk menghasilkan karya dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

4.000 Bendera Disiapkan Pemkot Jambi

Untuk menghidupkan suasana kemerdekaan sekaligus mengajak masyarakat menunjukkan semangat kebangsaan, Pemerintah Kota Jambi menyiapkan 4.000 bendera Merah Putih untuk dibagikan secara gratis.

Pembagian dilakukan kepada masyarakat, termasuk pengendara yang melintas di kawasan Tugu Keris Siginjai.

Kepala Kesbangpol Kota Jambi menyebut distribusi tersebut terdiri dari 1.000 bendera untuk rumah, 1.000 untuk kendaraan roda empat dan 2.000 untuk kendaraan roda dua.

“Total ada 4.000 bendera. Rinciannya 1.000 untuk rumah, 1.000 untuk mobil dan 2.000 untuk motor,” ujarnya.

Bendera dihimpun melalui kontribusi organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Jambi.

Sebanyak 20 OPD telah berkontribusi, sementara tambahan bendera dari OPD lainnya masih dalam proses pengadaan.

Pembagian juga akan dilanjutkan setelah bendera tambahan tersedia.

Dari Bendera, Menanamkan Nasionalisme

Maulana mengatakan, geliat menyambut HUT RI ke-81 sebenarnya sudah mulai terasa di berbagai kawasan Kota Jambi.

Masyarakat mulai menggelar syukuran, perlombaan dan kegiatan bersama yang melibatkan anak-anak hingga warga dewasa.

“Saya mulai tadi malam sudah berkeliling. Di beberapa titik sudah ada tasyakuran dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Ada juga berbagai kegiatan dan lomba, mulai dari anak-anak dan seterusnya,” katanya.

Bagi pemerintah, pengibaran Merah Putih di rumah maupun kendaraan bukan semata-mata untuk memperindah kota menjelang 17 Agustus.

Ada pesan yang lebih besar yang ingin dibangun: agar generasi muda tetap mengenal siapa dirinya, dari mana bangsanya berasal dan nilai apa yang harus dipertahankan di tengah perubahan zaman.

Semangat kemerdekaan, kata Maulana, pada akhirnya harus diterjemahkan ke dalam kehidupan sehari-hari melalui persatuan, kepedulian, gotong royong serta kerja nyata untuk kemajuan daerah.

Dengan demikian, peringatan HUT RI ke-81 tidak hanya menjadi momentum mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi muda Kota Jambi untuk mengambil peran dalam menentukan masa depan bangsa.(*)




Maulana Ajak Warga Hidupkan Semangat Kemerdekaan, 4.000 Bendera Merah Putih Disebar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Jambi mulai menggerakkan semangat Merah Putih di tengah masyarakat.

Sebanyak 4.000 bendera Merah Putih disiapkan untuk dibagikan gratis kepada warga dan pengguna jalan.

Gerakan tersebut dipusatkan di kawasan Tugu Keris Siginjai, Kota Jambi. Wali Kota Jambi Maulana bahkan turun langsung membagikan bendera kepada pengendara yang melintas.

Bukan sekadar membagikan atribut kemerdekaan, Pemkot Jambi ingin mendorong masyarakat menunjukkan semangat nasionalisme melalui pengibaran Merah Putih di rumah, kendaraan maupun lingkungan tempat tinggal.

Maulana mengatakan, geliat menyambut HUT RI ke-81 sudah mulai terlihat di sejumlah kawasan Kota Jambi.

Berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari syukuran hingga perlombaan, mulai digelar untuk menyambut hari kemerdekaan.

“Saya mulai tadi malam sudah berkeliling. Di beberapa titik sudah ada tasyakuran dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Ada juga berbagai kegiatan dan lomba, mulai dari anak-anak dan seterusnya,” ujar Maulana.

Menurut Maulana, gerakan membagikan bendera memiliki makna lebih luas di tengah perubahan zaman.

Generasi muda yang semakin dekat dengan teknologi dan ruang digital dinilai tetap perlu mendapatkan ruang untuk mengenal dan menghayati identitas kebangsaan.

“Di era digital sekarang, untuk menanamkan jati diri kita, salah satunya melalui kegiatan seperti pagi hari ini.”

Ia menilai, semangat kemerdekaan tidak cukup hanya ditunjukkan melalui seremoni setiap 17 Agustus.

Nilai perjuangan harus diterjemahkan ke dalam kerja dan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semangat perjuangan itu harus kita isi dengan pembangunan. Kita isi kemerdekaan ini dengan terus bergerak membangun Kota Jambi,” tegasnya.

4.000 Bendera untuk Rumah dan Kendaraan

Kepala Kesbangpol Kota Jambi mengatakan, ribuan bendera yang disiapkan Pemkot Jambi memiliki sasaran pembagian yang berbeda.

Dari total 4.000 bendera, sebanyak 1.000 bendera diperuntukkan bagi rumah warga.

Kemudian 1.000 bendera dialokasikan untuk kendaraan roda empat dan 2.000 lainnya untuk kendaraan roda dua.

“Total ada 4.000 bendera. Rinciannya 1.000 untuk rumah, 1.000 untuk mobil dan 2.000 untuk motor,” ujarnya.

Pengadaan bendera tersebut dilakukan melalui kontribusi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Jambi.

Hingga saat ini, 20 OPD telah berkontribusi, sedangkan sebagian lainnya masih menunggu proses pengadaan.

Pemkot Jambi juga masih akan melanjutkan pembagian bendera setelah tambahan dari OPD lainnya tersedia.

Langkah ini diharapkan memperluas gerakan pengibaran Merah Putih menjelang 17 Agustus.

Pemerintah tidak hanya menyasar rumah warga, tetapi juga kendaraan yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari.

Bukan Sekadar Hiasan Kota

Gerakan pembagian ribuan bendera tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Jambi membangun suasana kebangsaan menjelang HUT RI ke-81.

Bagi pemerintah daerah, Merah Putih bukan sekadar ornamen untuk mempercantik kota selama bulan kemerdekaan.

Pengibaran bendera diharapkan menjadi simbol persatuan sekaligus pengingat atas perjuangan yang melahirkan Indonesia.

Di sisi lain, momentum kemerdekaan juga diarahkan untuk memperkuat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dengan pembagian 4.000 bendera secara gratis, Pemkot Jambi berharap semarak kemerdekaan tidak hanya terpusat pada kegiatan pemerintah, tetapi benar-benar terlihat dari lingkungan warga hingga jalan-jalan kota.

Pada akhirnya, pesan yang ingin dibangun sederhana: kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan, tetapi harus diisi dengan persatuan, kerja nyata dan pembangunan yang dirasakan masyarakat.(*)




Jambi Timur Jadi Tuan Rumah HUT RI ke-81, Ada Festival Layang-layang hingga Kuliner Jajanan Bengen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi mengubah pola perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Jika selama ini kegiatan tingkat kota cenderung terkonsentrasi di satu kawasan, tahun ini pusat perayaan dipindahkan ke Kecamatan Jambi Timur.

Selama tiga hari, 20–22 Agustus 2026, Lapangan Langit Biru, Kelurahan Tanjung Sari, akan menjadi titik utama berbagai kegiatan yang dirancang lebih dekat dengan masyarakat.

Pemindahan lokasi bukan sekadar perubahan tempat. Pemkot Jambi ingin kemeriahan peringatan kemerdekaan dapat dirasakan secara lebih merata oleh warga di berbagai wilayah.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Jambi, Vif Fairi, mengatakan konsep tersebut memang disiapkan agar perayaan HUT RI tidak terus berpusat di kawasan yang sama.

“Untuk tahun ini pusat kegiatan kita laksanakan di Kecamatan Jambi Timur, tepatnya di Lapangan Langit Biru, Kelurahan Tanjung Sari,” ujar Vif.

Setiap Tahun Kecamatan Jadi Tuan Rumah Bergantian

Pemkot Jambi bahkan menyiapkan konsep rotasi lokasi untuk perayaan HUT RI tingkat kota. Kecamatan yang menjadi pusat kegiatan akan berganti setiap tahun.

Dengan pola tersebut, pemerintah ingin menghadirkan rasa memiliki yang lebih luas.

Warga di setiap kecamatan berkesempatan menjadi bagian langsung dari perayaan kemerdekaan tanpa harus menunggu kegiatan berlangsung di pusat kota.

“Setiap tahun akan kita gilir kecamatannya. Jadi tidak hanya terpusat di satu kecamatan saja,” kata Vif.

Konsep ini sekaligus membuat perayaan kemerdekaan memiliki dampak yang lebih luas, bukan hanya dari sisi hiburan, tetapi juga terhadap aktivitas ekonomi dan interaksi masyarakat di wilayah yang menjadi tuan rumah.

Tiga Hari, Ada Layang-Layang hingga Kuliner Jajanan Bengen

Rangkaian kegiatan akan dimulai Kamis, 20 Agustus 2026, melalui Festival Layang-layang.

Kegiatan kemudian berlanjut pada 21 Agustus dengan Festival Kuliner Jajanan Bengen.

Agenda ini menjadi salah satu bagian yang paling dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat karena melibatkan pelaku UMKM lokal.

Masyarakat dapat menikmati beragam jajanan tradisional sekaligus mengenal dan membeli produk yang ditawarkan pelaku usaha lokal.

Sementara pada 22 Agustus, kemeriahan berlanjut dengan lomba panjat pinang dan Senam Bahagia.

Sejumlah lomba lain juga disiapkan untuk berbagai kelompok masyarakat, mulai dari street soccer, tarik tambang, lomba pukul bantal antar-OPD hingga lomba pantun yang melibatkan para ketua RT.

Ada pula lomba domino yang dijadwalkan berlangsung di lingkungan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi.

Bukan Sekadar Hiburan, UMKM Ikut Digerakkan

Pemkot Jambi tidak ingin perayaan HUT RI berhenti pada kegiatan hiburan. Festival Kuliner Jajanan Bengen dirancang sebagai ruang bertemunya masyarakat dengan pelaku UMKM.

Konsep tersebut membuka kesempatan bagi pelaku usaha memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang datang ke lokasi kegiatan.

Artinya, perayaan kemerdekaan diharapkan ikut menciptakan pergerakan ekonomi di kawasan tempat kegiatan berlangsung.

Di sisi lain, berbagai kegiatan olahraga dan permainan tradisional diharapkan menjadi ruang interaksi antarwarga sekaligus menghidupkan kembali aktivitas bersama yang mulai jarang ditemui dalam keseharian.

Hiburan Malam Tak Digelar Sampai Larut

Untuk menjaga kenyamanan masyarakat, Pemkot Jambi juga membatasi pelaksanaan hiburan pada malam hari.

Pada malam penutupan, masyarakat akan disuguhkan penampilan band lokal. Namun, kegiatan tidak dirancang berlangsung hingga larut malam.

Seluruh rangkaian perayaan HUT RI ke-81 tingkat Kota Jambi dijadwalkan berakhir pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.

Dengan konsep lokasi yang berpindah, perpaduan hiburan, olahraga, permainan tradisional dan kegiatan UMKM, Pemkot Jambi berharap perayaan HUT RI tahun ini tidak hanya meriah, tetapi juga mampu memperkuat kebersamaan dan gotong royong masyarakat.

Bagi Pemkot Jambi, kemerdekaan bukan hanya soal perayaan di satu titik.

Dengan menggilir lokasi setiap tahun, semangat 17 Agustus diharapkan benar-benar bergerak dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya dan dirasakan lebih dekat oleh warga.(*)




Bukan Sekadar Antar Paket, Kisah Para Kurir JNE Diangkat Jadi Komik Pengantar Kebahagiaan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Di balik paket yang tiba di depan pintu rumah, ada perjalanan panjang yang jarang terlihat.

Ada kurir yang menembus kemacetan, mengejar waktu, berpindah dari satu alamat ke alamat lain, hingga berhadapan langsung dengan beragam karakter masyarakat.

Cerita di balik pekerjaan tersebut kini diangkat ke dalam sebuah komik.

JNE bersama Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) meluncurkan Pengantar Kebahagiaan, komik yang mengangkat sisi humanis profesi kurir sekaligus menggambarkan cerita-cerita sederhana di balik aktivitas pengiriman barang.

Komik tersebut diluncurkan dalam acara Comic Launch di Gramedia Jalma Melawai, Jakarta, Rabu 12 Agustus 2026.

Karya ini mempertemukan ilustrator Muhammad “Mice” Misrad atau Mice Cartoon dengan penulis Maman Suherman atau Kang Maman.

Keduanya mengolah pengalaman dan fenomena kehidupan perkotaan menjadi cerita yang ringan, jenaka, tetapi tetap membawa pesan mengenai empati dan kemanusiaan.

Bagi pembaca, sosok kurir selama ini mungkin hanya terlihat ketika mengetuk pintu atau menyerahkan paket. Namun, komik tersebut mencoba membawa pembaca melihat sisi lain dari profesi tersebut.

Ada manusia di balik seragam kurir. Ada perjuangan, tantangan, interaksi dengan pelanggan, hingga cerita-cerita kecil yang terjadi sepanjang perjalanan mengantarkan paket.

Ketika Kurir Menjadi Bagian dari Cerita Kota

Mice mengatakan ide ilustrasi dalam komik tersebut berangkat dari pengamatannya terhadap kehidupan masyarakat perkotaan.

Menurutnya, kurir kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari wajah kota, terutama seiring berkembangnya perdagangan dan belanja daring.

“Kurir adalah bagian dari wajah kota hari ini. Mereka hadir di berbagai situasi yang akrab dengan keseharian kita,” ujar Mice.

Ia kemudian menerjemahkan berbagai situasi tersebut melalui ilustrasi yang ringan dan dekat dengan keseharian masyarakat.

Pendekatan tersebut membuat kehidupan kurir tidak ditampilkan secara berlebihan. Justru, momen-momen sederhana yang sering dianggap biasa menjadi bahan cerita.

Harapannya, pembaca tidak hanya terhibur, tetapi juga mulai melihat profesi kurir dari perspektif yang berbeda.

Kang Maman: Ada Manusia di Balik Paket yang Datang

Pesan serupa disampaikan Kang Maman.

Menurutnya, setiap paket yang sampai ke tangan penerima memiliki cerita tentang orang-orang yang bekerja di balik proses pengiriman tersebut.

“Di balik setiap paket yang tiba di tangan kita, ada manusia yang bekerja dengan dedikasi, menghadapi berbagai tantangan, dan tetap berusaha mengantarkan kebahagiaan kepada orang lain,” katanya.

Karena itu, Pengantar Kebahagiaan tidak hanya diarahkan sebagai bacaan hiburan. Komik tersebut juga ingin mengajak masyarakat melihat profesi kurir dari sisi yang lebih manusiawi.

Kurir tidak semata-mata diposisikan sebagai orang yang memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain, tetapi sebagai bagian dari rantai yang menghubungkan kebutuhan, harapan dan kebahagiaan seseorang.

JNE Kaitkan Komik dengan Semangat Connecting Happiness

JNE turut mendukung penerbitan komik tersebut sebagai bagian dari apresiasi terhadap para kurir yang berada di garis depan layanan perusahaan.

SVP Marketing Group Head JNE Eri Palgunadi mengatakan komik tersebut sejalan dengan filosofi perusahaan, yakni Connecting Happiness, yang diwujudkan melalui semangat Berbagi, Memberi dan Menyantuni.

“Kami percaya bahwa setiap pengiriman bukan hanya tentang mengantarkan paket, tetapi juga menghubungkan cerita, harapan, dan kebahagiaan,” ujar Eri.

Menurutnya, kolaborasi dengan Grasindo, Mice Cartoon dan Kang Maman menjadi cara lain untuk memperkenalkan sisi kehidupan para kurir kepada masyarakat.

Bukan hanya angka pengiriman atau kecepatan layanan yang menjadi perhatian, tetapi juga manusia yang menjalankan pekerjaan tersebut setiap hari.

Peluncuran komik turut diisi talkshow bersama Kang Maman, Mice dan Eri Palgunadi. Para pembicara membahas inspirasi di balik karya tersebut, termasuk pengalaman dan cerita suka duka para kurir.

Acara kemudian dilanjutkan dengan book signing bersama Kang Maman dan Mice Cartoon. Pengunjung juga dapat memanfaatkan photobooth serta berfoto dengan standing character yang disediakan.

Ada Program Khusus untuk Pelanggan

Peluncuran Pengantar Kebahagiaan juga dirangkai dengan sejumlah program untuk pelanggan JNE dalam momentum ulang tahun ke-36 perusahaan sekaligus menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.

Melalui program JNE Loyalty Card (JLC), member dapat menukarkan 81 poin untuk memperoleh komik tersebut beserta merchandise eksklusif. Program ini berlangsung mulai 17 Agustus 2026 hingga persediaan habis.

Selain itu, JNE menghadirkan produk bundling eksklusif karya Mice Cartoon melalui layanan Pesenan Oleh-oleh Nusantara (Pesona) dengan harga Rp85 ribu, mulai 18 Agustus 2026 selama persediaan masih tersedia.

JNE juga memberikan penawaran hemat ongkos kirim untuk pembelian komik selama periode 10-31 Agustus 2026.

Program lainnya berupa giveaway komik Pengantar Kebahagiaan yang berlangsung pada 14-21 Agustus 2026 melalui akun Instagram resmi JNE.

Melalui karya tersebut, JNE dan Grasindo ingin menghadirkan perspektif baru tentang profesi kurir.

Sebuah pekerjaan yang terlihat sederhana dari luar, tetapi menyimpan begitu banyak cerita di balik perjalanan dari satu alamat menuju alamat lainnya.

Pada akhirnya, paket yang datang bukan hanya membawa barang.

Di baliknya ada waktu, tenaga, perjalanan, dan manusia yang membuat sebuah kiriman bisa sampai ke tangan penerimanya.(*)