Setahun Lebih Setelah MoU, DPRD Jambi Soroti Minimnya Progres Kerja Sama PT Regen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Persoalan pengelolaan sampah di Kota Jambi kembali memasuki titik krusial.

Di tengah timbulan sampah yang disebut mencapai sekitar 450 ton per hari, DPRD Kota Jambi mempertanyakan realisasi kerja sama Pemkot Jambi dengan PT Regen Bioteknologi Solusi Indonesia di TPA Talang Gulo.

Sorotan itu muncul setelah Komisi III DPRD Kota Jambi melakukan peninjauan langsung ke TPA Talang Gulo pada 15 September 2026.

Dari kunjungan tersebut, DPRD mengaku belum melihat aktivitas pengerjaan yang menurut mereka menunjukkan progres proyek PT Regen.

Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Umar Faruk, mengatakan kondisi tersebut perlu segera mendapat penjelasan dari pemerintah daerah.

“Kami dari dewan kan tidak dilibatkan untuk kerja sama dengan pihak PT Regen tersebut,” kata Faruk.

Kerja sama Pemkot Jambi dengan PT Regen sebelumnya dituangkan melalui MoU yang ditandatangani pada 28 Mei 2025.

Pemerintah kota ketika itu menyatakan kerja sama diarahkan untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi di TPA Talang Gulo.

Namun, menurut Faruk, ketika DPRD melihat kondisi lapangan pada September 2026, aktivitas yang menunjukkan perkembangan proyek tersebut belum terlihat.

DPRD Pertanyakan Batas Waktu Kerja Sama

Faruk mengatakan DPRD kemudian meminta informasi dari organisasi perangkat daerah terkait mengenai status kerja sama tersebut.

Ia menyebut masa kerja sama yang diketahui DPRD berakhir pada September 2026. Karena itu, DPRD meminta adanya kepastian sebelum masa kerja sama berakhir.

“Kami tunggu itu. Tapi saat kami turun ke lapangan di TPA Talang Gulo, di sana tidak ada pengerjaan oleh pihak PT Regen. Sedangkan ini sudah bulan September,” ujarnya.

Persoalan tersebut menjadi semakin penting karena proyek yang direncanakan bukan sekadar pembangunan fasilitas baru, tetapi bagian dari upaya mengurangi beban TPA melalui pengolahan sampah yang lebih modern.

Pada Juni 2025, Pemkot Jambi menyampaikan bahwa kerja sama dengan PT Regen telah memasuki tahap persiapan pembangunan dan teknologi yang direncanakan ditargetkan mampu mengurangi beban sampah secara signifikan.

Saat itu, Pemkot menyebut volume sampah yang masuk TPA berada pada kisaran 300–400 ton per hari.

Ada Rencana Teknologi, tetapi DPRD Minta Bukti di Lapangan

Kerja sama tersebut juga sempat diproyeksikan sebagai bagian dari transformasi pengelolaan sampah Talang Gulo.

Dalam informasi yang dipublikasikan pemerintah kota, pengembangan pengelolaan sampah bernilai ekonomis melalui kerja sama pihak ketiga disebut sebagai salah satu agenda ke depan.

Sementara itu, pihak Regen dalam publikasinya menyebut Pemkot Jambi melalui Dinas Lingkungan Hidup telah menandatangani kerja sama dengan PT Regen Bioteknologi Solusi Indonesia pada Januari 2026 untuk mendorong pengelolaan sampah berbasis bioteknologi di Talang Gulo.

Perbedaan antara rencana, tahapan kerja sama dan kondisi yang terlihat DPRD di lapangan inilah yang kini menjadi persoalan.

Bagi DPRD, kesepakatan pengelolaan sampah harus berujung pada hasil yang dapat diukur, bukan berhenti pada dokumen kerja sama.

Umar Dorong Evaluasi Jika Tak Ada Progres

Faruk mendorong Pemkot Jambi mengevaluasi kerja sama tersebut apabila sampai masa berakhirnya kontrak tidak terdapat perkembangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami berharap kontrak kerja sama dengan pihak PT Regen ini diputus karena tidak ada progres juga,” tegasnya.

Namun, Faruk juga membuka kemungkinan kerja sama tetap dilanjutkan apabila perusahaan mampu menunjukkan kemampuan merealisasikan rencana yang telah disepakati.

“Kalau dia tidak mampu, ya sudah. Kalau mereka mampu, ya kita serahkan. Tapi kita tidak bisa menunggu larut-larut dan makan janji terus-menerus,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan persoalan utama DPRD bukan semata-mata keberadaan kerja sama, melainkan kepastian apakah program tersebut dapat menghasilkan solusi konkret terhadap persoalan sampah Kota Jambi.

Diminta Siapkan Alternatif

Faruk mengatakan DPRD juga mengetahui adanya pihak lain yang berminat membantu menangani persoalan sampah di Kota Jambi.

Karena itu, ia meminta Wali Kota Jambi Maulana membahas langkah selanjutnya setelah masa kerja sama dengan PT Regen berakhir.

“Solusinya, ada juga pihak yang ingin menyelesaikan persoalan sampah ini. Jadi kami ingin Wali Kota Jambi duduk bersama untuk membuat kontrak baru setelah pihak PT Regen selesai,” ujarnya.

Dorongan tersebut datang ketika kapasitas pengelolaan sampah menjadi semakin mendesak. DPRD menyebut timbulan sampah yang masuk ke Talang Gulo kini sekitar 450 ton setiap hari.

Sebelumnya, DPR RI juga menyoroti kesenjangan antara volume sampah yang masuk dan kapasitas pengolahan di Kota Jambi.

Dalam kunjungan ke TPA Talang Gulo pada 2025, Komisi XII DPR RI menyebut volume sampah hampir 400 ton per hari, sementara sampah yang diolah saat itu belum mencapai 10 ton per hari.

Persoalan Talang Gulo Tak Bisa Menunggu

Faruk menilai situasi tersebut membuat Pemkot perlu segera menentukan arah kebijakan pengelolaan sampah berikutnya.

Jika teknologi dan kerja sama yang direncanakan mampu direalisasikan, pemerintah dapat melanjutkannya sesuai ketentuan.

Sebaliknya, apabila tidak berjalan, pemerintah perlu memiliki alternatif agar pengelolaan sampah tidak kembali tertunda.

“Jadi kami turun waktu itu belum juga ada progres dan pengerjaan. Kalau kita menunggu sampai kapan? Sedangkan persoalan sampah semakin menumpuk dan semrawut,” tegas Faruk.

Kini, perhatian DPRD tertuju pada langkah Pemkot Jambi setelah masa kerja sama tersebut.

Yang ditunggu bukan hanya jawaban mengenai status PT Regen, tetapi juga kepastian bagaimana sekitar ratusan ton sampah yang masuk setiap hari ke TPA Talang Gulo akan ditangani secara berkelanjutan.

PT Regen dalam publikasinya menyebut telah ada kerja sama formal pada Januari 2026, sedangkan DPRD menyoroti belum terlihatnya progres pengerjaan di lapangan.

Karena itu, status pelaksanaan dan capaian proyek perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada Pemkot Jambi dan PT Regen sebelum disimpulkan sebagai wanprestasi. (*)




Ali Mardiansyah Bawa Pulang Perak Asian Games 2026, Jambi Siapkan Target Lebih Besar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Medali perak Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akhirnya dibawa pulang atlet dayung asal Jambi, Letda M. Ali Mardiansyah.

Namun, podium kedua yang diraihnya bersama Rafiq Wijdan Yasir tidak datang lewat perjalanan yang mudah.

Ali dan Rafiq merebut perak pada nomor lightweight men’s double sculls setelah menyelesaikan lomba 2.000 meter dengan waktu 6 menit 23,41 detik.

Pasangan Indonesia finis di posisi kedua di belakang Uzbekistan.

Prestasi tersebut menjadi salah satu dari dua medali perak yang disumbangkan cabang rowing Indonesia pada Asian Games 2026.

Setibanya di Bandara Sultan Thaha Jambi, Ali mendapat sambutan dari Wakil Ketua KONI Provinsi Jambi Prof. Dr. Sukendro bersama jajaran pengurus dan staf KONI Jambi.

Ketua Umum PODSI Provinsi Jambi Raden Wawan Setiawan bersama jajaran pengurus cabang olahraga dayung juga hadir menyambut kepulangan atlet tersebut.

Bagi Jambi, keberhasilan Ali menjadi sorotan tersendiri. Sebelumnya, KONI Jambi memang memasukkan Ali sebagai salah satu atlet daerah yang memperkuat kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Di balik medali perak tersebut terdapat tantangan yang cukup berat. Ali mengungkapkan jadwal pertandingan mengalami perubahan akibat kondisi cuaca dan ancaman badai.

Pertandingan yang semula dijadwalkan pada 21 September harus bergeser. Semifinal kemudian berlangsung pada 23 September, sedangkan final digelar 24 September.

Perubahan jadwal tersebut memberikan tantangan tambahan bagi Ali karena ia turun di nomor kelas ringan.

Penimbangan berat badan yang bergeser ke sekitar pukul 14.00 membuat Ali harus menjaga berat badan lebih lama sebelum bertanding.

“Biasanya kalau sesuai jadwal kelas ringan lomba sekitar jam sepuluh pagi. Karena jadwal berubah, kita harus menahan berat badan lebih lama. Timbang berat badan baru sekitar jam dua siang, jadi dari pagi sampai siang kita tahan makan,” ujar Ali.

Bagi atlet kelas ringan, pengendalian berat badan merupakan bagian penting dari persiapan sebelum perlombaan.

Ali menyebut situasi tersebut menjadi ujian kesabaran sebelum akhirnya perjuangan mereka menghasilkan medali.

“Alhamdulillah, kesabaran itu membuahkan hasil. Sesuatu yang kita laksanakan dengan tekun dan ikhlas, alhamdulillah semuanya dibalas Allah SWT,” katanya.

Selain persaingan di arena, pengalaman selama berada di Jepang juga meninggalkan kesan bagi Ali.

Ia mengapresiasi pelayanan yang diterima para kontingen selama Asian Games. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah penggunaan kapal pesiar sebagai tempat penginapan kontingen.

Menariknya, Ali menemukan cukup banyak pekerja asal Indonesia di kapal tersebut, mulai dari awak kapal hingga pekerja restoran.

“Selama di kapal pesiar, kebanyakan awak kapalnya, orang yang memasak dan di restoran banyak orang Indonesia. Jadi kita merasa seperti pulang ke kampung sendiri,” katanya.

Ali menyebut persaingan nomor lightweight men’s double sculls sangat ketat. Para pesaing Indonesia datang dengan pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan internasional.

Tim Indonesia juga menjadikan sejumlah kompetisi internasional sebelumnya sebagai bahan pemantauan terhadap kekuatan lawan.

Menurut Ali, keterbatasan kesempatan melakukan try out ke Eropa tidak seharusnya menjadi alasan untuk kehilangan kepercayaan diri.

“Kita tidak berkecil hati. Kita jadikan itu motivasi lebih untuk memantau lawan-lawan kita,” ujarnya.

Hasil di Jepang kemudian menjadi pembuktian bahwa atlet Indonesia tetap mampu bersaing di nomor tersebut.

Ali menilai dukungan dan pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan intensitas persiapan atlet untuk menghadapi persaingan internasional.

“Ini suatu kebanggaan bagi kami. Bukan berarti kita tidak bisa bersaing. Mungkin kita masih terbentur anggaran ataupun dukungan,” katanya.

Ali belum ingin menjadikan medali Asian Games sebagai garis akhir.

Setelah kembali dari Jepang, ia akan melanjutkan pemusatan latihan nasional sebagai bagian dari persiapan menuju tahapan kualifikasi Olimpiade Los Angeles.

“Target ke depan, khususnya saya, dipersiapkan untuk mengikuti prakualifikasi Olimpiade di Los Angeles. Setelah ini kami akan kembali TC ke Pelatnas untuk memperkuat tim dayung Indonesia,” ungkap Ali.

Target tersebut membuat medali perak Asian Games bukan hanya menjadi pencapaian tersendiri, tetapi juga bagian dari perjalanan Ali menuju persaingan di level yang lebih tinggi.

Wakil Ketua KONI Provinsi Jambi, Prof. Dr. Sukendro menilai prestasi Ali memberikan gambaran mengenai potensi pembinaan olahraga dayung di daerah.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi salah satu indikator dalam mempersiapkan kekuatan Jambi menghadapi agenda olahraga nasional mendatang.

“Tentunya kita merasa bangga. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu barometer kita untuk persiapan terutama Pra-PON 2027 dan PON 2028,” kata Sukendro.

KONI Jambi juga melihat peluang peningkatan prestasi cabang dayung pada PON mendatang. Setelah sebelumnya meraih dua medali emas, potensi tersebut diharapkan dapat berkembang.

Ketua Umum PODSI Provinsi Jambi Raden Wawan Setiawan mengatakan keberhasilan Ali menjadi bukti bahwa atlet daerah mampu menembus persaingan internasional.

Ia juga menyebut sejumlah atlet dayung Jambi lainnya sebagai bagian dari kekuatan daerah yang terus dibina.

“Hari ini kami sangat bangga bahwa inilah putra-putri dayung dari Jambi yang membela Negara Republik Indonesia. Hari ini diwakili oleh Ali,” ujar Wawan.

Menurutnya, capaian di Asian Games dapat menjadi tambahan motivasi bagi PODSI Jambi untuk mempersiapkan atlet menuju kompetisi nasional berikutnya, khususnya PON.

Prestasi Ali sekaligus memperlihatkan jalur pembinaan atlet Jambi tidak berhenti pada level daerah.

Dari arena PON hingga panggung Asian Games, atlet Jambi kini memiliki jejak kompetitif yang semakin luas.

Setelah membawa pulang perak dari Jepang, tantangan berikutnya sudah menanti: mempertahankan performa, memperkuat persiapan di Pelatnas, dan mengejar tiket menuju Olimpiade Los Angeles.(*)




Menanti Pemimpin Baru IMI Jambi, Panitia Matangkan Persiapan Musprov

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Musyawarah Provinsi (Musprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jambi 2026 memasuki fase akhir persiapan.

Selain menjadi forum evaluasi dan keberlanjutan organisasi, agenda ini akan menjadi momentum penting untuk menentukan Ketua Pengprov IMI Jambi pada periode kepengurusan berikutnya.

Panitia pelaksana menggelar rapat persiapan akhir di Sekretariat Pengprov IMI Jambi, Kecamatan Jambi Timur, Sabtu 26 September 2026 sekitar pukul 10.00 WIB.

Rapat dipimpin Ketua Panitia Musprov IMI Jambi 2026, Amir Hamzah, dan dihadiri Ketua Harian Pengprov IMI Jambi Darmawansyah alias Mawan Dragon, Bendahara Pengprov IMI Jambi Fauzan Majid, panitia serta jajaran pengurus Pengprov IMI Jambi.

Pertemuan tersebut difokuskan pada pemantapan berbagai kebutuhan teknis menjelang pelaksanaan Musprov.

Amir mengatakan persiapan secara umum telah berjalan sesuai rencana. Panitia kini menyelesaikan sejumlah kebutuhan teknis agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib.

“Persiapan sudah matang. Tinggal menyelesaikan beberapa hal saja,” ujar Amir Hamzah.

Musprov IMI Jambi 2026 dijadwalkan berlangsung di BW Luxury Hotel Jambi, Sabtu, 3 Oktober 2026, mulai pukul 13.00 WIB.

Agenda tersebut menjadi penting karena salah satu pembahasan utamanya adalah pemilihan Ketua Pengprov IMI Jambi untuk periode kepengurusan berikutnya.

Artinya, forum Musprov tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menentukan kepemimpinan IMI Jambi selanjutnya.

Proses pemilihan nantinya akan mengikuti mekanisme organisasi yang berlaku dan melibatkan unsur-unsur yang memiliki hak dalam Musprov.

Hingga tahap persiapan ini, panitia masih berfokus memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan siap sebelum peserta memasuki agenda utama pada 3 Oktober mendatang.

Musprov juga dijadwalkan dihadiri pengurus IMI Pusat. Kehadiran unsur pusat menjadi bagian dari rangkaian agenda organisasi yang mempertemukan jajaran Pengprov IMI Jambi dengan peserta Musprov.

Panitia bersama pengurus terus melakukan pemantapan teknis, termasuk memastikan kebutuhan kegiatan dan kesiapan pelaksanaan di lokasi.

Amir menegaskan seluruh persiapan diarahkan agar Musprov dapat berjalan sesuai agenda yang telah ditetapkan.

Ketua Pengprov IMI Jambi AM Guntur Muchtar berharap seluruh rangkaian Musprov 2026 dapat berlangsung sukses dan lancar.

Harapan tersebut disampaikan menjelang forum yang akan menjadi salah satu titik penting dalam keberlanjutan organisasi IMI Jambi.

Selain memilih ketua untuk periode berikutnya, Musprov menjadi forum organisasi untuk menjalankan agenda sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Dengan persiapan yang telah memasuki tahap akhir, perhatian kini beralih ke pelaksanaan Musprov pada 3 Oktober 2026.

Forum tersebut nantinya akan menentukan siapa yang mendapat mandat memimpin Pengprov IMI Jambi sekaligus membawa organisasi memasuki periode kepengurusan berikutnya.(*)




Porprov Jambi XXIV Ditunda ke 2027, Anggaran Kontingen Jadi Persoalan Utama

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi XXIV yang semula dijadwalkan berlangsung pada 2026 dipastikan bergeser ke 2027.

Persoalan kesiapan anggaran kontingen kabupaten/kota menjadi salah satu alasan utama di balik perubahan jadwal tersebut.

Keputusan penundaan telah disepakati dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Provinsi Jambi pada 15–16 Desember 2025 di Kota Jambi.

Forum tersebut diikuti jajaran KONI Provinsi Jambi, KONI 11 kabupaten/kota, serta pengurus provinsi cabang olahraga.

Dalam Rakerprov itu, KONI Jambi menetapkan Keputusan Nomor 08/RAKERPROV-KONI JBI/XII/2025 mengenai penundaan pelaksanaan Porprov Jambi XXIV dari 2026 ke 2027.

Berdasarkan kesepakatan yang disampaikan KONI, penundaan dilakukan karena sebagian besar KONI kabupaten/kota menghadapi keterbatasan anggaran yang belum teralokasi secara memadai dalam APBD 2026.

Dalam keputusan Rakerprov, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) tetap dinyatakan sebagai tuan rumah Porprov Jambi XXIV.

KONI Provinsi Jambi juga mendapat mandat untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah guna mempersiapkan penyelenggaraan ajang olahraga tersebut pada 2027.

Sebelumnya, Tanjung Jabung Barat memang telah dipersiapkan sebagai lokasi utama Porprov Jambi 2026.

Pada tahap persiapan 2025, KONI Jambi menyebut sejumlah venue juga direncanakan berada di wilayah lain karena beberapa cabang olahraga membutuhkan lokasi pertandingan berbeda.

Namun, ada laporan terbaru yang menyebut keputusan final mengenai tuan rumah 2027 masih menjadi kewenangan KONI Provinsi Jambi.

Karena itu, status Tanjabbar sebagai tuan rumah perlu dibaca sesuai keputusan Rakerprov dan perkembangan penetapan teknis selanjutnya.

Setelah jadwal digeser, perhatian berikutnya diarahkan pada kesiapan pembiayaan kontingen.

Kabid Humas dan Pusdatin KONI Jambi, Raflis S.E., mengatakan Gubernur Jambi telah menerbitkan surat tertanggal 21 September 2026 kepada seluruh bupati dan wali kota di Provinsi Jambi.

Surat bernomor B-800/365/DISPORA/IX/2026 tersebut berkaitan dengan alokasi anggaran Porprov XXIV.

Pemerintah kabupaten dan kota diminta mempersiapkan anggaran partisipasi kontingen melalui APBD 2027.

Anggaran tersebut dapat ditempatkan melalui hibah KONI kabupaten/kota ataupun program pada Dinas Pemuda dan Olahraga masing-masing daerah.

“Melalui surat bernomor B-800/365/DISPORA/IX/2026 perihal Alokasi Anggaran PORPROV XXIV/2026, Gubernur Jambi menyampaikan bahwa penyesuaian jadwal ini dilakukan dalam rangka mendukung pembangunan olahraga daerah serta pembuktian prestasi atlet,” kata Raflis.

Dengan perubahan jadwal tersebut, pemerintah kabupaten/kota memiliki waktu lebih panjang untuk menyiapkan kebutuhan kontingen, termasuk pembiayaan atlet dan persiapan keikutsertaan pada ajang multi-event tingkat provinsi tersebut.

Penundaan Porprov tidak hanya mengubah kalender pertandingan. Kesiapan anggaran menjadi persoalan penting karena Porprov melibatkan kontingen dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman sebelumnya menjelaskan bahwa apabila hanya sebagian daerah yang mampu menganggarkan keikutsertaan, penyelenggaraan Porprov tidak akan mencerminkan keterlibatan seluruh kabupaten/kota.

Karena itu, pemerintah daerah kini diminta memasukkan kebutuhan partisipasi kontingen dalam penyusunan APBD 2027.

Bagi KONI Jambi, penyesuaian ini sekaligus menjadi waktu tambahan untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan mematangkan penyelenggaraan.

Sementara itu, agenda Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) 2026 tetap menjadi bagian dari persiapan pembinaan atlet.

Pembiayaan Pelatda disebut akan disesuaikan melalui pengalihan alokasi anggaran dari agenda PON Bela Diri Sulawesi Utara yang juga mengalami penundaan hingga 2027.

Dengan demikian, meski Porprov Jambi XXIV tidak digelar pada 2026, aktivitas pembinaan dan persiapan atlet tetap diarahkan berjalan.

Perubahan jadwal Porprov kini menempatkan 2027 sebagai target penyelenggaraan.

Sementara itu, pemerintah kabupaten/kota harus menyiapkan dukungan anggaran dan KONI Provinsi Jambi melanjutkan koordinasi untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan.(*)




Kampung Bahagia Jadi Contoh, Maulana: Pembangunan Tak Bisa Berjalan Tanpa Partisipasi Masyarakat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri ketika kebutuhan pembangunan semakin kompleks.

Keterlibatan warga sejak menentukan kebutuhan hingga mengawal hasil pembangunan menjadi salah satu pendekatan yang dibawa Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., saat berbagi pengalaman dengan para anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kota Sungai Penuh.

Dalam Seminar/Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Fungsi dan Tugas BPD dalam Pengawasan Pembangunan dan Pengelolaan Dana Desa Kota Sungai Penuh”, Maulana memaparkan pengalaman Pemerintah Kota Jambi menjalankan Program Kampung Bahagia.

Kegiatan yang digelar Lembaga Pelatihan Indonesia (LAPIN) tersebut berlangsung 23–26 September 2026 di Grand Hotel Jambi.

Maulana menjadi pemateri sekaligus menutup rangkaian kegiatan pada Jumat 25 September 2026.

Di hadapan peserta, Maulana menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sangat dipengaruhi kemampuan pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut menentukan dan menjalankan pembangunan.

“Pembangunan tidak bisa berjalan kalau tidak ada partisipasi masyarakat. Pemerintah membutuhkan masyarakat, dan masyarakat juga membutuhkan pemerintah untuk bersama-sama membangun daerah,” ujar Maulana.

Salah satu contoh yang dibagikan Maulana adalah Kampung Bahagia, program pembangunan berbasis kewilayahan yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pembangunan.

Program tersebut mendorong warga terlibat mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pemanfaatan hasil pembangunan.

Dalam pelaksanaannya, kebutuhan setiap lingkungan menjadi pertimbangan karena kondisi dan persoalan di masing-masing wilayah tidak selalu sama.

Menurut Maulana, pendekatan pembangunan juga tidak bisa diseragamkan antarwilayah.

Karakter masyarakat, kondisi geografis, jumlah penduduk dan kebutuhan lokal perlu menjadi dasar ketika sebuah program hendak diterapkan di daerah lain.

Kampung Bahagia sendiri diarahkan menjangkau lingkungan RT di Kota Jambi dengan mengedepankan pemberdayaan, kolaborasi dan gotong royong.

Pemkot Jambi sebelumnya menyebut pelaksanaan tahap pertama 2026 telah direalisasikan di 797 RT, sementara seluruh RT di Kota Jambi menjadi sasaran program sepanjang 2026.

Pengalaman itu yang kemudian dibagikan kepada para BPD dan perangkat desa dari Sungai Penuh.

“Kalau disentuh dengan pendekatan yang tepat, masyarakat bisa menjadi agen partisipasi yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih hidup dan dapat digerakkan,” ungkap Maulana.

Menurut Maulana, membangun partisipasi tidak cukup hanya dengan membuat program.

Pemerintah juga perlu mengetahui siapa saja tokoh yang memiliki pengaruh dan dapat menggerakkan warga di tingkat lingkungan.

Karena itu, ia mendorong keterlibatan tokoh pemuda, perempuan, adat, tokoh masyarakat hingga ketua RT.

“Banyak diskusi tadi mengenai bagaimana cara memulainya. Tentu dengan menggerakkan tokoh kunci, keterwakilan pemuda, ibu-ibu, tokoh adat dan RT,” jelasnya.

Pengalaman di Kota Jambi menunjukkan bahwa ketika warga diberi ruang dan kepercayaan, kontribusi masyarakat dapat berkembang menjadi bagian dari pembangunan.

Pemkot Jambi sebelumnya juga mencatat adanya kontribusi swadaya masyarakat dalam pelaksanaan Kampung Bahagia di sejumlah RT.

Dalam konteks peserta Bimtek, Maulana juga menyoroti posisi BPD sebagai representasi masyarakat di tingkat desa.

Menurutnya, pemahaman terhadap kebutuhan warga menjadi penting agar fungsi pengawasan pembangunan dan pengelolaan dana desa tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi juga melihat apakah program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Diskusi dalam kegiatan tersebut mencakup berbagai persoalan pembangunan, mulai dari pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi, pengelolaan sampah, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga pengembangan pariwisata.

“Bimtek ini memberikan manfaat besar karena para ketua dan anggota BPD mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif sebagai salah satu penggerak pembangunan di tingkat desa,” ujarnya.

Selain membahas partisipasi masyarakat, Maulana memaparkan kondisi Kota Jambi sebagai wilayah perkotaan dengan kebutuhan pelayanan yang beragam.

Kebutuhan dasar seperti pangan, air dan lingkungan harus berjalan beriringan dengan agenda penguatan ekonomi, pengurangan kemiskinan dan pengangguran, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Maulana menyebut, pertumbuhan ekonomi Kota Jambi mencapai 5,44 persen pada triwulan I 2026.

Angka tersebut juga tercantum dalam informasi yang dipublikasikan Pemerintah Kota Jambi terkait perkembangan ekonomi daerah.

Namun, pertumbuhan ekonomi menurut Maulana perlu diterjemahkan menjadi manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi harus terus kita dorong sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Maulana menutup paparannya dengan menekankan pentingnya membangun pola hubungan yang saling melengkapi antara pemerintah dan masyarakat.

Bagi Kota Jambi, pendekatan tersebut diterapkan melalui Kampung Bahagia dengan pembangunan berbasis lingkungan dan keterlibatan masyarakat.

Program itu sebelumnya juga mencakup berbagai kebutuhan di tingkat RT, termasuk infrastruktur lingkungan dan fasilitas publik.

“Pembangunan bukan hanya pekerjaan pemerintah. Pembangunan adalah pekerjaan kita bersama. Yang terpenting, semangat kebersamaan, gotong royong dan partisipasi masyarakat tetap hidup,” pungkas Maulana.

Melalui forum tersebut, pengalaman Kota Jambi terkait pembangunan berbasis masyarakat menjadi bahan pembelajaran bagi para BPD dan perangkat desa Kota Sungai Penuh.

Namun, Maulana menekankan bahwa penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan karakter, kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah.(*)




Anggaran Terbatas, Warga Desa Baru Muaro Jambi Patungan Beli Material dan Sewa Grader

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketika pembangunan infrastruktur terbentur keterbatasan anggaran, warga Desa Baru, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, memilih tidak tinggal diam.

Masyarakat secara swadaya mengumpulkan dana untuk memperbaiki akses jalan yang selama ini digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Warga patungan membeli material dan menyewa alat grader untuk meratakan sekaligus memperbaiki kondisi jalan.

Perbaikan dilakukan menggunakan timbunan sirtu, sehingga akses jalan dapat kembali digunakan dengan lebih baik meski belum menjadi jalan permanen.

Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Sartono.

Menurutnya, langkah warga menunjukkan adanya kepedulian sekaligus rasa memiliki terhadap pembangunan di lingkungan mereka.

“Di tengah keterbatasan anggaran, ketika banyak masyarakat masih menunggu bantuan pemerintah, warga Desa Baru justru memilih untuk bergerak. Mereka memperbaiki jalan secara mandiri, membeli material dengan uang patungan dan menyewa alat grader. Ini luar biasa,” ujar Sartono.

Sartono menilai nilai utama dari perbaikan tersebut bukan hanya terletak pada material yang digunakan, tetapi pada inisiatif masyarakat untuk menyelesaikan persoalan akses di lingkungan mereka.

Jalan yang diperbaiki saat ini memang belum menggunakan konstruksi permanen seperti cor beton.

Namun, warga telah berupaya memperbaiki kondisi jalan dengan material sirtu agar akses tetap dapat dimanfaatkan.

“Jalan yang kita pijak hari ini mungkin belum dicor dan masih berupa timbunan sirtu. Tetapi nilainya jauh lebih mahal karena dibangun dengan semangat gotong royong, keikhlasan dan rasa memiliki,” kata Sartono.

Menurutnya, pola gotong royong tersebut dapat menjadi contoh bagi desa lain, terutama ketika pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran pembangunan.

Namun, swadaya masyarakat dinilai tidak seharusnya menjadi pengganti kewajiban pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang layak.

Selain memberikan apresiasi, Sartono menyatakan akan membawa kondisi jalan Desa Baru ke DPRD Kabupaten Muaro Jambi.

Ia berkomitmen menyampaikan aspirasi tersebut dalam rapat paripurna dan mengawal agar kebutuhan pembangunan jalan permanen mendapat perhatian pemerintah daerah.

“Insyaallah, perjuangan mandiri warga ini akan saya sampaikan di paripurna. Saya akan kawal agar tahun depan Desa Baru mendapat prioritas pembangunan jalan permanen dari Dinas PUPR,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi harapan lanjutan bagi masyarakat. Sebab, perbaikan menggunakan sirtu dinilai baru menjadi solusi sementara, sementara kebutuhan warga adalah akses jalan yang memiliki konstruksi lebih permanen dan mampu digunakan dalam jangka panjang.

Sartono mengatakan pembangunan infrastruktur idealnya tidak hanya bertumpu pada pemerintah.

Partisipasi masyarakat juga diperlukan, terutama dalam mengidentifikasi persoalan dan menjaga hasil pembangunan.

Namun, menurutnya, inisiatif warga perlu diikuti dukungan pemerintah agar persoalan infrastruktur dapat diselesaikan secara lebih menyeluruh.

“Swadaya warga ditambah dukungan pemerintah, itu rumus pembangunan yang ideal. Masyarakat sudah menunjukkan kepeduliannya, selanjutnya pemerintah harus hadir memberikan dukungan agar jalan ini nantinya dapat ditingkatkan menjadi jalan permanen,” pungkasnya.

Perbaikan jalan secara swadaya di Desa Baru menunjukkan bagaimana masyarakat mengambil peran ketika kebutuhan akses dinilai mendesak.

Kini, setelah warga mengeluarkan biaya dan tenaga untuk memperbaiki jalan sementara, perhatian berikutnya tertuju pada tindak lanjut pemerintah daerah untuk mewujudkan akses jalan permanen.(*)




Tak Sekadar Touring, Bikers Honda Jambi Dibekali Manajemen Rombongan hingga Basic Life Support

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Perjalanan menuju Honda Bikers Day (HBD) 2026 tak hanya membutuhkan kesiapan sepeda motor, tetapi juga kemampuan bikers mengantisipasi risiko selama perjalanan.

Hal itu menjadi perhatian PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) yang membekali komunitas Honda di Jambi dengan materi keselamatan berkendara dan pertolongan pertama sebelum melakukan touring.

Kegiatan bertajuk “Gas ke Honda Bikers Day 2026” digelar di The Lawn Umami, Kota Jambi, Minggu 20 September 2026.

Puluhan anggota Honda PCX Club Indonesia (HPCI) Chapter Jambi mengikuti pembekalan tersebut sebelum berangkat bersama menuju gelaran HBD 2026.

Pembekalan difokuskan pada sejumlah situasi yang mungkin dihadapi ketika menempuh perjalanan jauh dalam rombongan, termasuk pengaturan kelompok berkendara dan penanganan kondisi darurat.

Assistant Manager Marketing Communication Sinsen, Frank Setia, mengatakan persiapan menjadi bagian penting sebelum komunitas melakukan perjalanan dengan jarak tempuh panjang.

“Kami percaya bahwa persiapan yang matang sangat penting sebelum melakukan perjalanan jauh. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan tim Safety Riding Sinsen dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jambi untuk memberikan edukasi mengenai manajemen berkendara kelompok serta pengetahuan dasar pertolongan pertama bagi para bikers komunitas motor Honda Jambi yang akan touring ke gelaran HBD tahun ini,” ujar Frank.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan Safety Riding Brief dan materi mengenai manajemen berkendara kelompok.

Materi tersebut mencakup pentingnya menjaga jarak aman antarkendaraan, mengikuti arahan road captain, memperhatikan kondisi anggota rombongan, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

Pembekalan ini menjadi penting karena perjalanan dalam kelompok memiliki tantangan tersendiri.

Selain harus memperhatikan kondisi jalan dan lalu lintas, setiap anggota rombongan juga dituntut mampu menjaga ritme perjalanan agar tetap terkoordinasi.

Sinsen juga menghadirkan materi Basic Life Support Training serta pengetahuan dasar pertolongan pertama pada kecelakaan dengan melibatkan PMI Kota Jambi.

Dengan materi tersebut, peserta tidak hanya dipersiapkan sebagai pengendara yang lebih aman, tetapi juga memiliki pengetahuan dasar ketika menghadapi kondisi darurat selama perjalanan.

Kolaborasi dengan PMI menjadi salah satu bagian dalam kegiatan tersebut.

Peserta mendapatkan pembekalan mengenai tindakan awal yang dapat dilakukan ketika terjadi kondisi darurat sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Frank mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Sinsen terhadap komunitas Honda yang akan mengikuti rangkaian HBD Regional maupun Nasional 2026.

“Tak hanya sebagai pembekalan, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan Sinsen kepada komunitas motor Honda Jambi untuk menyukseskan HBD Regional dan Nasional 2026. Kami ingin memastikan para bikers siap dan memahami pentingnya keselamatan, baik selama perjalanan maupun saat mengikuti seluruh rangkaian HBD,” tambahnya.

Honda Bikers Day selama ini menjadi salah satu agenda yang mempertemukan komunitas dan pengguna sepeda motor Honda dari berbagai daerah.

Selain menjadi ruang berkumpul, kegiatan tersebut juga membawa semangat persaudaraan dan solidaritas antarbikers.

Bagi komunitas Honda Jambi, perjalanan menuju HBD menjadi bagian dari pengalaman tersebut.

Namun, semangat kebersamaan perlu diimbangi dengan kesiapan berkendara, terutama ketika perjalanan dilakukan dalam jarak jauh dan secara berkelompok.

Melalui kegiatan “Gas ke Honda Bikers Day 2026”, Sinsen mendorong para bikers Jambi agar menjadikan keselamatan sebagai bagian dari perjalanan, bukan sekadar persiapan sebelum berangkat.

Dengan bekal safety riding, manajemen rombongan, dan pengetahuan dasar pertolongan pertama, para bikers HPCI Chapter Jambi dipersiapkan untuk menempuh perjalanan menuju HBD 2026 dengan semangat persaudaraan sekaligus tetap mengedepankan prinsip #Cari_Aman.(*)




JNE Berangkatkan 1.200 Karyawan dan Keluarga untuk Umrah, Bentuk Apresiasi Masa Kerja 12 Tahun

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Sebanyak lebih dari 1.200 karyawan JNE bersama keluarga mendapat kesempatan menunaikan ibadah umrah melalui program apresiasi perusahaan.

Para Ksatria dan Srikandi JNE tersebut diberangkatkan secara bertahap dalam 20 kloter mulai 16 September hingga 16 Desember 2026.

Program ini ditujukan sebagai bentuk apresiasi kepada karyawan yang telah mengabdi selama lebih dari 12 tahun. Peserta berasal dari kantor pusat maupun berbagai cabang JNE di Indonesia.

Pelepasan kloter pertama berlangsung di Anara Hotel, Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu 16 September 2026.

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, hadir langsung dalam acara tersebut.

Feriadi mengatakan program umrah tersebut merupakan bagian dari tradisi perusahaan dalam memberikan apresiasi terhadap loyalitas karyawan.

“Program ini adalah wujud nyata pengamalan nilai-nilai luhur yang ditanamkan oleh almarhum pendiri JNE, H. Soeprapto Soeparno. Memberikan kesempatan bagi Ksatria dan Srikandi JNE untuk beribadah ke Tanah Suci adalah tradisi apresiasi atas loyalitas tanpa batas yang mereka berikan kepada perusahaan,” ujarnya.

JNE tidak menempatkan program tersebut hanya sebagai bentuk penghargaan atas masa kerja. Perusahaan juga menjadikannya bagian dari pembinaan spiritual bagi karyawan.

Human Capital Development Division Head JNE, Fikri Al Haq Fachryana, mengatakan perjalanan umrah diharapkan dapat memberikan ruang bagi peserta untuk memperkuat pemaknaan terhadap kehidupan, pekerjaan, dan tanggung jawab sosial.

“Program Umrah dan Perjalanan Spiritual ini bukan sekadar reward atau bentuk apresiasi, Umrah sebagai kurikulum terbaik dari Allah adalah instrumen pembinaan internal,” kata Fikri.

Menurut Fikri, peserta diharapkan membawa nilai-nilai yang diperoleh selama perjalanan spiritual tersebut ke lingkungan keluarga, masyarakat, dan tempat kerja.

Nilai tersebut kemudian diharapkan tercermin dalam pelaksanaan pekerjaan, termasuk melalui prinsip kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab dan sikap visioner yang menjadi bagian dari nilai inti JNE.

Program umrah tahun ini melibatkan karyawan dari berbagai wilayah Indonesia. Peserta antara lain berasal dari Bogor, Bandung, Tarakan, Semarang, Balikpapan, Bandar Lampung, Pontianak dan Yogyakarta.

Selama berada di Tanah Suci, peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan pendampingan Ustadz Jajang Al-Hajj.

Selain karyawan, sejumlah penerima penghargaan dari program JNE juga memperoleh kesempatan untuk berangkat umrah.

Salah satunya Idris Prasetyawan, pemenang Best of The Best kategori Foto Jurnalis Media dalam JNE Content Competition 2026. Jurnalis asal Makassar tersebut dijadwalkan berangkat pada awal Desember 2026.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada JNE. Bisa berkunjung ke Baitullah adalah impian terbesar saya yang akhirnya diijabah Allah SWT melalui perantara JNE,” kata Idris.

Kesempatan serupa diterima Utomo Priyambodo, pemenang Best of The Best kategori Writing Jurnalis Media asal Depok.

“Kesempatan menunaikan ibadah Umrah dari JNE adalah anugerah luar biasa yang memberikan pengalaman spiritual mendalam,” ujarnya.

Program apresiasi juga menyentuh pelanggan. Golbi Tranado, anggota JNE Loyalty Card (JLC) dengan transaksi tertinggi sekaligus pemenang JLC Race 2025, turut mendapatkan kesempatan umrah.

Bagi sebagian peserta, program tersebut menjadi pengalaman yang berkaitan langsung dengan perjalanan panjang mereka di JNE.

Dasef Kurniawan, kurir JNE Jakarta Inbound Departemen yang telah bekerja lebih dari 12 tahun, menjadi salah satu peserta kloter pertama.

Ia mengaku tidak menyangka masa pengabdiannya selama lebih dari satu dekade berujung pada kesempatan menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

“Saya merasa ini adalah undangan langsung dari Allah SWT yang hadir melalui JNE. Mengabdi lebih dari 12 tahun di perusahaan ini mengajarkan saya arti loyalitas, dan hari ini saya merasakan balasan terindah yang pernah ada,” tutur Dasef.

Menurutnya, perhatian perusahaan terhadap aspek kesejahteraan spiritual karyawan menjadi pengalaman tersendiri setelah bertahun-tahun bekerja.

Program umrah tersebut dilaksanakan bertepatan dengan momentum ulang tahun JNE ke-36 yang mengusung tema “Melesat Hebat”.

Feriadi berharap perjalanan spiritual tersebut tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi para peserta, tetapi juga membawa semangat baru ketika mereka kembali bekerja.

“Umrah adalah momentum menapaki jejak Rasulullah SAW dalam menyebarkan kebaikan. Kami berharap sekembalinya dari Tanah Suci, para karyawan membawa energi dan semangat baru untuk terus memberikan pelayanan prima,” kata Feriadi.

Pemberangkatan akan terus berlangsung secara bertahap hingga 16 Desember 2026 dengan total 20 kloter.(*)




Tak Perlu ke Kantor, Si Mayang Permudah Pengaduan dan Bayar Tagihan Pelanggan Tirta Mayang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Urusan layanan pelanggan Perumda Tirta Mayang kini semakin diarahkan ke kanal digital.

Melalui aplikasi Si Mayang, pelanggan dapat mengakses sejumlah layanan tanpa harus datang langsung ke kantor, mulai dari menyampaikan pengaduan hingga mengecek dan membayar tagihan rekening.

Pengembangan aplikasi tersebut menjadi bagian dari upaya Perumda Tirta Mayang memperluas akses pelayanan sekaligus menyesuaikan layanan perusahaan daerah air minum itu dengan kebutuhan pelanggan yang semakin mengandalkan perangkat digital.

Tak hanya untuk pengaduan, Si Mayang juga menyediakan layanan pendaftaran sambungan baru serta informasi terkait rekening pelanggan.

Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Tirta Mayang, Andri Susanto, S.Kom., mengatakan pengembangan aplikasi tidak semata-mata mengejar penambahan fitur.

Menurut dia, aspek yang menjadi perhatian adalah seberapa besar layanan digital tersebut memberikan manfaat dan kemudahan bagi pelanggan.

“Aplikasi Si Mayang harus terus tumbuh bukan hanya dari sisi teknologi, tetapi juga manfaat yang dirasakan pelanggan. Setiap masukan dan kebutuhan pelanggan menjadi bagian evaluasi dari proses pengembangan aplikasi,” ujar Andri, Jumat 25 September 2026.

Salah satu fungsi penting Si Mayang adalah kanal pengaduan pelanggan.

Laporan yang disampaikan melalui aplikasi akan diterima oleh unit keluhan pelanggan.

Selanjutnya, laporan tersebut dikoordinasikan dengan petugas di lapangan untuk ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

Dengan pola tersebut, aplikasi tidak hanya menjadi tempat pelanggan mengirim laporan, tetapi terhubung dengan proses penanganan pengaduan di internal Perumda Tirta Mayang.

Digitalisasi layanan ini juga memungkinkan pelanggan menyampaikan keluhan tanpa perlu datang langsung ke kantor pelayanan.

Perumda Tirta Mayang menyebut pengembangan Si Mayang akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan masukan pelanggan serta perkembangan teknologi.

Penyempurnaan diarahkan pada fitur maupun kemudahan penggunaan agar akses layanan dapat semakin sederhana dan responsif.

Bagi pelanggan yang ingin menggunakan layanan tersebut, aplikasi Si Mayang dapat dicari melalui Play Store maupun App Store dengan memasukkan kata kunci “Si Mayang”.

Perumda Tirta Mayang menilai pengembangan kanal digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan akses pelayanan.

Ke depan, fitur dan fungsi aplikasi akan terus disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Dengan demikian, layanan seperti pengaduan, pendaftaran sambungan baru, informasi rekening, hingga pembayaran tagihan dapat semakin mudah diakses melalui perangkat digital.(*)




Pasar Kerja Makin Ketat, XLSMART Targetkan 1.000 Talenta Muda Terserap Kerja pada 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID  — Program pengembangan talenta muda mulai diarahkan lebih jauh dari sekadar pelatihan dan sertifikasi.

Melalui XLSMART Future Ready, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mencatat sebanyak 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra hingga September 2026.

Angka tersebut menjadi bagian dari target yang lebih besar. XLSMART membidik sedikitnya 1.000 talenta muda memperoleh pekerjaan hingga akhir 2026 melalui ekosistem Future Ready.

Target itu dikejar di tengah kondisi pasar kerja yang semakin kompetitif, ketika penguasaan keterampilan perlu diikuti kesiapan memasuki dunia kerja serta akses terhadap peluang rekrutmen.

Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART, Reza Z. Mirza, mengatakan keberhasilan program tidak semata-mata dilihat dari jumlah peserta pelatihan maupun sertifikasi yang diperoleh.

“Di tengah pasar kerja yang semakin kompetitif, pelatihan saja tidak cukup. Bagi kami, keberhasilan Future Ready tidak hanya diukur dari berapa banyak anak muda yang mengikuti pelatihan atau memperoleh sertifikasi, tetapi seberapa jauh kompetensi tersebut dapat membawa mereka menuju pekerjaan.”

Menurut Reza, hingga September terdapat 850 talenta muda yang telah direkrut melalui program tersebut oleh XLSMART maupun perusahaan mitra.

Jumlah itu ditargetkan meningkat menjadi 1.000 orang pada penghujung 2026.

Di sisi pengembangan kompetensi, Future Ready telah diikuti lebih dari 5.700 peserta hingga September 2026.

Program tersebut menggunakan pendekatan Skill Ready – Career Ready – Future Ready, yang mengintegrasikan peningkatan keterampilan, sertifikasi, persiapan karier, hingga akses terhadap proses rekrutmen.

Selain program pelatihan, platform pembelajaran digital XLSMART Future Ready juga telah diakses lebih dari 50 ribu pengguna.

Materi pengembangan kompetensi mencakup bidang yang berkaitan dengan kebutuhan industri, antara lain Digital & IT, Data & AI, Telecom Engineering, Sales & Commercial, serta Finance & Business.

Peserta juga dibekali keterampilan pendukung seperti komunikasi, negosiasi, kesiapan karier, dan kemampuan profesional.

Dengan skema tersebut, Future Ready diarahkan untuk memperpendek jarak antara keterampilan yang dimiliki peserta dengan kebutuhan dunia kerja.

XLSMART juga memperluas jangkauan program melalui Future Ready Goes to Campus yang berlangsung mulai September hingga akhir 2026.

Kegiatan tersebut menyasar 10 kampus dan ditargetkan menjangkau ribuan peserta. Sasaran program tidak hanya mahasiswa, tetapi juga fresh graduate, pencari kerja, lulusan SMA dan SMK, serta peserta dari jaringan BINALAVOTAS Kementerian Ketenagakerjaan.

Peserta mendapatkan pembekalan terkait keterampilan dan kesiapan kerja sekaligus diperkenalkan dengan kebutuhan industri serta ekosistem rekrutmen yang dibangun XLSMART bersama perusahaan mitra.

Perluasan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi serta jaringan peserta pembinaan pelatihan vokasi dan produktivitas BINALAVOTAS.

XLSMART juga menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan, komunitas dan mitra lainnya, di antaranya Universitas Pakuan, Forum Women in Business Universitas Indonesia, Eka Tjipta Foundation, sekolah menengah, komunitas lokal, perusahaan, serta mitra industri.

Selain jalur pengembangan karier, Future Ready memperkuat kompetensi teknologi melalui rangkaian Workshop Internet of Things (IoT).

Program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 1.000 peserta dan dirancang memberikan pengalaman praktis sekaligus meningkatkan literasi digital yang relevan dengan kebutuhan industri.

Workshop perdana digelar di SMK Ananda Bekasi pada 29 Agustus 2026 dengan melibatkan 180 peserta.

Enam agenda lanjutan dijadwalkan berlangsung di SMKN 3 Tangerang, SMK Strada Jakarta, SMK Ananda Deltamas Cikarang, SMK Pustek Tangerang Selatan, serta dua sesi di BBPVP Bekasi.

Total rangkaian tersebut mencakup tujuh lokasi atau sesi, dengan satu kegiatan telah terlaksana dan enam agenda berikutnya masih menjadi bagian dari rangkaian program.

Capaian 850 talenta yang telah direkrut menjadi indikator bahwa Future Ready tidak hanya ditempatkan sebagai program peningkatan keterampilan.

XLSMART mengembangkan program tersebut sebagai ekosistem yang menghubungkan pelatihan, sertifikasi, kesiapan karier, kebutuhan industri, dan proses rekrutmen.

“Karena itu Future Ready kami bangun sebagai sebuah ekosistem. Kami membantu peserta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja, sekaligus menghubungkan mereka dengan proses rekrutmen XLSMART dan berbagai perusahaan mitra,” kata Reza.

Hingga akhir 2026, fokus berikutnya adalah mengejar tambahan talenta agar jumlah peserta yang memperoleh pekerjaan melalui ekosistem Future Ready mencapai sedikitnya 1.000 orang.

Informasi mengenai program dan materi pembelajaran XLSMART Future Ready tersedia melalui platform resmi program tersebut.()*