Kompeten Bukan untuk Dipamerkan

Oleh: Rizal Zebua

Uji Kompetensi Wartawan (UKW) baru saja selesai. Dua hari bukan waktu yang terlalu panjang, tetapi cukup untuk melihat banyak hal.

Bukan hanya soal siapa yang akhirnya dinyatakan kompeten dan siapa yang belum, tetapi juga bagaimana seorang wartawan mempersiapkan dirinya menghadapi sebuah proses yang memang tidak bisa dianggap sederhana.

Di ruang ujian, barangkali terlihat jelas mana yang sudah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari dan mana yang baru benar-benar mematangkan persiapan ketika waktu ujian semakin dekat.

Ada yang datang dengan tenang, ada pula yang terlihat masih sibuk membuka catatan, berdiskusi, bahkan mengingat kembali hal-hal yang sebenarnya sudah menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari.

Namun, di situlah menariknya UKW.

Ujian ini bukan sekadar tentang menjawab soal atau menyelesaikan tugas yang diberikan penguji.

Ada proses untuk melihat bagaimana seorang wartawan berpikir, bekerja, mengambil keputusan dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya.

Sebab menjadi wartawan pada akhirnya bukan hanya soal bisa menulis berita.

Bisa menulis tentu penting. Tetapi wartawan juga harus tahu apa yang layak diberitakan, mengapa sesuatu penting untuk diketahui publik, bagaimana memperoleh informasi yang benar, bagaimana melakukan verifikasi, sampai bagaimana sebuah berita disajikan tanpa kehilangan konteks.

Karena itu, menurut saya, UKW sebenarnya bukan panggung untuk memamerkan siapa yang paling hebat.

Bukan pula tempat untuk memamerkan nilai. Bahkan, predikat kompeten sekalipun bukan sesuatu yang selayaknya dibawa seperti sebuah trofi untuk menunjukkan bahwa dirinya lebih baik dari wartawan lain.

Predikat kompeten justru membawa beban yang lebih besar.

Ketua Tim Penguji UKW PWI Pusat, Nurcholis, menyampaikan hal yang menurut saya penting untuk direnungkan.

Ia mengatakan, UKW tidak hanya menguji kemampuan teknis wartawan, tetapi juga melihat beberapa aspek yang menjadi bagian penting dari kompetensi seorang jurnalis, yakni skill, knowledge, awareness, dan leadership.

Skill berbicara tentang kemampuan teknis. Menulis, mengolah informasi dan memahami tugas jurnalistik.

Sementara knowledge berkaitan dengan pengetahuan jurnalistik serta wawasan yang dibutuhkan sesuai dengan pekerjaan.

Dua hal itu mungkin relatif mudah terlihat dalam sebuah ujian.

Tetapi ada awareness. Ini yang menurut saya justru menjadi bagian penting dalam pekerjaan sehari-hari seorang wartawan.

Kepekaan melihat sebuah peristiwa. Kemampuan menangkap mana yang memiliki nilai berita dan mana yang tidak.

“Tujuannya adalah melatih sense of news kita, supaya berita kita punya news value,” kata Nurcholis.

Wartawan memang tidak cukup hanya menjadi orang yang datang ke lokasi, mencatat, kemudian menulis.

Ada kemampuan membaca keadaan. Ada kepekaan melihat persoalan di balik sebuah peristiwa.

Ada keberanian bertanya ketika informasi yang diterima belum jelas. Dan ada kehati-hatian ketika berhadapan dengan informasi yang belum terverifikasi.

Di tengah banjir informasi seperti sekarang, kemampuan itu menjadi semakin penting.

Setiap hari masyarakat berhadapan dengan begitu banyak informasi. Sebagian benar, sebagian keliru.

Ada misinformasi yang muncul karena ketidaktahuan, ada pula disinformasi yang sengaja dibuat untuk menyesatkan. Semuanya bisa bergerak begitu cepat melalui media sosial dan berbagai platform digital.

Di tengah kondisi seperti itu, wartawan seharusnya menjadi salah satu pihak yang membantu publik memilah informasi, bukan justru ikut memperkeruh keadaan.

Di sinilah predikat kompeten menemukan maknanya.

Kompeten bukan berarti tidak pernah salah. Kompeten juga bukan berarti seorang wartawan kemudian berada pada posisi yang lebih tinggi daripada orang lain.

Kompeten berarti memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk menjalankan pekerjaan sesuai standar profesi, sekaligus terus belajar ketika menghadapi persoalan baru.

Nurcholis juga mengingatkan soal leadership. Wartawan dituntut mampu berkoordinasi dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan.

Hal ini kadang luput dibicarakan. Padahal pekerjaan jurnalistik tidak selalu berdiri sendiri. Ada koordinasi, ada komunikasi, ada tanggung jawab terhadap informasi yang dipublikasikan.

Ketika sebuah berita sudah tayang, yang dipertaruhkan bukan hanya nama penulisnya, tetapi juga kredibilitas media dan kepercayaan publik.

Karena itu saya kira, selesai UKW bukan berarti selesai pula proses belajar.

Justru sebaliknya.

Ujian hanya berlangsung dua hari. Sementara pembuktian kompetensi berlangsung setiap hari, selama wartawan masih menjalankan profesinya.

Apa yang dilakukan ketika mendapat informasi yang belum jelas? Apa yang dilakukan ketika narasumber hanya memberikan informasi dari satu sisi? Apakah masih mau melakukan verifikasi ketika berita dituntut cepat? Apakah tetap berpegang pada fakta ketika ada tekanan untuk membuat berita sesuai kepentingan tertentu?

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu tidak ada di ruang ujian. Tetapi jawabannya akan terlihat di lapangan.

“Ujian ini adalah sebagai awal, bukan akhir, pembuktiannya adalah di lapangan,” ujar Nurcholis.

Kalimat tersebut mungkin sederhana, tetapi justru di situlah inti dari UKW.

Sebab setelah sertifikat diterima dan predikat kompeten disandang, tidak ada lagi penguji yang duduk di depan meja untuk menilai setiap pekerjaan.

Tidak ada lagi lembar penilaian yang harus diselesaikan. Yang tersisa adalah tanggung jawab pribadi seorang wartawan terhadap profesinya dan terhadap publik.

Maka, rasanya kurang tepat jika setelah UKW seseorang sibuk menunjukkan bahwa dirinya sudah kompeten.

Yang lebih penting adalah menunjukkan kompetensi itu melalui karya.

Melalui berita yang tidak asal cepat. Melalui informasi yang terverifikasi. Melalui keberanian menjaga independensi. Melalui kemampuan memahami persoalan secara utuh. Dan melalui kesediaan mengakui serta memperbaiki kesalahan ketika memang terjadi.

Sebab marwah profesi wartawan tidak dijaga oleh selembar sertifikat.

Ia dijaga oleh pekerjaan yang dilakukan setiap hari.

UKW boleh selesai. Nilai boleh diumumkan. Predikat kompeten boleh disandang. Tetapi ujian yang sesungguhnya baru dimulai setelah semua itu selesai.

Dan ujian tersebut bernama: lapangan.(*)

Penulis adalah jurnalis aktif di Provinsi Jambi




Ngeri! Istri Temukan Suami Tak Bernyawa di Kamar Mandi, Warga Sumur Anyir Geger

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID — Suasana di Desa Sumur Anyir, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh, mendadak geger pada Minggu sore 13 September 2026.

Seorang pria berinisial A (24) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kamar mandi rumahnya sekitar pukul 16.30 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya sendiri. Temuan tersebut kemudian membuat keluarga panik dan warga sekitar berdatangan ke lokasi.

Warga bersama pihak keluarga selanjutnya melakukan evakuasi terhadap korban dari dalam kamar mandi.

Untuk memastikan kondisi korban sekaligus mendapatkan pemeriksaan medis, A kemudian dibawa ke RSU Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh.

Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian diterima aparat kepolisian.

Personel Polres Kerinci langsung melakukan pengecekan, baik ke rumah sakit maupun ke lokasi kejadian.

Kedatangan polisi dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan mendata kondisi di lokasi serta menggali kronologi sebelum korban ditemukan.

Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Ritonga, membenarkan adanya penemuan seorang pria yang telah meninggal dunia di Desa Sumur Anyir.

Menurutnya, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Hingga saat ini, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab meninggalnya A.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dan informasi terkait peristiwa tersebut.

Penyelidikan dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kejadian sebelum korban ditemukan tak bernyawa di kamar mandi rumahnya.(*)




Pinjam Rp50 Juta Janji Dua Bulan, Tak Kunjung Dibayar! Warga Laporkan Dugaan Penipuan ke Polres Kerinci

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID — Persoalan pinjaman uang sebesar Rp50 juta berujung laporan dugaan tindak pidana penipuan ke Polres Kerinci.

Kasus tersebut kini telah masuk tahap penyelidikan setelah kepolisian menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan pada 7 September 2026.

Perkara ini bermula dari dua transaksi pinjaman yang menurut pelapor merupakan kesepakatan berbeda.

Transaksi pertama terjadi pada 1 Maret 2026. Saat itu, pelapor menyebut telah memberikan pinjaman sebesar Rp100 juta kepada Monika Veronika dan Satria Gunawan.

Transaksi tersebut dituangkan dalam kuitansi tertanggal 1 Maret 2026.

Sehari kemudian, tepatnya 2 Maret 2026, Satria Gunawan disebut kembali datang kepada pelapor untuk meminjam uang secara pribadi. Nilainya Rp50 juta.

Menurut kronologi yang disampaikan pelapor, Satria datang sendiri tanpa istrinya.

Dalam pertemuan tersebut, Satria disebut menyampaikan membutuhkan uang untuk membantu orang tuanya.

Ia juga menjanjikan uang tersebut dikembalikan dalam waktu sekitar dua bulan, setelah proyek yang dikerjakannya selesai.

Berdasarkan kesepakatan itu, pelapor menyerahkan Rp50 juta dan dibuatkan kuitansi tertanggal 2 Maret 2026.

Meski janji awal pengembalian disebut dua bulan, pelapor mencantumkan estimasi tenor pengembalian sampai 2 Agustus 2026 dalam kuitansi.

Namun, hingga batas waktu yang diharapkan, uang tersebut disebut belum dikembalikan.

Pelapor kemudian menempuh sejumlah upaya untuk meminta pengembalian uang tersebut, termasuk mengirimkan somasi kepada Satria Gunawan.

Persoalan kemudian berkembang ketika pihak terlapor merespons somasi dengan menyatakan bahwa utang tersebut telah dibayar melalui Amudi Jamal, yang disebut sebagai mertua atau orang tua terlapor.

Di sinilah muncul perbedaan versi mengenai pembayaran.

Pelapor membantah pembayaran tersebut merupakan pelunasan atas pinjaman pribadi Rp50 juta yang diberikan pada 2 Maret 2026.

Menurut pelapor, uang Rp150 juta yang diserahkan Amudi Jamal berkaitan dengan pinjaman sebelumnya pada 1 Maret 2026, yakni pinjaman Rp100 juta yang dilakukan Satria Gunawan bersama istrinya, ditambah bunga yang telah disepakati.

Karena itu, pelapor menilai pembayaran tersebut tidak dapat dianggap sebagai pelunasan atas pinjaman pribadi Rp50 juta yang diberikan kepada Satria pada 2 Maret 2026.

Pelapor juga mempersoalkan bukti pembayaran yang digunakan untuk mendukung klaim bahwa utang telah dilunasi.

Menurut versi pelapor, bukti tersebut bukan bukti pembayaran atas pinjaman pribadi Satria Gunawan, melainkan berkaitan dengan transaksi pinjaman sebelumnya yang melibatkan istrinya.

Sengketa mengenai status pembayaran inilah yang kemudian menjadi bagian dari laporan dugaan tindak pidana penipuan yang disampaikan kepada kepolisian.

Laporan dugaan penipuan tersebut diterima Polres Kerinci pada 28 Agustus 2026.

Selanjutnya, kepolisian menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor SP. Lidik/551/IX/Res 1.11/2026 pada 7 September 2026.

Melalui surat pemberitahuan perkembangan hasil laporan penelitian (SP2HP) bernomor B/344/IX/Res.1.11/2026/Reskrim, polisi memberitahukan kepada pelapor, Anisa Fitrima, bahwa laporan tersebut sedang diteliti.

Tahap tersebut bertujuan mengetahui apakah laporan yang disampaikan mengandung unsur tindak pidana atau tidak.

Polres Kerinci menunjuk IPDA Ricky Firmansyah, S.H. sebagai penyidik dan Aiptu Dedeng Setiabudi, S.H. sebagai penyidik pembantu untuk menangani proses tersebut.

Dengan demikian, perkara saat ini masih berada pada tahap penyelidikan. Belum ada kesimpulan kepolisian bahwa dugaan penipuan sebagaimana dilaporkan telah terbukti.

Untuk mendukung laporan, pelapor menyatakan memiliki sejumlah dokumen dan bukti yang akan diserahkan kepada penyidik.

Di antaranya kuitansi pinjaman Rp100 juta tertanggal 1 Maret 2026, kuitansi pinjaman Rp50 juta tertanggal 2 Maret 2026, serta bukti pembayaran Rp150 juta dari Amudi Jamal kepada pelapor.

Pelapor juga mencantumkan Somasi/Teguran II Nomor 6/Sms/VGR/VI/2026 tertanggal 25 Juni 2026, surat klarifikasi dari terlapor tertanggal 23 Juni 2026, percakapan WhatsApp dengan pihak terkait, bukti transaksi perbankan serta saksi-saksi yang mengetahui proses peminjaman maupun pembayaran.

Kuasa hukum pelapor, Victorianus Gulo, S.H., M.H., membenarkan laporan tersebut telah disampaikan ke Polres Kerinci.

“Iya, pada tanggal 28 Agustus 2026, kami telah melaporkan tindak pidana penipuan ke Polres Kerinci,” ujar Victorianus saat dikonfirmasi, Minggu 13 September 2026.

Ia mengapresiasi langkah kepolisian yang telah menerbitkan surat perintah penyelidikan.

“Dan atas laporan tersebut, pada tanggal 7 September 2026 telah terbit surat perintah penyelidikan. Atas hal itu kami apresiasi tindakan penyidik Polres Kerinci dan kami berharap ditemukan unsur pidana dalam laporan yang telah kami sampaikan,” katanya.

Laporan tersebut diajukan dengan merujuk pada ketentuan Pasal 492 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai tindak pidana penipuan.

Namun, penerapan pasal tersebut nantinya tetap bergantung pada hasil penyelidikan dan pembuktian oleh aparat penegak hukum.

Polres Kerinci melalui Kasat Reskrim AKP Very Prasetyawan, S.H., M.H., mengimbau pelapor untuk berkoordinasi dengan penyidik apabila diperlukan dalam proses penanganan laporan.

Masyarakat yang berkaitan dengan perkara juga diminta kooperatif selama proses hukum berlangsung.

Saat ini, titik krusial perkara berada pada pembuktian mengenai dua transaksi yang disebut pelapor sebagai pinjaman berbeda.

Termasuk status pembayaran Rp150 juta yang menjadi dasar perbedaan pandangan antara pihak pelapor dan terlapor.

Hasil penyelidikan Polres Kerinci nantinya akan menentukan apakah perkara tersebut memiliki unsur pidana sebagaimana yang dilaporkan atau justru merupakan persoalan keperdataan.(*)




Polres Kerinci Mulai Selidiki Dugaan Penipuan, Laporan Anisa Fitrima Masuk Tahap Penyelidikan

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Laporan dugaan tindak pidana penipuan yang disampaikan ke Polres Kerinci kini memasuki tahap penyelidikan.

Kepolisian menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan (SP Lidik) Nomor SP. Lidik/551/IX/Res 1.11/2026 pada 7 September 2026, setelah laporan terkait dugaan penipuan diterima pada 28 Agustus 2026.

Perkembangan tersebut disampaikan melalui surat pemberitahuan kepada pelapor, Anisa Fitrima.

Dalam surat bernomor B/344/IX/Res.1.11/2026/Reskrim, kepolisian menyatakan laporan tersebut sedang diteliti untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana.

Dengan diterbitkannya SP Lidik, perkara tersebut belum sampai pada kesimpulan bahwa tindak pidana penipuan telah terbukti.

Polisi masih melakukan serangkaian langkah penyelidikan untuk menguji laporan dan mencari fakta-fakta yang diperlukan.

Untuk menangani laporan tersebut, Polres Kerinci menunjuk IPDA Ricky Firmansyah, S.H. sebagai penyidik dan Aiptu Dedeng Setiabudi, S.H. sebagai penyidik pembantu.

Keduanya akan melakukan penelitian terhadap laporan guna memperoleh gambaran mengenai peristiwa yang dilaporkan serta memastikan apakah terdapat unsur pidana sebagaimana yang disangkakan.

Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetyawan, S.H., M.H., juga mengimbau pelapor untuk berkoordinasi dengan penyidik apabila diperlukan selama proses penanganan perkara.

Polisi meminta seluruh pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut bersikap kooperatif agar proses penyelidikan dapat berjalan.

Kuasa hukum korban, Victorianus Gulo, S.H., M.H., membenarkan bahwa laporan dugaan penipuan telah disampaikan ke Polres Kerinci pada 28 Agustus 2026.

Ia mengapresiasi langkah kepolisian yang menerbitkan surat perintah penyelidikan pada 7 September 2026.

“Iya, pada tanggal 28 Agustus 2026, kami telah melaporkan tindak pidana penipuan ke Polres Kerinci,” ujar Victorianus saat dikonfirmasi, Minggu (13/9/2026).

Menurut dia, penerbitan SP Lidik menunjukkan laporan tersebut telah ditindaklanjuti oleh kepolisian.

“Dan atas laporan tersebut, pada tanggal 7 September 2026 telah terbit surat perintah penyelidikan. Atas hal itu kami apresiasi tindakan penyidik Polres Kerinci dan kami berharap ditemukan unsur pidana dalam laporan yang telah kami sampaikan,” katanya.

Saat ini proses masih berada pada tahap penyelidikan. Artinya, kepolisian masih mengumpulkan dan meneliti informasi serta fakta yang berkaitan dengan laporan sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik Polres Kerinci.(*)




Kabut Asap di Kota Jambi Makin Jadi Perhatian, PJJ Diperpanjang dan Aktivitas Luar Ruang Ditiadakan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap yang masih memengaruhi kualitas udara membuat Pemerintah Kota Jambi kembali memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa usia dini dan sekolah dasar kelas bawah.

Kebijakan terbaru itu berlaku 14-16 September 2026 dan menyasar peserta didik jenjang TK/PAUD serta siswa SD kelas 1 sampai kelas 3.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 28 Tahun 2026 tentang Antisipasi Dampak Pencemaran Udara terhadap Kegiatan Belajar Mengajar di Lingkungan Satuan Pendidikan Kota Jambi.

Surat edaran ditandatangani Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., pada 13 September 2026.

Langkah ini diambil ketika kualitas udara di Kota Jambi belum sepenuhnya stabil.

Data pemantauan pada Minggu pukul 13.00 WIB menunjukkan ISPU Kota Jambi berada di angka 137, dengan PM2.5 menjadi parameter pencemar kritis.

Angka tersebut membuat Pemkot Jambi memilih pendekatan antisipatif, terutama untuk peserta didik usia lebih muda yang dinilai perlu mendapat perlindungan lebih selama kualitas udara belum membaik.

Perpanjangan PJJ tidak berlaku untuk seluruh peserta didik.

Siswa SD kelas 4-6 dan SMP kelas 7-9 tetap mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.

Meski demikian, sekolah diberi ruang untuk menyesuaikan atau memperpendek durasi pembelajaran dengan tetap memastikan tujuan dan capaian pembelajaran terpenuhi.

Sementara itu, siswa yang memiliki riwayat gangguan pernapasan atau penyakit penyerta diperbolehkan mengikuti pembelajaran dari rumah.

Artinya, sekolah tetap berjalan secara tatap muka, tetapi dengan penyesuaian berdasarkan kondisi kesehatan siswa dan perkembangan kualitas udara.

Pemkot Jambi juga menyiapkan skenario yang lebih luas apabila kualitas udara memburuk.

Dalam surat edaran tersebut ditegaskan, apabila ISPU berada di atas 200 atau masuk kategori sangat tidak sehat, seluruh satuan pendidikan jenjang TK/PAUD, SD dan SMP di Kota Jambi akan menerapkan PJJ atau pembelajaran daring.

Penerapan tersebut dilakukan berdasarkan pemberitahuan dari Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Dengan demikian, angka ISPU menjadi salah satu indikator penting yang menentukan apakah kegiatan belajar mengajar tatap muka masih dapat berlangsung.

Bukan hanya sistem pembelajaran yang diubah.

Selama pencemaran udara masih berlangsung, berbagai aktivitas siswa di ruang terbuka juga ditiadakan.

Kegiatan yang terdampak antara lain olahraga, upacara, apel dan aktivitas lain yang dilakukan di luar ruang kelas.

Sekolah juga diminta memastikan kondisi ruang kelas tetap nyaman serta mengoptimalkan perlindungan kesehatan peserta didik, termasuk penggunaan masker.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penyesuaian tidak hanya dilakukan pada metode pembelajaran, tetapi juga pada aktivitas sekolah yang berpotensi meningkatkan paparan siswa terhadap udara luar.

Pemkot Jambi turut meminta orang tua atau wali peserta didik ikut mengawasi kondisi kesehatan anak selama kabut asap masih menjadi persoalan.

Bagi siswa yang belajar dari rumah, aktivitas di luar rumah juga diminta dibatasi.

Jika terdapat peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap atau penurunan kualitas udara, sekolah diminta segera berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat.

Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026 mengenai penyelenggaraan layanan pendidikan di daerah terdampak asap kebakaran hutan.

Pemkot Jambi menegaskan kebijakan tersebut akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan kualitas udara.

Jika situasi berubah, Dinas Pendidikan Kota Jambi akan menyampaikan pemberitahuan dan kebijakan lanjutan.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah tetap berupaya menjaga proses pendidikan agar tidak terhenti.

Namun, ketika kualitas udara belum sepenuhnya aman, kesehatan dan keselamatan peserta didik ditempatkan sebagai pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran.(*)




J&T Fun Run Jambi 2026 Diikuti 1.500 Peserta, Lari Jadi Cara Baru Dekat dengan Pelanggan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Minggu pagi di Kota Jambi berlangsung berbeda. Ribuan orang turun ke jalan bukan untuk mengejar urusan pekerjaan, melainkan berlari bersama dalam J&T Fun Run Jambi 2026.

Sebanyak 1.500 peserta ambil bagian dalam ajang lari 5K yang digelar J&T Express pada Minggu, 13 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-11 perusahaan jasa logistik tersebut.

Pesertanya pun tidak datang dari satu kelompok saja. Masyarakat umum, komunitas lari, pelanggan, mitra bisnis hingga karyawan J&T Express ikut meramaikan kegiatan.

Dari pelajar hingga peserta yang datang dari luar Kota Jambi, ajang tersebut memperlihatkan bagaimana olahraga lari semakin mudah menjadi ruang pertemuan berbagai kalangan.

Bagi J&T Express, momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk membangun interaksi yang lebih dekat dengan masyarakat dan pelanggan.

General Manager J&T Express Cabang Jambi, Tommy, mengatakan perjalanan perusahaan selama 11 tahun tidak terlepas dari dukungan pelanggan, mitra, karyawan dan masyarakat.

Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas lari menjadi salah satu alasan J&T Express memilih olahraga tersebut sebagai bagian dari perayaan ulang tahun.

“Di momentum ulang tahun ke-11 ini, kami menghadirkan J&T Fun Run sebagai sarana untuk semakin dekat dengan pelanggan dan komunitas,” ujar Tommy.

Ia mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun perusahaan, tetapi juga mendorong masyarakat menjalani aktivitas yang lebih aktif dan sehat.

Fenomena lari saat ini memang berkembang melampaui aktivitas olahraga biasa.

Lari semakin sering menjadi bagian dari gaya hidup, mulai dari menjaga kebugaran hingga menjadi sarana bertemu dan berinteraksi dengan komunitas.

Data Garmin Connect Data Report 2025 yang dikutip J&T Express menempatkan lari sebagai olahraga favorit masyarakat Indonesia.

Sementara riset Snapcart 2025 menunjukkan 24 persen responden pernah mengikuti acara lari dan 15 persen lainnya mengaku sering mengikuti kegiatan serupa.

Tren tersebut menjadi salah satu konteks yang membuat acara lari semakin banyak dikemas sebagai kegiatan komunitas dan hiburan, bukan semata-mata perlombaan.

Konsep serupa terlihat dalam J&T Fun Run Jambi 2026.

Setelah menyelesaikan rute 5K, peserta tidak langsung meninggalkan lokasi.

Sejumlah permainan dan kuis interaktif, doorprize hingga penampilan Aldi Taher disiapkan untuk menambah kemeriahan acara.

Ada satu hal yang dibuat berbeda dalam kegiatan ini.

Pengalaman peserta dengan J&T Express tidak baru dimulai ketika mereka tiba di lokasi acara. Racepack peserta sebelumnya didistribusikan menggunakan layanan pengiriman milik J&T Express.

Integrasi tersebut membuat layanan perusahaan ikut masuk ke dalam rangkaian pengalaman peserta, sekaligus memperlihatkan fungsi bisnis J&T Express secara langsung dalam kegiatan yang mereka selenggarakan.

Peserta juga mendapat kesempatan memperoleh apresiasi berdasarkan kecepatan lari.

Tiga pelari tercepat mendapatkan hadiah berbeda. Juara pertama memperoleh logam mulia 1 gram, juara kedua mendapat logam mulia 0,5 gram, sedangkan juara ketiga memperoleh uang tunai Rp500 ribu.

Selain itu, 100 pelari tercepat juga mendapatkan diskon pengiriman.

Kemeriahan acara semakin bertambah dengan kehadiran Aldi Taher sebagai bintang tamu.

Aldi mengapresiasi antusiasme peserta dan masyarakat Jambi yang mengikuti kegiatan sejak pagi.

“Antusiasme masyarakat Jambi luar biasa! Dari pagi sudah semangat lari bareng, sehat bareng,” kata Aldi.

Menurutnya, kegiatan seperti J&T Fun Run tidak hanya menjadi cara perusahaan merayakan hari jadi, tetapi juga dapat mendorong masyarakat menjalani aktivitas yang lebih sehat.

Di tengah kepadatan peserta, aspek kesehatan juga menjadi bagian dari penyelenggaraan.

Tim medis ditempatkan di sejumlah titik sepanjang rute lari.

J&T Express juga menyiapkan tim medis mobile untuk memberikan bantuan apabila peserta mengalami kendala kesehatan selama kegiatan.

Masker turut disediakan bagi peserta sebagai perlindungan tambahan. Masker tersebut juga dibagikan kepada masyarakat yang berada di sekitar rute kegiatan.

J&T Express menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan interaksi dengan masyarakat yang tidak terbatas pada layanan pengiriman.

Perusahaan berharap kegiatan seperti J&T Fun Run dapat memperkuat hubungan dengan pelanggan dan komunitas.

Ke depan, J&T Express menyatakan akan terus menghadirkan kegiatan serupa di berbagai daerah.

Dengan 1.500 peserta yang turun dalam satu ajang, J&T Fun Run Jambi 2026 sekaligus menunjukkan bahwa olahraga lari kini memiliki ruang yang semakin besar sebagai aktivitas komunitas dan gaya hidup masyarakat perkotaan.(*)




23 Wartawan Lulus UKW PWI Kota Jambi, Penguji Ingatkan: Kompetensi Harus Dibuktikan di Lapangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Predikat kompeten yang diperoleh wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bukan garis akhir.

Justru setelah ujian selesai, kemampuan tersebut harus diuji kembali melalui kualitas karya dan tanggung jawab jurnalistik di lapangan.

Pesan itu mengemuka dalam penutupan UKW PWI Kota Jambi Angkatan 14 yang digelar di Abadi Hotel Jambi, Sabtu 12 September 2026.

Dari 24 wartawan yang mengikuti ujian, sebanyak 23 peserta dinyatakan kompeten, sementara satu peserta belum kompeten. Adapun dua peserta lainnya tercatat tidak hadir.

UKW berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (11-12/9/2026), dengan peserta yang datang dari sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jambi serta beberapa daerah di luar Jambi.

Pelaksanaan ujian dibagi menjadi lima kelas. Rinciannya, dua kelas untuk jenjang muda, dua kelas madya, dan satu kelas utama.

Ketua Tim Penguji UKW PWI Pusat, Nurcholis, menegaskan bahwa ukuran seorang wartawan tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan tulisan.

Ada sejumlah kemampuan mendasar yang harus berjalan bersamaan agar kerja jurnalistik tetap profesional.

Empat aspek menjadi perhatian dalam proses pengujian, yakni skill, knowledge, awareness, dan leadership.

Skill berkaitan dengan kemampuan teknis jurnalistik, termasuk menulis, mengolah informasi, serta memahami materi yang menjadi objek pemberitaan.

Sementara knowledge mencakup pemahaman terhadap jurnalistik, pengetahuan umum, hingga pengetahuan khusus sesuai bidang penugasan.

Namun, menurut Nurcholis, kemampuan teknis saja tidak cukup.

Wartawan juga harus memiliki awareness, yakni kepekaan membaca sebuah peristiwa dan mengenali nilai berita di dalamnya.

Kepekaan tersebut menjadi salah satu pembeda antara sekadar menyampaikan informasi dengan menghasilkan berita yang benar-benar memiliki nilai bagi publik.

“Tujuannya adalah melatih sense of news kita, supaya berita kita punya news value,” ujar Nurcholis saat penutupan UKW.

Aspek berikutnya adalah leadership. Kemampuan ini tidak hanya dimaknai dalam konteks memimpin, tetapi juga menyangkut koordinasi, komunikasi dan tanggung jawab terhadap pekerjaan jurnalistik.

“Segala sesuatunya harus dikoordinasikan, dilaporkan,” katanya.

Nurcholis meminta wartawan yang dinyatakan kompeten tidak menjadikan hasil UKW sebatas pencapaian administratif atau kebanggaan pribadi.

Predikat tersebut, kata dia, membawa konsekuensi berupa tanggung jawab untuk mempertahankan standar profesional dalam setiap pekerjaan jurnalistik.

“Pesan Ketua Umum PWI Pusat agar menjaga marwah predikat kompeten, bukan hanya menjadi kebanggaan, tapi juga tanggung jawab,” ujarnya.

Karena itu, hasil ujian harus terlihat dalam praktik. Kemampuan wartawan akan benar-benar dinilai ketika kembali menghadapi dinamika lapangan, mengejar informasi, melakukan verifikasi, memilih sudut pandang pemberitaan dan menyajikannya kepada publik.

“Ujian ini adalah sebagai awal, bukan akhir. Pembuktiannya adalah di lapangan,” tegas Nurcholis.

Ketua PWI Kota Jambi, Irwansyah, berharap hasil UKW Angkatan 14 menjadi momentum bagi wartawan untuk memperkuat profesionalisme sekaligus meningkatkan kualitas produk jurnalistik.

Bagi peserta yang dinyatakan kompeten, hasil tersebut dinilai harus diikuti dengan konsistensi dalam menjalankan tugas.

“Bagi yang dinyatakan kompeten, tentu ini menjadi tanggung jawab untuk terus menjaga profesionalisme dan kualitas dalam menjalankan tugas sebagai wartawan,” ujar Irwansyah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para penguji dari PWI Pusat dan Dewan Pers serta berbagai pihak yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan UKW.

Dukungan kegiatan tersebut antara lain berasal dari Polda Jambi, Hutama Karya Infrastruktur, Pemerintah Provinsi Jambi, Korem 042/Gapu, Kejaksaan Tinggi Jambi, Polresta Jambi, Pemerintah Kota Jambi, perusahaan, sponsor dan pihak lainnya.

Irwansyah berharap peningkatan kompetensi wartawan dapat berimbas langsung pada kualitas informasi yang diterima masyarakat.

Menurutnya, wartawan tidak hanya dituntut cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu menghasilkan berita yang profesional, berimbang dan memberi manfaat bagi publik.

Penutupan UKW PWI Kota Jambi Angkatan 14 kemudian diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan peserta. Rangkaian kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu “Bagimu Negeri”.(*)




Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Segitiga Senen Sambut Nasabah Hangat dalam Balutan Wastra Nusantara

Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, BRI Branch Office (BO) Segitiga Senen menghadirkan suasana istimewa dengan menyambut nasabah secara hangat dan penuh keakraban. Nuansa berbeda terasa di banking hall ketika jajaran pekerja BRI BO Segitiga Senen mengenakan pakaian bernuansa wastra Nusantara saat memberikan pelayanan kepada nasabah.

Balutan wastra Nusantara yang dikenakan para pekerja BRI menjadi representasi kekayaan budaya Indonesia sekaligus memberikan warna tersendiri dalam perayaan Hari Pelanggan Nasional. Dengan senyum dan sapaan ramah, jajaran pekerja menyambut nasabah yang datang untuk memenuhi berbagai kebutuhan transaksi perbankan.

Momentum tersebut menjadi bentuk apresiasi BRI BO Segitiga Senen kepada nasabah atas kepercayaan dan loyalitas yang telah diberikan. Kehangatan dalam setiap interaksi diharapkan dapat membuat nasabah merasa semakin nyaman dan dekat, sehingga aktivitas perbankan tidak hanya berjalan dengan baik, tetapi juga meninggalkan pengalaman yang positif dan berkesan.

Penggunaan wastra Nusantara juga menjadi wujud semangat untuk terus menghargai dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Perpaduan antara sentuhan budaya dan pelayanan yang humanis menciptakan suasana banking hall yang lebih akrab, sekaligus mencerminkan semangat BRI untuk selalu hadir dekat dengan masyarakat.

Melalui peringatan Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Segitiga Senen terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan customer experience terbaik melalui pelayanan yang ramah, responsif, profesional, dan sepenuh hati. Setiap interaksi dengan nasabah menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan serta hubungan jangka panjang.

Dengan semangat “Melayani dengan Hati”, BRI BO Segitiga Senen berharap kehangatan yang dihadirkan dalam balutan wastra Nusantara dapat memberikan kesan positif bagi setiap nasabah. Momentum ini sekaligus menjadi wujud terima kasih BRI kepada nasabah yang senantiasa memberikan kepercayaan dalam memenuhi berbagai kebutuhan layanan perbankan bersama BRI.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1

JL. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.



Berbagi di Hari Jadi, KAI Logistik Gelar Donor Darah untuk Sesama

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17, KAI Logistik memaknai perjalanan perusahaan dengan berbagi dan memberikan manfaat bagi sesama. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan donor darah yang diselenggarakan di Kantor Pusat KAI Logistik, Jakarta, pada Selasa (8/9), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan hari jadi perusahaan.
Kegiatan donor darah ini tidak hanya menjadi agenda internal perusahaan, tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi pegawai di lingkungan KAI Group dan masyarakat umum. Lebih dari 100 orang tercatat melakukan registrasi untuk mengikuti kegiatan tersebut. Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan memenuhi kriteria donor, sekitar 50 kantong darah berhasil dikumpulkan untuk selanjutnya dikelola oleh PMI Kota Bekasi..

Manager of Public Relations KAI Logistik menyampaikan bahwa donor darah menjadi salah satu cara perusahaan memaknai pertambahan usia dengan kegiatan yang memberikan manfaat nyata. “Bertambahnya usia perusahaan menjadi momentum bagi kami untuk melihat kembali bagaimana keberadaan KAI Logistik dapat memberikan manfaat, tidak hanya melalui layanan yang kami hadirkan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Setiap kantong darah yang terkumpul diharapkan dapat turut mendukung ketersediaan stok darah dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Semangat berbagi dalam rangkaian HUT ke-17 KAI Logistik juga diwujudkan melalui sejumlah kegiatan sosial lainnya. Salah satunya melalui program Gerbong Literasi dengan menyalurkan sebanyak 1.700 buku ke sejumlah lokasi di sekitar wilayah operasional perusahaan. Buku-buku tersebut diharapkan dapat mendukung keberadaan pojok baca serta mendorong tumbuhnya minat baca, khususnya di lingkungan masyarakat dan anak-anak.

Tidak berhenti pada aspek sosial, rangkaian kegiatan juga mencakup kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon di sekitar area operasional KAI Logistik. Beragam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas kontribusi di luar aktivitas bisnis, dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Pelaksanaan berbagai inisiatif tersebut sejalan dengan komitmen KAI Logistik dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan. Bagi perusahaan, keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan kegiatan usaha, tetapi juga bagaimana aktivitas perusahaan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. Komitmen ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan, serta pelestarian lingkungan.

Memasuki usia ke-17, KAI Logistik akan terus mendorong berbagai kegiatan yang dapat membuka ruang kolaborasi dan partisipasi masyarakat. Melalui kegiatan donor darah yang dilakukan secara berkala maupun inisiatif sosial dan lingkungan lainnya, perusahaan berharap semangat berbagi dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kontribusi bersama untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi sesama.

Tentang KAI Logistik

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi Pelanggan kereta api yang didukung dengan layanan pra dan purna. KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Dengan tagline KAI Logistik Ispossible yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi diantaranya KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES



Tren Hybrid Training Makin Populer, Bohopanna Hadirkan Sportswear Dry-fit Lokal Pertama untuk Anak Indonesia

Bohopanna menghadirkan Sportswear Collection terbaru dengan genuine dry-fit technology dan mengajak anak lebih aktif melalui Bohopanna Sports Day.

JAKARTA – Di tengah meningkatnya screen time pada anak Generasi Alpha, kebutuhan akan aktivitas yang mendorong anak untuk lebih banyak bergerak dan bereksplorasi menjadi semakin penting. Merespon hal tersebut, Bohopanna, brand fashion anak di bawah naungan Hypefast, menghadirkan Bohopanna Sports Day pada 6 September 2026 di KYZN, BSD. Momentum ini sekaligus menjadi ajang pengenalan Sportswear Collection, koleksi baju olahraga anak dengan material dry-fitsportswear dry-fit lokal pertama di Indonesia.

Melalui Sports Day, Bohopanna mengajak anak untuk mengenal dan mencoba berbagai aktivitas olahraga secara langsung, mulai dari basketball, gymnastics, football, tennis, hingga padel. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi anak untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama orangtua melalui aktivitas yang lebih aktif dan menyenangkan.

Sebagai orangtua sekaligus figur publik yang aktif berolahraga, Melanie Ricardo turut hadir dan membagikan tantangannya dalam menemukan sportswear yang cocok untuk anak.

“Mencari sportswear untuk anak dengan bahan yang nyaman dan bagus memang saat ini pilihannya masih cukup terbatas. Terutama yang dibuat oleh brand lokal. Karena itu, saya senang melihat Bohopanna bisa berikan pilihan alternatif sportswear yang memang dibuat khusus untuk kebutuhan anak,” ujar Melanie.

Melihat kebutuhan tersebut, Bohopanna menghadirkan Sportswear Collection dengan material premium dry-fit yang dirancang untuk mendukung kenyamanan anak selama beraktivitas.

Devy Natalia, Co-Founder Bohopanna, mengatakan, “Kami melihat anak-anak semakin aktif mengikuti berbagai kegiatan olahraga. Karena itu, kami ingin menghadirkan sportswear yang nyaman, fungsional, dan bisa mendukung anak bergerak lebih bebas dalam berbagai aktivitas.”

Sportswear yang Dirancang untuk Anak Aktif

Sport Collection terbaru Bohopanna hadir untuk anak usia 1–14 tahun, dengan beragam pilihan activewear seperti sport bra, sporty jacket, sport tee, jersey, legging, skort, dan pants. Koleksi ini mengutamakan kenyamanan, fungsi, dan keleluasaan bergerak, dengan penggunaan genuine dryfit technology yang mampu mengelola penyerapan keringat dan uv protection.

Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah sports bra khusus anak usia 4–14 tahun, yang dirancang dengan support dan coverage sesuai kebutuhan anak yang mulai aktif berolahraga.

Bagi Bohopanna, pengembangan activewear anak tidak cukup hanya dengan membuat versi lebih kecil dari pakaian olahraga dewasa. Setiap desain perlu mempertimbangkan kebutuhan anak untuk bergerak dengan nyaman, leluasa, dan tetap percaya diri.

Irene Kristy, Co-Founder Bohopanna, menambahkan, “Anak bergerak sangat aktif saat berolahraga, sehingga material sportswear menjadi hal yang penting. Dengan dry-fit dan cutting-an yang sesuai, kami ingin memastikan anak tetap nyaman saat berkeringat dan dapat bergerak dengan lebih leluasa.”

Selain memperkenalkan koleksi terbaru, Bohopanna Sports Day tahun ini juga menghadirkan hybrid sports melalui Kids & Relay Family Hybrid Training, yang memadukan latihan fungsional dan tantangan olahraga bagi anak dan orangtua.

Devy mengatakan, “Kami berharap melalui Sports Day dan Sportswear Collection ini, Bohopanna dapat turut menemani anak-anak Indonesia untuk aktif bergerak, bereksplorasi, dan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga.”

Melalui Sport Collection dan Sports Day, Bohopanna ingin menjadikan aktivitas olahraga sebagai bagian yang menyenangkan dari keseharian anak, mulai dari mencoba olahraga baru hingga bergerak bersama orangtua. Sportswear Collection Bohopanna kini tersedia melalui berbagai platform e-commerce dan offline store Bohopanna, dengan harga mulai dari Rp95.000 hingga Rp185.000.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES