Kabut Asap Pekat Selimuti Kota Jambi, ASN Bakal WFH? Ini Penjelasan BKPSDMD Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap pekat menyelimuti sejumlah wilayah Kota Jambi sejak Minggu 23 Agustus 2026 pagi hingga sore hari.
Kondisi tersebut membuat jarak pandang di sejumlah kawasan terlihat menurun dan udara terasa lebih pekat, terutama pada pagi hingga siang hari.
Di tengah kondisi tersebut, muncul pertanyaan mengenai kemungkinan penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi pada Senin 24 Agustus 2026.
Namun, hingga Minggu sore, Pemerintah Kota Jambi belum mengeluarkan instruksi khusus mengenai penerapan WFH bagi ASN.
Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Rizalul Fikri, menyebut belum ada arahan khusus yang menetapkan ASN Pemkot Jambi untuk bekerja dari rumah akibat kondisi kabut asap.
“Belum ada instruksi khusus mengenai hal itu,” ujar Rizalul Fikri saat dikonfirmasi terkait kemungkinan penerapan WFH bagi ASN pada Senin besok.
Dengan demikian, aktivitas perkantoran pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota Jambi pada Senin 24 Agustus 2026 sejauh ini masih mengacu pada ketentuan dan jadwal kerja yang berlaku.
Kebijakan lebih lanjut masih menunggu perkembangan kondisi di lapangan serta arahan dari pimpinan pemerintah daerah apabila situasi kabut asap semakin memburuk.
Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi pada Minggu terlihat cukup pekat.
Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan di kawasan tertentu, tetapi juga tampak di sejumlah ruas jalan dan permukiman.
Langit terlihat berkabut dan jarak pandang menjadi lebih terbatas dibandingkan kondisi normal.
Munculnya kabut asap ini juga menjadi perhatian masyarakat, terutama mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Warga yang menggunakan sepeda motor maupun kendaraan lainnya terlihat harus lebih berhati-hati karena jarak pandang yang berkurang.
Sejumlah warga juga memilih mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara memburuk.
Kondisi tersebut terutama menjadi perhatian bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara.
Meski demikian, keputusan mengenai penerapan WFH bagi ASN tidak serta-merta hanya didasarkan pada munculnya kabut asap.
Pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai indikator, termasuk perkembangan kualitas udara, kondisi kesehatan masyarakat, jarak pandang, serta rekomendasi dari instansi terkait.
Apabila kondisi kabut asap terus bertahan hingga Senin, perkembangan situasi di lapangan akan menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan langkah selanjutnya.
Kebijakan dapat dievaluasi apabila kondisi udara dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat maupun kesehatan ASN.
Untuk sementara, ASN di lingkungan Pemkot Jambi masih menunggu perkembangan dan arahan resmi pemerintah.
Masyarakat juga diimbau tetap memperhatikan kondisi udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat.
Kondisi kabut asap yang terjadi pada Minggu 23 Agustus 2026 menjadi perhatian tersendiri mengingat aktivitas pemerintahan dan masyarakat Kota Jambi akan kembali berlangsung pada awal pekan.
Keputusan mengenai WFH atau kebijakan lain akan bergantung pada perkembangan situasi serta instruksi resmi pemerintah daerah.(*)








