Usai Anjlok, Harga Emas Antam Kini Stabil! Cek Rincian Lengkapnya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam terpantau tidak mengalami perubahan pada perdagangan Minggu (5/4/2026).
Setelah sempat anjlok tajam di akhir pekan, harga emas kini bertahan di level Rp 2,857 juta per gram.
Mengacu pada data resmi Logam Mulia, harga tersebut sama seperti posisi pada Sabtu (4/4/2026).
Stabilnya harga ini terjadi usai koreksi signifikan yang dialami sehari sebelumnya.
Pada Jumat (3/4/2026), harga emas Antam tercatat turun cukup dalam hingga Rp 65.000 per gram.
Penurunan ini membuat harga emas bergerak menjauh dari tren penguatan yang sempat terjadi di pertengahan pekan lalu.
Meski demikian, posisi harga emas saat ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) yang pernah dicapai pada 29 Januari 2026, yakni Rp 3,168 juta per gram.
Tidak hanya harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali oleh Antam juga terpantau stagnan.
Hingga akhir pekan, buyback tetap berada di level Rp 2,577 juta per gram.
Rincian Harga Emas Antam 5 April 2026
Berikut daftar harga emas Antam berdasarkan pecahan:
- 0,5 gram: Rp 1.478.500
- 1 gram: Rp 2.857.000
- 2 gram: Rp 5.664.000
- 3 gram: Rp 8.478.000
- 5 gram: Rp 14.100.000
- 10 gram: Rp 28.120.000
- 25 gram: Rp 70.135.000
- 50 gram: Rp 140.105.000
- 100 gram: Rp 280.060.000
- 250 gram: Rp 699.840.000
- 500 gram: Rp 1.399.400.000
- 1.000 gram: Rp 2.797.600.000
Ketentuan Pajak Transaksi Emas
Dalam setiap transaksi emas batangan, terdapat aturan pajak yang mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.
Untuk penjualan kembali (buyback) dengan nilai di atas Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar:
- 1,5% bagi pemilik NPWP
- 3% bagi non-NPWP
Sementara untuk pembelian emas:
- 0,45% (NPWP)
- 0,9% (non-NPWP)
Prospek Harga Emas
Stabilnya harga emas saat ini menunjukkan fase konsolidasi setelah mengalami tekanan.
Pelaku pasar masih mencermati berbagai faktor global yang dapat memengaruhi pergerakan harga logam mulia, termasuk kondisi ekonomi dan nilai tukar.(*)








