Transformasi Eks Payo Sigadung Pucuk Dimulai, Masjid Baitunnadiyah Jadi Titik Awal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Stigma masa lalu perlahan hendak ditinggalkan. Kawasan eks Payo Sigadung Pucuk di Jalan Syailendra RT 05, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, mulai disiapkan untuk memiliki wajah baru.

Bukan hanya kawasan permukiman, lokasi tersebut diarahkan menjadi lingkungan yang lebih religius sekaligus produktif dengan masjid, ruang publik, aktivitas ekonomi hingga fasilitas bagi anak-anak.

Langkah awal transformasi itu ditandai dengan peletakan batu pertama Masjid Baitunnadiyah, Sabtu 22 Agustus 2026.

Peletakan batu pertama dilakukan langsung Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Ketua TP PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., serta Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A.

Masjid tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai tempat ibadah. Pemkot Jambi ingin menjadikannya salah satu pusat kegiatan warga, mulai dari pendidikan agama, pembinaan generasi muda, aktivitas sosial hingga pemberdayaan ekonomi.

Konsep bangunan Masjid Baitunnadiyah pun dibuat dengan filosofi khusus. Bentuk arsitekturnya terinspirasi dari bunga teratai, tanaman yang tetap dapat tumbuh di lingkungan penuh tantangan.

Filosofi itu dipilih untuk menggambarkan harapan terhadap kawasan tersebut: tumbuh dari kondisi masa lalu menuju lingkungan yang lebih baik dan bermartabat.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan pembangunan masjid ditargetkan selesai sebelum Ramadan sehingga dapat segera digunakan masyarakat.

Bahkan, masjid tersebut diharapkan sudah dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan Salat Idulfitri tahun depan.

“Masjid ini bukan hanya untuk tempat ibadah, tetapi juga bagian dari upaya kita membangun peradaban umat. Kita ingin menghadirkan wajah baru kawasan ini agar menjadi kawasan yang memberikan manfaat dan memiliki nilai positif bagi masyarakat,” ujar Maulana.

Menurutnya, penyediaan fasilitas keagamaan merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun, pembangunan kawasan tidak akan berhenti pada masjid.

Pemkot Jambi juga menyiapkan konsep pengembangan kawasan yang menggabungkan fungsi sosial, ruang publik dan aktivitas ekonomi.

“Selain untuk peradaban umat, di kawasan ini juga akan kita bangun berbagai fasilitas yang menampilkan ciri khas, seperti UMKM, kuliner, hingga kerajinan masyarakat. Jadi, kawasan ini nantinya tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas masyarakat dan ekonomi,” jelasnya.

Rencana pengembangan kawasan juga menyentuh kebutuhan ruang terbuka untuk masyarakat.

Maulana mengungkapkan, Pemkot Jambi berencana melakukan pembebasan lahan sekitar 22 tumbuk di sekitar Masjid Baitunnadiyah.

Lahan tersebut nantinya diarahkan untuk berbagai fasilitas publik, terutama ruang bermain dan playground bagi anak-anak.

Bagi Maulana, penyediaan ruang bermain bukan sekadar pelengkap. Anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman dan sehat untuk tumbuh sekaligus mengurangi peluang mereka terpapar aktivitas negatif.

“Kita ingin anak-anak memiliki tempat bermain yang baik, sehingga mereka terhindar dari hal-hal negatif dan dapat tumbuh dengan karakter yang positif,” ujarnya.

Pemkot Jambi juga telah berkoordinasi dengan Baznas RI dan Baznas Kota Jambi untuk mendukung sejumlah fasilitas yang diperlukan dalam pengembangan kawasan.

Dengan demikian, konsep yang dibangun tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga berusaha menciptakan ekosistem sosial baru.

Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha mengakui mengubah wajah kawasan tersebut bukan pekerjaan sederhana.

Diperlukan kemauan, konsistensi dan kerja bersama agar perubahan tidak hanya terlihat pada bangunan, tetapi juga terasa dalam kehidupan masyarakat.

“Ini sesuatu yang bisa sangat dibanggakan. Karena pembangunan kawasan ini tidak hanya memikirkan aspek religi, tetapi juga aspek lainnya, termasuk ekonomi,” kata Diza.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Pemkot Jambi ingin menjadikan transformasi kawasan sebagai proyek sosial yang lebih luas.

Masjid menjadi pintu masuk, sementara pemberdayaan ekonomi, pendidikan, ruang publik dan pembinaan masyarakat menjadi bagian lanjutan.

Dukungan terhadap pembangunan Masjid Baitunnadiyah datang dari berbagai pihak.

Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi menjadi salah satu pihak yang memberikan dukungan langsung.

Ketua ISMI Jambi, Hj. Ernawati, mengatakan organisasinya siap terlibat dalam kegiatan yang nantinya berjalan di masjid tersebut.

“Kami dari ISMI mempunyai program, di antaranya mengaktifkan kembali kegiatan-kegiatan di masjid. Mungkin nanti kami juga bisa aktif menunjang kegiatan-kegiatan di masjid ini,” ujarnya.

Dukungan itu tidak hanya berupa komitmen kegiatan.

ISMI Jambi juga menyerahkan 1.000 sak semen untuk membantu pembangunan masjid.

“Hari ini kami dari ISMI Jambi menyumbangkan 1.000 sak semen. Semoga dengan bantuan ini pembangunan bisa cepat selesai sesuai target yang diinginkan Pak Wali Kota dan memberikan keberkahan,” tutur Ernawati.

Menurutnya, pembangunan masjid tersebut merupakan momentum penting bagi masyarakat sekitar untuk membangun lingkungan yang lebih baik.

Momentum peletakan batu pertama juga diisi dengan dukungan sosial bagi masyarakat.

Salah satunya bantuan peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui CSR DPD REI Jambi senilai Rp20 juta.

Selain itu, sebanyak 30 paket bantuan sosial juga diserahkan kepada warga.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat aspek sosial dalam proses transformasi kawasan.

Dengan pembangunan masjid, rencana ruang bermain, pengembangan UMKM, kuliner dan kerajinan, eks Payo Sigadung Pucuk diarahkan menjadi kawasan yang memiliki fungsi lebih beragam.

Harapannya, perubahan tidak berhenti pada hilangnya stigma lama, tetapi berlanjut pada terbentuknya lingkungan yang memberi ruang bagi keluarga, anak-anak, aktivitas keagamaan dan ekonomi warga.

Jika rencana tersebut terealisasi, Masjid Baitunnadiyah bukan sekadar bangunan baru di kawasan eks Payo Sigadung Pucuk.

Masjid itu akan menjadi penanda dimulainya upaya mengubah identitas kawasan dari lokasi yang pernah lekat dengan stigma negatif menjadi ruang kehidupan yang religius, ramah keluarga, produktif dan memiliki nilai ekonomi.(*)




Kota Jambi Bidik Adipura 2026, 80 Persen Penilaian Pengelolaan Sampah Ada di Sumber

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Nilai 51,69 pada penilaian Adipura 2025 menjadi alarm bagi Pemerintah Kota Jambi.

Status Kota Jambi yang masih berada dalam kategori Kota Dalam Pembinaan mendorong pemerintah daerah mengubah pendekatan pengelolaan sampah menjelang penilaian Adipura 2026.

Perubahan itu tidak lagi sekadar berfokus pada tempat pemrosesan akhir (TPA). Pemkot Jambi mulai menggeser titik perhatian ke sumber sampah: rumah tangga, sekolah, fasilitas kesehatan, ruang publik hingga kawasan permukiman.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. Maulana, M.K.M., menegaskan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Bapperida Kota Jambi, Kamis 21 Agustus 2026.

Menurut Maulana, persoalan sampah tidak akan selesai jika pemerintah hanya mempercepat pengangkutan menuju TPA.

Paradigma tersebut, kata dia, harus diubah menjadi sistem yang mendorong masyarakat memilah, mengurangi dan mengolah sampah sejak dari sumber.

“Sampah harus dipilah, dikurangi, dimanfaatkan dan diolah sejak dari sumbernya. Inilah yang kita bangun melalui tata kelola persampahan berbasis masyarakat,” ujar Maulana.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, menjelaskan perubahan bobot penilaian Adipura menjadi salah satu alasan Pemkot harus memperkuat pengelolaan dari hulu.

Dalam instrumen yang digunakan, aspek pengelolaan sampah dan kebersihan memiliki bobot 50 persen.

Dari bobot tersebut, 80 persen berkaitan dengan pengelolaan di sumber sampah, sedangkan 20 persen berada pada aspek pengelolaan di TPA.

Sementara itu, sumber daya manusia dan fasilitas memiliki bobot 30 persen, sedangkan anggaran serta kebijakan daerah mencapai 20 persen.

Komposisi tersebut membuat pengelolaan sampah di tingkat masyarakat menjadi titik krusial.

“Bobot penilaian Adipura kini menempatkan Pengelolaan Sampah dan Kebersihan sebesar 50 persen, dengan rincian 80 persen dinilai dari pengelolaan di sumber sampah dan 20 persen di TPA,” jelas Mahruzar.

Artinya, keberhasilan Kota Jambi dalam penilaian Adipura tidak cukup hanya ditentukan oleh kondisi TPA.

Sistem pemilahan dan pengolahan sampah sebelum masuk ke TPA justru menjadi bagian yang jauh lebih menentukan.

DLH Kota Jambi telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi penilaian 2026.

Salah satu fokusnya adalah pembenahan di 16 area lokasi pemantauan.

Empat unit TPS3R yang sebelumnya belum berjalan optimal akan direaktivasi.

Pemkot juga menyiapkan Bank Sampah Bahagia DLH sebagai fasilitas percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Di sisi lain, titik-titik pembuangan sampah liar di sepanjang koridor jalan utama akan ditertibkan.

Pemkot juga melakukan optimalisasi TPA Talang Gulo dengan sistem controlled landfill.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembenahan dilakukan di dua sisi sekaligus: mengurangi sampah yang masuk ke TPA sekaligus memperbaiki pengelolaan residu yang tetap harus berakhir di lokasi tersebut.

Strategi pengelolaan sampah Pemkot Jambi juga dikaitkan dengan Program Kampung Bahagia.

Program ini diarahkan bukan hanya untuk menciptakan lingkungan yang terlihat bersih, tetapi membangun sistem pengelolaan sampah di tingkat RT dan kelurahan.

Masyarakat didorong membiasakan pemilahan dari rumah, mengurangi sampah yang dibuang, memanfaatkan bank sampah dan menjaga kebersihan lingkungan secara kolektif.

“Yang kita bangun bukan hanya kampung yang bersih, tetapi kampung yang masyarakatnya memiliki kesadaran dan sistem dalam mengelola sampah. Karena keberhasilan pengelolaan sampah tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah,” kata Maulana.

Dalam skema tersebut, Organisasi Pengelola Bank Sampah (OPBM) menjadi salah satu instrumen yang didorong untuk memperkuat keterlibatan warga.

Konsepnya tidak berhenti pada kebersihan. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi diharapkan masuk ke sistem pemanfaatan dan daur ulang sehingga dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

Pemkot Jambi juga memiliki sejumlah capaian yang menjadi modal untuk memperkuat agenda tersebut.

Pemerintah daerah sebelumnya memperoleh insentif fiskal Rp1 miliar dari Kementerian Dalam Negeri atas kinerja pemerintah daerah, termasuk aspek tata kelola persampahan.

Di tingkat masyarakat, inovasi Bank Sampah dan TPS3R Dayung Habibah juga memperoleh penghargaan tingkat nasional melalui program Mekaar InspirAksi 2026.

Capaian itu menjadi pijakan untuk memperluas model pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Arahnya jelas: sampah yang masih memiliki nilai tidak langsung dibuang ke TPA, tetapi dipilah untuk dimanfaatkan, didaur ulang atau memiliki nilai ekonomi.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan pengelolaan sampah tidak lagi sebatas berapa banyak sampah yang berhasil diangkut setiap hari.

Persoalan yang lebih penting adalah seberapa banyak sampah yang bisa dikurangi sejak awal, dipilah di sumber, dimanfaatkan kembali dan diolah sebelum menjadi residu.

Selain pembenahan teknis, Pemkot Jambi juga menyiapkan fondasi kebijakan.

Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) dan Kebijakan Strategi Daerah (JAKSTRADA) tengah difinalisasi melalui Peraturan Wali Kota.

Dokumen tersebut kini memasuki tahap harmonisasi di Kementerian Hukum.

Di lapangan, Pemkot juga mendorong seluruh OPD mengambil bagian dalam agenda kebersihan.

Pengelolaan sampah tidak lagi diposisikan sebagai pekerjaan satu dinas, melainkan membutuhkan koordinasi lintas sektor.

Dengan strategi tersebut, Pemkot Jambi mencoba menjadikan penilaian Adipura 2026 bukan sekadar perlombaan mengejar penghargaan.

Nilai 51,69 pada Adipura 2025 menjadi titik evaluasi untuk membangun sistem yang lebih permanen dari rumah tangga, lingkungan, RT, kelurahan, fasilitas pengolahan hingga TPA.

Jika strategi itu berjalan, Adipura bukan lagi sekadar soal kota yang tampak bersih saat penilaian.

Ukurannya bergeser menjadi apakah Jambi benar-benar memiliki sistem yang mampu mengurangi sampah sebelum sampah tersebut menjadi persoalan baru.(*)




Lagi! Perkelahian Antarpelajar di Kota Jambi Berujung Maut, Ini Pernyataan Pihak Disdik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perkelahian antarpelajar di kawasan Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Telanaipura, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, berujung tragis.

Seorang pelajar berusia 14 tahun meninggal dunia setelah terlibat perkelahian pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban berinisial A.Y.D. (14), pelajar kelas IX SMP Negeri 17 Kota Jambi. Korban diketahui berdomisili di wilayah Kecamatan Telanaipura.

Informasi awal dari kepolisian menyebutkan, insiden tersebut bermula dari perkelahian antara dua pelajar berinisial Z (14) dan M.B.P. (13) di sekitar kawasan dekat Kantor Partai Demokrat.

Di tengah perkelahian itu, A.Y.D. disebut berusaha memisahkan keduanya.

Namun, situasi kemudian berubah. Korban justru disebut meminta berduel dengan M.B.P. hingga keduanya terlibat perkelahian.

Z yang sebelumnya terlibat dalam perkelahian kemudian kembali berupaya memisahkan keduanya.

Setelah perkelahian berhenti, kondisi A.Y.D. tiba-tiba memburuk. Korban mengalami kejang-kejang.

Korban kemudian segera dibawa ke RS Kambang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, berdasarkan keterangan dokter jaga, A.Y.D. dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Menyusul kejadian tersebut, aparat Polsek Telanaipura bergerak melakukan penanganan.

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi perkelahian. Polisi juga mendatangi RS Kambang untuk memeriksa kondisi korban dan mengumpulkan informasi terkait kejadian.

Sementara itu, M.B.P. (13) telah diamankan di Polsek Telanaipura.

Pelajar tersebut kini menjalani pemeriksaan untuk membantu polisi mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Polisi masih melakukan penyelidikan. Karena itu, penyebab pasti meninggalnya korban serta detail kejadian sebelum dan sesudah perkelahian masih menunggu hasil penanganan lebih lanjut.

Dinas Pendidikan Kota Jambi turut memberikan perhatian terhadap peristiwa tersebut.

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Jambi, Zulafni, mengatakan kejadian berlangsung di luar jam sekolah.

“Kejadian di luar jam sekolah. Kami dari Dinas, Kadis, Kabid, Kasi, Kepsek SMPN 17 dan guru, serta Kepsek MTsN Labor sudah melayat ke rumah duka bersama Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi Bapak Martua Siregar,” ujar Zulafni.

Menurut Zulafni, jajaran Dinas Pendidikan bersama pihak sekolah juga ikut mendampingi keluarga korban hingga proses pemakaman.

Korban dimakamkan pada Sabtu 22 Agustus 2026.

“Tadi jam 10.00 kami bersama warga, guru dan siswa ikut sampai proses penguburan ananda kita Alfino,” katanya.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena melibatkan pelajar yang masih berusia 13 dan 14 tahun.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan kronologi perkelahian, pihak-pihak yang terlibat, serta faktor yang berkaitan dengan meninggalnya korban.

SepucukJambi.id akan terus memperbarui informasi kasus ini berdasarkan keterangan resmi kepolisian dan pihak terkait.(*)




Tarif Tol Bayung Lencir–Simpang Ness Jambi Mulai Berlaku Hari Ini, Cek Besarannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) resmi memberlakukan tarif Jalan Tol Betung (Sp. Sekayu)–Tempino–Jambi Seksi 3 Bayung Lencir–Simpang Ness mulai Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB.

Pemberlakuan tarif ini dilakukan setelah ruas tol tersebut sebelumnya beroperasi tanpa tarif secara bertahap.

Segmen Bayung Lencir–Tempino telah beroperasi sejak 17 Oktober 2024, sedangkan Segmen Tempino–Simpang Ness mulai dioperasikan pada 14 September 2025.

Penetapan tarif mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 7427/KPTS/Mn/2026 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Jalan Tol Betung (Sp. Sekayu)–Tempino–Jambi Seksi 3 Bayung Lencir–Simpang Ness.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengimbau pengguna jalan mempersiapkan perjalanan sebelum memasuki ruas tol yang mulai berbayar tersebut.

“Mulai Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB, Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi Seksi Bayung Lencir–Simpang Ness resmi diberlakukan tarif. Kami mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kartu uang elektronik dalam kondisi baik dan saldo mencukupi sebelum memasuki jalan tol,” ujar Iwan.

Tarif Tol Bayung Lencir–Tempino–Simpang Ness

Berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum, berikut tarif Tol Betung–Tempino–Jambi Seksi Bayung Lencir–Simpang Ness/Pijoan:

Asal Tujuan Golongan I Golongan II & III Golongan IV & V

  • Bayung Lencir Tempino Rp51.500 Rp77.000 Rp102.500
  • Bayung Lencir Simpang Ness/Pijoan Rp79.000 Rp118.500 Rp158.000
  • Tempino Simpang Ness/Pijoan Rp28.000 Rp41.500 Rp55.500
  • Tempino Bayung Lencir Rp51.500 Rp77.000 Rp102.500
  • Simpang Ness/Pijoan Bayung Lencir Rp79.000 Rp118.500 Rp158.000
  • Simpang Ness/Pijoan Tempino Rp28.000 Rp41.500 Rp55.500

Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi menjadi salah satu konektivitas penting yang menghubungkan Provinsi Sumatra Selatan dan Provinsi Jambi.

Kehadiran jalan tol ini juga memangkas waktu tempuh perjalanan dari sebelumnya sekitar dua jam menjadi sekitar 40 menit.

Imbauan Hutama Karya untuk Pengguna Tol

Seiring mulai diberlakukannya tarif, Hutama Karya mengimbau pengguna jalan untuk mengecek tarif berdasarkan gerbang tol tujuan sebelum melakukan perjalanan.

Pengguna juga diminta memastikan saldo kartu Uang Elektronik (UE) mencukupi agar proses transaksi di gerbang tol berjalan lancar dan tidak menimbulkan antrean.

Informasi mengenai tarif dan kondisi perjalanan dapat dipantau melalui akun resmi media sosial Hutama Karya @HutamaKaryaTollRoad serta aplikasi Mozy.

Jika mengalami gangguan atau memiliki keluhan terkait layanan jalan tol, pengguna dapat menghubungi Call Center Integrasi Jalan Tol Hutama Karya di 150700.(*)




Arsenal Buka Liga Inggris 2026/2027 Lawan Coventry, Simak Jadwal Lengkap Pekan Pertama

SEPUCUKJAMBI.ID – Persaingan Liga Inggris musim 2026/2027 segera dimulai.

Pekan pertama langsung menghadirkan sejumlah pertandingan menarik, termasuk juara bertahan Arsenal yang membuka musim dengan menjamu tim promosi Coventry City di Emirates Stadium.

Arsenal akan menghadapi Coventry pada Sabtu 22 Agustus 2026 pukul 02.00 WIB.

Laga ini menjadi kesempatan pertama bagi skuad Mikel Arteta untuk menunjukkan kesiapan mereka mempertahankan mahkota Liga Inggris.

Sebagai juara bertahan, Arsenal tentu berada dalam tekanan untuk mengawali musim dengan hasil positif.

Tiga poin di kandang menjadi target penting bagi Declan Rice dan kolega sekaligus modal awal dalam perjalanan panjang mempertahankan gelar.

Namun, Coventry City bukan lawan yang datang tanpa ambisi.

Coventry kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris setelah mengakhiri kompetisi Championship musim lalu sebagai pemuncak klasemen. Mereka kini berada di bawah arahan mantan gelandang Chelsea dan Timnas Inggris, Frank Lampard.

Status sebagai tim promosi justru membuat Coventry memiliki ruang untuk tampil tanpa beban.

Mereka berpeluang menjadikan pertandingan di Emirates sebagai panggung untuk membuktikan bahwa keberadaan mereka di Premier League bukan sekadar numpang lewat.

Manchester United Juga Hadapi Tim Promosi

Pertandingan menarik lainnya mempertemukan Hull City dengan Manchester United di Stadion MKM, Kingston upon Hull, Sabtu 22 Agustus 2026 pukul 18.30 WIB.

Hull City juga berstatus sebagai tim promosi dan akan langsung menghadapi salah satu klub dengan sorotan terbesar di Liga Inggris.

Bermain di kandang sendiri, Hull tentu tidak ingin debut mereka di Premier League berakhir dengan kekalahan.

Dukungan suporter bisa menjadi modal bagi tuan rumah untuk memberikan tekanan kepada Manchester United.

Sebaliknya, Manchester United datang dengan target membawa pulang tiga poin.

Awal musim menjadi momentum bagi Setan Merah untuk membangun kepercayaan diri sekaligus menunjukkan bahwa mereka layak masuk dalam persaingan papan atas.

Newcastle vs Liverpool Jadi Salah Satu Laga Besar

Pekan pertama juga menyajikan duel yang berpotensi menjadi salah satu pertandingan paling menarik, yakni Newcastle United menghadapi Liverpool di St James’ Park, Minggu 23 Agustus 2026 pukul 22.30 WIB.

Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang memiliki ambisi besar di kompetisi musim baru.

Liverpool harus langsung menghadapi atmosfer kandang Newcastle dalam laga yang berpotensi berlangsung ketat.

Sementara bagi Newcastle, kemenangan atas Liverpool bisa menjadi pernyataan awal mengenai target mereka musim ini.

Selain duel tersebut, Manchester City akan mengawali musim dengan menjamu Bournemouth pada Minggu 23 Agustus 2026 pukul 20.00 WIB.

Tottenham juga akan menjalani laga tandang menghadapi Brentford pada Sabtu 22 Agustus 2026 pukul 23.30 WIB.

Sementara Chelsea baru memainkan pertandingan pertamanya pada Selasa 25 Agustus 2026 dini hari WIB ketika bertandang menghadapi Fulham.

Dengan sejumlah tim papan atas langsung beraksi pada pekan pertama, Liga Inggris musim 2026/2027 dipastikan tidak kekurangan pertandingan yang menarik perhatian sejak awal kompetisi.

Jadwal Lengkap Pekan Pertama Liga Inggris 2026/2027

Sabtu, 22 Agustus 2026

  • Arsenal vs Coventry City — 02.00 WIB
  • Hull City vs Manchester United — 18.30 WIB
  • Ipswich Town vs Sunderland — 21.00 WIB
  • Everton vs Crystal Palace — 21.00 WIB
  • Nottingham Forest vs Leeds United — 21.00 WIB
  • Brentford vs Tottenham — 23.30 WIB

Minggu, 23 Agustus 2026

  • Manchester City vs Bournemouth — 20.00 WIB
  • Brighton vs Aston Villa — 20.00 WIB
  • Newcastle United vs Liverpool — 22.30 WIB

Selasa, 25 Agustus 2026

  • Fulham vs Chelsea — 02.00 WIB.(*)



Wawako Diza Dorong Guru Kuasai AI, Bukan Sekadar Ikut Tren Teknologi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi mulai mendorong penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) masuk lebih jauh ke ruang kelas.

Bukan sekadar mengenalkan teknologi, Pemkot Jambi bahkan akan memantau langsung penerapannya di sekolah untuk memastikan pelatihan yang diberikan benar-benar menghasilkan perubahan.

Hal itu menjadi salah satu pesan utama Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., saat membuka Pelatihan dan Ujian Program Gemini Academy 2026 di Aula Graha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, Kamis 20 Agustus 2026.

Program tersebut diikuti sekitar 250 guru dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang, mulai PAUD, SD, SMP hingga tenaga kependidikan lainnya di Kota Jambi.

Pelatihan ini merupakan kolaborasi Pemkot Jambi bersama REFO, Google Educator Group (GEG) Indonesia serta Balai Guru Penggerak (BGP)/Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Kemendikdasmen.

Yang menarik, program tersebut tidak berhenti pada pelatihan. Setelah mengikuti materi, peserta akan menjalani simulasi dan ujian.

Lima peserta dengan hasil terbaik akan mendapat perhatian khusus dari Pemkot Jambi.

Diza bahkan mengatakan akan melakukan kunjungan secara acak ke sekolah untuk melihat apakah kemampuan AI yang diperoleh selama pelatihan benar-benar diterapkan.

“Saya akan melakukan kunjungan secara langsung dan secara random untuk melihat apakah Bapak dan Ibu yang terpilih dalam lima besar tersebut benar-benar mempraktikkan pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran kepada anak didiknya maupun untuk kebutuhan sekolah,” ujar Diza.

Bagi Pemkot Jambi, tantangan utama bukan lagi sekadar membuat guru mengetahui apa itu AI.

Persoalannya adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan secara tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Diza menilai kemampuan tersebut sangat dipengaruhi oleh cara guru memberikan instruksi kepada AI atau prompt.

Ia meminta peserta tidak menggunakan perintah yang terlalu umum karena dapat menghasilkan keluaran yang seragam, generik dan kurang memiliki karakter.

“Pelatihan hari ini tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan Bapak dan Ibu. Karena itu, saya berharap pelatihan ini tidak hanya mengajarkan bagaimana menggunakan AI, tetapi juga bagaimana membuat prompt atau perintah yang baik, tepat, dan spesifik,” katanya.

Menurut Diza, gejala penggunaan AI secara seragam sudah terlihat pada berbagai produk visual.

Ketika banyak orang menggunakan pola perintah yang sama, hasil yang muncul cenderung memiliki tampilan serupa.

Kondisi itu, menurutnya, tidak boleh terbawa ke dunia pendidikan.

Guru justru dituntut mampu mengeksplorasi AI dengan memberikan konteks, memperjelas kebutuhan dan memperinci instruksi sehingga teknologi tersebut menghasilkan materi yang sesuai dengan karakter pembelajaran dan kebutuhan peserta didik.

Diza mengatakan penggunaan AI memiliki cakupan yang jauh lebih luas dibanding sekadar membuat gambar, baliho atau materi promosi.

Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pembelajaran, menyusun program kerja, membuat permainan edukatif hingga menangani berbagai pekerjaan teknis dan administrasi.

“AI sebenarnya memberikan peluang yang sangat besar. AI dapat membantu Bapak dan Ibu melakukan hampir segala hal, termasuk bagi yang merasa tidak memiliki kemampuan desain grafis,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan pemanfaatan tersebut harus tetap diarahkan pada kebutuhan nyata sekolah.

Karena itu, Diza meminta peserta tidak memandang Gemini Academy sebagai kegiatan pelatihan biasa.

“Ini bukan liburan dari mengajar. Ini adalah kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan mendapatkan ilmu baru,” tegasnya.

Program Gemini Academy 2026 juga memberikan insentif bagi peserta yang mampu menunjukkan hasil terbaik.

Lima peserta dengan nilai sertifikasi tertinggi akan mendapatkan sertifikat sekaligus perhatian khusus dari Pemkot Jambi.

Diza mengatakan penerapan AI oleh lima peserta tersebut akan dilihat secara langsung.

Jika pemanfaatannya terbukti memberikan dampak positif bagi guru maupun peserta didik, Pemkot Jambi membuka peluang memberikan apresiasi lanjutan.

Dengan skema tersebut, pemerintah kota ingin menggeser ukuran keberhasilan program dari sekadar berapa banyak guru yang mengikuti pelatihan menjadi seberapa jauh pengetahuan tersebut benar-benar digunakan di sekolah.

Diza menegaskan dirinya serius mendorong program tersebut karena sejak awal ikut meminta agar kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pihak terkait.

“Saya sendiri juga serius dengan kegiatan ini. Saya yang meminta kegiatan ini dilaksanakan kepada Pak Stafsus dan Pak Wapres, sehingga saya juga merasa memiliki tanggung jawab terhadap keberhasilan program ini,” katanya.

Diza menyebut sebelumnya telah ada 15 fasilitator yang memperoleh manfaat dari pelatihan serupa.

Pengetahuan tersebut diharapkan diteruskan kepada lebih banyak guru sehingga efek program tidak berhenti pada peserta yang hadir di ruang pelatihan.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Pendidikan, Riset, Inovasi dan Hilirisasi, Achmad Aditya, melalui tayangan video.

Ia mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk mengenal sekaligus memanfaatkan AI dalam dunia pendidikan, khususnya di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi.

Menurutnya, pelatihan AI harus diarahkan pada kemampuan praktis, bukan berhenti pada pemahaman mengenai teknologi kecerdasan buatan.

Selain pengembangan kompetensi guru, rangkaian Program Gemini Academy 2026 juga ditutup dengan pemberian apresiasi berupa lima unit Robotik Kit.

Apresiasi tersebut diberikan kepada sekolah yang perwakilannya memperoleh nilai tertinggi dalam ujian sertifikasi.

Lima sekolah penerima apresiasi tersebut adalah:

  1. SMP Negeri 012 Jambi
  2. SDN 25/IV Kota Jambi
  3. SD Negeri 109/IV Jambi
  4. SD Negeri 44 Kota Jambi
  5. SDN 74/IV Kota Jambi

Pemkot Jambi berharap pelatihan tersebut menjadi titik awal pemanfaatan AI yang lebih luas di lingkungan pendidikan.

Target akhirnya bukan sekadar membuat guru mampu menggunakan aplikasi berbasis AI, tetapi mendorong teknologi tersebut menjadi alat untuk memperbaiki pembelajaran, meningkatkan produktivitas tenaga kependidikan dan memberi pengalaman belajar yang lebih adaptif bagi siswa.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan Gemini Academy di Kota Jambi nantinya bukan hanya terlihat dari sertifikat yang diperoleh peserta, melainkan dari apa yang berubah ketika para guru kembali ke sekolah dan mulai menerapkan pengetahuan tersebut di ruang kelas.(*)




UIN STS Jambi Tambah 5 Guru Besar, Rektor Bidik 40 Profesor

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi mempercepat penguatan sumber daya akademiknya.

Lima akademisi dikukuhkan sebagai guru besar dalam satu agenda yang digelar di Auditorium Chatib Quzwain, Kampus II UIN STS Jambi, Kamis 20 Agustus 2026.

Lima profesor yang dikukuhkan berasal dari bidang keilmuan yang berbeda, mulai dari hukum pidana Islam, peradilan agama, manajemen pendidikan, hukum ekonomi syariah hingga manajemen pemasaran pendidikan Islam.

Mereka adalah Prof. Dr. H. Ishaq, S.H., M.Hum. sebagai guru besar bidang Hukum Pidana Islam; Prof. Dr. Dra. Illy Yanti, M.Ag. dalam bidang Peradilan Agama; serta Prof. Dr. Ahmad Ridwan, M.Pd.I. sebagai guru besar bidang Manajemen Pendidikan.

Kemudian, Prof. Dr. Zulqarnain, S.Ag., M.Hum., Ph.D. dikukuhkan sebagai guru besar bidang Hukum Ekonomi Syariah dan Prof. Dr. H. Mahmud MY, S.Ag., M.Pd. dalam bidang Manajemen Pemasaran Pendidikan Islam.

Pengukuhan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Senat UIN STS Jambi, Prof. Mukhtar, dilanjutkan pembacaan riwayat hidup masing-masing akademisi.

Kelima profesor kemudian menyampaikan orasi ilmiah di hadapan anggota senat dan tamu undangan.

Namun, di balik seremoni tersebut, UIN STS Jambi tengah membidik target yang jauh lebih besar.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., mengatakan kampus yang dipimpinnya menargetkan memiliki 40 guru besar selama masa kepemimpinannya.

Menurut dia, target tersebut bukan sekadar ambisi kelembagaan. Perkembangan jumlah profesor dalam dua tahun terakhir menjadi dasar optimisme universitas untuk mengejar angka tersebut.

“Target 40 guru besar bukan sesuatu yang tidak mungkin dicapai,” ujar Kasful Anwar.

Ia mengungkapkan, sepanjang 2025 hingga 2026, UIN STS Jambi telah mengukuhkan 15 guru besar.

Capaian tersebut menjadi pijakan untuk mempercepat pertumbuhan jabatan akademik tertinggi bagi dosen di lingkungan kampus.

Tak berhenti pada 15 profesor, saat ini terdapat 10 dosen yang telah diajukan untuk mengikuti uji kompetensi sebagai bagian dari tahapan menuju jabatan guru besar.

Angka tersebut membuat target 40 profesor semakin terbuka untuk dikejar, sekaligus menunjukkan bahwa universitas sedang menyiapkan regenerasi profesor secara lebih sistematis.

Kasful Anwar menekankan percepatan guru besar tidak boleh hanya berorientasi pada bertambahnya jumlah profesor.

Pemenuhan persyaratan akademik, khususnya kualitas publikasi ilmiah, menjadi bagian yang turut diperkuat.

Karena itu, universitas mendorong dosen mempersiapkan persyaratan akademik secara lebih matang melalui berbagai program pendampingan dan peningkatan kompetensi.

Salah satunya melalui pelatihan penulisan artikel ilmiah.

Program tersebut diarahkan untuk membantu dosen meningkatkan kemampuan publikasi sekaligus mempercepat pemenuhan persyaratan akademik menuju jabatan guru besar.

Dengan pendekatan itu, pertumbuhan jumlah profesor di UIN STS Jambi diharapkan tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas riset dan publikasi akademik.

Bagi UIN STS Jambi, keberadaan guru besar memiliki konsekuensi yang lebih besar daripada sekadar status akademik.

Para profesor diharapkan menjadi penggerak pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat dan penguatan proses pendidikan.

Penambahan profesor juga diposisikan sebagai bagian dari strategi kelembagaan untuk meningkatkan mutu serta daya saing UIN STS Jambi.

Semakin banyak akademisi pada jenjang profesor, semakin besar pula kapasitas kampus dalam membangun pusat-pusat keunggulan keilmuan, menghasilkan penelitian berkualitas dan memperluas kontribusi akademik kepada masyarakat.

Karena itu, Rektor UIN STS Jambi menekankan pentingnya komitmen bersama seluruh unsur akademik.

Percepatan jumlah guru besar, menurutnya, membutuhkan dukungan institusi sekaligus kesiapan dosen dalam memenuhi standar akademik yang ditetapkan.

Dengan pengukuhan lima profesor terbaru tersebut, UIN STS Jambi kembali menambah kekuatan akademiknya.

Tantangan berikutnya bukan hanya mengejar target 40 guru besar, tetapi memastikan para profesor tersebut menghasilkan karya ilmiah, riset dan inovasi yang memberi dampak nyata bagi kampus maupun masyarakat.(*)




UNJA Dorong Bahan Ajar Berkelas Dunia, Dosen Didorong Manfaatkan Sumber Open Source

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Universitas Jambi (UNJA) mendorong dosen mengembangkan bahan ajar yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan mampu bersaing dalam konteks pendidikan global.

Upaya tersebut dilakukan melalui Technical Assistance bertema “Pemanfaatan Data Pembelajaran Open Source Kelas Dunia Dalam Pengembangan Bahan Ajar Digital di Lingkungan UNJA Tahun 2026” yang digelar Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) UNJA di Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC UNJA Mendalo.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan dosen dalam memanfaatkan sumber pembelajaran terbuka (open source) dalam penyusunan bahan ajar digital.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNJA, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., mengatakan istilah “bahan ajar berkelas dunia” tidak semata-mata berarti menggunakan bahasa Inggris atau mencantumkan referensi dari akademisi luar negeri.

Menurutnya, kualitas bahan ajar harus diukur dari kekuatan standar akademik, relevansi terhadap perkembangan keilmuan serta kemampuannya menjawab kebutuhan pendidikan di tengah perubahan global.

“Bahan ajar berkelas dunia bukan hanya tentang penggunaan bahasa Inggris atau mengutip penulis-penulis dari luar negeri. Yang kita harapkan adalah bahan ajar yang memiliki standar akademik internasional dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan di era globalisasi,” ujar Hafrida.

Penguatan kualitas bahan ajar juga dipandang memiliki kaitan dengan upaya UNJA meningkatkan mutu institusi.

Hafrida mengatakan pengembangan bahan ajar dengan standar internasional dapat menjadi salah satu elemen pendukung proses akreditasi, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Lebih jauh, kualitas bahan ajar diharapkan tidak berhenti pada dokumen akademik, tetapi memberi pengaruh terhadap proses pembelajaran dan kompetensi mahasiswa.

“Pengembangan bahan ajar dengan standar internasional diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas akademik Universitas Jambi, tetapi juga meningkatkan daya saing lulusan dalam menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di tingkat global,” katanya.

Ketua LPMPP UNJA, Prof. Dr. Retno Kusniati, S.H., M.Hum., mengatakan Technical Assistance tersebut merupakan kelanjutan dari proses pengembangan perangkat pembelajaran yang telah dimulai sebelumnya.

Pada 12 Agustus 2026, LPMPP telah menggelar kegiatan terkait penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Tahap berikutnya diarahkan pada pengembangan bahan ajar.

“Pada 12 Agustus lalu, LPMPP telah melaksanakan pertemuan dalam rangka penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Hari ini, kegiatan tersebut kita lanjutkan dengan pengembangan bahan ajar,” ujar Retno.

Menurutnya, penggunaan sumber pembelajaran terbuka yang berkualitas dapat membantu dosen memperkaya bahan ajar dengan referensi dan materi yang lebih relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

LPMPP, kata Retno, memiliki tanggung jawab untuk mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan di lingkungan universitas.

“Kami ingin memastikan bahan ajar yang dikembangkan terus diperbaiki dan disesuaikan dengan perkembangan akademik, sehingga dapat mendukung proses pembelajaran yang berkualitas,” tambahnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Ella Masita, S.Pd., M.Pd., M.Sc., mengatakan pengembangan bahan ajar merupakan salah satu agenda tahunan LPMPP UNJA.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam mengembangkan materi pembelajaran sekaligus memperkuat kualitas proses belajar-mengajar.

“Selama dua hari ini, kami akan bersama-sama mengembangkan bahan ajar yang dipandu oleh narasumber. Kami berharap kegiatan ini menghasilkan bahan ajar yang dapat langsung dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran,” jelas Ella.

Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Edi Surya Negara, S.Kom., M.Kom., sebagai narasumber.

Materi yang diberikan berfokus pada pengembangan bahan ajar berkelas dunia, termasuk bagaimana memanfaatkan sumber pembelajaran terbuka untuk menghasilkan materi yang memenuhi aspek akademik sekaligus memiliki relevansi internasional.

Tak hanya berupa pemaparan materi, peserta juga diarahkan untuk mengembangkan bahan ajar selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan pemilihan bahan ajar terbaik dalam empat kategori pada akhir rangkaian kegiatan.

“Besok, setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, akan dilakukan pemilihan empat kategori bahan ajar terbaik. Kami berharap apresiasi ini dapat menjadi motivasi bagi para dosen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas bahan ajar yang dikembangkan,” kata Ella.

Kegiatan tersebut diikuti dosen-dosen di lingkungan UNJA bersama jajaran LPMPP.

Bagi UNJA, Technical Assistance ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya peningkatan mutu yang berlangsung secara berkelanjutan.

Pengembangan bahan ajar digital berbasis sumber terbuka diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk membuat proses pembelajaran semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pendidikan masa kini.(*)




Tradisi Lama Kembali Semarak, Pemkot Jambi Gelar Festival Layang-Layang dan Jajanan Bengen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi mencoba menghidupkan kembali dua bagian dari ingatan kolektif masyarakat melalui Festival Layang-Layang dan Jajanan Bengen.

Permainan tradisional dan kuliner masa lalu tidak sekadar dipertontonkan, tetapi diarahkan menjadi bagian dari penguatan budaya sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.

Festival tersebut digelar di Lapangan Langit Biru, Kecamatan Jambi Timur, selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (20–22 Agustus 2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., membuka kegiatan tersebut pada Kamis sore.

Menurut Diza, pemilihan layang-layang dan jajanan bengen sebagai materi utama festival berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Jambi.

Keduanya dinilai bukan sekadar hiburan atau makanan tradisional, tetapi memiliki nilai sosial dan budaya yang melekat pada generasi sebelumnya.

“Melalui permainan tradisional layang-layang dan lomba kuliner ini, kita diingatkan kembali pada permainan tradisional yang sederhana, tetapi memiliki nilai kebersamaan dan kenangan bagi masyarakat Kota Jambi,” ujar Diza.

Salah satu perhatian dalam festival ini adalah jajanan bengen atau makanan tradisional yang pernah akrab dengan kehidupan masyarakat.

Pemkot Jambi menjadikan festival tersebut sebagai ruang untuk memperkenalkan kembali cita rasa masa lalu kepada masyarakat, termasuk generasi muda.

Diza mengatakan kuliner tradisional merupakan bagian dari identitas budaya yang perlu terus diperkenalkan dan dikembangkan.

“Festival Jajanan Bengen menghadirkan kembali cita rasa warisan masa lalu yang menjadi bagian dari identitas budaya Kota Jambi. Semangat inilah yang sejalan dengan komitmen Kota Jambi Bahagia Berbudaya,” katanya.

Upaya tersebut sekaligus membuka peluang agar kuliner tradisional tidak hanya bertahan sebagai bagian dari kenangan, tetapi dapat memiliki nilai ekonomi melalui pengembangan usaha dan kreativitas masyarakat.

Festival ini juga mempertemukan unsur budaya dengan aktivitas ekonomi kreatif. Pelaku kuliner, UMKM, pengrajin, seniman, komunitas hingga pelaku usaha lainnya dilibatkan dalam kegiatan.

Bagi Pemkot Jambi, keterlibatan mereka menjadi bagian penting karena festival budaya dapat menciptakan ruang transaksi sekaligus mempertemukan produk lokal dengan masyarakat.

“Di balik penyelenggaraan festival ini ada pelaku kuliner, UMKM, pengrajin, seniman, komunitas dan berbagai pelaku usaha lainnya. Dengan demikian, diharapkan terjadi perputaran ekonomi di masyarakat,” ungkap Diza.

Dengan konsep tersebut, perayaan kemerdekaan tidak hanya menghasilkan keramaian selama acara berlangsung.

Pemerintah kota ingin kegiatan budaya memiliki efek lanjutan bagi pelaku usaha dan ekonomi kreatif.

Diza pun berharap festival serupa tidak berhenti sebagai agenda tahunan yang hanya muncul setiap momentum tertentu.

“Kegiatan ini diharapkan bukan hanya menjadi acara tahunan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Jambi,” tegasnya.

Selama pelaksanaan festival, masyarakat tidak hanya disuguhi permainan layang-layang dan kuliner tradisional.

Sejumlah kegiatan lain turut digelar, di antaranya olahraga, panjat pinang dan pertunjukan musik hiburan.

Pemkot Jambi juga menghadirkan layanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) serta Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Rangkaian kegiatan tersebut membuat festival menjadi ruang pertemuan antara hiburan, pelayanan publik, budaya dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, pengenalan kembali permainan tradisional seperti layang-layang dinilai penting di tengah perubahan pola hiburan generasi muda yang semakin banyak bergeser ke ruang digital.

Melalui festival ini, Pemkot Jambi berupaya menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan hanya sebagai perayaan.

Tetapi juga kesempatan untuk mempertemukan kembali generasi sekarang dengan tradisi yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Jika dikembangkan secara konsisten, layang-layang dan jajanan bengen tidak hanya dapat menjadi simbol nostalgia.

Tetapi berpotensi menjadi bagian dari daya tarik budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Jambi.(*)




Tol Bayung Lencir–Jambi Segera Bertarif, Perjalanan 2 Jam Kini Cuma 40 Meni

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pengguna Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi Seksi Bayung Lencir–Simpang Ness dalam waktu dekat tidak lagi bisa melintas tanpa tarif.

PT Hutama Karya (Persero) menyatakan ruas tol tersebut segera memasuki tahap pengoperasian bertarif setelah sebelumnya dibuka gratis untuk masyarakat.

Meski tanggal dan besaran tarif belum diumumkan, Hutama Karya memastikan persiapan menuju pengoperasian bertarif terus dilakukan.

Ruas yang menghubungkan wilayah Sumatra Selatan dan Jambi itu sebelumnya dioperasikan tanpa tarif secara bertahap.

Segmen Bayung Lencir–Tempino mulai beroperasi pada 17 Oktober 2024, kemudian Segmen Tempino–Simpang Ness menyusul pada 14 September 2025.

Selama masa pengoperasian tanpa tarif, Hutama Karya melakukan evaluasi terhadap pelayanan, fasilitas dan sistem operasional jalan tol sebagai persiapan sebelum pengguna dikenakan tarif.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan perusahaan kini memastikan berbagai aspek pelayanan siap menghadapi perubahan status pengoperasian tersebut.

“Pengoperasian tanpa tarif memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan merasakan langsung manfaat jalan tol ini. Dalam waktu dekat, ruas ini akan memasuki tahap pengoperasian bertarif,” ujar Iwan.

Menurutnya, kesiapan tidak hanya berkaitan dengan transaksi di gerbang tol. Armada layanan, sistem pemantauan lalu lintas dan fasilitas pendukung juga terus dioptimalkan.

“Kami memastikan seluruh aspek pelayanan, mulai dari transaksi di gerbang tol, kesiapan armada layanan, hingga sistem pemantauan lalu lintas terus kami optimalkan agar pengguna jalan memperoleh perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar,” katanya.

Untuk mendukung transaksi pengguna, ruas Bayung Lencir–Simpang Ness dilengkapi tiga gerbang tol, yakni Gerbang Tol Pijoan, Gerbang Tol Muaro Sebapo dan Gerbang Tol Bayung Lencir.

Masing-masing gerbang didukung gardu entrance, gardu exit, gardu reversible serta mobile reader untuk membantu kelancaran transaksi.

Artinya, ketika tarif mulai diberlakukan, pengguna perlu memastikan kartu uang elektronik yang digunakan dalam kondisi baik dan memiliki saldo mencukupi sebelum memasuki ruas tol.

Namun, perubahan dari gratis menjadi berbayar bukan satu-satunya perkembangan yang perlu diperhatikan pengguna.

Dari sisi layanan darurat, Hutama Karya juga telah menyiapkan puluhan armada operasional.

Total terdapat 22 kendaraan operasional, terdiri atas lima kendaraan patroli, satu kendaraan rescue, dua ambulans, enam kendaraan derek, tiga kendaraan keamanan dan ketertiban, tiga kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR), satu skylift dan satu water tank.

Pemantauan lalu lintas juga diperkuat dengan 104 CCTV dan enam Variable Message Sign (VMS).

Di balik pemberlakuan tarif yang akan datang, ruas tol ini menawarkan perubahan besar dari sisi waktu perjalanan.

Hutama Karya menyebut perjalanan pada koridor tersebut yang sebelumnya dapat mencapai sekitar dua jam kini dapat ditempuh sekitar 40 menit.

Pemangkasan waktu tempuh itu menjadi salah satu manfaat utama kehadiran Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi.

Terutama untuk mobilitas masyarakat dan distribusi barang antara Sumatra Selatan dan Jambi.

“Efisiensi waktu tempuh tersebut diharapkan turut mendorong kelancaran mobilitas orang dan barang serta memberikan dampak positif bagi aktivitas perekonomian antardaerah,” kata Iwan.

Dengan semakin terhubungnya wilayah Jambi dan Sumatra Selatan melalui jalan tol, jalur tersebut diharapkan tidak hanya menjadi alternatif perjalanan masyarakat.

Tetapi juga memperkuat arus logistik dan aktivitas ekonomi di wilayah yang dilalui.

Meski pengoperasian bertarif disebut segera dilakukan, Hutama Karya belum menyampaikan besaran tarif maupun tanggal pasti pemberlakuannya dalam informasi tersebut.

Perusahaan meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi dan tidak berpatokan pada informasi yang belum berasal dari kanal resmi.

Sembari menunggu pemberlakuan tarif, pengguna jalan diimbau mempersiapkan perjalanan dengan memastikan kartu uang elektronik berfungsi dan saldo mencukupi.

Pengguna juga diminta mematuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta tidak memaksakan diri berkendara ketika dalam kondisi lelah.

Hutama Karya menyatakan sosialisasi mengenai perubahan status pengoperasian akan dilakukan secara bertahap.

Untuk informasi dan bantuan selama perjalanan, pengguna dapat menghubungi Call Center Jalan Tol Hutama Karya 150700. Informasi operasional juga tersedia melalui kanal resmi @HutamaKaryaTollRoad dan aplikasi Mozy.(*)