Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance

TANGERANG, SEPUCUKJAMBI.ID — PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) mendorong penguatan perlindungan risiko di sektor kesehatan melalui partisipasinya dalam Industrial Symposium bertajuk “One BRI Solution for Empowering Healthcare Ecosystem with Strategic Protection, Workforce Resilience and Financial Leaps” yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Jumat (9/10).

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat ekosistem layanan kesehatan melalui solusi perlindungan yang menyeluruh, termasuk perlindungan terhadap risiko malpraktik bagi tenaga medis. Inisiatif ini sejalan dengan upaya BRI Group dalam menghadirkan solusi keuangan yang terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan berbagai sektor industri.

Group Head Retail Transaction Group BRI, Erin Young, menyampaikan bahwa transformasi perbankan saat ini mendorong BRI untuk menghadirkan layanan yang melampaui kebutuhan transaksi perbankan, termasuk melalui solusi yang mendukung ekosistem industri.

“Perbankan saat ini terus bertransformasi. Layanan yang dihadirkan tidak lagi terbatas pada transaksi, tetapi juga bagaimana BRI dapat memberikan solusi yang menyeluruh bagi berbagai ekosistem. Dalam ekosistem rumah sakit, misalnya, terdapat banyak pihak yang terlibat, tidak hanya dokter dan pasien, tetapi juga tenaga kerja serta berbagai unsur pendukung lainnya. Melalui tema hari ini, BRI Insurance hadir dengan solusi perlindungan untuk membantu mengelola risiko, termasuk risiko malpraktik,” ujar Erin.

Sementara itu, dr. R. Koesmedi Priharto, Sp.OT., M.Kes., menyoroti pentingnya perlindungan bagi tenaga medis dalam menghadapi risiko profesi di tengah tanggung jawab pelayanan kesehatan. Menurutnya, tenaga medis juga perlu mempertimbangkan aspek pengelolaan keuangan, mengingat profesi dokter membutuhkan investasi pendidikan dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.

“Seorang dokter yang bekerja di klinik dengan penghasilan terbatas tetap harus memikirkan berbagai kebutuhan, termasuk biaya untuk melanjutkan pendidikan. Oleh karena itu, penting bagi tenaga medis untuk dapat mengelola risiko dan keuangan dengan baik. Saya berharap BRI dapat menghadirkan program perlindungan sekaligus memberikan edukasi agar kami semakin memahami risiko profesi dan cara mengelolanya,” ungkap dr. Koesmedi.

Menjawab kebutuhan tersebut, BRI Insurance menghadirkan Medical Malpractice Insurance dengan tiga nilai utama, yaitu perlindungan asuransi, pendampingan medikolegal dan penanganan kasus, serta program edukasi pengelolaan risiko profesi. Ketiga nilai tersebut dirancang untuk memberikan solusi perlindungan yang tidak hanya berorientasi pada aspek finansial, tetapi juga mendukung pengelolaan risiko profesi tenaga medis secara lebih komprehensif.

Dari sisi perlindungan finansial, Medical Malpractice Insurance memberikan jaminan atas tanggung jawab ganti rugi yang timbul akibat tuntutan pasien atau keluarganya terkait dugaan kelalaian atau kesalahan medis dalam pelaksanaan tugas profesional. Perlindungan ini juga dapat mencakup biaya pembelaan hukum dan penyelesaian tuntutan sepanjang memenuhi syarat, ketentuan, serta batasan pertanggungan yang tercantum dalam polis.

Selain perlindungan finansial, BRI Insurance menghadirkan nilai tambah melalui penanganan kasus untuk mendukung tenaga medis dalam menghadapi potensi tuntutan pasien. Dukungan tersebut mencakup pendampingan dalam proses penyelesaian sengketa sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga tenaga medis dapat menghadapi risiko hukum profesi melalui proses yang lebih terarah dan terukur.

Nilai tambah lainnya diwujudkan melalui program edukasi pengelolaan risiko profesi yang berfokus pada peningkatan pemahaman dan kesadaran tenaga medis terhadap potensi risiko dalam praktik pelayanan kesehatan. Melalui pendekatan edukatif dan preventif, BRI Insurance berupaya mendorong penguatan budaya mitigasi risiko, profesionalisme, serta praktik pelayanan medis yang bertanggung jawab.

Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, menyampaikan bahwa perlindungan bagi tenaga medis merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan. Menurutnya, tenaga medis tidak hanya membutuhkan dukungan dalam menjalankan pelayanan kesehatan, tetapi juga perlindungan terhadap risiko yang melekat pada profesinya.

“BRI Insurance memahami bahwa tenaga medis memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Melalui Medical Malpractice Insurance, kami ingin menghadirkan solusi perlindungan yang tidak hanya membantu memitigasi risiko finansial, tetapi juga memberikan dukungan melalui pendampingan medikolegal dan edukasi pengelolaan risiko profesi. Kami berharap solusi ini dapat memberikan nilai tambah bagi tenaga medis dalam menghadapi risiko profesinya, sehingga mereka dapat menjalankan praktik secara lebih siap dan berfokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Budi Legowo.

Melalui Medical Malpractice Insurance, BRI Insurance berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan sektor industri, termasuk sektor kesehatan. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat pengelolaan risiko profesi, mendukung ketahanan tenaga medis, serta memberikan nilai tambah bagi keberlangsungan ekosistem layanan kesehatan di Indonesia.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa

YOGYAKARTA, SEPUCUKJAMBI. ID — FisTx Indonesia, perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, mengumumkan bahwa Cakra Elektrolisis, sistem sterilisasi air tambak berbasis elektrokimia yang dirancang sebagai pengganti kaporit, kini beroperasi di empat titik strategis di Pulau Jawa.

Produk karya anak bangsa yang baru diperkenalkan pada awal 2026 ini mulai dipercaya tambak-tambak besar, dan masyarakat dipersilakan datang untuk membuktikan sendiri lewat pengambilan sampel air serta pengecekan kualitas air setelah penggunaan elektrolisis.

Empat Titik Strategis Cakra Elektrolisis di Pulau Jawa

Berikut lokasi Cakra Elektrolisis yang dapat anda jadikan referensi dan perbandingan performa kualitas air dan budidaya setelah proses elektrolisis :

– Jawa bagian timur : Banyuwangi, Pantai Blimbingsari

– Jawa bagian barat : Kota Serang, Banten

– Pantai selatan Jawa : Purworejo, Tambak KSO FisTx

– Pantai utara Jawa (Pantura) : Jepara, PT Ghana Utamadi Dhuniara

Keempat titik ini mewakili kondisi perairan dan pola budidaya yang berbeda-beda di Pulau Jawa, salah satu wilayah penyumbang pasokan udang nasional. Calon pengguna dapat memilih lokasi yang paling dekat dengan tambak atau kantor mereka.

Buktikan Sendiri: Ambil Sampel Air, Cek Kualitasnya

FisTx mengajak petambak, pengelola tambak, dan pemangku kepentingan industri udang untuk tidak sekadar percaya pada klaim. “Jika ingin menguji secara langsung dapat mengambil sampel air di lokasi, lalu memeriksa kualitas air pasca penggunaan elektrolisis melalui laboratorium atau alat uji pilihan mereka,” jelas tim FisTx. Kunjungan dikoordinasikan melalui tim FisTx agar pengambilan sampel berjalan lancar.

“Kepercayaan tambak-tambak di Pulau Jawa terhadap Cakra Elektrolisis menunjukkan bahwa petambak Indonesia kini siap memilih teknologi dalam negeri. Cakra lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, sebagai pengganti kaporit yang selama ini harus dibeli dan ditangani berulang di setiap siklus. Kami tidak meminta siapa pun percaya begitu saja. Silakan datang ke lokasi, ambil sampel air, dan buktikan sendiri kualitasnya,” ujar Rico Wisnu Wibisono, CEO FisTx Indonesia

Mengapa sterilisasi air tambak semakin penting

Industri udang nasional sedang didorong tumbuh. Dirjen Perikanan Budidaya KKP menyebut pada April 2026 produksi udang nasional berada di kisaran lebih dari 1 juta ton, dengan target sekitar 2 juta ton per tahun. Dari sisi ekspor, nilai ekspor udang Indonesia pada Januari–September 2025 mencapai sekitar US$1,4 miliar atau naik 17,5% dibanding tahun sebelumnya, dengan Amerika Serikat sebagai tujuan terbesar (63,1%).

Seiring budidaya yang makin intensif, kualitas air dan biosecurity menjadi fondasi utama. Selama ini kaporit menjadi pilihan umum untuk sterilisasi air, namun pemakaiannya berarti membeli, mengangkut, menyimpan, dan menangani bahan kimia secara berulang di setiap siklus. Cakra Elektrolisis hadir sebagai alternatif tanpa kaporit.

Cakra Elektrolisis alam sistem FDS

Cakra Elektrolisis merupakan bagian dari FDS (FisTx Disinfectan System) bersama Baskara UV dan Nano Disinfektan. Dalam ajang FARM 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue pada 29 September 2026, demo cara kerja Cakra Elektrolisis menjadi daya tarik utama booth FisTx di hadapan lebih dari 350 pengunjung yang sebagian besar adalah teknisi dan pemilik tambak udang.

Sebagai gambaran data lapangan, pada salah satu Kolam B7 (Tambak Area Banyuwangi – Pantai Blimbingsari) yang menerapkan Cakra Elektrolisis, hasil panen siklus pertama (periode Juli 2026) mencatat total panen 9.501 kg pada luasan 5.000 m² dengan DOC 80, FCR 1,21, dan SR 82%.

Spesifikasi Disesuaikan Kondisi Tiap Tambak

Setiap tambak memiliki luasan, sumber air, salinitas, dan pola operasional yang berbeda. Karena itu, FisTx selalu menyarankan calon pengguna berkonsultasi dengan tim teknologi FisTx untuk mendapatkan spesifikasi Cakra Elektrolisis yang sesuai kondisi lapangan sehingga performanya maksimal.

Tentang FisTx Indonesia

FisTx Indonesia (PT Aditya Inovasi Makmur) adalah perusahaan teknologi akuakultur yang berbasis di Yogyakarta. FisTx menghadirkan solusi terlengkap bagi budidaya perikanan, mulai dari teknologi sterilisasi air, nutrisi ikan dan udang, desain dan konstruksi kolam, pendampingan budidaya, hingga pelatihan dan kemitraan.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Psikologi dan Manajemen Risiko: Aryasatya Wishnutama Tekankan Manusia di Sektor Energi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Industri energi selama ini identik dengan investasi bernilai besar, teknologi, serta kompleksitas operasional. Namun, di balik berbagai keputusan strategis perusahaan, terdapat satu faktor yang tidak kalah penting, yakni manusia.

Hal tersebut menjadi perhatian Aryasatya Wishnutama, President Director PT Indelberg Global Energy, yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman profesional lintas disiplin, mulai dari psikologi industri dan organisasi, psikologi militer, hingga manajemen risiko di sektor minyak dan gas bumi.

Berbekal pendidikan Magister Psikologi dengan keahlian di bidang Psikologi Industri dan Organisasi, Aryasatya pernah berdinas di Dinas Psikologi Angkatan Darat. Ia kemudian melanjutkan karier di industri migas dan menduduki posisi Risk & Management Director pada salah satu perusahaan migas nasional.

Pengalaman tersebut membentuk perspektif kepemimpinannya, terutama dalam melihat hubungan antara perilaku manusia, pengambilan keputusan, dan risiko bisnis.

Faktor Manusia dalam Pengambilan Keputusan Bisnis

Di tengah dinamika industri energi yang semakin kompleks, perusahaan dituntut mampu membaca perubahan pasar, mengelola investasi, serta mengantisipasi risiko operasional dan finansial.

Namun, menurut Aryasatya, efektivitas strategi perusahaan juga sangat dipengaruhi oleh kualitas manusia yang menjalankannya.

Baca Juga : https://voicejogja.com/sabda-tanpa-lisan-thatwa-tan-tinulis/

“Perusahaan sering kali berfokus pada risiko finansial, operasional, dan perubahan pasar. Padahal, di balik berbagai risiko tersebut terdapat faktor manusia. Bagaimana seseorang berpikir, menilai situasi, dan mengambil keputusan akan sangat memengaruhi kualitas pengelolaan risiko perusahaan,” ujar Aryasatya.

Dalam perspektif psikologi organisasi, keputusan bisnis tidak selalu lahir dari pertimbangan rasional semata. Bias kognitif, tekanan pekerjaan, dinamika kelompok, hingga karakter kepemimpinan turut memengaruhi cara individu dan organisasi mengambil keputusan.

Karena itu, penguatan manajemen risiko perlu berjalan seiring dengan pembangunan budaya organisasi yang sehat, komunikasi yang terbuka, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab.

Pengalaman Psikologi Militer dan Perspektif Kepemimpinan

Pengalaman Aryasatya di Dinas Psikologi Angkatan Darat menjadi bagian penting dalam perjalanan profesionalnya.

Lingkungan organisasi militer memiliki karakteristik yang menuntut disiplin, kesiapan mental, ketepatan penilaian, serta kemampuan bekerja dalam struktur organisasi yang kompleks.

Pengalaman tersebut memberikan perspektif mengenai pentingnya memahami karakter individu, dinamika kelompok, dan efektivitas kepemimpinan.

“Pemimpin tidak cukup hanya memahami strategi bisnis. Ia juga perlu memahami manusia yang menjalankan strategi tersebut. Kemampuan membaca karakter, membangun kepercayaan, dan menempatkan individu sesuai kompetensinya merupakan bagian penting dari efektivitas organisasi,” kata Aryasatya.

Menurutnya, pemahaman terhadap perilaku manusia memiliki relevansi dalam dunia korporasi, khususnya ketika organisasi menghadapi tekanan, perubahan, dan tuntutan pencapaian kinerja.

Manajemen Risiko Bukan Sekadar Sistem dan Prosedur

Perjalanan karier Aryasatya kemudian berlanjut ke industri minyak dan gas bumi hingga menduduki jabatan Risk & Management Director pada sebuah perusahaan migas nasional.

Pengalaman tersebut memperluas perspektifnya mengenai hubungan antara pengambilan keputusan manajerial, tata kelola perusahaan, dan pengendalian risiko bisnis.

Baca Juga : https://voicejogja.com/bale-tjarakan-menyelami-suwung/

Industri migas memiliki karakteristik risiko yang kompleks, mulai dari volatilitas harga energi, keselamatan operasional, kepatuhan terhadap regulasi, hingga ketidakpastian investasi.

Dalam kondisi tersebut, keberadaan sistem pengendalian risiko yang baik harus didukung oleh perilaku organisasi yang konsisten.

“Manajemen risiko bukan sekadar dokumen, matriks, atau prosedur pengendalian. Sistem yang baik tetap membutuhkan manusia yang memiliki kesadaran risiko, integritas, dan keberanian untuk mengambil keputusan secara bertanggung jawab,” jelasnya.

Aryasatya menilai bahwa budaya sadar risiko perlu menjadi bagian dari perilaku organisasi sehari-hari, bukan hanya kewajiban administratif.

Pendekatan tersebut berkaitan dengan konsep human factors dalam manajemen risiko, yang menempatkan perilaku, kompetensi, komunikasi, dan kondisi kerja sebagai elemen penting dalam menjaga keandalan organisasi.

Kepemimpinan Strategis di Tengah Ketidakpastian Industri Energi

Kini, sebagai President Director PT Indelberg Global Energy, Aryasatya menghadapi tanggung jawab kepemimpinan dalam sektor bisnis yang dipengaruhi dinamika ekonomi global, perubahan geopolitik, dan kebutuhan energi.

Menurutnya, perusahaan perlu memiliki kemampuan mengidentifikasi peluang sekaligus mengelola risiko secara disiplin.

Kepemimpinan strategis tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menentukan arah bisnis, tetapi juga membangun organisasi yang siap menjalankan keputusan secara efektif.

“Pertumbuhan bisnis harus dibangun di atas fondasi organisasi yang kuat. Kita membutuhkan strategi yang tepat, pengelolaan risiko yang disiplin, dan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi serta integritas. Ketiganya harus berjalan bersama,” ungkap Aryasatya.

Ia memandang kualitas sumber daya manusia, tata kelola, dan kemampuan adaptasi organisasi sebagai aspek penting dalam menghadapi ketidakpastian bisnis.

Masa Depan Industri Energi Membutuhkan Kepemimpinan yang Memahami Manusia

Di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi, dan meningkatnya kompleksitas bisnis, faktor manusia tetap memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan organisasi.

Teknologi membantu perusahaan memperoleh informasi dan meningkatkan efisiensi. Sistem manajemen membantu mengendalikan proses. Namun, manusia tetap berperan dalam menafsirkan informasi, menetapkan prioritas, dan mengambil keputusan strategis.

Bagi Aryasatya, tantangan kepemimpinan masa depan terletak pada kemampuan mengintegrasikan kemajuan teknologi, ketajaman strategi, dan pemahaman terhadap perilaku manusia.

“Pada akhirnya, keputusan strategis selalu memiliki dimensi manusia. Perusahaan yang ingin bertahan dan berkembang harus mampu membangun kualitas kepemimpinan, budaya organisasi, dan kesadaran risiko secara bersamaan,” tuturnya.

Dengan latar belakang psikologi industri dan organisasi, pengalaman di lingkungan psikologi militer, serta rekam jejak manajemen risiko di sektor migas, Aryasatya Wishnutama membawa perspektif lintas disiplin dalam kepemimpinan bisnis energi.

Perjalanan profesionalnya memperlihatkan relevansi ilmu perilaku manusia dalam dunia korporasi, khususnya pada industri yang menuntut ketepatan pengambilan keputusan, disiplin pengelolaan risiko, dan orientasi strategis jangka panjang.

Profil Singkat Aryasatya Wishnutama

Aryasatya Wishnutama merupakan President Director PT Indelberg Global Energy. Ia memiliki latar belakang pendidikan Magister Psikologi dengan bidang keahlian Psikologi Industri dan Organisasi.

Sebelumnya, ia pernah berdinas di Dinas Psikologi Angkatan Darat dan menjabat sebagai Risk & Management Director pada perusahaan migas nasional.

Pengalaman profesionalnya mencakup bidang psikologi organisasi, kepemimpinan, manajemen risiko, dan pengelolaan bisnis energi.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Penerbangan Jakarta–Jambi Didominasi Sore dan Malam, Cek Jam Kedatangannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sebanyak delapan penerbangan dari Jakarta dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi pada Rabu 14 Oktober 2026.

Seluruh penerbangan dalam daftar tersebut berasal dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), dengan jadwal kedatangan mulai pukul 16.20 WIB hingga 19.45 WIB.

Super Air Jet menjadi maskapai dengan jadwal kedatangan paling awal pada sore hari melalui penerbangan IU 840 pukul 16.20 WIB.

Selanjutnya, Citilink QG 964 dijadwalkan tiba pukul 17.00 WIB.

Perhatian tertuju pada pukul 17.20 WIB, ketika Batik Air ID 6804 dan Super Air Jet IU 842 tercatat memiliki jadwal kedatangan yang sama.

Setelah itu, penerbangan berlanjut hingga malam melalui Citilink, Batik Air, dan Garuda Indonesia.

Informasi ini penting bagi keluarga, kerabat, maupun pihak lain yang berencana menjemput penumpang di bandara.

Namun, waktu dalam daftar merupakan jadwal yang tersedia dan bukan konfirmasi waktu pendaratan aktual setiap pesawat.

Daftar Jadwal Kedatangan Pesawat di Bandara Sultan Thaha Jambi

Berikut rincian delapan jadwal kedatangan pesawat dari Jakarta pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Waktu kedatangan Maskapai Nomor penerbangan Asal
16.20 WIB Super Air Jet IU 840 Jakarta (CGK)
17.00 WIB Citilink QG 964 Jakarta (CGK)
17.20 WIB Batik Air ID 6804 Jakarta (CGK)
17.20 WIB Super Air Jet IU 842 Jakarta (CGK)
18.25 WIB Citilink QG 960 Jakarta (CGK)
18.40 WIB Batik Air ID 6806 Jakarta (CGK)
19.20 WIB Garuda Indonesia GA 126 Jakarta (CGK)
19.45 WIB Garuda Indonesia GA 128 Jakarta (CGK)

Jadwal tersebut mencakup empat maskapai, yaitu Super Air Jet, Citilink, Batik Air, dan Garuda Indonesia.

Seluruh penerbangan menghubungkan Jakarta dengan Jambi melalui rute yang tercantum dalam data kedatangan.

Dua Penerbangan Dijadwalkan Tiba Pukul 17.20 WIB

Salah satu waktu yang perlu diperhatikan penjemput adalah pukul 17.20 WIB.

Pada waktu tersebut, Batik Air melalui penerbangan ID 6804 dan Super Air Jet melalui penerbangan IU 842 tercatat memiliki jadwal kedatangan yang sama.

Kedua penerbangan berasal dari Jakarta. Meski jadwalnya bertepatan, waktu pendaratan aktual dapat berbeda sesuai kondisi operasional masing-masing pesawat.

Penjemput sebaiknya mencocokkan nomor penerbangan dengan informasi yang diterima dari penumpang.

Cara ini membantu menghindari kekeliruan, terutama ketika beberapa penerbangan memiliki jadwal kedatangan berdekatan.

Selain itu, penjemput perlu memperhitungkan waktu bagi penumpang untuk turun dari pesawat, mengambil bagasi, dan keluar menuju area penjemputan. Waktu tersebut dapat berbeda untuk setiap penerbangan.

Kedatangan Berlanjut hingga Pukul 19.45 WIB

Setelah dua penerbangan yang dijadwalkan tiba pukul 17.20 WIB, Citilink QG 960 dijadwalkan mendarat pukul 18.25 WIB. Batik Air ID 6806 menyusul pada pukul 18.40 WIB.

Dua penerbangan Garuda Indonesia melengkapi daftar kedatangan malam. GA 126 dijadwalkan tiba pukul 19.20 WIB, sedangkan GA 128 tercatat tiba pukul 19.45 WIB.

Dengan susunan tersebut, rentang pukul 17.00–19.45 WIB menjadi periode dengan beberapa jadwal kedatangan yang berdekatan.

Kondisi ini perlu diperhatikan oleh penjemput yang ingin mengatur waktu keberangkatan dari rumah atau tempat kerja menuju bandara.

Meski demikian, jadwal yang berdekatan tidak otomatis menunjukkan kepadatan terminal atau antrean penumpang.

Kondisi aktual di area kedatangan bergantung pada jumlah penumpang, proses bagasi, dan operasional bandara saat itu.

Cara Memastikan Jadwal Kedatangan Pesawat

Jadwal pesawat dapat berubah karena cuaca, kondisi teknis, maupun kebutuhan operasional penerbangan.

Oleh sebab itu, penjemput sebaiknya tidak hanya mengandalkan jadwal awal ketika merencanakan perjalanan ke bandara.

Untuk memperoleh informasi terkini, penjemput dapat melakukan langkah berikut:

  • Periksa status penerbangan melalui aplikasi atau situs resmi maskapai.
  • Cocokkan nomor penerbangan, bukan hanya nama maskapai atau kota asal.
  • Pantau informasi dari kanal resmi Bandara Sultan Thaha Jambi.
  • Sesuaikan waktu berangkat menuju bandara dengan perkembangan estimasi kedatangan.
  • Koordinasikan kembali dengan penumpang apabila terjadi perubahan jadwal.

Langkah tersebut membantu penjemput mengurangi risiko datang terlalu awal atau terlambat akibat perubahan waktu kedatangan.

Pastikan Nomor Penerbangan Sebelum Menjemput

Delapan penerbangan dari Jakarta dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi pada Rabu 14 Oktober 2026, dengan kedatangan pertama pukul 16.20 WIB dan jadwal terakhir pukul 19.45 WIB.

Batik Air dan Super Air Jet memiliki jadwal kedatangan bersamaan pada pukul 17.20 WIB. Sementara itu, Garuda Indonesia melayani dua kedatangan malam dengan selisih waktu 25 menit.

Bagi masyarakat yang hendak menjemput keluarga atau kerabat, memeriksa nomor penerbangan dan status terbaru menjadi langkah penting sebelum menuju bandara.

Dengan informasi yang tepat, penjemput dapat mengatur waktu perjalanan secara lebih efisien.(*)




Cek Jadwal Pesawat Jambi–Jakarta 14 Oktober 2026, Keberangkatan Terakhir Pukul 20.30 WIB

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Bandara Sultan Thaha Jambi mencatat tujuh jadwal keberangkatan pesawat menuju Jakarta pada Rabu 14 Oktober 2026.

Penerbangan tersebut dilayani empat maskapai, yakni Batik Air, Citilink, Super Air Jet, dan Garuda Indonesia.

Berdasarkan jadwal yang tersedia, penerbangan pertama berangkat pukul 06.00 WIB menggunakan Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6807.

Setelah itu, tidak ada jadwal keberangkatan berikutnya hingga pukul 17.30 WIB, saat Citilink melayani rute Jambi–Jakarta dengan nomor penerbangan QG 965.

Jadwal penerbangan kemudian berlanjut hingga malam hari.

Dua penerbangan tercatat berangkat pada pukul 18.00 WIB, disusul Citilink pukul 18.55 WIB dan dua penerbangan Garuda Indonesia pada pukul 20.05 WIB serta 20.30 WIB.

Pola jadwal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar keberangkatan menuju Jakarta terkonsentrasi pada sore hingga malam hari.

Daftar Jadwal Pesawat Jambi–Jakarta 14 Oktober 2026

Berikut jadwal keberangkatan dari Bandara Sultan Thaha Jambi menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, berdasarkan data yang tersedia.

Waktu Maskapai Nomor penerbangan Tujuan
06.00 WIB Batik Air ID 6807 Jakarta (CGK)
17.30 WIB Citilink QG 965 Jakarta (CGK)
18.00 WIB Super Air Jet IU 843 Jakarta (CGK)
18.00 WIB Batik Air ID 6805 Jakarta (CGK)
18.55 WIB Citilink QG 961 Jakarta (CGK)
20.05 WIB Garuda Indonesia GA 127 Jakarta (CGK)
20.30 WIB Garuda Indonesia GA 129 Jakarta (CGK)

Data tersebut memuat tujuh jadwal keberangkatan. Penumpang tetap perlu memeriksa kembali jadwal sesuai tiket karena waktu keberangkatan dapat berubah mengikuti kondisi operasional maskapai dan bandara.

Jeda Penerbangan Pagi ke Sore Mencapai 11,5 Jam

Salah satu hal yang menonjol dari jadwal penerbangan kali ini adalah jeda panjang antara keberangkatan pertama dan kedua.

Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6807 dijadwalkan berangkat pukul 06.00 WIB. Sementara itu, penerbangan berikutnya, Citilink QG 965, tercatat berangkat pukul 17.30 WIB.

Artinya, terdapat jeda waktu 11 jam 30 menit antara kedua jadwal tersebut.

Setelah penerbangan sore pertama, pilihan keberangkatan menuju Jakarta tersedia dalam beberapa waktu berbeda hingga pukul 20.30 WIB.

Pola ini penting bagi calon penumpang yang sedang memilih waktu perjalanan.

Penumpang perlu menyesuaikan jadwal keberangkatan dengan kebutuhan perjalanan dan memastikan waktu yang tertera pada tiket.

Dua Penerbangan Dijadwalkan Berangkat Pukul 18.00 WIB

Jadwal sore menunjukkan dua penerbangan berbeda pada pukul 18.00 WIB, yakni Super Air Jet IU 843 dan Batik Air ID 6805.

Kedua jadwal tersebut memiliki waktu keberangkatan yang sama dalam daftar yang tersedia.

Namun, informasi ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa kedua pesawat akan lepas landas tepat bersamaan karena jadwal aktual dapat mengalami penyesuaian.

Setelah itu, Citilink QG 961 dijadwalkan berangkat pukul 18.55 WIB. Rangkaian penerbangan berlanjut dengan Garuda Indonesia GA 127 pukul 20.05 WIB dan GA 129 pukul 20.30 WIB.

Dengan demikian, penumpang memiliki beberapa pilihan jadwal penerbangan menuju Jakarta pada sore dan malam hari, sesuai ketersediaan tiket serta ketentuan masing-masing maskapai.

Penumpang Diminta Memeriksa Jadwal Sebelum ke Bandara

Calon penumpang sebaiknya memeriksa kembali nomor penerbangan, waktu keberangkatan, dan status penerbangan sebelum menuju Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pengecekan dapat dilakukan melalui aplikasi atau situs resmi maskapai, layanan pelanggan, maupun kanal informasi resmi bandara.

Langkah ini penting untuk mengantisipasi perubahan jadwal yang mungkin terjadi.

Penumpang juga perlu memperhitungkan waktu perjalanan menuju bandara dan mengikuti ketentuan check-in yang tercantum pada tiket atau informasi maskapai.

Waktu kedatangan yang disarankan dapat berbeda sesuai ketentuan penerbangan dan layanan yang digunakan.

Untuk menghindari kekeliruan, pastikan nomor penerbangan pada tiket sesuai dengan jadwal yang akan digunakan.

Hal ini terutama penting bagi penumpang yang memilih penerbangan dengan waktu keberangkatan berdekatan.

Empat Maskapai Layani Rute Jambi–Jakarta

Empat maskapai tercatat melayani tujuh jadwal keberangkatan menuju Jakarta pada Rabu ini.

Batik Air menyediakan dua jadwal, yakni pukul 06.00 WIB dan 18.00 WIB. Citilink juga memiliki dua jadwal, masing-masing pukul 17.30 WIB dan 18.55 WIB.

Garuda Indonesia menjadwalkan dua penerbangan malam pada pukul 20.05 WIB dan 20.30 WIB. Sementara itu, Super Air Jet tercatat memiliki satu jadwal keberangkatan pada pukul 18.00 WIB.

Seluruh jadwal dalam daftar tersebut mengarah ke Jakarta dengan kode bandara CGK, yang merujuk pada Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Meski tersedia tujuh jadwal, penumpang tetap perlu memastikan ketersediaan kursi, ketentuan tiket, dan status penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai sebelum melakukan perjalanan.(*)




Jarak Pandang Bandara Jambi Turun ke 1.100 Meter, Penerbangan Pagi Terbatas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi menurun hingga 1.100 meter pada Rabu 14 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB.

Kondisi tersebut terjadi setelah jarak pandang sempat mencapai 3.800 meter pada pukul 06.00 WIB, berdasarkan data pemantauan yang diterima.

Perubahan jarak pandang pada pagi hari menjadi perhatian dalam operasional penerbangan di bandara tersebut.

Hingga pukul 09.00 WIB, baru satu penerbangan keberangkatan yang tercatat, yakni ID 6807 tujuan Jakarta, yang telah berangkat pada pukul 06.00 WIB.

Sementara itu, penerbangan berikutnya dalam jadwal yang tersedia berlangsung pada sore hari.

Sejumlah maskapai juga menjadwalkan penerbangan pada sore hingga malam sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi jarak pandang yang terbatas pada pagi hingga siang hari.

Data pemantauan pada 14 Oktober 2026 menunjukkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi mengalami perubahan cukup besar sepanjang pagi.

Berikut rincian jarak pandang berdasarkan waktu pengamatan:

Waktu pengamatan Jarak pandang
06.00 WIB 3.800 meter
07.00 WIB 1.600 meter
08.00 WIB 1.900 meter
09.00 WIB 1.100 meter

Jarak pandang turun dari 3.800 meter pada pukul 06.00 WIB menjadi 1.600 meter satu jam kemudian.

Pada pukul 08.00 WIB, jarak pandang sempat meningkat menjadi 1.900 meter sebelum kembali turun ke 1.100 meter pada pukul 09.00 WIB.

Data tersebut memperlihatkan bahwa jarak pandang tidak menurun secara berurutan setiap jam, tetapi mengalami fluktuasi.

Angka terendah dalam rangkaian pengamatan tersebut tercatat pada pukul 09.00 WIB.

Di tengah perubahan jarak pandang tersebut, penerbangan ID 6807 tujuan Jakarta menjadi satu-satunya penerbangan keberangkatan yang tercatat telah berangkat hingga pukul 09.00 WIB.

Jadwal penerbangan berikutnya dalam informasi yang tersedia berada pada sore hari.

Sejumlah maskapai turut mengatur jadwal penerbangan sore dan malam sebagai antisipasi terhadap kondisi jarak pandang yang terbatas sejak pagi hingga siang.

Meski demikian, data tersebut belum menunjukkan bahwa seluruh penerbangan pagi mengalami pembatalan atau penundaan.

Kepastian mengenai perubahan jadwal setiap penerbangan perlu merujuk pada informasi resmi bandara dan maskapai terkait.

Jarak pandang merupakan salah satu faktor yang diperhitungkan dalam operasional penerbangan, terutama ketika kondisi atmosfer membatasi visibilitas di sekitar bandara.

Keputusan untuk memberangkatkan, menunda, atau menyesuaikan penerbangan tidak hanya bergantung pada angka jarak pandang.

Maskapai dan pihak operasional penerbangan juga mempertimbangkan kondisi cuaca, prosedur penerbangan, kemampuan fasilitas navigasi, serta ketentuan keselamatan yang berlaku.

Karena itu, perubahan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi perlu dipantau bersama perkembangan jadwal penerbangan sepanjang hari.

Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari Jambi pada Rabu 14 Oktober 2026 sebaiknya memeriksa status penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.

Data jarak pandang pada pagi hari ini memberikan gambaran kondisi visibilitas di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Perkembangan selanjutnya tetap bergantung pada hasil pemantauan cuaca dan informasi operasional resmi sepanjang hari.(*)




Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Bandara Jambi Siapkan Operasional hingga Tengah Malam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Bandara Sultan Thaha Jambi membuka opsi penambahan jam operasional di luar jadwal normal pukul 19.00 WIB untuk mengakomodasi penerbangan yang terdampak kabut asap.

Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku otomatis setiap hari karena bergantung pada permintaan maskapai dan kebutuhan operasional.

Stem Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, menjelaskan bahwa bandara beroperasi secara normal mulai pukul 05.00 hingga 19.00 WIB.

Pengelola dapat memperpanjang waktu operasional apabila penerbangan mengalami keterlambatan akibat kondisi cuaca dan keterbatasan jarak pandang.

“Jam operasional normal Bandara Sultan Thaha adalah pukul 05.00 sampai 19.00 WIB. Terkait kondisi cuaca saat ini, pihak bandara menambah jam operasional di atas pukul 19.00 WIB atas permintaan maskapai untuk mengakomodasi penerbangan yang terdampak cuaca dan minimnya jarak pandang akibat kabut asap,” jelas Ikhsan.

Ikhsan menegaskan bahwa penambahan jam operasional bersifat situasional.

Bandara tidak otomatis memperpanjang layanan setiap malam, melainkan menyesuaikannya dengan kebutuhan penerbangan yang mengalami keterlambatan hingga melewati jadwal operasional normal.

Skema tersebut memberi ruang bagi maskapai untuk mengakomodasi penerbangan yang tertunda.

Meski demikian, perubahan jam operasional tidak serta-merta menjamin seluruh penerbangan dapat berangkat atau tiba sesuai rencana karena kondisi cuaca dan pertimbangan keselamatan tetap menjadi faktor penentu.

Bagi penumpang, kondisi ini membuat pemantauan jadwal penerbangan menjadi penting, terutama ketika kabut asap mengurangi jarak pandang di sekitar bandara.

Penumpang sebaiknya memeriksa informasi terbaru melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara untuk mengantisipasi perubahan jadwal maupun keterlambatan.

Selain menangani penerbangan yang terlambat, penambahan waktu operasional juga mempertimbangkan kebutuhan penerbangan untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Menurut Ikhsan, kegiatan OMC dapat berlangsung pada malam hari, yakni dalam rentang pukul 19.00 hingga 24.00 WIB.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengaturan operasional di luar jadwal reguler.

Dengan demikian, jadwal normal Bandara Sultan Thaha Jambi tetap berlangsung pukul 05.00–19.00 WIB.

engelola menyesuaikan jam tambahan berdasarkan kebutuhan penerbangan dan kondisi operasional yang dihadapi.

Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang dan memengaruhi kelancaran penerbangan.

Dalam situasi tersebut, maskapai dan pengelola bandara perlu menyesuaikan pelaksanaan penerbangan dengan kondisi cuaca serta ketentuan keselamatan yang berlaku.

Perpanjangan jam operasional memberi fleksibilitas dari sisi waktu layanan bandara, tetapi tidak menghilangkan risiko akibat jarak pandang yang terbatas.

Keputusan untuk melanjutkan, menunda, atau menyesuaikan penerbangan tetap bergantung pada evaluasi operasional dan keselamatan.

Karena itu, penanganan dampak kabut asap tidak hanya membutuhkan penyesuaian jadwal bandara, tetapi juga informasi yang cepat dan akurat kepada penumpang.

Bandara Sultan Thaha Jambi melalui kebijakan operasional yang fleksibel berupaya mengakomodasi kebutuhan maskapai dan mendukung kelancaran penerbangan.

Namun, penerapan jam tambahan tetap bersifat kondisional dan mengikuti kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.(*)




Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Rp2.574.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tidak mengalami perubahan pada Rabu, 13 Oktober 2026.

Berdasarkan data laman Logam Mulia yang dipantau pukul 08.48 WIB, harga emas Antam bertahan di angka Rp2.574.000 per gram.

Harga jual kembali atau buyback juga tidak bergerak dan berada di level Rp2.383.000 per gram.

Kondisi tersebut menunjukkan harga emas Antam belum berubah dibandingkan posisi sebelumnya pada saat pemantauan.

Meski demikian, harga jual maupun buyback dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan dari Logam Mulia.

Bagi masyarakat yang berencana membeli emas batangan, harga berdasarkan berat menjadi salah satu pertimbangan penting.

Selain harga dasar, pembeli juga perlu memperhitungkan ketentuan pajak yang berlaku.

Daftar Harga Emas Antam Rabu Ini

Berikut daftar harga dasar emas batangan Antam berdasarkan ukuran yang tercantum pada data Logam Mulia:

Berat emas Harga dasar
0,5 gram Rp1.337.000
1 gram Rp2.574.000
2 gram Rp5.088.000
3 gram Rp7.607.000
5 gram Rp12.645.000
10 gram Rp25.235.000
25 gram Rp62.962.000
50 gram Rp125.845.000
100 gram Rp251.612.000
250 gram Rp628.765.000
500 gram Rp1.257.320.000
1.000 gram Rp2.514.600.000

Harga tersebut merupakan harga dasar sesuai data yang diberikan. Total pembayaran pembelian dapat berbeda setelah memperhitungkan pajak yang berlaku.

Harga Buyback Emas Antam Bertahan di Rp2,383 Juta

Selain harga jual, investor juga perlu memperhatikan harga buyback, yakni harga yang menjadi acuan ketika pemilik menjual kembali emasnya kepada Antam melalui layanan yang berlaku.

Pada pemantauan Rabu pukul 08.48 WIB, harga buyback tercatat Rp2.383.000 per gram.

Selisih antara harga jual emas 1 gram dan harga buyback mencapai Rp191.000 per gram sebelum memperhitungkan pajak atau biaya lain yang mungkin berlaku.

Selisih ini perlu menjadi pertimbangan bagi pembeli yang ingin menjual kembali emas dalam jangka pendek.

Karena itu, keputusan membeli emas sebaiknya tidak hanya mengacu pada perubahan harga harian.

Pembeli juga perlu mempertimbangkan tujuan investasi, jangka waktu kepemilikan, dan selisih harga jual dengan harga pembelian kembali.

Ketentuan Pajak Pembelian dan Buyback

Transaksi emas Antam juga mengikuti ketentuan perpajakan yang berlaku.

Berdasarkan informasi dalam data yang disampaikan, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta dikenai Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen, yang dipotong langsung dari nilai transaksi.

Sementara itu, pembelian emas dikenai PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar sesuai ketentuan yang disebutkan dalam informasi tersebut.

Pembeli maupun penjual sebaiknya memeriksa kembali ketentuan pajak terbaru dan bukti transaksi melalui kanal resmi Logam Mulia sebelum melakukan transaksi.

Harga emas dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, masyarakat yang hendak membeli atau menjual emas perlu mengecek harga terbaru pada hari transaksi agar dapat menghitung nilai pembelian maupun hasil penjualan secara lebih akurat.(*)




Irjen Pol Drs Widodo Disambut Silat dan Pedang Pora! Polda Jambi Dorong Polri Humanis dan Profesional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Tradisi adat Melayu mewarnai penyambutan Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., di Markas Polda Jambi, Rabu 14 Oktober 2026.

Prosesi tersebut mengangkat kearifan lokal sebagai bagian dari penghormatan kepada pimpinan baru sekaligus menegaskan identitas budaya masyarakat Jambi.

Penyambutan berlangsung dengan sejumlah rangkaian adat, mulai dari jajar hormat, pedang pora, pertunjukan silat Melayu, hingga penyampaian kato bejawab dan penaburan beras kunyit.

Kegiatan itu dihadiri Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, S.I.K., M.Si., Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Subandi, S.I.K., M.H., para pejabat utama Polda Jambi, para Kapolres dan Kapolresta jajaran, serta pengurus Bhayangkari Daerah Jambi.

Rangkaian kegiatan dimulai saat Kapolda Jambi beserta istri tiba di pintu masuk Mapolda Jambi dan menerima sambutan dari petugas adat Melayu.

Prosesi berlanjut dengan jajar hormat dan Lapsat, kemudian pedang pora sebagai bagian dari tradisi penyambutan di lingkungan kepolisian.

Saat memasuki lobi Mapolda, Kapolda juga menerima sambutan melalui pertunjukan silat Melayu Jambi.

Petugas Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi selanjutnya menyampaikan kato bejawab, yang menjadi bagian dari tata cara adat dalam prosesi tersebut.

Penaburan beras kunyit turut melengkapi rangkaian penyambutan.

Penggunaan unsur adat dalam kegiatan resmi ini menghadirkan identitas budaya lokal di lingkungan institusi kepolisian.

Tradisi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai Melayu Jambi di tengah kehidupan masyarakat modern.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan tradisi penyambutan itu tidak hanya berfungsi sebagai seremoni, tetapi juga mencerminkan penghormatan terhadap budaya daerah.

“Tradisi penyambutan dengan adat Melayu Jambi ini merupakan wujud penghormatan dan penghargaan terhadap nilai-nilai budaya daerah. Kearifan lokal menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan dalam pelaksanaan tugas,” ujar Erlan.

Menurutnya, nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap budaya lokal dapat menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat.

Namun, kedekatan tersebut juga membutuhkan tindak lanjut dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Profesionalisme, kualitas pelayanan, respons terhadap pengaduan, serta kemampuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi aspek penting dalam membangun kepercayaan publik.

Erlan berharap kepemimpinan Kapolda Jambi yang baru dapat mendorong seluruh personel meningkatkan soliditas, menjaga profesionalisme, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Ia juga menegaskan komitmen Polda Jambi untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mewujudkan Polri yang humanis dan profesional.

Penyambutan melalui adat Melayu menjadi penanda awal kehadiran Widodo di Mapolda Jambi.

Tantangan berikutnya terletak pada penerjemahan harapan tersebut ke dalam kinerja kepolisian, termasuk konsistensi pelayanan, transparansi, dan respons terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, pelestarian budaya dan penguatan profesionalisme dapat berjalan beriringan dalam mendukung hubungan yang lebih baik antara Polda Jambi dan masyarakat di Provinsi Jambi.(*)




Antisipasi Karhutla di Jambi, Yonif 142 dan BPBD Perkuat Kesiapan Personel

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kesiapan personel dan koordinasi lintas instansi menjadi perhatian dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi.

Untuk memperkuat kemampuan tersebut, Batalyon Infanteri (Yonif) 142/Ksatria Jaya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi menggelar latihan pemantapan penanggulangan kebakaran pada Selasa 13 Oktober 2026.

Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama ketika kondisi kemarau dan vegetasi kering dapat meningkatkan risiko penyebaran api.

Selain mengasah keterampilan teknis, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi prajurit TNI dan petugas BPBD untuk memperkuat koordinasi, memahami pembagian tugas, serta menyelaraskan langkah ketika menghadapi situasi darurat.

Komandan Yonif 142/Ksatria Jaya, Letkol Inf Aries Munandar Effendi, menegaskan bahwa kesiapsiagaan membutuhkan latihan berkelanjutan, penguasaan prosedur, dan kemampuan personel untuk bertindak secara terkoordinasi.

“Latihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi kebakaran. Kemampuan yang dimiliki harus terus diasah agar prajurit dapat bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika dibutuhkan dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan menghadapi kebakaran tidak hanya bergantung pada jumlah personel.

Penguasaan teknik penanganan, pemahaman prosedur operasional, serta penggunaan peralatan yang tepat juga menentukan efektivitas respons di lapangan.

Personel juga perlu mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas, mengingat penanganan kebakaran dapat menghadirkan risiko dari panas, asap, perubahan arah angin, hingga kondisi medan yang sulit.

Penanggulangan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai unsur, mulai dari TNI, BPBD, pemerintah daerah, hingga pihak lain yang terlibat dalam penanganan bencana.

Melalui latihan bersama, setiap unsur dapat memperkuat pemahaman mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing.

Koordinasi yang baik juga membantu mengurangi risiko tumpang tindih tugas ketika personel harus bergerak dalam situasi darurat.

Kolaborasi tersebut penting agar upaya penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mendukung pencegahan, pengamanan wilayah, dan perlindungan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran.

Meski demikian, efektivitas kesiapsiagaan juga bergantung pada tindak lanjut setelah latihan, termasuk pemeliharaan peralatan, kesiapan personel, kejelasan jalur komunikasi, dan kemampuan merespons laporan kebakaran secara cepat.

Kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas ekonomi.

Asap kebakaran berpotensi mengganggu kualitas udara, sedangkan api yang meluas dapat mengancam permukiman dan kawasan produktif.

Karena itu, latihan penanggulangan perlu berjalan seiring dengan upaya pencegahan. Pemantauan wilayah rawan, penyampaian informasi kepada masyarakat, pelaporan dini, serta penanganan sumber api sesuai prosedur menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko.

Melalui kegiatan bersama BPBD Kota Jambi, Yonif 142/Ksatria Jaya diharapkan semakin siap mendukung penanggulangan bencana sesuai tugas dan kewenangannya.

Kesiapan personel, koordinasi antarlembaga, dan partisipasi masyarakat menjadi unsur penting untuk memperkuat perlindungan terhadap lingkungan serta mengurangi dampak kebakaran di wilayah Jambi.(*)