Karhutla Jambi Makin Serius: 2.998 Hektare Terbakar, 14 Orang Jadi Tersangka

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Hingga 14 September 2026, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 2.998,02 hektare, sementara aparat telah menangani 75 perkara karhutla melalui proses penegakan hukum.

Data Posko Induk Satgas Karhutla Provinsi Jambi menunjukkan, dari 75 perkara tersebut, sebanyak 60 kasus masih berada pada tahap penyelidikan.

Sementara 15 perkara lainnya telah naik ke tahap penyidikan.

Dari proses hukum tersebut, aparat telah menetapkan 14 orang sebagai tersangka.

Angka tersebut menunjukkan penanganan karhutla di Jambi tidak hanya berfokus pada pemadaman titik api.

Aparat juga mulai memperkuat penindakan terhadap dugaan pembakaran hutan dan lahan yang berpotensi menimbulkan dampak luas.

Dari 60 perkara yang masih dalam tahap penyelidikan, Kabupaten Sarolangun menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 26 perkara.

Berikutnya Muaro Jambi dengan 10 kasus dan Batanghari 11 kasus. Sementara Tanjung Jabung Timur tercatat enam kasus, Merangin tiga kasus, Bungo tiga kasus dan Tanjung Jabung Barat satu kasus.

Untuk perkara yang sudah memasuki tahap penyidikan, penanganannya tersebar di sejumlah wilayah.

Polda Jambi menangani dua perkara, Polresta Jambi satu perkara, Polres Sarolangun satu perkara, Polres Tebo dua perkara, Polres Tanjung Jabung Barat tiga perkara, Polres Tanjung Jabung Timur satu perkara, Polres Bungo satu perkara, Polres Merangin satu perkara, Polres Batanghari satu perkara, Polres Muaro Jambi satu perkara serta satu perkara ditangani PPNS Dinas Kehutanan.

Dari 15 perkara tersebut, lima kasus telah memasuki Tahap I. Sedangkan 10 perkara lainnya masih dalam proses penyidikan.

Di sisi lain, dampak karhutla terlihat dari luasan lahan yang terbakar.

Satgas Karhutla mencatat total area terbakar di Jambi hingga 14 September 2026 mencapai 2.998,02 hektare. Luasan tersebut terdiri dari 2.289,27 hektare lahan mineral dan 708,75 hektare lahan gambut.

Batanghari menjadi wilayah dengan area terbakar paling luas, mencapai 773,25 hektare.

Muaro Jambi menyusul dengan 556,61 hektare, Sarolangun 508,55 hektare, Tanjung Jabung Barat 488,75 hektare, Tebo 312,46 hektare dan Tanjung Jabung Timur 271,70 hektare.

Sementara area terbakar di Bungo tercatat 69,40 hektare dan Merangin 17,30 hektare.

Dalam data tersebut, Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh dan Kota Jambi belum tercatat memiliki luasan area terbakar.

Ancaman karhutla juga terlihat dari pemantauan titik panas.

Pada 14 September 2026 saja, terdeteksi 236 hotspot di wilayah Jambi. Sebanyak 234 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang, sementara dua titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi.

Sarolangun menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak pada hari tersebut, yakni 66 titik.

Tebo berada di posisi berikutnya dengan 51 titik, disusul Muaro Jambi 34 titik, Tanjung Jabung Barat 26 titik dan Tanjung Jabung Timur 21 titik.

Hotspot lainnya terpantau di Bungo sebanyak 20 titik, Batanghari delapan titik, Merangin delapan titik, Kota Sungai Penuh satu titik dan Kerinci satu titik.

Jika dihitung secara kumulatif sejak awal tahun hingga 14 September 2026, jumlah hotspot di Provinsi Jambi telah mencapai 7.682 titik berdasarkan pemantauan satelit Terra Aqua dan SNPP.

Tidak semua hotspot otomatis berarti kebakaran di permukaan. Karena itu, Satgas Karhutla melakukan pengecekan langsung melalui patroli udara dan posko darat.

Hasil ground check menemukan 11 firespot yang telah terverifikasi.

Dua titik ditemukan di Muaro Jambi, tiga titik di Tanjung Jabung Timur dan dua titik di Tanjung Jabung Barat.

Sementara masing-masing satu titik terverifikasi di Batanghari, Tebo, Sarolangun dan Merangin.

Temuan tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan penanganan lebih lanjut di lapangan.

Untuk lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat, Satgas Karhutla mengerahkan operasi pemadaman dari udara.

Water bombing dilakukan di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi, serta kawasan Kecamatan Sadu dan Tahura Orang Kayo Hitam di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Operasi tersebut melibatkan sejumlah helikopter untuk patroli dan pemadaman dari udara, termasuk Heli Reg. N274TH, VN-8414, RA-22840 dan Heli TNI AU H-3216.

Di darat, pemadaman dilakukan bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan Regu Pemadam Kebakaran.

Selain pemadaman, patroli serta sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan untuk mencegah pembukaan lahan menggunakan api.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menegaskan bahwa penanganan karhutla dilakukan dari sisi pencegahan, pemadaman hingga penegakan hukum.

Menurut Erlan, penanganan 75 perkara dan penetapan tersangka menjadi bagian dari upaya kepolisian memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah pembakaran lahan berulang.

“Polda Jambi bersama seluruh jajaran berkomitmen untuk menangani Karhutla secara maksimal dan terpadu,” ujar Erlan, Senin 14 September 2026.

Ia memastikan setiap temuan di lapangan akan diverifikasi. Jika ditemukan unsur pidana, kasus tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum.

Polda Jambi juga meminta masyarakat tidak menggunakan api untuk membuka maupun membersihkan lahan.

Kondisi cuaca yang masih rawan membuat api kecil berpotensi berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan berdampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat.

Masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan titik api ataupun aktivitas pembakaran lahan.

Di tengah ribuan hotspot yang masih terpantau, kepolisian bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah dan unsur masyarakat kini mengandalkan kombinasi patroli, ground check, pemadaman darat, water bombing dan penegakan hukum.

Bagi aparat, pengendalian karhutla tidak cukup hanya memadamkan api. Pencegahan dan penindakan terhadap pembakaran ilegal menjadi kunci untuk menekan munculnya titik api baru di Jambi.(*)




Menjauh Sejenak dari Rutinitas, Clan of Classy Vol. 3 Eksplorasi Jalur Yogyakarta hingga Ambarawa

YOGYAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Menjauh sejenak dari rutinitas tidak selalu harus dilakukan dengan perjalanan jauh.

Bagi puluhan pengendara Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid, momen tersebut diwujudkan melalui perjalanan penuh eksplorasi dalam Clan of Classy Vol. 3 yang berlangsung di Yogyakarta pada 13-14 September 2026.

Mengusung tema “Get Lost”, kegiatan yang digelar Yamaha Indonesia ini tidak sekadar mengajak peserta melakukan touring.

Mereka justru diberi pengalaman untuk keluar dari rute perjalanan yang monoton melalui permainan petunjuk, eksplorasi destinasi, camping, hingga aktivitas di Rawa Pening.

Konsep tersebut menjadi kelanjutan dari perjalanan Clan of Classy yang sebelumnya digelar di Malang, Jawa Timur.

Kali ini, Yogyakarta dipilih sebagai titik awal perjalanan dengan rute yang membawa peserta menuju kawasan Borobudur, Kopeng, Ambarawa, hingga kembali ke Yogyakarta.

Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, mengatakan konsep kegiatan dirancang untuk memberi ruang kepada pengguna Classy Yamaha dalam mengekspresikan diri sekaligus mempererat hubungan antarpengendara.

“Get Lost” menjadi cara Yamaha menerjemahkan karakter Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid yang dekat dengan gaya hidup serta kreativitas anak muda.

“Acara Clan of Classy ini juga terus kami hadirkan sebagai ruang untuk para pengendara Classy Yamaha untuk bertemu, berbagi pengalaman, dan mengekspresikan karakternya masing-masing,” ujar Rifki.

Perjalanan dari Yogyakarta menuju Magelang menjadi bagian paling menantang pada hari pertama.

Peserta dibagi ke dalam empat kelompok dan tidak langsung diberikan rute perjalanan secara lengkap.

Masing-masing kelompok mendapatkan sejumlah petunjuk yang harus dipecahkan untuk menemukan destinasi berikutnya di sekitar kawasan Borobudur.

Beberapa lokasi yang menjadi bagian dari tantangan tersebut antara lain Watu Putih View, Candi Pawon, Candi Ngawen, hingga Pasar Kayu di Muntilan yang pernah digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar serial Gadis Kretek.

Tidak berhenti pada pencarian lokasi, peserta juga mendapat tantangan membuat video kreatif di setiap destinasi.

Konsep ini membuat perjalanan terasa berbeda. Peserta tidak hanya mengejar jarak tempuh, tetapi juga dituntut berkomunikasi, membaca petunjuk, menentukan arah, dan menikmati pengalaman “tersesat” bersama.

Setelah menyelesaikan rangkaian tantangan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kopeng.

Kawasan dengan lanskap hijau dan panorama pegunungan tersebut menjadi lokasi peserta beristirahat sekaligus bermalam dalam suasana camping.

Ketika matahari mulai tenggelam, peserta berkumpul menikmati panorama senja. Suasana kemudian berganti dengan aktivitas malam di sekitar api unggun dan makan malam bersama.

Bagi Yamaha, sesi tersebut menjadi bagian penting dari konsep Clan of Classy.

Interaksi yang sebelumnya terbentuk selama perjalanan berkembang menjadi hubungan yang lebih dekat antarpengendara.

Bukan hanya soal kendaraan, perjalanan dua hari tersebut menjadi ruang bagi para pengguna Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid untuk bertukar pengalaman serta membangun relasi dalam komunitas.

Eksplorasi berlanjut pada hari kedua. Setelah menikmati suasana pagi di kawasan kaki Gunung Merbabu, rombongan bergerak menuju Rawa Pening di Ambarawa.

Kali ini, kendaraan ditinggalkan sejenak. Peserta diajak mengeksplorasi kawasan perairan menggunakan kano.

Aktivitas tersebut memberikan pengalaman berbeda setelah sebelumnya peserta melewati berbagai karakter jalan dengan sepeda motor.

Lanskap pegunungan dan perairan Rawa Pening menjadi latar perjalanan sebelum rombongan kembali menuju Yogyakarta.

Total perjalanan yang ditempuh mencapai sekitar 190 kilometer, melewati berbagai karakter jalan termasuk jalur berkelok, tanjakan, dan turunan di kawasan Kopeng serta Ketep Pass.

Perjalanan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk merasakan kemampuan dua model dalam jajaran Classy Yamaha, yakni Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid.

Keduanya menggunakan mesin Blue Core Hybrid 125 cc yang dirancang untuk memadukan performa dan efisiensi dalam penggunaan sehari-hari maupun perjalanan jarak lebih jauh.

Karakter jalur yang beragam menjadi salah satu pengujian alami selama perjalanan.

Tanjakan dan kelokan di kawasan pegunungan menuntut pengendara untuk menyesuaikan gaya berkendara dengan kondisi jalan.

Naomi Anna Silaban, salah satu peserta Clan of Classy Vol. 3 sekaligus pengguna Fazzio Hybrid, menyebut perjalanan tersebut menjadi pengalaman touring jarak jauh pertamanya.

“Selama 2 hari pergi bareng Yamaha Indonesia lewat acara Clan of Classy ini benar-benar seru banget, mulai dari touringnya, camping, dan jadi momen yang tidak terlupakan,” ujar Naomi.

Menurutnya, kenyamanan motor menjadi salah satu hal yang dirasakan selama perjalanan, termasuk ketika melewati jalur menanjak.

Perjalanan Clan of Classy Vol. 3 akhirnya ditutup dengan sunset hangout di salah satu kafe di kawasan Kaliurang, Yogyakarta.

Peserta kembali berkumpul sembari menikmati kopi dan suasana sore di sekitar kaki Gunung Merapi. Momen tersebut menjadi ruang untuk membagikan cerita mengenai perjalanan selama dua hari.

Dari permainan mencari lokasi, perjalanan antarkota, camping, hingga menyusuri Rawa Pening dengan kano, konsep “Get Lost” yang dibawa Clan of Classy Vol. 3 pada akhirnya bukan hanya soal mencari destinasi baru.

Perjalanan tersebut juga menjadi cara bagi komunitas pengguna Classy Yamaha untuk keluar sejenak dari rutinitas, menemukan pengalaman baru, sekaligus memperkuat hubungan antarpengendara.(*)




Bukan dari Jambi? Al Haris Ungkap Asal Asap Tebal dari Taman Nasional Sembilang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Asap tebal kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Jambi sejak Senin hingga Selasa pagi, 15 September 2026.

Pemerintah Provinsi Jambi menyebut salah satu sumber asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Sembilang, Sumatera Selatan.

Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan posisi kawasan yang terbakar cukup dekat dengan wilayah Jambi.

Kondisi angin yang bergerak ke arah Jambi kemudian membawa asap dari lokasi kebakaran masuk ke sejumlah wilayah di provinsi tersebut.

“Dari lokasi Taman Nasional Sembilang. Karena dia dekat Jambi, anginnya arah sini,” kata Al Haris setelah mengikuti rapat perkembangan penanganan karhutla bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan melalui Zoom Meeting di Korem 042/Garuda Putih, Selasa 15 September 2026.

Menurut Al Haris, persoalan karhutla saat ini tidak hanya terjadi di satu titik.

Sejumlah wilayah di Jambi masih menghadapi potensi kebakaran, terutama ketika kondisi cuaca kering dan curah hujan belum mampu menekan kemunculan titik api.

Titik karhutla masih ditangani di Kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tebo, serta kawasan Taman Nasional Sembilang.

Pemerintah daerah bersama Polda Jambi, Kejaksaan Tinggi, Korem 042/Garuda Putih, pemerintah kabupaten dan kota, perusahaan, serta Masyarakat Peduli Api terus melakukan penanganan di lapangan.

Namun, kondisi kemarau menjadi salah satu faktor yang membuat potensi kebakaran belum sepenuhnya terkendali.

“Karena memang kondisi kemarau yang masih cukup tinggi, curah hujannya belum juga banyak, sehingga semakin hari masih ada saja yang terbakar,” ujar Al Haris.

Kondisi berbeda terjadi di kawasan Taman Nasional Sembilang. Medan yang sulit membuat petugas tidak mudah menjangkau lokasi kebakaran secara langsung.

Untuk menjangkau titik api, pemadaman sementara dilakukan melalui operasi water bombing.

Pemprov Jambi juga mendorong pembukaan akses menuju kawasan tersebut agar peralatan dan alat berat dapat dikerahkan untuk mempercepat penanganan.

Usulan tersebut disampaikan dalam rapat bersama pemerintah pusat.

Pemprov Jambi meminta agar akses menuju lokasi karhutla di Sembilang dapat dibuka sehingga penanganan tidak hanya mengandalkan pemadaman dari udara.

“Tadi kami pertanyakan dengan Pak Menko dan Menteri Kehutanan agar kami bisa membuka akses ke lokasi itu untuk membawa alat berat,” kata Al Haris.

Bagi Jambi, penanganan di Sembilang menjadi penting karena arah angin berpotensi membawa asap lebih jauh ke wilayah provinsi tersebut.

Bahkan, menurut Al Haris, titik kebakaran sudah berada di kawasan yang mengarah ke perbatasan Jambi.

Pemerintah Provinsi Jambi kini menaruh perhatian khusus terhadap pergerakan api di Sembilang.

Selain persoalan asap, pergerakan kebakaran menuju wilayah yang lebih dekat dengan Jambi menjadi ancaman yang harus diantisipasi.

Al Haris meminta penanganan dilakukan secepat mungkin agar api tidak bergerak semakin dekat dan dampak asap tidak meluas ke Jambi.

“Kalau yang arah Jambi, kita berharap jangan sampai masuk ke Jambi. Ini sudah mulai batas arah ke Jambi, ini yang kita cepat kerjakan,” tegasnya.

Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, pemerintah mengingatkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan koordinasi lintas wilayah.

Sumber kebakaran yang berada di luar Jambi tetap dapat berdampak langsung terhadap kualitas udara di wilayah Jambi apabila arah angin membawa asap masuk ke provinsi tersebut.(*)




Sidang Korupsi Sucolite PDAM Kota Jambi Memanas, Dua Ahli Beri Keterangan yang Dinilai Menguntungkan Terdakwa

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Persidangan perkara dugaan korupsi pengadaan bahan kimia penjernih air Sucolite di Perumda Tirta Mayang Kota Jambi kembali bergulir, Senin 14 September 2026 sore.

Dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua orang ahli, yakni Slamet Sudaryo sebagai ahli pengadaan barang dan jasa serta Oki sebagai ahli kimia.

Keterangan keduanya menjadi sorotan karena sejumlah poin yang disampaikan di persidangan dinilai penasihat hukum justru memperkuat posisi para terdakwa.

Slamet, dalam keterangannya, menyoroti aspek administrasi dalam proses pengadaan yang menjadi bagian perkara tersebut.

“Sepemahaman saya ini administrasi,” ujar Slamet dalam persidangan.

Keterangan itu langsung mendapat perhatian dari tim penasihat hukum terdakwa.

Kholim Kimsu, kuasa hukum Rusdi Wahab, menilai apabila persoalan yang ditemukan berkaitan dengan proses administrasi pengadaan, penyelesaiannya semestinya ditempuh melalui mekanisme administratif.

“Kalau dari ahli tadi, kalaupun ini ada permasalahan atau kesalahan yang dilakukan oleh pihak-pihak dalam proses pengadaan, seharusnya diselesaikan secara administrasi, bukan secara pidana,” kata Kholim.

Sorotan berikutnya datang dari keterangan ahli kimia Oki mengenai kualitas bahan kimia Sucolite yang digunakan dalam proses pengolahan air.

Oki mengacu pada data hasil uji laboratorium terhadap tiga bahan yang dilakukan oleh pihak PDAM.

“Dari data tiga bahan dari uji lab yang dilakukan PDAM, tampak Sucolite bagus,” ujarnya.

Keterangan tersebut kemudian dinilai memperkuat pembelaan terdakwa oleh penasihat hukum Mustazal Khomidi dan Hery Fitriadi.

Wahyu, kuasa hukum kedua terdakwa, mengatakan keterangan ahli menunjukkan Sucolite memiliki kualitas yang baik untuk mendukung proses pengolahan air PDAM.

Menurutnya, penggunaan bahan tersebut menghasilkan air olahan yang lebih jernih.

“Memang ini yang terbaik untuk air Batanghari yang keruh, bahkan airnya bisa langsung diminum,” kata Wahyu.

Namun, seluruh keterangan ahli tersebut tetap menjadi bagian dari proses pembuktian yang akan dinilai dalam persidangan.

Selain pemeriksaan ahli, tim penasihat hukum Rusdi Wahab juga telah mengajukan permohonan pinjam pakai terhadap dua unit kendaraan roda empat yang sebelumnya disita dalam proses penyidikan.

Permohonan tersebut diajukan agar kendaraan dapat kembali digunakan oleh pihak yang berkepentingan, meskipun kedua kendaraan masih memiliki keterkaitan dengan status barang bukti dalam perkara.

Perkara ini menjerat tiga terdakwa, yakni Hery Fitriadi, selaku Manajer Pengadaan PDAM Tirta Mayang, Mustazal Khomidi, yang saat itu menjabat Direktur Teknik PDAM Tirta Mayang periode 2021-2026; serta Rusdi Wahab, selaku Kepala Cabang PT Definite Hue of Solutions (DHS).

Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan bahan kimia penjernih air jenis Sucolite LA24HZ di Perumda Tirta Mayang Kota Jambi untuk periode 2021-2023.

Berdasarkan hasil audit yang menjadi bagian dari perkara, dugaan korupsi tersebut disebut menimbulkan kerugian keuangan negara sekitar Rp4,4 miliar.

Ketiga terdakwa didakwa melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Persidangan perkara tersebut kembali digelar pada Rabu 16 September 2026 dengan agenda pemeriksaan saksi dan ahli berikutnya.(*)




Kabut Asap Tebal Selimuti Jambi, Sejumlah Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Delay

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap tebal kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Selasa 15 September 2026.

Kondisi jarak pandang atau visibility pada pagi hari tercatat masih berada di bawah 1.000 meter.

Rendahnya jarak pandang tersebut berdampak langsung terhadap jadwal sejumlah penerbangan. Salah satunya penerbangan Citilink QG 960 rute Jakarta (CGK)-Jambi yang hingga pagi hari masih tertahan di Bandara Soekarno-Hatta.

General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, mengatakan pesawat Citilink tersebut belum diberangkatkan dari Jakarta karena kondisi visibility di Jambi belum memungkinkan.

“QG 960 dari CGK ke Jambi belum terbang dari Jakarta karena visibility pagi ini masih di bawah 1.000,” kata Ardon saat dikonfirmasi, Selasa 15 September 2026.

Pesawat masih menunggu perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang di Jambi sebelum diterbangkan menuju Bandara Sultan Thaha.

“Masih menunggu di CGK, belum terbang menunggu kondisi Jambi membaik,” ujarnya.

Gangguan akibat kabut asap tidak hanya berdampak pada penerbangan Citilink. Penerbangan Indonesia Air dengan nomor ID 6870 juga mengalami keterlambatan pada Selasa pagi.

Pesawat yang semula dijadwalkan berangkat sekitar pukul 06.00 WIB harus mengalami penyesuaian jadwal selama satu jam.

“ID 6870 penerbangan pagi tadi delay satu jam. Seharusnya terbang jam 06.00, digeser ke jam 07.00,” jelas Ardon.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha masih sangat bergantung pada perkembangan jarak pandang akibat kabut asap.

Pihak Bandara Sultan Thaha terus memantau perubahan visibility sebelum memberikan kepastian terhadap penerbangan yang terdampak.

Kondisi jarak pandang menjadi salah satu faktor penting dalam operasional penerbangan, sehingga penyesuaian jadwal dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan.

Hingga Selasa pagi, operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha masih menyesuaikan kondisi kabut asap.

Sementara itu, Citilink QG 960 masih berada di Bandara Soekarno-Hatta dan menunggu kondisi visibility di Jambi membaik sebelum diberangkatkan.

Bagi calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan melalui Bandara Sultan Thaha Jambi, perubahan jadwal masih mungkin terjadi seiring perkembangan kondisi jarak pandang di wilayah tersebut.(*)




DPRD Setujui APBD-P 2026, Pemkot Jambi Fokus Benahi Jalan hingga Layanan Dasar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Anggaran belanja Pemerintah Kota Jambi dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 meningkat hingga Rp1,992 triliun, mendekati angka Rp2 triliun.

Tambahan anggaran tersebut diarahkan untuk sejumlah kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mulai dari perbaikan jalan, penguatan layanan kesehatan dan pendidikan hingga penanganan potensi bencana.

Seluruh fraksi DPRD Kota Jambi menyetujui Ranperda tentang Perubahan APBD Kota Jambi 2026 dalam Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian kesimpulan hasil kerja Badan Anggaran (Banggar), Senin malam 14 September 2026.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan peningkatan belanja dalam APBD Perubahan dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik di Kota Jambi.

“Alhamdulillah, seluruh fraksi menyetujui rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 untuk Pemerintah Kota Jambi. Belanja kita mengalami peningkatan menjadi Rp1,992 triliun, atau mendekati Rp2 triliun,” ujar Maulana usai rapat paripurna.

Salah satu sektor yang mendapat perhatian dalam APBD-P 2026 adalah infrastruktur.

Pemkot Jambi mengalokasikan tambahan anggaran sekitar Rp14 miliar pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Dana tersebut akan diarahkan untuk dua kebutuhan utama, yakni penanganan potensi bencana dan perbaikan sejumlah ruas jalan berstatus jalan kota.

Untuk sektor kebencanaan, Pemkot Jambi berencana membangun Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) di wilayah Pelayangan, tepatnya di sekitar depan Polsek dan dekat Rumah Sakit Adhyaksa.

Pembangunan pos tersebut dinilai penting untuk mempercepat respons petugas apabila terjadi kebakaran di wilayah tersebut.

“Untuk alokasi di Dinas PU, prioritas pertama kita adalah membangun Pos Damkar di wilayah Pelayangan, tepatnya di depan Polsek dekat Rumah Sakit Adhyaksa, untuk mengantisipasi risiko kebakaran,” kata Maulana.

Selain pembangunan Pos Damkar, sebagian anggaran diarahkan untuk pengaspalan atau overlay sejumlah jalan kota.

Ruas yang masuk perhatian antara lain jalur Makalam menuju Masjid Agung, kawasan Jalan Adityawarman, di sekitar Kantor Wali Kota, kawasan Sukarejo, hingga akses menuju kawasan pusat perekonomian dan pasar.

“Selain itu, kita melakukan pengaspalan overlay jalan-jalan status kota,” ujarnya.

Terkait masih adanya ruas jalan yang membutuhkan perbaikan, Maulana meminta masyarakat memahami pembagian kewenangan antara pemerintah kota, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Menurutnya, tidak seluruh ruas jalan yang berada di wilayah administratif Kota Jambi menjadi tanggung jawab Pemkot Jambi.

Pemkot Jambi, kata Maulana, terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan Balai Jalan Nasional agar penanganan jalan dapat dilakukan sesuai kewenangan masing-masing.

“Sebagian jalan di Kota Jambi merupakan kewenangan provinsi dan pusat. Untuk kewenangan pusat, alhamdulillah perbaikan di kawasan Sijenjang, Paal Merah, hingga Jalan Lingkar sedang dikerjakan oleh Balai Jalan,” jelasnya.

Perbaikan sejumlah jalan provinsi juga dilakukan secara bertahap, termasuk ruas di kawasan depan SMA 5.

“Kita semua berkolaborasi,” tegas Maulana.

Selain infrastruktur, tambahan anggaran dalam APBD Perubahan juga diarahkan pada sektor pelayanan dasar.

Pemkot Jambi memprioritaskan peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit daerah serta puskesmas. Di sektor pendidikan, anggaran diarahkan untuk mendukung revitalisasi bangunan sekolah.

Kebijakan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik yang langsung dirasakan masyarakat.

Pemkot Jambi juga menyiapkan pembenahan sejumlah fasilitas kota untuk mendukung berbagai agenda besar, termasuk rencana Kota Jambi menjadi tuan rumah Healthy City Summit.

Perubahan anggaran juga menyentuh kebutuhan pemerintahan di tingkat kecamatan.

Pemkot Jambi menyiapkan tambahan anggaran operasional Rp100 juta untuk setiap kecamatan.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan kewilayahan, termasuk pengawasan program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).

Anggaran itu juga akan mendukung persiapan kontingen atau kafilah tingkat kecamatan untuk menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kota Jambi.

Dalam struktur APBD Perubahan 2026, Pemerintah Kota Jambi menargetkan Pendapatan Daerah sebesar Rp1,814 triliun.

Sementara kebutuhan belanja mencapai Rp1,992 triliun. Selisihnya ditutup melalui pemanfaatan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp177 miliar.

Dengan persetujuan seluruh fraksi DPRD Kota Jambi, Ranperda Perubahan APBD 2026 selanjutnya menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program yang telah disepakati.

Pemkot Jambi menempatkan tambahan anggaran tersebut untuk memperkuat pelayanan dasar sekaligus menjawab persoalan yang paling dekat dengan kebutuhan warga, terutama infrastruktur, kebencanaan, pendidikan, kesehatan dan pelayanan di tingkat kewilayahan.(*)




Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp10 Ribu, Cek Daftar Harga Lengkapnya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali bergerak turun pada perdagangan Selasa, 15 September 2026.

Harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat Rp2.592.000, turun Rp10.000 dibandingkan harga sebelumnya Rp2.602.000 per gram.

Data harga tersebut mengacu pada laman resmi Logam Mulia dan terpantau pada Selasa pagi sekitar pukul 08.59 WIB.

Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback emas Antam. Harga buyback berada di level Rp2.437.000 per gram.

Dengan demikian, calon pembeli maupun pemilik emas yang hendak menjual kembali perlu memperhatikan bahwa harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan harga yang berlaku.

Selain pecahan 1 gram, harga emas Antam tersedia dalam berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Berikut daftar harga dasar emas Antam pada Selasa 15 September 2026:

  • 0,5 gram: Rp1.346.000
  • 1 gram: Rp2.592.000
  • 2 gram: Rp5.124.000
  • 3 gram: Rp7.661.000
  • 5 gram: Rp12.735.000
  • 10 gram: Rp25.415.000
  • 25 gram: Rp63.412.000
  • 50 gram: Rp126.745.000
  • 100 gram: Rp253.412.000
  • 250 gram: Rp633.265.000
  • 500 gram: Rp1.266.320.000
  • 1.000 gram: Rp2.532.600.000

Harga tersebut merupakan harga dasar sebelum memperhitungkan ketentuan pajak yang berlaku dalam transaksi pembelian maupun penjualan kembali emas.

Bagi masyarakat yang ingin menjual emas Antam kembali, harga buyback yang berlaku tercatat Rp2.437.000 per gram.

Namun, ada ketentuan pajak yang perlu diperhatikan, khususnya untuk transaksi buyback dengan nilai tertentu.

Transaksi buyback dengan nilai lebih dari Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen.

Pajak tersebut dipotong langsung dari nilai transaksi pada saat proses buyback.

Sementara dalam transaksi pembelian emas Antam, dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tercantum pada laman resmi Logam Mulia.

Pergerakan harga emas membuat nilai emas Antam dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Karena itu, harga yang tercantum pada pagi hari dapat berbeda ketika dilakukan transaksi pada waktu berikutnya.

Masyarakat yang hendak membeli emas sebagai instrumen investasi maupun menjual kembali emas yang dimiliki disarankan mengecek harga terbaru sebelum melakukan transaksi.

Penurunan Rp10.000 pada harga emas ukuran 1 gram menjadi perhatian bagi investor ritel yang mengikuti pergerakan harga emas harian, terutama mereka yang tengah mempertimbangkan waktu pembelian atau penjualan.(*)




Nadiyah Ajak Warga Jadi Mata dan Telinga Pencegahan Kekerasan serta TPPO

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Langkah ini diarahkan tidak hanya untuk menangani korban, tetapi juga membangun sistem perlindungan sejak potensi kekerasan mulai terdeteksi.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi, Informasi dan Edukasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak serta TPPO bagi Kelompok Masyarakat Rentan yang digelar di Aula DPMPPA Kota Jambi, Selasa 15 September 2026.

Ketua TP PKK Kota Jambi, Nadiyah, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa menciptakan rasa aman bagi perempuan dan anak merupakan hak yang harus dijamin dan dilindungi bersama.

Menurutnya, pencegahan tidak boleh menunggu sampai seseorang benar-benar menjadi korban.

Keluarga, lingkungan masyarakat dan seluruh jejaring perlindungan harus mampu mengenali tanda-tanda kerentanan sedini mungkin.

“Jangan menunggu kekerasan menjadi besar baru kita bertindak. Jika ada perubahan perilaku anak, keluarga yang mulai terisolasi, dugaan kekerasan, atau tawaran pekerjaan yang mencurigakan, kenali, peduli, dan segera hubungkan dengan pihak yang memiliki kewenangan untuk memberikan perlindungan. Karena diam bukanlah solusi,” tegas Nadiyah.

Nadiyah menyebut keluarga memiliki posisi paling awal dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Rumah, kata dia, harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk berbicara dan bagi perempuan untuk mendapatkan penghargaan serta perlindungan.

Karena itu, ketahanan keluarga perlu diperkuat melalui komunikasi terbuka, pola pengasuhan positif serta kemampuan orang tua mengenali perubahan perilaku maupun tanda-tanda kerentanan.

“Kita perlu membangun ketahanan keluarga dengan komunikasi yang terbuka, pengasuhan yang positif, dan kemampuan mengenali tanda-tanda kekerasan maupun kerentanan sejak dini,” ujarnya.

Selain keluarga, lingkungan masyarakat dinilai memiliki peran penting sebagai sistem kewaspadaan berikutnya.

Ketua RT, TP PKK, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga berbagai kelompok masyarakat dinilai berada pada posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

Nadiyah mendorong masyarakat agar tidak menganggap persoalan kekerasan sebagai urusan pribadi yang harus dibiarkan.

Indikasi seperti anak yang tiba-tiba mengalami perubahan perilaku, keluarga yang semakin tertutup, dugaan kekerasan atau tawaran pekerjaan yang tidak jelas perlu dicermati dan segera dilaporkan melalui jalur yang tepat.

“Lihat ketika ada tanda-tanda kekerasan. Peduli ketika ada yang membutuhkan pertolongan. Cegah sebelum menjadi korban, dan lindungi mereka yang membutuhkan,” katanya.

Nadiyah juga menekankan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap korban kekerasan.

Menurutnya, korban membutuhkan perlindungan dan pendampingan, bukan stigma. Menyalahkan, mempermalukan atau meragukan korban justru dapat memperparah trauma yang dialami.

“Pesannya cukup sederhana: percaya korban, lindungi korban, dampingi korban, dan pastikan korban mendapatkan layanan yang tepat,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi menghasilkan jejaring yang dapat bekerja ketika masyarakat menemukan kasus atau indikasi kekerasan maupun TPPO.

“Pengetahuan, agar kita tahu apa yang harus dikenali dan dicegah; jejaring, agar kita tahu harus menghubungi siapa ketika menemukan persoalan; serta keberanian untuk bertindak,” ungkap Nadiyah.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi tersebut diikuti sekitar 100 peserta.

Peserta berasal dari unsur perangkat daerah Pemkot Jambi, TP PKK, Forum Komunikasi Rukun Tetangga (FKRT), lembaga adat kecamatan, akademisi, Forum Anak Daerah (FAD) Bumi Angso Duo serta kelompok masyarakat rentan.

Nadiyah hadir sebagai narasumber bersama Septiriana Wulandari, Psikolog Pendidikan dari PUSPAGA Putri Pinang Masak.

Kepala DPMPPA Kota Jambi, Noverentiwi Dewanti, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terkait pencegahan kekerasan dan TPPO.

“ Kegiatan ini dilaksanakan 15 September 2026, dengan 100 orang peserta,” ujarnya.

Ia menjelaskan, materi kegiatan mencakup penguatan mental, pemulihan psikologis, pengenalan modus TPPO, akses perlindungan bagi kelompok rentan serta pembangunan jejaring sosial.

Nadiyah menegaskan pembangunan Kota Jambi tidak cukup hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik.

Menurutnya, kualitas pembangunan juga tercermin dari kemampuan kota menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan, ramah bagi anak dan memiliki ketahanan keluarga yang kuat.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan perlindungan perempuan dan anak sebagai tanggung jawab bersama.

“Karena pada hakikatnya, perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tugas pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Melalui penguatan keluarga, kewaspadaan lingkungan dan jejaring perlindungan, Pemkot Jambi berharap masyarakat semakin peka terhadap potensi kekerasan dan TPPO sehingga kasus dapat dicegah sebelum berkembang dan korban tidak merasa sendirian.(*)




Top Skor Sementara, La Liga 2026/2027 Pekan Kelima

SEPUCUKJAMBI.ID –  Barcelona melanjutkan start sempurnanya di La Liga 2026/2027. Bertandang ke markas Levante di Ciutat de Valencia, Senin (14/9/2026) dini hari WIB, Blaugrana mengamankan kemenangan 4-2.

Hasil tersebut membuat Barcelona semakin kokoh di puncak klasemen.

Dari lima pertandingan yang telah dimainkan, Barcelona mengoleksi 15 poin alias menyapu bersih seluruh laga.

Lamine Yamal menjadi salah satu aktor utama kemenangan Barcelona setelah mencetak dua gol.

Dua gol lainnya masing-masing disumbangkan Xavi Espart dan Karim Adeyemi.

Levante sempat memberikan perlawanan melalui gol Ivan Romero dan Roger Brugué.

Namun, tuan rumah tidak mampu membendung Barcelona hingga pertandingan berakhir.

Kemenangan 4-2 tersebut menjaga rekor sempurna Barcelona pada awal kompetisi sekaligus mempertegas posisi mereka sebagai pemuncak klasemen.

Levante sementara berada di peringkat ke-13 dengan koleksi lima poin dari lima pertandingan.

Hasil positif juga diraih Atletico Madrid pada laga lainnya.

Los Rojiblancos tampil meyakinkan saat bertandang ke markas Real Sociedad di Stadion Anoeta. Atletico Madrid membawa pulang kemenangan telak 3-0.

Alejandro Grimaldo, Jonathan David, dan Giuliano Simeone menjadi pencetak gol Atletico Madrid.

Tambahan tiga poin membuat Atletico naik ke posisi keempat dengan koleksi 10 poin dari lima pertandingan.

Sementara Real Sociedad harus puas berada di posisi ke-12 dengan tujuh poin.

Berikut hasil pertandingan La Liga yang berlangsung sepanjang akhir pekan hingga Senin dini hari WIB:

Sabtu, 12 September 2026

  • Sevilla 1-0 Valencia
  • Racing Club 2-1 Alaves
  • Osasuna 0-2 Espanyol
  • Athletic Club 1-1 Elche

Minggu, 13 September 2026

  • Real Madrid 4-1 Rayo Vallecano
  • Celta Vigo 1-1 Malaga
  • Levante 2-4 Barcelona
  • Getafe 1-1 Deportivo

Senin, 14 September 2026

  • Real Sociedad 0-3 Atletico Madrid

Selasa, 15 September 2026

  • Villarreal vs Real Betis

Persaingan pencetak gol terbanyak juga mulai memanas setelah lima pertandingan dimainkan.

6 gol

  • Raphinha (Barcelona)
  • Sergio Camello (Rayo Vallecano)
  • Kylian Mbappe (Real Madrid)
  • Lamine Yamal (Barcelona)

5 gol

  • Pierre-Emerick Aubameyang (Deportivo La Coruna)
  • Yassir Zabiri (Racing Santander)
  • Roberto Fernandez (Espanyol)

4 gol

  • Fermin Lopez (Barcelona)
  • Lucas Boye (Alaves)
  • Ante Budimir (Osasuna)

3 gol

  • Mariano Diaz (Alaves)
  • Jude Bellingham (Real Madrid)
  • Alex Baena (Atletico Madrid)
  • Roger Brugué (Levante)

Dengan kemenangan atas Levante, Barcelona kini menjadi satu-satunya tim yang mampu mempertahankan catatan sempurna dengan 15 poin dari lima pertandingan.

Persaingan papan atas La Liga masih berlanjut dengan sejumlah klub seperti Real Madrid dan Atletico Madrid terus memburu posisi teratas.(*)




Menkeu Diganti! Berikut Daftar Terbaru Kabinet Prabowo Setelah Reshuffle 14 September 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perubahan dalam susunan Kabinet Merah Putih.

Perubahan paling mencolok kali ini terjadi di Kementerian Keuangan, dengan Suahasil Nazara resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.

Suahasil dilantik dan diambil sumpahnya oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Senin 14 September 2026.

Pengangkatan Suahasil tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024-2029.

Dengan keputusan tersebut, Suahasil yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan kini naik menjadi orang nomor satu di Kementerian Keuangan.

Pergantian ini membuat posisi Menteri Keuangan kembali berubah pada masa pemerintahan Prabowo.

Purbaya sendiri sebelumnya dilantik sebagai Menkeu pada 8 September 2025.

Suahasil bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia telah lama berkarier di bidang kebijakan fiskal dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Setelah dilantik, Suahasil menyatakan siap menjalankan amanah yang diberikan Presiden.

Pergantian ini menjadi perhatian karena Menteri Keuangan memiliki posisi strategis dalam menentukan arah kebijakan fiskal, pengelolaan APBN, penerimaan negara, belanja pemerintah serta menjaga kredibilitas keuangan negara.

Dalam pernyataan setelah pelantikan, Suahasil juga menegaskan komitmennya untuk menjaga disiplin fiskal dan mempertahankan defisit APBN sesuai ketentuan yang berlaku.

Nazara resmi menjadi Menteri Keuangan RI usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Senin 14 September 2026.

Berikut susunan menteri Kabinet Merah Putih berdasarkan daftar terbaru yang diberikan:

  • Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan: Yusril Ihza Mahendra
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto
  • Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Pratikno
  • Menteri Koordinator Politik dan Keamanan: Djamari Chaniago
  • Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan: Agus Harimurti Yudhoyono
  • Menteri Koordinator Pangan: Zulkifli Hasan
  • Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat: Abdul Muhaimin Iskandar
  • Menteri Sekretaris Negara: Prasetyo Hadi
  • Menteri Pertahanan: Sjafrie Sjamsoeddin
  • Menteri Dalam Negeri: Tito Karnavian
  • Menteri Luar Negeri: Sugiono
  • Menteri Agama: Nasaruddin Umar
  • Menteri Hukum: Supratman Andi Agtas
  • Menteri Hak Asasi Manusia: Natalius Pigai
  • Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan: Agus Andrianto
  • Menteri Keuangan: Suahasil Nazara
  • Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah: Abdul Mu’ti
  • Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi: Brian Yuliarto
  • Menteri Kebudayaan: Fadli Zon
  • Menteri Kesehatan: Budi Gunadi Sadikin
  • Menteri Sosial: Saifullah Yusuf
  • Menteri Ketenagakerjaan: Yassierli
  • Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia: Mukhtarudin
  • Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
  • Menteri Perdagangan: Budi Santoso
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Bahlil Lahadalia
  • Menteri Pekerjaan Umum: Raden Dodi Hanggodo
  • Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman: Maruarar Sirait
  • Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal: Yandri Susanto
  • Menteri Transmigrasi: Iftitah Suryanegara
  • Menteri Perhubungan: Dody Purwagandhi
  • Menteri Komunikasi dan Digital: Meutya Hafid
  • Menteri Pertanian: Amran Sulaiman
  • Menteri Kehutanan: Raja Juli Antoni
  • Menteri Kelautan dan Perikanan: Sakti Wahyu Trenggono
  • Menteri Agraria dan Tata Ruang: Nusron Wahid
  • Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Rachmat Pambudy
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Rini Widiantini
  • Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana Nasional: Wihaji
  • Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup: Mohammad Jumhur Hidayat
  • Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Penanaman Modal: Rosan Roeslani
  • Menteri Koperasi: Ferry Juliantono
  • Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah: Maman Abdurrahman
  • Menteri Pariwisata: Widianti Putri
  • Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif: Teuku Riefky Harsya
  • Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Arifatul Choiri Fauzi
  • Menteri Pemuda dan Olahraga: Erick Thohir
  • Menteri Haji dan Umrah: Mochamad Irfan Yusuf

Pergantian Purbaya oleh Suahasil menjadi titik penting dalam perubahan kabinet kali ini.

Suahasil menghadapi tantangan untuk menjaga kredibilitas pengelolaan keuangan negara sekaligus memastikan kebijakan fiskal tetap mendukung agenda pemerintahan Prabowo.

Dunia usaha dan sektor keuangan juga akan mencermati arah kebijakan Menteri Keuangan baru, khususnya terkait stabilitas fiskal, APBN, pembiayaan pemerintah dan iklim investasi.

Dengan dilantiknya Suahasil, komposisi Kabinet Merah Putih kembali mengalami perubahan di tengah perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran menuju akhir masa jabatan 2024-2029.(*)