HUT ke-81 TNI di Tanjab, Wabup Katamso Tegaskan Pentingnya Sinergi

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Markas Kodim 0419/Tanjab, Senin 5 Oktober 2026.

Kehadiran Wabup Katamso bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tanjung Jabung Barat dan unsur Forkopimda Tanjung Jabung Timur menegaskan pentingnya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta keutuhan wilayah.

Upacara berlangsung di halaman Makodim 0419/Tanjab dan dipimpin langsung Komandan Kodim 0419/Tanjab, Letkol Inf. Zulhiardi, S.I.P., M.Han.

Para prajurit TNI, ASN TNI jajaran Tanjab Barat, serta Ketua dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Tanjab Barat turut mengikuti rangkaian upacara tersebut.

Usai mengikuti upacara, Wabup Katamso menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar TNI yang memperingati HUT ke-81.

“Atas nama unsur Forkopimda Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kami mengucapkan selamat Dirgahayu TNI ke-81 Tahun. TNI kuat bersama rakyat, Indonesia berdaulat, adil dan makmur,” ujar Katamso.

Menurutnya, peringatan HUT TNI tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat hubungan antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

Sinergi tersebut menjadi penting dalam menjaga stabilitas daerah, memperkuat persatuan, serta menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengganggu keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam amanatnya, Dandim 0419/Tanjab Letkol Inf. Zulhiardi menyoroti perubahan lingkungan strategis yang berlangsung semakin dinamis.

Ia menyebut ketidakpastian global, perkembangan ruang informasi dan kognitif, ancaman keamanan wilayah, serta kebutuhan integrasi pengelolaan sumber daya nasional sebagai tantangan yang perlu mendapat perhatian.

Menurut Zulhiardi, perubahan tersebut menuntut TNI tetap memegang teguh jati diri dan arah pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Menghadapi dinamika tersebut, TNI harus tetap kokoh pada jati diri dan jelas pada arah pengabdiannya,” ujar Zulhiardi.

Ia menilai momentum HUT ke-81 TNI perlu menjadi pengingat bagi seluruh prajurit untuk memperkuat komitmen menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, serta melindungi kekayaan Nusantara.

Peringatan HUT TNI ke-81 di Tanjab juga mempertemukan unsur TNI, pemerintah daerah, Forkopimda, dan elemen masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan.

Kehadiran unsur Forkopimda Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur memperlihatkan koordinasi lintas daerah yang terus berjalan dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan sekaligus menjaga situasi daerah tetap kondusif.

Setelah upacara, rangkaian peringatan HUT TNI ke-81 dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba dan pemotongan tumpeng oleh Dandim 0419/Tanjab.

Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat kebersamaan antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat di wilayah Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.(*)




Kabut Asap Ganggu Sekolah, Sekda Batang Hari Cek Langsung PJJ di SMPN 21

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Batang Hari mulai berdampak pada aktivitas pendidikan.

Pemerintah Kabupaten Batang Hari mengambil langkah antisipasi dengan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang Hari bersama Asisten I Setda Batang Hari turun langsung ke SMPN 21 Batang Hari, Senin 5 Oktober 2026, untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan dan proses belajar siswa tetap berlangsung.

Kunjungan itu menjadi bagian dari pemantauan Pemkab Batang Hari terhadap pelaksanaan pembelajaran di tengah kondisi kualitas udara yang belum mendukung aktivitas tatap muka.

Sekda melihat langsung metode pembelajaran yang diterapkan sekolah, baik melalui sistem daring maupun pemberian tugas terstruktur yang siswa kerjakan dari rumah.

Sekda Kabupaten Batang Hari, Mula P. Rambe, S.Sos., M.H menegaskan, pemerintah tidak ingin kondisi kabut asap mengganggu hak siswa untuk mendapatkan pendidikan.

Namun, pemerintah juga tidak ingin mengabaikan risiko kesehatan akibat paparan udara yang buruk.

“Dalam kondisi seperti ini, kesehatan dan keselamatan anak-anak kita menjadi prioritas. Tetapi proses pendidikan juga harus tetap berjalan. Karena itu, PJJ menjadi langkah sementara agar siswa tetap belajar tanpa harus beraktivitas di sekolah ketika kondisi udara belum mendukung,” ujar Sekda.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengambil langkah preventif untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat paparan kabut asap.

Salah satu risiko yang menjadi perhatian ialah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi anak-anak yang memiliki aktivitas di luar ruangan.

“Jangan sampai karena ingin mempertahankan pembelajaran tatap muka, kita justru mengabaikan kesehatan anak-anak. Kita ingin pembelajaran tetap berjalan, tetapi keselamatan siswa dan guru harus menjadi pertimbangan utama,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Sekda dan Asisten I disambut Kepala SMPN 21 Batang Hari bersama jajaran majelis guru.

Keduanya kemudian meninjau pelaksanaan PJJ untuk melihat kesiapan sekolah dalam menjaga keberlangsungan proses belajar dari rumah.

Sekolah memanfaatkan pembelajaran daring serta penugasan terstruktur untuk memastikan siswa tetap mendapatkan materi selama kebijakan PJJ berlangsung.

Sekda mengapresiasi respons cepat pihak SMPN 21 Batang Hari dalam menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi kabut asap.

Menurutnya, perubahan pola belajar membutuhkan kesiapan guru, sekolah, siswa, dan orang tua agar kegiatan pendidikan tidak terputus.

“Kami mengapresiasi sekolah yang cepat beradaptasi. PJJ bukan berarti kegiatan belajar berhenti. Guru tetap memberikan materi, siswa tetap belajar, dan sekolah tetap melakukan pemantauan terhadap prosesnya,” katanya.

Pemkab Batang Hari juga meminta sekolah memastikan PJJ berjalan secara efektif dan tidak sekadar memindahkan aktivitas belajar dari ruang kelas ke rumah.

Guru tetap perlu memberikan materi, tugas, serta pendampingan kepada siswa sesuai kondisi pembelajaran.

Sekda berharap sekolah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah apabila menghadapi kendala selama pelaksanaan PJJ.

“Kita ingin pelaksanaan PJJ tetap terukur. Kalau ada kendala di lapangan, segera komunikasikan sehingga pemerintah bisa mencari solusi bersama,” ujarnya.

Penerapan PJJ menjadi salah satu langkah Pemkab Batang Hari menghadapi dampak kabut asap terhadap sektor pendidikan.

Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi udara sebelum menentukan langkah selanjutnya terkait pembelajaran tatap muka.

Sekda menegaskan, keputusan terkait aktivitas sekolah harus mempertimbangkan kondisi kesehatan dan keselamatan seluruh warga sekolah.

“Ketika kondisi sudah memungkinkan, tentu pembelajaran tatap muka bisa kembali berjalan. Tetapi selama kondisi udara belum aman, kita harus mengambil langkah yang paling melindungi siswa dan tenaga pendidik,” katanya.

Pemkab Batang Hari berharap koordinasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan siswa dapat menjaga dua hal sekaligus, pendidikan tetap berjalan dan kesehatan anak tetap terlindungi.

Dengan demikian, kabut asap tidak sampai membuat proses belajar terhenti, sekaligus tidak menempatkan siswa pada risiko kesehatan yang tidak perlu.(*)




Setelah 6 Kali Berputar, Super Air Jet IU840 Akhirnya Mendarat di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Drama penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi akhirnya berakhir.

Setelah lebih dari enam kali percobaan untuk melakukan pendaratan, Super Air Jet IU840 dari Jakarta akhirnya berhasil mendarat di Jambi, Senin 5 Oktober 2026 sore.

Sebelumnya, pesawat tersebut sempat berputar berkali-kali di atas wilayah Jambi.

Pantauan pergerakan pesawat melalui Flightradar menunjukkan IU840 beberapa kali melakukan holding sebelum akhirnya berhasil melakukan pendaratan.

Kondisi itu terjadi ketika jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Thaha masih berubah-ubah akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah Jambi.

Tidak lama setelah Super Air Jet berhasil mendarat, Citilink QG966 dari Jakarta juga berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha pada pukul 17.08 WIB.

Dua penerbangan tersebut sebelumnya sama-sama menghadapi kendala akibat kondisi jarak pandang yang belum stabil.

Dua Pesawat Jakarta Akhirnya Mendarat

Super Air Jet IU840 sebelumnya memiliki estimasi kedatangan sekitar pukul 16.15 WIB.

Namun, pesawat tidak langsung mendarat dan sempat berputar di udara Jambi.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, sebelumnya menginformasikan bahwa pesawat masih berputar di wilayah udara Jambi.

Situasi tersebut berlangsung ketika jarak pandang bandara kembali menurun.

Setelah lebih dari enam kali percobaan, IU840 akhirnya berhasil mendarat.

Sementara itu, Citilink QG966 dari Jakarta yang sebelumnya masih berada di sekitar wilayah Sumatera Selatan juga melanjutkan penerbangan menuju Jambi dan akhirnya landing pada pukul 17.08 WIB.

Keberhasilan kedua pesawat mendarat menjadi perkembangan terbaru setelah kondisi kabut asap sempat mengganggu pergerakan sejumlah penerbangan di Bandara Sultan Thaha.

Jarak Pandang Sempat Turun hingga 1.000 Meter

Sebelumnya, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha mengalami fluktuasi sepanjang Senin.

Pada pukul 15.00 WIB, jarak pandang sempat mencapai 2.200 meter. Namun, kondisi kemudian memburuk.

Pukul 15.30 WIB, jarak pandang turun menjadi 1.100 meter dan kembali merosot menjadi 1.000 meter pada pukul 16.00 WIB.

Kondisi tersebut membuat proses pendaratan membutuhkan perhatian dan penyesuaian dari maskapai serta pihak terkait.

Meski demikian, perkembangan terbaru menunjukkan dua penerbangan dari Jakarta yang sebelumnya tertahan akhirnya dapat mendarat dengan selamat di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Batik Air Lebih Dulu Berhasil Mendarat

Sebelum IU840 dan QG966, penerbangan Batik Air ID6804 dari Jakarta juga berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha sekitar pukul 15.00 WIB.

Pesawat tersebut kemudian kembali terbang menuju Jakarta menggunakan nomor penerbangan ID6805 pada pukul 15.45 WIB.

Dengan berhasilnya sejumlah penerbangan mendarat dan berangkat, operasional Bandara Sultan Thaha tetap berjalan meski kondisi jarak pandang masih menjadi faktor penting dalam pergerakan pesawat.

Pihak bandara terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan maskapai untuk menyesuaikan operasional penerbangan dengan perkembangan cuaca dan jarak pandang.

Penumpang tetap diminta memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing karena kondisi di sekitar bandara dapat berubah dalam waktu singkat.(*)




Super Air Jet IU840 4 Kali Berputar di Atas Jambi, Kabut Asap Ganggu Penerbangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pergerakan pesawat Super Air Jet IU840 dari Jakarta menuju Jambi menarik perhatian pada Senin 5 Oktober 2026.

Pantauan melalui Flightradar menunjukkan pesawat tersebut sudah empat kali berputar di atas wilayah Jambi sebelum mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pesawat Super Air Jet IU840 terbang dari Jakarta menuju Jambi dengan jadwal kedatangan sekitar pukul 16.15 WIB.

Namun, kondisi jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Thaha yang kembali berfluktuasi membuat proses kedatangan pesawat berlangsung tidak seperti jadwal normal.

Pergerakan IU840 yang berulang kali berputar di udara menjadi gambaran situasi penerbangan di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Jambi.

Sebelumnya, Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, mengatakan IU840 masih berputar di wilayah udara Jambi.

“Super Air Jet IU 840 dari Jakarta estimasi kedatangan pukul 16.15 WIB, masih berputar-putar di atas wilayah Jambi,” ujar Ikhsan.

Batik Air Berhasil Mendarat dan Kembali ke Jakarta

Di tengah kondisi tersebut, tidak seluruh penerbangan mengalami kendala yang sama.

Pesawat Batik Air ID6804 dari Jakarta berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi sekitar pukul 15.00 WIB.

Pesawat yang sama kemudian kembali melanjutkan penerbangan ke Jakarta menggunakan nomor penerbangan ID6805 pada pukul 15.45 WIB.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha masih berjalan, meski maskapai harus menyesuaikan pergerakan pesawat dengan kondisi jarak pandang dan cuaca di sekitar bandara.

Jarak Pandang Sempat Turun Jadi 1.000 Meter

Pada hari yang sama, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha mengalami perubahan cukup tajam.

Data pemantauan menunjukkan jarak pandang mencapai 2.200 meter pada pukul 15.00 WIB. Namun, kondisi kemudian memburuk.

Pada pukul 15.30 WIB, jarak pandang turun menjadi 1.100 meter dan kembali merosot menjadi 1.000 meter pada pukul 16.00 WIB.

Perubahan tersebut membuat kondisi penerbangan terus mendapat pemantauan.

Selain IU840, penerbangan Citilink QG966 dari Jakarta dengan estimasi kedatangan pukul 16.45 WIB juga masih berada di sekitar wilayah Sumatera Selatan berdasarkan pembaruan sebelumnya.

Sementara itu, penerbangan Susi Air dengan rute menuju dan dari Kerinci tercatat batal.

Penumpang Diminta Pantau Informasi Maskapai

Pihak Bandara Sultan Thaha Jambi terus berkoordinasi dengan maskapai dan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi penerbangan.

Penumpang juga diminta mengecek informasi terbaru dari maskapai sebelum menuju bandara karena perubahan jarak pandang dapat memengaruhi jadwal kedatangan maupun keberangkatan.

Kondisi tersebut membuat pergerakan pesawat di Bandara Sultan Thaha pada Senin sore sangat bergantung pada perkembangan jarak pandang.

Perbedaan kondisi antar-penerbangan juga terlihat jelas. Batik Air ID6804 berhasil mendarat dan kembali terbang menuju Jakarta, sementara Super Air Jet IU840 harus berputar beberapa kali di atas wilayah Jambi sebelum melanjutkan proses kedatangannya.(*)




Update Penerbangan Jambi: Susi Air ke Kerinci Dibatalkan, Dua Pesawat dari Jakarta Masih Berputar di Udara

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Senin 5 Oktober 2026.

Dampaknya mulai terasa pada penerbangan sore. Dua pesawat dari Jakarta belum dapat mendarat sesuai jadwal karena jarak pandang di sekitar bandara kembali memburuk.

Super Air Jet IU 840 dan Citilink QG 966 masih berada di udara saat kondisi jarak pandang berubah-ubah.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, mengatakan Super Air Jet IU 840 dari Jakarta semula memiliki estimasi kedatangan pukul 16.15 WIB.

Namun, pesawat tersebut masih berputar di wilayah udara Jambi.

“Super Air Jet IU 840 dari Jakarta estimasi kedatangan pukul 16.15 WIB, masih berputar-putar di atas wilayah Jambi,” ujar Ikhsan.

Tak lama berselang, kondisi serupa juga terjadi pada Citilink QG 966 dari Jakarta.

Pesawat tersebut memiliki estimasi kedatangan pukul 16.45 WIB, tetapi masih berada di sekitar wilayah Sumatera Selatan.

“Citilink QG 966 dari Jakarta estimasi pukul 16.45 WIB, masih di atas wilayah Sumsel,” katanya.

Perubahan jarak pandang menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan penerbangan di Bandara Sultan Thaha.

Data pemantauan menunjukkan kondisi sempat membaik pada siang hingga sore awal.

Jarak pandang tercatat 1.100 meter pada pukul 10.00 WIB, kemudian meningkat menjadi 1.900 meter pada pukul 11.00 WIB.

Pada pukul 12.00 WIB, jarak pandang berada di angka 1.800 meter. Angka tersebut kemudian turun menjadi 1.600 meter pada pukul 13.00 WIB dan sedikit membaik menjadi 1.700 meter pada pukul 14.00 WIB.

Kondisi sempat mencapai 2.200 meter pada pukul 15.00 WIB.

Namun, perbaikan itu tidak bertahan lama.

Setengah jam kemudian, jarak pandang kembali merosot menjadi 1.100 meter. Pada pukul 16.00 WIB, angka tersebut kembali turun hingga 1.000 meter.

Fluktuasi inilah yang membuat kondisi operasional penerbangan harus terus menyesuaikan perkembangan di lapangan.

Gangguan akibat kondisi udara juga berdampak pada penerbangan Susi Air dengan rute menuju dan dari Kerinci.

Pihak bandara memastikan penerbangan tersebut dibatalkan atau cancelled.

Sementara penerbangan lainnya masih bergantung pada perkembangan jarak pandang dan kondisi operasional bandara.

Situasi tersebut menunjukkan dampak kabut asap tidak hanya menyentuh penerbangan yang hendak mendarat di Jambi, tetapi juga dapat memengaruhi konektivitas udara menuju wilayah lain di Provinsi Jambi.

Ikhsan mengatakan pihak Bandara Sultan Thaha terus memantau perubahan jarak pandang dan berkoordinasi dengan maskapai serta pihak terkait.

Menurutnya, perubahan kondisi dapat berlangsung cepat sehingga status penerbangan juga dapat berubah mengikuti situasi operasional.

Karena itu, penumpang diminta tidak hanya mengandalkan jadwal awal yang tercantum dalam tiket.

Mereka perlu mengecek informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara.

“Kondisi jarak pandang yang fluktuatif terus kami pantau karena dapat memengaruhi operasional penerbangan, khususnya proses kedatangan dan keberangkatan pesawat,” kata Ikhsan.

Sebelumnya, kabut asap juga telah mengganggu sejumlah penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi. Beberapa penerbangan mengalami penundaan hingga pengalihan ke bandara lain.

Dengan kondisi terbaru pada Senin sore, kelancaran penerbangan di Bandara Sultan Thaha masih sangat bergantung pada perubahan jarak pandang.

“Untuk update penerbangan akan terus kami sampaikan sesuai perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Ikhsan.(*)




Semarak HUT Bungo ke-61, Pemkab Imbau ASN hingga Swasta Kenakan Pakaian Adat

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Bungo mengeluarkan imbauan khusus dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Kabupaten Bungo tahun 2026.

Seluruh instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dan pihak swasta di Kabupaten Bungo diimbau mengenakan pakaian adat daerah selama 12-19 Oktober 2026.

Untuk laki-laki, pakaian adat yang digunakan yakni Teluk Belango, sedangkan perempuan mengenakan Baju Kurung Tekuluk.

Imbauan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-61 Kabupaten Bungo yang tahun ini mengusung tema “Kreatif dan Berdaya Saing menuju Bungo Baru.”

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bungo, Taufik Hidayat mengatakan, imbauan tersebut diharapkan dapat membuat nuansa peringatan hari jadi daerah semakin terasa sekaligus memperkuat identitas budaya Bungo.

Penggunaan pakaian adat juga menjadi bagian dari upaya melibatkan berbagai unsur, tidak hanya pemerintah, dalam memeriahkan momentum hari jadi Kabupaten Bungo.

Periode penggunaan pakaian adat ditetapkan mulai 12 hingga 19 Oktober 2026.

Pemkab Bungo mengajak instansi pemerintah, BUMN, BUMD, serta pihak swasta ikut mengambil bagian dalam imbauan tersebut.

Dengan demikian, suasana peringatan HUT Bungo tidak hanya terlihat di lokasi kegiatan utama.

Tetapi juga di lingkungan perkantoran dan aktivitas masyarakat selama periode yang telah ditentukan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan dan mempertahankan penggunaan pakaian adat daerah di tengah masyarakat.

Selain imbauan penggunaan pakaian adat, Pemkab Bungo telah menyiapkan berbagai agenda untuk memeriahkan HUT ke-61.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sejumlah lomba tradisional pada 13-14 Oktober 2026.

Sementara rangkaian utama akan berlangsung pada 18-24 Oktober 2026 dan dipusatkan di kawasan Ex MTQ Baru Muara Bungo.

Sejumlah kegiatan yang disiapkan meliputi pesta rakyat, pameran pembangunan, Festival Bujang Gadis, Festival Batik, bazar, pasar malam, food corner, hingga Pojok Ekonomi Kreatif.

Daya tarik lain dalam perayaan HUT ke-61 Bungo yakni penampilan grup band ibu kota Repvblik pada malam puncak hiburan.

Taufik Hidayat mengatakan, peringatan tahun ini juga direncanakan dihadiri langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif.

“Malam puncak hiburan akan dimeriahkan oleh penampilan grup band ternama ibu kota, Repvblik. Spesial pada peringatan HUT Bungo tahun ini, rencananya juga bakal dihadiri langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif,” ujar Taufik.

Pemkab Bungo mengajak masyarakat ikut menyemarakkan seluruh rangkaian peringatan HUT ke-61.

Namun, sebelum pesta rakyat dan panggung hiburan berlangsung, pemerintah daerah lebih dulu mengajak berbagai unsur masyarakat menghidupkan suasana hari jadi melalui identitas budaya.

Salah satunya dengan mengenakan Teluk Belango dan Baju Kurung Tekuluk selama periode 12-19 Oktober 2026.(*)




Repvblik Bakal Tampil di HUT ke-61 Bungo, Pesta Rakyat Digelar 18-24 Oktober

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabupaten Bungo bersiap menggelar pesta rakyat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 tahun 2026.

Perayaan tahun ini bakal berlangsung selama sepekan, mulai 18 hingga 24 Oktober 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan Ex MTQ Baru Muara Bungo.

Yang paling ditunggu, malam puncak hiburan HUT Kabupaten Bungo ke-61 rencananya menghadirkan grup band ibu kota Repvblik.

Selain penampilan musik, Pemkab Bungo juga menyebut Menteri Ekonomi Kreatif direncanakan hadir dalam rangkaian peringatan HUT tahun ini.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bungo, Taufik Hidayat mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai agenda untuk menyemarakkan perayaan dengan mengusung tema “Kreatif dan Berdaya Saing menuju Bungo Baru.”

“Malam puncak hiburan akan dimeriahkan oleh penampilan grup band ternama ibu kota, Repvblik. Spesial pada peringatan HUT Bungo tahun ini, rencananya juga bakal dihadiri langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif,” ujar Taufik Hidayat.

Rangkaian HUT ke-61 Bungo tidak hanya berisi hiburan musik.

Pemkab Bungo menyiapkan sejumlah kegiatan yang memadukan hiburan, promosi pembangunan, budaya, serta pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.

Agenda tersebut meliputi:

  • Pesta rakyat

  • Pameran pembangunan

  • Festival Bujang Gadis

  • Festival Batik

  • Bazar

  • Pasar malam

  • Food corner

  • Pojok ekonomi kreatif

Beragam agenda tersebut akan dipusatkan di kawasan Ex MTQ Baru Muara Bungo sehingga masyarakat dapat menikmati berbagai kegiatan dalam satu kawasan.

Konsep tersebut sekaligus memperkuat tema HUT tahun ini yang menempatkan kreativitas dan daya saing sebagai bagian dari arah pembangunan Bungo.

Kemeriahan HUT Kabupaten Bungo bahkan dimulai sebelum rangkaian utama pada 18 Oktober.

Pemkab Bungo menjadwalkan berbagai lomba tradisional pada 13-14 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk ikut merayakan hari jadi daerah sekaligus menjaga keberadaan permainan dan tradisi lokal.

Tidak hanya masyarakat, pemerintah daerah juga mengajak instansi pemerintahan, BUMN, BUMD, dan sektor swasta ikut menyemarakkan peringatan HUT.

Ada pula imbauan khusus selama rangkaian peringatan HUT Bungo.

Pemkab Bungo mengajak seluruh instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dan pihak swasta mengenakan pakaian adat daerah pada 12-19 Oktober 2026.

Untuk laki-laki, pakaian yang digunakan yakni Teluk Belango, sedangkan perempuan mengenakan Baju Kurung Tekuluk.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menonjolkan identitas budaya lokal dalam momentum hari jadi Kabupaten Bungo.

Dengan rangkaian acara yang memadukan budaya, hiburan, promosi pembangunan, dan ekonomi kreatif, Pemkab Bungo berharap HUT ke-61 dapat menjadi ruang kebersamaan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Masyarakat Kabupaten Bungo dan daerah sekitar pun diimbau ikut hadir dan memeriahkan seluruh rangkaian acara yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Perayaan HUT ke-61 ini diharapkan tidak hanya menjadi pesta tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebanggaan terhadap daerah serta mendorong Bungo semakin kreatif dan berdaya saing.(*)




Paripurna DPRD Jambi, Al Haris Sampaikan Nota Keuangan RAPBD 2027 Rp4,02 Triliun

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi resmi menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD Provinsi Jambi.

Penyampaian tersebut berlangsung dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Jambi di Ruang Utama Sidang Gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin 5 Oktober 2026.

Gubernur Jambi Al Haris hadir langsung menyampaikan Nota Keuangan sekaligus Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2027.

Dalam rancangan tersebut, belanja daerah Provinsi Jambi pada 2027 direncanakan mencapai Rp4,021 triliun, sementara pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp3,95 triliun.

Penyampaian nota keuangan ini menjadi langkah awal pembahasan RAPBD 2027 antara Pemerintah Provinsi Jambi dan DPRD sebelum anggaran ditetapkan menjadi APBD.

Al Haris menjelaskan, RAPBD 2027 disusun berdasarkan kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Pemerintah daerah menyusun rancangan tersebut dengan mempertimbangkan kondisi fiskal, kebutuhan pembangunan, mandatory spending, serta prinsip keberlanjutan anggaran.

Pendapatan daerah dalam RAPBD 2027 ditargetkan sebesar Rp3,95 triliun, meningkat Rp195,06 miliar atau 5,19 persen dibandingkan APBD murni 2026.

Dari target tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan mencapai Rp2,054 triliun atau 51,97 persen.

Pajak daerah menjadi kontributor terbesar dengan target sekitar Rp1,68 triliun.

Sementara itu, pendapatan transfer dari pemerintah pusat ditargetkan mencapai Rp1,89 triliun atau 47,97 persen, naik sekitar 5,08 persen.

Adapun lain-lain pendapatan daerah yang sah ditargetkan sekitar Rp1,92 miliar. Pos tersebut menurun karena program hibah BioCF ISFL telah berakhir.

Dari sisi belanja, Pemprov Jambi merencanakan anggaran sebesar Rp4,021 triliun.

Belanja operasi menjadi komponen terbesar dengan alokasi sekitar Rp2,87 triliun atau 71,42 persen.

Kemudian belanja modal direncanakan sebesar Rp437,30 miliar atau 10,87 persen.

Pemprov Jambi juga menyiapkan belanja tidak terduga sebesar Rp31,73 miliar serta belanja transfer sekitar Rp680,15 miliar.

Dengan struktur pendapatan dan belanja tersebut, RAPBD 2027 mencatat defisit sekitar Rp68,45 miliar.

Pemerintah merencanakan defisit tersebut ditutup melalui Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp68,60 miliar.

Di hadapan DPRD, Al Haris menegaskan penyusunan RAPBD 2027 tetap berada dalam kerangka efisiensi.

Menurutnya, meski target APBD mengalami kenaikan, kapasitas fiskal Provinsi Jambi saat ini masih terbatas dibandingkan periode ketika APBD daerah pernah berada di atas Rp5 triliun.

“Dengan catatan bahwa kita masih dalam kondisi efisiensi. Walaupun ada kenaikan sedikit APBD kami, tapi itu masih dalam konteks efisiensi. Karena dulu APBD kita sampai 5 triliun lebih, sekarang ini hanya 4 triliun,” kata Al Haris.

Karena itu, ia meminta jajaran OPD mengubah orientasi kerja. Pemerintah tidak ingin keberhasilan program hanya diukur dari seberapa besar anggaran terserap.

Al Haris mendorong OPD memastikan setiap program menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Ia juga meminta OPD lebih proaktif mencari sumber pembiayaan inovatif dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat.

Al Haris mengatakan, program yang masuk dalam RAPBD 2027 telah diselaraskan dengan arah pembangunan dalam RPJMD Provinsi Jambi.

Dengan pendekatan tersebut, program yang masuk dalam APBD diharapkan tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari target pembangunan daerah.

“Sehingga setiap item, program-program yang ada di RPJMD kita itu bisa diwujudkan dalam rancangan APBD 2027,” ujarnya.

Menurut Al Haris, pembahasan bersama DPRD akan menjadi tahap penting untuk memastikan struktur anggaran tetap realistis sekaligus mampu menjawab kebutuhan pembangunan.

“Pada hari ini kami menyampaikan Nota Pengantar Rancangan APBD Murni 2027. Tentu kami mencoba untuk bagaimana memberikan usulan kepada Dewan, agar kiranya Dewan bisa membahas dengan tim anggaran kami bersama tim anggaran Dewan,” katanya.

Usai penyampaian dalam rapat paripurna, Al Haris menyerahkan secara simbolis buku Nota Keuangan dan Ranperda tentang APBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2027 kepada Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz Fattah.

Penyerahan tersebut menandai dimulainya tahapan pembahasan RAPBD 2027 antara pihak eksekutif dan legislatif.

Al Haris berharap proses pembahasan berjalan optimal sehingga anggaran yang nantinya disepakati dapat dikelola secara efektif.

“Inilah yang akan kami coba atur bersama dengan Dewan, sehingga sedemikian rupa, sehingga tepat sasaran, terukur dan berdampak untuk masyarakat,” pungkasnya.

Selanjutnya, DPRD Provinsi Jambi akan membahas dokumen RAPBD tersebut bersama tim anggaran pemerintah daerah sebelum proses penetapan APBD Tahun Anggaran 2027.(*)




Al Haris Sentil OPD Jambi: Jangan Lagi Kejar Serapan Anggaran, Utamakan Dampak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris mengubah tekanan terhadap jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat Pemerintah Provinsi Jambi mulai mengajukan Rancangan APBD 2027 kepada DPRD.

Al Haris meminta OPD tidak lagi menjadikan tingginya serapan anggaran sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

Menurutnya, setiap rupiah dalam APBD harus menghasilkan program yang efektif, efisien, tepat sasaran, dan benar-benar memberi dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Al Haris saat mengikuti rapat paripurna DPRD Provinsi Jambi dengan agenda penyampaian Nota Keuangan Rancangan APBD (R-APBD) Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2027, Senin 5 Oktober 2026.

“Penyusunan RAPBD 2027 berpedoman pada tiga kebijakan utama, yaitu pendapatan daerah untuk mendukung ruang gerak perekonomian, belanja yang berkualitas, produktif dan prioritas, serta pembiayaan untuk memperkuat daya tahan dan pengendalian risiko defisit,” ujar Al Haris.

Ia juga meminta seluruh OPD lebih kreatif mencari sumber pembiayaan alternatif dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat.

Menurut Al Haris, kondisi fiskal yang masih terbatas membuat pemerintah daerah tidak bisa hanya mengandalkan pola kerja konvensional.

Karena itu, inovasi menjadi salah satu kunci agar pembangunan tetap berjalan meski ruang fiskal pemerintah daerah belum sepenuhnya longgar.

Dalam Nota Keuangan yang disampaikan kepada DPRD, pendapatan daerah Provinsi Jambi pada RAPBD 2027 ditargetkan mencapai Rp3,95 triliun.

Target tersebut naik sekitar Rp195,06 miliar atau 5,19 persen dibandingkan APBD murni 2026.

Dari angka tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan mencapai Rp2,054 triliun atau sekitar 51,97 persen dari total pendapatan.

Pajak daerah masih menjadi sumber terbesar PAD dengan target mencapai Rp1,68 triliun.

Sementara transfer dari pemerintah pusat diproyeksikan mencapai Rp1,89 triliun atau 47,97 persen, meningkat 5,08 persen.

Adapun pendapatan lain-lain yang sah ditargetkan sekitar Rp1,92 miliar. Pos ini mengalami penurunan seiring berakhirnya program hibah BioCF ISFL.

Di sisi belanja, Pemprov Jambi merencanakan anggaran sebesar Rp4,021 triliun.

Belanja tersebut terdiri atas belanja operasi sekitar Rp2,87 triliun, belanja modal Rp437,30 miliar, belanja tidak terduga Rp31,73 miliar, serta belanja transfer Rp680,15 miliar.

RAPBD 2027 mencatat defisit sekitar Rp68,45 miliar. Pemerintah merencanakan penutup defisit tersebut melalui Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2026 sekitar Rp68,60 miliar.

Al Haris mengatakan RAPBD 2027 tetap bergerak dalam koridor efisiensi.

Meskipun terdapat kenaikan dibandingkan APBD murni 2026, kapasitas anggaran Provinsi Jambi saat ini masih jauh di bawah kondisi ketika APBD daerah pernah menembus lebih dari Rp5 triliun.

“Dengan catatan bahwa kita masih dalam kondisi efisiensi. Walaupun ada kenaikan sedikit APBD kami, tapi itu masih dalam konteks efisiensi. Karena dulu APBD kita sampai 5 triliun lebih, sekarang ini hanya 4 triliun,” katanya.

Kondisi tersebut, menurut Al Haris, menuntut OPD mengubah cara berpikir dalam menjalankan program pembangunan.

Pemerintah tidak cukup hanya memastikan anggaran terserap. Setiap program harus memiliki hasil yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Al Haris juga meminta OPD aktif mencari sumber pembiayaan inovatif, termasuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah pusat.

Langkah tersebut dinilai penting agar keterbatasan APBD tidak menjadi penghambat pelaksanaan program prioritas daerah.

Al Haris memastikan program yang masuk dalam RAPBD 2027 tetap mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jambi.

Dengan demikian, program yang memperoleh alokasi anggaran harus memiliki keterkaitan dengan target pembangunan daerah.

“Sehingga setiap item, program-program yang ada di RPJMD kita itu bisa diwujudkan dalam rancangan APBD 2027,” jelasnya.

Setelah nota keuangan disampaikan, pembahasan akan berlanjut bersama DPRD Provinsi Jambi.

Al Haris berharap pembahasan antara tim anggaran pemerintah daerah dan DPRD dapat menghasilkan APBD yang lebih terukur dan tepat sasaran.

“Inilah yang akan kami coba atur bersama dengan Dewan, sehingga sedemikian rupa, sehingga tepat sasaran, terukur dan berdampak untuk masyarakat,” tegasnya.

Pada rapat tersebut, Al Haris juga menyerahkan secara simbolis buku Nota Keuangan dan Ranperda tentang APBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2027 kepada Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz Fattah.

Tahapan pembahasan RAPBD 2027 selanjutnya akan menjadi ruang bagi eksekutif dan legislatif untuk menguji kembali prioritas belanja, kemampuan fiskal, serta efektivitas program sebelum APBD ditetapkan.(*)




Dugaan Judi Togel Bikin Resah Warga Batang Asam, Polisi Diminta Turun Tangan

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mengeluhkan dugaan aktivitas perjudian jenis togel yang disebut terjadi di sejumlah wilayah.

Masyarakat meminta Polres Tanjung Jabung Barat menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengecekan di lapangan.

Jika aparat menemukan adanya aktivitas yang memenuhi unsur tindak pidana, warga berharap penegakan hukum dilakukan sesuai ketentuan.

Informasi yang disampaikan warga menyebut dugaan aktivitas togel tersebut berada di beberapa lokasi, antara lain Desa Suban, Simpang Rambutan, Desa Panoban, hingga kawasan pusat Kecamatan Batang Asam.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, informasi tersebut masih berupa keluhan dan dugaan dari masyarakat.

Belum ada keterangan resmi dari Polres Tanjung Jabung Barat yang membenarkan adanya praktik perjudian di lokasi-lokasi tersebut.

Salah seorang warga Batang Asam, Abdul Somad, mengatakan keresahan masyarakat perlu mendapat perhatian aparat.

Menurutnya, apabila dugaan tersebut benar, kepolisian perlu mengambil langkah sesuai hukum agar aktivitas perjudian tidak berkembang di lingkungan masyarakat.

“Kalau memang ada aktivitas perjudian, kami berharap aparat segera turun dan melakukan penertiban. Masyarakat tentu ingin lingkungan tetap aman dan kondusif,” ujar Abdul Somad.

Ia menilai kepolisian perlu memverifikasi informasi yang berkembang di tengah masyarakat sebelum mengambil tindakan.

Bagi warga, langkah tersebut penting agar penanganan dilakukan berdasarkan fakta dan tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

Abdul Somad mengatakan, keresahan warga tidak hanya berkaitan dengan dugaan aktivitas perjudian, tetapi juga potensi dampak sosial apabila praktik tersebut benar-benar terjadi dan dibiarkan.

“Kami meminta kepolisian menindaklanjuti keresahan masyarakat. Jangan sampai aktivitas yang diduga perjudian semakin berkembang dan mengganggu lingkungan,” katanya.

Warga berharap Kapolres Tanjung Jabung Barat bersama jajaran dapat melakukan pengecekan terhadap informasi tersebut, termasuk menelusuri lokasi yang disebut masyarakat.

Jika penyelidikan menemukan bukti adanya tindak pidana, warga menyerahkan sepenuhnya proses penindakan kepada aparat penegak hukum.

Di tengah keresahan tersebut, masyarakat diharapkan tidak melakukan tindakan sendiri terhadap pihak yang dicurigai.

Warga dapat menyampaikan informasi kepada kepolisian agar aparat memiliki dasar untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah sesuai prosedur hukum.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Polres Tanjung Jabung Barat belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan aktivitas perjudian togel yang dikeluhkan warga Kecamatan Batang Asam.

Konfirmasi dari kepolisian menjadi penting untuk memastikan apakah informasi yang beredar tersebut telah masuk dalam penanganan aparat dan apakah terdapat temuan yang mengarah pada dugaan tindak pidana perjudian.(*)