Pakai Jargas, Wali Kota Jambi Sebut Warga Bisa Hemat Rp50 Ribu-Rp100 Ribu Sebulan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Perluasan jaringan gas bumi (Jargas) di Kota Jambi dinilai dapat memberikan dampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.

Wali Kota Jambi Maulana menyebut masyarakat, terutama pengguna LPG 3 kilogram, berpotensi menghemat biaya energi hingga Rp50.000-Rp100.000 per bulan.

Penghematan tersebut menjadi salah satu alasan Pemerintah Kota Jambi mendorong perluasan penggunaan gas bumi melalui jaringan perpipaan.

“Prinsipnya kami Pemerintah Kota Jambi ingin pelayanannya lebih baik, lebih cepat, dan masyarakat juga merasakan betul manfaatnya,” ujar Maulana saat melakukan kunjungan kerja ke PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk di Jakarta, Selasa 1 September 2026.

Menurut Maulana, penggunaan Jargas memberikan pola akses energi yang berbeda dibandingkan masyarakat yang masih bergantung pada distribusi tabung LPG.

Gas dialirkan langsung melalui jaringan ke rumah sehingga masyarakat dapat memperoleh pasokan secara berkelanjutan.

“Dari yang selama ini menggunakan gas 3 kg, sekarang 24 jam masuk ke rumah-rumah. Terutama warga kami yang kurang mampu, sebulan bisa efisien Rp50.000 sampai Rp100.000. Ini sebuah manfaat besar dan kami sangat mendukung program ini,” katanya.

Potensi penghematan tersebut berpeluang dirasakan lebih banyak warga karena Kota Jambi tengah mendapat tambahan 15.000 sambungan rumah (SR) Jargas.

Jaringan baru tersebut saat ini dalam proses pembangunan dan ditargetkan mulai mengalirkan gas kepada masyarakat pada Oktober 2026.

Sebelumnya, cakupan Jargas di Kota Jambi telah mencapai 13.235 SR. Dengan tambahan 15.000 sambungan baru, cakupan layanan akan meningkat secara signifikan.

Perluasan tersebut merupakan hasil koordinasi Pemkot Jambi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM serta PGN.

Bagi Pemkot Jambi, penambahan sambungan bukan hanya persoalan memperluas infrastruktur energi.

Dampak terhadap biaya yang harus dikeluarkan masyarakat menjadi salah satu manfaat yang ingin dikejar.

Maulana juga tidak ingin pemanfaatan Jargas berhenti pada kebutuhan rumah tangga.

Pemkot Jambi mendorong agar jaringan gas bumi ke depan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta kawasan komersial.

Menurutnya, gas bumi berpotensi menjadi sumber energi yang mendukung aktivitas usaha sekaligus memperluas manfaat program Jargas bagi perekonomian daerah.

“Kita juga akan mengembangkan sektor-sektor UMKM dan komersial yang ada di Kota Jambi,” tegasnya.

Maulana mengatakan perluasan penggunaan gas bumi juga berkaitan dengan upaya memperkuat ketahanan energi.

Pemanfaatan jaringan gas diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap LPG bersubsidi maupun impor LPG.

Direktur Komersial PT PGN Tbk Aldiansyah Idham menyatakan pihaknya mengapresiasi dukungan Pemkot Jambi terhadap pengembangan jaringan gas.

Menurutnya, sinergi antara PGN dan pemerintah daerah akan terus diperkuat agar pembangunan jaringan gas dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan sektor usaha.

“Semoga diskusi kita hari ini bisa bermanfaat, tentunya buat masyarakat Jambi,” ujar Aldiansyah.

Pemkot Jambi menyatakan siap mendukung koordinasi di lapangan agar pembangunan 15.000 sambungan baru dapat berjalan sesuai target.

Dengan tambahan jaringan tersebut, pemerintah berharap semakin banyak rumah tangga memperoleh akses energi melalui pipa sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi dari penggunaan gas bumi.

Bagi Maulana, ukuran keberhasilan program tersebut pada akhirnya bukan hanya bertambahnya jumlah sambungan.

Tetapi sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan kemudahan dan efisiensi dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari.(*)




15.000 Rumah di Jambi Segera Terhubung Jargas, Mulai Dialiri Gas Oktober 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebanyak 15.000 sambungan rumah (SR) baru jaringan gas bumi (Jargas) tengah dibangun di Kota Jambi dan ditargetkan mulai dialiri gas pada Oktober 2026.

Penambahan ini menjadi langkah besar dalam memperluas akses gas bumi bagi masyarakat. Sebelumnya, jaringan Jargas di Kota Jambi telah mencakup 13.235 sambungan rumah.

Artinya, jika tambahan 15.000 SR tersebut terealisasi sesuai target, cakupan Jargas di Kota Jambi akan bertambah lebih dari dua kali lipat dibanding jumlah sambungan yang sudah tersedia sebelumnya.

Perkembangan itu menjadi salah satu hasil pembahasan Wali Kota Jambi Maulana saat melakukan kunjungan kerja ke PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk di Jakarta, Selasa 1 September 2026.

Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan Jargas sekaligus peluang memperluas pemanfaatan gas bumi dari rumah tangga menuju sektor usaha, termasuk UMKM dan kawasan komersial.

Wali Kota Jambi Maulana menilai perluasan Jargas bukan sekadar menambah infrastruktur energi.

Menurutnya, penggunaan gas bumi melalui jaringan perpipaan dapat memberikan efisiensi pengeluaran bagi sebagian rumah tangga.

Ia mencontohkan masyarakat yang selama ini menggunakan LPG 3 kilogram dapat memperoleh efisiensi pengeluaran sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000 per bulan.

“Prinsipnya kami Pemerintah Kota Jambi ingin pelayanannya lebih baik, lebih cepat, dan masyarakat juga merasakan betul manfaatnya,” ujar Maulana.

Menurut dia, salah satu keunggulan jaringan gas adalah pasokan yang langsung terhubung ke rumah sehingga masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada distribusi tabung LPG.

“Dari yang selama ini menggunakan gas 3 kg, sekarang 24 jam masuk ke rumah-rumah. Terutama warga kami yang kurang mampu, sebulan bisa efisien Rp50.000 sampai Rp100.000. Ini sebuah manfaat besar dan kami sangat mendukung program ini,” katanya.

Pemkot Jambi juga ingin agar perluasan Jargas tidak berhenti pada kebutuhan rumah tangga.

Sektor UMKM dan kawasan komersial mulai dibidik untuk menjadi pengguna gas bumi.

Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan usaha sekaligus memperluas penggunaan energi berbasis gas di Kota Jambi.

“Kita juga akan mengembangkan sektor-sektor UMKM dan komersial yang ada di Kota Jambi,” tegas Maulana.

Menurutnya, perluasan penggunaan gas bumi merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi daerah sekaligus mendukung agenda pengurangan ketergantungan terhadap LPG bersubsidi dan impor LPG.

Karena itu, Pemkot Jambi mendorong kolaborasi dengan pemerintah pusat dan PGN agar pembangunan jaringan dapat berjalan sesuai target serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Direktur Komersial PT PGN Tbk Aldiansyah Idham menyambut positif dukungan Pemkot Jambi terhadap pengembangan jaringan gas.

Ia mengatakan kerja sama akan terus diperkuat, termasuk dalam mengoptimalkan pembangunan Jargas agar manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya oleh rumah tangga, tetapi juga sektor ekonomi produktif.

“Semoga diskusi kita hari ini bisa bermanfaat, tentunya buat masyarakat Jambi,” ujar Aldiansyah.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan PGN dalam mendukung ketahanan energi nasional serta mengoptimalkan pembangunan jaringan gas.

Dengan tambahan 15.000 SR yang saat ini dalam proses pembangunan, perhatian berikutnya adalah memastikan jaringan tersebut dapat selesai dan mulai digunakan sesuai target pada Oktober 2026.

Pemkot Jambi menyatakan siap mendukung koordinasi teknis maupun pelaksanaan di lapangan agar pembangunan jaringan hingga tahap pengaliran gas berlangsung aman dan tertib.

Jika target tersebut tercapai, tambahan jaringan ini akan memperluas akses energi berbasis gas bumi bagi masyarakat Jambi sekaligus membuka peluang pemanfaatan yang lebih besar untuk aktivitas ekonomi.

Bagi Pemkot Jambi, perluasan Jargas bukan hanya soal menambah jumlah sambungan.

Tetapi juga bagaimana infrastruktur energi tersebut mampu menekan beban pengeluaran rumah tangga dan mendukung produktivitas UMKM serta kawasan komersial.(*)




Dapur Umum Berakhir, Dinsos Jambi Pastikan Tenda Pengungsian Tetap Tersedia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Penanganan korban kebakaran di RT 23, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, mulai memasuki fase berbeda setelah layanan dapur darurat berakhir.

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi tidak lagi menyediakan makanan melalui dapur darurat karena dukungan konsumsi tersebut memang dialokasikan untuk masa tanggap darurat awal selama tiga hari.

Meski layanan dapur darurat telah berakhir, pemerintah belum sepenuhnya melepas penanganan warga terdampak.

Sejumlah tenda tetap disiapkan di sekitar lokasi kebakaran dan dapat digunakan sebagai tempat pengungsian apabila warga masih membutuhkan.

Kepala Dinsos Kota Jambi, Yunita Indrawarti mengatakan fasilitas tenda sengaja tetap disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan warga setelah masa layanan dapur darurat selesai.

“Untuk makan, kita menggunakan dana tanggap darurat selama tiga hari,” kata Yunita, Senin 31 Agustus 2026.

Dengan berakhirnya dukungan konsumsi tersebut, warga terdampak mulai mencari pola pemenuhan kebutuhan secara mandiri.

Sebagian memilih tinggal bersama keluarga, sementara sejumlah korban lainnya mulai mencari tempat tinggal sementara atau kontrakan.

Sebelumnya, sebanyak 14 warga dari total 59 orang yang terdampak kebakaran sempat mengungsi di Rumah Singgah Dinsos Kota Jambi.

Kelompok yang dievakuasi terutama anak-anak, ibu-ibu dan lansia.

Evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan, termasuk kualitas udara Kota Jambi yang saat itu kurang baik akibat kabut asap.

Sementara sebagian korban lainnya memilih tinggal bersama keluarga atau bertahan di sekitar lokasi dengan menempati tenda yang disediakan pemerintah.

Menurut Yunita, keberadaan tenda di lokasi kebakaran masih dipertahankan sebagai fasilitas alternatif.

Artinya, meski layanan dapur darurat telah selesai, warga yang belum memiliki tempat tinggal tetap mempunyai pilihan untuk menggunakan tenda tersebut apabila diperlukan.

Pemerintah juga telah menyiapkan fasilitas pendukung seperti tempat air dan toilet portabel di sekitar lokasi.

Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah rumah warga dan berdampak terhadap 20 kepala keluarga atau 59 jiwa.

Setelah beberapa hari berada dalam kondisi darurat, sebagian warga mulai meninggalkan tempat pengungsian dan berupaya mencari tempat tinggal sementara.

Langkah tersebut menunjukkan penanganan mulai bergerak dari fase evakuasi menuju pemulihan.

Namun, kebutuhan korban masih cukup panjang karena sebagian harus memulai kembali kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Selain fasilitas darurat dari pemerintah, korban juga mendapat bantuan dari berbagai pihak. Baznas Kota Jambi menyiapkan bantuan Rp2 juta untuk setiap kepala keluarga korban kebakaran.

Yunita juga menyebut adanya bantuan dari Gubernur Jambi sebesar Rp50 juta untuk korban kebakaran. Namun, waktu penyaluran bantuan tersebut masih menunggu informasi lebih lanjut.

Untuk kebutuhan jangka menengah dan panjang, pemerintah masih menunggu hasil perhitungan BPBD Kota Jambi terkait rekonstruksi rumah warga yang terdampak.

“Untuk pemulihan rumah masih menunggu dari BPBD Kota Jambi. Itu masih dalam perhitungan rekonstruksi,” pungkas Yunita.

Dengan dapur darurat yang telah berakhir, perhatian kini bergeser pada bagaimana warga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memperoleh tempat tinggal sementara, sembari menunggu proses pemulihan rumah serta bantuan lanjutan dari pemerintah dan pihak lainnya.

Sementara itu, tenda yang tetap tersedia di lokasi menjadi salah satu bentuk kesiapsiagaan pemerintah apabila sewaktu-waktu masih ada warga yang membutuhkan tempat untuk mengungsi.(*)




Tak Lagi Bertahan di Pengungsian, Korban Kebakaran Cempaka Putih Mulai Cari Kontrakan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Masa pengungsian mulai bergeser memasuki tahap baru. Setelah sempat menempati Rumah Singgah Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi, sejumlah korban kebakaran di kawasan Cempaka Putih mulai meninggalkan tempat pengungsian dan mencari tempat tinggal sementara secara mandiri.

Sebagian korban memilih mencairkan bantuan untuk kebutuhan kontrakan setelah rumah mereka ludes dalam kebakaran yang terjadi di RT 23, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung.

Sebelumnya, sebanyak 14 warga dari total 59 orang yang terdampak kebakaran mengungsi di Rumah Singgah Dinsos Kota Jambi.

Mereka didominasi anak-anak, ibu-ibu dan lansia yang dinilai membutuhkan tempat lebih aman, terutama di tengah kondisi kualitas udara Kota Jambi yang masih kurang baik akibat kabut asap.

Kepala Dinsos Kota Jambi, Yunita Indrawarti mengatakan, kondisi pengungsian kini mulai berubah.

Sejumlah warga yang sebelumnya berada di rumah singgah mulai mencari solusi tempat tinggal untuk melanjutkan kehidupan setelah masa darurat.

“Untuk kebakaran di RT 23, korban yang dievakuasi ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Jambi sesuai instruksi, anak-anak, ibu-ibu dan lansia dievakuasi. Sedangkan bapak-bapaknya tinggal di tenda di lokasi kebakaran,” kata Yunita, Senin 31 Agustus 2026.

Menurut Yunita, tidak seluruh korban terdampak memilih tinggal di fasilitas pengungsian pemerintah.

Dari 59 warga yang terdampak, sebagian memilih menumpang di rumah keluarga.

Sementara beberapa korban yang sebelumnya berada di rumah singgah kini mulai meninggalkan lokasi tersebut untuk mencari tempat tinggal sementara.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya warga untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari setelah kehilangan rumah akibat kebakaran.

Pemerintah tetap menyediakan fasilitas darurat bagi warga yang masih membutuhkan tempat tinggal sementara di sekitar lokasi kejadian.

Di lokasi kebakaran, pemerintah menyiapkan tenda pengungsian, tempat penampungan air serta toilet portabel.

Dinsos juga menyediakan makanan bagi korban selama masa tanggap darurat. Bantuan konsumsi tersebut menggunakan dana tanggap darurat dan disiapkan selama tiga hari.

“Kita juga menyediakan makan yang menggunakan dana tanggap darurat selama tiga hari,” jelas Yunita.

Selain kebutuhan makan dan fasilitas pengungsian, korban juga mendapat dukungan berupa bantuan uang tunai.

Baznas Kota Jambi menyiapkan bantuan sebesar Rp2 juta untuk setiap kepala keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan setelah kehilangan tempat tinggal dan sebagian harta benda.

“Semoga ini bisa membantu mereka untuk keseharian mereka,” ujar Yunita.

Selain bantuan Baznas, pemerintah juga menyebut adanya bantuan dari Gubernur Jambi senilai Rp50 juta bagi korban kebakaran.

Namun, Yunita mengatakan waktu penyerahan bantuan tersebut masih belum diketahui.

Sementara itu, persoalan yang lebih besar bagi korban adalah pemulihan tempat tinggal.

Dinsos Kota Jambi masih menunggu hasil perhitungan rekonstruksi dari BPBD Kota Jambi sebelum menentukan langkah lanjutan terkait pembangunan kembali rumah warga yang terdampak.

“Untuk pemulihan rumah masih menunggu dari BPBD Kota Jambi. Itu masih dalam perhitungan rekonstruksi,” pungkasnya.

Dengan sebagian pengungsi mulai mencari kontrakan dan sebagian lainnya tinggal bersama keluarga, fase penanganan kebakaran Cempaka Putih kini perlahan bergerak dari kondisi darurat menuju pemulihan.

Namun, kebutuhan warga diperkirakan belum selesai. Selain tempat tinggal sementara, mereka masih membutuhkan dukungan untuk memulihkan kehidupan setelah kehilangan rumah akibat kebakaran.(*)




Bukan Sekadar Kenal Kampus, Mahasiswa Baru Universal Tourism College Digembleng di Markas Yonif 142

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Mahasiswa baru Universal Tourism College tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus saat mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) Tahun Akademik 2026/2027.

Selama tiga hari, 28-30 Agustus 2026, mereka menjalani rangkaian kegiatan di Markas Batalyon Infanteri 142/Ksatria Jaya, Jambi, dengan fokus pada pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan dan kemampuan bekerja dalam tim.

Pemilihan lingkungan markas batalyon memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa yang baru memulai pendidikan tinggi.

Mereka tidak hanya mendapatkan pembekalan mengenai kehidupan akademik, tetapi juga diperkenalkan pada nilai-nilai yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia profesional.

Kegiatan tersebut dirancang untuk melatih mahasiswa agar lebih disiplin, bertanggung jawab, mampu berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Markas Yonif 142/Ksatria Jaya dipilih sebagai lokasi OSPEK untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran yang berbeda.

Lingkungan militer menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal nilai ketegasan, loyalitas, tanggung jawab dan kerja sama.

Nilai tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan dunia pariwisata dan hospitality.

Industri tersebut tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga menuntut profesionalisme, komunikasi yang baik, kemampuan melayani serta kekompakan dalam bekerja.

Selama kegiatan, mahasiswa mengikuti berbagai pembekalan dan aktivitas yang diarahkan untuk membangun kekompakan sekaligus kemampuan menyelesaikan tantangan secara bersama-sama.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa beradaptasi dengan kehidupan perkuliahan sekaligus membentuk pola pikir yang lebih siap menghadapi dunia kerja.

Rangkaian OSPEK ditutup pada Minggu 30 Agustus 2026) oleh Pasi Intel Yonif 142/KJ Letda Inf Arif.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa baru mendapat pesan agar tidak mudah terjebak pada hal-hal yang dapat menghambat pencapaian tujuan mereka.

“Hindari kesenangan yang menghalangimu meraih kesuksesanmu,” menjadi pesan penutup yang disampaikan kepada para peserta.

Pesan tersebut menjadi penekanan terakhir setelah mahasiswa menjalani tiga hari kegiatan yang menitikberatkan pada disiplin, kebersamaan dan pembentukan karakter.

Bagi mahasiswa baru, OSPEK diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial pada awal masa perkuliahan.

Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan menjadi modal dalam menjalani proses pendidikan di Universal Tourism College.

Terlebih, mahasiswa bidang pariwisata dan hospitality nantinya akan berhadapan langsung dengan industri yang menuntut sikap profesional, kemampuan bekerja sama, komunikasi dan kesiapan menghadapi berbagai karakter orang.

Dengan bekal tersebut, perjalanan mahasiswa baru memasuki dunia pendidikan tinggi diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi dunia profesional.(*)




Baznas Kota Jambi Turun Bantu Korban Kebakaran, Masing-Masing Terima Rp2 Juta

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dana infak yang dihimpun dari masyarakat Kota Jambi kini kembali disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Kali ini, Baznas Kota Jambi memberikan bantuan tunai kepada belasan korban kebakaran di Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung.

Setiap korban menerima bantuan sebesar Rp2 juta. Dana tersebut bersumber dari infak dan dana sosial yang dikumpulkan Baznas dari masyarakat.

Bantuan diberikan setelah kebakaran melanda kawasan tersebut dan membuat sejumlah warga kehilangan tempat tinggal serta harta benda.

Ketua Baznas Kota Jambi, M Padli mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk penyaluran amanah masyarakat yang menitipkan sebagian rezekinya melalui Baznas.

“Bantuan ini berasal dari infak dan dana yang dihimpun dari masyarakat. Memang peruntukannya untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah dan membutuhkan bantuan,” ujar M Padli.

Padli menyadari bantuan yang diberikan belum sebanding dengan nilai kerugian yang harus ditanggung para korban.

Namun, dana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak setelah kebakaran.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat, digunakan sebaik-baiknya dan tepat sasaran. Nilainya mungkin tidak sebanding dengan kerugian yang dialami, tetapi ini adalah bentuk kepedulian masyarakat melalui Baznas untuk meringankan beban para korban,” katanya.

Menurut Padli, penyaluran tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana dana yang dikumpulkan dari masyarakat dapat kembali dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat lainnya.

Ketika warga mengalami musibah, kata dia, dukungan tidak hanya datang dari pemerintah. Partisipasi masyarakat juga memiliki peran penting untuk membantu korban melewati masa sulit.

“Ini adalah bentuk kepedulian dari masyarakat untuk masyarakat. Ada saudara kita yang sedang diuji dengan musibah, sehingga kita yang memiliki kemampuan ikut membantu meringankan bebannya,” ujarnya.

Selain menyerahkan bantuan, Padli meminta para korban tidak kehilangan semangat untuk kembali menata kehidupan setelah kebakaran.

Ia mengajak warga terdampak untuk menghadapi musibah dengan sabar, sekaligus tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dan memulihkan kehidupan secara bertahap.

“Kita sama-sama memahami bahwa setiap musibah adalah ujian. Mudah-mudahan saudara-saudara kita yang terdampak dapat bersabar, terus berdoa kepada Allah SWT dan diberikan kekuatan untuk melewati ujian ini,” katanya.

Menurutnya, kesabaran harus berjalan bersama ikhtiar. Warga yang terdampak diharapkan perlahan dapat bangkit dan kembali menjalankan aktivitas kehidupan mereka.

“Insyaallah, bagi mereka yang sabar dan terus berdoa serta berusaha, ujian ini menjadi jalan untuk naik kelas dalam kehidupan. Semoga setelah musibah ini ada kemudahan dan kehidupan yang lebih baik ke depannya,” tutur Padli.

Kebakaran di Cempaka Putih sebelumnya menghanguskan sejumlah rumah dan berdampak terhadap puluhan warga.

Penanganan korban dilakukan secara bersama-sama.

Selain Baznas Kota Jambi, pemerintah daerah, DPRD dan sejumlah pihak lainnya turut memberikan dukungan berupa kebutuhan dasar bagi warga selama masa pemulihan.

Bantuan tunai dari Baznas menjadi salah satu bentuk dukungan lanjutan bagi korban yang kini masih menghadapi dampak kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.(*)




BRImo Bisa Buka BritAma Rencana, Cocok untuk Siapkan Dana Nikah hingga Pensiun

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menghadirkan berbagai produk tabungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

Salah satunya BritAma Rencana yang kini dapat dibuka melalui aplikasi BRImo.

Customer Service BRI, Lavia Yunita, mengatakan BritAma Rencana merupakan tabungan berjangka yang dirancang untuk membantu nasabah mempersiapkan berbagai kebutuhan finansial di masa depan, mulai dari dana pernikahan hingga persiapan masa pensiun.

“Melalui BritAma Rencana, nasabah dapat menabung secara teratur dengan setoran bulanan yang fleksibel, mulai dari Rp100.000,” ujar Lavia.

Berbeda dengan rekening tabungan biasa yang umumnya digunakan untuk transaksi dan kebutuhan sehari-hari, BritAma Rencana dirancang untuk mencapai tujuan keuangan dalam jangka waktu tertentu.

Besaran setoran bulanan ditentukan saat pembukaan rekening dan tetap selama jangka waktu yang dipilih.

BritAma Rencana menawarkan sejumlah keunggulan.

Nasabah mendapatkan bunga kompetitif yang lebih tinggi dibandingkan tabungan umum, serta bebas menentukan setoran tetap bulanan mulai Rp100.000 hingga maksimal Rp5 juta dengan kelipatan Rp50.000.

Nasabah juga dapat menentukan jangka waktu tabungan mulai dari 1 hingga 20 tahun.

Selain itu, tersedia manfaat asuransi jiwa hingga Rp1 miliar tanpa memerlukan medical check-up. Tabungan juga dapat dicairkan sewaktu-waktu.

Cara Buka BritAma Rencana di BRImo

Pembukaan BritAma Rencana dapat dilakukan melalui aplikasi BRImo tanpa harus datang ke kantor cabang.

Calon nasabah harus berusia minimal 17 tahun dan maksimal 64 tahun, memiliki rekening Tabungan BRI BritAma atau Giro, serta akun BRImo aktif.

Calon nasabah juga perlu melengkapi formulir pembukaan rekening dan identitas diri seperti KTP, KIMS, KITAS, atau KITAP.

Adapun langkah pembukaannya yakni login BRImo, pilih menu Investasi, kemudian pilih BritAma Rencana.

Setelah membaca ketentuan, pilih detail tabungan dan lanjutkan dengan menentukan target dana serta jangka waktu.

Selanjutnya, masukkan nominal tabungan dan tanggal auto debit. Setelah memilih tanggal, lakukan konfirmasi dengan mencentang syarat dan ketentuan.

Jika seluruh proses selesai, pembukaan rekening BritAma Rencana dinyatakan berhasil.

Dengan kemudahan tersebut, BritAma Rencana dapat menjadi pilihan bagi nasabah yang ingin membangun kebiasaan menabung secara teratur untuk berbagai kebutuhan finansial di masa depan. (*)




Usai 19 Rumah Terbakar, Ketua DPRD Jambi Minta Kesehatan Korban Jadi Perhatian

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Penanganan warga terdampak kebakaran di Jalan HMO Bafadal RT 23, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, tidak berhenti pada penyediaan bantuan pangan.

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly meminta kondisi kesehatan warga yang kini terdampak dan kehilangan tempat tinggal turut menjadi perhatian serius, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Permintaan tersebut disampaikan setelah Kemas Faried bersama anggota DPRD Kota Jambi Saiful dan Efendi Alung mendatangi lokasi pengungsian korban kebakaran, Minggu 30 Agustus 2026.

Kebakaran sehari sebelumnya menghanguskan sedikitnya 19 rumah dan berdampak terhadap 20 kepala keluarga atau 59 jiwa.

Tidak ada korban jiwa maupun warga yang dilaporkan mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.

Dalam kunjungannya, Kemas Faried menyerahkan bantuan sembako untuk mendukung kebutuhan dapur umum yang disiapkan bagi warga terdampak.

Namun, menurutnya, kebutuhan korban tidak berhenti setelah bantuan makanan terpenuhi. Kondisi warga yang tinggal sementara di lokasi pengungsian juga harus dipantau secara berkala.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini,” ujar Kemas Faried.

Kemas Faried mengatakan DPRD Kota Jambi telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Jambi agar warga terdampak mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan secara berkelanjutan.

Perhatian khusus diperlukan bagi anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki kebutuhan kesehatan tertentu.

“Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Jambi untuk memastikan ketersediaan petugas kesehatan yang dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkelanjutan bagi warga terdampak,” katanya.

Langkah tersebut dinilai penting karena warga yang kehilangan tempat tinggal harus menghadapi kondisi lingkungan baru setelah kebakaran.

Selain kebutuhan pangan dan tempat tinggal sementara, aspek kesehatan menjadi bagian penting dari proses pemulihan.

Kemas Faried mengapresiasi respons Pemerintah Kota Jambi bersama berbagai unsur dalam menangani kebakaran, mulai dari pemadaman hingga penanganan warga setelah api berhasil dikendalikan.

Sejumlah kebutuhan dasar telah disiapkan untuk warga, termasuk prasarana darurat, makanan dan minuman serta layanan kesehatan.

Meski demikian, ia menegaskan DPRD akan terus mengawal kondisi warga agar penanganan tidak hanya berlangsung pada hari-hari awal setelah kejadian.

“Semoga saudara-saudara kita yang terdampak diberikan kesabaran, kekuatan, dan kemudahan dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk tersebut membuat puluhan keluarga harus kehilangan tempat tinggal.

Karena itu, dukungan pemerintah dan lembaga terkait dinilai masih diperlukan selama warga menjalani masa pemulihan.

Kemas Faried memastikan DPRD Kota Jambi akan terus memantau perkembangan penanganan dan mendorong agar kebutuhan warga terdampak mendapat perhatian secara berkelanjutan.(*)




Sinergi BRI dan BPJS Ketenagakerjaan Perluas Akses Perlindungan bagi Pekerja

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui jaringan BRILink Agen terus didorong untuk memperluas akses layanan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat, khususnya pekerja sektor informal.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Barka Skyview Cafe & Resto, Kamis 27 Agustus 2026.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan layanan yang lebih mudah dijangkau masyarakat tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Muhlisoh, PEBM (Petugas Ekosistem Bisnis Mikro) yang melakukan monitoring keagenan BRILink di BRI BO Muara Bungo, mengatakan jaringan BRILink Agen memiliki posisi strategis karena tersebar hingga berbagai wilayah dan berada dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Melalui jaringan BRILink Agen yang tersebar hingga ke berbagai wilayah, masyarakat semakin mudah mendapatkan akses layanan tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan” ujar Muhlisoh.

Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan layanan terkait BPJS Ketenagakerjaan dapat mengunjungi BRILink Agen dengan membawa KTP.

Nantinya dari BRILink Agen tersedia akses untuk bisa mendaftarkan maupun pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan melalui sistem BRILink Mobile.

Khusus peserta Bukan Penerima Upah (BPU), keberadaan BRILink Agen dinilai memberikan kemudahan karena pekerja mandiri dan pelaku usaha mikro dapat mengakses layanan yang lebih dekat dengan tempat tinggal maupun lokasi usaha mereka.

Untuk pembayaran iuran, peserta cukup memberikan NIK atau kode iuran kepada agen, kemudian melakukan pembayaran sesuai nominal iuran.

Setelah transaksi berhasil, peserta dapat menerima dan menyimpan bukti pembayaran sebagai dokumentasi.

Selain mempermudah pembayaran, sinergi BRI dan BPJS Ketenagakerjaan juga diharapkan mendorong perluasan kepesertaan, terutama bagi pekerja informal yang belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Melalui jaringan AgenBRILink, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai kepesertaan, manfaat program, serta mekanisme layanan BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kolaborasi tersebut diharapkan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bagian penting dalam mengelola risiko saat bekerja maupun menjalankan usaha.(*)




Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Punya Rp2,67 Juta Sudah Bisa Beli 1 Gram

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Senin 31 Agustus 2026 belum mengalami perubahan.

Berdasarkan pantauan laman Logam Mulia pada pukul 08.49 WIB, harga emas Antam tercatat Rp2.670.000 per gram.

Harga tersebut masih sama dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Di sisi lain, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga belum bergerak.

Harga buyback berada di level Rp2.523.000 per gram.

Dengan selisih antara harga jual dan buyback tersebut, investor perlu memperhitungkan biaya dan perbedaan harga ketika membeli maupun menjual kembali emas.

Harga emas batangan sendiri dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan harga emas dan kebijakan yang berlaku.

Bagi masyarakat yang ingin membeli emas Antam, berikut harga dasar berdasarkan ukuran kepingan:

  • 0,5 gram: Rp1.385.000
  • 1 gram: Rp2.670.000
  • 2 gram: Rp5.280.000
  • 3 gram: Rp7.895.000
  • 5 gram: Rp13.125.000
  • 10 gram: Rp26.195.000
  • 25 gram: Rp65.362.000
  • 50 gram: Rp130.645.000
  • 100 gram: Rp261.212.000
  • 250 gram: Rp652.765.000
  • 500 gram: Rp1.305.320.000
  • 1.000 gram: Rp2.610.600.000

Dari daftar tersebut, pecahan 1 gram membutuhkan dana Rp2,67 juta.

Sementara untuk ukuran terbesar, yakni 1 kilogram, harganya mencapai lebih dari Rp2,6 miliar.

Selain harga dasar, pembeli dan penjual juga perlu memperhatikan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Untuk transaksi buyback dengan nilai lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari nilai transaksi buyback.

Sementara pembelian emas Antam dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tercantum pada laman resmi.

Karena harga emas batangan dapat berubah sewaktu-waktu, calon pembeli maupun investor disarankan mengecek kembali harga terbaru sebelum melakukan transaksi.(*)