Bunda Zulva Fadhil Raih Penghargaan Nasional, Program Pemberdayaan Keluarga Batang Hari Disorot

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Batang Hari mendapat pengakuan melalui penghargaan yang diterima Bunda Zulva Fadhil dalam ajang Mata Lokal Festival 2026.

Ia meraih penghargaan Best Stewardship in Responsive Community Services untuk kategori Social & People Empowerment yang diselenggarakan Tribun Network di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Rabu 7 Oktober 2026 malam.

Penghargaan tersebut mengapresiasi kepemimpinan dan kontribusi Zulva Fadhil dalam menggerakkan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Batang Hari.

Pengakuan ini membawa perhatian pada peran program pemberdayaan sosial di tingkat daerah, khususnya dalam mendorong keluarga agar lebih mandiri dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Namun, keberhasilan pemberdayaan masyarakat tidak hanya bergantung pada penghargaan.

Keberlanjutan program, jangkauan penerima manfaat, serta perubahan nyata yang dirasakan keluarga menjadi aspek penting untuk melihat dampak kegiatan tersebut.

Dalam pernyataan yang disampaikan terkait penghargaan tersebut, Zulva Fadhil menekankan pentingnya kerja bersama antara kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga.

“Penghargaan ini bukan sekadar sebuah trofi, tetapi wujud nyata dari kerja kolaboratif seluruh kader PKK dan masyarakat Batang Hari dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera, mandiri, dan berkualitas,” kata dia.

Pernyataan itu menempatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja kolektif, bukan semata-mata pencapaian individu.

Keterlibatan kader PKK dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan program pemberdayaan di lingkungan keluarga.

Upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan pembangunan sosial di daerah, yang tidak hanya mengejar capaian program, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat dalam jangka panjang.

Mata Lokal Festival 2026 berlangsung di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, dan turut dihadiri Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Bupati Batang Hari, serta sejumlah undangan lainnya.

Penganugerahan kepada Zulva Fadhil menjadi momentum bagi Kabupaten Batang Hari untuk memperkenalkan upaya pemberdayaan masyarakat di tingkat nasional.

Ke depan, tantangan pentingnya adalah memastikan program yang dijalankan mampu menjangkau lebih banyak keluarga dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Capaian tersebut dapat terlihat melalui indikator seperti peningkatan kemandirian keluarga, partisipasi masyarakat, serta keberlanjutan kegiatan pemberdayaan.

Penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan sosial perlu diukur melalui manfaat yang dirasakan masyarakat.

Bagi Batang Hari, keberlanjutan kolaborasi antara pemerintah daerah, kader PKK, dan warga menjadi bagian penting dalam memperkuat kesejahteraan keluarga.(*)




Harga Kayu Manis Turun, Kerinci Cari Jalan Pangkas Rantai Pemasaran Petani

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelemahan harga kayu manis di tingkat petani menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Di tengah tekanan tersebut, pemerintah daerah mulai mendorong penguatan akses pasar dan pemangkasan rantai pemasaran agar petani memiliki posisi tawar lebih baik saat menjual hasil perkebunan mereka.

Bupati Kerinci, Monadi menyoroti pentingnya pembenahan pemasaran kayu manis saat menerima kunjungan suplier dari Belanda, Jerman, dan Swedia di PTPN IV Kayu Aro, Jumat 9 Oktober 2026.

Pertemuan itu membuka peluang penjajakan kerja sama perdagangan sekaligus memperkuat hubungan antara produsen di daerah dan pelaku pasar internasional.

Persoalan harga menjadi penting karena peningkatan produksi tidak otomatis menaikkan pendapatan petani.

Ketika harga jual melemah, akses terhadap pembeli, kualitas hasil panen, dan panjangnya jalur pemasaran turut menentukan nilai yang diterima petani.

Karena itu, Pemkab Kerinci ingin mendorong strategi yang tidak hanya berorientasi pada penambahan produksi, tetapi juga memperkuat akses pasar agar komoditas unggulan daerah tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Monadi mengatakan, pemerintah daerah perlu mencari solusi agar petani tidak terus berada dalam posisi tawar yang lemah ketika harga kayu manis mengalami penurunan.

Salah satu langkah yang didorong ialah memperluas hubungan dagang dengan suplier dari berbagai negara dan meningkatkan kualitas produk perkebunan.

“Kita harus mencari solusi agar petani tidak terus berada dalam posisi yang lemah ketika harga kulit manis turun. Salah satu langkahnya adalah meningkatkan kualitas produk dan memperpendek rantai pasok melalui kerja sama dengan suplier dari berbagai negara. Dengan akses pasar yang lebih terbuka, kita berharap kulit manis Kerinci memiliki daya tawar yang lebih baik dan memberikan nilai tambah bagi petani,” ujar Monadi.

Kerja sama dengan pelaku perdagangan internasional diharapkan membuka jalur pemasaran yang lebih luas bagi kayu manis Kerinci.

Namun, manfaatnya bagi petani akan sangat bergantung pada tindak lanjut kerja sama, mekanisme pembelian, standar kualitas, serta harga yang ditawarkan kepada produsen.

Kunjungan suplier dari tiga negara Eropa tersebut menjadi kesempatan bagi Pemkab Kerinci untuk menjajaki peluang perdagangan.

Meski demikian, pertemuan itu belum dengan sendirinya memastikan adanya kontrak pembelian, volume ekspor, atau kenaikan harga di tingkat petani.

Bagi petani, ukuran keberhasilan bukan sekadar terbukanya komunikasi dengan calon pembeli dari luar negeri.

Mereka juga membutuhkan akses pasar yang nyata, mekanisme penjualan yang transparan, dan harga yang mampu memberikan keuntungan layak setelah memperhitungkan biaya produksi.

Selain membenahi pemasaran, Pemkab Kerinci menargetkan pengembangan 1 juta bibit kayu manis berkualitas dalam lima tahun ke depan.

Program tersebut direncanakan melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pihak suplier, dengan sasaran masyarakat Kerinci.

Monadi menegaskan, pengembangan komoditas kayu manis harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu produk dan penguatan daya saing di pasar internasional.

“Kita ingin kulit manis Kerinci semakin berkualitas dan memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional. Karena itu, kita menargetkan pengembangan 1 juta bibit kulit manis berkualitas dalam lima tahun ke depan melalui kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan pihak suplier. Harapannya, program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani kulit manis di Kabupaten Kerinci,” katanya.

Target tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan perkebunan jangka panjang.

Namun, penambahan bibit membutuhkan perencanaan yang selaras dengan kebutuhan pasar agar peningkatan produksi pada masa mendatang tidak berjalan tanpa kepastian pemasaran.

Ketersediaan bibit berkualitas, pendampingan budidaya, peningkatan mutu hasil panen, dan akses kepada pembeli perlu berjalan beriringan.

Tanpa strategi pemasaran yang memadai, peningkatan produksi saja belum tentu menjawab persoalan pendapatan petani ketika harga komoditas melemah.

Kayu manis merupakan salah satu komoditas perkebunan yang menopang perekonomian masyarakat Kerinci.

Karena itu, tekanan harga bukan hanya persoalan perdagangan, tetapi juga berkaitan dengan pendapatan petani dan keberlanjutan usaha perkebunan rakyat.

Upaya memperluas pasar internasional dapat membuka peluang baru.

Meski begitu, Pemkab Kerinci masih perlu menerjemahkan penjajakan kerja sama menjadi langkah yang terukur, termasuk memastikan kebutuhan calon pembeli, standar mutu yang diminta, mekanisme transaksi, dan akses petani terhadap jalur pemasaran tersebut.

Data mengenai perkembangan harga di tingkat petani, selisih harga antara petani dan pembeli berikutnya, serta jumlah pembeli yang dapat diakses juga penting untuk menilai efektivitas pembenahan rantai pemasaran.

Pemkab Kerinci berharap kerja sama dengan pelaku perdagangan internasional dan pengembangan perkebunan dapat memperkuat daya saing kayu manis daerah.

Pada akhirnya, keberhasilan strategi tersebut perlu tercermin pada akses pasar yang semakin terbuka, posisi tawar petani yang lebih kuat, dan peningkatan nilai ekonomi hasil perkebunan masyarakat.(*)




Bupati Kerinci Gandeng Suplier Eropa, Bidik Pasar Global untuk Kayu Manis Lokal

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelemahan harga kayu manis di tingkat petani menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam menjaga pendapatan masyarakat perkebunan.

Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Kerinci menargetkan pengembangan 1 juta bibit kayu manis berkualitas selama lima tahun ke depan sekaligus memperluas peluang pemasaran melalui kerja sama dengan pelaku perdagangan internasional.

Bupati Kerinci, Monadi membahas langkah tersebut saat menerima kunjungan suplier kayu manis dari Belanda, Jerman, dan Swedia di PTPN IV Kayu Aro, Jumat 9 Oktober 2026.

Pertemuan itu membuka peluang penguatan hubungan dagang sekaligus menjadi ruang pembahasan mengenai kualitas produksi dan akses pasar kayu manis asal Kerinci.

Namun, peningkatan produksi saja tidak cukup untuk menjawab persoalan harga yang menekan petani.

Pemerintah daerah juga perlu memperkuat akses pemasaran dan memastikan peningkatan kualitas hasil perkebunan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.

Monadi mengatakan, Pemkab Kerinci menyiapkan target pengembangan 1 juta bibit kayu manis berkualitas dalam lima tahun mendatang.

Pemerintah daerah merencanakan program tersebut melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pihak suplier.

Bibit tersebut nantinya menyasar masyarakat Kabupaten Kerinci, terutama untuk mendukung pengembangan perkebunan kayu manis.

Meski demikian, keberhasilan program akan bergantung pada kesiapan pelaksanaan, kualitas bibit, pendampingan budidaya, dan kesesuaian pengembangan tanaman dengan kebutuhan pasar.

“Kita ingin kulit manis Kerinci semakin berkualitas dan memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional. Karena itu, kita menargetkan pengembangan 1 juta bibit kulit manis berkualitas dalam lima tahun ke depan melalui kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan pihak suplier,” ujar Monadi.

Ia berharap program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani kayu manis.

Peningkatan kualitas produk dan perluasan pasar menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi komoditas unggulan Kerinci di tengah persaingan perdagangan.

Selain pengembangan bibit, Monadi menyoroti pentingnya pembenahan jalur pemasaran kayu manis.

Menurutnya, petani membutuhkan akses pasar yang lebih baik agar memiliki posisi tawar lebih kuat ketika harga komoditas mengalami penurunan.

“Kita harus mencari solusi agar petani tidak terus berada dalam posisi yang lemah ketika harga kulit manis turun. Salah satu langkahnya adalah meningkatkan kualitas produk dan memperpendek rantai pasok melalui kerja sama dengan suplier dari berbagai negara,” katanya.

Kerja sama dengan pelaku perdagangan internasional diharapkan memperluas peluang pemasaran kayu manis Kerinci.

Meski demikian, kunjungan suplier dari Eropa tersebut belum dengan sendirinya membuktikan adanya kontrak pembelian, kepastian volume ekspor, atau harga yang lebih menguntungkan bagi petani.

Karena itu, tindak lanjut berupa kesepakatan dagang, standar kualitas yang jelas, dan mekanisme pembelian yang transparan akan menjadi faktor penting untuk mengukur manfaat kerja sama tersebut.

Kayu manis menjadi salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran ekonomi bagi masyarakat Kerinci.

Pengembangan bibit berkualitas berpotensi mendukung produktivitas perkebunan dalam jangka panjang, sedangkan perluasan akses pasar dapat membuka peluang bagi pemasaran hasil panen.

Kedua langkah tersebut membutuhkan strategi yang saling melengkapi.

Pemerintah perlu memastikan ketersediaan bibit berkualitas dan pendampingan bagi petani, sementara pelaku perdagangan perlu menjelaskan persyaratan mutu, kebutuhan pasar, serta mekanisme pembelian yang dapat diakses produsen lokal.

Di sisi lain, target pengembangan 1 juta bibit dalam lima tahun perlu diikuti indikator pelaksanaan yang terukur.

Informasi mengenai tahapan penyaluran bibit, jumlah penerima manfaat, luas pengembangan lahan, dan perkembangan harga di tingkat petani akan membantu masyarakat menilai kemajuan program.

Pemkab Kerinci berharap kolaborasi dengan pemerintah lintas tingkat dan pelaku perdagangan internasional dapat memperkuat daya saing kayu manis daerah.

Bagi petani, keberhasilan upaya ini pada akhirnya bukan hanya terletak pada bertambahnya jumlah tanaman atau terbukanya peluang pasar, tetapi juga pada peningkatan pendapatan dan kepastian pemasaran hasil perkebunan.(*)




Pasokan BBM Sarolangun Jadi Perhatian, Wabup Gerry Koordinasi Langsung dengan Pertamina

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Sarolangun memperkuat koordinasi dengan Pertamina untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah SPBU di wilayahnya.

Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika turun langsung ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Lubuk Linggau, Kamis 8 Oktober 2026, guna membahas kesinambungan pasokan hingga ke masyarakat.

Pertemuan di Kantor PPN TBBM Lubuk Linggau Ilir tersebut melibatkan jajaran Pertamina, pengelola terminal, serta manajer SPBU dari wilayah Singkut, Pelawan, Bernai, dan Pelayang.

Koordinasi ini menjadi langkah Pemkab untuk memperkuat komunikasi dalam rantai distribusi BBM, mulai dari terminal hingga titik penjualan.

Bagi masyarakat, kelancaran distribusi BBM menyangkut lebih dari sekadar ketersediaan bahan bakar.

Pasokan yang terjaga turut mendukung mobilitas warga, transportasi, kegiatan usaha, dan berbagai layanan publik yang bergantung pada energi.

Wabup Gerry Trisatwika menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan penyaluran BBM berlangsung lancar dan berkesinambungan.

Ia juga meminta seluruh pihak segera menyampaikan kendala di lapangan agar masalah distribusi dapat ditangani tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas.

“Pemerintah Kabupaten Sarolangun ingin memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan dengan baik, lancar dan berkesinambungan. Karena BBM merupakan kebutuhan penting yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah,” ujar Gerry.

Pemkab minta komunikasi distribusi diperkuat

Dalam pertemuan tersebut, Gerry menyoroti pentingnya komunikasi antara pemerintah daerah, Pertamina, pengelola TBBM, dan manajemen SPBU.

Menurutnya, koordinasi yang responsif dapat membantu setiap pihak mengenali potensi hambatan distribusi lebih dini.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga kelancaran distribusi. Jika ada kendala di lapangan, harus segera dikomunikasikan agar dapat dicarikan solusi,” tegasnya.

Pemkab Sarolangun juga mendorong pengelola SPBU menjaga kualitas pelayanan dan menjalankan penyaluran BBM sesuai ketentuan.

Langkah ini penting agar distribusi tidak hanya mengandalkan ketersediaan pasokan dari terminal, tetapi juga berjalan baik pada tingkat pelayanan langsung kepada konsumen.

Wabup Gerry hadir bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Sarolangun, Bustra Desman, serta Kepala Bagian Ekonomi Setda Sarolangun, Davidman Setiawan.

Dari pihak Pertamina, pertemuan tersebut dihadiri jajaran Sales Pertamina Branch Jambi dan Kepala TBBM Lubuk Linggau, Wawan Prabawa.

Para manajer SPBU dari beberapa wilayah di Sarolangun juga mengikuti koordinasi untuk memperkuat komunikasi antara pemasok dan pengelola stasiun pengisian bahan bakar.

Koordinasi antara Pemkab Sarolangun dan Pertamina menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kelancaran pasokan BBM.

Namun, efektivitas langkah tersebut pada akhirnya perlu terlihat melalui distribusi yang konsisten, pelayanan SPBU yang tertib, serta penanganan cepat apabila muncul kendala di lapangan.

Pemkab menyatakan akan melanjutkan koordinasi dan pengawasan bersama Pertamina serta pengelola SPBU.

Pemerintah daerah berharap upaya tersebut dapat menjaga ketersediaan BBM sekaligus mendukung stabilitas kegiatan ekonomi dan pelayanan publik di Kabupaten Sarolangun.

Bagi masyarakat, indikator terpenting bukan hanya pertemuan antarpihak, melainkan kepastian bahwa distribusi berjalan sesuai kebutuhan dan BBM dapat diakses melalui SPBU dengan pelayanan yang baik.

Pemkab Sarolangun berharap sinergi tersebut mendukung aktivitas masyarakat dan pembangunan daerah menuju Sarolangun Maju.(*)




Sudah Salurkan 1,93 Juta Liter Air Bersih! Pemkot Jambi Perkuat Penanganan Kekeringan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mencatat 435 permintaan atau kegiatan penyaluran air bersih selama periode Agustus hingga Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, 336 kegiatan telah selesai, sedangkan 99 lainnya masih dalam proses per 9 Oktober 2026.

Data pada laman pemantauan resmi Pemkot Jambi menunjukkan total distribusi air bersih telah mencapai 1.935.404 liter.

Pemkot bersama sejumlah pihak, terutama Perumda Air Minum Tirta Mayang, menyalurkan air untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Angka tersebut menunjukkan skala bantuan yang telah berjalan. Namun, 99 permintaan yang masih berproses juga menjadi perhatian, terutama terkait waktu penyelesaian dan kebutuhan warga yang belum menerima bantuan.

Pemkot Jambi terus berkoordinasi dengan perangkat daerah dan pihak terkait untuk menjangkau masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama kemarau ekstrem.

Dari 435 permintaan atau kegiatan penyaluran yang tercatat, sekitar 77,2 persen telah selesai, sedangkan 22,8 persen masih dalam proses.

Persentase tersebut merupakan hasil perhitungan berdasarkan data yang tersedia per 9 Oktober 2026.

Penyaluran air bersih menjadi salah satu langkah pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika pasokan air mengalami kendala.

Salah satu kegiatan berlangsung pada 6 Oktober 2026. Saat itu, Pemkot Jambi menyalurkan sekitar 12.000 liter air bersih kepada warga Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru.

Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha turut turun ke lapangan dalam kegiatan tersebut.

Meski jumlah air yang telah disalurkan mencapai lebih dari 1,9 juta liter, data yang tersedia belum merinci jumlah rumah tangga penerima, persebaran bantuan per kelurahan, maupun volume kebutuhan air yang belum terpenuhi.

Informasi tersebut penting untuk menilai apakah distribusi yang berjalan sudah menjangkau seluruh kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Selain mengatasi kesulitan air bersih, Pemkot Jambi menyalurkan masker untuk membantu masyarakat menghadapi penurunan kualitas udara akibat kabut asap.

Hingga periode pelaporan Oktober 2026, sebanyak 3.765 kotak masker telah disalurkan dari total persediaan bantuan sebanyak 5.070 kotak.

Dengan demikian, jumlah yang telah tersalurkan setara dengan sekitar 74,3 persen dari total bantuan yang tercatat.

Penyaluran berlangsung dalam 72 kegiatan dengan melibatkan perangkat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta organisasi kemasyarakatan.

Bantuan masker berasal dari beberapa sumber, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan forum tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Kolaborasi tersebut membantu memperluas jangkauan distribusi.

Meski demikian, data yang tersedia belum menjelaskan jumlah masker per kotak, jenis masker yang dibagikan, maupun jumlah warga yang telah menerima bantuan.

Pemkot Jambi juga menyiagakan pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang berpotensi muncul atau memburuk akibat paparan asap dan polusi udara.

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian ketika kualitas udara memburuk.

Pemerintah mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas berat di luar ruangan saat udara tercemar dan menggunakan masker yang sesuai jika harus beraktivitas di luar.

Masyarakat juga perlu memperhatikan kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan atau jantung.

Warga yang mengalami sesak napas atau gejala berat perlu segera mencari pertolongan medis.

Selain itu, Pemkot Jambi mengambil langkah antisipatif melalui penyesuaian kegiatan pembelajaran sesuai kondisi kualitas udara yang terpantau.

Namun, data mengenai jumlah layanan kesehatan yang diberikan, perkembangan kasus penyakit selama periode tersebut, dan indikator kualitas udara belum tercantum secara terperinci dalam laporan bantuan yang disampaikan.

Dalam penanganan dampak kekeringan dan kabut asap, Pemkot Jambi juga menerima bantuan pangan dari forum CSR. Data yang tersedia mencatat bantuan tersebut sebanyak dua dus.

Informasi mengenai jenis bahan pangan, jumlah penerima, dan mekanisme penyalurannya belum dijelaskan lebih lanjut.

Pemkot Jambi terus mendorong kerja sama dengan perangkat daerah, Forkopimda, dunia usaha, dan organisasi masyarakat untuk membantu warga menghadapi dampak kondisi lingkungan.

Kerja sama tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan air bersih, distribusi masker, kesiapsiagaan layanan kesehatan, serta dukungan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Data pemantauan per 9 Oktober 2026 memperlihatkan bahwa pemerintah telah menjalankan sejumlah langkah untuk merespons kekeringan dan kabut asap.

Penyaluran 1.935.404 liter air bersih dan 3.765 kotak masker menjadi bagian dari upaya tersebut.

Di sisi lain, masih adanya 99 permintaan atau kegiatan penyaluran air bersih yang dalam proses menunjukkan perlunya pembaruan informasi mengenai penyelesaian bantuan.

Kepastian waktu distribusi, lokasi yang masih membutuhkan pasokan, serta jumlah warga penerima akan membantu masyarakat memahami perkembangan penanganan secara lebih transparan.

Pemkot Jambi mengimbau warga menggunakan air secara bijak, menjaga kesehatan, mengurangi paparan udara tercemar ketika kualitas udara memburuk, dan segera mengakses fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan.(*)




Kabut Asap Selimuti Bandara Sultan Thaha, Batik Air Batal Terbang dan Citilink Tertunda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap mengganggu operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Jambi, Jumat 9 Oktober 2026).

Jarak pandang di kawasan bandara sempat turun hingga 800 meter, sementara dua penerbangan Batik Air berstatus batal dan delapan penerbangan Citilink serta Super Air Jet mengalami penundaan akibat asap.

Data operasional bandara mencatat, hingga laporan tersebut disampaikan, hanya satu penerbangan keberangkatan yang tercatat beroperasi, yakni Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta (CGK) pada pukul 06.05 WIB.

Pesawat tersebut menggunakan armada yang menginap di bandara atau Remain Overnight (RON).

Gangguan cuaca dan jarak pandang menjadi perhatian dalam operasional penerbangan karena kondisi tersebut dapat memengaruhi keselamatan dan keputusan operasional maskapai.

Seluruh penerbangan yang mengalami penundaan masih menunggu perkembangan cuaca di Jambi.

Jarak pandang sempat turun hingga 800 meter

Data pengamatan Bandara Sultan Thaha menunjukkan jarak pandang berubah-ubah sepanjang Jumat pagi hingga sore.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.500 meter. Angka tersebut kemudian turun menjadi 1.200 meter pada pukul 06.30 WIB dan 1.000 meter pada pukul 07.00 WIB.

Jarak pandang sempat meningkat menjadi 1.400 meter pada pukul 08.00 WIB, tetapi kembali turun menjadi 1.000 meter pada pukul 09.00 WIB.

Kondisi terendah dalam data yang disampaikan terjadi pada pukul 10.00 WIB, saat jarak pandang mencapai 800 meter.

Setelah itu, jarak pandang tercatat 1.000 meter pada pukul 10.30 WIB, meningkat menjadi 1.200 meter pada pukul 11.00 WIB, lalu kembali berada di kisaran 1.000 meter pada siang hingga sore hari.

Perubahan jarak pandang tersebut menunjukkan kondisi yang belum stabil.

Karena itu, maskapai masih menunggu perkembangan cuaca sebelum menentukan kelanjutan penerbangan yang terdampak.

Dua penerbangan dibatalkan, delapan lainnya tertunda

Gangguan kabut asap berdampak pada penerbangan kedatangan maupun keberangkatan di Bandara Sultan Thaha.

Dua penerbangan Batik Air tercatat batal, yakni ID 6804 dari Jakarta dan ID 6805 tujuan Jakarta.

Sementara itu, empat penerbangan kedatangan mengalami penundaan, terdiri atas tiga penerbangan Citilink dan satu penerbangan Super Air Jet.

Berikut daftar penerbangan yang terdampak:

Penerbangan kedatangan (arrival)

  • Citilink QG 960 dari Jakarta (CGK): ditunda akibat kabut asap.
  • Citilink QG 964 dari Jakarta (CGK): ditunda akibat kabut asap.
  • Citilink QG 966 dari Jakarta (CGK): ditunda akibat kabut asap.
  • Super Air Jet IU 840 dari Jakarta (CGK): ditunda akibat kabut asap.

Penerbangan keberangkatan (departure)

  • Citilink QG 961 tujuan Jakarta (CGK): ditunda akibat kabut asap.
  • Citilink QG 967 tujuan Jakarta (CGK): ditunda akibat kabut asap.
  • Citilink QG 965 tujuan Jakarta (CGK): ditunda akibat kabut asap.
  • Super Air Jet IU 841 tujuan Jakarta (CGK): ditunda akibat kabut asap.

Seluruh penerbangan yang mengalami penundaan masih menunggu perkembangan kondisi cuaca.

Penumpang perlu memperhatikan bahwa status penerbangan dapat berubah mengikuti hasil pemantauan dan keputusan operasional maskapai.

Bandara koordinasikan penanganan penumpang

Manajemen Bandara Sultan Thaha menyatakan tim operasional telah berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani penumpang yang terdampak penundaan.

Petugas juga memperbarui informasi jadwal kedatangan dan keberangkatan secara berkala agar pengguna jasa memperoleh informasi terbaru mengenai penerbangan mereka.

Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha mengimbau penumpang memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara atau melanjutkan perjalanan.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports di nomor 172.

Manajemen bandara juga berharap penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi dapat segera berjalan efektif sehingga gangguan kabut asap berkurang dan operasional penerbangan kembali berlangsung dengan lebih lancar.

Di tengah kondisi tersebut, kepastian jadwal menjadi hal penting bagi penumpang.

Masyarakat disarankan tidak hanya mengacu pada jadwal awal, tetapi juga memastikan status terbaru penerbangan melalui kanal resmi maskapai.(*)




BRI BO Gunung Sahari Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – BRI BO Gunung Sahari melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti oleh jajaran manajemen dan seluruh pekerja BRI BO Gunung Sahari. Upacara berlangsung dengan penuh khidmat, tertib, dan sarat dengan semangat kebangsaan serta rasa nasionalisme.

Pelaksanaan upacara menjadi momentum bagi seluruh insan BRILiaN untuk mengenang perjuangan dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus menghayati kembali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian upacara dengan penuh kesungguhan sebagai wujud penghormatan terhadap Pancasila dan semangat persatuan bangsa.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat bagi seluruh pekerja BRI BO Gunung Sahari untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Semangat persatuan, gotong royong, integritas, dan kebersamaan diharapkan semakin memperkuat kolaborasi serta budaya kerja di lingkungan BRI.

Melalui momentum ini, BRI BO Gunung Sahari terus menumbuhkan semangat cinta Tanah Air dan memperkuat kebersamaan seluruh pekerja untuk memberikan kontribusi terbaik, menghadirkan pelayanan yang optimal bagi nasabah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1

Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.



Sanggabiz Hadirkan Sanggabright Solusi Analitik Mandiri untuk Akselerasi Bisnis UMKM

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Sangga Bisnis Anda (Sanggabiz) meluncurkan Sanggabright, sebuah aplikasi analitik mandiri (Business Healthiness Check-Up) bagi UMKM yang kini telah memasuki tahap uji coba beta (pilot). Keberhasilan pengembangan produk inovatif ini merupakan hasil dari keikutsertaan Sanggabiz dalam program Prime Step UGM, di mana Sanggabiz berhasil mendapatkan bantuan dana pengembangan produk. Mengusung konsep #TERIMABERES, Sanggabright memfasilitasi pemilik usaha untuk mengubah data transaksi mentah menjadi dasbor wawasan pelanggan, performa produk, dan metrik finansial tanpa memerlukan keahlian teknis operasional. Dilengkapi dengan deteksi anomali otomatis dan Insight Berbasis Aturan, inovasi ini memungkinkan UMKM mengambil keputusan berbasis data yang proaktif guna mengoptimalkan strategi Customer Relationship Management (CRM) dan meroketkan skala penjualan.

Di era ekonomi digital saat ini, data merupakan aset paling berharga bagi pertumbuhan bisnis. Namun, bagi sebagian besar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), data sering kali menjadi pedang bermata dua: melimpah namun sulit untuk diurai. Merespons tantangan krusial ini, PT Sangga Bisnis Anda (Sanggabiz) secara resmi memperkenalkan Sanggabright, sebuah aplikasi analitik mandiri (Business Healthiness Check-Up) yang dirancang khusus untuk memajukan sektor UMKM.

Saat ini, Sanggabright telah memasuki fase implementasi uji coba tahap beta (pilot project). Keberhasilan pengembangan produk inovatif ini dapat diwujudkan berkat perolehan dana pengembangan produk melalui program Prime Step bersama Innovative Academy Universitas Gadjah Mada (IA UGM). Kehadiran aplikasi ini membawa angin segar bagi para pelaku usaha yang ingin mengambil keputusan bisnis berbasis data secara presisi, tanpa harus terkendala oleh keterbatasan sumber daya manusia atau kerumitan teknis.

Menjawab Tantangan Pengelolaan Data dengan Konsep #TERIMABERES Realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak UMKM menghadapi kendala serius dalam mengelola operasional harian mereka. Data pelanggan, catatan angka penjualan, serta biaya operasional sering kali tersebar di berbagai platform yang tidak saling terhubung, mulai dari buku catatan manual hingga berbagai format file yang terpisah.

Sanggabright hadir untuk memecahkan kerumitan tersebut dengan mengusung filosofi utama: #TERIMABERES. Konsep ini menawarkan kemudahan mutlak bagi para pemilik usaha. Mereka tidak diwajibkan memiliki latar belakang pendidikan teknis IT, penguasaan spreadsheet tingkat lanjut, atau pemahaman bahasa pemrograman seperti SQL. Cukup dengan mengunggah data mentah penjualan dalam format standar seperti CSV atau Excel, sistem cerdas Sanggabright akan mengambil alih pekerjaan berat tersebut. Dalam waktu singkat, data mentah itu disulap menjadi dasbor kesehatan bisnis yang visual, interaktif, dan sangat mudah dipahami oleh kalangan awam.

Untuk mendukung eksekusi strategi Customer Relationship Management (CRM) yang efektif dan mendongkrak laju penjualan, Sanggabright memfokuskan kemampuan analitiknya pada pemrosesan data transaksi. Hasil analisis ini diwujudkan melalui tiga fitur keluaran utama yang esensial:

1. Wawasan Pelanggan (Customer Insights): Memahami siapa pembeli Anda adalah kunci pertumbuhan. Sanggabright memetakan secara jelas perbandingan antara pelanggan baru dan pelanggan setia, serta mengalkulasi tingkat pembelian ulang (repeat purchase rate). Lebih jauh, aplikasi ini menyajikan analisis RFM (Recency, Frequency, Monetary) yang disederhanakan. Dengan fitur ini, UMKM dapat mengetahui segmen kontribusi setiap pelanggan, memantau sebaran demografis, dan mengidentifikasi pelanggan bernilai tinggi (high-value customers) untuk merancang program loyalitas atau promosi yang jauh lebih personal dan tepat sasaran.

2. Matriks Performa Produk (Product Performance Matrix): Melalui fitur ini, pemilik usaha tidak perlu lagi menebak-nebak produk apa yang paling diminati pasar. Sanggabright menampilkan produk atau kategori apa yang paling laris dan seberapa besar kontribusinya terhadap total pendapatan bisnis. Sistem ini juga sangat cermat dalam mendeteksi produk yang lambat terjual (slow-moving), sehingga UMKM dapat segera melakukan evaluasi stok. Di sisi lain, fitur ini memantau ketat ketersediaan stok produk andalan agar tidak terjadi kekosongan barang (stockout) yang berisiko memutus rantai pendapatan.

3. Tinjauan Penjualan dan Finansial (Sales Overview & Financial Insights): Fitur ini menyajikan pandangan helikopter (helicopter view) terkait tren pendapatan bisnis. Pengguna dapat memantau performa penjualan berdasarkan kanal distribusi atau lokasi toko, hingga menganalisis waktu-waktu transaksi terkuat (jam atau hari tersibuk). Sebagai tambahan yang sangat krusial, Sanggabright membantu pemilik usaha mengukur dengan presisi bagaimana dampak pemberian diskon atau kampanye pemasaran terhadap pendapatan kotor dan margin laba bersih mereka.

Satu hal yang membedakan Sanggabright dari sekadar platform visualisasi data biasa adalah kemampuannya memberikan Insight Berbasis Aturan (Rule-Based Insights). Nilai jual utamanya melampaui batas penyajian grafik historis yang hanya menjelaskan apa yang terjadi di masa lalu.

Sanggabright bertindak layaknya konsultan bisnis pribadi di mana sistem akan secara otomatis mendeteksi dan menyoroti anomali bisnis, misalnya ketika mendadak terjadi penurunan pendapatan yang drastis di pertengahan bulan, atau jika bisnis memiliki ketergantungan pendapatan yang terlalu tinggi pada satu atau dua pelanggan tertentu. Berdasarkan deteksi cerdas tersebut, Sanggabright langsung memberikan rekomendasi tindakan jangka pendek yang relevan dan praktis untuk segera dieksekusi oleh pemilik usaha guna mencegah kerugian.

Sebagai penyempurna seluruh ekosistem analitiknya, aplikasi ini merilis metrik Business Health Score. Metrik ini memberikan penilaian komprehensif dan transparan mengenai momentum penjualan, tingkat ketahanan pelanggan, kelancaran arus kas, dan profitabilitas bisnis secara keseluruhan.

Berbekal panduan wawasan yang andal dari Sanggabright, era mengambil keputusan berdasarkan tebakan insting kini bisa ditinggalkan. UMKM kini memiliki landasan yang kuat untuk mengambil langkah proaktif berbasis data, memastikan operasional berjalan efisien, dan meroketkan skala bisnis mereka dengan penuh percaya diri.

Tentang Sanggabiz

Sanggabiz adalah perusahaan pengembangan kapasitas dan konsultan bisnis berbasis teknologi yang inklusif dan women-led, berpusat di Yogyakarta. Dipimpin oleh Dwi Andi Rohmatika selaku Founder dan CEO, Sanggabiz menyediakan solusi inovatif seperti Department as a Service dan aplikasi analitik mandiri Sanggabright untuk membantu UMKM serta perusahaan meningkatkan efisiensi operasional secara komprehensif. Memadukan R.E.A.L™ Framework RAPI Method dan ekosistem kerja yang terotomatisasi, Sanggabiz didukung oleh tim inklusif dengan mayoritas kepemimpinan perempuan dan representasi dari komunitas disabilitas. Hingga saat ini, Sanggabiz telah sukses mendampingi lebih dari 400 organisasi mitra dalam mengeskalasi dan memodernisasi pertumbuhan bisnis mereka.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES



Delegasi Bisnis Indonesia Hadiri Global Digital Trade Expo 2026 di Hangzhou

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Delegasi bisnis Indonesia menghadiri Global Digital Trade Expo (GDTE) ke-5 di Hangzhou Grand Convention and Exhibition Center, Tiongkok, pada 23-26 September 2026. Delegasi yang difasilitasi DTI Conference & Expo (DTICX) ini beranggotakan 31 orang: perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Smart City, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta; dua asosiasi, Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) dan Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO); serta 16 perusahaan, system integrator, dan perusahaan teknologi, termasuk Sanct Social.

GDTE adalah pameran perdagangan digital tahunan di Hangzhou, kota asal sejumlah perusahaan teknologi terbesar Tiongkok. Pameran ke-5 dibuka pada 24 September 2026 dan mempertemukan perusahaan teknologi dari berbagai negara, dengan AI, kacamata pintar, komputasi awan, dan perdagangan lintas negara sebagai tema yang menonjol di area pameran.

Forum, pembukaan, dan DICE

Rangkaian dibuka dengan Industry Conference on AI and Green & Low-Carbon Technology, dengan Kepala Jakarta Smart City sebagai salah satu pembicara pada sesi pengembangan kawasan nol karbon. Pada 24 September 2026, perwakilan Jakarta Smart City dan Ketua Umum IDPRO menghadiri upacara pembukaan GDTE, sementara anggota delegasi lainnya mengunjungi area pameran dan memulai sesi temu bisnis.

Pada hari yang sama, Direktur Layanan Infrastruktur Digital KOMDIGI menyampaikan sambutan pembuka pada Global Digital Innovation Dialogue for Events (DICE), forum yang diselenggarakan bersama International Association of Exhibitions and Events (IAEE) di InterContinental Hangzhou, dengan tema ELEVATE. Malamnya, delegasi menghadiri Night of Digital Trade, malam gala GDTE, dengan bendera negara peserta, termasuk Indonesia, terpasang di atas panggung utama.

Dua hari temu bisnis

Hari kedua dan ketiga diisi sesi temu bisnis dan pertemuan tertutup satu-lawan-satu antara anggota delegasi dan perusahaan teknologi Tiongkok, antara lain produsen kacamata pintar, pengembang model AI, produsen kartu pemroses AI, dan penyedia layanan komputasi awan. Setiap perusahaan dalam delegasi mendapat meja dan jadwal pertemuannya sendiri.

Sanct Social mengikuti seluruh rangkaian sesi temu bisnis. “Bagi perusahaan rintisan, duduk semeja langsung dengan produsennya adalah cara paling cepat untuk memahami apa yang sudah diproduksi dan dipasarkan di Tiongkok,” ujar Pendiri Sanct Social Sion Abednego dalam keterangan resmi, Kamis (8/10). “Dari beberapa pertemuan, ada satu yang cocok dan sedang kami tindak lanjuti. Kalau berjalan lancar, tahun depan kami kembali untuk melihat prototipenya.”

Penutupan dan malam di sungai

Hari ketiga ditutup dengan upacara penutupan GDTE, dilanjutkan jamuan makan malam delegasi di atas kapal yang menyusuri sungai di tengah kota Hangzhou, dengan gedung-gedung di kedua tepi sungai menyala sebagai satu layar raksasa. Kunjungan ini bertepatan dengan Festival Pertengahan Musim Gugur pada 25 September 2026.

Tentang Sanct Social

Sanct Social adalah startup yang didirikan oleh Sion Abednego, pendiri tunggal asal Indonesia, dan terdaftar di Singapura (Sanct Social Pte. Ltd.) serta Indonesia (PT Sanct Social Indonesia) pada 2026. Perusahaan ini mengembangkan Sanct Social, aplikasi personal networking untuk sahabat dekat dan keluarga. Di Sanct Social, teman pertama ditambahkan dengan bertemu langsung dan saling memindai kode QR, sehingga lingkaran tiap pengguna hanya berisi orang yang benar-benar dikenalnya, dan setiap momen yang dibagikan hanya sampai ke lingkaran itu. Pengguna ditemani Sancty, teman kecil yang selalu ada kalau kamu butuh ditemani. Sanct Social hadir di App Store Singapura pada 28 September 2026, dan di Indonesia serta Malaysia pada 30 September 2026. Informasi lebih lanjut: https://sanct.social
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES



BRI BO Tanah Abang Peringati Hari Kesaktian Pancasila

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – BRI BO Tanah Abang melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti oleh jajaran manajemen dan seluruh pekerja BRI BO Tanah Abang. Upacara berlangsung dengan suasana penuh khidmat, tertib, dan diwarnai rasa kebangsaan serta semangat nasionalisme.

Pelaksanaan upacara menjadi momentum bagi seluruh insan BRILiaN untuk mengenang perjuangan dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus menghayati kembali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian upacara dengan penuh kesungguhan sebagai bentuk penghormatan terhadap Pancasila serta komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat bagi seluruh pekerja BRI BO Tanah Abang untuk senantiasa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Semangat persatuan, gotong royong, integritas, dan kebersamaan diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.

Melalui momentum ini, BRI BO Tanah Abang terus memperkuat semangat kebangsaan dan kebersamaan seluruh pekerja untuk memberikan kontribusi terbaik bagi BRI, menghadirkan pelayanan optimal bagi nasabah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1

Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES