Resmi Jadi Kota Wakaf, Kota Jambi Punya Potensi Besar Bangun Ekonomi Umat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Jambi mencatatkan prestasi di tingkat nasional setelah Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menetapkannya sebagai salah satu Kota Wakaf di Indonesia.

Predikat tersebut sekaligus menjadikan Kota Jambi sebagai satu-satunya daerah di Provinsi Jambi yang memperoleh penetapan tersebut pada 2026.

Di balik pencapaian itu, terdapat peningkatan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat dan mengembangkan wakaf.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. Maulana, M.K.M., mengungkapkan penghimpunan zakat di daerahnya meningkat signifikan, dari sebelumnya sekitar Rp6 miliar menjadi Rp14 miliar.

Maulana menyebut peningkatan tersebut menunjukkan besarnya potensi filantropi Islam di Kota Jambi.

Menurutnya, potensi itu perlu diperkuat melalui pengelolaan yang profesional agar manfaatnya tidak berhenti pada penghimpunan dana, tetapi juga mampu mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Kami konsisten melalui Badan Wakaf memberikan dana hibah untuk terus mendorong. Karena kesadaran dan potensinya, masyarakat Kota Jambi ini sangat tinggi,” ungkap Maulana saat menghadiri rangkaian kegiatan MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi di Aula Grha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, Minggu 1 November 2026.

Ia kemudian memaparkan perkembangan penghimpunan zakat selama masa kepemimpinannya.

“Dari segi zakat saja, selama saya jadi Wali Kota, dari enam miliar sekarang sudah empat belas miliar. Artinya ada peningkatan yang sangat kuat dan semangat wakaf juga, tinggal pengelolaannya,” tambahnya.

Bagi Maulana, penetapan Kota Wakaf harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas tata kelola aset umat.

Ia ingin zakat dan wakaf tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga berperan dalam mendukung pengentasan kemiskinan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan sosial.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Waryono, S.Ag., M.Ag., menjelaskan bahwa penetapan Kota Jambi bukan sekadar pemberian penghargaan atau penunjukan administratif.

Kemenag melakukan proses seleksi melalui pengumpulan data, penilaian, hingga verifikasi lapangan untuk melihat kesiapan daerah dalam mengembangkan ekosistem wakaf.

“Jadi ini bukan sekadar penunjukan, tapi ada kompetisi. Ada data yang diberikan oleh Pak Wali Kota dan peserta dari Kemenag, kemudian divisitasi. Ternyata ini berpotensi untuk bisa dikembangkan. Akhirnya, Jambi menjadi salah satu yang terpilih,” ujar Waryono.

Menurutnya, Kota Jambi memiliki sejumlah modal penting untuk mengembangkan pengelolaan wakaf, mulai dari dukungan pemerintah daerah, ketersediaan aset wakaf, hingga keberadaan nazhir atau pengelola wakaf yang kompeten.

Ia menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci agar aset wakaf dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Wakaf akan kembali kepada umat dan tentu mendukung ekosistem perekonomian di masyarakat,” jelasnya.

Penetapan ini sekaligus membuka peluang bagi Kota Jambi untuk mengembangkan wakaf secara lebih produktif.

Dengan tata kelola yang tepat, aset wakaf berpotensi mendukung berbagai kegiatan sosial dan ekonomi yang manfaatnya dapat masyarakat rasakan dalam jangka panjang.

Peningkatan penghimpunan zakat hingga Rp14 miliar menjadi modal penting bagi Kota Jambi dalam memperkuat program pemberdayaan umat.

Namun, peningkatan penghimpunan saja belum cukup. Pemerintah daerah perlu memastikan pengelolaan dana dan aset wakaf berjalan transparan, akuntabel, serta tepat sasaran.

Maulana menilai potensi besar tersebut harus diikuti penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas pengelola wakaf.

Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari pengelolaan dana sosial keagamaan.

Status Kota Wakaf juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pengelola zakat dan wakaf, nazhir, serta masyarakat.

Selain pengumuman Kota Jambi sebagai Kota Wakaf, rangkaian kegiatan MTQH ke-55 juga menghadirkan Seminar Al-Qur’an yang membahas tantangan pembinaan generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., menilai generasi muda membutuhkan penguatan karakter, etika, dan kemampuan mengendalikan diri dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter agar generasi muda mampu memanfaatkan ruang digital secara positif.

“Tantangan bagi generasi muda saat ini adalah mereka hidup di ruang digital yang memerlukan pengendalian diri, penguatan nilai-nilai etika dan karakter, sehingga teknologi itu betul-betul memberikan dampak positif,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembinaan generasi muda membutuhkan dukungan ekosistem yang melibatkan pendidikan, pendampingan, dan penguatan nilai keagamaan.

“Melalui kegiatan semacam ini, kita membangun ekosistem dalam pembinaan generasi muda basisnya. Mudah-mudahan dari sini akan lahir bakat-bakat, talenta-talenta Al-Qur’an,” harapnya.

Penetapan Kota Jambi sebagai Kota Wakaf menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah untuk membuktikan bahwa pengelolaan zakat dan wakaf mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

Dengan meningkatnya penghimpunan zakat serta dukungan pemerintah terhadap pengembangan wakaf, Kota Jambi diharapkan mampu menjadi salah satu daerah percontohan dalam penguatan ekonomi umat melalui pengelolaan aset keagamaan yang profesional dan produktif.(*)




KAI Logistik Perkuat Budaya Anti Penyuapan melalui Awareness Training SNI ISO 37001:2025

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang jasa logistik, terus memperkuat budaya kerja berintegritas melalui penyelenggaraan Awareness Training Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2025.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (27–28/10), ini diikuti oleh perwakilan pekerja dari berbagai unit bisnis sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap pencegahan penyuapan di lingkungan perusahaan.

Salah satu penekanan dalam pembaruan SNI ISO 37001:2025 dibandingkan versi 2016 adalah secara eksplisit menempatkan budaya anti penyuapan (anti-bribery culture) sebagai persyaratan tersendiri.

Jika sebelumnya budaya antisuap tercermin dalam komitmen kepemimpinan, kebijakan, komunikasi, dan pengendalian, di versi terbaru ini lebih menegaskan bahwa budaya tersebut perlu dikembangkan, dipelihara, dan dipromosikan di seluruh tingkatan organisasi.

Sejalan dengan pembaruan tersebut, penguatan SMAP diarahkan pada pembentukan perilaku kerja yang menjunjung tinggi integritas. Setiap insan perusahaan memiliki peran dalam mencegah penyuapan melalui kepatuhan terhadap kebijakan, pemahaman terhadap potensi risiko, pengambilan keputusan secara objektif, serta keberanian untuk menolak dan melaporkan indikasi pelanggaran.

Dengan demikian, budaya anti penyuapan diharapkan tumbuh menjadi bagian dari kebiasaan kerja dan tercermin dalam interaksi dengan pelanggan, mitra bisnis, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Manager of Public Relations KAI Logistik, Adjeng Putri Adhatu, menyampaikan bahwa penguatan budaya anti penyuapan memerlukan kesadaran dan keterlibatan seluruh pekerja secara berkelanjutan.

“Penerapan budaya anti penyuapan tidak cukup hanya melalui pemahaman terhadap kebijakan dan prosedur, tetapi perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Melalui penguatan pemahaman SNI ISO 37001:2025, KAI Logistik mendorong seluruh pekerja untuk menjadikan integritas sebagai landasan dalam menjalankan tugas, mengambil keputusan, dan membangun hubungan profesional dengan para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, KAI Logistik mendorong peningkatan pemahaman pekerja terhadap pembaruan standar sekaligus memperkuat konsistensi penerapan prinsip anti penyuapan dalam proses bisnis.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap penerapan SMAP agar kebijakan dan mekanisme pengendalian yang dimiliki perusahaan dapat berjalan selaras dengan perilaku kerja yang berintegritas.

Ke depan, KAI Logistik berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memelihara budaya anti penyuapan di seluruh lingkungan perusahaan. Melalui penerapan nilai integritas yang konsisten, perusahaan berharap dapat memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel, menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, serta mendukung keberlanjutan bisnis.

Tentang KAI Logistik
PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi Pelanggan kereta api yang didukung dengan layanan pra dan purna.

KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Dengan tagline KAI Logistik Ispossible yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi diantaranya KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Omzet UMKM Tembus Rp100 Juta Sehari di Bazar MTQH Jambi, Nadiyah: Event Harus Berdampak Ekonomi!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.

Bazar dan pameran yang menghadirkan 162 tenant dari berbagai daerah mencatat transaksi UMKM mencapai lebih dari Rp100 juta per hari.

Ketua Dekranasda Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa penyelenggaraan event berskala besar dapat membuka peluang usaha sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Menurut Nadiyah, Pemkot Jambi ingin memastikan MTQH tidak hanya sukses sebagai agenda keagamaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Menjadi tuan rumah MTQH, kita terus bekerja keras untuk meningkatkan ekonomi. Setiap event harus membawa keberkahan dan peningkatan ekonomi. Para pelaku ekonomi kita bisa membangun jejaring untuk meningkatkan usaha,” ujar Nadiyah saat pembukaan bazar dan pameran MTQH ke-55 di kawasan Kantor Wali Kota Jambi, Minggu 1 November 2026.

Ia menilai tingginya jumlah pengunjung MTQH menjadi peluang yang harus dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperluas pasar, meningkatkan transaksi, sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah kepada masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota.

Sebanyak 162 tenant meramaikan bazar dan pameran MTQH ke-55 yang menghadirkan produk unggulan dari 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Beragam produk ditawarkan, mulai dari kerajinan tangan, kuliner khas daerah, busana muslim, wastra, hingga berbagai produk kreatif hasil karya perajin lokal.

Nadiyah menjelaskan, penyelenggara membagi lokasi bazar menjadi dua kawasan.

Area halaman parkir Kantor Wali Kota Jambi menjadi pusat pameran Dekranasda Provinsi Jambi dan Dekranasda kabupaten/kota.

Sementara itu, deretan tenant UMKM Kota Jambi menempati area jalan di depan Kantor Wali Kota.

Pembagian lokasi tersebut memberikan ruang promosi bagi produk unggulan daerah sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku UMKM lokal untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

“Pemerintah sudah memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk mendapatkan multiplier effect dari penyelenggaraan MTQH. Para pelaku usaha bisa memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan transaksi ekonomi,” katanya.

Nadiyah berharap pelaku usaha tidak hanya mengejar penjualan selama MTQH berlangsung, tetapi juga mampu membangun relasi bisnis dan mendapatkan pelanggan baru untuk pengembangan usaha jangka panjang.

Optimisme kebangkitan ekonomi juga disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi, Feriadi, yang juga menjabat Ketua Panitia.

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan transaksi sementara, omzet UMKM mencapai sekitar Rp100 juta per hari sejak awal pelaksanaan bazar.

Capaian tersebut menjadi angin segar bagi pelaku usaha setelah masyarakat Jambi menghadapi tekanan ekonomi akibat kabut asap dalam beberapa waktu terakhir.

“Alhamdulillah, dari hari pertama angkanya mencapai sekitar Rp100 juta per hari. Setelah kurang lebih dua bulan kita diliputi kabut asap dan kondisi ekonomi masyarakat kurang baik, Alhamdulillah dengan acara ini ekonomi masyarakat kita kembali bangkit,” ungkap Feriadi.

Ia menjelaskan, pameran Dekranasda kabupaten/kota berlangsung selama tujuh hari, mulai 1 hingga 7 November 2026.

Sementara itu, tenant UMKM di area depan Kantor Wali Kota Jambi telah beroperasi sejak 29 Oktober dan berlangsung selama 10 hari.

Dengan durasi kegiatan yang berbeda tersebut, panitia berharap pelaku usaha memiliki kesempatan lebih luas untuk memaksimalkan penjualan.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, S.E., menilai event seperti MTQH memiliki potensi besar untuk mempercepat perkembangan UMKM daerah.

Menurutnya, kehadiran masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota menciptakan peluang pasar yang lebih luas bagi perajin dan pelaku usaha lokal.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mengunjungi bazar dan membeli produk-produk unggulan yang dipamerkan.

“Sudah kita kunjungi seluruh kabupaten dan kota yang mempromosikan karya para perajin lokal dengan berbagai keunggulan dan jenis produk. Ada lebih dari 100 stand UMKM. Mari kunjungi, kegiatan ini akan berlangsung hingga seminggu ke depan,” katanya.

Hesnidar juga mengingatkan para pedagang agar menjaga kualitas produk dan memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung.

Ia berharap aktivitas perdagangan selama MTQH membawa keberkahan bagi pelaku usaha sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.

Nadiyah menambahkan, MTQH ke-55 bukan satu-satunya agenda besar yang berpotensi menggerakkan ekonomi Kota Jambi.

Dalam waktu mendatang, Kota Jambi juga akan menjadi tuan rumah sejumlah kegiatan berskala nasional, di antaranya Forum Smart City Nasional, Healthy City Summit, dan Rapat Kerja Nasional Ikatan Dokter Indonesia (Rakernas IDI).

Menurutnya, berbagai agenda tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan aktivitas sektor perdagangan, kuliner, perhotelan, transportasi, serta industri kreatif.

Sebagai kota perdagangan dan jasa, Kota Jambi perlu memaksimalkan setiap kegiatan untuk menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Nadiyah pun mengajak masyarakat datang ke kawasan Kantor Wali Kota Jambi untuk menikmati berbagai produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

“MTQH ini adalah ajang kita untuk memuliakan Al-Qur’an. Mudah-mudahan juga membawa keberkahan berupa dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha di Kota Jambi dan berbagai daerah di Provinsi Jambi, sekaligus menjadi ajang ukhuwah persaudaraan,” tuturnya.

Bazar dan pameran MTQH ke-55 diharapkan menjadi bukti bahwa event keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kota Jambi ingin menjadikan momentum tersebut sebagai penggerak UMKM, memperluas pemasaran produk lokal, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.(*)




Maulana Targetkan MTQH ke-55 Sukses Prestasi dan Penyelenggaraan, 500 Anak Disiapkan Tampil dalam Drama Kolosal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Maulana menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk menyukseskan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026.

Tak hanya mengejar sukses penyelenggaraan dan prestasi, Maulana ingin perhelatan keagamaan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas religius Kota Jambi.

Sebagai tuan rumah, Pemkot Jambi menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan, termasuk pertunjukan drama kolosal yang melibatkan sekitar 500 anak dengan konsep 1001 malam.

Pertunjukan tersebut akan mengangkat sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Kota Jambi, termasuk peran ulama dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda.

Komitmen itu disampaikan Maulana saat menghadiri pelantikan Dewan Hakim, Pengawas, dan Panitera MTQH ke-55 yang dirangkaikan dengan Seminar Al-Qur’an di Aula Grha Siginjai, Kota Jambi, Minggu 1 November 2026.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Jambi, kami mengucapkan terima kasih. Kita berupaya maksimal agar MTQH ke-55 ini sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan,” ujar Maulana.

Menurutnya, kepercayaan menjadikan Kota Jambi sebagai tuan rumah merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama.

Karena itu, pemerintah daerah terus mempersiapkan dukungan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan memberikan kesan positif bagi para kafilah maupun masyarakat.

Salah satu daya tarik yang disiapkan dalam rangkaian MTQH ke-55 adalah drama kolosal bertema 1001 malam.

Pertunjukan ini melibatkan sekitar 500 anak dan mengangkat perjalanan sejarah Islam di Kota Jambi.

Ceritanya mencakup proses masuk dan berkembangnya Islam, perjuangan ulama melawan penjajahan Belanda, hingga peran pendidikan pesantren dalam membentuk karakter masyarakat.

Konsep tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan dalam seremoni pembukaan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan sejarah dan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.

Melalui pertunjukan tersebut, Pemkot Jambi ingin menghadirkan pesan bahwa MTQH bukan semata-mata perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, melainkan juga momentum memperkuat kecintaan terhadap ajaran Islam dan sejarah perkembangan agama di daerah.

Selain mempersiapkan MTQH, Maulana juga menyoroti kepercayaan Kementerian Agama Republik Indonesia yang menetapkan Kota Jambi sebagai salah satu dari 16 kota di Indonesia berstatus Kota Wakaf.

Menurutnya, penetapan tersebut membawa tanggung jawab untuk memperkuat tata kelola wakaf agar semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

Maulana berharap pengelolaan wakaf tidak hanya berorientasi pada kegiatan ibadah, tetapi juga mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan penguatan ekonomi umat.

“Pengelolaan wakaf ke depan harus dilakukan secara profesional dan transparan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat luas,” tegasnya.

Ia menilai pengembangan wakaf yang dikelola secara baik dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas manfaat sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris mengingatkan Dewan Hakim, Pengawas, dan Panitera agar menjalankan tugas secara profesional, independen, dan menjunjung tinggi integritas.

Pesan tersebut disampaikan setelah Wakil Gubernur Jambi sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jambi, Abdullah Sani, memimpin prosesi pelantikan Dewan Hakim di Aula Grha Siginjai.

Al Haris menilai kualitas penilaian menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas MTQH.

Ia berharap seluruh dewan hakim memberikan penilaian secara objektif dan konsisten sehingga hasil perlombaan benar-benar mencerminkan kemampuan peserta.

Ia juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota memperkuat pembinaan qari, qariah, hafiz, dan hafizah melalui dukungan anggaran, fasilitas latihan, serta perhatian terhadap kesejahteraan peserta.

Menurut Al Haris, penyelenggaraan MTQH secara rutin telah memberikan ruang bagi daerah untuk membina peserta secara berkelanjutan.

Peserta terbaik nantinya akan kembali mendapatkan pembinaan dari LPTQ Provinsi Jambi sebagai persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Al Haris juga berharap penyelenggaraan MTQH ke-55 memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kota Jambi.

Kehadiran kafilah dan pengunjung dari berbagai kabupaten dan kota dinilai dapat meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa, termasuk perhotelan, kuliner, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kita ingin event ini memberikan manfaat bagi masyarakat. Ekonomi meningkat, dan UMKM kita juga ikut berjualan di bazar sekitar lokasi MTQH,” ungkapnya.

MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi berlangsung pada 31 Oktober hingga 8 November 2026.

Pemerintah Kota Jambi berharap seluruh rangkaian kegiatan menjadi momentum mempererat silaturahmi antardaerah, memperkuat syiar Islam, melahirkan generasi Qurani berprestasi, serta memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Maulana berharap kepercayaan sebagai tuan rumah dapat dijawab melalui penyelenggaraan MTQH yang sukses sekaligus meninggalkan nilai dan manfaat jangka panjang bagi Kota Jambi.(*)




MTQH ke-55 Provinsi Jambi Dimulai, Al Haris Ingatkan Dewan Hakim Jaga Independensi dan Objektivitas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 resmi memasuki rangkaian kegiatan setelah Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani melantik Dewan Hakim, Pengawas, dan Panitera di Aula Grha Siginjai, Kota Jambi, Minggu 1 November 2026.

Pelantikan tersebut menjadi perhatian penting dalam penyelenggaraan kompetisi keagamaan tingkat provinsi ini.

Pasalnya, integritas dan objektivitas dewan hakim menentukan kualitas penilaian sekaligus menjaga kepercayaan seluruh kafilah yang berlomba.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jambi sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I.

Kegiatan itu turut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Wali Kota Jambi Maulana, serta sejumlah perwakilan kepala daerah dan pejabat terkait dari kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.

Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa dewan hakim harus menjalankan tugas secara profesional, independen, dan berintegritas.

Ia meminta seluruh proses penilaian berlangsung objektif serta konsisten agar hasil perlombaan benar-benar mencerminkan kemampuan masing-masing peserta.

Menurut Al Haris, penyelenggaraan MTQH setiap tahun telah memberikan ruang bagi pemerintah kabupaten dan kota untuk membangun pembinaan qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta berbagai cabang perlombaan lainnya.

“Karena kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun, tentu ada pembinaan yang konsisten dari kabupaten dan kota, termasuk LPTQ provinsi. Hasil MTQH ini nantinya akan dibina kembali untuk dipersiapkan ke tingkat nasional,” ujar Al Haris.

Ia menilai pembinaan berkelanjutan menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas peserta sekaligus mempersiapkan generasi terbaik Jambi menghadapi kompetisi di tingkat nasional.

Karena itu, Al Haris meminta pemerintah kabupaten dan kota memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan kemampuan peserta.

Dukungan tersebut mencakup anggaran, fasilitas latihan, hingga kesejahteraan para peserta agar potensi mereka berkembang secara optimal.

Selain menyoroti pembinaan dan kualitas perlombaan, Al Haris juga melihat MTQH ke-55 sebagai peluang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Kehadiran kafilah dan pengunjung dari berbagai kabupaten dan kota selama penyelenggaraan berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa, termasuk sektor perhotelan, kuliner, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kita ingin event ini memberikan manfaat bagi masyarakat. Ekonomi meningkat, dan UMKM kita juga ikut berjualan di bazar sekitar lokasi MTQH,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan keagamaan berskala provinsi perlu memberikan manfaat yang lebih luas, bukan hanya bagi peserta dan penyelenggara, tetapi juga masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Al Haris menjelaskan, rangkaian MTQH ke-55 diawali dengan Pawai Ta’aruf pada Sabtu malam.

Selanjutnya, Minggu pagi berlangsung pelantikan Dewan Hakim dan Seminar Al-Qur’an, sebelum pembukaan resmi pada Minggu malam.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Jambi sebagai tuan rumah MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Jambi bersama masyarakat telah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Jambi, kami mengucapkan terima kasih. Kita berupaya maksimal agar MTQH ke-55 ini sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan,” ujar Maulana.

Selain kesiapan penyelenggaraan, Maulana juga menyinggung penetapan Kota Jambi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai salah satu dari 16 kota di Indonesia yang menyandang status Kota Wakaf.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab untuk memperkuat pengelolaan wakaf secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Ia berharap pengelolaan wakaf yang semakin modern dapat memberikan manfaat berkelanjutan, terutama dalam mendukung bidang pendidikan, ibadah, dan penguatan ekonomi umat.

“Pengelolaan wakaf ke depan harus dilakukan secara profesional dan transparan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat luas,” tegasnya.

Untuk memeriahkan pembukaan MTQH ke-55, Pemerintah Kota Jambi juga menyiapkan pertunjukan drama kolosal yang melibatkan sekitar 500 anak.

Pertunjukan tersebut mengusung konsep 1001 malam dengan mengangkat sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Kota Jambi.

Kisah yang ditampilkan mencakup perjalanan penyebaran Islam, peran ulama dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda, hingga kontribusi pendidikan pesantren dalam membentuk karakter masyarakat.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembukaan MTQH yang tidak hanya meriah, tetapi juga memperkenalkan sejarah dan perkembangan Islam di Kota Jambi kepada masyarakat.

Pelantikan Dewan Hakim, Pengawas, dan Panitera menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan seluruh perlombaan berjalan dengan menjunjung tinggi keadilan dan integritas.

MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi berlangsung pada 31 Oktober hingga 8 November 2026. Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kota Jambi berharap kegiatan ini dapat memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah antardaerah, melahirkan peserta berprestasi, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.(*)




SMK Nusantara Pertahankan Gelar Juara AXIS Nation Cup 2026, Taklukkan SMAN 21 Bandung 2-1

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – SMK Nusantara kembali membuktikan dominasinya di kompetisi futsal pelajar nasional.

Tim asal Jakarta tersebut sukses mempertahankan gelar juara putra AXIS Nation Cup (ANC) 2026 setelah mengalahkan SMAN 21 Bandung dengan skor tipis 2-1 dalam partai final di Istora Senayan, Sabtu 31 Oktober 2026.

Sementara itu, gelar juara kategori putri menjadi milik MAN 1 Kabupaten Sukabumi. Mereka tampil meyakinkan dengan menaklukkan SMAN 1 Kepahiang dengan skor 4-1.

Keberhasilan SMK Nusantara mempertahankan gelar semakin mempertegas konsistensi tim tersebut dalam kompetisi yang digelar PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui merek layanan AXIS.

Pertandingan final putra berlangsung menegangkan. SMK Nusantara sempat unggul dua gol, tetapi SMAN 21 Bandung memperkecil ketertinggalan melalui gol pada lima menit terakhir.

Tekanan terus mengalir hingga penghujung pertandingan.

Namun, SMK Nusantara mampu mempertahankan keunggulan dan memastikan kemenangan 2-1 sekaligus mengunci gelar juara nasional ANC 2026.

Prestasi tersebut melanjutkan perjalanan positif SMK Nusantara di AXIS Nation Cup.

Setelah menjadi runner-up pada penyelenggaraan perdana tahun 2023, tim ini berhasil merebut gelar juara pada 2025 dan kembali mempertahankannya pada 2026.

Pada pertandingan perebutan tempat ketiga kategori putra, SMAN 2 Raha tampil dominan dengan mengalahkan MAN 2 Samarinda melalui skor telak 5-0.

AXIS Nation Cup 2026 bukan sekadar kompetisi futsal antarsekolah. Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, turnamen ini berkembang menjadi salah satu wadah pencarian dan pengembangan bakat olahraga di kalangan pelajar Indonesia.

Sepanjang penyelenggaraan, kompetisi menjangkau 40 kota dengan melibatkan 1.730 tim sekolah dan sekitar 17.300 atlet atau pelajar.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari jumlah kunjungan yang mencapai lebih dari 390 ribu orang sepanjang rangkaian kegiatan.

Ribuan pengunjung turut memadati Istora Senayan saat Grand Final berlangsung.

Chief AXIS Officer XLSMART, Azher Javid, mengapresiasi seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan dan semangat kompetitif sepanjang turnamen.

“Selamat kepada SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi yang berhasil meraih gelar juara ANC 2026, serta seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan, semangat juang, kerja sama, dan sportivitas sepanjang kompetisi,” ujar Azher.

Menurutnya, perjalanan peserta dari berbagai daerah hingga mencapai panggung nasional memperlihatkan besarnya potensi generasi muda Indonesia.

AXIS ingin menjadikan kompetisi ini sebagai ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta membuka peluang meraih prestasi yang lebih tinggi.

Tak hanya memberikan gelar juara, AXIS Nation Cup 2026 juga menghadirkan peluang pembinaan bagi atlet muda berprestasi.

Melalui kolaborasi strategis dengan Federasi Futsal Indonesia (FFI), tim juara kategori putra berkesempatan mengikuti Intensive Training Program dan proses talent scouting bersama pelatih nasional bersertifikat AFC.

Program tersebut menjadi salah satu jalur untuk mengenali potensi pemain muda sekaligus membuka kesempatan mereka mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Selain penghargaan untuk tim, panitia juga memberikan apresiasi individu kepada pemain terbaik putra, pemain terbaik putri, serta pelatih yang menunjukkan performa menonjol sepanjang turnamen.

Berikut hasil akhir Grand Final AXIS Nation Cup 2026:

Kategori Putra

  • Juara 1: SMK Nusantara
  • Juara 2: SMAN 21 Bandung
  • Juara 3: SMAN 2 Raha

Kategori Putri

  • Juara 1: MAN 1 Kabupaten Sukabumi
  • Juara 2: SMAN 1 Kepahiang

Hasil pertandingan:

  • Final putra: SMK Nusantara 2-1 SMAN 21 Bandung.
  • Final putri: MAN 1 Kabupaten Sukabumi 4-1 SMAN 1 Kepahiang.
  • Perebutan juara ketiga putra: SMAN 2 Raha 5-0 MAN 2 Samarinda.

Grand Final AXIS Nation Cup 2026 juga menghadirkan festival hiburan yang menyatukan olahraga, musik, dan aktivitas digital.

Sejumlah musisi nasional turut memeriahkan acara, di antaranya JKT48, Bernadya, Inul Daratista, Dia feat. Naufal Syachreza, hingga Oom Leo feat. Mingse.

Suasana pertandingan semakin menarik dengan kehadiran pengamat sepak bola OFFSIDE DUO, Coach Justin dan Panji Suryono, yang memberikan ulasan taktis selama kompetisi.

Pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas interaktif melalui booth Gamefinity, AXISNET Minigames, penukaran AXIS Coin untuk merchandise resmi, serta kesempatan memperoleh Mystery AIGO.

Beragam pilihan kuliner dari mitra pendukung turut melengkapi pengalaman pengunjung di Istora Senayan.

Di tengah kemeriahan pertandingan dan hiburan, XLSMART menghadirkan dukungan konektivitas melalui AXIS 5G AF (Absolute Fast).

Layanan tersebut mendukung aktivitas digital peserta, suporter, dan pengunjung selama acara berlangsung.

Pelanggan dengan perangkat serta layanan yang kompatibel dapat mengakses aplikasi, mengunggah foto dan video, serta membagikan momen pertandingan secara langsung.

Dukungan tersebut sejalan dengan upaya XLSMART memperkuat kualitas jaringan dan menghadirkan konektivitas sesuai kebutuhan generasi muda.

Perusahaan juga mencatat pencapaian merek layanan XL melalui empat penghargaan Ookla Speedtest Awards semester pertama 2026, yakni Best Mobile Network in Indonesia 2026, Best 5G Network 2026, Fastest 5G 2026, dan Best 5G Video Experience 2026.

Secara nasional, XLSMART mengoperasikan lebih dari 265.000 BTS yang melayani lebih dari 69 juta pelanggan di Indonesia.

Melalui AXIS Nation Cup, XLSMART ingin memperluas kontribusinya dalam mendukung olahraga pelajar sekaligus menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk berkompetisi, mengembangkan potensi, dan membangun prestasi.

Keberhasilan penyelenggaraan ANC 2026 juga memperlihatkan bahwa kompetisi olahraga sekolah dapat menjadi pintu masuk pembinaan atlet muda sekaligus menghadirkan pengalaman hiburan dan konektivitas digital dalam satu kegiatan.(*)




Pengendara Tol Trans Sumatera Perlu Tahu, Ini Fasilitas dan Lokasi Rest Area Kelolaan Hutama Karya

SUMATERA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pengguna Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) kini memiliki puluhan titik persinggahan untuk beristirahat selama perjalanan.

PT Hutama Karya (Persero) mengelola 35 rest area yang tersebar di sejumlah ruas tol, terdiri dari 30 rest area Tipe A dan lima rest area Tipe B.

Menariknya, Hutama Karya juga menyediakan rest area mini di Jalan Tol Palembang–Indralaya (Palindra), meskipun ruas tol tersebut hanya memiliki panjang sekitar 22 kilometer dan tidak wajib menyediakan rest area berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Fasilitas tambahan ini menunjukkan perhatian perusahaan terhadap keselamatan pengguna jalan, terutama untuk mengantisipasi risiko kecelakaan akibat kelelahan dan rasa kantuk saat berkendara.

Rest area mini di Tol Palindra menyediakan toilet, musala, serta pilihan jajanan bagi pengendara yang membutuhkan tempat singgah sebelum melanjutkan perjalanan.

Langkah tersebut sejalan dengan kampanye keselamatan berkendara Selamat Sampai Tujuan (SETUJU) yang mendorong pengendara agar tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh mulai lelah.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan perusahaan terus meningkatkan kualitas pelayanan rest area sebagai bagian dari komitmen menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman.

Saat ini, 35 rest area kelolaan Hutama Karya tersebar di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera, yakni:

  • Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka).
  • Indralaya–Prabumulih (Indraprabu).
  • Bengkulu–Taba Penanjung (Bengtaba).
  • Pekanbaru–Dumai (Permai).
  • Pekanbaru–Bangkinang.
  • Padang–Sicincin.
  • Binjai–Stabat.
  • Indrapura–Kisaran (Inkis).
  • Sigli–Banda Aceh.
  • Betung–Tempino–Jambi (Betejam).

Hutama Karya menyesuaikan tipe dan kelengkapan rest area dengan karakteristik ruas tol, volume lalu lintas, jarak perjalanan, serta kebutuhan fasilitas pendukung.

Pengguna jalan juga dapat memanfaatkan aplikasi Mozy melalui fitur MoRestArea untuk memperoleh informasi lokasi rest area selama perjalanan.

Selain memperluas fasilitas persinggahan, Hutama Karya menaruh perhatian pada kebersihan toilet, musala, area makan, dan ruang publik yang digunakan bersama.

Iwan Hermawan menyebut kualitas pelayanan tidak selalu bergantung pada fasilitas besar.

Kebersihan toilet dan kenyamanan tempat istirahat juga menjadi bagian penting dari pengalaman pengguna jalan.

“Bagi kami, pelayanan yang baik tidak selalu hadir melalui hal-hal besar. Toilet yang bersih, tempat beristirahat yang nyaman, hingga lingkungan yang tertata merupakan bentuk perhatian sederhana yang memiliki arti bagi pengguna jalan,” ujar Iwan.

Untuk menjaga kualitas fasilitas, Hutama Karya melakukan pembersihan secara berkala, memantau kondisi sarana dan prasarana, serta berkoordinasi dengan petugas pengelola rest area.

Perusahaan juga memberikan perhatian khusus pada toilet karena fasilitas tersebut memiliki tingkat penggunaan tinggi dan membutuhkan pemeliharaan lebih intensif.

Namun, perusahaan menilai petugas kebersihan tidak bisa bekerja sendiri.

Pengunjung juga perlu menjaga fasilitas yang mereka gunakan, mulai dari menyiram toilet setelah pemakaian, menjaga kebersihan wastafel, hingga membuang sampah pada tempatnya.

“Kami memahami bahwa rest area merupakan fasilitas bersama yang digunakan oleh banyak orang dengan kebutuhan dan kebiasaan yang beragam. Petugas kami terus berupaya menjaga kebersihan secara berkala, namun kenyamanan yang berkelanjutan tentu akan lebih mudah terwujud apabila setiap pengunjung turut mengambil peran,” tambahnya.

Hutama Karya juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang menemukan fasilitas rest area dalam kondisi kurang baik atau membutuhkan penanganan petugas.

Pengguna jalan dapat menyampaikan kritik, saran, dan laporan melalui beberapa kanal resmi berikut:

  • Call center: 150-700
  • WhatsApp: 0811-277-000
  • Aplikasi Mozy melalui fitur Feedback.

Setiap laporan dan masukan pengguna menjadi bahan evaluasi perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Iwan menegaskan, Hutama Karya ingin membangun budaya kepedulian bersama agar rest area tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga ruang publik yang nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

Melalui pengelolaan 35 rest area dan peningkatan fasilitas di berbagai ruas JTTS, Hutama Karya berkomitmen menghadirkan pelayanan yang mengutamakan kenyamanan, keselamatan, dan kebutuhan masyarakat.

Perusahaan mengajak seluruh pengguna jalan untuk memanfaatkan fasilitas secara bijak dan menjaga kebersihan agar setiap orang dapat menikmati perjalanan yang lebih aman dan nyaman.(*)




Tempuh 700 Km Padang-Kerinci, Yamalube Pro Expedition Uji Performa Motor Yamaha di Jalur Ekstrem

PADANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Perjalanan sejauh kurang lebih 700 kilometer dari Padang menuju Kerinci dan kembali melalui kawasan Mandeh menjadi tantangan utama dalam gelaran perdana Yamalube Pro Expedition.

Melalui kegiatan yang berlangsung pada 27–31 Oktober 2026 ini, Yamaha Indonesia mengajak konsumen menjelajahi jalur Sumatera Barat sekaligus merasakan pengalaman berkendara menggunakan sepeda motor Yamaha dengan pelumas Yamalube.

Mengusung tema Misi Kelok Bumi Andalas, kegiatan ini tidak sekadar menawarkan perjalanan wisata bermotor.

Yamaha juga menghadirkan kesempatan bagi para pengguna untuk merasakan karakter kendaraan saat menghadapi berbagai kondisi jalan, mulai dari tanjakan terjal, tikungan tajam, turunan curam, hingga perubahan suhu ekstrem.

Para peserta menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor masing-masing dengan rute yang menyuguhkan tantangan sekaligus panorama alam Sumatera Barat dan kawasan Kerinci.

Asst. General Manager CS Division Sparepart PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Antonius Widiantoro, mengatakan Yamalube Pro Expedition menjadi langkah baru perusahaan untuk mempererat hubungan dengan konsumen dan komunitas pengendara Yamaha.

“Yamalube Pro Expedition kami hadirkan untuk pertama kalinya sebagai upaya mempererat Yamalube dengan komunitas dan para pengendara Yamaha, seiring perjalanan menuju 60 tahun Yamalube secara global dan 25 tahun di Indonesia,” ungkap Antonius.

Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada konsumen yang selama ini setia menggunakan pelumas Yamalube.

Dalam perjalanan lintas daerah tersebut, peserta menghadapi beragam kondisi jalan yang menuntut kesiapan kendaraan dan pengendara.

Rute Padang menuju Alahan Panjang melalui Solok Selatan menjadi salah satu bagian perjalanan yang menghadirkan tantangan tersendiri.

Peserta harus melewati kepadatan lalu lintas perkotaan, tanjakan, tikungan tajam, serta turunan yang membutuhkan pengendalian kendaraan secara cermat.

Di tengah kondisi tersebut, Yamaha turut memperkenalkan peran pelumas dalam mendukung kinerja mesin sepeda motor.

Yamalube sendiri memiliki sejumlah varian yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai model kendaraan Yamaha.

Dalam ekspedisi ini, peserta menggunakan beragam tipe sepeda motor, mulai dari XMAX, NMAX “TURBO”, LEXi, GEAR ULTIMA, WR 155, MX-King, XSR 155, hingga R25.

Yamaha juga memperkenalkan beberapa pilihan pelumas, di antaranya Yamalube TURBO MATIC untuk keluarga MAXi Yamaha, Yamalube RS4GP yang digunakan pada lini sport Yamaha dan memiliki keterkaitan dengan dunia balap, serta Yamalube Power Matic yang direkomendasikan untuk skutik Yamaha 125cc seperti GEAR ULTIMA.

Melalui keterlibatan berbagai model kendaraan tersebut, Yamaha ingin memperkenalkan kesesuaian pilihan pelumas dengan karakter dan kebutuhan masing-masing sepeda motor.

Selain tantangan berkendara, perjalanan ini juga menawarkan pengalaman menjelajahi sejumlah destinasi alam yang menjadi daya tarik Sumatera Barat dan kawasan Kerinci.

Alahan Panjang menjadi salah satu persinggahan yang memberikan kesempatan kepada peserta menikmati panorama pegunungan dengan udara sejuk.

Kawasan ini kerap mendapat julukan Swiss van Sumatera Barat karena lanskap alamnya yang khas.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju kawasan Gunung Kerinci.

Di sana, peserta mengeksplorasi Rawa Bento menggunakan perahu kecil untuk menikmati hamparan lahan basah dengan latar pegunungan yang memukau.

Petualangan berlanjut menuju kawasan Mandeh yang terkenal dengan panorama laut, pulau-pulau kecil, serta garis pantainya yang menarik.

Perubahan kondisi lingkungan dari kawasan dataran tinggi yang dingin menuju wilayah pesisir yang lebih panas menjadi bagian lain dari pengalaman perjalanan.

Kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya perawatan kendaraan, termasuk pemilihan pelumas yang sesuai dengan spesifikasi mesin.

Di luar perjalanan ratusan kilometer, Yamalube Pro Expedition juga menghadirkan ruang interaksi bagi sesama pengguna Yamaha.

Sepanjang kegiatan, peserta mengikuti berbagai aktivitas dan permainan yang mendorong kebersamaan, memperluas pertemanan, serta membangun solidaritas antarpengendara.

Hari, salah seorang peserta pengguna XMAX Connected asal Padang, Sumatera Barat, mengaku mendapatkan pengalaman berkesan melalui kegiatan tersebut.

“Yamalube Pro Expedition ini menjadi pengalaman berkendara yang sangat berkesan, apalagi bisa menjelajahi rute Padang menuju Kerinci lalu ke Mandeh via Sungai Penuh menggunakan XMAX dengan pemandangan alam yang luar biasa dan kondisi jalan yang cukup menantang serta semakin seru karena riding bareng sesama pengendara Yamaha lainnya,” ujar Hari.

Ia berharap Yamaha terus menghadirkan kegiatan serupa agar para pengguna dapat menikmati pengalaman berkendara sekaligus memperkuat hubungan dengan komunitas.

Selain menggelar ekspedisi, Yamaha Indonesia bersama Yamalube juga terus mengampanyekan penggunaan pelumas asli dan mengajak konsumen lebih waspada terhadap peredaran oli palsu.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui program Sobek Label Yamalube.

Program ini memberikan kesempatan kepada konsumen untuk memenangkan hadiah dengan total nilai ratusan juta rupiah, termasuk sepeda motor, sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Melalui kampanye tersebut, Yamaha mengingatkan konsumen agar memperhatikan keaslian produk saat membeli pelumas untuk kendaraannya.

Kehadiran Yamalube Pro Expedition sekaligus menjadi bagian dari upaya Yamaha membangun kedekatan dengan konsumen melalui pengalaman langsung, aktivitas komunitas, serta edukasi mengenai pentingnya memilih pelumas sesuai kebutuhan sepeda motor.(*)




Pawai MTQH ke-55 Makin Semarak, Masjid Baitul Makmur Jadi Identitas Kontingen Merangin

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kontingen Kabupaten Merangin mencuri perhatian dalam Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi di Kota Jambi, Sabtu malam 31 Oktober 2026.

Membawa mobil hias berbentuk replika Masjid Baitul Makmur, rombongan Merangin tampil menonjol di hadapan ribuan masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai.

Replika masjid kebanggaan Kabupaten Merangin tersebut menjadi daya tarik utama penampilan kontingen.

Berdiri megah di atas kendaraan hias, miniatur Masjid Baitul Makmur sekaligus memperkenalkan salah satu identitas daerah kepada masyarakat yang menyaksikan kemeriahan pawai.

Kontingen Merangin mengerahkan 62 orang dalam kegiatan tersebut.

Mereka tampil dengan kekompakan barisan dan membawa semangat untuk memperkenalkan daerah sekaligus menyambut pelaksanaan MTQH ke-55.

Pawai Ta’aruf yang diikuti lebih dari 3.000 peserta dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dari Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Kota Baru.

Rombongan kemudian bergerak menuju kawasan Tugu Keris Siginjai sebagai titik akhir kegiatan.

Suasana semakin semarak dengan kehadiran berbagai kontingen dari kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi, termasuk penampilan pasukan berkuda dari kalangan santri tuan rumah.

Penampilan kontingen Merangin mendapat apresiasi langsung dari Asisten I Setda Merangin sekaligus Ketua Official MTQH Kabupaten Merangin, Sukoso, yang hadir mewakili Bupati Merangin M. Syukur.

Sukoso mengaku bangga melihat kekompakan dan totalitas rombongan Merangin dalam mengikuti pawai pembuka MTQH tersebut.

Menurutnya, mobil hias berbentuk Masjid Baitul Makmur bukan sekadar pelengkap penampilan, tetapi juga menjadi representasi kebanggaan masyarakat Merangin terhadap identitas daerahnya.

“Kami sangat bangga dan terpesona melihat penampilan memukau kafilah Merangin malam ini. Mobil hias Masjid Baitul Makmur yang kita tampilkan berhasil mencuri perhatian publik dan menjadi simbol kebanggaan identitas daerah Kabupaten Merangin,” ungkap Sukoso.

Ia menilai penampilan tersebut mencerminkan kesiapan, kekompakan, dan semangat seluruh anggota kontingen dalam mengikuti rangkaian MTQH ke-55.

Lebih dari sekadar memeriahkan pawai, Sukoso berharap penampilan kontingen Merangin menjadi awal yang positif sebelum para peserta memasuki arena perlombaan.

Ia menginginkan semangat kebersamaan yang terlihat dalam Pawai Ta’aruf terus terjaga selama seluruh rangkaian MTQH berlangsung.

“Penampilan luar biasa ini adalah wujud kesiapan mental, kekompakan, dan semangat tinggi kita. Semoga ini menjadi energi positif bagi kafilah Merangin untuk meraih prestasi gemilang sepanjang gelaran MTQH ke-55 ini,” lanjutnya.

Setelah mengikuti Pawai Ta’aruf, kontingen Merangin bersiap melanjutkan perjuangan dalam berbagai cabang perlombaan MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi yang dijadwalkan memasuki seremoni pembukaan pada Minggu malam 1 November 2026.

Penampilan melalui replika Masjid Baitul Makmur menjadi salah satu cara kontingen Merangin menunjukkan identitas daerah.

Kini, tantangan berikutnya adalah membawa semangat dan kekompakan tersebut ke arena perlombaan untuk mengharumkan nama Kabupaten Merangin.(*)




Wabup Muslimin Tanja Apresiasi Sambutan Kota Jambi, Minta Kafilah Tanjab Timur Tampil Optimal di MTQH ke-55

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Muslimin Tanja, mengapresiasi sambutan Pemerintah Kota Jambi terhadap kafilah Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi.

Menurut Muslimin, penyambutan langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi menjadi bentuk penghormatan sekaligus memberikan kesan positif bagi seluruh anggota kafilah yang datang untuk mengikuti ajang keagamaan tingkat provinsi tersebut.

Apresiasi itu disampaikan Muslimin saat mendampingi kafilah Tanjung Jabung Timur dalam rangkaian penyambutan peserta MTQH di Lobi Utama Kantor Wali Kota Jambi, Sabtu 31 Oktober 2026.

“Kami sangat terharu dan tersanjung karena disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi. Ini adalah sebuah kehormatan tentunya bagi para kafilah kami Tanjung Jabung Timur, terlebih di tengah efisiensi Kota Jambi bisa menggelar MTQH dengan megah,” ungkap Muslimin.

Ia menilai sambutan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun suasana kekeluargaan antara tuan rumah dan seluruh peserta dari kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat. Mudah-mudahan ini menjadi silaturahmi yang lebih kuat antardaerah,” lanjutnya.

Selain menyampaikan apresiasi kepada tuan rumah, Muslimin memberikan pesan khusus kepada seluruh anggota kafilah Tanjung Jabung Timur agar mempersiapkan diri dengan baik selama mengikuti perlombaan.

Ia berharap para peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap cabang yang mereka ikuti.

Namun, prestasi bukan satu-satunya hal yang perlu menjadi perhatian.

Muslimin juga meminta kafilah menjaga sikap, menghormati sesama peserta, serta menghargai masyarakat dan lingkungan selama berada di Kota Jambi.

“Jadikan Kota Jambi sebagai tempat kalian semua, dan tetap saling menghormati dan menghargai,” pesannya.

Menurutnya, MTQH bukan hanya ruang untuk berkompetisi dan mengejar prestasi, tetapi juga kesempatan memperluas persaudaraan, membangun pengalaman, serta memperkuat hubungan antardaerah melalui syiar Islam.

Muslimin berharap seluruh rangkaian MTQH ke-55 berjalan aman dan lancar.

Ia juga menginginkan kegiatan tersebut memberikan manfaat lebih luas, terutama dalam mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat di Provinsi Jambi.

Sementara itu, Pemerintah Kota Jambi selaku tuan rumah telah menuntaskan rangkaian penyambutan seluruh kafilah yang datang dari berbagai kabupaten dan kota.

Wakil Wali Kota Jambi sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menyambut langsung kedatangan para peserta bersama Sekretaris Daerah Kota Jambi A. Ridwan dan jajaran pemerintah kota.

Secara keseluruhan, MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi diikuti 1.178 orang, termasuk official dan pendamping.

Melalui keikutsertaan dalam ajang tersebut, Muslimin berharap kafilah Tanjung Jabung Timur dapat membawa nama baik daerah, memberikan penampilan terbaik, serta menjadikan pengalaman mengikuti MTQH sebagai bagian dari upaya meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman.(*)