Perbasasi Jakarta dan JALIN Foundation Dorong Remaja Sehat Lewat Baseball5

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pengurus Provinsi Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Pengprov Perbasasi) Jakarta dan JALIN Foundation berkolaborasi untuk mengajak remaja menjalani gaya hidup sehat, mengejar aspirasi dan berani menghadapi tekanan teman sebaya (peer pressure). Kolaborasi ini diwujudkan melalui keterlibatan Generasi RAW (Resilient, Awesome, Wise) dalam kejuaraan Jakarta Baseball Softball Classic – Baseball5 yang akan berlangsung pada 6–8 November 2026 di Lapangan Tenis Bulungan, Jakarta Selatan.

Dalam kejuaraan tersebut  JALIN Foundation melalui gerakan Generasi RAW akan menghadirkan NongkRAW, sebuah ruang interaksi  bagi remaja laki-laki berusia 12-19 tahun. Melalui  permainan dan diskusi interaktif, NongkRAW  mengajak remaja laki-laki berbagi pengalaman tentang pertemanan, aspirasi, dan tekanan yang mereka hadapi sehari-hari. Dikemas dalam suasana santai dan tidak menghakimi, kegiatan ini mendorong remaja untuk mengekspresikan diri, saling mendengarkan dan membangun keputusan yang sesuai dengan nilai dan aspirasi mereka.

Ketua Umum Pengprov Perbasasi Jakarta, David Franico, mengatakan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, tidak hanya melalui latihan fisik dan kompetisi, tetapi juga melalui nilai-nilai yang dipelajari selama berolahraga.

“Olahraga mengajarkan anak-anak tentang disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan cara menghadapi tekanan. Nilai-nilai ini juga mereka butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Kami mendukung Generasi RAW karena memiliki tujuan yang sejalan, yaitu membantu remaja tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan mampu mengambil keputusan yang baik bagi dirinya,” ujar David.

Selain tekanan untuk berprestasi dalam olahraga, remaja laki-laki juga kerap menghadapi tekanan sosial dalam pertemanan (peer pressure) untuk ikut arus agar tetap diterima. Keinginan untuk terlihat keren atau membuktikan diri sebagai laki-laki dapat mendorong mereka mengikuti ajakan negatif, seperti melakukan perundungan, mulai merokok, atau mengikuti tren yang merugikan diri sendiri.

Executive Director JALIN Foundation, Dian Rosdiana, menjelaskan bahwa Generasi RAW hadir untuk mendorong remaja laki-laki tetap fokus pada aspirasi mereka dan memiliki keberanian untuk menghadapi tekanan teman sebaya. Melalui pendekatan yang dekat dengan remaja, RAW berupaya membangun rasa percaya diri dan identitas positif agar mereka tidak merasa harus mengikuti tekanan lingkungan demi memperoleh penerimaan.

“RAW membawa nilai Resilient, Awesome dan Wise, yaitu tangguh menghadapi tekanan, percaya diri menjadi diri sendiri dan memahami konsekuensi sebelum mengambil keputusan. Kami ingin remaja laki-laki fokus mengejar aspirasi, menghadapi tekanan teman sebaya serta berani menolak ajakan merokok maupun menggunakan vape/pod tanpa merasa kehilangan tempat dalam pertemanan. Yang tidak kalah penting adalah memastikan mereka memiliki ruang untuk merasa diterima, mengekspresikan diri mengembangkan minat dan mengejar aspirasi tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain,” ungkap Dian.

Melalui kolaborasi ini, Pengprov Perbasasi Jakarta dan JALIN Foundation berharap olahraga dapat menjadi ruang yang semakin inklusif bagi remaja untuk mengembangkan minat dan membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja. Bagi JALIN Foundation, keterlibatan Generasi RAW dalam kejuaraan ini menjadi kesempatan untuk mengajak komunitas olahraga membangun hubungan positif, mengembangkan potensi dan  mendukung remaja menghadapi peer pressure.

Jakarta Baseball Softball Classic – Baseball5 akan mempertandingkan tiga kategori, yaitu pelajar putra, pelajar putri, serta kategori campuran tanpa batasan usia yang terbuka bagi peserta se-Jabodetabek.

Baseball5 merupakan olahraga beregu yang dimainkan oleh dua tim dengan masing-masing lima pemain di lapangan tanpa menggunakan tongkat pemukul maupun sarung tangan. Dengan peralatan sederhana, olahraga ini dapat dimainkan di berbagai fasilitas, termasuk lingkungan sekolah.

Tentang Pengprov Perbasasi Jakarta

Tentang Pengprov Perbasasi Jakarta Pengprov Perbasasi Jakarta merupakan organisasi yang bertanggung jawab atas pembinaan dan pengembangan olahraga baseball dan softball di Provinsi DKI Jakarta, termasuk pembinaan atlet dan penyelenggaraan kompetisi. Tentang JALIN Foundation Yayasan JALIN (JALIN Foundation) adalah organisasi nirlaba yang memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui pemberdayaan seluruh lapisan masyarakat. Yayasan JALIN menerapkan praktik-praktik terbaik Komunikasi Perubahan Sosial dan Perilaku (KPP) untuk memastikan masyarakat memiliki seluruh informasi yang mereka butuhkan sebelum mereka mengambil keputusan berkaitan dengan kesehatan diri sendiri, keluarga, komunitas dan masyarakat mereka.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES



Usai Raih World Artist of the Year, JessC Perluas Langkah Musik di Indonesia

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Setelah meraih penghargaan World Artist of the Year dalam ajang Josie Music Awards ke-12 di Amerika Serikat, penyanyi dan penulis lagu multibahasa JessC semakin memperkuat langkahnya di pasar musik internasional, termasuk Indonesia. Ia kini tengah mempersiapkan sejumlah karya baru dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin.

Pencapaian JessC tersebut turut mendapat perhatian dari sejumlah media Indonesia, termasuk Detik, TIMES Indonesia, dan RRI.co.id, yang memberitakan kemenangannya di ajang musik independen Amerika Serikat tersebut.

Josie Music Awards ke-12 menerima 101.791 entri dari musisi di lebih dari 40 negara. JessC berhasil meraih gelar World Artist of the Year dan disebut sebagai penyanyi keturunan Tionghoa pertama yang memenangkan kategori tersebut sepanjang sejarah penyelenggaraannya. Lagunya, “One Chance”, juga memperoleh tiga nominasi dalam ajang yang sama.

Dalam beberapa tahun terakhir, perjalanan musik JessC turut mendapat sorotan dari publikasi internasional seperti Rolling Stone, Billboard, dan 1883. Dikenal melalui karya dalam berbagai bahasa, ia juga aktif membangun kolaborasi lintas budaya dan menjangkau pendengar dari berbagai negara.

Indonesia menjadi salah satu pasar yang ingin terus dikembangkan JessC. Sebelumnya, single “Tak Terpisah”, hasil kolaborasinya dengan penyanyi Malaysia Fauziah Latiff, tercatat masuk chart di enam stasiun radio Indonesia, yaitu KPFM, Classy Net Radio, Suara Surabaya (SSFM), Elmitra FM, STAR FM, dan Radio AR Bali. Karyanya juga mendapat pemutaran melalui STAR FM.

JessC mengatakan bahwa musik merupakan cara untuk menghubungkan orang-orang dari latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda.

“Sebagai musisi yang berasal dari Asia, saya percaya musik tidak mengenal batas negara, begitu pula cinta dan harapan. Saya sangat bersyukur atas dukungan keluarga, tim, dan para penggemar yang terus menemani perjalanan saya,” ujarnya.

Dengan persiapan lagu-lagu baru berbahasa Indonesia, JessC berharap dapat semakin dekat dengan pendengar lokal sekaligus membuka ruang bagi lebih banyak kolaborasi musik di kawasan Asia Tenggara.

Tentang Future Global Entertainment

Future Global Entertainment adalah perusahaan hiburan dan musik internasional yang berfokus pada manajemen artis, promosi musik, hubungan media, serta berbagai proyek hiburan berskala global.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES



Dinilai Komisi Informasi, Pemkot Jambi Soroti Tantangan Transparansi di Era Digital

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Keterbukaan informasi publik tidak cukup hanya dengan menyediakan data dan menyampaikan pengumuman resmi.

Pemerintah juga harus memastikan informasi tersebut mampu menjangkau masyarakat, menarik perhatian, serta mudah dipahami.

Persoalan ini menjadi salah satu perhatian Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, saat memaparkan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dalam penilaian keterbukaan informasi publik oleh Komisi Informasi (KI) Provinsi Jambi, Rabu 4 November 2026.

Dalam pemaparannya, Diza menyoroti perubahan pola komunikasi masyarakat seiring perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, pemerintah perlu menyesuaikan strategi penyampaian informasi dengan karakteristik dan kebutuhan warga yang semakin beragam.

Ia menegaskan, keterbukaan informasi tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial atau sebatas aktivitas pemerintah ketika berhadapan dengan media.

Penyampaian informasi harus menjadi bagian dari pekerjaan pemerintahan sehari-hari.

“Keterbukaan informasi publik tidak semata-mata dilakukan ketika pemerintah menghadapi momentum tertentu atau berhubungan dengan media. Lebih dari itu, penyampaian informasi kepada masyarakat harus menjadi bagian dari pelaksanaan pemerintahan sehari-hari,” ungkap Diza.

Salah satu poin menarik dalam pemaparan Diza adalah pentingnya mengukur keberhasilan komunikasi publik melalui jangkauan dan daya tarik informasi.

Menurutnya, informasi yang akurat belum tentu efektif apabila masyarakat tidak mengetahui, tidak tertarik melihat, atau kesulitan memahami pesan yang disampaikan pemerintah.

Karena itu, jumlah penonton atau viewer dan tingkat interaksi atau engagement menjadi sejumlah indikator yang perlu diperhatikan dalam strategi komunikasi digital.

“Informasi yang akurat memang penting, tetapi bagaimana informasi tersebut bisa menarik perhatian masyarakat sehingga mau melihat dan memahaminya juga menjadi tantangan tersendiri,” jelasnya.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah menghadapi tantangan yang lebih luas daripada sekadar memublikasikan kegiatan dan kebijakan.

Konten pemerintah juga harus mampu bersaing di tengah derasnya arus informasi digital.

Diza menilai, penggunaan saluran komunikasi yang tepat menjadi penting agar informasi dapat menjangkau kelompok masyarakat sesuai karakteristik dan kebutuhannya.

Penilaian yang dilakukan KI Provinsi Jambi merupakan bagian dari evaluasi rutin terhadap pelaksanaan keterbukaan informasi di badan publik.

Ketua KI Provinsi Jambi, Ahmad Taufiq Helmi, mengatakan evaluasi tersebut bertujuan mengukur komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan prinsip transparansi dan menyediakan akses informasi bagi masyarakat.

Menurutnya, penilaian secara berkelanjutan diperlukan untuk melihat perkembangan sekaligus konsistensi badan publik dalam memenuhi kewajiban keterbukaan informasi.

Ia juga menilai Pemkot Jambi sejauh ini menunjukkan komitmen dalam mendukung keterbukaan informasi publik.

Melalui penilaian tersebut, KI ingin memastikan berbagai upaya pemerintah daerah berjalan sesuai ketentuan dan prinsip transparansi.

Dalam kesempatan itu, Diza menyampaikan bahwa Pemkot Jambi berupaya memenuhi berbagai indikator keterbukaan informasi sebagaimana diatur dalam ketentuan yang berlaku.

Ia berharap tim penilai dapat memberikan evaluasi secara objektif terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah kota.

Namun, tantangan keterbukaan informasi tidak berhenti pada pemenuhan indikator penilaian.

Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat benar-benar memperoleh manfaat dari informasi yang tersedia.

Kemudahan mengakses data, keakuratan informasi, kecepatan penyampaian, serta kemampuan pemerintah menjawab kebutuhan publik menjadi bagian penting dari komunikasi pemerintahan.

Evaluasi KI Provinsi Jambi diharapkan dapat mendorong Pemkot Jambi terus memperbaiki tata kelola informasi publik, sehingga transparansi tidak hanya terlihat dalam laporan penilaian, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.(*)




Kembangkan Usaha Toko Pakaian dan Layani Kebutuhan Transaksi Masyarakat melalui BRILink

PURWOREJO, SEPUCUKJAMBI.ID — BRI Branch Office Kutoarjo terus memperkuat komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui jaringan BRILink Agen.

Kehadiran BRILink Agen menjadi salah satu upaya BRI dalam memperluas akses layanan transaksi perbankan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha bagi masyarakat.

Salah satu mitra yang turut berkontribusi dalam ekosistem tersebut adalah Petri Diana, pemilik toko pakaian dan aksesoris sekaligus BRILink Agen yang berlokasi di Jalan Marditomo, Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Bergabung sebagai BRILink sejak 21 Juni 2017, Petri mengembangkan usahanya dengan menghadirkan layanan transaksi keuangan yang dibutuhkan masyarakat sekitar.

Dalam menjalankan aktivitasnya, Petri melayani berbagai kebutuhan transaksi, terutama transfer dan tarik tunai. Layanan tersebut banyak dimanfaatkan oleh nasabah simpanan maupun pinjaman BRI BO Kutoarjo.

Dengan demikian, keberadaan BRILink Agen tidak hanya mendukung aktivitas usaha Petri, tetapi juga memberikan alternatif akses layanan transaksi keuangan yang lebih dekat bagi masyarakat.

Petri Diana menyampaikan bahwa keputusannya menjadi BRILink Agen memberikan peluang untuk mengembangkan usaha sekaligus memperoleh tambahan pendapatan.

“Dengan menjadi BRILink Agen, saya mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan usaha toko pakaian dan aksesoris yang saya jalankan. Selain pendapatan dari penjualan, terdapat tambahan pendapatan dari layanan transaksi BRILink. Saya juga merasa senang karena dapat membantu masyarakat sekitar memenuhi kebutuhan transaksi keuangan mereka,” ujar Petri.

Branch Office Head BRI Kutoarjo Tri Suseno mengatakan bahwa pengembangan jaringan BRILink Agen merupakan bagian dari komitmen BRI untuk memperluas akses layanan keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah kerja.

“BRI memandang BRILink Agen sebagai mitra strategis dalam memperluas jangkauan layanan perbankan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Para agen memiliki peran penting karena tidak hanya menjalankan kegiatan usaha, tetapi juga membantu masyarakat memperoleh akses layanan transaksi keuangan di lingkungan terdekatnya. Inilah salah satu bentuk kontribusi nyata BRI bersama masyarakat sebagai penggerak ekonomi negeri,” ujar Tri Suseno.

Hingga saat ini, jumlah BRILink Agen di wilayah kerja BRI BO Kutoarjo tercatat sebanyak 938 agen. Untuk menjaga kualitas layanan, BRI BO Kutoarjo secara berkala melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para agen.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui komunikasi rutin, penyampaian informasi mengenai layanan terbaru, serta edukasi mengenai prosedur transaksi yang benar dan keamanan bertransaksi.

Tri Suseno menambahkan bahwa pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem BRILink Agen agar dapat memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat.

“Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap para agen semakin memahami layanan dan prosedur transaksi sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik, aman, dan sesuai ketentuan. Kami juga mendorong para agen untuk terus mengembangkan usahanya agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas,” tambah Tri.

BRI BO Kutoarjo akan terus memperkuat sinergi dengan BRILink Agen dan pelaku usaha lokal sebagai bagian dari upaya mendukung inklusi keuangan serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui kolaborasi tersebut, BRI berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang semakin mudah dijangkau sekaligus mendorong masyarakat untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




KAI Logistik Hadirkan Promo Diskon Pengiriman Paket Hingga 50% Sampai Akhir Tahun

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang penghujung tahun 2026, KAI Logistik menghadirkan promo potongan tarif pengiriman paket hingga 50% yang berlangsung pada 25 Oktober hingga 31 Desember 2026. Program ini ditujukan untuk memberikan alternatif pengiriman yang lebih ekonomis bagi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), seiring meningkatnya kebutuhan distribusi barang menjelang akhir tahun.

Manager Marketing & Sales Courier KAI Logistik, Agus Rindanisani, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan logistik yang adaptif terhadap kebutuhan pelanggan. “Melalui promo ini, kami ingin memberikan nilai tambah bagi pelanggan dengan menghadirkan pilihan pengiriman yang lebih hemat, khususnya bagi masyarakat dan pelaku UMKM yang memiliki kebutuhan pengiriman dalam jumlah besar. Kami berharap program ini dapat membantu pelanggan mengoptimalkan biaya logistik sekaligus memperluas jangkauan distribusi produk ke berbagai kota,” ujar Agus.

Promo tersebut berlaku untuk layanan angkutan retail KAI Logistik melalui KALOG Express dengan skema bulk order, yaitu pengiriman dalam jumlah dan berat tertentu. Program ini tersedia melalui dua layanan kereta api, yakni KA Sri Tanjung dengan relasi Lempuyangan–Ketapang pulang-pergi (PP) dan KA Parcel Selatan dengan relasi Bandung–Surabaya Kota PP. Kedua layanan tersebut menghubungkan sejumlah kota strategis di Pulau Jawa, antara lain Bandung, Yogyakarta, Solo, Madiun, Jombang, Mojokerto, Surabaya, Jember, hingga Banyuwangi, sehingga dapat menjadi alternatif pengiriman barang antarkota untuk memenuhi kebutuhan personal maupun usaha.

“Untuk mendapatkan potongan tarif tersebut, pelanggan dapat mendatangi service point KAI Logistik yang melayani rute terkait dengan memenuhi ketentuan minimum berat pengiriman. Adapun minimum berat yang berlaku adalah 50 kilogram untuk layanan KA Sri Tanjung dan 100 kilogram untuk KA Parcel Selatan. Ketentuan ini memberikan fleksibilitas bagi pelanggan untuk memilih layanan sesuai dengan volume barang dan kebutuhan distribusinya,” jelas Agus.

Informasi lebih lanjut mengenai program promo, persyaratan pengiriman, dan cakupan layanan dapat diperoleh dengan menghubungi call center KAI Logistik melalui nomor layanan yang tersedia maupun memanfaatkan fitur live chat pada situs resmi KAI Logistik dan aplikasi KAI Logistik TRAX. Adapun informasi tarif pengiriman dan pelacakan kiriman dapat diakses melalui situs resmi kailogistik.id, aplikasi Access by KAI, serta aplikasi KAI Logistik TRAX.

Melalui program ini, KAI Logistik berharap dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku UMKM dalam memenuhi kebutuhan pengiriman barang dengan biaya yang lebih kompetitif. Ke depan, KAI Logistik akan terus mengoptimalkan layanan berbasis transportasi kereta api sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas distribusi barang antarkota dan mendukung kebutuhan logistik masyarakat hingga akhir tahun 2026.

About KAI Logistik

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi Pelanggan kereta api yang didukung dengan layanan pra dan purna. KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Dengan tagline KAI Logistik Ispossible yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi diantaranya KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan! Berikut Deretan Kasus Kontroversial Semasa Menjabat Kapolri Terlama

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberi instruksi tegas kepada jajaran kepolisian.

JAKARTA – Masa kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri berlangsung selama 5 tahun 8 bulan 4 hari.

Presiden Prabowo Subianto resmi mengakhiri masa tugasnya pada 1 Oktober 2026, sekaligus melantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri yang baru.

Selama memimpin Korps Bhayangkara sejak Januari 2021, Listyo mendorong sejumlah perubahan di tubuh kepolisian, termasuk digitalisasi layanan dan penguatan transformasi organisasi.

Namun, perjalanan kepemimpinannya juga diwarnai berbagai peristiwa kontroversial yang memicu kritik, sorotan, hingga tuntutan pertanggungjawaban dari masyarakat.

Terbaru Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo resmi menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana penyadapan secara ilegal (illegal intercept), penghapusan data elektronik, dan akses ilegal (illegal access).

Ia diduga menjalankan aksi tersebut saat masih menjabat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

Sejumlah kasus bahkan melibatkan anggota dan pejabat kepolisian sendiri.

Mulai dari pembunuhan berencana yang melibatkan mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo, Tragedi Kanjuruhan, kematian dua pelajar di Padang dan Semarang, hingga tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan dalam aksi demonstrasi Agustus 2025.

Berikut lima peristiwa besar yang menjadi catatan publik selama Listyo Sigit menjabat Kapolri.

1. Kasus Ferdy Sambo: Pembunuhan yang Diikuti Rekayasa Perkara

Salah satu ujian terbesar bagi kepemimpinan Listyo Sigit muncul pada Juli 2022 melalui kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Kasus ini melibatkan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo. Ia terbukti menjadi otak pembunuhan berencana terhadap Yosua yang merupakan ajudannya sendiri.

Perkara tersebut semakin menyita perhatian publik setelah terungkap adanya upaya merekayasa kronologi kematian korban.

Narasi awal mengenai baku tembak antarapolisi ternyata tidak sesuai dengan fakta yang terungkap selama penyidikan.

Pengusutan kasus juga membuka dugaan penghalangan proses hukum atau obstruction of justice.

Sejumlah anggota Polri ikut terseret karena diduga terlibat dalam upaya menghilangkan atau merusak barang bukti.

Pengadilan menjatuhkan vonis mati kepada Ferdy Sambo pada Februari 2023.

Namun, Mahkamah Agung kemudian mengabulkan kasasinya dan mengubah hukuman tersebut menjadi penjara seumur hidup pada Agustus 2023.

Kasus Sambo menjadi sorotan karena memperlihatkan persoalan serius ketika kewenangan dan jabatan di lingkungan kepolisian diduga digunakan untuk menghambat pengungkapan tindak pidana yang melibatkan sesama anggota institusi.

2. Tragedi Kanjuruhan: 135 Nyawa Melayang Akibat Bencana di Stadion

Belum selesai publik mengikuti perkembangan perkara Sambo, Polri kembali menghadapi sorotan besar setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.

Kericuhan terjadi setelah pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Dalam peristiwa tersebut, 135 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Salah satu faktor utama yang menjadi sorotan adalah penggunaan gas air mata oleh aparat kepolisian di dalam stadion.

Gas tersebut memicu kepanikan suporter yang berusaha mencari jalan keluar. Situasi semakin buruk ketika penonton berdesakan di sejumlah pintu stadion.

Tragedi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai prosedur pengamanan pertandingan sepak bola, penggunaan kekuatan oleh aparat, serta tanggung jawab pihak-pihak yang bertugas mengendalikan situasi.

Sejumlah anggota kepolisian kemudian menjalani proses hukum.

Namun, penanganan perkara dan pertanggungjawaban atas tragedi tersebut terus menjadi perhatian keluarga korban dan kelompok masyarakat sipil.

Tragedi Kanjuruhan menjadi salah satu peristiwa paling mematikan dalam sejarah sepak bola Indonesia sekaligus meninggalkan catatan besar mengenai standar pengamanan yang harus dijalankan aparat.

3. Kematian Afif Maulana dan Gamma Ryzkinata: Sorotan terhadap Penggunaan Kekuasaan Aparat

Pada 2024, kepolisian kembali menghadapi kritik setelah muncul dua kasus kematian anak yang melibatkan dugaan tindakan anggota polisi.

Kasus pertama menimpa Afif Maulana, remaja berusia 13 tahun yang ditemukan meninggal dunia di aliran sungai di Kota Padang, Sumatera Barat, pada 9 Juni 2024.

Kematian Afif memunculkan perbedaan keterangan mengenai penyebab dan kronologi kejadian.

Kepolisian menyampaikan dugaan bahwa korban melompat dari jembatan.

Namun, keluarga dan lembaga bantuan hukum menyoroti sejumlah luka pada tubuh korban yang mereka duga berkaitan dengan kekerasan.

Organisasi masyarakat sipil juga mendesak pengusutan yang transparan untuk memastikan apakah terdapat keterlibatan aparat dalam kematian Afif.

Kasus berikutnya terjadi di Semarang, Jawa Tengah.

Seorang siswa SMK bernama Gamma Ryzkinata meninggal dunia setelah ditembak anggota polisi Aipda Robig Zainudin pada 24 November 2024.

Pada awal pengungkapan perkara, polisi mengaitkan peristiwa tersebut dengan dugaan tawuran antarkelompok.

Namun, perkembangan penyidikan dan persidangan memunculkan fakta yang berbeda dari keterangan awal tersebut.

Rekaman CCTV dan fakta persidangan menjadi bagian penting dalam menguji kronologi penembakan serta keterangan yang sebelumnya disampaikan aparat.

Kedua kasus tersebut kembali mengangkat persoalan pengawasan terhadap tindakan anggota kepolisian, khususnya ketika penggunaan kekuatan berujung pada hilangnya nyawa warga sipil.

4. Kematian Affan Kurniawan: Gelombang Protes Agustus 2025

Kontroversi lain yang membayangi Polri pada masa kepemimpinan Listyo terjadi pada Agustus 2025.

Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis Brimob di tengah rangkaian demonstrasi di Jakarta pada 28 Agustus 2025.

Peristiwa tersebut memicu kemarahan publik dan memperbesar gelombang protes terhadap aparat kepolisian.

Kematian Affan menjadi simbol kritik terhadap penggunaan kekuatan aparat ketika menghadapi demonstrasi.

Masyarakat mempertanyakan prosedur pengendalian massa dan pertanggungjawaban anggota yang terlibat dalam insiden tersebut.

Gelombang demonstrasi kemudian meluas ke berbagai daerah.

Sejumlah kantor dan fasilitas kepolisian menjadi sasaran protes, sementara tuntutan evaluasi terhadap institusi Polri semakin menguat.

Koalisi masyarakat sipil melalui Komisi Pencari Fakta (KPF) juga menyampaikan temuan mengenai korban jiwa, penangkapan anak, dan orang-orang yang mereka kategorikan sebagai tahanan politik selama gelombang protes tersebut.

Angka-angka yang disampaikan KPF menjadi bagian dari perdebatan mengenai skala kekerasan dan penanganan demonstrasi.

Data tersebut perlu dibaca sesuai metodologi dan definisi yang digunakan lembaga tersebut.

Peristiwa ini kembali menempatkan penggunaan kekuatan, perlindungan warga sipil, dan akuntabilitas aparat sebagai persoalan penting dalam evaluasi kinerja kepolisian.

5. Kasus Febrie Adriansyah: Persoalan Hukum yang Melibatkan Mantan Pejabat Kejaksaan

Pada 2026, nama mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menjadi sorotan setelah terseret perkara dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kasus ini berkaitan dengan penanganan sejumlah perkara, termasuk yang menyangkut PT Asabri dan Jiwasraya.

Perkembangan perkara tersebut menjadi perhatian karena melibatkan mantan pejabat tinggi penegak hukum.

Proses hukum juga memunculkan perhatian terhadap hubungan dan koordinasi antarinstansi dalam penanganan perkara.

Febrie menjalani proses hukum setelah Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka pada Juli 2026.

Pengadilan kemudian menggelar sidang perdana pada 7 Oktober 2026.

Penting dicatat, perkara Febrie tidak tepat disederhanakan sebagai kasus korupsi yang dilakukan Polri terhadap Jampidsus.

Penetapan tersangka dan penanganan perkara yang diberitakan berkaitan dengan dugaan pemerasan serta TPPU oleh Kejaksaan Agung. Karena itu, posisi masing-masing lembaga dan konstruksi perkaranya perlu dijelaskan secara terpisah.

Rekam Jejak yang Menjadi Catatan bagi Kepemimpinan Polri Berikutnya

Berakhirnya masa jabatan Listyo Sigit tidak serta-merta mengakhiri berbagai persoalan yang pernah membayangi institusi kepolisian selama kepemimpinannya.

Kasus Sambo, Tragedi Kanjuruhan, kematian Afif Maulana dan Gamma Ryzkinata, hingga peristiwa Affan Kurniawan memperlihatkan beragam persoalan yang berkaitan dengan integritas anggota, penggunaan kewenangan, pengamanan publik, serta pertanggungjawaban institusi.

Di sisi lain, transformasi pelayanan dan digitalisasi juga menjadi bagian dari perjalanan organisasi Polri selama periode tersebut.

Kini, kepemimpinan Polri berada di tangan Jenderal Suyudi Ario Seto setelah dilantik Presiden Prabowo pada 1 Oktober 2026.

Tantangan bagi kepemimpinan baru bukan hanya melanjutkan program pembenahan organisasi, tetapi juga memastikan evaluasi atas berbagai peristiwa sebelumnya menghasilkan perbaikan nyata.

Transparansi penanganan perkara, pengawasan internal yang efektif, penegakan hukum tanpa pandang jabatan, serta perlindungan terhadap masyarakat akan menjadi bagian penting dalam membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.(*)




Mutasi Polri November 2026: Dirlantas Polda Jambi Berganti, Kapolres Tebo dan Sarolangun Dirotasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polda Jambi mengalami pergantian dalam mutasi Polri November 2026.

Rotasi kali ini menyasar posisi pejabat utama (PJU), termasuk Direktur Lalu Lintas (Dirlantas), Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit), hingga Kapolres Tebo dan Kapolres Sarolangun.

Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026.

Salah satu perubahan penting terjadi pada jabatan Dirlantas Polda Jambi. Kombes Pol. Adi Benny Cahyono mendapat penugasan baru sebagai Dosen Kepolisian Madya TK III STIK Lemdiklat Polri.

Posisinya kini dipercayakan kepada Kombes Pol. Bachtiar Alponso yang sebelumnya menjabat Dirpamobvit Polda Jambi.

Perubahan tersebut sekaligus memicu pergeseran jabatan di lingkungan Polda Jambi.

Posisi Dirpamobvit yang ditinggalkan Bachtiar Alponso selanjutnya diisi Kombes Pol. Azhari Juanda, sebelumnya menjabat Dirpolairud Polda Maluku Utara.

Kapolres Tebo dan Sarolangun Ikut Berganti

Rotasi juga menyentuh kepemimpinan kepolisian di tingkat kabupaten.

Kapolres Tebo AKBP Triyanto mendapat penugasan baru sebagai Kapolres Berau, Polda Kalimantan Timur. Jabatan yang ditinggalkannya akan diisi AKBP Wendi Oktariansyah, yang sebelumnya menjabat Kapolres Sarolangun.

Sementara itu, kursi Kapolres Sarolangun selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Dermawan Kristianus Zendrato. Sebelumnya, ia menjabat Kasubdit 2 Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Dengan perubahan tersebut, Tebo dan Sarolangun menjadi dua wilayah di Jambi yang mengalami pergantian pimpinan kepolisian dalam mutasi kali ini.

Karo Rena Polda Jambi Juga Bergeser

Perubahan jabatan turut terjadi pada posisi Kepala Biro Perencanaan (Karo Rena) Polda Jambi.

Kombes Pol. Herwansyah Saidi mendapat penugasan baru sebagai Karo Rena Polda Sulawesi Selatan. Jabatan tersebut selanjutnya diisi Kombes Pol. Risno yang sebelumnya bertugas sebagai Karo Rena Polda Papua Barat.

Rangkaian rotasi ini memperlihatkan adanya pergeseran personel pada sejumlah bidang penting, mulai dari perencanaan, lalu lintas, pengamanan objek vital, hingga kepemimpinan kepolisian di tingkat kabupaten.

264 Personel Polri Masuk Daftar Mutasi Nasional

Mutasi November 2026 tidak hanya berlangsung di Jambi. Secara nasional, Polri melakukan rotasi terhadap 264 personel yang terdiri dari Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 224 personel masuk kategori promosi dan flat. Pergantian mencakup sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri maupun satuan kewilayahan.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Widodo melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyebut mutasi sebagai bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel.

Menurut Erlan, pergantian jabatan bertujuan menjaga kesinambungan organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier personel Polri. Hal ini juga menjadi upaya penyegaran organisasi untuk memastikan roda kepemimpinan dan pelaksanaan tugas berjalan optimal, seiring dengan perkembangan tantangan tugas Polri yang semakin kompleks,” ujar Erlan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas pengabdian selama bertugas di Polda Jambi.

Sementara itu, pejabat baru diharapkan segera menyesuaikan diri dan melanjutkan program kerja di lingkungan penugasan masing-masing.

“Yang terpenting adalah bagaimana setiap pejabat mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kepercayaan masyarakat, serta memastikan kehadiran Polri benar-benar memberikan manfaat melalui pelaksanaan tugas yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tutupnya.

Pergantian sejumlah pejabat tersebut selanjutnya akan diikuti proses serah terima jabatan sesuai mekanisme internal Polri.

Publik tentu menantikan bagaimana para pejabat baru menerjemahkan amanah tersebut ke dalam peningkatan pelayanan, keamanan, dan penegakan hukum di wilayah Jambi.(*)




Penyadapan Presiden Prabowo Diduga Berlangsung 2025–2026, Nomor Telepon Disusupkan ke Server LIMS

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh nasional diduga berlangsung dalam rentang waktu 2025 hingga 2026.

Bareskrim Polri mengungkap adanya dugaan pemasukan sejumlah nomor telepon ke server sistem penyadapan tanpa melalui proses verifikasi.

Dalam perkara ini, penyidik menetapkan tiga perwira tinggi Polri sebagai tersangka, yakni Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta, dan Irjen Eko Hadi Santoso.

Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin menjelaskan, dugaan penyadapan berlangsung selama periode 2025–2026.

Aktivitas tersebut diduga berjalan tanpa mengikuti prosedur penyadapan sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010.

“Ada periode tahun 2025 hingga 2026 para tersangka diduga memerintahkan penyadapan tanpa prosedur seperti diatur dalam tata cara penyadapan Polri di Perkap Nomor 5 Tahun 2010,” kata Asep dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa 3 November 2026.

Nomor Telepon Diduga Dimasukkan ke Server LIMS

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pengungkapan perkara ini adalah mekanisme memasukkan nomor telepon ke dalam sistem penyadapan.

Asep mengungkapkan, sejumlah nomor diduga masuk ke server Lawful Interception Management System (LIMS) tanpa melewati tahapan verifikasi.

Sistem tersebut berkaitan dengan pengelolaan aktivitas penyadapan yang memiliki prosedur dan ketentuan tersendiri.

“Terdapat beberapa nomor tersebut dimasukkan ke server LIMS, Lawful Interception Management System, tanpa melalui verifikasi,” ungkapnya.

Dugaan tersebut menjadi bagian penting dalam penyidikan karena berkaitan dengan bagaimana nomor telepon seseorang dapat masuk ke dalam sistem pemantauan komunikasi.

Bareskrim juga menduga aktivitas penyadapan tersebut tidak memiliki hubungan dengan kepentingan penyelidikan maupun penyidikan perkara pidana.

Berlangsung 2025 hingga 2026, Siapa Saja Sasarannya?

Rentang waktu 2025–2026 menunjukkan bahwa penyidik menduga aktivitas tersebut tidak hanya terjadi dalam satu periode singkat.

Sasaran penyadapan juga disebut mencakup berbagai kalangan.

Selain Presiden Prabowo, nomor telepon pejabat negara, tokoh politik, insan media, tokoh organisasi kemasyarakatan, aktivis LSM, hingga pengusaha diduga masuk dalam daftar target.

“Terhadap para tersangka tersebut diduga telah melakukan penyadapan tanpa prosedural atau illegal tapping terhadap nomor telepon Presiden Republik Indonesia, pejabat negara, tokoh-tokoh politik, kemudian media, tokoh ormas, LSM, dan para pengusaha,” ujar Asep.

Meski demikian, Bareskrim belum memerinci tanggal dimulainya penyadapan, berapa lama setiap nomor masuk dalam pemantauan, serta berapa banyak nomor yang diduga menjadi sasaran.

Penyidik juga belum menjelaskan secara terperinci siapa yang memasukkan masing-masing nomor ke server LIMS dan bagaimana pembagian peran ketiga tersangka dalam aktivitas tersebut.

Bareskrim Sita 11 Ponsel dan Perangkat Elektronik

Selain dugaan penyadapan tanpa prosedur, penyidik juga mengusut dugaan penghapusan data elektronik dan akses ilegal dalam perkara tersebut.

Untuk mendalami kasus ini, Bareskrim telah memeriksa 10 saksi dan meminta keterangan tiga ahli.

Penyidik turut menyita sejumlah perangkat elektronik yang diduga berkaitan dengan perkara.

Barang bukti yang disita meliputi 11 unit telepon seluler, satu unit iPad, dan empat flashdisk.

“Kemudian kita juga telah melakukan penyitaan terhadap barang bukti yaitu berupa handphone sebanyak 11 unit, satu iPad, kemudian flashdisk empat buah,” kata Asep.

Perangkat tersebut dapat membantu penyidik menelusuri komunikasi, aktivitas digital, serta keterkaitan barang bukti dengan dugaan penggunaan sistem penyadapan.

Namun, hasil pemeriksaan terhadap perangkat elektronik itu belum menjelaskan secara terbuka kapan masing-masing penyadapan berlangsung dan siapa yang secara langsung mengoperasikan sistem.

Kronologi dan Peran Masing-Masing Tersangka Masih Didalami

Hingga pengumuman penetapan tersangka pada Selasa 3 November 2026, Bareskrim belum membeberkan kronologi terperinci aktivitas penyadapan selama 2025–2026.

Publik juga masih menunggu penjelasan mengenai motif, dasar pemasukan nomor telepon ke server LIMS, durasi pemantauan, serta dugaan penghapusan jejak elektronik.

Penjelasan mengenai peran masing-masing tersangka dan tanggapan pihak-pihak yang disebut dalam perkara juga diperlukan untuk memberikan gambaran utuh mengenai kasus ini.

Penetapan tersangka merupakan bagian dari proses penyidikan dan bukan bukti bahwa seseorang telah terbukti bersalah.

Pembuktian tetap harus melalui proses peradilan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(*)




Polri Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Ada Eks Kapolri Listyo Sigit

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap sejumlah pejabat negara, termasuk Presiden Prabowo Subianto, memasuki babak baru.

Bareskrim Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, penghapusan data elektronik, dan akses ilegal (illegal access).

Salah satu nama yang masuk dalam daftar tersangka berinisial LSP, yang diidentifikasi sebagai Listyo Sigit Prabowo, mantan Kapolri yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan.

Dua tersangka lainnya masing-masing berinisial ASN dan EH.

Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin mengumumkan penetapan ketiga tersangka tersebut dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa 3 November 2026.

“Penyidik telah menetapkan terhadap tiga orang tersangka dengan inisial LSP, ASN, dan EH,” kata Asep.

Perkara ini menjadi perhatian karena dugaan penyadapan tidak hanya menyasar nomor telepon Presiden Prabowo. Sejumlah pejabat negara, tokoh politik, insan media, pimpinan organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga kalangan pengusaha juga disebut masuk dalam daftar target.

Dalam keterangannya, Asep mengungkapkan bahwa salah satu nomor telepon yang diduga menjadi sasaran penyadapan ilegal merupakan milik Presiden Prabowo Subianto.

Penyidik menduga praktik tersebut berlangsung sepanjang 2025 hingga 2026.

Persoalan utamanya bukan sekadar aktivitas pemantauan komunikasi, melainkan dugaan penggunaan mekanisme penyadapan tanpa mengikuti prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.

Menurut Asep, penyadapan seharusnya memiliki dasar dan keterkaitan dengan kepentingan penegakan hukum.

Namun, penyidik menduga sejumlah nomor telepon masuk ke dalam sistem pemantauan tanpa melalui mekanisme yang semestinya.

“Diduga telah melakukan penyadapan ilegal terhadap nomor Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.

Selain Presiden, dugaan penyadapan juga menyasar berbagai kalangan yang memiliki posisi strategis di pemerintahan maupun ruang publik.

Bareskrim juga mendalami dugaan penghapusan data elektronik yang berkaitan dengan aktivitas penyadapan tersebut.

Asep menyebut, pada Oktober 2026, para tersangka diduga memerintahkan penghapusan log atau rekaman aktivitas dalam sistem.

Dugaan penghilangan jejak digital ini menjadi bagian dari perkara yang tengah ditangani penyidik.

Penyidik turut mengumpulkan barang bukti elektronik untuk menelusuri aktivitas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Dalam perkembangan penyidikan yang diberitakan sejumlah media, Bareskrim telah memeriksa 10 saksi serta menyita 11 telepon seluler, satu iPad, dan empat flashdisk.

Barang bukti tersebut diharapkan membantu penyidik mengurai mekanisme penyadapan, pihak yang terlibat, serta dugaan penghapusan data elektronik.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap penggunaan teknologi penyadapan oleh aparat penegak hukum.

Penyadapan merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk kepentingan penegakan hukum sesuai kewenangan dan ketentuan perundang-undangan.

Namun, penggunaannya harus memiliki dasar hukum, mengikuti prosedur, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Dugaan penyadapan terhadap nomor Presiden dan sejumlah tokoh nasional membuat proses pengungkapan perkara ini menjadi perhatian publik.

Penyidik kini memiliki tugas untuk mengungkap secara terang bagaimana aktivitas tersebut berlangsung, siapa yang memberikan perintah, bagaimana sistem pemantauan digunakan, serta apakah penghapusan data benar-benar dilakukan untuk menghilangkan jejak aktivitas ilegal.

Penetapan tersangka merupakan bagian dari proses hukum dan tidak serta-merta membuktikan kesalahan para pihak.

Pembuktian tetap harus berlangsung melalui mekanisme peradilan dengan menjunjung asas praduga tak bersalah.

Publik kini menunggu perkembangan penyidikan Bareskrim, termasuk pengungkapan konstruksi perkara dan pertanggungjawaban hukum masing-masing tersangka.(*)




Profesor Kardiologi University College London (UCL) Inggris: Pencegahan Jadi Kunci Penting Ketahanan Kesehatan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Profesor John Deanfield, pakar kardiologi dari University College London (UCL), menekankan pentingnya memperkuat ketahanan kesehatan melalui pendekatan preventif dan pengendalian faktor risiko sejak dini. Dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta, ia mendorong pergeseran sistem kesehatan yang selama ini berorientasi pada pengobatan menuju pencegahan penyakit berbasis bukti ilmiah.

Pendekatan tersebut dapat dilakukan melalui perubahan perilaku dan gaya hidup secara bertahap, seperti meningkatkan aktivitas fisik, memperbaiki pola konsumsi makanan, mengurangi asupan gula, serta menyediakan alternatif yang lebih baik, termasuk produk rendah atau tanpa gula, beras multigrain, dan produk tembakau alternatif bagi perokok dewasa yang memilih untuk tetap mengonsumsi nikotin.

Hasil survei terhadap 2.000 responden di Indonesia menunjukkan 77% masyarakat lebih memilih pendekatan kesehatan yang realistis dan mudah diterapkan, sementara 82% percaya bahwa alternatif yang lebih baik dapat membantu transisi menuju gaya hidup sehat. Deanfield menegaskan bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten, didukung kebijakan berbasis bukti ilmiah dan kolaborasi lintas sektor, dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang.

Sistem ketahanan kesehatan selama ini kerap dimaknai sebagai kemampuan merespons penyakit atau krisis. Namun, upaya pencegahan sejak dini dan pengendalian risiko perlu menjadi bagian penting dari strategi penguatan ketahanan kesehatan nasional.

Topik tersebut disampaikan Profesor John Deanfield, pakar kardiologi dari University College London (UCL) dalam sambutannya di The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta, (21/10/2026).

Menurut Deanfield, sistem kesehatan yang tangguh tidak hanya dibangun dengan meningkatkan kemampuan dalam mengobati penyakit. “Kita harus meningkatkan kemampuan dalam mencegah penyakit dan mengelola risiko. Ini adalah konsep yang paling penting,” ujarnya.

Deanfield menambahkan, hal ini tercermin pada sistem medis saat ini yang berorentasi pada pengobatan. Di banyak negara, sekitar 98 persen belanja kesehatan digunakan untuk pengobatan, sementara hanya 2 persen dialokasikan bagi perawatan preventif atau pencegahan.

“Kita harus bergerak ke hulu untuk mengatasi konsekuensi yang muncul di hilir. Kita perlu menangani faktor-faktor penyebab penyakit sejak dini, bukan hanya menangani dampaknya ketika penyakit sudah berkembang,” tegasnya.

Deanfield memberikan sejumlah contoh tantangan kesehatan yang dapat diintervensi melalui pendekatan preventif. Misalnya, penyakit kardiovaskular, obesitas, dan risiko kesehatan yang berkaitan dengan penggunaan tembakau dapat dikelola sejak dini melalui perubahan perilaku dan gaya hidup yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa upaya pencegahan tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Sebaliknya, langkah-langkah kecil yang realistis dan dapat dijalankan secara konsisten justru berpotensi memberikan manfaat kesehatan yang signifikan dalam jangka panjang.

Pentingnya pendekatan yang realistis dalam pencegahan penyakit juga tercermin dalam hasil survei yang dipaparkan Deanfield. Survei terhadap 2.000 responden di Indonesia itu menunjukkan masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya kesehatan preventif. Sebanyak 92% responden menilai program Cek Kesehatan Gratis yang dijalankan Pemerintah bermanfaat bagi mereka.

Di sisi lain, survei yang sama juga menunjukkan bahwa banyak masyarakat masih menghadapi tantangan dalam menerapkan berbagai rekomendasi kesehatan Pemerintah dalam kehidupan sehari-hari, jika rekomendasi tersebut terlampau ketat dan malah menciptakan kekhawatiran yang berujung stres. Aktivitas yang dinilai sulit dilakukan secara konsisten antara lain berolahraga setiap hari, mengonsumsi buah dan sayuran sesuai anjuran, serta membatasi konsumsi gula.

Menurut Prof. Deanfield, temuan ini menunjukkan bahwa penetapan rekomendasi kesehatan sebagai strategi pencegahan perlu mempertimbangkan kondisi dan kapasitas masyarakat dalam menjalankannya. Rekomendasi kesehatan yang terlalu sulit dicapai berisiko menimbulkan tekanan atau stres tambahan yang justru dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan. Karena itu, upaya pencegahan perlu bersifat realistis, bertahap, dan langkah-langkah yang dapat dicapai dalam kehidupan sehari-hari.

”Survei tersebut menemukan bahwa 77% masyarakat Indonesia lebih memilih pendekatan kesehatan yang realistis dan mudah diterapkan. Selain itu, 82% responden percaya bahwa alternatif yang lebih baik dapat membantu masyarakat bertransisi menuju gaya hidup yang lebih sehat. Contoh dari alternatif-alternatif tersebut termasuk produk rendah atau tanpa gula, beras multigrain, hingga produk tembakau alternatif bagi perokok dewasa yang memilih untuk terus mengonsumsi nikotin,” Deanfield menambahkan.

Menutup paparannya, Deanfield menekankan bahwa ketahanan kesehatan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar respons terhadap penyakit dan krisis. Karena itu, ia mendorong pergeseran fokus dari pendekatan yang semata-mata berorientasi pada pengobatan menuju pencegahan yang berbasis bukti ilmiah dan pengurangan faktor risiko.

Menurutnya, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten, didukung lingkungan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, dapat memberikan manfaat kesehatan yang besar bagi individu maupun masyarakat secara luas dalam jangka panjang.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengatakan ketahanan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional. Menurutnya, pengalaman menghadapi bencana alam, ancaman penyakit menular, dan berbagai krisis kesehatan menunjukkan pentingnya sistem kesehatan yang mampu mengantisipasi, merespons, dan pulih dari berbagai ancaman secara cepat dan efektif.

“Untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional, kita perlu meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap krisis kesehatan, memperkuat sinergi kesehatan sipil dan militer, mendorong inovasi serta kemandirian teknologi kesehatan, dan membangun kolaborasi global. Ancaman kesehatan tidak mengenal batas wilayah sehingga pertukaran pengetahuan, penelitian bersama, dan kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya dalam video sambutan yang ditayangkan sebagai pembuka SIERA 2026.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES