Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Mutasi 88 Perwira, Kapolda Jambi Ikut Berganti

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Gerbong mutasi di tubuh Polri bergerak cepat setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri.

Sehari setelah dilantik, Polri merotasi dan memutasi 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Mutasi tersebut menyasar sejumlah posisi strategis di tingkat Mabes Polri hingga kewilayahan.

Dari 88 personel yang masuk dalam telegram, 70 personel mendapat promosi atau menempati jabatan baru.

Perubahan juga mencakup 14 jabatan pejabat utama Mabes Polri dan 19 jabatan Kapolda.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier personel.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny.

Kapolda Jambi Berganti

Salah satu pergantian yang mendapat perhatian di wilayah Jambi adalah posisi Kapolda Jambi.

Dalam telegram tersebut, Irjen Pol. Widodo ditugaskan sebagai Kapolda Jambi.

Pejabat sebelumnya, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, dimutasikan sebagai Pati Bareskrim Polri.

Pergantian tersebut telah dikonfirmasi melalui laman resmi Tribrata News Polda Jambi.

Pergantian Kapolda Jambi menjadi bagian dari rotasi kepemimpinan di sejumlah Polda yang dilakukan bersamaan dengan penyegaran jabatan strategis di Mabes Polri.

Kabareskrim hingga Kabaintelkam Ikut Berganti

Perubahan besar juga terjadi di jajaran pejabat utama Mabes Polri.

Irjen Pol. Asep Safrudin mendapat tugas baru sebagai Kabareskrim Polri.

Ia sebelumnya menjabat Kapolda Kepulauan Riau.

Posisi tersebut sebelumnya diemban Komjen Pol. Syahardiantono yang selanjutnya dimutasikan sebagai Pati Bareskrim Polri dalam penugasan pada KSP.

Posisi Kabaintelkam Polri juga berganti. Jabatan tersebut dipercayakan kepada Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti.

Sementara Irjen Pol. Hery Heriawan ditugaskan sebagai Kabaharkam Polri. Pergeseran tersebut membuat posisi Kapolda Riau selanjutnya ditempati Irjen Pol. Arman Achdiat.

Selain itu, Komjen Pol. Asep Edi Suheri mendapat tugas sebagai Irwasum Polri, sedangkan Irjen Pol. Rudi Darmoko ditugaskan sebagai Kalemdiklat Polri.

Jabatan Astamarena Kapolri dipercayakan kepada Irjen Pol. Andik Setiyono.

Pada posisi lainnya, Brigjen Pol. Agus Dwi Hermawan ditugaskan sebagai Aslog Kapolri dan Brigjen Pol. Deni Dharmapala sebagai As SDM Kapolri.

Pergantian juga mencakup posisi Kadivpropam, Kadiv TIK, Kadensus 88 Antiteror, Kadivkum, Kakortastipidkor, hingga Koorspripim Polri.

19 Kapolda Berganti

Rotasi juga menyasar 19 posisi Kapolda di berbagai wilayah Indonesia. Berikut daftar Kapolda yang mendapat penugasan baru:

  • Irjen Pol. Dadang Hartanto — Kapolda Metro Jaya

  • Irjen Pol. Suwondo Nainggoan — Kapolda Maluku

  • Irjen Pol. Suhendri — Kapolda Kepulauan Riau

  • Irjen Pol. Arman Achdiat — Kapolda Riau

  • Irjen Pol. Reza Arief Dewanto — Kapolda Nusa Tenggara Timur

  • Irjen Pol. Hengki — Kapolda Jawa Barat

  • Brigjen Pol. Hendra Kurniawan — Kapolda Banten

  • Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan — Kapolda Jawa Tengah

  • Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono — Kapolda Jawa Timur

  • Brigjen Pol. Pasma Royce — Kapolda Bali

  • Irjen Pol. Jawari — Kapolda Sumatera Barat

  • Irjen Pol. M. Awal Chairuddin — Kapolda Sulawesi Selatan

  • Irjen Pol. Widodo — Kapolda Jambi

  • Irjen Pol. Nurworo Danang — Kapolda Gorontalo

  • Brigjen Pol. Sonny Irawan — Kapolda Sumatera Utara

  • Brigjen Pol. Rony Samtana — Kapolda Sumatera Selatan

  • Irjen Pol. Rizal Irawan — Kapolda Sulawesi Tengah

  • Irjen Pol. Totok Suharyanto — Kapolda Sulawesi Barat

  • Irjen Pol. Langgeng Purnomo — Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta

Daftar tersebut mencakup sejumlah wilayah strategis, termasuk Polda Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, hingga beberapa Polda di kawasan Indonesia timur.

Polri Sebut Bagian dari Dinamika Organisasi

Johnny menegaskan bahwa rotasi tersebut merupakan bagian dari kebutuhan organisasi.

Para perwira yang memperoleh penugasan baru diharapkan segera menyesuaikan diri dengan jabatan masing-masing.

“Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Mutasi ini menjadi langkah awal penyegaran struktur Polri setelah Suyudi Ario Seto resmi memimpin Korps Bhayangkara.

Pergantian tidak hanya menyentuh sejumlah Kapolda, tetapi juga beberapa posisi kunci di tingkat Mabes Polri. (*)




KAI Logistik Perkuat Pengelolaan Sampah sebagai Komitmen Implementasi ESG

JAKARTA,SEPUCUKJAMBI.ID – KAI Logistik terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui berbagai inisiatif keberlanjutan di lingkungan kerja dan operasional perusahaan. Memasuki triwulan III 2026, perhatian perusahaan terhadap pengelolaan sampah semakin difokuskan melalui pengelolaan sampah yang dihasilkan dengan berkolaborasi bersama mitra pengelola sampah.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2025, sektor perkantoran secara nasional menyumbang 4,78% dari total timbulan sampah, atau setara dengan sekitar 1,77 juta ton per tahun. Meskipun kontribusinya relatif kecil dibandingkan sektor lainnya, pengelolaan sampah dari lingkungan perkantoran tetap menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Manager Public Relations KAI Logistik, Adjeng Putri Adhatu, menyampaikan bahwa perusahaan memandang pengelolaan sampah sebagai salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan pada lingkup terdekat yaitu lingkungan kerja.“Meski secara persentase kontribusi sampah dari sektor perkantoran tidak terlalu besar, tetap diperlukan upaya pengelolaan yang bertanggung jawab. Karena itu, KAI Logistik mulai memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pemilahan serta bekerja sama dengan mitra yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah,” ujar Adjeng.

Sepanjang Agustus 2026, area Kantor Pusat KAI Logistik mencatatkan total timbulan sampah sebesar 753,5 kilogram. Seluruh sampah tersebut dikelola melalui proses pemilahan dari dan tidak terdapat sampah yang langsung dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab sekaligus mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular (circular economy).

Dari total timbulan tersebut, sampah plastik tercatat sebesar 185,2 kilogram atau 24,6%, sampah organik 136,2 kilogram atau 18,1%, kertas 113,8 kilogram atau 15,1%, kaca 6,3 kilogram atau 0,8%, dan logam 4,5 kilogram atau 0,6%. Sementara itu, sampah residu dan kategori lainnya mencapai 307,5 kilogram atau 40,8%.

Melalui kerja sama dengan mitra pengelola, setiap jenis sampah diarahkan pada metode penanganan sesuai karakteristiknya. Material yang masih memiliki nilai guna disalurkan ke fasilitas daur ulang pihak ketiga, sementara sampah organik diolah melalui proses pengomposan dan pemanfaatan maggot untuk mendukung kebutuhan pakan ternak. Adapun sampah residu diolah lebih lanjut menjadi bahan bakar alternatif melalui teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF).

“Penerapan pengelolaan sampah di Kantor Pusat saat ini merupakan tahap awal sekaligus pilot project bagi KAI Logistik. Ke depan, kami melihat peluang untuk memperluas inisiatif ini ke area operasional maupun wilayah bisnis lainnya, sehingga pengelolaan sampah dapat diterapkan secara lebih menyeluruh di lingkungan KAI Logistik,” tambah Adjeng.

Fokus pada pengelolaan sampah ini juga sejalan dengan inisiatif keberlanjutan yang telah dilakukan KAI Logistik, salah satunya melalui pemanfaatan kembali pakaian dinas yang sudah tidak digunakan. Melalui proses daur ulang dan pengolahan kembali, pakaian dinas tersebut tidak berhenti sebagai limbah, tetapi diubah menjadi produk yang memiliki nilai guna baru. Inisiatif ini menjadi salah satu bentuk penerapan prinsip circular economy, sekaligus mendorong optimalisasi penggunaan sumber daya dan mengurangi potensi timbulan sampah tekstil dari aktivitas perusahaan.

Melalui penerapan yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan, KAI Logistik terus mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam aktivitas perusahaan guna mendukung penerapan green logistics yang lebih menyeluruh. Pengelolaan sampah menjadi salah satu program quick win dalam peta jalan ESG KAI Logistik yang diarahkan untuk mendorong penerapan praktik pengelolaan lingkungan secara lebih terstruktur. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat implementasi ESG perusahaan sekaligus mendukung kontribusi KAI Logistik terhadap penerapan prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Tentang KAI Logistik

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi Pelanggan kereta api yang didukung dengan layanan pra dan purna. KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Dengan tagline KAI Logistik Ispossible yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi diantaranya KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES




BRI BO Tanah Abang Gelar BRILiaN Culture Festival, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

JAKARTA,SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Tanah Abang menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bandung dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Tanah Abang.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BRILiaN Culture Festival menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk mempererat hubungan antarpersonal, membangun engagement, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di luar rutinitas pekerjaan.

Melalui kegiatan ini, seluruh pekerja BO Tanah Abang diajak untuk semakin memahami dan menerapkan budaya kerja BRI dalam aktivitas sehari-hari. Nilai-nilai budaya kerja diharapkan dapat diwujudkan melalui sikap positif, komunikasi yang baik, kolaborasi, serta komitmen dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Keceriaan dan kebersamaan yang tercipta selama pelaksanaan BCF menjadi energi positif bagi seluruh pekerja. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat rasa kekeluargaan, soliditas, dan kolaborasi sehingga tercipta lingkungan kerja yang semakin positif dan produktif.

Melalui BRILiaN Culture Festival, BO Tanah Abang terus mendorong agar budaya kerja tidak hanya dipahami sebagai nilai perusahaan, tetapi juga dihidupkan dan diterapkan dalam setiap aktivitas pekerjaan. Dengan semangat BRILiaN dan kebersamaan, seluruh pekerja BO Tanah Abang diharapkan mampu membawa energi positif tersebut ke lingkungan kerja serta memberikan kontribusi terbaik bagi BRI dan nasabah.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1

Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES




BRILiaN Culture Festival BO Jatinegara, Eratkan Kebersamaan dan Hidupkan Budaya Kerja

JAKARTA,SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Jatinegara menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bandung dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Jatinegara.

Kegiatan berlangsung dalam suasana yang penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BCF menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk mempererat hubungan, membangun engagement, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah aktivitas pekerjaan.

Melalui BRILiaN Culture Festival, seluruh pekerja diajak untuk semakin memahami dan menerapkan budaya kerja BRI dalam keseharian. Implementasi budaya kerja diharapkan dapat diwujudkan melalui sikap positif, kolaborasi, komunikasi, serta komitmen dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Kebersamaan yang terbangun selama kegiatan juga menjadi energi positif bagi seluruh pekerja BO Jatinegara. Suasana yang hangat dan penuh keceriaan diharapkan dapat memperkuat rasa kekeluargaan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang semakin solid, kolaboratif, dan produktif.

Melalui BRILiaN Culture Festival, BO Jatinegara terus menumbuhkan semangat untuk menjadikan budaya kerja sebagai bagian dari setiap aktivitas dan perilaku sehari-hari. Dengan semangat BRILiaN dan kebersamaan yang kuat, seluruh pekerja BO Jatinegara siap memberikan kontribusi terbaik bagi BRI dan menghadirkan layanan terbaik bagi nasabah.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1

Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Penuh Kehangatan dan Kebersamaan, BRI Region 6 Gelar Bonfire Night dalam Rangkaian BCF

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Rangkaian BRILiaN Culture Festival (BCF) BRI Region 6 di Ciloto semakin meriah dengan kegiatan bonfire pada malam hari. Suasana hangat dan penuh kebersamaan semakin terasa saat Hendra Winata selaku RCEO BRI Region 6 secara simbolis menyalakan bonfire yang menjadi salah satu momen istimewa dalam rangkaian kegiatan BCF.

Penyalaan bonfire menjadi simbol dimulainya malam kebersamaan bagi seluruh pekerja BRI Region 6. Kobaran api yang menerangi suasana malam di Ciloto turut menciptakan atmosfer yang hangat, penuh keceriaan, dan menjadi ruang bagi para pekerja untuk berkumpul serta menikmati kebersamaan di luar rutinitas pekerjaan.

Dalam suasana tersebut, para pekerja BRI Region 6 berbaur dan menikmati berbagai kegiatan yang telah disiapkan. Momen kebersamaan ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarp pekerja, membangun komunikasi yang lebih dekat, serta menumbuhkan semangat teamwork dan collaboration.

Kegiatan bonfire juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan nilai-nilai budaya kerja BRI melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat memperkuat engagement serta menciptakan energi positif yang dapat dibawa kembali ke lingkungan kerja.

Melalui rangkaian BRILiaN Culture Festival, BRI Region 6 terus menghadirkan berbagai kegiatan yang mendorong kebersamaan, kolaborasi, dan semangat positif di antara para pekerja. Kobaran bonfire di Ciloto menjadi simbol semangat BRILiaN yang terus menyala, memperkuat rasa kebersamaan dan soliditas seluruh pekerja BRI Region 6.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1
Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Benteng Tembesi Ingin Direvitalisasi, Pemkab Batang Hari Bangun Sinergi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus mendorong pelestarian dan revitalisasi Cagar Budaya Benteng Tembesi.

Setelah sebelumnya berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Pemkab Batang Hari kini memperkuat komunikasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Jambi.

Langkah tersebut dilakukan melalui audiensi yang dihadiri langsung Wakil Bupati Batang Hari H. Bakhtiar, belum lama ini.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Batang Hari mencari dukungan dan menyusun langkah lanjutan agar Benteng Tembesi tidak hanya dipertahankan sebagai peninggalan sejarah.

Tetapi juga dapat dikembangkan secara tepat tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat pada kawasan tersebut.

Wakil Bupati Batang Hari, H. Bakhtiar mengatakan, pelestarian Benteng Tembesi membutuhkan sinergi lintas lembaga karena kawasan tersebut merupakan bagian dari warisan sejarah yang perlu dijaga secara berkelanjutan.

“Benteng Tembesi merupakan bagian dari sejarah dan warisan budaya Kabupaten Batang Hari. Karena itu, pelestariannya tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah,” sebutnya.

“Kami perlu membangun sinergi dengan pemerintah pusat maupun pihak terkait agar upaya pelestarian dan revitalisasinya dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Bakhtiar mengatakan, Pemkab Batang Hari ingin memastikan upaya pelestarian Benteng Tembesi memiliki arah yang jelas.

Koordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Jambi menjadi salah satu langkah untuk mendapatkan masukan sekaligus dukungan dalam menentukan program yang sesuai dengan ketentuan pelestarian cagar budaya.

Menurutnya, pengembangan kawasan Benteng Tembesi juga harus mempertimbangkan nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya.

“Kami ingin Benteng Tembesi tetap terjaga nilai sejarahnya, tetapi pada saat yang sama bisa dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata dia.

“Tentunya semua harus dilakukan dengan tetap mengikuti aturan dan prinsip pelestarian cagar budaya,” ungkapnya.

Setelah Bertemu Kementerian, Kini Koordinasi ke Balai Pelestarian

Audiensi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Jambi merupakan tindak lanjut dari langkah Pemkab Batang Hari sebelumnya.

Pemerintah daerah telah melakukan audiensi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk menyampaikan perhatian terhadap keberadaan dan masa depan Cagar Budaya Benteng Tembesi.

Kini, komunikasi diperluas di tingkat provinsi agar pembahasan mengenai pelestarian dan revitalisasi dapat ditindaklanjuti bersama.

Bakhtiar menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong koordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi dalam pelestarian cagar budaya.

“Kami akan terus melakukan koordinasi. Harapan kami, ada langkah konkret yang bisa kita dorong bersama untuk Benteng Tembesi, sehingga keberadaan situs ini benar-benar terpelihara dan bisa dikenal oleh generasi berikutnya,” tegasnya.

Benteng Tembesi Diharapkan Jadi Warisan yang Tetap Hidup

Pemkab Batang Hari melihat pelestarian Benteng Tembesi bukan sekadar menjaga peninggalan masa lalu.

Kawasan tersebut juga memiliki potensi untuk memperkuat identitas sejarah dan kebudayaan daerah.

Karena itu, revitalisasi perlu dirancang secara hati-hati agar pengembangan kawasan tidak menghilangkan karakter dan nilai sejarahnya.

Pemerintah daerah juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah pusat, Balai Pelestarian Kebudayaan, komunitas, akademisi, serta pihak lain yang memiliki perhatian terhadap pelestarian warisan budaya.

Bakhtiar berharap langkah koordinasi yang terus dilakukan dapat menghasilkan dukungan dan program yang lebih konkret untuk Benteng Tembesi.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga warisan ini agar tetap ada, tetap memiliki nilai sejarah, dan bisa diwariskan kepada anak cucu kita. Pemerintah Kabupaten Batang Hari berkomitmen untuk terus mengupayakan hal tersebut,” tutupnya.

Melalui rangkaian koordinasi tersebut, Pemkab Batang Hari berharap pelestarian Benteng Tembesi dapat masuk pada tahap tindak lanjut yang lebih konkret, sekaligus memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai bagian penting dari sejarah Kabupaten Batang Hari.(*)




Karhutla Tebo Belum Sepenuhnya Reda, Status Siaga Diperpanjang hingga Akhir Oktober

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tebo belum sepenuhnya berakhir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebo masih memantau kemunculan titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah.

Hingga pekan lalu, titik panas terdeteksi di Tebo Tengah, Sumay, dan Muara Tabir berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BPBD Tebo tidak hanya memantau data tersebut dari jarak jauh.

Petugas juga telah turun langsung untuk melakukan ground check sekaligus menangani titik yang ditemukan agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, mengatakan petugas akan kembali bergerak apabila hasil pemantauan terbaru menunjukkan masih adanya hotspot.

“Hotspot terpantau di beberapa kecamatan, di antaranya Tebo Tengah, Sumay dan Muara Tabir. Kami sudah melakukan pengecekan di lapangan dan telah dilakukan penanganan di titik hotspot tersebut sekaligus ground check,” kata Joko, belum lama ini.

Menurutnya, penanganan tidak berhenti pada pemadaman. Petugas juga melakukan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali api di lokasi yang sama.

“Kalau hari ini seandainya masih ditemukan titik hotspot, dilakukan pemadaman dan sekaligus pendinginan,” ujarnya.

Hujan Diprakirakan Turun, Kewaspadaan Tetap Dijaga

Di tengah masih munculnya hotspot, kondisi cuaca di Kabupaten Tebo diperkirakan mulai mendukung upaya pengendalian karhutla.

Joko mengatakan informasi BMKG Jambi menunjukkan potensi hujan di Kabupaten Tebo selama tiga hari, mulai hari ini, besok hingga lusa.

“Untuk keadaan sekarang dan beberapa hari ke depan, berdasarkan informasi BMKG Jambi, prakiraannya akan ada hujan di Kabupaten Tebo untuk tiga hari ke depan, mulai dari hari ini, besok dan lusa,” katanya.

Meski peluang hujan meningkat, BPBD Tebo tidak menurunkan kewaspadaan.

Masyarakat tetap diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya pembukaan lahan dengan cara membakar.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memunculkan api di area rawan.

“Namun begitu kita tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengimbau jangan sampai melakukan pembukaan dengan cara membakar. Buanglah sampah pada tempatnya agar terhindar dari potensi kebakaran,” tegas Joko.

BPBD Pantau Perubahan Cuaca

Joko menegaskan bahwa informasi hujan tersebut masih berupa prakiraan.

Karena itu, BPBD terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca di Kabupaten Tebo.

“Kita tetap mengamati itu dan tetap berkoordinasi dengan BMKG terhadap potensi cuaca di Kabupaten Tebo, hari ini maupun ke depan,” ujarnya.

Sebelumnya, BMKG juga melakukan operasi modifikasi cuaca sebagai salah satu langkah untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi.

Status Siaga Karhutla Tebo Diperpanjang hingga Akhir Oktober

Ancaman hotspot juga menjadi salah satu pertimbangan dalam keberlanjutan status siaga darurat karhutla di Kabupaten Tebo.

BPBD Tebo memastikan status siaga darurat karhutla kembali diperpanjang untuk tahap ketiga, mulai awal Oktober hingga akhir Oktober 2026.

Perpanjangan tersebut dilakukan setelah BPBD Tebo berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD Provinsi Jambi.

“Untuk perpanjangan kedua, terkait status siaga karhutla di Kabupaten Tebo sampai hari ini, dari hasil koordinasi kita dengan BMKG dan BPBD Provinsi Jambi, kami perpanjang untuk tahap yang ketiga dari awal bulan Oktober sampai akhir Oktober 2026,” jelas Joko.

Dengan perpanjangan tersebut, pemantauan hotspot dan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla tetap berjalan selama Oktober.

BPBD Tebo juga membuka kemungkinan melakukan evaluasi apabila kondisi karhutla menunjukkan perkembangan yang stabil sebelum masa status siaga berakhir.

“Apabila nanti ada situasi yang stabil di pertengahan masa status siaga darurat karhutla, akan kami koordinasikan dan minta petunjuk kembali dengan BMKG untuk penetapan status selanjutnya,” tutup Joko.(*)




UIN STS Jambi Gelar ICoIEB 2026, Bahas Masa Depan Industri Halal Global

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Perkembangan industri halal global menjadi perhatian dalam The 2nd International Conference on Islamic Economics and Business (ICoIEB) 2026 yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., secara resmi membuka konferensi internasional tersebut pada Kamis 1 Oktober 2026 di Aston Hotel Jambi.

ICoIEB 2026 mengangkat tema “Advancing the Global Halal Industry: Innovation, Sustainability and Inclusive Islamic Economic Development”.

Tema tersebut membawa pembahasan konferensi pada tiga isu utama, yakni inovasi, keberlanjutan, dan pembangunan ekonomi Islam yang inklusif dalam mendorong perkembangan industri halal di tingkat global.

UIN STS Jambi Ingin Konferensi Berdampak

Kasful Anwar mengatakan forum internasional tidak semestinya berhenti pada pertukaran gagasan akademik.

Ia berharap hasil pembahasan dalam ICoIEB 2026 dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Atas nama Rektor UIN STS Jambi, saya mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya ICoIEB 2026. Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi kegiatan yang berdampak, sesuai arahan Kementerian Agama bahwa setiap kegiatan yang kita laksanakan harus memberikan dampak terhadap masyarakat,” ujar Kasful Anwar.

Menurutnya, konferensi internasional juga membuka ruang bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan sekaligus membangun jejaring kerja sama.

Ia berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sehingga berbagai gagasan yang muncul selama konferensi dapat berkembang menjadi kontribusi yang lebih luas.

Dari Seminar Daring ke Pertemuan Akademik Tatap Muka

Kasful Anwar menyebut UIN STS Jambi sebelumnya telah banyak menggelar seminar internasional dengan melibatkan peserta dari berbagai negara.

Namun, sebagian kegiatan tersebut berlangsung secara daring.

“UIN STS Jambi sebelumnya sudah sangat banyak menyelenggarakan seminar internasional, namun kegiatannya diadakan secara online dengan berbagai negara,” katanya.

ICoIEB 2026 menghadirkan format pertemuan akademik secara langsung.

Kondisi tersebut membuka ruang interaksi yang lebih luas antara akademisi, peneliti, dan praktisi yang memiliki perhatian terhadap ekonomi Islam serta perkembangan industri halal.

Forum ini juga menjadi tempat bagi peserta untuk mempresentasikan hasil penelitian, membahas tantangan dan peluang, serta menjajaki kerja sama akademik dan kelembagaan.

Industri Halal Jadi Ruang Kolaborasi

Melalui tema yang diangkat, ICoIEB 2026 tidak hanya membicarakan perkembangan ekonomi dan bisnis Islam dari sisi akademik.

Konferensi tersebut juga menempatkan industri halal sebagai isu strategis yang membutuhkan inovasi dan pendekatan berkelanjutan.

Pembahasan mengenai pembangunan ekonomi Islam yang inklusif juga membuka ruang untuk melihat bagaimana perkembangan industri halal dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat.

Bagi UIN STS Jambi, forum seperti ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Kasful Anwar berharap ICoIEB 2026 dapat menghasilkan gagasan yang relevan bagi pengembangan ekonomi dan bisnis Islam serta memperkuat kerja sama UIN STS Jambi dengan mitra akademik di tingkat nasional maupun internasional.

FEBI UIN STS Jambi Apresiasi Peserta

Dekan FEBI UIN STS Jambi, Dr. Rafidah, menyampaikan apresiasi kepada para tamu undangan, narasumber, akademisi, peneliti, dan peserta yang mengikuti konferensi tersebut.

“Terima kasih kepada para tamu undangan yang telah hadir dan mendukung pelaksanaan kegiatan ICoIEB 2026. Kehadiran dan partisipasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam menyukseskan konferensi internasional ini,” ujar Rafidah.

Menurut FEBI UIN STS Jambi, penyelenggaraan ICoIEB 2026 menjadi bagian dari komitmen fakultas untuk menghadirkan ruang akademik yang produktif dan mendorong pertukaran gagasan.

Forum tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat inovasi dan penelitian di bidang ekonomi serta bisnis Islam.

Perkuat Posisi UIN STS di Forum Internasional

ICoIEB 2026 juga menjadi salah satu upaya UIN STS Jambi memperluas keterhubungan akademiknya dengan komunitas internasional.

Melalui pertemuan yang mempertemukan berbagai latar belakang akademik dan praktisi, konferensi ini diharapkan membuka peluang kolaborasi baru dalam riset, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan kelembagaan.

Dengan mengangkat isu industri halal global, inovasi, keberlanjutan, dan ekonomi Islam inklusif, ICoIEB 2026 menempatkan Jambi sebagai ruang pertemuan gagasan untuk membahas perkembangan ekonomi halal yang terus bergerak di tingkat global.(*)




Karhutla Jambi Terus Berulang, Akademisi UNJA Tawarkan 6 Solusi Permanen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi persoalan di Jambi pada 2026.

Namun, penanganan yang selama ini banyak bertumpu pada pemadaman dan patroli dinilai belum cukup untuk memutus siklus kebakaran.

Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jambi (UNJA), Dr. Forst. Bambang Irawan, S.P., M.Sc., IPU, menawarkan enam langkah yang menurutnya perlu dijalankan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Bambang menyampaikan pandangannya dalam wawancara pada Kamis 1 Oktober 2026.

Ia menilai pemerintah perlu menggeser sebagian perhatian dari penanganan saat api sudah muncul menuju pencegahan di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Selama ini penanganan kebakaran hutan dan lahan itu masih belum menyentuh akar masalah dari kebakaran hutan dan lahan itu sendiri,” ujar Bambang.

Menurut dia, karhutla berulang pada sejumlah periode, antara lain 1998, 2015, 2019, hingga 2026.

Pola penanganan yang dominan setelah kebakaran terjadi, kata dia, belum menyelesaikan persoalan secara permanen.

“Baru permukaannya saja, terjadi kebakaran, kemudian terjadi pemadaman, patroli, dan lain sebagainya. Dan itu tidak cukup,” katanya.

Enam Solusi yang Ditawarkan

Bambang menawarkan enam pendekatan untuk memperkuat pencegahan karhutla.

Pertama, memperbaiki tata kelola kawasan hutan.

Kedua, memperbaiki tata kelola gambut dan kawasan lainnya yang memiliki kerentanan terhadap kebakaran.

Ketiga, mengalihkan program dan anggaran ke wilayah rawan karhutla, sehingga sumber daya tidak hanya terkonsentrasi pada tingkat pusat atau administratif.

Keempat, memperkuat pemberdayaan masyarakat, terutama agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan membuka lahan serta menjalankan aktivitas pertanian tanpa menggunakan cara yang berisiko memicu kebakaran.

Kelima, memperkuat kerja lintas sektor.

Keenam, menjalankan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran secara sengaja.

Menurut Bambang, keenam pendekatan tersebut perlu berjalan bersamaan.

Sebab, karhutla tidak hanya berkaitan dengan kondisi lahan yang kering, tetapi juga berhubungan dengan aktivitas dan perilaku manusia dalam mengelola kawasan.

Usulkan 70 Persen Sumber Daya Kehutanan Turun ke Tapak

Bambang juga menawarkan perubahan dalam distribusi sumber daya sektor kehutanan.

Ia mengusulkan minimal 70 persen sumber daya manusia dan anggaran sektor kehutanan diarahkan ke tingkat tapak, yakni langsung ke kawasan yang menjadi lokasi pengelolaan.

“Bukan di Jakarta, bukan di Jambi, bukan di Sarolangun, tapi memang di tapak, di kawasan hutan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan sumber daya di lapangan dapat memperkuat pengelolaan dan pengawasan kawasan.

Ia juga mendorong pemerintah daerah menggunakan pendekatan serupa.

Program dan anggaran daerah, menurut dia, perlu lebih banyak diarahkan ke wilayah yang sudah terpetakan sebagai kawasan rawan karhutla.

Bambang mengusulkan minimal 40 persen program dan anggaran pemerintah daerah diarahkan ke wilayah rawan karhutla.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pencegahan kebakaran, tetapi juga dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Masyarakat Harus Jadi Bagian dari Pencegahan

Bambang menilai pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu kunci penting.

Masyarakat di sekitar kawasan rawan perlu mendapatkan pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola lahan tanpa membakar.

Menurutnya, kawasan yang memiliki aktivitas pengelolaan yang jelas juga akan lebih mudah diawasi.

“Intinya adalah untuk melakukan pemberdayaan masyarakat, mengedukasi masyarakat, untuk meramaikan supaya kawasan hutan ada aktivitasnya, sehingga kalaupun ada orang nakal membakar itu minimal mereka takut,” katanya.

Pendekatan ini, kata dia, membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Pemerintah pusat dapat berperan dalam pengelolaan kawasan hutan serta kebijakan. Pemerintah daerah dapat mengoordinasikan program di wilayahnya.

Sementara itu, perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui riset dan pengabdian masyarakat.

Organisasi masyarakat sipil dapat memperkuat pemberdayaan, sedangkan dunia usaha dapat berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

Media juga dinilai memiliki peran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko dan pencegahan karhutla.

Penegakan Hukum Tetap Diperlukan

Selain pencegahan, Bambang menempatkan penegakan hukum sebagai salah satu dari enam solusi.

Menurutnya, pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran harus mendapatkan tindakan hukum.

Namun, ia juga menekankan pentingnya aspek keadilan dalam penerapannya.

Dengan demikian, pendekatan penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah muncul, tetapi juga menggabungkan pengelolaan kawasan, pemberdayaan masyarakat, koordinasi lintas sektor, serta penegakan hukum.

Solusi Permanen Dinilai Belum Diadopsi Penuh

Bambang mengatakan gagasan mengenai solusi permanen sebenarnya sudah ia sampaikan setelah karhutla besar pada 2015.

Namun, ia menilai penerapannya belum berjalan secara penuh. Kondisi tersebut membuat ancaman kebakaran kembali muncul ketika musim kemarau datang.

“Makanya terjadi lagi kebakaran. Jadi setiap kemarau kita selalu was-was. Karena memang adopsi solusi permanennya itu belum ada,” ujarnya.

Menurutnya, pola penanganan masih cenderung menguat ketika ancaman karhutla meningkat, termasuk melalui pemadaman dan penggunaan anggaran penanggulangan.

Ia mendorong pola tersebut dilengkapi dengan strategi pencegahan yang konsisten dan berbasis wilayah.

Dampak Karhutla Tak Hanya Soal Lingkungan

Bambang mengingatkan bahwa dampak karhutla tidak berhenti pada kerusakan lingkungan.

Asap akibat kebakaran dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan, perekonomian, transportasi, dan kesehatan.

Karena itu, ia berharap pemerintah pusat dan daerah mulai membahas penerapan enam solusi tersebut secara konkret, terutama dengan mengarahkan program dan sumber daya ke wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Jadi, diramaikan dengan berbagai program kegiatan yang memang terstruktur sistematis di daerah-daerah yang rawan karhutla,” tuturnya.

Bambang berharap pendekatan tersebut dapat mulai diterapkan sehingga penanganan karhutla di Jambi tidak terus mengulang pola yang sama setiap musim kemarau.

“Kalau itu kita lakukan, Insyaallah kebakaran hutan dan lahan itu secara perlahan bisa kita atasi,” katanya.(*)




Emas Antam Turun Lagi, Simak Daftar Harga Lengkap 0,5 Gram hingga 1 Kg

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali bergerak turun pada Sabtu 3 Oktober 2026 pagi.

Harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat Rp2.574.000 per gram, turun Rp2.000 dibandingkan harga sebelumnya Rp2.576.000.

Data harga tersebut mengacu pada informasi yang dipantau dari laman resmi Logam Mulia pada pukul 09.09 WIB.

Penurunan juga terjadi pada harga jual kembali atau buyback emas Antam. Harga buyback berada di level Rp2.380.000 per gram.

Pergerakan harga emas batangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan harga dari Antam.

Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut daftar harga dasar emas batangan Antam yang tercantum pada pembaruan tersebut:

Berat Emas Harga
0,5 gram Rp1.337.000
1 gram Rp2.574.000
2 gram Rp5.088.000
3 gram Rp7.607.000
5 gram Rp12.645.000
10 gram Rp25.235.000
25 gram Rp62.962.000
50 gram Rp125.845.000
100 gram Rp251.612.000
250 gram Rp628.765.000
500 gram Rp1.257.320.000
1.000 gram Rp2.514.600.000

Buyback Emas Antam Rp2,38 Juta per Gram

Selain harga jual emas, harga buyback Antam juga turun. Pada pembaruan Sabtu pagi, harga pembelian kembali berada di angka Rp2.380.000 per gram.

Artinya, pemilik emas yang menjual kembali emas Antam kepada pihak yang menyediakan layanan buyback akan mengacu pada harga tersebut, dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, terdapat PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi saat proses buyback.

Pembelian Emas Antam Dikenakan PPh

Selain ketentuan pada transaksi buyback, pembelian emas Antam juga dikenakan pajak sesuai ketentuan yang tercantum pada informasi harga resmi.

PPh untuk pembelian emas tercatat sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tertera pada laman resmi.

Karena harga emas dapat berubah sewaktu-waktu, calon pembeli maupun pemilik emas yang ingin melakukan buyback disarankan mengecek harga terbaru sebelum melakukan transaksi.

Harga di atas merupakan harga yang tercantum pada pembaruan Sabtu, 3 Oktober 2026 pukul 09.09 WIB.(*)